Anda di halaman 1dari 6

NAMA : UMI FATUN AMALIA

NIM : 131811123049
KELAS : AJ 1 (B21)

KAPULAGA (Amomum cardamomum Auct. Non L)

A. Morfologi dan Taksonomi Kapulaga


Kapulaga merupakan tanaman tahunan berupa perdu dengan tinggi 1,5 m,
berbatang semu, buahnya berbentuk bulat, membentuk anakan berwarna hijau.
Mempunyai daun tunggal yang tersebar, berbentuk lanset, ujung runcing dengan tepi
rata.Pangkal daun berbentuk runcing dengan panjang 25-35 cm dan lebar 10-12 cm,
pertulangan menyirip dan berwarna hijau.
Buahnya berupa buah kotak,terdapat dalam tandan kecil-kecil dan pendek.
Buah bulat memanjang, berlekuk, bersegi tiga, agak pipih, kadang-kadang berbulu,
berwarna putih kekuningan atau kuning kelabu.Buah beruang 3, setiap ruang
dipisahkan oleh selaput tipis setebal kertas.Tiap ruang berisi 5-7 biji kecil-kecil,
berwarna coklat atau hitam, beraroma harum yang khas. Dalam ruang biji- biji ini
tersusun memanjang 2 baris, melekat satu sama lain.
Tanaman kapulaga berasal dari pegunungan Malabar, pantai barat
India.Tanaman ini laku di pasar dunia, sehingga banyak ditanam di Srilanka, Thailand
dan Guatemala, sedangkan di Indonesia, kapulaga mulai dibudidayakan sejak tahun
1986. Tanaman kapulaga tergolong dalam herba dan membentuk rumpun, sosoknya
seperti tumbuhan jahe dan dapat mencapai ketinggian 2 - 3 meter dan tumbuh di
hutan-hutan yang masih lebat (Anonim, 2011). Kapulaga (Amomum compactum
Soland. ex Maton) bersinonim dengan Amomum cardamomum Willd dan Amomum
kapulaga Sprague (Sinaga, 2008).
B. Nama Daerah
Aceh : Kapulaga
Inangkabau : Palago, Pelaga, Puwar
Sunda : Kapol, Kapol Sebrang
Jawa : Kapulogo, Pulogo
Madura : Kapolagha, Palagha
Bali : Korkolaka

C. Nama Asing
Malasysia : Pelaga
Thailand : Luk grawan
Inggris : Cardamom
Belanda : Ronde Kardemom
Perancis : Amome a grappe

D. Klasifikasi Kapulaga
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Amomum
Spesies : Amomum cardamomum Auct. Non L
(Anonimus, 2012)

E. Manfaat Kapulaga

Menurut Sinaga (2008), air rebusan seluruh bagian tanaman kapulaga digunakan
untuk obat kuat bagi orang yang merasa lemas atau lemah akibat kecapaian. Juga berguna
bagi orang yang berpenyakit encok atau rematik.Kadang- kadang juga digunakan sebagai
afrodisiaka (untuk meningkatkan libido).

Rimpang sering digunakan untuk menghilangkan bau mulut, untuk obat batuk, dan
menurunkan panas (sebagai anti-piretikum). Rimpang yang dikeringkan, digiling, lalu
direbus dapat menjadi minuman penghangat bagi orang yang kedinginan, terutama bagi
yang tinggal di pegunungan, di daerah beriklim dingin atau di hutan yang sangat
lembab.Minuman ini sekaligus dapat mengobati sakit panas dalam (Sinaga, 2008).

Menurut Haryanto (2006), khasiat kapulaga antara lain air rebusan batang
digunakan sebagai obat menurunkan panas (demam). Buahnya dipergunakan untuk
bahan penyedap dan penyegar makanan dan minuman. Buah kapulaga berkhasiat sebagai
obat batuk, amandel, haid tidak teratur, mulas, tenggorokan gatal, radang lambung,
demam, bau tubuh, bau mulut, sesak nafas, dan influenza.

Pemanfaatan kapulaga sebagai bahan aromatik, karminatif (mengurangi gas dalam


perut atau mengurangi perut kembung), mengobati batuk, mulut berbau, dan gatal
tenggorokan. Buah keringnya dipergunakan sebagai rempah- rempah, misalnya dalam
bumbu kari dan bumbu kue. Minyak atsiri dari biji kapulaga digunakan sebagai penyedap
kue-kue, gula-gula, parfum, dan obat- obatan. Ada juga yang dipakai sebagai bahan baku
pemuatan oil of cardamon yang dijual lagi sebagai penyedap minuman botol dan
makanan kaleng (Fachriyah dan Sumardi, 2007). Kapulaga memiliki beberapa khasiat
diantaranya sebagai obat batuk dan dapat sebagai preventif pada tulang keropos
(Agoes, 2010).

Selain itu air rebusan seluruh bagian tanaman digunakan untuk obat kuat bagi
orang yang merasa lemas atau lemah akibat kecapaian. Juga berguna bagi orang yang
berpenyakit encok atau rematik. Kadang-kadang juga digunakan sebagai afrodisiaka
(untuk meningkatkan libido). Air rebusan batang digunakan sebagai obat menurunkan
panas (demam). Buahnya dipergunakan untuk bahan penyedap dan penyegar makanan
dan minuman. Buah juga berkhasiat menghilangkan rasa gatal pada tenggorokan, sebagai
obat batuk, dan obat sakit perut (Abuanjeli, 2017).

Biji kapulaga mengandung terpineol, terpineolasetat, sineol, borneol, dan kamfer


yang berkhasiat mengencerkan dahak, memudahkan pengeluaran air dari perut,
menghangatkan, membersihkan darah, menghilangkan rasa sakit, mengharumkan,
stimulant dan pemberi aroma (Rosmainar, 2017).

Rimpang sering digunakan untuk menghilangkan bau mulut, untuk obat batuk, dan
menurunkan panas (sebagai antipiretikum). Rimpang yang dikeringkan, digiling, 1alu
direbus dapat menjadi minuman penghangat bagi orang yang kedinginan, terutama bagi
yang tinggal di pegunungan, di daerah beriklim dingin atau di hutan yang sangat
lembab. Minuman ini sekaligus dapat mengobati sakit panas dalam (Abuanjeli, 2017).

Semua bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan mulai dari batang, buah, hingga
rimpang. Buah Amomum cardamomum berkhasiat sebagai obat batuk dan obat perut
kembung.

1. Obat batuk : a) Dipakai ± 6 gram buah Amomum cardamomum, dicuci dan


direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Hasil rebusan diminum sekaligus.;
b) Biji kapulaga dicuci, dikunyak-kunyah. Cairannya ditelan.

2. Batuk pada anak-anak : 15 butir buah kapulaga, 2 cabai jawa, 10 iris lempuyang,
5 cm kayu manis dicuci. Dua bawang merah dikupas, dicuci, diparut. Diseduh
dengan ½ liter air, tutup tempatnya. Diminum setiap 2 jam sampai sembuh.

3. Perut kembung : 5 biji kapulaga dicuci, 5 iris jahe dicuci sebelum diiris. Rebus
dengan segelas air sampai airnya tinggal setengah. Setelah dingin diminum satu
kali sehari.

4. Mual : 5 biji kapulaga, sepotong kencur 3 cm, cuci, lumatkan. Seduh dengan
segelas air Sesudah dingin disaring dan airnya diminum.

5. Radang tenggorok : 10 buah kapulaga, sepotong kunyit 5 cm dicuci, dimemarkan,


diseduh dengan segelas air. Setelah dingin disaring, airnya separuh diminum
pagi, separuh lagi malam. Diulangi selama beberapa hari.

6. Bau mulut : 8 buah kapulaga, 1 cangkir daun pegagan dicuci lalu diseduh dengan
½ gelas air, tutupi. Setelah dingin, disaring dan diminum pagi-pagi pada saat
perut masih kosong

7. Perut mulas karena kedinginan : 4 buah kapulaga dicuci, direbus dengan segelas
air sampai airnya tinggal setengah. Saring, minum hangat-hangat.
(Abuanjeli, 2017).

F. Kandungan Kimia Buah Kapulaga


Buah Kapulaga yang disuling mengandung minyak atsiri dengan komposisi yaitu
sineol, terpineol, borneol.Kadar sineol dalam buah lebih kurang 12% (Sinaga, 2008). Biji
kapulaga mengandung 3-7% minyak atsiri yang terdiri atas terpineol, terpinil asetat,
sineol, alfa borneol, dan beta kamfer. Disamping itu biji juga mengandung lemak,protein,
kalsium oksalat dan asam kersik. Penyulingan biji diperoleh minyak atsiri yang disebut
Oleum Cardamomi yang digunakan sebagai stimulus dan pemberi aroma (Abuanjeli,
2017). Rimpang kapulaga disamping mengandung minyak atsiri, juga mengandung
saponin, flavonoida dan polifenol, (Sinaga, 2008). Berikut adalah senyawa kimia yang
umum menyusun buah kapulaga:
1. Terpenoida
2. Minyak Atsiri
Minyak atsiri merupakan salah satu senyawa organik yang banyak

ditemukan di alam dan berasal dari jaringan tumbuhan. Minyak atsiri merupakan

salah satu senyawa metabolit sekunder yang mudah menguap (volatil) dan bukan

merupakan senyawa murni tetapi tersusun atas beberapa komponen yang

mayoritas berasal dari golongan terpenoida

3. Saponin

Saponin merupakan zat aktif yang dapat meningkatkan permeabilitas membran

sehingga terjadi hemolisis sel, apabila saponin berinteraksi dengan bakteri, maka

bakteri tersebut akan pecah atau lisis. Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang

dilakukan Poeloengan dan Praptiwi (2010), buah manggis yang mengandung

saponin mampu menghambat Staphylococcus aureus dan Staphylococcus

epidermidis.

4. Flavonoid

Flavanoid merupakan senyawa polar yang umumnya mudah larut dalam

pelarut polar seperti etanol, menthanol, butanol, aseton, dan lain-lain. Flavanoid

dalam tumbuhan terikat pada gula sebagai glikosida dan aglikon flavanoid, gula

yang terikat pada flavanoid mudah larut dalam air.

Flavanoid merupakan golongan terbesar dari senyawa fenol, senyawa fenol

mempunyai sifat efektif menghambat pertumbuhan virus, bakteri, dan jamur

(Khunaifi, 2010).
REFERENSI

Agoes, A. (2010). Tanaman Obat Indonesia Buku 1. Jakarta.Salemba Medika.


Anonimus. 2012. Situs dunia tumbuhan. Tersedia di: http://www.plantamor.com

Anonimus. 2015. Kapulaga – Amomum cardamomumWilld. Tersedia


di: http://www.tamanhusadagrahafamili.com/kapulaga-amomum-cardamomum-willd/

Abuanjeli. 2017. Kapulaga (Amomum cardamomumWilld.). Tersedia


di: https://abuanjeli.wordpress.com/2010/10/17/a048/

A.Parthasarathy, B.Chempakam, T.John Zachariah.2008. Chemistry of Spices. pp 41-


58. CABI, India.

Fachriyah, E. dan Sumardi. 2007. Identifikasi Minyak Atsiri Biji Kapulaga


(Amomum cardamomum). Jurnal Sains dan Matematika. 15(2) :83-87.

Haryanto, S. 2006. Sehat dan Bugar Secara Alami. Penebar Plus. Depok

Khunaifi, M. 2010. Uji Antibakteri Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia


(Ten.) Steenis) Terhadap Bakteri Staphylococcusaureus dan Pseudomonas aeruginosa.
Skripsi.Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim
Malang.Tidak diterbitkan.

Rosmainar. L. 2017. Isolasi Dan Identifikasi Komposisi Kimia Minyak Atsiri Dari
Biji Tanaman Kapulaga (Amomum Cardamomum WILLD). Jurnal Kimia Riset, Volume 2
No. 1.

Sinaga, E. 2008. Amomum cardamomum Willd. Pusat Penelitian danPengembangan


Tumbuhan Obat. UNAS. Jakarta.

Suyoto. N. 2012. Mengenal Tanaman Rempah Indonesia. Tersedia di: http://suyoto-


nurman.blogspot.co.id/2012/03/mengenal-tanaman-rempah-indonesia.html