Anda di halaman 1dari 29

MODUL 5

PEMILIHAN METODE MENGAJAR

Kegiatan belajar 1: Hakikat dan faktor-faktor dalam pemilihan metode mengajar


Pembelajaran merupakan kegiatan yang bertujuan melibatkan aktivitas siswa dan guru.
Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan metode sebagai alternatif, sehingga dalam
mencapai tujuan dapat maksimal. Metode mengajar yang digunakan haruslah bervariatif
sehingga tidak menimbulkan kejenuhan aktivitas dalam proses pembelajaran.

A. Hakikat Metode Mengajar dalam Pembelajaran


Metode mengajar merupakan salah satu komponen yang harus dihunakan dalam
pembelajaran karena untuk mencapai tujuan pembelajaran maupun dalam upaya membentuk
kemampuan siswa. Prinsip metode mengajar yang berkaitan dengan faktor perkembangan
siswa yaitu:
1. Dapat membangkitkan rasa ingin tahu siswa.
2. Dapat memberikan peluang untuk berekspresi dalam aspek seni.
3. Dapat memungkinkan siswa belajar memecahkan masalah.
4. Dapat menimbulkan rasa ingin tahu siswa untuk mengiji kebenaran.
5. Memungkunkan siswa untuk melakukan penemuan.
6. Memungkinkan siswa mampu menyimak.
7. Memungkinkan siswa belajar mandiri.
8. Memungkinkan siswa belajar bersama.
9. Memungkinkan siswa untuk lebih termotivasi dalam belajarnya.
Fungsi-fungsi penggunaan metode ditinjau dari segi prosesnya, yaitu:
a. Sebagai alat atau cara.
b. Sebagai gambaran aktivitas yang harus ditempuh siswa dan guru.
c. Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan penilaian.
d. Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan bimbingan.

B. Faktor-Faktor yang perlu diperhatikan dalam Pemilihan metode Mengajar


1. Tujuan Pembelajaran atau Kompetensi Siswa
Tujuan pembelajaran merupakan pernyataan yang diharapkan dapat diketahui ,
disikapi, dan atau dilakukan siswa seetelah mengikuti pembelajaran. Tujuan institusional
adalah tujuan yang ingin dicapai oleh suatu lembaga pendidikan. Tujuan bidang studi
adalah tujuan yang harus dicapai oleh suatu mata pelajaran. Tujuan pembelajaran
(instruksional) adalah tujuan yang harus dicapai dalah suatu pokok bahasan tertentu.
Taxonomy Bloom menguraikan tentang tujuan yang bersifat khusus, yang sering
mencakup 3 ranah, yaitu:
a. Kognitif
1. Pengetahuan, kemampuan mengetahui, mengingat.
2. Pemahaman, kemampuan menerjemahkan, memahami.
3. Penerapan, kemampuan mengerjakan, membuat.
4. Analisis, kemampuan mengkaji, menguraikan, membedakan dan mengidentifikasi.
5. Sintesis, kemampuan menggabungkan, mengelompokkan, menyusun.
b. Afektif
1. Penerimaan.
2. Partisipasi.
3. Penilaian.
c. Psikomotor
1. Persepsi, kemampuan berpendapat.
2. Kesiapan.
3. Gerakan terbimbing, kemampuan meniru.
4. Gerakan terbiasa, keterampilan berpegang pada pola.
5. Gerakan yang kompleks, keterampilan lincah, cepat, lancar.
Tujuan pembelajaran khusus atau Enabling Objectives artinya tujuan pembelajaran
harus dicapai selama proses belangsung. Tujuan pemvelajaran umum atau yargey
objectives artinya tujuan pembelajaran dapat dicapai setelah selesai pembelajaran.
2. Karakteristik Bahan Pelajaran/materi Pembelajaran
Aspek yang terdapat dalam materi pelajaran, yaitu:
a. Aspek konsep, merupakan substansi isi pelajaran yang behubungan dengan
pengertian, atribut, karakteristik, label atau ide dan gagasan tertentu.
b. Aspek fakta, isi peajaran yang berhubungan dengan peristiwa masa lalu, data yang
memiliki esensi objek dan waktu.
c. Aspek prinsip, isi pelajaran yang berhubungan dengan aturan, dalil, hokum,
ketentuan, dan prosedur.
d. Aspek nilai, meteri pelajaran yang berhubungan dengan baik buruk, salah benarnya
suatu perilaku.
e. Aspek keterampilan intelektual, materi pelejaran yang berhubungan dengan
pembentukan kemampuan penyelesaian masalah.
f. Aspek keterampilan psikomotor, materi pelajaran yang berhubungan dengan
pembentukan kemampuan fisik.
3. Waktu yang Digunakan
Selalu memperhatikan alokasi waktu agar proses mengajar dapat optimal.
4. Faktor Siswa
Mempertimbangkan banyaknya siswa dan dan mempertimbangkan aspek
kesegaran mental (faktor antusias dan kelelahan).
5. Fasilitas, Media, dan Sumber Belajar
Prinsip-prinsip belajar yang dijadikan landasan dalam pembelajaran diantaranya
adalah ketersedian fasilitas, media dan sumber belajar.
C. Pentingnya Metode Mengajar dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran Maupun
Membentuk Kemampuan Siswa
Setiap metode mengajar memiliki tujuan yang berbede-beda dalam membentuk
kemampuan siswa, sehingga setiap pemilihan metode haruslah guru mendasari dengan
memahami karakteristik dan dampak dari metode tersebut.

Kegiatan belajar 2 : Jenis-jenis metode mengajar


Untuk mencapai tujuan pembelajaran maupun untuk membentuk kmampuan siswa
diperlukan adanya suatu metode mengajar yang efektif. Metode tersebut haruslah dikuasai
oleh guru agar tujuan tercapai secara maksimal. Berikut beberapa metode mengajar yang
dapat dilaksanakan dikelas:
A. Metode Ceramah (Lecture)
Metode ceramah merupakan suatu cara penyampaian bahan pelajaran secara lisan.
Ceramah yang baik adalah ceramah bervsriasi, artinya ceramah yang dilengkapi dengan
penggunaan alat dan media serta adanya tambahan dialog interaktif atau diskusi.
1. Karakteristik
Metode ceramah digunakan apabila proses pembelajaran yang dilakukan lebih
bersifat pemberian informasiberupa fakta atau konsep-konsep sederhana. Proses
pembelajarannya dilakukan secara klasikal dengan jumlah siswa yang relative banyak.
Biasanya penggunaan metode ceramah lebih bersifat monoton.
2. Prosedur
a. Kegiatan awal
1) Memberitahukan tujuan yang akan dicapai
2) Menyampaikan tahapan kegitan
b. Kegiatan inti
1) Penyajian dan Tanya jawab
2) Asosiasi-ilistrasi
c. Kegiatan akhir
1) Aplikasi
2) Kesimpulan

3. Prasyarat untuk Mengoptimalkan Pembelajaran Ceramah


a. Kemampuan yang harus dikuasai guru:
1) Menguasai teknik ceramah.
2) Mampu memberikan ilustrasi.
3) Menguasai materi pelajaran.
4) Menjelaskan secara sistematik.
5) Menguasai siswa dikelas.
b. Yang perlu diperhatikan berkaitan dengan siswa:
1) Siswa mampu mendengar dan mencatat bahan pepalajaran.
2) Kemampuan awal siswa.
3) Memiliki suasana emosional yang mendukung.
4. Keunggulan
a. Ekonomis waktu dan biaya.
b. Target jumlah siswa lebih banyak.
c. Mudah mengklasifikasi dan mengkaji bahan pelajaran.
d. Mudah memberikan tugas pada siswa.

5. Kelemahan
a. Sulit bagi yang kurang memiliki kemampuan menyimak.
b. Menimbulkan verbalisme.
c. Kurang memberikan kesempatan siswa berpartisipasi.
d. Cenderung menggunakan ingatan.
e. Proses pembelajaran ada dalam otoritas guru.

B. Metode Diskusi
Pembelajaran yang meibatkan beberapa siswa dalam menyelesaikan suatu masalah,
dapat dengan kelompok kecil (3-7 peserta), sedang (8-12 peserta), besar (13-40 peserta).
1. Karakteristik
Dalam penggunaan metode diskusi, bahan pelajaran harus dikemukakan
dengan topik yang akan menstimulus siswa menyelesaikan masalah.
2. Prosedur
a. Kegiatan awal
1) Memberitahukan tujuan pembelajaran.
2) Mengelompokkan siswa.
3) Meberitahukan tahapan kegiatan.
b. Kegiatan inti
1) Perumusan topic.
2) Identifikasi masalah.
3) Analisis maslah.
4) Penyusunan laporan.
5) Presentasi kelompok.
c. Kegiatan akhir
Kesimpulan.
3. Prasyarat untuk Mengoptimalkan Pembelajaran Diskusi
Yang perlu diperhatikan oleh guru:
a. Mampu merumuskan masalah.
b. Mampu membimbing siswa merumuskan dan mengidentifikasi masalah.
c. Mampu mengelompokkan siswa.
d. Mampu mengelola pembelajaran.
e. Menguasai permasalahan diskusi.
Yang perlu diperhatikan berkaitan dengan siswa:
a. Memiliki motivasi,perhatian dan minat untuk berdiskusi.
b. Mampu melaksanakan diskusi.
c. Mampu belajar bersama.
d. Mampu berpendapat.
e. Mampu menghargai orang lain.

4. Keunggulan
a. Bertukar pikiran.
b. Merangsang siswa untuk berpendapat.
c. Mengembangkat rasa tanggung jawab.
d. Membina kemampuan berbicara.
e. Memberikan kesempatan belajar.
f. Belajar memahami pendapat orang lain.

5. Kelemahan
a. Memerlukan waktu yang banyak.
b. Diskusi tidak efektif apabila siswa tidak menguasai materi.
c. Siswa yang aktif hanya tertentu.

C. Metode Simulasi
Simulasi adalah bermain peran. Ada 3 jenis model sismulasi, yaitu role playing
(bermain peran), sosiodrama (simulasi dalam kekeluargaan), simulation games (permainan
simulasi).
1. Karakteristik
Metode ini biasanya digunakan untuk permasalahan-permasalahan yang
berkaitan dengan masalah kehidupan sosial.
2. Prosedur
a. Menetapkan topik.
b. Menetapkan kelompok.
c. Simulasi diawali dengan petunjuk dari guru.
d. Proses pengamatan dilakukan dengan diskusi.
e. Kesimpulan dan saran dari kegiatan simulasi.

3. Prasyarat untuk Mengoptimalkan Pembelajaran Simulasi


a. Kemampuan guru yang harus diperhatikan:
 Mampu membimbing siswa.
 Mampu memberikan simulasi.
 Mampu menguasai peran.
 Mampu mengamatu proses simulasi.
b. Kemampuan siswa yang harus diperhatikan:
 Minat, motivasi, dan perhatian.
 Pemahaman terhadap pesan yang akan menstimulasikan.
 Kemampuan dasar berkomunikasi dan berperan.

4. Keunggulan
a. Siswa dapat berkomunikasi dan berinteraksi sosial.
b. Aktivitas siswa cukup tinggi dalam pembelajaran.
c. Membina hubungan personal.
d. Membina hubungan komunikatif.
e. Membiasakan siswa memahami permasalahan sosial.
5. Kelemahan
a. Memerlukan waktu banyak.
b. Sangat bergantung pada aktivitas siswa.
c. Cenderung memanfaatkan sumber belajar
d. Banyak siswa yang kurang menyenangi simulasi.

D. Metode Demonstrasi
Metode yang menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjukkan secara langsung
objek atau cara melakukan sesuatu sehingga dapat mempelajarinya secara proses.
1. Karakteristik
Metode pembelajaran ini menyampaikan proses objek tertentu dengan objek yang
nyata.
2. Prosedur
a. Mempersiapkan alat yang akan didemonstrasikan.
b. Memberikan penjelasan tentang topik.
c. Pelaksanaan demonstrasi.
d. Pengatan terhadap hasil demonstrasi.
e. Kesimpulan

3. Prasyarat untuk Mengoptimalkan Pembelajaran Demonstrasi


a. Kemampuan guru yang harus dimiliki:
 Mampu melaksanakan demonstrasi.
 Mampu mengelola kelas dan menguasai kelas.
 Mampu menggunakan alat bantu.
 Mampu melaksanakan penilaian proses.
b. Kemampuan siswa yang harus diperhatikan:
 Motivasi, minat dan perhatian.
 Memahami tujuan.
 Mampu mengamati proses.
 Mampu mengidentifikasi alat dan kondisi.
4. Keunggulan
a. Memahami bahan pelajaran sesuai dengan kenyataan.
b. Dapat mengembangkan rasa ingin tahu.
c. Dapat melakukan perkerjaan yang sistematis.
d. Dapat melakukan perbandingan dari beberapa objek.
5. Kelemahan
a. Hanya dapat berpikir konkret saja.
b. Jika jumlah siswa banyak, tidak mudah mengatur siswa.
c. Bergantung pada alat bantu yang sebernarnya.
d. Siswa kurang berani mencoba.
E. Metode Eksperimen
Metode eksperimen merupakan metode mengajar yang dalam penyajian atau
pembahasan materinya melalui percoaan serta mengamati secara proses.

1. Karakteristik
Implementasi pembelajaran eksperimen selalu menuntut penggunaan alat bantu,
sehingga guru hanya menjadi fasilitator.
2. Prosedur
a. Mempersiapkan alat bantu.
b. Member petunjuk dan informasi tentang tugas-tugas.
c. Pelaksanaan eksperimen dengan sistematis.
d. Penguatan perolehan teman-teman eksperimen.
e. Kesimpulan.
3. Prasyarat untuk Mengoptimalkan Pembelajaran Eksperimen
a. Kemampuan guru yang harus diperhatikan:
 Mampu membimbing siswa.
 Mengusai konsep eksperimen.
 Mampu mengelola kelas.
 Mampu menciptakan kondisi kelas yang efektif.
 Mampu memberikan penilaian secara proses.
b. Kemampuan siswa yang haris diperhatikan:
 Memiliki motivasi, minat dan perhatian.
 Memiliki kemampuan bereksperimen.
 Memiliki sikap yang teliti, tekun dan pekerja keras.
4. Keunggulan
a. Membangkitkan rasa ingin tahu siswa.
b. Membangkitkan sikap ilmiah siswa.
c. Membuat pelajaran bersifat aktual.
d. Membina kebiasaan belajar kelompok maupun individu.
5. Kelemahan
a. Memerlukan alat dan biaya.
b. Memerlukan waktu yang relative lama.
c. Minimnya fasilitas.
d. Belum terbiasanya melakukan eksperimen.

F. Metode Karyawisata
Metode karya wisata (field trip) adalah aktivitas belajar diluar kelas, dengan
mengunjungi tempat-tempat yang berkaitan dengan topic.
1. Karakteristik
Pembelajaran berbasis kontekstual.
2. Prosedur
a. Menetapkan tujuan kompetensi.
b. Mempelajari topic karya wisata.
c. Merumuskan kegiatan.
d. Melaksanakan kegiatan.
e. Menilai kegiatan.
f. Melaporka hasil kegiatan.

3. Prasyarat untuk Mengoptimalkan Pembelajaran Karyawisata


a. Kemampuan guru yang harus diperhatikan:
 Mampu mengidentifikasi objek karya wisata.
 Mampu membuat perencanaan dan panduan siswa.
 Mampu mempersiapkan alat dan bahan.
 Mampu mengontrol, memfasilitasi dan membimbing siswa.
b. Kemampuan siswa yang harus deperhatikan:
 Mampu memahami petunjuk pelaksanaan.
 Mampu menyusun laporan hasil karya wisata.
 Mampu menggunakan alat dan bahan yang diperlukan.
4. Keunggulan
a. Mendapatkan pengalaman nyata, praktis dan konkret.
b. Menumbuhkan rasa antusias belajar.
c. Medekatkan siswa dengan lingkungan.
5. Kelemahan
a. Alokasi waktu dan biaya yang cukup banyak.
b. Memerlukan pengawasan dan bimbingan ekstra.
c. Siswa terlalu terlena dengan bermain.

G. Metode Pemecahan Masalah


Metode pemecahan masalah merupakan metode yang banyak mengembangkan
kemampuan berpikir tingkat tinggi.
1. Karakteristik
Cenderung menggunakan pendekaran induktif, dan dilaksanakan pada kelas tinggi.
2. Prosedur
a. Merumuskan dan membatasi masalah.
b. Merumuskan dugaan dan pertanyaan.
c. Mengumpulkan dan mengolah data.
d. Membuktikan atau manjawab pertanyaan.
e. Merumuskan kesimpulan.
3. Prasyarat untuk Mengoptimalkan Pembelajaran Pemecahan Masalah
a. Kemampuan guru yang harus diperhatikan:
 Mampu membimbing siswa untuk berhopotesis.
 Menguasai konsep.
 Mampu mengelola kelas.
 Mampu menciptakan suasana kelas yang efektif.
 Mampu memberi penilaian secara proses.
b. Kemampuan siswa yang harus diperhatikan:
 Memiliki motivasi, minat dan perhatian.
 Memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah.
 Memiliki sikap yang tekum teliti dan pekerja keras.
4. Keunggulan
a. Mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah dan kritis.
b. Mempelajari bahan pelajaran yang aktual.
c. Mengoptimalkan kemampuan siswa.
5. Kelemahan
a. Membutuhkan waktu yang cukup lama.
b. Bahan pelajaran tidak bersifat logis dan sistematis.
c. Memerlukan bimbingan dari guru.

Kegiatan belajar 3 : Hubungan pengalaman belajar dengan metode mengajar


Hakikat belajar, yaitu:
1. Belajar merupakan suatu proses.
2. Hasil belajar berupa perubahan sikap.
3. Pengalaman interaksi antara siswa dengan lingkungan.
Prinsip-prinsip dalam belajar, yaitu:
1. Belajar memerlukan perhatian khusus dan perasaan terhadap apa yang dipelajari.
2. Belajar memerlukan motivasi.
3. Belajar memerlukam aktivitas yang ,aksimal.
4. Belajar memerlukan balikan.
5. Belajar terjadi secara bertahap.
6. Belajar terjadi secara individual.
Kemampuan siswa yang diharapkan dari lulusan Sekolah Dasar yaitu:
1. Mengenali dan berperilaku sesuai ajaran agama.
2. Menjalankan hak dan kewajiban diri, serta beretos kerja.
3. Berpikir logis, kritis dan kreatif.
4. Menyenangi keindahan.
5. Membiasakan hidup bersih, bugar dan sehat.
6. Memiliki rasa cinta terhdap bangsa dan Negara.

Pengalaman belajar (learning experience) yang diharapkan adalah terjadinya aktivitas


belajar yang tinggi dibawah bimbingan guru sehingga pembentukan pengalaman
bealajaarnya dibangun atas kemampuan dan potensi diri sendiri. Pembelajaran adalah suatu
proses berkelanjutan berdasarkan atas pengalaman.
Metode ceramah berdampak terhadap pengalaman belajar siswa, yaitu pengalaman
menyimak, sehingga siswa akan memperoleh pengalaman tentang proses pemahaman suatu
konsep, fakta bahkan prinsip-prinsip.
Dalam metode diskusi, pengalaman yang diperoleh yaitu bekerja sama, pengalaman
mengeluarkan ide, menjadi pemimpin, berkomunikasi, dan pengalaman menyimpulkan hasil
diskusi.
Metode simulasi, pengalaman belajar yang didapat adalah berinteraksi,
berkomunikasi dengan kelompok, bermain peran, bekerja sama, dan menilai proses kegiatan
simulasi.
Pengalaman yang didapat dari metode demonstrasi yaitu memperhatikan proses yang
sistematis, mempraktikkan secara proses, menggunakan alat dan bahan yang sebenarnya.
Metode eksperimen memberikan pengalaman membanding-bandingkan hasil
eksperimen, mendiskusikan perbedaan, menemukan suatu konsep, membuktikan sesuatu
secara proses.
Metode karya wisata, dampak pengalaman yang diperoleh yaitu berinteraksi, bekerja
sama, mengamati, dan menilai objek, memberikan pengalaman nyata, praktis dan konkret.

Komentar saya terkait dengan materi pada modul 5, yaitu Pemilihan Metode Mengajar
Pemilihan metode mengajar oleh guru terhadap siswa hendaknya dilakukan dengan
cermat. Metode mengajar yang baik adalah metode mengajar yang memperhatikan
beberapa aspek, diantaranya kesiapan guru, kesiapan siswa, materi serta sarana dan
prasarana yang menunjang berjalannya kegiatan belajar mengajar. Dan yang lebih penting
lagi adalah kemampuan guru dalam mengolah waktu dan kemampuan guru dalam
menyesuaikan materi dengan jenis metode mengajar.
MODUL 6
MEDIA PEMBELAJARAN
Kegiatan Belajar 1 : Hakikat, Fungsi, Dan Peranan Media Pembelajaran

Guru pada umumnya sering menggunakan media pembelajaran dengan tujuan agar
informasi atau bahan ajar tersebut dapat diterima dan diserap dengan baik oleh para siswa.
Sebagai wujud bahwa bahan ajar tersebut dapat diterima oleh para siswa dibuktikan dengan
terjadinya perubahan-perubahan perilaku baik berupa pengetahuan, sikap, maupun
keterampilan.
Menurut Heinich, dkk (1993) media merupakan alat saluran komunikasi. Media
berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang secara
harfiah berarti “perantara” yaitu perantara sumber pesan (a receiver). Contoh media ini
seperti film, televise, diagram, bahan tercetak(printed material), komputer dan instruktur.
Contoh media tersebut bias dipertimbangkan sebagai media pembelajaran jika membawa
pesan-pesan (message) dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Heinich juga
mengaitkan hubungan antara media dengan pesan dan metode (methods) dalam proses
pembelajaran yang artinya dalam proses pembelajaran terdapat pesan-pesan yang harus
dikomunikasikan. Pesan tersebut biasanya merupakan isis dari suatu topik pembelajaran
yang disampaikan oleh guru kepada siswa melalui suatu media dengan menggunakan
prosedur pembelajaran tertentu yang disebut metode.
Media pembelajaran pada hakikatnya merupakan saluran dari pesan-pesan
pembelajaran (messages) yang disampaikan oleh sumber pesan (guru) kepada penerima
pesan (siswa) dengan maksud agar pesan-pesan tersebut dapat terserap dengan cepat dan
tepat sesuai dengan tujuannya.

Media pembelajaran terdiri dari 2 unsur penting yaitu:


1. Unsur perangkat keras (hardware)
Adalah sarana atau peralatan yang digunakan untuk menyajikan pesan/bahan ajar
tersebut.
2. Perangkat lunak (software)
Adalah informasi atau bahan ajar itu sendiri yang akan disampaikan kepada siswa.

Fungsi utama media pembelajaran yaitu:


1. Sarana untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang lebih efektif
2. Merupakan media integral dari proses pembelajaran
3. Penggunaan media pembelajaran harus selalu melihat kepada kompetensi dan bahan
ajar
4. Bukan berfungsi sebagai alat hiburan
5. Mempercepat proses pembelajaran
6. Meningkatkan kualitas proses belajar mengajar
7. Meletakkan dasar-dasar yang konkret untuk berpikir
Nilai dan manfaat media pembelajaran yaitu:
1. Membuat konkret konsep-konsep yang abstrak
2. Menghadirkan objek-objek yang terlalu berbahaya atau sukar didapat ke dalam
lingkungan belajar
3. Menampilkan objek yang terlalu besar atau kecil
4. Memperlihatkan gerakan yang terlalu cepat atau lambat

Kegiatan Belajar 2 : Jenis Dan Karakteristik Media Pembelajaran


Media pembelajaran dikelompokan kedalam 3 jenis yaitu :
A. Media Visual
Adalah media yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indera penglihatan.
Media visual terdiri dari beberapa media diantaranya :
1. Media visual yang diproyeksikan (Projected Visual)
Adalah media yang menggunakan alat proyeksi (projector) sehingga gambar atau
tulisan tampak pada layar (screen).
Bisa bebrbentuk media proyeksi diam (still pictures) dan media proyeksi gerak,
misalnya gambar bergerak (motion pictures). Jenis alat proyeksi yang saat ini bias
digunakan untuk kegiatan pembelajaran diantaranya adalah:
a. Opaque Projection
Adalah proyektor yang mampu memproyeksikan benda-benda dan
gambar/huruf dari halaman buku atau majalah atau lembar kertas biasa.
b. OHP dan Slide projection
Dapat memproyrksikan gambar-gambar dan huruf-huruf melalui lembar plastic
yang tembus cahaya (transparan).
2. Media visual tidak diproyeksikan (Non Projected Visual)
a. Gambar fotografik
Termasuk ke dalam gambar diam atau mati (still pictures), misalnya gambar
tentang manusia, binatang, tempat atau objek lainnya yang ada kaitannya dengan
isi/bahan pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa.
Keuntungan yang dapat diperoleh yaitu :
1) Dapat menterjemahkan ide/gagagsan yang sifatnya abstrak menjadi lebih
realistik
2) Banyak tersedia dalam buku-buku (termasuk buku teks), majalah, surat
kabar, kalender, dll.
3) Mudah menggunakannya dan tidak memperlukan peralatan lain.
4) Tidak mahal, bahkan mungkin tanpa mengeluarkan biaya untuk
pengadaannya.
5) Dapat digunakan pada setiap tahap pembelajaran dan semua mata
pelajaran/disiplin ilmu.
Keterbatasan media gambar fotografik yaitu :
1) Terkadang ukuran gambarnya terlalu kecil jika digunakan pada suatu kelas
yang memliki banyak siswa
2) Merupakan media 2 dimensi yang tidak bias menimbulkan kesan gerak.

b. Grafis (Graphic)
Unsure-unsur yang terdapat pada media grafis adalah gambar dan tulisan.
Media ini dapat digunakan untuk mengungkapkan fakta atau gagasan melalui
penggunaan kata-kata, angka, dan bentuk simbol (lambang). Karakteristik media ini
adalah sederhana, menarik perhatian, murah dan mudah disimpan atau dipergunakan.
1) Grafik
Merupakan gambar yang sederhana untuk menggambarkan data kuantitatif
yang akurat dan mudah untuk dimengerti.
a) Grafik batang
Merupakan jenis yang paling sederhana dan mudah dibuat.
b) Grafik pictorial
Adalah bentuk grafik dimana jumlah data yang dipertunjukkannya dalam
bentuk gambar-gambar.
c) Grafik lingkaran
Digunakan untuk memperlihatkan bagian-bagian dari keseluruhan dalam
bentuk lingkaran.
d) Grafik garis
Adalah grafik yang paling teliti dan akurat dari semua jenis grafik, terutama
dalam menghubungkan dua rangkaian data.
2) Bagan (Chart)
Biasanya dirancang unruk menggambarkan atau menunjukkan suatu idea
tau gagasan melalui garis, simbol, dan kata-kata singkat.
Fungsi utama dari bagan adalah menunjukkan hubungan, perbandingan,
perkembangan, klasifikasi, dan organisasi.
a) Bagan Pohon (Tree Chart)
Jenis bagan ini digunakan untuk menjelaskan bahwa sesuatu dapat
diuraikan menjadi berbagai bagian yang saling berkaitan, misalnya tentang
silsilah raja-raja Mataram.
b) Bagan Arus (Flowchart)
Bagan ini untuk menjelaskan atau mempertunjukkan suatu fungsi,
hubungan atau suatu proses.
c) Bagan Tabel
Merupakan daftar nama-nama yang disusun secara berurutan untuk
memperbandingkan secara kronologis, misalnya table yang menunjukkan
tentang garis waktu.
d) Bagan Organisasi
Menggambarkan struktur suatu organisasi, misalnya struktur organisai
badan pemerintah.
3) Diagram
Merupakan suatu gambaran sederhana yang dirancang untuk
memperlihatkan tentang tata kerja dari suatu benda, terutama dengan garis-
garis.
4) Poster
Merupakan kombinasi visual yang terdiri atas gambar pesan/tulisan,
biasanya menggunakan warna yang mencolok. Poster dapat digunakan sebagai
pemberitahuan/informasi, peringatan, penggugah selera, memotivasi, peringatan
atau menangkap perhatian siswa yang walaupun dilihat sekilas namun mampu
menanamkan gagasan yang berarti dalam ingatannya.
5) Kartun (Cartoon)
Merupakan penggambaran dalam bentuk lukisan atau karikatur tentang
orang, gagasan atau situasi yang dirancang untuk membentuk opini siswa.

c. Media 3 Dimensi
1) Media Realia
Merupakan alat bantu visual dalam pembelajaran yang berfungsi
memberikan pengalaman secara langsung kepada siswa (Direct Experience).
Contohnya tumbuhan, binatang.
2) Model
Adalah media dimensi yang sering digunakan dalam kegiatan
pembelajaran.
Model terdiri atas beberapa jenis, yaitu model padat (solid model), model
penampang (cutaway model), model susun (build-up model), model kerja
(working model), model mock-up dan diaroma.

B. Media Audio
Adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (hanya dapat didengar)
yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan para siswa untuk
mempelajari bahan ajar.
Jenis media audio terdiri atas program kaset suara (audio cassette), CD audio dan
program radio.
Beberapa pertimbangan menggunakan media audio, diantaranya adalah :
1. Media ini hanya akan mampu melayani secara baik mereka yang sudah mempunyai
kemampuan berpikir abstrak
2. Media ini memerlukan pemusatan perhatian yang lebih tinggi dibanding media yang
lainnya
3. Karena sifatnya yang auditif diperlukan juga pengalaman-pengalaman secara visual,
sedangkan kontrol belajar bisa dilakukan melalui penguasaan perbendaharaan kata-
kata, bahasa, dan susunan kalimat.

C. Media Audiovisual
Merupakan kombinasi audio dan visual atau biasa disebut media pandang dengar.
Contohnya program video/televisi pendidikan, video/televisi instruksional, program slide
suara (sound slide), dan program CD interaktif.

Kegiatan Belajar 3 Pemilihan, Penggunaan, Dan Perawatan Media Pembelajaran


Sederhana

A. Pemilihan Media Pembelajaran (Media Selection)


Tiga hal utama yang perlu dijadikan pertimbangan dalam pemilihan media
pembelajaran yaitu:
1. Tujuan Pemilihan Media Pembelajaran
Memilih media pembelajaran harus berdasarkan maksud dan tujuan pemilihan
yang jelas. Apakah digunakan untuk kegiatan pembelajaran atau untuk pemberian
informasi yang sifatnya umumatau untuk sekedar hiburan saja.

2. Karakteristik Media Pembelajaran


Setiap media pembelajaran mempunyai karakteristik tertentu, baik dilihat dari
segi keandalannya, cara pembuatannya, maupun cara penggunaannya. Pemahaman
terhadap karakteristik berbagai media pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang
perlu anda mliki dalam kaitannya dengan pembelajaran ini.

3. Alternatif Media Pembelajaran yang Dapat Dipilih


Memilih media pada dasarnya merupakan proses mengambil/menentukan
keputusan dari berbagai pilihan (alternatif) yang ada.

Bebapa faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran yaitu :
a. Rencana pembelajaran
Media yang dipilih harus disesuaikan dengan rencana pembelajaran dan
kurikulum yang berlaku.

b. Sasaran belajar
Media yang dipilih harus disesuaikan dengan tingakat perkembangan siswa
misalnya dari segi bahasanya, simbol-simbol yang digunakannya, cara menyajikan atau
juga waktu penggunaannya.
c. Tingkat keterbacaan media (reliability)
Maksudnya apakah media pembelajaran tersebut sudah memenuhi syarat-syarat
teknis, seperti kejelasan gambar, huruf, dan pengaturan warna.
d. Situasi dan kondisi
Misalnya, situasi dan kondisi tempat atau ruangan yang dipergunakan untuk
kegiatan belajar mengajar, seperti ukurannya, perlengkapannya, ventilasinya dan
cahayanya. Bisa juga keadaan siswanya, seperti jumlah siswa, minat, dan motivasi
belajarnya.
e. Objektivitas
Maksudnya bahwa Anda harus terhindar dari pemilihan media yang didasari oleh
kesenangan pribadi semata (subjektif).

B. Penggunaan Media Pembelajaran


1. Penggunaan Media Grafis
a. Cara menggunakan grafik
Tujuan penggunaan grafik adalah untuk menunjukkan suatu perbandingan
dengan cepat namun sederhana. Sebagai alat bantu grafik juga dapat disajikan
sebagai sumber belajar dan sebagai bahan kajian para siswa untuk mengungkapkan
makna yang ada dalam grafik tersebut.
Pada umumnya grafik menyajikan data statistik, pembuatannya tidak terlalu
menuntut keterampilan khusus, cukup dengan memahami prinsip-prinsip
pembuatannya, yaitu harus sederhana, berisi hubungan antardata dapat dibaca dan
dipahami siswa sesuai dengan usianya.
b. Cara menggunakan bagan dan diagram
Bagan dan diagram yang sederhana dapat disiapkan dengan mudah dan tidak
terlalu diperlukan keterampilan artistik yang khusus.
Beberapa saran yang perlu diperhatikan dalam pembuatan bagan/diagram yaitu:
1) Buatlah perencaan terlebih dahulu berupa sketsa/garis besar tentang isi bahan
ajar yang akan dituangkan ke dalam bagan/diagram.
2) Usahakan membuat bagan yang sederhana, tetapi tepat pada sasarannya.
3) Untuk kelas yang cukup besar buatlah bagan/diagram yang cukup besar pula
supaya dapat dilihat dan terbaca oleh semua siswa.
c. Cara membuat poster
Poster yang baik sifatnya harus dinamis, sederhana, menarik perhatian dan
tidak memerlukan pemikiran siswa yang terlalu terperinci dan rumit. Apabila tidak
demikian akan hilang kegunaannya.
d. Cara menggunakan kartun
Kartun merupakan media pembelajaran yang cukup unik untuk
menyampaikan pesan/gagasan yang terkait dengan bahan ajar kepad siswa. Kartun
akan membuat para siswa senang dan tertawa dengan humor dan kelucuannya,
namun terarah pada tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
2. Penggunaan Media Tiga Dimensi
a. Model
1) Model Padat
Biasanya memperlihatkan bagian permukaan dari suatu objek dan
membuang bagian-bagian yang membingungkan gagasan utamanya, seperti
bentuknya, warnanya, maupun susunannya. Contoh patung para pahlawan,
patung binatang.
2) Model Penampang
Mempertunjukkan bagaimana sebuah objek terlihat apabila bagian
permukaan objek tersebut diangkat/dipotong untuk mengetahui susunan di
dalamnya. Contoh model lapisan bumi, model batang suatu tumbuhan.
3) Model Susun
Merupakan susunan yang terdiri atas beberapa objek yang
lengkap/sedikitnya suatu bagian penting dari objek tersebut. Contoh torso yang
memperlihatkan anatomi tubuh manusia dan susunan dari suatu bel listrik.
4) Model Kerja
Merupakan tiruan yang memperlihatkan proses kerja dari suatu objek
studi. Contoh model pesawat telepon, perahu dayung.
5) Mock up
Merupakan penyederhanaan dari susunan bagian pokok suatu proses
yang lebih rumit. Susunan nyatanya diubah sehingga proses itu mudah
dimengerti siswa. Contoh perangkap tikus, jaringan listrik pedesaan, sistem
irigasi.
6) Diorama
Adalah sebuah bentuk tiruan 3 dimensi mini yang bertujuan untuk
memberikan gambaran tentang suatu susunan/keadaan yang sebenarnya.
Contoh interior pada sebuah gua, pemandangan alam.
b. Media Realia (Benda-benda Nyata)
Merupakan alat bantu visual dalam pembelajaran yang berfungsi memberikan
pengalaman langsung kepada siswa.

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan apabila tertarik untuk


menggunakan media 3 dimensi :
1. Gunakan objek tersebut sesuai dengan kompetensi/tujuan yang dicapai dalam
proses pembelajaran
2. Gunakan hanya objek-objek yang tepat atau cocok saja
3. Apabila menggunakan beberapa objek , hendaknya objek tersebut satu sama
lain berhubungan.
C. Pemeliharaan Media Pembelajaran
1. Media Grafis, seperti bagan, diagram, grafik, poster dan kartun yang dibuat dengan
ukuran cukup besar dan bisa diberi bingkai atas dan bawahnya.
2. Dalam rangka upaya pemeliharaan dan kepraktisan dalam penggunaan media grafis bisa
diupayakan dengan pembuatan display/papan penyajian. Display ini nisa berupa papan
planel, papan buletin.
3. Apabila pihak sekolah memiliki dana yang cukup memadai sebaiknya disediakan ruang
tertentu untuk penyimpanan berbagai media pembelajaran. Ruang tersebut bisa juga
berfungsi sebagai pusat media (media center)/pusat sumber belajar (learning resources
center) pada tingkat sekolah.

Kegiatan Belajar 4 : Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar

Sumber belajar adalah semua sumber baik berupa data, orang, dan wujud tertentu yang
dapat digunakan oleh siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi
sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajarnya. Sumber belajar dibedakan
menjadi 6 jenis yaitu:
1. Pesan (Message)
Adalah segala informasi dalam bentuk ide/gagasan, fakta, data yang disampaikan kepada
siswa. Biasanya pesan-pesan ini sudah tertuang dalam kurikulum yang berlaku.
2. Orang (People)
Adalah manusia yang berpesan sebagai pengolah dan penyaji pesan seperti guru,
pembimbing dan narasumber lain (resource person) yang dilibatkan dalam kegiatan
pembelajaran.
3. Bahan (Materials)
Adalah yang berkaitan dengan software/perangkat lunak yang berisi pesan-pesan
pembelajaran, seperti buku teks, modul, majalah, dll.
4. Alat (Tool And Equipment)
Adalah perangkat keras (hardware) yang digunakan untuk menyampaikan pesan
pembelajaran seperti proyektor OHP, tv, pesawat radio.
5. Teknik (Technique)
Adalah prosedur yang digunakan untuk menyajikan pesan/bahan ajar seperti simulasi,
diskusi.
6. Lingkungan (Setting)
Adalah sumber belajar yang terakhir yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan belajar
mengajar.

A. Pengertian Lingkungan
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI), lingkungan diartikan sebahai bulatan
yang melingkungi (melingkar). Pengertian lainnya lingkungan adalah sekalian yang
terlingkung di suatu daerah. Dalam Kamus Bahasa Inggris, lingkungan ini cukup beragam
diantaranya adalah istilah circle, area, surroundings, sphere, domain, range, dan
environment. Artinya kurang lebih berkaitan dengan keadaan/segala sesuatu yang ada di
sekitar/sekeliling. Lingkungan itu sendiri terdiri dari unsur-unsur biotik (makhluk hidup),
antibiotik (benda mati) dan budaya manusia.

B. Nilai Lingkungan
Lingkungan yang ada di sekitar siswa adalah salah satu sumber yang dapat
dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar secara lebih optimal.
Keuntungan yang dapat diperoleh dengan menggunakan lingkungan sebagai sumber
belajar diantaranya yaitu:
1. Lingkungan menyediakan berbagai hal yang dapat dipelajari siswa, memperkaya
wawasannya, tidak terbatas oleh empat dinding kelas dan kebenaran lebih akurat.
2. Kegiatan belajar dimungkinkan akan lebih menarik, tidak membosankan.
3. Belajar akan lebih bermakna (meaningfull learning) sebab siswa dihadapkan dengan
keadaan yang sebenarnya.
4. Aktivitas siswa akan lebih meningkat dengan memungkinkannya menggunakan
berbagai cara, seperti proses mengamati, bertanya/wawancara.
5. Dengan memahami dan menghayati aspek-aspek kehidupan yang ada di lingkungannya.

C. Jenis Lingkungan
Lingkungan sosial sangat tepat digunakan untuk mempelajari ilmu-ilmu sosial dan
kemanusiaan. Lingkungan sosial ini berkenaan dengan interaksi siswa dalam kehidupan
bermasyarakat, misalnya dalam hal-hal berikut.
1. Mempelajari organisasi-organisasi sosial yang ada di masyrakat sekitar sekolah/karang
taruna.
2. Mengenal adat istiadat, kebiasaan dan mata pencaharian penduduk sekitar
3. Mempelajari kebudayaan termasuk kedenian yang ada di sekitar sekolah
4. Mempelajari struktur pemerintahan setempat (RT, RW, desa/kelurahan, kecamatan)
5. Mengenal kehidupan beragam dan system nilai yang dianut penduduk sekitar

Lingkungan alam adalah segala sesuatu yang bersifat alamiah seperti sumber daya
alam (air, hutan, tanah, batu-batuan), tumbuh-tumbuhan (flora), hewan (fauna), sungai, dll.

D. Teknik Menggunakan Lingkungan


Beberapa teknik yang dapat dilakukan yaitu:
1. Melakukan kegiatan karyawisata/fieldtrip yaitu mengunjungi lingkungan yang
dijadikan objek studi tertentu sebagai bahan integral dari pelaksanaan kurikulum.
2. Melaksanakan kegiatan perkemahan (school camping).
3. Melakukan kegiatan survei yaitu mengunjungi objek tertentu yang relevan dengan
tujuan pembelajaran.
4. Melakukan praktik kerja pada tempat-tempat pekerjaan yang ada di lingkungan
sekolah.
5. Mengadakan suatu proyek pelayanan kepada masyarakat, seperti membantu dalam hal
kebersihan lingkungan.

E. Prosedur Pemanfaatan Lingkungan


Ada 3 langkah yang bias ditempuh untuk menggunakan lingkungan yaitu :
1. Perencanaan
Langkah perencanaan dalam pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar
dpat dilakukan melalui cara sebagai berikut:
a. Menentukan kompetensi/tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa berkaitan
dengan penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar. Misalnya tujuan yang
ingin dicapai agar siswa dapat menjelaskan proses kerja dari suatu pembangkit
tenaga listrik sederhana.
b. Menetukan objek yang dipelajari/dikunjungi. Seperti jaraknya tidak terlalu jauh,
tidak memerlukan waktu yang terlalu lama, biaya murah.
c. Merumuskan cara belajar/bentuk kegiatan yang harus dilakukan siswa selama
mempelajari lingkungan. Seperti mencatat apa yang telah terjadi, mengamati suatu
proses, melakukan wawancara, membuat sketsa, dll.
d. Menyipkan hal-hal yang sifatnya teknis, seperti tata tertib kegiatan yang harus
dipatuhi siswa, perijinan untuk mengadakan kegiatan.
2. Pelaksana
Langkah pelaksanaan yaitu melakukan berbagai kegiatan belajar di tempat
tujuan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Apabila kegiatan yang
dilakukan adalah karyawisata/survei objek tertentu , kegiatan diawali dengan
penjelasan para petugas mengenai objek yang dikunjungi.
Apabila objek yang dikunjungi sifatnya bebas dan tidak memerlukan petugas
khusus yang mendampingi, seperti kegiatan berkemah/pelayanan kepada masyarakat,
para siswa bias langsung mempelajari objek studi.
3. Tindak Lanjut
Langkah terakhir yaitu tindak lanjut dari semua kegiatan yang telah
dilaksanakan. Langkah ini bias berupa kegiatan belajar di dalam kelas untuk
mendiskusikan hasil-hasil yang telah diperoleh dari lingkungan.
Demianlah beberapa aspek dalam memanfaatkan lingkungan sebagai sumber
belajar yang sangat bermafaat bagi siswa terutama untuk memberikan motivasi belajar,
serta menumbuhkan sikap dan apresiasi terhadap lingkungan sekitar.

Komentar saya terkait dengan materi pada modul 6, yaitu Media Pembelajaran
Pada dasarnya saya setuju dengan materi yang dijelaskan pada modul ini, media
pembelajaran mempunyai fungsi utama yaitu sebagai sarana bantu untuk mewujudkan
situasi pembelajaran yang lebih efektif. Guru dapat lebih mengefektifkan pencapaian
kompetensi/tujuan pembelajaran melalui penggunaan media secara optimal sebab media
pembelajaran memiliki nilai dan manfaat yang sangat menguntungkan. Setiap media
memiliki karakteristik (kelebihan dan keterbatasan), oleh karena itu tidak ada media yang
dapat digunakan untuk semua situasi atau tujuan. Media mana yang digunakan tergantung
kepada kompetensi/tujuan yang ingin dicapai, sifat bahan ajar, ketersediaan media tersebut,
dan kemampuan guru dalam menggunakannya.

MODUL 7
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR 1
Kegiatan Belajar 1 : Keterampilan Bertanya
Guru perlu menguasai keterampilan beratnya karena
a. Guru cendrung mendominasi kelas dengan ceramah
b. Meningkatnya keterlibatan siswa
c. Merangsang siswa untuk mengajukan pertanyaan
d. Mendominasi kelemahan siswa
e. Memusatkan perhatian siswa pada satu masalah
f. Membantu siswa menggunakan pendapat dengan bahan yang baik
Keterampilan bertanya dasar terdiri atas komponen- komponen
a. Pengajuan pertanyaan secara jelas dan singkat
b. Pemberian acuan
c. Pemusatan
d. Pemindahan giliran
e. Penyebaran
f. Pemberian waktu berfikir
g. Pemberian tuntutan
Keterampilan bertanya lanjut terdiri dari komponen
a. Pengubahan tuntuan kognitif dalam menjawab pertanyaan
b. Pengaturan urutan pertanyaan
c. Penggunaan pertanyaan pelcak
d. Penignktan terjadinya iteraksi
Dalam menerapkan keterampilan dasar dan lanjut guru perlu memperhatikan perinsip –
prinsip berikut
a. Kehangatan dan keantusiasan
b. Menghindari kebiasaan menggulung pertanyaan sendiri menjawab pertanyaan
sendiri menganjukan pertanyaan yang mengundang jawaban serempak mengulangi
jawaban siswa mengajukan pertanyaan ganda dan menujuk siswa siswa sebelum
mengajukan pertanyaan
c. Waktu berfikir yang di berikan pertanyaan tingkat lanjut lebih banyak dari yang di
berikan untuk pertanyaan tingkat dasar
d. Pertanyaan pokok harus di sesuaikan terlebih dahulu kemudian dinilai sesudah
selesai belajar

Kegiatan Belajar 2 : Keterampilan Memberi Penguatan


Penguatan adalah respon yang di berikan oleh guru terhadap prilaku siswa yang baik
yang menyebabkan siswa tersebut terdorong untuk mengulangi atau meningkatkan prilaku
yang baik tersebut penguatan di berikan dengan tujuan meningkatkan motivasi siswa dalam
belajar mengontrol dan memotivasi prilaku yang negatif menumbuhkan rasa prcaya diri srte
memelihara iklim kelas yang kondusif pengutan di bagi menjadi pengutan perbal dan non
perbal penggunaan perbal di berikan dalam untuk kata kata / klimat pujian sentuhan kegiatan
yang menyenangkan, serta benda / simbol pengutan dapat juga di berikan dalam bentuk
pengutan tak penuh jika respon/ prilaku siswa tidak sepenuhnya memenuhi harapan dalam
memberikan pengutan harus di perhatikan seperi – seperti berikut
1. Kehangatan dan keantusiaan
2. Kebermaknaan
3. Hindari respon negatif
4. Pengutan harus berpariasi
5. Sasaran pengutan harus jelas
6. Penguatan harus diberikan segera setelah prlaku yang di harapkan muncul

Kegiatan Belajar 3 : Keterampilan Mengadakan Variasi


Variasi adalah keanekaragaman yang membuat sesuatu menonton variasi di dalam
kegitan pembelajran dapat mengilangkan kebosanaan, meningkatkan minat dan keinginan
tahuan siswa, melayani gaya belajr siswa yang beragam,
Komponen keterampilan mengadakan variasi di bagi menjadi 3 kelompok sebagai
berikut.
1. Variasi dalm gaya belajar yang meliputi variasi secara, pemusatan perhatian,
penyiapan pergantian posisi guru, kontak pandung, serta gerakan badan dan mimik
2. Variasi pola intraksi dan kegiatan
3. Variasi penggunaan alat bantu pelajar yang meliputi alat/bahan yang dapat di dengar,
di lihat dan di manipulasi dalam mengadakan variasi, guru perlu meningkat prinsip-
prinsip penggunanya, yang meliputi kesesuaian, kewajaran, kelancaran, dan
kesinambungan, serta perencanaan bagi alat alat dan bahan yang memerlukan
penataan khusus

Komentar saya terkait dengan materi pada modul 7, yaitu Keterampilan Dasar Mengajar
1

Bahwa guru hendaknya memiliki kemampuan untuk mengolah materi sehingga


diharapkan terjadi komunikasi pembelajaran antara guru dengan siswa sehingga siswa
berani mengajukan pertanyaan atau bahkan menyanggah apabila pendapat teman atau guru
tidak logis. Menumbuhkan rasa keberanian dalam bertanya dalam diri siswa tidak mudah
namun sebagai guru yang lebih paham ilmu mengajar diharapkan menggunakan segala
kemampuan untuk memberi stimulus agar siswa merasa percaya diri dalam memberikan
tanggapan atau bertanya.

MODUL 8
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR 2

Kegiatan belajar 1: Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran


A. Pengertian dan Tujuan
Kegiatan membuka pelajaran merupakan kegiatan menyiapkan siswa untuk memasuki
inti kegiatan, sedangkan kegiatan menutup pelajaran adalah kegiatan untuk memantapkan
atau menindaklanjuti topik yang telah dibahas.

Tujuan yang ingin dicapai dengan menerapkan keterampilan membuka pelajaran adalah:
1. Menyiapkan mental siswa untuk memasuki kegiatan inti pelajaran
2. Membangkitkan motivasi dan perhatian siswa dalam mengikuti pelajaran
3. Memberikan gambaran yang jelas tentang batas-batas tugas yang harus dikerjakan
siswa
4. Menyadarkan siswa akan hubungan antara pengalaman/bahan yang sudah
dimiliki/diketahui dengan yang akan dipelajari
5. Memberikan gambaran tentang pendekatan atau kegiatan yang akan diterapkan atau
dilaksanakan dalam kegiatan belajar.

Tujuan yang ingin dicapai dengan menerapkan keterampilan menutup pelajaran adalah:
1. Memantapkan pemahaman siswa terhadap kegiatan belajar yang telah berlangsung
2. Mengetahui keberhasilan siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran yang telah
dijalani
3. Memberikan tindak lanjut untuk mengembangkan kemampuan yang baru saja
dikuasai.

B. Komponen Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran


Komponen keterampilan membuka pelajaran adalah sebagai berikut.
a. Menarik perhatian yang dapat di lakukan dengan
1. Memvariasikan gaya mengajar guru
2. Menggunakan alat bantu mengajar
3. Memvariasikan pola interaksi

b. Menimbulkan motivasi yang dapat di lakukan dengan


1. Menujukan kehangatan dan keantusiasan
2. Menimbulkan rasa ingin tau
3. Mengemukakan ide yang bertentangan
4. Memperhatikan minat siswa

c. Memberi acuan yang dapat di lakukan dengan


1. Mengemukakan tujuan dan batas-batas tugas
2. Menyarankan langkah-langkah yang akan di lakukan
3. Mengingatkan masalah pokok yang akan di bahas
4. Mengajukan pertanyaan-pertnyaan yang berkaitan dengan materi yang akan di
bahas

d. Membuat kaitan yang dapat di lakukan dengan


1. Mengaitkan aspek-aspek yang relvan dari bidang studi yang telah di ajarkan
2. Membandingkan dan mempertentangkan pengetahuan baru dengan pengetahuan
lama
3. Menjelaskan garis besar konsep untuk bahan yang sama sekali baru

Komponen keterampilan menutup pelajaran adalah sebagai berikut.


a. Meninjau kembali (mereview) yang dapat dilakukan dengan.
1. Merangkum inti pelajaran
2. Membuat ringkasan
b. Menilai (mengevaluasi) yang dapat dilakukan dengan
1. Tanya jawab secara lisan
2. Mendemostrasikan keterampilan
3. Mengaplikasikan ide baru
4. Menyatakan pendapat tentang masalah yang dibahas
5. Memberikan soal-soal tertulis yang dikerjakan oleh siswa secara tertulis pula.

C. Prinsip-Prinsip Penggunaan
Penerapan membuka dan menutup pelajaran menggunakan dua prinsip yaitu:
1. Bermakna
Artinya relevan dengan matei yang akan dibahas dan sesuai dengan karakteristik
siswa sehingga mampu mencaoai tujuan yang diinginkan.
2. Berurutan dan berkesinambungan
Membuka dan menutup pelajaran merupakan bagian yang utuh dari kegiatan
pembelajaran, dan bukan merupakan kegiatan yang lepas-lepas dan berdiri sendiri.
Oleh karena itu guru hendaknya selalu menjaga agar prinsip berurutan dan
berkesinambungan ini terwujud dalam kelas.

Kegiatan Belajar 2: Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil


A. Rasional
Alasan pentingnya diskusi kelompok di dalam kelas adalah sebagai berikut.
1. Berdasarkan sila keempat Pancasila yang berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan” yang artinya guru
diharapkan memberikan kesempatan kepada para siswa untuk berlatih menguasai
keterampilan dalam berbagai diskusi kelompok
2. Pentingnya diskusi kelompok di dalam kelas berkaitan dengan pendekatan CBSA
yang menuntut keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran
3. Beberapa tujuan pendidikan jauh lebih efektif dapat tercapai jika dilakukan melalui
diskusi kelompok.

B. Pengertian
Syarat agar kegiatan dapat disebut sebagai kelompok kecil adalah sebagai berikut.
1. Melibatkan kelompok
2. Berlangsung dalam situasi tatap muka yang informal
3. Mempunyai tujuan yang mengikat anggota kelompok
4. Berlangsung menurut proses yang teratur dan sistematis

C. Komponen Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil


Komponen keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil terdiri dari
1. Memusatkan perhatian
2. Memperjelas masalah masalah/urain siswa
3. Menganalisis pandangan siswa
4. Meningkatkan uraian siswa
5. Menyebarkan kesempatan berpartisipasi
6. Menutup diskusi

D. Prinsip Penggunaan
Agar dapat menerapkan keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil secara
efektif, guru harus memperhatikan prinsip penggunaan diskusi, baik sebelum maupun
sesudah berlangsungnya diskusi. Prinsip-prinsip penggunaan tersebut adalah sebagai berikut.
1. Diskusi dapat dilaksanakan di semua pengajaran bidang studi di jenjang kelas yang
siswanya sudah mampu mengungkapkan pikiran dan perasaan secara lisan
2. Topik atau masalah yang didiskusikan adalah topik atau masalah yang memerlukan
informasi atau pendapat dari banyak orang untuk membahasnya atau memecahkannya
3. Diskusi kelompok di sekolah dasar memerlukan bantuan guru untuk membimbingnya
4. Diskusi harus berlangsung dalam iklim yang terbuka yang penuh persahabatan
sehingga memungkinkan adanya sikap saling menghargai
5. Sebelum diskusi, guru hendaknya membuat perencanaan dan persiapan yang
mencakup hal-hal berikut
a. Pemilihan topik diskusi
b. Perencanaan dan penyiapan informasi pendahuluan yang memungkinkan siswa
mempunyai latar belakang yang sam terhadap topik diskusi
c. Penyiapan diri sebagai pemimpin diskusi
d. Penetapan kelompok berserta anggota-anggotanya
e. Pengaturan tempat duduk beserta tempat diskusi setiap kelompok
6. Diskusi mempunyai kekuatan/keuntungan yang dapat dimanfaatkan secara maksimal
7. Diskusi kelompok mempunyai kelemahan-kelemahan yang dapat menggagalkan atau
tidak tercapainya tujuan diskusi
8. Serta beberapa hal yang dapat dihindari oleh guru, misalnya topik diskusi yang tidak
sesuai, tidak memperjelas uraian dan lain-lain.

Kegiatan Belajar 3: Keterampilan Mengelola Kelas


A. Rasional
Kegiatan pembelajaran akan berlangsung secara efektif jika faktor-faktor yang
mendukung berhasilnya kegiatan pembelajaran dapat diciptakan. Salah satu faktor
pendukung keberhasilan tersebut adalah iklim yang kondusif atau optimal.
Guru memegang peranan penting dalam menciptakan iklim kelas yang kondusif.
Kemampuan seperti itu, sering dipakai sebagai acuan ketrampilan mengelola kelas.

B. Pengertian
Pengelolaan kelas dapat didefinisikan dengan berbagai cara tergantung dari pendekatan
yang dianut. Berikut definisinya.
1. Pendekatan otoriter mendefinisikan pengelolaan kelas sebagai seperangkat kegiatan
yang dilakukan guru untuk memaksimalkan kebebasan siswa.
2. Pendekatan permisif, sebagai lawan dari pendekatan otoriter, mendefinisikan
pengelolaan kelas sebagai usaha guru untuk memaksimalkan kebebasan siswa.
3. Pendekatan modifikasi tingkah laku, medefinisikan pengelolaan kelas sebagai
serangkaian kegiatan guru untuk meningkatkan munculnya perilaku yang baik dan
mengurangi munculnya perilaku yang tidak diharapkan.
4. Definisi keempat bearasal dari asumsi bahwa proses belajar dapat dimaksimalkan
dalam iklim kelas yang positif.
5. Definisi kelima berasal dari asumsi bahwa perilaku siswa sebagai kelompok kelas
mempunyai pengaruh pada terjadinya pembelajaran.

C. Kegiatan Pengelolaan dan Kegiatan Instruksional


Kegiatan pengelolaan adalah kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan, memelihara
atau mengembalikan kondisi yang memungkinkan terjadinya kegiatan pembelajaran yang
efektif, seperti membuat aturan/tata tertib kelas atau mengembangakan hubungan yang
sehat dan akra antara guru - siswa dan siswa – siswa.
Sementara itu, kegiatan instruksional adalah kegiatan yang diarahkan untuk membantu
siswa menguasai kemampuan yang diharapkan , seperti memberikan penjelasan,
mendiagnosis kesulitan belajar, membimbing diskusi kelompok atau menyusun lembaran
kerja.
D. Komponen-Komponen Keterampilan
1. Keterampilan yang bersifat preventif
Keterampilan ini mencakup kemampuan guru untuk mencegah terjadinya
gangguan sehingga kondisi belajaryang optimal dapat diciptakan dan dipelihara.
Usaha untuk mencegah gangguan-gangguan tersebut diantaranya sebagai berikut.
a. menunjukkan sikap tanggap
b. membagi perhatian
c. memusatkan perhatian kelompok
d. memberikan petunjuk yang jelas
e. menegur
f. memberi penguatan

2. Keterampilan yang bersifat represif


Keterampilan ini berkaitan dengan kemampuan guru untuk mengatasi gangguan
yang muncul secara berkelsnjutan sehingga kondisi kelas yang terganggu dapat
dikembalikan menjadi kondisi yang optimal.
Ada 3 pendekatan yang dapat diterapkan oleh guru dalam mengatasi gangguan
berkelanjutan, yaitu.
a. Memodifikasi tingkah laku
b. Pengelolaan kelompok
c. Menemukan dan memecahkan tingkah lakuyang menimbulkan masalah pendekatan

E. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan


Agar mampu mengelola kelas secara efektif, guru harus memperhatikan berbagai hal
sebagai berikut.
1. Kehangatan dan keantusiasan guru sangat berperan dalam menciptakan iklim kelas
yang menyenangkan
2. Kata-kata dan tindakan guru yang dapat menggugah siswa untuk belajar dan
berperilaku baik akan mengurangi kemungkinan munculnya perilaku yang
menyimpang
3. Penggunaan variasi dalam mengajar dapat mengurangi terjadinya gangguan
4. Keluwesan guru dalam kegiatan pembelajaran dapat mencegah munculnya gangguan
5. Guru harus menekankan hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian
pada hal-hal yang negatif
6. Guru hendaknya mampu menjadi contoh dalam menanamkan disiplin diri sendiri
7. Guru hendaknya menghindari hal-hal misalnya, mencampuri kegiatan siswa secara
berlebihan, bertele-tele, kesenyapan dan lain-lain.

Kegiatan Belajar 4: Ketrampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan


A. Rasional
Sebagai individu pada dasarnya manusia memiliki karakteristik dan kebutuhan sendiri-
sendiri yang berbeda satu dengan lainnya. Dalam kehidupan sekolah, keanekaragaman
karakteristik dan kebutuhan individu juga berlaku bagi siswa.
Guru dapat membantu siswa sesuai dengan kebutuhan, misalnya dengan cara memberi
tugas yang sesuai dengan kemampuannya. Dari pihak siswa, belajar dalam kelompok kecil
dan perorangan memungkinkan mereka meningkatkan keterlibatannya dalam kegiatan
pembelajaran.
Dari segi hubungan guru-siswa penggunaan model kegiatan kelompok kecil dan
perorangan akan membuat hubungan itu lebih akrab, yang berarti guru dapat mengenal
siswanya lebih baik.
Dengan demikian, penggunaan kelompok kecil dan perorangana sebagai variasidari
kegiatan klasikal akan dapat mengurangikelemahan kegiatan klasikal, disamping
memantapkan dampak positif yang ditimbulkannya yaitukebiasaan melakukan interaksi
social pada kalangan yang lebih luas serta kesadaran akan adanyaketerbatasan dalam usaha
memenuhi kebutuhan.

B. Pengertian
Pengajaran kelompok kecil dan perorangan ditandai oleh ciri-ciri sebagai berikut.
1. Terjadi hubungan (interaksi) yang akrab dan sehat antra guru dan siswa serta siswa
dengan siswa.
2. Siswa belajar sesuai dengan kecepatan, cara, kemampuan dan minatnya sendiri
3. Siswa mendapat bantuan dari guru sesuai dengan kebutuhannya
4. Siswa dilibatkandalam penentuan cara-cara belajar yang akan ditempuh dan alat yang
akan digunakan, dan bahka tujuan yang ingin dicapai.

Dilihat dari sisi guru, pengajaran kelompok kecil dan perorangan menuntut guru berperan
sebagai:
1. Organisator kegiatan pembelajaran
2. Sumber informasi bagi siswa
3. Pendorong bagi siswa untuk belajar (motivator)
4. Penyedia materi dan kesempatan belajar bagi siswa
5. Orang yang mendiagnosis kesulitan siswa dan memberi bantuan yang sesuai dengan
kebutuhannya
6. Peserta kegiatan yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan peserta
lainnya.

C. Variasi Pengorganisasian
Contoh pengorganisasian pembelajaran kelompok kecil dan perorangan dalam konteks
pembelajaran klasikal adalah sebagai berikut.
1. Model A
2. Model B

3. Model C

4. Model D

D. Komponen Keterampilan
Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan terdiri dari 4 komponen pokok,
yaitu sebagai berikut.
1. Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi
2. Keterampilan mengorganisasikan kegiatan pembelajaran
3. Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar
4. Keterampilan merencanakan dan melakukan kegiatan pembelajaran

E. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan


Agar format mengajar kelompok kecil dan perorangan dapat digunakan secara efektif,
maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini.
1. Guru yang sudah biasa dengan pengajaran klasikal, sebaiknya mulai dengan
pengajaran kelompok kecil, kemudian perorangan.
2. Topik-topik yang bersifat umum sebaiknya diberikan secara klasikal, sedangkan
pembahasan lebih lanjut dalam bentuk kegiatan kelompok kecil atau perorangan
3. Sebelum kegiatan kelompok kecil atau perorangan guru harus melakukan
pengorganisasian siswa.
4. Kegiatan kelompok kecil atau perorangan yang efektif selalu diakhiri yang berupa
kulminasi yang berupa rangkuman dan lain-lain.
5. Agar kegiatan kelompok kecil atau perorangan berlangsung efektif, guru perlu
mengenal siswa secara pribadi
6. Kegiatan perorangan dapat bervariasi, seperti belajar dengan bahan yang siap pakai
(modul) dan lain-lain.

Komentar saya terkait dengan materi pada modul 8, yaitu Keterampilan Dasar Mengajar
2

Pada dasarnya saya setuju dengan materi yang dijelaskan dalam modul 8 ini. Dalam
pembelajaran di kelas dibutuhkan keterampilan oleh guru untuk membuka dan menutup
pelajaran dengan baik, di samping itu guru juga harus mempunyai kemampuan untuk
mengelola kelas sambil mengetahui komponen-komponen penting yang ada di dalamnya.
Termasuk mengetahui kondisi kelas terlebih siswa. Guru tidak harus hanya mengajar
siswa dengan cara lama, tapi harus mulai mengajarkan kepada siswa bagaimana cara
membangun suatu diskusi dalam kelompok kecil agar suasana kelas lebih hidup.

Anda mungkin juga menyukai