Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

SOSIOLOGI ANTROPOLOGI

JUDUL : (ANALISIS SOSIAL BUDAYA DIBIDANG PANGAN GIZI)

NAMA KELOMPOK : 11
1. GERRY .E.MANDEY
2. SRIWULAN MAMONTO
3. FIRMAN HIPPY
4. ARINI KONJONG
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Tuhan yang maha Esa. atas berkat rahmat dan karuniaNya lah
penyusun dapat menyelesaikan tugas SOSIOLOGI ANTROPOLOGI dengan judul “ANALISIS SOSIAL
BUDAYA DIBIDANG PANGAN GIZI”.

Penyusun menyadari tulisan ini tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, saran
dan kritik yang membangun dari pembaca sangat penyusun harapkan demi perbaikan dan
penyempurnaan tulisan ini.

MANADO, 26 APRIL,2018
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.........................................................................................................................

Daftar Isi...................................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang...................................................................................................................

1.2 Rumusan masalah..........................................................................................................

1.apa pengertian ANALISIS SOSIAL BUDAYA DIBIDANG PANGAN GIZI?

BAB II PEMBAHASAN

Pengertian analisis social budaya dibidang pangan gizi……………………………………………………

BAB III.PENUTUP

4.1 Kesimpulan.......................................................................................................................

4.2 Saran..................................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................ 11

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Pangan dan gizi, adalah sesuatu gabungan kata yang sulit dipisahkan, karena berbicara gizi
haruslah menyangkut pangan dan bahan makanan, dan ini tidak berarti bahwa bahan pangan
yang tidak bergizi menjadi menjadi tidak penting artinya. Peningkatan produksi pangan haruslah
dikaitkan dengan program kecukupan pangan dan gizi, bukan saja untuk memenuhi kecukupan
nasional tetapi juga bagi seluruh golongan rawan pangan dan gizi di Indonesia. Masalah ini perlu
mendapat perhatian dan diharapkan ada pemikiran mengenai bagaimana cara pemerataan pangan
dan gizi
BAB II

PEMBAHASAN

ANALISIS SOSIAL BUDAYA DIBIDANG PANGAN GIZI

Kosep budaya secara antropologi

Budaya merupakan cara hiudup manusia untuk menjamin kelestarian hidup dan kesejahteraan
manusia atau masyarakat dalam memenuhi kebut fisik (pangan ,perumahan ,pakaian )cara untuk
memperoleh dan mengolahan bahan mentah.

PERSPEKTIF BUDAYA

Pengertian Budaya

Budaya merupakan adat dan tradisi yang membawa kea rah gerakan berpikir ,berperasaan sesuai
dengan diinginkan .

Budaya menunjukkan kemampuan mencapai tingkat kecerdasan dan keindahan..

BIDANG PANGAN GIZI…


APA ITU PANGAN DAN GIZI ?
Pengetahuan tentang pangan dan gizi masih sangat rendah bagi masyarakat indonesia. Bukan
hanya pada masyarakat pedalaman, bahkan masyarakat perkotaanpun masih keliru dan awam
menanggapi pengertian pangan dan gizi, padahal ini merupakan pengetahuan awal untuk dapat
belajar hidup sehat. Fakta membuktikan, wilayah Indonesia masih memiliki kasus gizi buruk
dengan tingkat yang cukup tinggi. Padahal, asupan gizi yang baik bukan dengan bahan makanan
yang mahal melainkan yang dapat memenuhi asupan gizi yang baik sesuai dengan kebutuhan
tubuh.

Dan seberapa tahukah masyarakat tentang pentingnya memahami peran penting pengetahuan
tentang pangan dan gizi?

Saya akan menguraikannya dalam pembahasan berikut ini,

I. APA ITU PANGAN DAN GIZI ??


Menurut Peraturan Pemerintah RI nomor 28 tahun 2004 pangan adalah segala sesuatu yang
berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang
diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan
tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan,
pengolahan dan atau pembuatan makananatauminuman.
Pangan dibedakan atas pangan segar dan pangan olahan

:
a. Pangan segar
Pangan segar adalah pangan yang belu mengalami pengolahan, yang dapat dikonsumsi langsung
atau dijadikan bahan baku pengolahan pangan. Misalnya beras, gandum, segala macam buah,
ikan, air segar.

b. Pangan olahan tertentu


Makanan / pangan olahan tertentu adalah pangan olahan yang diperuntukkan bagi kelompok
tertentu dalam upaya memelihara dan meningkatkan kualitas kesehatan kelompok tersebut.

c. Pangan siap saji


Pangan siap saji adalah makanan atau minuman yang sudah diolah dan bisa langsung disajikan di
tempat usaha atau di luar tempat usaha atas dasar pesanan.

Sedangkan Gizi adalah : elemen yang terdapat dalam makanan dan dapat dimanfaatkan secara
langsung oleh tubuh seperti halnya karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Gizi
yang seimbang dibutuhkan oleh tubuh, terlebih pada balita yang masih dalam masa
pertumbuhan. Dimasa tumbuh kembang balita yang berlangsung secara cepat dibutuhkan
makanan dengan kualitas dan kuantitas yang tepat dan seimbang.

Maka pangan dan gizi adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air yang
memiliki elemen dalam makanan dan dapat dimanfaatkan langsung oleh tubuh.
Maka dari itu, sangat penting bagi kita untuk dapat mengetahui jumlah kebutuhan yang harus
dipenuhi untuk tubuh kita, karena jumlah kebutuhan setiap orangnya akan berbeda.

Bidang Gizi Pangan


Makanan merupakan kebutuhan pokok makhluk hidup, tanpa makanan makhluk hidup tidak
dapat bertahan untuk melakukan segala aktifitasnya sehari-hari. Kebutuhan akan makanan
mengalami perubahan dari waktu ke waktu, berawal dari istilah kebutuhan empat sehat lima
sempurna, yang dimana setiap orang disarankan untuk memenuhi kebutuhan gizi karbohidrat
(beras, ubi, gandum), lauk sebagai protein (tempe, tahu, daging, ikan, dsb), sayur sebagai
sumber vitamin, serat dan mineral, buah sebagai sumber vitamin dan susu. Hingga kini dengan
kemajuannya ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dalam bidang gizi yang telah menjadi
dasar dalam suatu inovasi dan pengembangan pangan yang berpeluang untuk memberikan hasil
pangan yang lebih dari sifat awalnya, guna memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh, salah
satu inovasi ini dapat dibuat suatu pangan fungsion

Makanan merupakan kebutuhan mendasar dan menjadi hak asasi manusia. Para ahli antropologi
dan sejarawan melihat aktivitas mengkonsumsi makanan—baik jenis pilihannya, proses
pengolahan, dan cara menyantapnya—sebagai sebuah makna budaya yang mendalam. Lewat
makanan, tercermin sejarah, kekayaan tradisi, serta identitas suatu etnis. Makanan menjadi faktor
penting penanda setiap perayaan dalam siklus kehidupan manusia yang dipengaruhi oleh status
sosial.

Indonesia memiliki ragam makanan lokal yang sangat kaya. Makanan-makanan tersebut diolah
dari bahan pangan yang berasal dari alam Indonesia. Komoditas itu tak sedikit yang dibudidaya
secara tradisional lewat cara-cara yang mempertimbangkan siklus yang berkelanjutan dan
menggunakan pupuk non-kimiawi. Maka, dihasilkan produk yang tak hanya unggul secara
kualitas, namun juga sehat dan ramah lingkungan karena organik.

Sejalan dengan kesadaran untuk menerapkan gaya hidup sehat dan gaya hidup hijau, konsumen
perlu juga mengetahui khasanah bahan pangan lokal karena kandungan nilai budaya, nilai
ekonomi, nilai solidaritas, hingga nilai konservasinya. Makanan bukan lagi sebuah produk yang
anonim; makanan mencerminkan hubungan ekonomi, lingkungan, dan sosial-budaya.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dalam mengonsumsi makanan, yang pertama harus dilakukan memperhatikan kecukupan gizi yang akan
diterima dalam tubuh. Oleh karena itu, kita harus memperhatikan berbagai hal yang berhubungan
mengenai makanan tersebut, yaitu mutu gizi yang ada dalam makanan, kondisi fisiknya, harga dari
makanan tersebut, serta ketersediaan dan ketahanan pangan.

3.2 Saran

Pengetahuan masyarakat tentang pemilihan makanan yang baik untuk mencapai hidup yang sehat
dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, ekonomi, sosial, budaya, kondisi kesehatan dan lain
sebagainya. Karena manusia tidak bisa bertahan hidup jikalau sudah tidak ada makanan. Bukan hanya
tercukupnya pangan saja, tetapi gizi yang terkandung dalam pangan tersebut harus diperhatikan, agar
orang yang mengkonsumsinya dapat memperoleh kecukupan gizi yang semestinya.

DAFTAR PUSTAKA

WWW.BUKUSOSIOLIGI ANTROPOLOGO.COM.