Anda di halaman 1dari 10

DEFENISI, JENIS, DAN KONSEP DASAR 2019

BANGUNAN LAUT

BAB I
PENDAHULUAN

Semakin canggihnya teknologi yang dimiliki manusia membuat manusia


selalu merasa tidak puas akan keberhasilannya dan semakin sempit lapangan
didaratan dan semakin tipis pula cadangan-cadangan sumber energi di daratan
membuat manusia untuk melakukan expansi ke arah laut. Sehingga dibuatlah
suatu bangunan / struktur yang dapat berdiri kokoh di laut, contohnya yaitu
dibuatnya anjungan lepas pantai untuk melakukan kegiatan mencari minyak dan
gas di laut. Lepas pantai memiliki arti yaitu suatu bagian dari lautan yang
permukaan dasarnya berada di bawah pasang surut terendah atau bagian lautan
yang berada di luar daerah gelombang pecah (breaker zone) ke arah laut.
Aktivitas industri lepas pantai (offshore) pertama muncul di tahun 1947
hingga sekarang ini banyak bergerak di bidang eksplorasi dan eksploitasi ladang
minyak/gas di lepas pantai. Pada tahun 1947 untuk pertama kalinya anjungan
lepas pantai struktur baja terpancang dengan massa 1200 ton yang diinstalasikan
di Teluk Mexico pada kedalaman laut 20 feet (6 meter).
Perkembangan industri lepas pantai selama ini sangat tergantung dengan
perkembangan industri minyak dan gas. Kenaikan harga minyak dan gas pada
tahun 1973 telah mendorong pertumbuhan industri offshore termasuk usaha
mencari ladang-ladang minyak dan gas baru di perairan dengan kondisi laut yang
semakin ganas. Dengan demikian, meningkatnya harga minyak dunia dari satu sisi
telah mendorong bertambahnya aktivitas di lepas pantai yang mengakibatkan
bertambahnya kebutuhan bangunan-bangunan laut yang baru (Murdjito, 1998).

Sekitar tahun 1891 anjungan pengeboran minyak pertama kali dibangun di


atas perairan air tawar pada danau besar St Marys di negara bagian Ohio, Amerika
Serikat. Kemudian sekitar tahun 1896, sumur minyak pertama di perairan air asin
dibangun sebagai bagian dari perpanjangan ladang minyak Summerland yang
melintasi bagian bawah kanal Santa Barbara di Kalifornia, Amerika. Sumur dibor
dari dermaga yang membentang dari Summerland ke kanal tersebut.

Catatan penting lainnya seputar anjungan minyak adalah pengeboran


minyak di danau Erie, Kanada pada awal tahun 1900-an dan pengeboran di danau
Caddo, Lousiana, Amerika pada tahun 1910. Tak lama kemudian, dibangun pula

1 ISRALDI YAMIN / D331 16 504


DEFENISI, JENIS, DAN KONSEP DASAR 2019
BANGUNAN LAUT

anjungan minyak di zona pasang surut di sepanjang pantai teluk Texas dan
Louisiana. Ladang minyak Goose Creek dekat Baytown, Texas adalah salah
satunya dari contoh tersebut. Pada tahun 1920-an pengeboran dilakukan dari
anjungan beton di danau Maracaibo, Venezuela.

Ciri-ciri bangunan lepas pantai adalah:


a) Beroperasi di daerah sekitar sumur minyak atau daerah pertambangan
yang terbatas, tidak dapat beroperasi di daratan dan tidak dapat berpindah-
pindah.
b) Struktur tidak dibangun langsung dilapangan tetapi komponen-
komponennya dibuat di darat lalu kemudian diangkut dan dirakit langsung
dilapangan.
c) Beroperasi dilapangan (dilaut) untuk perioda waktu yang lama sehingga
bangunan harus mampu bertahan dalam kondisi cuaca baik maupun
kondisi cuaca buruk yang mungkin terjadi selama beroperasi

Fungsi utama struktur anjungan lepas pantai (offshore platform) adalah


untuk mendukung bangunan bagian topside beserta fasilitas operasional di atas air
laut selama waktu operasional dengan aman. Terlepas dari jenis operasionalnya,
gerakan horisontal, gerakan vertikal, dan momen lentur suatu struktur anjungan
lepas pantai merupakan kriteria penting yang sangat menentukan perilaku
anjungan tersebut di atas air.

2 ISRALDI YAMIN / D331 16 504


DEFENISI, JENIS, DAN KONSEP DASAR 2019
BANGUNAN LAUT

BAB II
JENIS BANGUNAN LAUT

1. Klasifikasi Bangunan Laut


Bangunan lepas pantai dapat diklasifikasikan dengan beberapa cara antara lain:
A. Menurut Cara Operasinya
a) Bangunan yang digunakan untuk pengambilan minyak atau gas.
b) Bangunan yang digunakan untuk penambangan. Bangunan ini
digunakan untuk mengambil bijih-bijih tambang di dasar laut.
c) Struktur yang digunakan untuk pembangkit listrik tenaga gelombang.
d) Struktur yang digunakan untuk pembangkit listrik tenaga thermal
seperti OTEC.

B. Menurut bentuk konfigurasinya


a) Struktur kendaraan (vessel type structures), struktur jenis ini biasanya
adalah kapal laut yang dimodifikasi sehingga mempunyai sistem
propulsi (propulsion) dan dapat berpindah tempat dengan cepat.
Struktur jenis ini dipakai untuk pengoperasian di laut dalam.
b) Struktur barge, Struktur jenis ini tidak mempunyai sistem propulsi
sehingga untuk memindahkannya harus ditarik dengan menggunakan
kapal.
c) Struktur platform, sebagian besar dari struktur yang digunakan untuk
eksplorasi atau produksi minyak di laut dangkal atau laut menengah
adalah struktur dari jenis ini.

C. Menurut Fungsinya
a) Bangunan eksplorasi, digunakan untuk pengeboran minyak atau gas
alam.
b) Bangunan produksi, digunakan untuk pengambilan minyak atau gas
alam dari sumur minyak yang ditemukan.
c) Bangunan hibrid, digunakan untuk pengeboran maupun pengambilan
minyak atau gas alam.

3 ISRALDI YAMIN / D331 16 504


DEFENISI, JENIS, DAN KONSEP DASAR 2019
BANGUNAN LAUT

D. Menurut Material Bangunan


a) Platform baja, seluruhnya terbuat dari baja.
b) Platform beton, bagian dasar terbuat dari beton
c) Platform hibrid, gravity platform yang terdiri dari bagian dasar yang
terbuat dari beton dan rangka baja. Bagian dasar tersebut menyokong
deck yang terbuat dari baja.

E. Menurut Jenis Konstruksi


a) Bangunan tetap (fixed structures)
b) Anjungan struktur lentur (Compliant Platform)
c) Bangunan terapung (flooting structures)

2. Pembangunan Anjungan Lepas Pantai


Pekerjaan penambangan minyak dan gas bumi lainnya, hampir dipastikan
akan menelan biaya besar, teknologi tinggi, dan juga terkait dengan berbagai
kepentingan. Pendek kata, pekerjaan penambangan merupakan suatu mega
proyek, dari sisi investasi dan wujud fisik struktur yang ditangani.
Kebutuhan biaya besar dan teknologi tinggi ini akan semakin terasa bila
menyangkut lokasi di lepas pantai; baik di perairan dalam (deepwater) atau
bahkan di perairan sangat dalam (ultra deepwater). Hal ini disebabkan tingkat
kesulitan, resiko, dan ketidakpastian yang lebih besar bila dibandingkan
dengan pekerjaan di daratan pada umumnya.

Fabrikasi anjungan lepas pantai


Secara umum terdapat perbedaan yang sangat mendasar proses pembangunan
sebuah anjungan lepas pantai dengan bangunan darat (land-base structures).
Sebuah bangunan darat, proses pembangunannya sejak dari tahap awal hingga
akhir dilakukan di tempat yang sama. Sebaliknya, sebuah anjungan lepas
pantai, apapun jenisnya, dibangun atau difabrikasi di tempat yang berbeda
dengan lokasi akhir tempat instalasinya. Perbedaan kondisi inilah yang
menyebabkan perbedaan proses pembangunan dan teknologi yang diperlukan
pada kedua bangunan.

4 ISRALDI YAMIN / D331 16 504


DEFENISI, JENIS, DAN KONSEP DASAR 2019
BANGUNAN LAUT

Struktur anjungan lepas pantai dibangun di sebuah lapangan fabrikasi yang


umumnya berlokasi di sekitar daerah pantai. Tidak jarang jarak antara tempat
fabrikasi dan lokasi akhirnya (tempat beroperasinya), sangatlah jauh, dapat
berupa lintas negara maupun lintas benua. Ambil contoh anjungan TLP West
Seno. Struktur utamanya (bagian kolom dan ponton) dibangun di perusahaan
Hyundai Heavy Industry, Korea Selatan, sedangkan lokasi operasinya terdapat
di Selat Makasar, Indonesia.
Teknik pembangunan struktur utama anjungan lepas pantai dilakukan
berdasarkan modul-modul. Secara garis besar biasanya terbagi atas modul
struktur utama anjungan dan modul bagian bangunan atas (topside). Khusus
untuk jenis struktur semi terapung (TLP, SPAR, FPSO dan lain-lain), masih
terdapat modul atau sub-struktur lainnya berupa bagian struktur sistem
tambatnya. Tiap-tiap modul tersebut masih dapat terbagi lagi menjadi beberapa
sub-modul, tergantung dari dimensi modul dan kapasitas peralatan
pembangunan yang ada. Dalam pekerjaan ini diperlukan derek-derek (crane)
darat dengan kapasitas besar.

Pengangkutan ke lokasi operasi


Tahapan berikutnya setelah proses pembangunan struktur utama
di fabrication yardselesai adalah proses transportasi atau pengangkutan. Proses
transportasi adalah memindahkan struktur utama ajungan (umumnya
bagian hull) ke lokasi akhir tempat instalasinya. Fasilitas utama yang
diperlukan dalam proses ini adalah sebuah kapal angkut khusus atau tongkang
(barge) yang memiliki daya apung besar untuk menopang struktur dan
membawanya ke lokasi instalasi di lepas pantai.
Tahap awal proses transportasi adalah proses peluncuran (loadout), yaitu
proses pemindahan dan peletakan struktur ke atas kapal angkut atau tongkang,
dengan bantuan derek angkat atau bila memungkinkan memanfaatkan daya
apung struktur atau sub-struktur yang akan diangkut itu sendiri. Sebelumnya,
kapal angkut atau tongkangnya diposisikan di tempat terdekat dengan lapangan
fabrikasi.

5 ISRALDI YAMIN / D331 16 504


DEFENISI, JENIS, DAN KONSEP DASAR 2019
BANGUNAN LAUT

Proses ini termasuk tahap awal yang cukup kritis, karena stabilitas wahana
angkutnya harus diperhitungkan dengan cermat setelah ada beban di atasnya.
Selain itu juga harus dilakukan proses pengikatan sementara (tiedown) selama
dalam transportasi, dengan cara yang tepat sesuai dengan disainnya. Kegagalan
pada proses ini dapat mengakibatkan jatuhnya struktur ke dalam laut selama
pengangkutan dan tidak menutup kemungkinan kegagalan tersebut bisa terjadi
pada saat proses loadout. Selama proses transportasi, biasanya beberapa kapal
tunda (tug boat) ikut mendampingi hingga lokasi akhir.

Instalasi di lokasi operasi


Setelah struktur tiba di lokasi akhirnya di lepas pantai, maka
selanjutnya dilakukan proses instalasi atau pemasangan. Proses ini secara garis
besar meliputi tahap penegakan bagian hull anjungan kemudian dilanjutkan
dengan tahap pemasangan bagian topside di atas hull-nya. Untuk jenis
anjungan semi-terapung, sebelum dua tahap instalasi di atas, harus terlebih
dulu dilakukan pemasangan sistem tambatnya di titik instalasinya. Semua
proses ini dilakukan oleh kapal penarik dan derek tongkang dengan kapasitas
angkat besar.
Pekerjaan instalasi spar Genesis dilakukan dengan derek tongkang 50
milik McDermott yang meliputi tiga fase yaitu: instalasi sistem tambat, bagian
lambung, dan instalasi bangunan atasnya. Anjungan ini akan ditambatkan di
lokasi operasinya dengan menggunakan suatu sistim tambat 14 titik (14-point
mooring system). Tiap tali tambat tersusun atas rantai tambat berdiameter 5,25
inci sepanjang 250 feet, tali baja dengan diameter 5,25 inci sepanjang
3.000 feet dan rantai lambung sepanjang 1.150 feet.
Mengenai proses penegakan, untuk struktur utama anjungan yang
didisain tanpa kemampuan apung sendiri (self buoyancy), seperti
jenis jacket umumnya yang dipakai di perairan dangkal, maka proses
penegakan sepenuhnya dilakukan oleh derek tongkang. Struktur jacket-nya
diangkat dan ditenggelamkan dengan derek tongkang. Untuk kasus dimana
ukuran jacket agak besar, maka proses pengangkatan bisa dilakukan sepotong
demi sepotong, yang akhirnya dilakukan perakitan kembali dengan pengelasan
di tempat.

6 ISRALDI YAMIN / D331 16 504


DEFENISI, JENIS, DAN KONSEP DASAR 2019
BANGUNAN LAUT

BAB III
FIXED STRUCTURES

merupakan suatu unit konstruksi yang dirancang untuk dipergunakan


selama ladang minyak dilokasi tersebut masih produktif, biasanya untuk jangka
waktu sekitar 20 tahun. Selama waktu tersebut konstruksi platform harus di jamin
tentang segi kekuatan maupun keselamatannya dalam menerima pembebanan-
pembebanan akibat lingkungan sekitarnya seperti ombak, angin, arus, gempa
bumi, dan beban akibat modul – modul perlengkapan yang ada diatas platform.

1. Steel Jacket Platform


Struktur jacket adalah struktur dengan struktur rangka baja yang terdiri
dari kaki struktur dan rangka penunjang (brace) yang dikonfigurasikan dengan
berbagai tipe perangkaan. Tipe perangkaan ini berguna untuk membentuk
struktur jacket yaitu; brace tipe X, brace tipe K, brace tipe diagonal tunggal,
maupun tipe perangkaan kombinasi dari ketiga tipe tersebut.
Desain : produksi; struktur baja tubular dibingkai melekat pada dasar laut
dengan tumpukan yang didorong ke dasar laut (kaki bertindak sebagai
perangkat membimbing atau “jaket” untuk tumpukan). Dibangun dibagian dan
diangkut ke situs, desain seumur hidup 10-25 tahun. Kedalamannya : ± 500 m
Kelebihan:
 Mendukung beban besar dek
 Dapat dibangun di bagian & diangkut
 Lahan yang luas, produksi jangka panjang
 Hasil tumpukan dalam stabilitas yang baik
 Sedikit efek dari dasar laut gerusan
Kekurangan:
 Biaya meningkat secara eksponensial dengan kedalaman
 biaya awal & pemeliharaan yang tinggi
 tidak dapat digunakan kembali
 steel anggota struktural tunduk terhadap korosi

7 ISRALDI YAMIN / D331 16 504


DEFENISI, JENIS, DAN KONSEP DASAR 2019
BANGUNAN LAUT

Ket:

 Helideck adalah tempat helicopter mendarat,sama dengan heli pad.


 Grace adalah penyangga silang antar leg.
 Jacket leg adalah kaki penyangga rig hingga ke dasar laut.
 Deck leg Dipakai untuk mengintegrasikan modul-modul yang ada di top
side.

8 ISRALDI YAMIN / D331 16 504


DEFENISI, JENIS, DAN KONSEP DASAR 2019
BANGUNAN LAUT

2. Concrete / steel gravity


Concrete Gravity Structure adalah bangunan yang dapat duduk stabil di
dasar laut karena beratnya structure tersebut, sehingga tahan terhadap dorongan
arus dan pukulan ombak. Caissons pada gravity structure dapat berfungsi
sebagai storage tank atau sebagi tanki ballast.
Desain : produksi; besar bottom mount struktur beton bertulang yang
menggunakan berat untuk menahan beban lingkungan, tidak melekat pada
bagian bawah dengan tumpukan. Kedalamannya : ± 350 m
Kelebihan :
 mendukung beban besar dek
 Penggunaan kembali mungkin
 Lahan yang luas, produksi jangka panjang
 Memiliki kapasitas penyimpanan yang besar
Kekurangan :
 Biaya meningkat secara eksponensial
 Penyelesaian pondasi
 Tunduk pada dasar laut gerusan
 Membutuhkan baja lebih dari struktur jaket baja

9 ISRALDI YAMIN / D331 16 504


DEFENISI, JENIS, DAN KONSEP DASAR 2019
BANGUNAN LAUT

Ket:
 Flare stack adalah pemantau emisi.
 Quarters adalah tempat tinggal para pekerja.
 Drilling & production equiptment adalah
 Columns adalah tiang penyangga yang berbentuk pipa.
 Caisson bermanfaat untuk menjaga stabilitas pada saat operasional

10 ISRALDI YAMIN / D331 16 504