Anda di halaman 1dari 72

LAPORAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR DAN


KEDUDUKAN SERTA PERAN ASN
DALAM NKRI

PELATIHAN DASAR
CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
GOLONGAN III ANGKATAN I

OPTIMALISASI PEMBERIAN EDUKASI KEPATUHAN MINUM


OBAT PASIEN TB DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI
ADAM MALIK MEDAN

Oleh :

Gietha Naurandini Pasaribu, S. Farm., Apt


NIP 199303232018012003

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


BALAI PELATIHAN KESEHATAN BATAM
2018
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN AKHIR KEGIATAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CPNS KEMENTERIAN KESEHATAN
DI BALAI PELATIHAN KESEHATAN BATAM
TAHUN 2018

OPTIMALISASI PEMBERIAN EDUKASI KEPATUHAN


MINUM OBAT PASIEN TB DI RSUP H. ADAM MALIK
MEDAN

Nama : Gietha Naurandini Pasaribu, S. Farm., Apt

NIP : 199303232018012003

Pangkat/Golongan : Penata Muda Tk.I / IIIb

Jabatan : Apoteker Ahli Pertama

Unit Kerja/Instansi : Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan

Disampaikan pada seminar laporan aktualisasi


Hari/Tanggal : Rabu, 26 September 2018
Tempat : BAPELKES BATAM

Batam, September 2018


Mengesahkan,

Coach Mentor,

dr. Wilda Hayati, MM Dra. Sampang Malem, Apt


NIP. 196506031996022001 NIP. 196008281994032002

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas
terlaksanya dengan baik kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS di
Bapelkes Batam. Demikian pula laporan ini telah tersusun dengan baik sebagai
dokumentasi kegiatan aktualisasi sebagai proses pembelajaran akhir dari latihan
dasar ini. Saya menyadari bahwa seluruh proses dalam melaksanakan kegiatan
aktualisasi ini tidak akan dapat dijalani tanpa bantuan dari banyak pihak. Untuk
itu saya ingin mengucapkan kata terima kasih kepada pihak-pihak berikut ini:
1. Direktur Utama RSUP Haji Adam Malik, dr. Bambang Prabowo, M. Kes.
2. Kepala Balai Pelatihan Kesehatan Batam, Bapak Asep Zaenal Mustofa, M.
Epid atas bimbingan selama pelatihan.
3. Kepala Instalasi Farmasi RSUP H. Adam Malik juga selaku mentor, Ibu Dra.
Sampang Malem, Apt.
4. Ibu dr. Wilda Hayati, MM selaku coach.
5. Semua teman-teman latsar CPNS golongan III atas bantuan dan kerja
samanya.
6. Bapak dan Ibu Widyaiswara dan MOT Balai Pelatihan Kesehatan Batam, atas
ilmu dan bimbingan yang diberikan kepada saya dan teman-teman selama
menjalani pelatihan dasar ini.
7. Keluarga saya yang telah memberikan doa serta dukungan moril maupun
materil kepada saya.
Saya menyadari akan keterbatasan saya dalam menyelesaikan laporan ini,
sehingga masukan berupa saran dan kritik yang membangun akan saya terima
demi perbaikan lebih lanjut. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua
pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang.

Penulis

ii
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN .......................................................................... i


KATA PENGANTAR .................................................................................. ii
DAFTAR ISI ................................................................................................ . iii
DAFTAR TABEL ......................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR .................................................................................... vi
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ........................................................................ 1
1.1.1 Dasar Penyelenggaraan.................................................. 1
1.1.2 Pola Penyelenggaraan Pelatihan Dasar.......................... 1
1.1.3 Kompetensi yang dibangun selama Pelatihan Dasar ..... 2
1.1.4 Tahapan Aktualisasi ...................................................... 3
1.1.5 Profil Organisasi ............................................................ 4
1.1.6 Visi, Misi, Nilai dan Moto Organisasi........................... 5
1.1.7 Struktur Organisasi ........................................................ 6
1.1.8 Instalasi Farmasi ............................................................ 9
1.2 Tujuan dan Manfaat ................................................................ 9
1.2.1 Tujuan ............................................................................ 9
1.2.2 Manfaat .......................................................................... 10
1.3 Ruang Lingkup ....................................................................... 10
1.4 Data Diri Peserta ..................................................................... 11
1.5 Analisis Isu ............................................................................. 11
1.5.1 Environmental Scanning ............................................... 11
1.5.2 Alat Bantu Analisis........................................................ 15
1.5.3 Rumusan Isu .................................................................. 17
1.5.4 Identifikasi Sumber Isu .................................................. 17
1.5.5 Lembar Konfirmasi........................................................ 18
1.5.6 Jadwal Kegiatan ............................................................. 18
BAB II NILAI-NILAI DASAR DAN KEDUDUKAN SERTA PERAN PNS
DALAM NKRI

iii
2.1 Konsep Nilai-nilai Dasar PNS ................................................. 19
2.1.1 Akuntabilitas ................................................................... 19
2.1.2 Nasionalisme ................................................................... 20
2.1.3 Etika Publik ..................................................................... 22
2.1.4 Komitmen Mutu .............................................................. 24
2.1.5 Anti Korupsi .................................................................... 25
2.2 Konsep Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI ................... 26
2.2.1 Manajemen ASN ............................................................. 26
2.2.2 Pelayanan Publik ............................................................. 28
2.2.3 WoG (Whole of Goverment) ........................................... 30
BAB III PELAKSANAAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI
ASN
3.1 Rancangan Kegiatan................................................................. 34
3.2 Jadwal Kegiatan ....................................................................... 44
3.3 Capaian Aktualisasi ................................................................. 48
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan ............................................................................. 63
4.2 Saran ...................................................................................... 63
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 65
LAMPIRAN

iv
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Analisis Penilaian Isu dengan AKPK ........................................... 15


Tabel 1.2 Analisis Penilaian Isu dengan USG .............................................. 16
Tabel 3.1 Jumlah, jenis, dan sumber kegiatan .............................................. 35
Tabel 3.2 Rancangan Kegiatan ..................................................................... 36
Tabel 3.3 Jadwal Kegiatan/time table ........................................................... 45

v
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Struktur Organisasi RSUP HAM .............................................. 8


Gambar 1.2 Struktur Organisasi Instalasi Farmasi RSUP HAM .................. 9
Gambar 1.3 Analisis Dampak ....................................................................... 16
Gambar 2.1 Unsur-unsur Pelayanan Publik .................................................. 30
Gambar 2.2 WoG dalam Perspektif Kebijakan Publik ................................. 31
Gambar 2.3 Faktor Pendorong WoG ............................................................ 32
Gambar 2.4 Tantangan WoG ....................................................................... 33

vi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.1.1 Dasar Penyelenggaraan
Undang-Undang No.5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
menjelaskan bahwa Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN
adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan
perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Pegawai Negeri Sipil
(PNS) sebagai salah satu unsur aparatur negara mempunyai peranan yang
sangat strategis dalam menyelenggarakan tugas-tugas umum pemerintahan
dan pembangunan. Peranan PNS tersebut sangat membutuhkan sosok PNS
yang memiliki profesionalisme dan kompetensi yang memadai agar dapat
menjalankan tugas jabatannya dengan efektif, efisien dan penuh tanggung
jawab.
Pembentukan sosok PNS professional tersebut memerlukan
pembinaan melalui jalur pelatihan. Sejalan dengan telah ditetapkannya
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (UU
ASN) dan merujuk Pasal 63 ayat (3) dan ayat (4); CPNS wajib menjalani
masa percobaan yang dilaksanakan melalui proses diklat terintegrasi untuk
membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme
dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab,
dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Dasar
penyelenggaraan pelatihan dasar CPNS selain mengacu pada UU Nomor 5
tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan PP No. 11 tahun 2017, juga
berpedoman pada Peraturan Lembaga Administrasi Negara No. 25 tahun 2017
tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan III.

1.1.2 Pola Penyelenggaraan Pelatihan Dasar


Calon Pegawai Negeri Sipil wajib menjalani masa percobaan selama 1
tahun, dan dalam periode tersebut harus melewati proses pendidikan dan
pelatihan dasar terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran,

1
semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian
yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta
kompetensi bidang. Diperlukan sebuah penyelenggaraan pelatihan yang
inovatif dan terintegrasi, yaitu penyelenggaraan pelatihan yang memadukan
pembelajaran klasikal dan non-klasikal di tempat pelatihan dan di tempat
kerja sehingga memungkinkan peserta mampu menginternalisasi,
menerapkan, dan mengaktualisasikan, serta membuatnya menjadi kebiasaan
(habituasi), dan merasakan manfaatnya, sehingga terpatri dalam dirinya
sebagai karakter PNS yang profesional sesuai bidang tugas. Melalui
pembaharuan Pelatihan tersebut, diharapkan dapat menghasilkan PNS
profesional yang berkarakter dalam melaksanakan tugas dan jabatannya
sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan
pemersatu bangsa.
Penyempurnaan dan pengayaan konsep diklat Prajabatan dilakukan
dengan mengembangkan desain diklat terintegrasi sejalan dengan
perkembangan dinamika tuntutan jabatan dan penguatan terhadap kompetensi
bidang sesuai dengan formasi jabatan yang ditetapkan. Nomenklatur Diklat
Prajabatan diubah menjadi Pelatihan Dasar Calon PNS, sebagai salah satu
jenis Pelatihan yang strategis dalam rangka pembentukan karakter PNS dan
membentuk kemampuan bersikap dan bertindak profesional mengelola
tantangan dan masalah keragaman sosial kultural dengan menggunakan
perspektif whole of government atau one government yang didasari nilai-nilai
dasar PNS yang mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS dalam Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada setiap pelaksanaan tugas
jabatannya sebagai pelayan masyarakat sebagai wujud nyata bela negara
seorang PNS.

1.1.3 Kompetensi yang dibangun selama Pelatihan Dasar


Sistem pembelajaran dalam Pelatihan Dasar Calon PNS, mewajibkan
setiap peserta pelatihan untuk mampu mengaktualisasikan substansi materi
pembelajaran yang telah dipelajari melalui proses pembiasaan diri yang

2
difasilitasi dalam pembelajaran agenda di Pelatihan Dasar Calon PNS untuk
diterapkan pada kegiatan aktuliasasi di tempat kerja. Kegiatan aktualisasi
dimaksudkan agar peserta mampu menerapkan ilmu-ilmu yang telah dipelajari
selama agenda Pelatihan Dasar Calon PNS. Pengalaman belajar pada agenda
Pelatihan Dasar Calon PNS dirancang agar peserta mendapatkan pemahaman
tentang konsepsi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu,
dan Anti Korupsi(ANEKA) melalui kegiatan pembelajaran aktualisasi di
tempat kerja dan penjelasan tentang kegiatan pembelajaran aktualisasi
sehingga peserta akan memiliki kemampuan mensintesakan substansi mata
Pelatihan ke dalam rancangan aktualisasi, pembimbingan pembelajaran
aktualisasi, melaksanakan seminar rancangan aktualisasi, melaksanakan
aktualisasi di tempat kerja dan menyusun laporan aktualisasi.
Pembentukan karakter ASN yang sesuai dengan nilai dasar tersebut
dilaksanakan pada proses pendidikan dan pelatihan (diklat) sebagai tahap
internalisasi. Melalui proses diklat latihan dasar, CPNS mendapatkan
penjelasan, pendalaman, penghayatan, dan penguasaan nilai-nilai dasar
tersebut. Selayaknya proses belajar yang baik, suatu konsep akan dapat
dikuasai secara penuh setelah diterapkan dalam proses keseharian.
Kompetensi menyusun rancangan aktualisasi, dapat diperoleh peserta dengan
proses pembimbingan dari coach (pembimbing yang ditunjuk dari lembaga
pelatihan), dan mentor (atasan peserta yang ditunjuk oleh pejabat pembina
kepegawaian instansi peserta), sehingga peserta mampu menyusun kertas
kerja rancangan aktualisasi, melaksanakan seminar rancangan aktualisasi,
menerapkan rancangan aktualisasi, dan menyusun laporan aktualisasi.

1.1.4 Tahapan Aktualisasi


Metode pembelajaran dan pelatihan menggunakan pola baru
mengharuskan peserta pelatihan dasar calon PNS mengaktualisasikan nilai-
nilai dasar PNS dan kedudukan serta peran PNS di instansi kerjanya. Peserta
diwajibkan merancang sebuah aktualisasi kegiatan terkait isu yang muncul di
tempat kerja yang akan dihabituasikan selama 78 hari di lingkungan tempat

3
peserta bekerja. Melalui Pelatihan Dasar tersebut diharapkan nantinya nilai-
nilai dasar profesi PNS dapat terbentuk, sehingga mampu mewujudkan
karakter PNS yang kuat yang dapat bekerja secara profesional sehingga dapat
mewujudkan fungsi pegawai ASN sebagai Pelaksana Kebijakan
Publik,Pelayan Publik, dan Perekat dan Pemersatu Bangsa.
Tahapan aktualisasi yang harus dilalui peserta pelatihan dasar CPNS
yaitu perancangan aktualisasi, presentasi rancangan aktualisasi, pelaksanaan
aktualisasi, pelaporan aktualisasi, dan presentasi laporan aktualisasi.
Rancangan aktualisasi ini dibuat berdasarkan isu-isu yang terjadi di
lingkungan Instalasi Farmasi dengan menggunakan beberapa metode
identifikasi isu yaitu AKPK (Aktual, Kekhalayakan, Problematik, Kelayakan)
dan USG (Urgency, Seriousness and Growth) sehingga gagasan pemecahan
isu dapat diimplementasikan dalam kegiatan di tempat kerja. Melalui
rancangan ini, diharapkan peserta CPNS mampu menerapkan nilai-nilai
ANEKA serta melihat aspek Pelayanan Publik, Manajemen ASN dan, Whole
of Government. Kegiatan aktualisasi dan habituasi ini akan dilaksanakan pada
Instalasi Farmasi RSUP H. Adam Malik Medan pada tanggal 21 Mei 2018
sampai 21 September 2018.

1.1.5 Profil Rumah Sakit H. Adam Malik Medan


RSUP H. Adam Malik yang berdiri pada tanggal 21 Juli 1993,
merupakan Rumah Sakit kelas A sesuai dengan SK Menkes Nomor
335/Menkes/SK/VII/1990 yang berlokasi di Jalan Bunga Lau Nomor 17
Medan Tuntungan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. RSUP H. Adam
Malik ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan sesuai dengan SK Menkes
Nomor 502/Menkes/SK/IX/1991.RSUP H. Adam Malik juga sebagai Pusat
Rujukan wilayah Pembangunan A yang meliputi Provinsi Sumatera Utara,
Aceh, Sumatera Barat dan Riau. RSUP H. Adam Malik telah lulus dalam
survei akreditasi tingkat paripurna oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit
(KARS), yang berlaku sejak tanggal 23 Juni 2015 hingga Juni 2018.

4
1.1.6 Visi, Misi, Nilai, dan Motto Rumah Sakit H. Adam Malik Medan
Setiap organisasi mempunyai tujuan yang ingin dicapai dan dijadikan
acuan dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatannya. Begitu pula Rumah Sakit
Umum PusatH. Adam Malik yang mempunyai visi, misi, nilai-nilai, dan
motto, yaitu:
a. Visi Rumah Sakit H. Adam Malik :
Menjadi rumah sakit pendidikan dan pusat rujukan nasional yang
terbaik dan bermutu di Indonesia pada tahun 2019.
b. Misi RSUP H. Adam Malikadalah:
1. Melaksanakan pelayanan pendidikan, penelitian dan pelatihan di
bidang kesehatan yang paripurna, bermutu dan terjangkau.
2. Melaksanakan pengembangan kompetensi sumber daya manusia
secara berkesinambungan.
3. Mengampu rumah sakit jejaring dan rumah sakit di wilayah Sumatera.
c. Tujuan RSUP. H. Adam Malik ke depannya adalah :

1. Memiliki Unggulan Cardiac Centre, Neuroscience, Fertilitas


(teknologi reproduksi berbantu), Kidney Centre.
2. Mutu berorientasi pada standar pelayanan Internasional, dengan fokus
pada keselamatan pasien
3. Pusat Rujukan, sebagai RS yang Best Practise dan menerapkan
metode baru, termasuk dalam penelitian maupun pendidikan.
d. Motto RSUP. H. Adam Malik
Motto RSUP H. Adam Malik adalah mengutamakan keselamatan
pasien dengan pelayanan sebagai berikut:
P : Pelayanan cepat
A : Akurat
T : Terjangkau
E : Efisien
N : Nyaman

5
e. Tata Nilai RSUP H. Adam Malik
1. Pasien merupakan anggota masyarakat yang memerlukan pelayanan
kesehatan maka pelayanan medis harus diberikan dengan cara benar
dan tanpa membedakan golongan, agama, suku, dan kemampuan
sesuai dengan azas keadilan sosial.
2. Memegang teguh dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika profesi dan
norma-norma religius.
3. Seluruh keputusan dan tindakan akan diambil sesuai dengan peraturan
dan ketentuan yang berlaku melalui suatu musyawarah serta dapat
dipertanggungjawabkan.
4. Pelayanan yang diberikan secara utuh, terpadu dan paripurna.
f. Budaya Badan Layanan Umum RSUP. H. Adam Malik :
1. Profesional
Bekerja secara cermat, tertib, disiplin dan semangat yang tinggi
dengan kemampuan optimal, melakukan tugas dengan pengetahuan
dan ketrampilan terkini dengan perhitungan tepat, cepat dan matang
serta berani mengambil resiko.
2. Integritas
Berlandaskan iman dan taqwa, jujur, iklas, setia, tegar dan
bertanggung jawab berdasarkan pengabdian serta rela berkorban,
lapang hati dan bijaksana.
3. Kerjasama
Memupuk saling pengertian dengan sesama pegawai, menghormati
dan menghargai pendapat pegawai yang lain. Menghayati diri sebagai
bagian dari sistem dan kesatuan organisasi.

1.1.7 Struktur Organisasi RSUP H. Adam Malik


Berdasarkan Surat Keputusan Menteri kesehatan Republik Indonesia
Nomor 244/MenKes/PER/III/2008, yang telah diubah dengan Surat
Keputusan Direktur Utama Nomor OT.01.02/XV.4.2.1/565/2018 tentang

6
Struktur Organisasi dan Tata kerja Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik,
Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan dipimpin oleh dr.
Bambang Prabowo, M.Kes selaku Direktur Utama Rumah Sakit. Direktur
Utama Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan membawahi 4
(empat) direktur. Masing-masing Direktur membawahi Kepala Bidang/Kepala
Bagian, Kepala Sub Bagian/Kepala Seksi, dan instalasi-instalasi, serta dibantu
oleh unit-unit non struktural seperti Komite Medik, Komite Mutu dan
Keselamatan Pasien, Komite Keperawatan, Komite Etik dan Hukum, Komite
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit (PPIRS), Satuan
Pemeriksaan Intern, dan Dewan Pengawas.

7
Gambar 1.1Struktur Organisasi RSUP. H. Adam Malik

8
1.1.8 Instalasi Farmasi RSUP H. Adam Malik
Instalasi farmasi RSUP H. Adam Malik dipimpin oleh seorang
apoteker yang berada dan bertanggungjawab langsung kepada Direktur Medik
dan Keperawatan.Menurut Surat Keputusan Direktur Utama RSUP H. Adam
Malik FP.01.01/XV.1.4.6/1021/2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik menyatakan bahwa instalasi
farmasi adalah unit pelayanan non struktural yang menyediakan fasilitas dan
menyelenggarakan kegiatan pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan
bahan medis habis pakai serta pelayanan farmasi klinis.

Gambar 1.2 Struktur Organisasi Instalasi Farmasi RSUP H. Adam Malik

1.2 Tujuan dan Manfaat


1.2.1 Tujuan
a. Merancang kegiatan untuk menyelesaikan isu yang ditemukan di
unit kerja.
b. Mengaktualisasikan nilai-nilai ANEKA dalam peran dan
kedudukan sebagai ASN di unit kerja.

9
1.2.2 Manfaat
a. Bagi Peserta

Kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi peserta Pelatihan


Dasar Golongan III untuk menanamkan dan membentuk karakter
ASN yang memiliki nilai-nilai dasar PNS meliputi akuntabilitas,
menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme, memiliki etika dalam
memberikan pelayanan publik, berkomitmen mutu serta
menjunjung tinggi segala bentuk tindakan anti korupsi, sehingga
mampu bersikap professional, memiliki integritas tinggi, netral
dari intervensi politik dan KKN serta memberikan pelayanan yang
memuaskan.
b. Bagi Organisasi
Kegiatan ini bertujuan agar ASN yang memiliki ANEKA akan
bekerja secara professional dan menjadi role model sehingga dapat
menginspirasi serta menularkan nilai-nilai dasar yang telah
dimilikinya, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja
kelompok (team work) dan berdampak pada peningkatan kinerja
organisasi dalam mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan.

1.3 Ruang Lingkup


Pendidikan dan pelatihan dasar CPNS Kemenkes Golongan III
angkatan I dan II diselenggarakan selama 116 hari kerja dari tanggal 2 April
2018 hingga 28 September 2018 yang terdiri dari 3 tahap:
1. Tanggal 2 April – 18 Mei 2018 on campus di Balai Pelatihan Kesehatan
(Bapelkes) Batam.
2. Tanggal 21 Mei – 21 September 2018 off campus untuk melaksanakan
kegiatan aktualisasi di unit kerja masing-masing, dalam hal ini untuk
penulis di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik.
3. Tanggal 24-28 September 2018 evaluasi aktualisasi di Balai Pelatihan
Kesehatan (Bapelkes) Batam.

10
Ruang lingkup kegiatan aktualisasi ini meliputi persiapan,
pelaksanaan serta pelayanan di Instalasi Farmasi RSUP H. Adam Malik
Medan. Berkaitan dengan kegiatan aktualisasi ini, sumber isu yang diangkat
berasal dari tugas pokok dan fungsi (Tupoksi), Sasaran Kinerja Pegawai
(SKP), kegiatan yang diinisiatif oleh peserta melalui persetujuan coach dan
mentor, serta penugasan dari atasan yang menerapkan nilai-nilai
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi
sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) serta dengan menimbang aspek
pelayanan publik, manajemen ASN serta Whole of Government.

1.4 Data Diri Peserta


Peserta, Gietha Naurandini Pasaribu, lahir di Poso pada tanggal 23
Maret 1993. Peserta adalah peserta Pelatihan Dasar CPNS Kemenkes
golongan III angkatan I yang mengikuti program pelatihan April-September
2018. Peserta ditugaskan di unit kerja RSUP H. Adam Malik Medan, tepatnya
di Instalasi Farmasi sebagai staf apoteker fungsional Farmasi Klinis.
Peserta, dalam jabatan fungsionalnya sebagai Apoteker pertama yang
ditempatkan di satuan kerja Instalasi Farmasi RSUP H. Adam Malik di bawah
Koordinator Pelayanan dan Mutu sebagai Apoteker Farmasi Klinis secara
garis besar berperan dalam fungsi pelayanan. Proses pelayanan farmasi klinis
mencakup pengkajian dan pelayanan resep, penelusuran riwayat penggunaan
obat, rekonsiliasi obat, pelayanan informasi obat (PIO), konseling, visite,
monitoring efek samping obat (MESO), evaluasi penggunaan obat, dan
dispensing sediaan steril.

1.5 Analisis Isu


1.5.1 Environmental Scanning
Aktualisasi nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitemen Mutu, dan Anti Korupsi) adalah salah satu upaya
untuk menginternalisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS pada Calon Pegawai
Negeri Sipil. Rancangan aktualisasi dibuat berdasarkan isu-isu yang ada unit

11
kerja saya di Instalasi Farmasi sebagai Apoteker Farmasi Klinis di RSUP H.
Adam Malik Medan.
Isu merupakan suatu hal yang terjadi baik di dalam maupun di luar
organisasi yang apabila tidak ditangani secara baik akan memberikan efek
negatif terhadap organisasi bahkan dapat berlanjut pada tahap krisis.
Berkaitan dengan rancangan aktualisasi ini, sumber isu yang diangkat berasal
dari tugas pokok dan fungsi (Tupoksi), Sasaran Kinerja Pegawai (SKP),
kegiatan yang diinisiatif oleh penulis melalui persetujuan coach dan mentor,
serta penugasan dari atasan. Berdasarkan kaitannya dengan Manajemen ASN,
Whole of Government (WoG), dan Pelayanan Publik, berikut ini isu yang
penulis temukan pada Instalasi Farmasi yang berkaitan dengan peran dan
kedudukan ASN antara lain :
1. Belum optimalnya kepatuhan penggunaan obat pada pasien TB.
Hasil pengamatan yang dilakukan penulis selama 2 bulan berada di
rumah sakit, bahwa ketidakpahaman pasien pada penggunaan yang benar
dapat meningkatkan ketidakpatuhan minum obat pasien. Misal pada
pasien TB yang penggunaan obatnya untuk jangka waktu lama,
ketidakpatuhan minum obat dapat menyebabkan pengobatan yang tidak
selesai dan dapat mengakibatkan resisten obat, yang biasa disebut TB
kebal obat atau TB MDR. Peningkatan pasien TB MDR yang disebabkan
karena ketidakpatuhan minum obat atau putus obat, bisa terjadi karena
obat yang sudah habis dan terlambat kontrol ke Poli, pasien lupa minum
obat akibat kurangnya pemahamana akan aturan pakai obat yang benar,
kurangnya dukungan dari keluarga atau pendamping minum obat, dan
pasien yang tidak mau minum obat karena takut terhadap efek samping
obat. Oleh karena itu diperlukan pemberian edukasi dari tenaga medis,
baik dokter, perawat, maupun farmasi kepada pasien terkait kepatuhan
minum obat pasien TB.
Kepatuhan minum obat merupakan faktor kunci keberhasilan
pengobatan tuberculosis. Ketidakpatuhan pengobatan meningkatkan
resiko kegagalan pengobatan dan relaps, serta dianggap sebagai salah satu

12
penyebab paling penting munculnya drug-resistant TB. Secara khusus,
multidrug-resistant TB (MDR-TB) dan extensively resistant TB
memunculkan ancaman serius. Pemberian edukasi mengenai kepatuhan
minum obat pasien TB di Poli DOTS masih dilakukan oleh dokter Poli
menggunakan metode komunikasi verbal. Pemberian informasi dan
konseling yang telah berlangsung di ruang tunggu pengambilan obat
Apotek rawat jalan RSUP H. Adam Malik Medan pun juga masih kurang
optimal karena keterbatasan media dan metode pemberian edukasi yang
diberikan oleh rekan sejawat kepada pasien, menyebabkan kurangnya
pemahaman pasien akan pentingnya kepatuhan minum obat.
Media edukasi yang disediakan oleh instalasi PKRS seperti leaflet
belum difungsikan dengan maksimal oleh dokter, perawat dan farmasi
sebagai pemberi edukasi. Edukasi secara verbal yang dinilai kurang
menarik perhatian pasien juga dinilai hanya dipahami pasien saat proses
edukasi saja dan beresiko mudah dilupakan oleh pasien saat pasien
kembali ke rumah.
2. Belum optimalnya penggunaan peresepan elektronik oleh dokter.
Hasil pengamatan yang dilakukan penulis selama 2 bulan berada di
rumah sakit, masih ada penulisan resep yang tidak menggunakan resep
elektronik, sehingga masih menggunakan kertas resep dan menyebabkan
proses input resep semakin lama.
3. Belum ada program untuk mendeteksi interaksi obat pada SIRS.
Penggunaan program interaksi obat dalam sistem pelayanan resep
elektronik pada SIRS diharapkan dapat membantu dalam apoteker dalam
mendeteksi interaksi obat khususnya pada pasien dengan polifarmasi
sehingga dapat menghindari efek obat yang tidak diinginkan.
4. Belum optimalnya rekonsiliasi obat pasien di IGD.
Hasil pengamatan yang dilakukan penulis selama 2 bulan berada di
rumah sakit, rekonsiliasi obat yang dibawa pasien dari luar rumah sakit
masih dilakukan saat pasien telah berada di ruangan rawat inap.

13
5. Belum optimalnya pengkajian resep obat oleh petugas depo.
Pengkajian resep obat secara oleh petugas depo dan farmasi klinis
belum dilakukan secara optimal dikarenakan panduan pengkajian yang
belum dikuasai oleh petugas depo sehingga menyebabkan pelayanan resep
yang lama.
Berdasarkan identifikasi isu yang telah dipaparkan, perlu dilakukan
proses identifikasi isu untuk menentukan isu mana yang merupakan prioritas
yang dapat dicarikan solusi oleh penulis. Guna menentukan skala prioritas isu,
diperlukan upaya untuk menganalisis secara mendalam kualitas masing-
masing isu. Proses identifikasi tersebut menggunakan alat bantu penetapan
kriteria kualitas isu. Kriteria pertama menggunakan AKPK (aktual,
kekhalayakan, problematik, dan kelayakan). Metode AKPK adalah metode
penetapan isu dengan menitikberatkan pada beberapa penilaian, yaitu :
 Aktual adalah isu yang sedang atau dalam proses kejadian, sedang hangat
dibicarakan dikalanagan masyarakat, atau isu yang diperkirakan bakal
terjadi dalam waktu dekat. Jadi bukan isu yang lepas dari perhatian
masyarakat atau isu yang sudah basi.
 Kekhalayakan adalah isu yang secara langsung menyangkut hajat hidup
orang banyak, masyarakat pelanggan pada umumnya, dan bukan hanya
untu kepentingan seseorang atau sekelompok kecil orang tertentu saja.
 Problematika adalah isu yang menyimpang dari harapan, standar,
ketentuan yang menimbulkan kegelisahaan yang perlu segera dicari
penyebab dan pemecahannya.
 Kelayakan adalah isu yang masuk akal (logis), pantas, realistis dan dapat
dibahas sesuai dengan tugas, hak, wewenang dan tanggungjawab.
Berikut tabel AKPK berdasarkan isu yang terjadi.
TAPISAN ISU
TERPILIH/TI
ISU KELAYAK PROBLEMA KEHALAYA
AKTUAL DAK
AN TIK KAN
TERPILIH
Belum optimalnya
edukasi mengenai
+ + + + +
kepatuhan minum
obat pada pasien

14
TB.
Belum optimalnya
penggunaan
peresepan + + + + +
elektronik oleh
dokter.
Belum ada
program untuk
mendeteksi + - + + -
interaksi obat
pada SIRS.
Belum optimalnya
rekonsiliasi obat + + + + +
pasien di IGD.
Belum optimalnya
pengkajian resep
+ - + + -
obat oleh petugas
depo.
Tabel 1.1 Analisis Penilaian Isu dengan AKPK

1.5.2 Alat Bantu Analisis


Dari hasil metode AKPK, didapatkan 3 isu yang memiliki hasil
penetapan yang sama. Maka dari itu digunakan metode lain sebagai penetapan
skala prioritas isu yaitu metode USG. Adapun metode penetapan isu dengan
metode USG adalah metode yang menitikberatkan pada beberapa penilaian,
yaitu:
 U (Urgency) berkaitan dengan mendesaknya waktu yang diperlukan
untuk menyelesaikan masalah tersebut. Semakin mendesak suatu masalah
untuk diselesaikan maka semakin tinggi urgency masalah tersebut.
 S (Seriousness) berkaitan dengan dampak dan pengaruhnya masalah
tersebut. Dampak ini terutama yang menimbulkan kerugian bagi
seseorang seperti dampaknya terhadap produktifitas, keselamatan jiwa
manusia. Semakin tinggi dampak masalah tersebut maka semakin serius
masalah tersebut.
 G (Growth) berkaitan dengan dampak masa depan dan perkembangannya.
Semakin cepat berkembang masalah tersebut, semakin tinggi pertumbuhan
masalahnya.

15
Berikut tabel USG isu:
ISU U S G TOTAL PERINGKAT

Belum optimalnya edukasi


mengenai kepatuhan minum 5 5 5 15 1
obat pasien TB.
Belum optimalnya
penggunaan peresepan 4 5 5 14 2
elektronik oleh dokter.
Belum optimalnya
rekonsiliasi obat pasien di 5 5 3 13 3
IGD.
Tabel 1.2 Analisis Penilaian Isu dengan USG
Dapat dilihat penajaman analisis masalah sebagai berikut :

Kondisi yang diharapkan


:
1.pasien mengerti tentang
penggunaan obat TB yang
tepat
2. berkurangnya pasien
yang mengalami kegagalan
Penyebab : terapi.
3.berkurangnya pasien TB
1. kurangnya edukasi yang menjadi MDR-TB
terhadap pasien mengenai 3. Tenaga kesehatan
melakukan edukasi
kepatuhan minum obat terhadap pasien untuk
pasien TB Kondisi saat ini : seterusnya

2. kurangnya media Belum optimalnya


promosi mengenai kepatuhan minum obat
kepatuhan minum obat pasien TB, sehingga Akibat jika tidak
pasien TB meningkatkan resiko dilaksanakan:
kegagalan terapi dan 1.kegagalan terapi
3. kurangnya motivasi dan
munculnya MDR-TB. pasien
kesadaran dari pasien 2. memperpanjang
untuk minum obat secara waktu rawat pasien
patuh 3.memicu terjadinya
MDR-TB
4. kurangnya motivasi dari
tenaga kesehatan untuk
melakukan edukasi

Gambar 1.3 Analisis Dampak

16
1.5.3 Rumusan Isu
Berdasarkan analisis USG di atas, peserta memilih isu “Belum
optimalnya edukasi kepatuhan minum obat pasien TB di RSUP H. Adam
Malik Medan”.

1.5.4 Identifikasi Sumber Isu


RSUP Haji Adam Malik Medan sebagai rumah sakit rujukan nasional
wilayah Pembangunan A yang meliputi Provinsi Sumatera Utara, Nanggroe
Aceh Darussalam, Sumatera Barat dan Riau menyelenggarakan tugas dan
fungsi dalam pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan kefarmasian yang
bermutu. Sesuai dengan standar pelayanan farmasi, apoteker berfungsi dalam
pemberian pelayanan farmasi klinis, salah satunya berupa edukasi dan
konseling. Edukasi yang dilakukan apoteker memberi pengaruh terhadap
kepatuhan minum obat pasien, termasuk pada pasien TB. Ketidakpatuhan
minum obat pasien TB dapat meningkatkan kejadian putus obat pada pasien
TB yang menyebabkan pengobatan yang tidak maksimal, dan berdampak
pada peningkatan pasien TB-MDR.
Edukasi yang baik dilakukan untuk memberi pemahaman kepada
pasien tentang pengobatan pasien secara tepat. Pemberian edukasi yang
bervariasi melalui media-media edukasi dapat memudahkan pasien dalam
mengingat dan memahami, sehingga peserta tertarik untuk melakukan edukasi
kepatuhan minum obat pasien TB dengan pemberian leaflet, buku saku dan
melalui gambar-gambar yang menarik seperti pada banner dan lembar balik.
Hal ini merupakan salah satu kegiatan untuk meningkatkan mutu pelayanan
farmasi dalam kepatuhan minum obat pasien TB. Kegiatan ini sesuai dengan
peran dan kedudukan ASN dalam NKRI pada pelayanan publik, dimana
pasien TB sebagai warga negara berhak mendapatkan pelayanan yang
maksimal.

17
1.5.5 Lembar Konfirmasi

PENGESAHAN COACH DAN MENTOR


COACH, MENTOR,

dr. Wilda Hayati, MM Dra. Sampang Malem, Apt


NIP. 196506031996022001 NIP.196008281994032002

1.5.6 Judul Laporan Aktualisasi


Optimalisasi Pemberian Edukasi Kepatuhan Minum Obat Pasien TB di
Poli DOTS RSUP H. Adam Malik Medan.

18
BAB II
NILAI-NILAI DASAR DAN KEDUDUKAN SERTA PERAN PNS DALAM
NKRI
2.1 Konsep Nilai-Nilai Dasar PNS
Sesuai dengan Undang Undang No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur
Sipil Negara (ASN).Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil dilaksanakan
mengacu pada ANEKA sebagai prinsip yang menjadi landasan dalam
menjalankan profesi yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu dan Anti Korupsi. Adapun detail dari nilai-nilai yang
terkandung dalam ANEKA adalah sebagai berikut:
2.1.1 Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau
institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Nilai-
nilai yang terkandung dalam akuntabilitas yang harus dimiliki Aparatur Sipil
Negara (ASN) untuk diterapkan di unit kerja yaitu, kepemimpinan,
transparasi, integritas, tanggung jawab, keadilan, kepercayaan, keseimbangan,
kejelasan dan konsistensi. Amanah seorang ASN adalah menjamin
terwujudnya nilai-nilai publik berikut:
a. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik
kepentingan, antara kepentingan publik dengan kepentingan sektor,
kelompok, dan pribadi.
b. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah
keterlibatan PNS dalam politik praktis.
c. Memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
d. Menunjukan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat diandalkan
sebagai penyelenggara pemerintahan.
Aspek-aspek akuntabilitas adalah sebagai berikut:
a. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan.
b. Akuntabilitas berorientasi pada hasil.
c. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan.

19
d. Akuntabilitas memerlukan konsekuensi.
e. Akuntabilitas memperbaiki kinerja.
Akuntabilitas memiliki 5 tingkatan yang berbeda, yaitu akuntabilitas
personal, akuntabilitas individu, akuntabilitas kelompok, akuntabilitas
organisasi, dan akuntabilitas stakeholder. Berdasarkan tingkatan akuntabilitas
tersebut dapat menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel dan dipahami
juga sebagai nilai-nilai akuntabilitas, yakni :
a. Kepemimpinan
b. Transparansi
c. Integritas
d. Tanggung jawab
e. Keadilan
f. Kepercayaan
g. Keseimbangan
h. Kejelasan
i. Konsistensi

2.1.2 Nasionalisme
Mata pelatihan nasionalisme memfasilitasi pembentukan nilai
Pancasila dalam menumbuhkan nasionalisme ASN sebagai pelaksana
kebijakan publik, pelayan publik, dan sebagai perekat dan pemersatu
bangsa.Makna nasionalisme secara politis merupakan manifestasi kesadaran
nasional yang mengandung cita-cita dan pendorong bagi suatu bangsa, baik
untuk merebut kemerdekaan atau mengenyahkan penjajahan maupun sebagai
pendorong untuk membangun dirinya maupun lingkungan masyarakat, bangsa
dan negaranya. Nasionalisme adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya
sendiri, sekaligus tidak merendahkan bangsa lain. Nasionalisme merupakan
pondasi bagi ASN untuk mengaktualisasikan dalam menjalankan fungsi dan
tugasnya dengan orientasi mementingkan kepentingan publik, bangsa dan
negara atau sering juga diartikan sebagai paham kebangsaan.

20
Berdasarkan pasal 10 Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang
Aparatur Sipil Negara, fungsi ASN adalah sebagai berikut :
a. ASN sebagai pelaksana kebijakan publik.
b. ASN sebagai pelayan publik.
c. ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa.
Dari fungsi tersebut, seorang ASN memiliki fungsi sebagai pelaksana
kebijakan publik yang mencakup artian bahwa ASN adalah aparat pelaksana
(eksekutor) yang melaksanakan segala peraturan perundang-undangan yang
menjadi landasan kebijakan publik di berbagai bidang dan sektor
pemerintahan.Kemudian ASN sebagai pelayan publik adalah segala bentuk
pelayanan sektor publik yang dilaksanakan aparatur pemerintah, termasuk
aparat yang bergerak di bidang perekonomian dalam bentuk barang dan jasa,
yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Dari definisi tersebut, ada tiga poin
penting yang harus diperhatikan dalam pelayanan publik yaitu :
a. Tugas pelayanan merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan
oleh aparat pemerintah.
b. Yang menjadi objek layanan adalah masyarakat atau publik.
c. Bentuk layanan yang diberikan dapat berupa barang, jasa, maupun
administratif sesuai kebutuhan masyarakat dan perundang-undangan yang
berlaku.
Sedangkan ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa memiliki arti bahwa
seorang ASN dalam menjalankan tugasnya senantiasa mengutamakan dan
mementingkan persatuan dan kesatuan.
Berdasarkan 3 fungsi ASN tersebut, peran yang dilakukan ASN harus
sesuai dengan nilai-nilai Pancasila serta Undang-Undang yang berlaku. Fungsi
nasionalisme bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah :
1. ASN yang berorientasi pada kepentingan publik dengan nilai yang
terkandungnya; ketepetan waktu, pelayanan yang akurat, ramah dan santun
dalam memberikn pelayanan, tanggung jawab, kelengkapan, kemudahan

21
mendapatkan pelayanan, variasi model pelayanan, kenyamanan, bersikap
adil dan tidak diskriminatif.
2. ASN yang berintegritas tinggi, dengan melaksanakan tugasnya dengan
jujur, bertanggung jawab dan berintegritas tinggi, melaksanakan tugasnya
dengan cermat dan disiplin, melayani dengan sikap hormat, sopan dan
tanpa tekanan, melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau
pejabat yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahan, menjaga
kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara, menggunakan kekayaan
dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif dan efisien,
menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam menjalankan tugas,
memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak
lain yang memerlukan informasi, tidak menyalahgunakan informasi, dan
melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan.
3. ASN sebagai pemersatu bangsa bersikap netral dan adil, mengawoni
kepentingan kelompok minoritas, menjadi teladan di lingkungan
masyarakat.

2.1.3 Etika Publik


Mata pelatihan ini memfasilitasi pembentukan nilai-nilai dasar etika
publik melalui pembelajaran kode etik dan perilaku pejabat publik, bentuk-
bentuk kode etik dan implikasinya, dan penerapan kode etik ASN. Etika
publik merupakan refleksi tentang standar atau norma yang menentukan baik
atau buruk, benar atau salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk
mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab
pelayanan publik.
Ada tiga fokus utama dalam pelayanan publik, yakni :
1. Pelayanan publik yang berkualitas dan relevan.
2. Sisi dimensi reflektif, etika publik berfungsi sebagai bantuan dalam
menimbang pilihan sarana kebijakan publik dan alat evaluasi.
3. Modalitas etika, menjembatani antara norma moral dan tindakan faktual.

22
Pada prinsipnya ada 3 (tiga) dimensi publik, yaitu :
1. Dimensi kualitas pelayanan publik
Etika publik menekankan pada aspek nilai dan norma, serta prinsip moral,
sehingga etika publik membentuk integritas pelayanan publik.
2. Dimensi modalitas
Etika publik bisa bertindak baik atau berperilaku sesuai standar dan
mengorganisir tindakan agar sesuai etika dengan unsur-unsur modalitas
dalam etika publik yakni akuntabilitas, transparansi, dan netralitas.
3. Dimensi tindakan integritas publik
Etika publik yang sesuai dengan nilai, tujuan dan kewajibannya untuk
memecahkan dilema moral yang tercermin dalam kesederhanaan hidup.
Nilai-nilai dasar etika publik yang tercantum dalam Undang-Undang ASN,
yakni :
1. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.
2. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan
Republik Indonesia 1945.
3. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
5. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
7. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.
8. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program
pemerintah.
9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat,
akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun.
10. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
11. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
13. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
14. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai
perangkat sistem karir.

23
Berdasarkan Undang-Undang ASN, kode etik dan kode perilaku ASN yakni
sebagai berikut :
1. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan
berintegritas tinggi.
2. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin.
3. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan.
4. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan perundangan yang
berlaku.
5. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat yang
berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan dan etika pemerintahan.
6. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara.
7. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung
jawab, efektif, dan efisien.
8. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan
tugasnya.
9. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak
lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan.
10. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan,
dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat
bagi diri sendiri atau orang lain.
11. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan
integritas ASN.
12. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai disiplin
pegawai ASN.

2.1.4 Komitmen Mutu


Komitmen mutu bertujuan untuk memberikan kepuasan masyarakat
dalam pelayanan publik.Penilaian mutu berdasarkan pada subyektifitas
seseorang. Untuk mengukur penilaian tersebut perlu adanya standar pelayanan
sehingga sebuah mutu pelayanan dapat terkontrol dengan baik. Mata pelatihan

24
ini memfasilitasi pembentukan nilai dasar inovatif dan komitmen mutu
melalui pembelajaran tentang efektivitas, efisiensi, inovasi dan kualitas
penyelenggaraan pemerintahan, dan konsekuensi dari perubahan. Komitmen
mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi pada
kualitas hasil. Adapun nilai-nilai komitmen mutu antara lain, mengedepankan
komitmen terhadap kepuasan dan memberikan layanan yang menyentuh hati,
untuk menjaga dan memelihara.
Berikut adalah nilai-nilai yang perlu diperhatikan dalam komitmen
mutu antara lain:
1. Bekerja dengan berorientasi pada mutu.
2. Inovatif.
3. Selalu melakukan perbaikan mutu.
4. Membangun komitmen pegawai untuk jangka panjang.
5. Membangun kerjasama antar pegawai yang dilandasi kepercayaan dan
kejujuran.
6. Memfokuskan kegiatan pada kepuasan pelanggan, baik internal maupun
eksternal.
7. Menampilkan kinerja tanpa cacat (zerodefect) dan tanpa pemborosan
(zerowaste), sejak memulai setiap pekerjaan.
8. Menjalankan fungsi pengawasan secara efektif dan efisien dalam bekerja.

2.1.5 Anti Korupsi


Korupsi adalah tindakan melanggar hukum dengan tujuan untuk
memperkaya diri sendiri maupun golongan. Pelatihan Anti Korupsi ini
memfasilitasi pembentukan nilai-nilai dasar anti korupsi melalui penyadaran
anti korupsi, menjauhi perilaku korupsi, membangun sistem integritas, dan
proses internalisasi nilai-nilai dasar anti korupsi. Anti korupsi adalah tindakan
atau gerakan yang dilakukan untuk memberantas segala tingkah laku atau
tindakan yang melawan norma-norma dengan tujuan memperoleh keuntungan
pribadi, merugikan negara atau masyarakat baik secara langsung maupun
tidak.

25
Kesadaran anti korupsi yang telah mencapai puncak tertinggi akan
menyentuh spiritual accountability, sehingga akan selalu ingat pada Tuhan
yang pada dasarnya merupakan tujuan hidup dan kesadaran bahwa hidup
mereka harus dipertanggungjawabkan. Spiritual accountability yang baik akan
menghasilkan niat baik, yang akan menghasilkan visi dan misi yang baik,
selanjutnya akan diterjemahkan dalam usaha yang terbaik untuk mendapatkan
hasil yang terbaik. Hubungan konsekuensi tersebut idealnya dapat menjamin
bahwa pemilik spiritual accountability yang baik akan mendorong public
accountability yang baik pula, dan tentunya tidak akan tergerak dan
mempunyai niat sedikit pun untuk membuat kerusakan di muka termasuk di
dalamnya adalah melakukan korupsi, sebaliknya justru akan mempunyai niat
yang sangat kuat untuk menghindari korupsi. Nilai-nilai yang terkandung
dalam aspek anti korupsi antara lain:
1. Kejujuran
2. Kepedulian
3. Kemandirian
4. Kedisiplinan
5. Tanggung jawab
6. Kerja keras
7. Sederhana
8. Berani
9. Keadilan

2.2 Konsep Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI


2.2.1 Manajemen ASN
Pengertian Aparatur Sipil Negara Menurut UU Nomor 5 Tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Negara adalah pegawai negeri sipil dan pegawai
pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat pembina
kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau
diserahi tugas Negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang
undangan. Selanjutnya yang dimaksud dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS)

26
adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat
sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk
menduduki jabatan pemerintahan. Sedangkan yang dimaksud dengan Pegawai
Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) adalah warga negara Indonesia
yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja
untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan.
Pengelolaan atau manajemen ASN adalah kebijakan dan praktek dalam
mengelola aspek manusia atau SDM dalam organisasi, baik untuk PNS
maupun PPK. Manajemen ASN akan membuat seorang ASN mengerti apa
saja kedudukan, peran, hak, kewajiban dan kode etik ASN.
1. Kedudukan ASN
Kedudukan ASN berada di pusat, daerah, dan luar negeri, namun demikian
pegawai ASN merupakan satu kesatuan.
2. Peran ASN
Peran ASN adalah sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik,
dan perekat pemersatu bangsa.
3. Hak dan kewajiban ASN
Seorang ASN mempunyai kewajiban dan hak sebagai berikut:
a. Gaji, tunjangan dan fasilitas
b. Cuti
c. Jaminan pensiun dan jaminan hari tua
d. Perlindungan
e. Pengembangan kompetensi
4. Kode etik dan kode perilaku ASN
Kode etik dan kode perilaku bertujuan untuk menjaga martabat dan
kehormatan ASN. Kode etik dan kode perilaku berisi pengaturan perilaku
agar pegawai ASN:
a. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan
berintegritas tinggi;
b. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin;
c. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan;

27
d. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan;
e. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat
yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan dan etika pemerintahan;
f. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara;
g. Menggunakan kekayaan dan BMN secara bertanggung jawab, efektif,
dan efisien; Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam
melaksanakan tugasnya;
h. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada
pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan;
i. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status,
kekuasaan, dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan
atau manfaat bagi diri sendiri atau orang lain;
j. Memagang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan
integritas ASN; dan
k. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai
disiplin pegawai ASN.

2.2.2 Pelayanan Publik


Pelayanan publik dapat diartikan sebagai pemberian layanan
(melayani) keperluan orang atau masyarakat yang mempunyai kepentingan
pada organisasi itu sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang telah
ditetapkan. Sebagaimana telah dikemukakan terdahulu bahwa pemerintahan
pada hakekatnya adalah pelayanan kepada masyarakat. Karenanya Birokrasi
publik berkewajiban dan bertanggung jawab untuk memberikan layanan yang
baik dan profesional (Tesis Irsan, 2012:9). Prinsip pelayanan publik yang baik
untuk mewujudkan pelayanan prima adalah:
1. Partisipatif
Pemerintah perlu melibatkan masyarakat dalam merencanakan,
melaksanakan, dan mengevaluasi hasilnya.

28
2. Transparan
Pemerintah harus menyediakan akses bagi warga negara untuk mengetahui
segala hal terkait pelayanan publik yang diselenggarakan.Masyarakat juga
harus diberi akses untuk mempertanyakan dan menyampaikan pengaduan
apabila merasa tidak puas terhadap pelayanan publik pemerintah.
3. Responsif
Pemerintah wajib mendengar dan memenuhi tuntutan kebutuhan warga
negara. Birokrasi wajib mendengarkan aspirasi dan keinginan masyarakat
yang menduduki posisi sebagai agen pelayanan publik.
4. Tidak diskriminatif
Tidak ada perbedaan pemberian layanan kepada masyarakat atas dasar
perbedaan identitas warga negara.
5. Mudah dan murah
Mudah artinya berbagai persyaratan yang dibutuhkan tersebut masuk akal
dan mudah untuk dipenuhi.Murah artinya biaya yang diperlukan dapat
dijangkau oleh seluruh warga negara.
6. Efektif dan efisien
Efektif, mampu mewujudkan tujuan yang hendak dicapai (untuk
melaksanakan mandat konstitusi dan mencapai tujuan strategis negara
dalam jangka panjang). Efisien, cara mewujudkan tujuan dilakukan
dengan prosedur sederhana, tenaga kerja yang sedikit, dan biaya yang
murah.
7. Aksesibel
Pelayanan publik yang harus dapat dijangkau oleh warga negara yang
membutuhkan dalam arti fisik (dekat, terjangkau dengan kendaraan publik,
mudah ditemukan, dan lain – lain) dan dapat dijangkau dalam arti non –
fisik yang terkait dengan biaya dan persyaratan yang harus dipenuhi.
8. Akuntabel
Penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dipertanggungjawabkan
secara terbuka kepada masyarakat melalui media publik baik secara cetak
maupun elektronik.

29
9. Berkeadilan
Penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dijadikan sebagai alat
pelindung kelompok rentan dan mampu menghadirkan rasa keadilan bagi
kelompok lemah ketika berhadapan dengan kelompok kuat.
Terdapat 3 unsur penting dalam pelayanan publik, yakni

Gambar 2.1 Unsur-unsur pelayanan publik

2.2.3 Whole of Goverment


WoG didefinisikan sebagai “Suatu model pendekatan integratif
fungsional satu atap” yang digunakan untuk mengatasi wicked problems yang
sulit dipecahkan dan diatasi karena berbagai karakteristik atau keadaan yang
melekat antara lain: tidak jelas sebabnya, multi dimensi, menyangkut
perubahan perilaku.

30
Gambar 2.2 Wog Dalam Perspektif Kebijakan Publik

WoG adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang


menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor
dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan
pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik.Oleh
karenanya WoG juga dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu
pendekatan yang melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait dengan
urusan-urusan yang relevan.
Terdapat beberapa alasan yang menyebabkan mengapa WoG menjadi
penting dan tumbuh sebagai pendekatan yang mendapatkan perhatian dari
pemerintah.Pertama, adalah adanya faktor-faktor eksternal seperti dorongan
publik dalam mewujudkan integrasi kebijakan, program pembangunan dan
pelayanan agar tercipta penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik.Selain
itu perkembangan teknologi informasi, situasi dan dinamika kebijakan yang
lebih kompleks juga mendorong pentingnya WoG dalam menyatukan institusi

31
pemerintah sebagai penyelenggara kebijakan dan layanan publik. Kedua,
terkait faktor-faktor internal dengan adanya fenomena ketimpangan kapasitas
sektoral sebagai akibat dari adanya nuansa kompetisi antar sektor dalam
pembangunan. Satu sektor bisa menjadi sangat superior terhadap sektor lain,
atau masing-masing sektor tumbuh namun tidak berjalan beriringan,
melainkan justru kontra produktif atau “saling membunuh”. Masing-masing
sektor menganggap bahwa sektornya lebih penting dari yang lainnya. Ketiga,
khususnya dalam konteks Indonesia, keberagaman latar belakang nilai,
budaya, adat istiadat, serta bentuk latar belakang lainnya mendrong adanya
potensi disintegrasi bangsa. Pemerintah sebagai institusi formal berkewajiban
untuk mendorong tumbuhnya nilai-nilai perekat kebangsaan yang akan
menjamin bersatunya elemen-elemen kebangsaan ini dalam satu frame NKRI.
a. Faktor pendorong

Gambar 2.3 Faktor Pendorong Wog

32
b. Tantangan Wog

Gambar 2.4 Tantangan Wog

33
BAB III
PELAKSANAAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN
3.1 Formulir 1 : Rancangan Kegiatan
Unit Kerja : Instalasi Farmasi RSUP H. Adam Malik Medan
Identifikasi Isu :
Masih terdapatnya pasien TB yang tidak patuh minum obat karena ketidakpahaman pasien tentang pentingnya terapi yang teratur
sehingga mengakibatkan pengobatan yang tidak optimal dan dapat memicu peningkatan jumlah kasus TB-MDR.
Isu yang diangkat :
“Belum optimalnya edukasi kepatuhan minum obat pada pasien TB (Pelayanan Publik)”
Gagasan pemecahan masalah :
Pemberian edukasi mengenai kepatuhan minum obat pada pasien TB dengan menggunakan media leaflet, banner, dan buku saku
melalui kegiatan-kegiatan yang tertera dalam tabel di bawah ini.

34
Tabel 3.1 Jumlah, jenis, dan sumber kegiatan
NO KEGIATAN SUMBER KEGIATAN
Penggalangan dukungan dan pemaparan rancangan aktualisasi dengan Kepala Instalasi Rawat Jalan
1 Penugasan Pimpinan
dan Kepala Poli DOTS
Koordinasi dengan instalasi PKRS terkait perizinan penyuluhan dan pembuatan leaflet, banner, dan
2 Penugasan Pimpinan
buku saku.
3 Survei mengenai kepatuhan minum obat pasien TB Kreatifitas

4 Persiapan alat dan bahan serta pembuatan media edukasi Kreatifitas

5 Penyuluhan mengenai kepatuhan minum obat pasien TB di ruang tunggu Poli Kreatifitas

6 Pemberian informasi obat terkait kepatuhan minum obat pada pasien TB di Poli DOTS SKP

7 Monitoring evaluasi hasi kegiatan Kreatifitas

8 Pelaporan hasil kegiatan Penugasan Pimpinan

35
Tabel 3.2 Rancangan Kegiatan

PENGUATAN
KONTRIBUSI TERHADAP
OUTPUT/HASIL KETERKAITAN SUBSTANSI MATA NILAI-NILAI
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN VISI DAN MISI
KEGIATAN PELATIHAN ORGANISASI
ORGANISASI (manfaat)
(Dampak Positif)

1 2 3 4 5 6 7
1. Penggalangan dukungan Membuat surat permohonan Surat permohonan  Etika Publik Dalam hal melakukan Melakukan
dan pemaparan program izin pelaksanaan kegiatan. izin pelaksanaan cermat dalam membuat surat penggalangan dukungan dan penggalangan
aktualisasi kepada Kepala kegiatan.  Komitmen Mutu pemaparan program dukungan
Instalasi Rawat Jalan dan komunikasi efektif aktualisasi dengan Kepala pemaparan
Kepala Poli DOTS Menjelaskan maksud dan Adanya  Akuntabilitas Instalasi Rawat Jalan dan rancangan
tujuan serta melakukan diskusi pemahaman kejelasan Kepala Ruangan Poli DOTS aktualisasi dengan
dengan Kepala Poli DOTS tentang rancangan  Nasionalisme dikedepankan nilai-nilai Kepala Instalasi dan
aktualisasi dan disiplin waktu ANEKA sesuai dengan misi Kepala Ruangan
RSUP H. Adam Malik Medan Poli DOTS sesuai
kesepakatan  Etika Publik
mengenai edukasi yaitu : dengan nilai
menghargai komunikasi, konsultasi, dan
kepatuhan minum Melaksanakan ANEKA,
kerjasama yang santun.
pengembangan kompetensi mendukung juga
obat pasien TB  Komitmen Mutu
sumber daya manusia nilai-nilai organisasi
berkomunikasi dengan efektif
secara berkesinambungan. yaitu:
 Anti Korupsi
Profesional
bekerja dengan jujur dan berani Visi RSUP H.Adam Malik: Integritas
Meminta persetujuan terkait Surat persetujuan  Etika Publik Menjadi rumah sakit Kerjasama
pelaksanaan kegiatan. melakukan bekerja sesuai aturan pendidikan dan pusat rujukan
kegiatan nasional yang terbaik dan
bermutu di Indonesia pada
tahun 2019

36
1 2 3 4 5 6 7
2. Koordinasi dengan Membuat surat undangan Surat undangan  Etika Publik Dalam hal melakukan Melakukan
instalasi PKRS terkait pertemuan kepada instalasi pertemuan untuk cermat dalam membuat surat koordinasi dengan instalasi koordinasi dengan
perizinan penyuluhan dan PKRS terkait perizinan instalasi PKRS  Komitmen Mutu PKRS terkait perizinan instalasi PKRS
pembuatan leaflet, komunikasi efektif penyuluhan dan pembuatan terkait perizinan
banner, dan buku saku. leaflet, banner, dan buku saku penyuluhan dan
dikedepankan nilai-nilai pembuatan leaflet,
ANEKA sesuai dengan misi banner, dan buku
RSUP H. Adam Malik Medan saku sesuai dengan
Melaksanakan pertemuan dan Dokumentasi  Akuntabilitas yaitu : nilai ANEKA,
permintaan izin pertemuan kejelasan Melaksanakan mendukung juga
 Nasionalisme pengembangan kompetensi nilai-nilai organisasi
disiplin waktu sumber daya manusia secara yaitu:
 Etika Publik berkesinambungan. Profesional
menghargai komunikasi, konsultasi, dan Integritas
kerjasama yang santun. Visi RSUP H.Adam Malik: Kerjasama
 Komitmen Mutu Menjadi rumah sakit
berkomunikasi dengan efektif pendidikan dan pusat rujukan
nasional yang terbaik dan
 Anti Korupsi
bekerja dengan jujur dan berani bermutu di Indonesia pada
tahun 2019
Pengesahan leaflet, banner, dan Izin tertulis  Etika Publik
buku saku. pencetakan leaflet, bekerja dengan cermat dan taat aturan
banner, dan buku
saku yang disetujui.

37
1 2 3 4 5 6 7
3. Survei mengenai1. Membuat daftar pertanyaan 1. Daftar pertanyaan  Etika Publik Dalam hal melakukan survei Melakukan survey
kepatuhan minum obat cermat membuat pertanyaan mengenai kepatuhan minum mengenai kepatuhan
pasien TB  Komitmen Mutu obat pasien TB dikedepankan minum obat pasien
inovatif dan efektif nilai-nilai ANEKA sesuai TB sesuai dengan
 Anti Korupsi dengan misi RSUP H. Adam nilai ANEKA,
bekerja keras Malik Medan yaitu : mendukung juga
Melaksanakan pelayanan nilai-nilai organisasi
pendidikan, penelitian dan yaitu:
2. Melakukan wawancara 2. Hasil survei  Nasionalisme pelatihan di bidang Profesional
dengan pasien mengenai bersikap adil dan jujur kesehatan yang paripurna, Integritas
kepatuhan minum  Etika Publik bermutu dan terjangkau. Kerjasama
obat pasien TB menghargai komunikasi yang santun.
 Komitmen Mutu Melaksanakan
berkomunikasi dengan efektif dan pengembangan kompetensi
efisien waktu untuk melihat gambaran sumber daya manusia secara
kepatuhan minum obat pasien berkesinambungan.
3. Membuat laporan hasil survei3. Laporan hasil  Akuntabilitas Visi RSUP H.Adam Malik:
survei transparan, konsisten dan berintegritas Menjadi rumah sakit
 Anti Korupsi pendidikan dan pusat rujukan
bekerja keras dan jujur nasional yang terbaik dan
bermutu di Indonesia pada
tahun 2019

38
1 2 3 4 5 6 7
4. Persiapan alat dan bahan Mengumpulkan referensi terkait Materi tentang  Akuntabilitas Dalam hal melakukan Melakukan
serta media edukasi kepatuhan minum obat pasien kepatuhan minum tanggung jawab persiapan alat dan bahan serta persiapan alat dan
TB. obat pasien TB.  Nasionalisme media edukasi dikedepankan bahan serta media
kerja keras nilai-nilai ANEKA sesuai edukasi sesuai
 Etika Publik dengan misi RSUP H. Adam dengan nilai
cermat dalam mengumpulkan referensi Malik Medan yaitu: ANEKA,
Melaksanakan pelayanan mendukung juga
1. Pencetakan leaflet, banner, dan Cetakan leaflet,  Akuntabilitas pendidikan, penelitian dan nilai-nilai organisasi
buku saku banner, dan buku konsisten sesuai dengan referensi pelatihan di bidang yaitu:
kesehatan yang paripurna, Profesional
saku yang telah  Etika Publik
disetujui PKRS. taat pada aturan yang berlaku bermutu dan terjangkau. Integritas
Kerjasama
 Komitmen Mutu
Melaksanakan
berinovasi dan berorientasi mutu
pengembangan kompetensi
2. Pemasangan banner di Poli Banner terpasang  Nasionalisme sumber daya manusia
DOTS adil secara berkesinambungan.
 Etika Publik Visi RSUP H.Adam Malik:
taat pada aturan Menjadi rumah sakit
 Anti Korupsi pendidikan dan pusat rujukan
bekerja keras dan mandiri nasional yang terbaik dan
bermutu di Indonesia pada
tahun 2019

39
1 2 3 4 5 6 7
5. Penyuluhan mengenai Membuat presentasi Powerpoint  Akuntabilitas Dalam hal melakukan Melakukan
kepatuhan minum obat penyuluhan edukasi kepatuhan penyuluhan tanggung jawab penyuluhan mengenai penyuluhan
pasien TB di ruang minum obat pasien TB  Nasionalisme kepatuhan minum obat pasien mengenai kepatuhan
tunggu Poli. kerja keras TB dikedepankan nilai-nilai minum obat pasien
 Etika Publik ANEKA sesuai dengan misi TB sesuai dengan
cermat dalam mengumpulkan referensi RSUP H. Adam Malik Medan nilai ANEKA,
 Komitmen Mutu yaitu: mendukung juga
berinovasi dan berorientasi mutu Melaksanakan pelayanan nilai-nilai organisasi
pendidikan, penelitian dan yaitu:
Menyiapkan sarana dan Daftar hadir  Akuntabilitas pelatihan dibidang kesehatan Profesional
prasarana penyuluhan penyuluhan, laptop, tanggung jawab yang paripurna, bermutu Integritas
infocus.  Nasionalisme dan terjangkau. Kerjasama
disiplin waktu
 Anti Korupsi Melaksanakan
peduli dan bekerja secara mandiri pengembangan kompetensi
sumber daya manusia secara
Melakukan penyuluhan Terlaksana  Akuntabilitas
penyuluhan. berkesinambungan.
tanggung jawab
Visi RSUP H.Adam Malik:
 Nasionalisme
Menjadi rumah sakit
disiplin waktu
pendidikan dan pusat rujukan
 Etika Publik nasional yang terbaik dan
berkomunikasi dengan santun bermutu di Indonesia pada
 Komitmen Mutu tahun 2019
menggunakan waktu dengan efisien
 Anti Korupsi
bekerja dengan jujur dan berani

40
1 2 3 4 5 6 7
6. Pemberian informasi
1. Persiapan leaflet, buku saku, 1. Print out leaflet,  Akuntabilitas Dalam hal melakukan Melakukan
obat dan konseling dan lembar konseling pasien. buku saku, dan tanggung jawab pemberian informasi obatdan pemberian
kepatuhan minum obat lembar konseling.  Nasionalisme konseling mengenai kepatuhan informasi obat dan
pada pasien TB di Poli kerja keras minum obat pasien TB di Poli konseling kepatuhan
DOTS  Etika Publik DOTS dikedepankan nilai- minum obat pasien
cermat dalam mengumpulkan referensi nilai ANEKA sesuai dengan TB di Poli DOTS
 Komitmen Mutu misi RSUP H. Adam Malik sesuai dengan nilai
berinovasi dan berorientasi mutu Medan yaitu: ANEKA,
Melaksanakan pelayanan mendukung juga
2. Pemberian informasi obat dan2. Pemahaman pasien  Akuntabilitas pendidikan, penelitian dan nilai-nilai organisasi
informasi terkait kepatuhan mengenai kejelasan pelatihan dibidang yaitu:
minum obat pada pasien TB kepatuhan minum  Nasionalisme kesehatan yang paripurna, Profesional
obat adil kepada setiap pasien bermutu dan terjangkau. Integritas
Kerjasama
 Etika Publik
Melaksanakan
berkomunikasi yang santun
pengembangan kompetensi
 Komitmen Mutu
sumber daya manusia secara
berkomunikasi dengan efektif
berkesinambungan.
 Anti Korupsi Visi RSUP H.Adam Malik:
bekerja dengan jujur dan berani Menjadi rumah sakit
pendidikan dan pusat rujukan
nasional yang terbaik dan
bermutu di Indonesia pada
3. Pembagian leafleat dan buku 3. Tersebarnya leaflet  Nasionalisme tahun 2019.
saku dan buku saku adil kepada setiap pasien
kepada pasien  Anti Korupsi
peduli dan adil

41
1 2 3 4 5 6 7
7. Monitoring evaluasi hasil1. Menyiapkan lembar survei 1. Lembar survei  Etika Publik Dalam hal melakukan Melakukan
kegiatan cermat membuat pertanyaan monitoring evaluasi hasil melakukan
 Komitmen Mutu kegiatandikedepankan nilai- monitoring evaluasi
inovatif dan efektif nilai ANEKA sesuai dengan hasil kegiatansesuai
 Anti Korupsi misi RSUP H. Adam Malik dengan nilai
bekerja keras Medan yaitu: ANEKA,
Survei pemahaman pasien2. Hasil survei  Nasionalisme Melaksanakan pelayanan mendukung juga
mengenai kepatuhan minum pemahaman pasien bersikap adil dan jujur pendidikan, penelitian dan nilai-nilai organisasi
obat pasien  Etika Publik pelatihan dibidang yaitu:
menghargai komunikasi yang santun. kesehatan yang paripurna, Profesional
 Komitmen Mutu bermutu dan terjangkau. Integritas
berkomunikasi dengan efektif dan Kerjasama
efisien waktu untuk melihat gambaran Melaksanakan
kepatuhan minum obat pasien pengembangan kompetensi
sumber daya manusia secara
Menilai hasil survei 3. Data hasil  Akuntabilitas
pemahaman pasien penilaian berkesinambungan.
transparan, konsisten dan berintegritas
Visi RSUP H.Adam Malik:
 Anti Korupsi
Menjadi rumah sakit
bekerja keras dan jujur
pendidikan dan pusat rujukan
nasional yang terbaik dan
bermutu di Indonesia pada
tahun 2019

42
1 2 3 4 5 6 7
8. Pelaporan hasil kegiatan Melaporkan kegiatan Tanda tangan  Akuntabilitas Dalam hal melakukan Melakukan
penyuluhan kepada Kepala Kepala Instalasi transparan pelaporan hasil melakukan
Instalasi PKRS PKRS di daftar  Nasionalisme kegiatandikedepankan nilai- pelaporan hasil
hadir penyuluhan disiplin waktu nilai Akuntabilitas, kegiatansesuai
 Etika Publik Nasionalisme, Etika Publik, dengan nilai
menghargai komunikasi, konsultasi, dan Komitmen Mutu, dan Anti ANEKA,
kerjasama yang santun. Korupsi sesuai dengan misi mendukung juga
 Komitmen Mutu RSUP H. Adam Malik Medan nilai-nilai organisasi
berkomunikasi dengan efektif yaitu: yaitu:
 Anti Korupsi Melaksanakan pelayanan Profesional
bekerja dengan jujur dan berani pendidikan, penelitian dan Integritas
1. Melaporkan hasil survei terkait Kepala Poli TB  Akuntabilitas pelatihan dibidang Kerjasama
kepatuhan minum obat pasien Dots mengetahui transparan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau.
setelah melakukan aktualisasi hasil kegiatan yang  Nasionalisme
kepada Kepala Poli TB Dots. dilakukan disiplin waktu
Melaksanakan
 Etika Publik
pengembangan kompetensi
menghargai komunikasi, konsultasi, dan
sumber daya manusia secara
kerjasama yang santun.
berkesinambungan.
 Komitmen Mutu Visi RSUP H.Adam Malik:
berkomunikasi dengan efektif Menjadi rumah sakit
 Anti Korupsi pendidikan dan pusat rujukan
bekerja dengan jujur dan berani nasional yang terbaik dan
2. Menyusun laporan kegiatan Printout laporan  Akuntabilitas bermutu di Indonesia pada
kegiatan transparan tahun 2019
 Komitmen Mutu
berorientasi pada mutu
 Anti Korupsi
bekerja dengan jujur

43
3.2 Jadwal Kegiatan/Time Table
Kegiatan aktualisasi mengenai isu Belum Optimalnya Kepathuan Minum Obat
Pasien TB di RSUP H. Adam Malik Medan dilakukan di Poli DOTS RSUP H. Adam
Malik Medan mulai tanggal tanggal 21 Mei – 21 September 2018. Dengan difasilitasi
mentor dari RSUP H. Adam Malik Medan yaitu Dra. Sampang Malem, Apt dan coach
dari Bapelkes Batam yaitu Ibu dr. Wilda Hayati, MM.

44
Tabel 3.3 Jadwal Kegiatan/Time Table
MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT/HASIL
III IV I II III IV I II III IV I II III IV V I II III
1. Penggalangan Membuat surat permohonan Penetapan tanggal
dukungan dan izin pelaksanaan kegiatan. pertemuan
pemaparan rancangan Menjelaskan maksud dan Adanya pemahaman
aktualisasi dengan tujuan serta melakukan tentang rancangan
Kepala Instalasi diskusi dengan Kepala aktualisasi dan
Rawat Jalan dan Ruangan Poli DOTS kesepakatan mengenai
Kepala Poli DOTS edukasi kepatuhan
minum obat pasien TB
Meminta persetujuan terkait Surat persetujuan
pelaksanaan kegiatan. melakukan kegiatan
2. Koordinasi dengan Membuat surat undangan Surat izin untuk
instalasi PKRS terkait pertemuan kepada instalasi instalasi PKRS
perizinan penyuluhan PKRS terkait perizinan
dan pembuatan Melaksanakan pertemuan Dokumentasi
leaflet, banner, dan dan permintaan izin pertemuan
buku saku. Pengesahan leaflet, banner, Izin tertulis pencetakan
dan buku saku. leaflet, banner, dan
buku saku yang
disetujui.
3. Survei mengenai4. Membuat daftar pertanyaan
4. Daftar pertanyaan
kepatuhan minum
obat pasien TB 5. Melakukan wawancara 5. Hasil survei mengenai
dengan pasien kepatuhan minum obat
pasien TB
6. Membuat laporan hasil 6. Laporan hasil survei
survei

45
MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT/HASIL
III IV I II III IV I II III IV I II III IV V I II III
4. Persiapan alat dan Mengumpulkan referensi
1. Materi tentang
bahan serta media terkait kepatuhan minum kepatuhan minum obat
edukasi obat pasien TB pasien TB
3. Pencetakan leaflet, banner,2. Cetakan leaflet, banner,
dan buku saku. dan buku saku yang
telah disetujui PKRS.
4.
Pemasangan banner di Poli3. Banner terpasang
DOTS
5. Penyuluhan mengenai Membuat presentasi Powerpoint penyuluhan
kepatuhan minum penyuluhan kepatuhan
obat pasien TB di minum obat pasien TB
ruang tunggu Poli. Menyiapkan saran dan Daftar hadir
prasarana penyuluhan penyuluhan, laptop,
infocus.
Melakukan penyuluhan Terlaksananya
penyuluhan
6. Pemberian informasi 4. Persiapan leaflet, buku 4. Leaflet, buku saku, dan
obat terkait kepatuhan saku dan lembar balik lembar balik
minum obat pada
pasien TB di Poli 5. Pemberian informasi obat 5. Pemahaman pasien
DOTS mengenai kepatuhan mengenai kepatuhan
minum obat pada pasien minum obat
TB
6. Pembagian leaflet, banner,6. Tersebarnya leaflet,
dan buku saku. banner, dan buku saku
kepada pasien

46
MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT/HASIL
III IV I II III IV I II III IV I II III IV V I II III
7. Monitoring evaluasi
2. Menyiapkan lembar survei4. Lembar survei
hasil kegiatan
Survei pemahaman pasien5. Hasil survei
mengenai kepatuhan pemahaman pasien
minum obat pasien
Menilai hasil survei 6. Data hasil penilaian
pemahaman pasien

8. Pelaporan hasil Melaporkan kegiatan Tanda tangan Kepala


kegiatan penyuluhan kepada Kepala Instalasi PKRS di
Instalasi PKRS daftar hadir penyuluhan

3. Melaporkan hasil survei Kepala Poli TB Dots


terkait kepatuhan minum mengetahui hasil
obat pasien setelah kegiatan yang
melakukan aktualisasi dilakukan
kepada Kepala Poli TB
Dots.
4. Menyusun laporan kegiatan Printout laporan
kegiatan

47
3.4 Capaian Aktualisasi

Kegiatan/Tahapan Penggalangan dukungan dan pemaparan rancangan aktualisasi dengan


Kegiatan 1 Kepala Instalasi Rawat Jalan dan Kepala Poli DOTS :
1. Membuat surat permohonan pelaksanaan kegiatan.
2. Menjelaskan maksud dan tujuan serta melakukan diskusi dengan
Kepala Poli DOTS
3. Meminta persetujuan terkait pelaksanaan kegiatan.
Tanggal Pelaksanaan 04 Juni 2018 - 05 Juni 2018
Deskripsi Kegiatan dan Pelaksanaan pemaparan penggalangan dukungan rancangan kegiatan
Teknik Aktualisasi aktualisasi ke Kepala Instalasi Rawat Jalan dan kepala Poli DOTS
Penerapan Nilai Dasar diawali dengan membuat surat permohonan izin pelaksanaan kegiatan
ASN yang ditujukan kepada Kepala Instalasi rawat jalan untuk melakukan
kegiatan di Poli DOTS dan MDR dengan cermat, bahasa yang santun,
dan teliti untuk memberikan gambaran terkait tujuan pelaksanaan
kegiatan aktualisasi di Poli DOTS kepada Kepala Poli DOTS serta
jadwal pelaksanaan kegiatan yang jelas melalui surat dan lampiran
surat. Sikap ini sesuai dengan nilai etika publik dan komitmen mutu.
Setelah surat permohonan izin dibuat, peserta melakukan pertemuan
dengan Kepala Poli DOTS pada tanggal 5 Juni 2018 untuk menjelaskan
secara langsung dengan jelas dan mendetil. Diskusi juga dilakukan
terkait teknis pelaksanaan kegiatan yang sesuai dengan kondisi
pelayanan yang berlangsung sehari-hari di Poli DOTS dengan
mengedepankan komunikasi, transparansi, tidak mementingkan diri
sendiri, serta mematuhi hukum yang ada. Sikap ini sesuai dengan
dengan nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen
mutu dan anti korupsi. Setelah melakukan diskusi dan memperoleh
kesepakatan terkait teknis setiap kegiatan aktualisasi, peserta meminta
persetujuan Kepala Poli DOTS untuk melaksanakan kegiatan.
Persetujuan dibuat dalam bentuk surat izin di atas kertas yang
ditandatangani Kepala Instalasi Rawat Jalan. Sikap ini mencerminkan
nilai etika publik.
Kendala Tidak Ada

48
Nilai-nilai dasar yang Berdasarkan teknik dan capaian aktualisasi yang berhasil dilakukan
relevan. bahwa pada kegiatan penggalangan dukungan dan pemaparan
rancangan kegiatan aktualisasi ke Kepala Instalasi dan kepala Poli
DOTS terwujud nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik,
komitmen mutu dan anti korupsi.
Kontribusi terhadap Kegiatan ini sesuai dengan
visi dan misi organisasi  Visi RSUP H.Adam Malik yaitu : menjadi rumah sakit pendidikan
dan pusat rujukan nasional yang terbaik dan bermutu di Indonesia
pada tahun 2019.
 Misi RSUP H. Adam Malik yaitu : melaksanakan pengembangan
kompetensi sumber daya manusia secara berkesinambungan.
Penguatan nilai-nilai Berdasarkan teknik dan capaian aktualisasi yang berhasil dilakukan
organisasi bahwa pada kegiatan ini mencerminkan :
 nilai profesional dengan bekerja secara cermat dan tertib.
 nilai integritas dengan sikap jujur dan bertanggung jawab.
 nilai kerjasama dengan menghormati dan menghargai pendapat
pegawai yang lain.
Output Surat izin pelaksanaan kegiatan pemberian edukasi.
Manfaat/ hasil Capaian Manfaat dari kegiatan pemaparan dan penggalangan dukungan ini :
1. Kepala Poli DOTS mengetahui semua kegiatan yang akan dilakukan
oleh peserta latsar.
2. Kepala Instalasi Rawat Jalan dan Kepala Poli DOTS memberikan
dukungan penuh pada rancangan kegiatan aktualisasi yang akan
memperlancar kegiatan aktualisasi.
3. Kepala Instalasi Rawat Jalan dan Kepala Poli DOTS memberikan
ijin secara legal kepada peserta latsar untuk melaksanakan
rancangan kegiatan aktualisasi dalam rangka penyelesaian isu di
Poli DOTS.
Analisa dampak jika tidak diterapkan nilai ANEKA :
Kegiatan akan berjalan kurang baik karena tidak ada izin dari
penanggungjawab ruangan dan kurangnya komunikasi serta koordinasi
dengan kepala Poli DOTS yang dapat memfasilitasi berjalannya

49
kegiatan.
Kegiatan/Tahapan Koordinasi dengan instalasi PKRS terkait perizinan penyuluhan dan
Kegiatan 2 pembuatan leaflet, banner, dan buku saku :
1. Membuat surat undangan pertemuan kepada instalasi PKRS terkait
perizinan
2. Melaksanakan pertemuan dan permintaan izin
3. Pengesahan leaflet, banner, dan buku saku.
Tanggal Pelaksanaan 04 Juni 2018, 06 Juni 2018, 25 Juni 2018
Deskripsi Kegiatan dan Pelaksanaan koordinasi dengan bidang PKRS terkait perizinan
Teknik Aktualisasi penyuluhan dan pembuatan leaflet, banner, dan buku saku diawali
Penerapan Nilai Dasar dengan membuat surat undangan pertemuan kepada instalasi PKRS
ASN terkait perizinan untuk melakukan penyuluhan dan penggunaan media
edukasi yang akan dibuat. Pembuatan surat dengan menggunakan
bahasa yang santun dan hormat serta teliti untuk memberikan gambaran
kegiatan yang akan dilakukan selama pelaksanaan aktualisasi. Sikap ini
sesuai dengan nilai komitmen mutu dan etika publik. Setelah surat
permohonan izin dibuat, peserta melakukan pertemuan dengan bagian
PKRS pada tanggal 6 Juni 2018 untuk menjelaskan secara langsung
dengan jelas dan mendetil terkait pelaksanaan aktualisasi. Saat
pertemuan juga dilakukan diskusi mengenai rancangan media edukasi
yang akan digunakan saat kegiatan aktualisasi, dan jadwal penyuluhan
yang dapat difasilitasi oleh instalasi PKRS. Diskusi dilakukan dengan
mengedepankan komunikasi, transparansi, tidak mementingkan diri
sendiri, serta mematuhi hukum yang ada. Sikap ini sesuai dengan
dengan nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen
mutu dan anti korupsi. Setelah melakukan diskusi dan memperoleh
kesepakatan terkait teknis setiap kegiatan aktualisasi, peserta meminta
persetujuan kepala instalasi PKRS dan mengesahkan leaflet, banner,
dan buku saku yang akan digunakan sebagai media edukasi di Poli
DOTS. Pengesahan yang dibuat dalam bentuk surat izin di atas kertas
yang ditandatangani Kepala Instalasi PKRS. Sikap ini mencerminkan
nilai etika publik.

50
Kendala Tidak Ada
Nilai-nilai dasar yang Berdasarkan teknik dan capaian aktualisasi yang berhasil dilakukan
relevan. bahwa pada kegiatan koordinasi dengan bidang PKRS terkait perizinan
penyuluhan dan pembuatan leaflet dan banner terwujud nilai
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti
korupsi.
Kontribusi terhadap Kegiatan ini sesuai dengan
visi dan misi organisasi  Visi RSUP H.Adam Malik yaitu : menjadi rumah sakit pendidikan
dan pusat rujukan nasional yang terbaik dan bermutu di Indonesia
pada tahun 2019.
 Misi RSUP H. Adam Malik yaitu : melaksanakan pengembangan
kompetensi sumber daya manusia secara berkesinambungan.
Penguatan nilai-nilai Berdasarkan teknik dan capaian aktualisasi yang berhasil dilakukan
organisasi bahwa pada kegiatan Sosialisasi dan koordinasi ke teman sejawat
tentang rancangan aktualisasi mencerminkan :
 nilai profesional dengan bekerja secara cermat dan tertib.
 nilai integritas dengan sikap jujur dan bertanggung jawab.
 nilai kerjasama dengan menghormati dan menghargai pendapat
pegawai yang lain.
Output Surat pernyataan perizinan penggunaan leaflet, banner, dan buku saku.
Manfaat/ hasil Capaian Manfaat dari koordinasi dengan instalasi PKRS terkait perizinan :
1. Instalasi PKRS memberikan jadwal penyuluhan dan memfasilitasi
penyuluhan yang akan dilakukan oleh peserta latsar.
2. Instalasi PKRS memberikan ijin secara legal kepada peserta latsar
untuk menggunakan leaflet dan banner yang dibuat sebagai media
edukasi kepatuhan minum obat pasien di Poli DOTS.
Analisa dampak jika tidak diterapkan nilai ANEKA :
Kegiatan akan berjalan kurang baik karena tidak ada izin dari PKRS
untuk melakukan penyuluhan dan penggunaan media edukasi yang
dibuat.
Kegiatan/Tahapan Survei mengenai kepatuhan minum obat pasien TB :
Kegiatan 3 1. Membuat daftar pertanyaan

51
2. Melakukan wawancara dengan pasien
3. Membuat laporan hasil survei
Tanggal Pelaksanaan 07 Juni 2018, 25 Juni 2018 - 28 Juni 2018
Deskripsi Kegiatan dan Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dari membuat daftar pertanyaan yang
Teknik Aktualisasi akan dijadikan kuesioner sebagai alat untuk menggali tingkat
Penerapan Nilai Dasar kepatuhan minum obat pasien TB. Pembuatan daftar pertanyaan
ASN berdasarkan referensi yang telah dikumpulkan mengenai pengukuran
tingkat kepatuhan minum obat pasien. Pembuatan daftar pertanyaan
merupakan inovasi yang harus dilakukan dengan cermat, jelas, dan
menggunakan bahasa yang efektif. Sikap ini mencerminkan nilai etika
publik, komitmen mutu, dan anti korupsi. Berdasarkan daftar
pertanyaan yang telah dibuat ini kemudian dilakukan wawancara
kepada sejumlah 50 orang pasien yang sudah menerima pengobatan
untuk dinilai tingkat kepatuhannya. Wawancara dilakukan dengan
meminta kesediaan pasien terlebih dahulu, secara jujur, menggunakan
bahasa yang santun dan efektif. Sikap ini mencerminkan nilai
nasionalisme, etika publik, dan komitmen mutu. Hasil survei yang
diperoleh dari wawancara kemudian diolah untuk dinilai tingkat
kepatuhan pasiennya. Pengolahan dan pembuatan laporan hasil survei
ini mengedepankan sikap transparansi, bertanggung jawab, jujur, dan
komunikatif serta diketahui oleh Kepala Poli TB DOTS. Sikap ini
mencerminkan nilai akuntabilitas dan anti korupsi.
Kendala Terdapat pasien yang tidak ingin diwawancarai atau pasien hanya mau
diwawancara oleh dokternya saja sehingga peserta membutuhkan
waktu untuk mendapatkan responden.
Nilai-nilai dasar yang Berdasarkan teknik dan capaian aktualisasi yang berhasil dilakukan
relevan. bahwa pada kegiatan survei kepatuhan minum obat pasien TB terwujud
nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti
korupsi.
Kontribusi terhadap Kegiatan ini sesuai dengan
visi dan misi organisasi  Visi RSUP H.Adam Malik yaitu : menjadi rumah sakit pendidikan
dan pusat rujukan nasional yang terbaik dan bermutu di Indonesia

52
pada tahun 2019.
 Misi RSUP H. Adam Malik yaitu :
1. melaksanakan pelayanan, pendidikan, penelitian dan pelatihan
di bidang kesehatan yang paripurna, bermutu dan terjangkau.
2. melaksanakan pengembangan kompetensi sumber daya
manusia secara berkesinambungan.
Penguatan nilai-nilai Berdasarkan teknik dan capaian aktualisasi yang berhasil dilakukan
organisasi bahwa pada kegiatan survei kepatuhan minum obat pasien TB
mencerminkan :
 nilai profesional dengan bekerja cermat, kemampuan yang
optimal dengan pengetahuan dan keterampilan terkini.
 nilai integritas dengan jujur dan bertanggung jawab.
 nilai kerjasama
Output Laporan hasil survei kepatuhan minum obat pasien TB
Manfaat/ hasil Capaian Manfaat dari survei kepatuhan minum obat pasien TB:
1. Diperoleh data valid kepatuhan pasien sebelum dilakukan edukasi.
2. Data tingkat kepatuhan minum obat pasien sebelum dilakukan
edukasi dapat digunakan sebagai perbandingan dan alat ukur
keberhasilan edukasi yang akan dilakukan peserta latsar.
Analisa dampak jika tidak diterapkan nilai ANEKA :
Pengambilan data survei dan pengolahan data tingkat kepatuhan minum
obat pasien akan menjadi bias dan tidak sesuai dengan kondisi yang
sebenarnya.
Kegiatan/Tahapan Persiapan alat dan bahan serta media edukasi:
Kegiatan 4 1. Mengumpulkan referensi terkait kepatuhan minum obat pasien TB.
2. Pencetakan leaflet, banner, dan buku saku.
3. Pemasangan banner di Poli DOTS
Tanggal Pelaksanaan 11-13 Juni 2018, 26 Juni 2018, 29 Juni 2018
Deskripsi Kegiatan dan Persiapan alat dan bahan serta media edukasi untuk kegiatan aktualisasi
Teknik Aktualisasi dimulai dari mengumpulkan referensi terkait kepatuhan minum obat
Penerapan Nilai Dasar pasien TB. Materi yang dikumpulkan tentang penyakit Tuberkulosis,
ASN meliputi gejala, pemeriksaan, cara penularan, cara pencegahan

53
penularan, pengobatan, efek samping dari pengobatan yang relevan
untuk dijadikan dasar pembuatan leaflet, banner, buku saku, dan materi
penyuluhan, serta metode pengukuran tingkat kepatuhan minum obat
pasien TB. Pengumpulan referensi dilakukan secara mandiri dengan
penuh tanggung jawab, cermat dan kerja keras yang merupakan
penerapan dari nilai akuntabilitas, nasionalisme, dan etika publik.
Berdasarkan materi yang telah dikumpulkan peserta latsar membuat
rancangan leaflet, banner, dan buku saku yang akan digunakan sebagai
media edukasi dalam kegiatan aktualisasi ini. Rancangan yang telah
disetujui oleh instalasi PKRS kemudian dicetak dan diperbanyak.
Pembuatan dan pencetakan media-media edukasi ini berinovasi
sehingga menarik untuk dibaca oleh pasien, rapi dan menggunakan
bahasa yang santun serta efektif. Sikap yang dicerminkan dalam tahap
ini adalah akuntabilitas, etika publik, dan komitmen mutu. Banner
yang telah dicetak kemudian dipasang di ruang tunggu poli DOTS agar
dapat terbaca baik oleh pasien maupun keluarga pasien. Pemasangan
banner dilakukan atas izin dan kerjasama dengan kepala Poli DOTS
secara bertanggung jawab. Sikap ini mencerminkan nilai nasionalisme,
etika publik, dan anti korupsi.
Kendala -
Nilai-nilai dasar yang Berdasarkan teknik dan capaian aktualisasi yang berhasil dilakukan
relevan. bahwa pada kegiatan persiapan alat dan bahan serta media edukasi
untuk kegiatan aktualisasi terwujud nilai akuntabilitas, nasionalisme,
etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi.
Kontribusi terhadap Kegiatan ini sesuai dengan
visi dan misi organisasi  Visi RSUP H.Adam Malik yaitu : menjadi rumah sakit pendidikan
dan pusat rujukan nasional yang terbaik dan bermutu di Indonesia
pada tahun 2019.
 Misi RSUP H. Adam Malik yaitu :
1. melaksanakan pelayanan, pendidikan, penelitian dan pelatihan
di bidang kesehatan yang paripurna, bermutu dan terjangkau.
2. melaksanakan pengembangan kompetensi sumber daya

54
manusia secara berkesinambungan.
Penguatan nilai-nilai Berdasarkan teknik dan capaian aktualisasi yang berhasil dilakukan
organisasi bahwa pada kegiatan persiapan alat dan bahan serta media edukasi:
 nilai profesional dengan bekerja cermat, kemampuan yang
optimal dengan pengetahuan dan keterampilan terkini.
 nilai integritas dengan bertanggung jawab.
 nilai kerjasama dengan menghargai pendapat karyawan lain.
Output Cetakan leaflet, banner, dan buku saku
Manfaat/ hasil Capaian Manfaat dari kegiatan ini adalah media edukasi untuk kegiatan
aktulisasi siap digunakan.
Analisa dampak jika tidak diterapkan ANEKA :
Materi yang digunakan tidak memiliki sumber yang jelas dan tidak
terpercaya sehingga materi yang diberikan kepada keluarga pasien bisa
saja bukan merupakan informasi yang benar dan keliru.
Kegiatan/Tahapan Penyuluhan mengenai kepatuhan minum obat pasien TB di ruang
Kegiatan 5 tunggu Poli :
1. Membuat presentasi penyuluhan kepatuhan minum obat pasien TB
2. Menyiapkan sarana dan prasarana penyuluhan
3. Melakukan penyuluhan
Tanggal Pelaksanaan 14 Juni 2018, 9 Juli 2018, 31 Juli 2018, 4 September 2018
Deskripsi Kegiatan dan Penyuluhan mengenai kepatuhan minum obat pasien TB di ruang
Teknik Aktualisasi tunggu Poli dimulai dengan membuat presentasi penyuluhan kepatuhan
Penerapan Nilai Dasar minum obat pasien TB berdasarkan referensi yang telah dikumpulkan
ASN sebelumnya. Presentasi dibuat dalam bentuk powerpoint yang akan
ditampilkan di depan pasien maupun keluarga pasien. Pembuatan
powerpoint penyuluhan dilakukan dengan cermat, bertanggung jawab,
kerja keras dan berinovasi yang merupakan penerapan nilai
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, dan komitmen mutu.
Penyuluhan dilakukan berkoordinasi dengan instalasi PKRS untuk
memfasilitasi sarana dan prasarana dalam penyuluhan seperti daftar
hadir, alat infocus, laptop, juga sound system. Dalam pelaksanaannya,
penyuluhan yang dilakukan di 2 tempat berbeda yaitu di ruang tunggu

55
pasien Poli DOTS dan ruang tunggu pasien rawat jalan. Hal ini
dilakukan berdasarkan arahan dari instalasi PKRS dan izin dari Kepala
Poli TB DOTS. Selama proses penyuluhan berlangsung juga dilakukan
pembagian leaflet yang dibuat peserta kepada pasien yang mengikuti
penyuluhan. Sikap-sikap yang ditunjukkan dalam melaksanakan
kegiatan ini mengedepankan rasa tanggung jawab, disiplin, peduli,
kerja sama dengan penuh kejelasan dan inovatif. Hal ini mencerminkan
nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan
anti korupsi.
Kendala Poli TB DOTS yang lama tidak memungkinkan untuk penggunaan
powerpoint saat penyuluhan sehingga hanya menggunakan lembar
balik yang disediakan oleh instalasi PKRS.
Nilai-nilai dasar yang Berdasarkan teknik dan capaian aktualisasi yang berhasil dilakukan
relevan. bahwa pada kegiatan penyuluhan mengenai kepatuhan minum obat
pasien TB di ruang tunggu Poli untuk kegiatan aktualisasi terwujud
nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti
korupsi.
Kontribusi terhadap Kegiatan ini sesuai dengan
visi dan misi organisasi  Visi RSUP H.Adam Malik yaitu : menjadi rumah sakit pendidikan
dan pusat rujukan nasional yang terbaik dan bermutu di Indonesia
pada tahun 2019.
 Misi RSUP H. Adam Malik yaitu :
1. melaksanakan pelayanan, pendidikan, penelitian dan pelatihan
di bidang kesehatan yang paripurna, bermutu dan terjangkau.
2. melaksanakan pengembangan kompetensi sumber daya
manusia secara berkesinambungan.
Penguatan nilai-nilai Berdasarkan teknik dan capaian aktualisasi yang berhasil dilakukan
organisasi bahwa pada kegiatan persiapan alat dan bahan serta media edukasi:
 nilai profesional dengan bekerja cermat, kemampuan yang
optimal dengan pengetahuan dan keterampilan terkini.
 nilai integritas dengan bertanggung jawab
 nilai kerjasama dengan menghargai pendapat karyawan lain.

56
Output Terlaksananya penyuluhan
Manfaat/ hasil Capaian 1. Penyuluhan terlaksana
2. Keluarga pasien memahami pentingnya kepatuhan minum obat
untuk efektivitas terapi.
Analisa dampak jika tidak diterapkan ANEKA :
Penyuluhan tidak terlaksana dengan baik, materi penyuluhan tidak
tersampaikan dan pasien kurang memahami materi penyuluhan yang
dipaparkan, sehingga edukasi tidak berjalan secara optimal.
Kegiatan/Tahapan Pemberian informasi terkait kepatuhan minum obat pada pasien TB di
Kegiatan 6 Poli DOTS :
1. Persiapan leaflet, buku saku dan lembar balik.
2. Pemberian informasi obat terkait kepatuhan minum obat pada
pasien TB
3. Pembagian leafleat dan buku saku.
Tanggal Pelaksanaan Tahapan 1 : 26 Juni 2018
Tahapan 2 : 4 Juli 2018, 18 Juli 2018, 2 Agustus 2018
Tahapan 3 : 4 Juli 2018 – 4 September 2018
Deskripsi Kegiatan dan Pelaksanaan kegiatan dimulai dari menyiapkan media edukasi yang
Teknik Aktualisasi akan digunakan saat pemberian informasi, berupa leaflet, buku saku
Penerapan Nilai Dasar dan lembar balik. Media edukasi yang disiapkan dipastikan memuat
ASN informasi-informasi yang penting untuk diketahui pasien terkait
kepatuhan minum obat pasien TB. Sikap ini mencerminkan konsistensi
dalam kegiatan yang dilakukan. Pemberian informasi obat terkait
kepatuhan minum obat pada pasien TB dilakukan bersamaan dengan
saat pasien mengambil obat sehingga edukasi terkait obat dapat
dilakukan oleh langsung oleh apoteker kepada pasien. Pemberian
informasi obat juga dilakukan dengan pemberian leaflet dan buku saku
yang dapat dibawa pulang oleh pasien bertujuan agar pasien tidak
mudah lupa atas informasi yang diberikan karena memiliki panduan.
Kegiatan ini dilakukan dengan komunikasi yang efektif bertanggung
jawab, penuh dengan rasa kepedulian, jujur, merata pada setiap pasien
yang ada, mematuhi aturan yang ada serta sopan santun. Sikap yang

57
ditunjukkan ini mencerminkan nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika
publik, komitmen mutu, dan anti korupsi.
Kendala Tidak ada
Nilai-nilai dasar yang Berdasarkan teknik dan capaian aktualisasi yang berhasil dilakukan
relevan. bahwa pada kegiatan Pemberian informasi terkait kepatuhan minum
obat pada pasien TB di Poli DOTS terwujud nilai akuntabilitas,
nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi.
Kontribusi terhadap Kegiatan ini sesuai dengan
visi dan misi organisasi  Visi RSUP H.Adam Malik yaitu : menjadi rumah sakit pendidikan
dan pusat rujukan nasional yang terbaik dan bermutu di Indonesia
pada tahun 2019.
 Misi RSUP H. Adam Malik yaitu :
1. melaksanakan pelayanan, pendidikan, penelitian dan pelatihan
di bidang kesehatan yang paripurna, bermutu dan terjangkau.
2. melaksanakan pengembangan kompetensi sumber daya
manusia secara berkesinambungan.
Penguatan nilai-nilai Berdasarkan teknik dan capaian aktualisasi yang berhasil dilakukan
organisasi bahwa pada kegiatan persiapan alat dan bahan serta media edukasi:
 nilai profesional dengan bekerja cermat, kemampuan yang
optimal dengan pengetahuan dan keterampilan terkini.
 nilai integritas dengan bertanggung jawab
 nilai kerjasama dengan menghargai pendapat karyawan lain.
Manfaat/ hasil Capaian Manfaat dari kegiatan ini :
1. Pemberian obat yang dilakukan di POli DOTS dapat disertai
dengan edukasi oleh Apoteker.
2. Pasien memahami informasi-informasi terkait pengobatan TB
3. Tersebarnya leaflet dan buku saku pada pasien.
Analisa dampak jika tidak diterapkan nilai ANEKA :
Pemberian informasi obat tanpa rasa kepedulian dan sikap profesional
dapat memberikan pelayanan publik yang tidak baik terhadap pasien
karena dilaksanakan dengan mementingkan kepentingan diri sendiri
dan tidak menghargai hak-hak milik orang lain (pasien) sehingga

58
kebutuhan pasien akan informasi obat yang benar tidak tercukupi.
Ketidakpahaman pasien akan cara penggunaan obat yang benar dapat
mempengaruhi tingkat kepatuhan minum obat pasien.
Kegiatan/Tahapan Monitoring evaluasi hasil kegiatan :
Kegiatan 7 1. Menyiapkan lembar survei
2. Survei pemahaman pasien mengenai kepatuhan minum obat pasien
3. Menilai hasil survei pemahaman pasien
Tanggal Pelaksanaan Tahapan 1 : 1 Agustus 2018
Tahapan 2 : 6 Agustus – 6 September 2018
Tahapan 3 : 10 September 2018
Deskripsi Kegiatan dan Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dari menyiapkan lembar survei
Teknik Aktualisasi sebagai alat untuk mengukur tingkat kepatuhan minum obat pasien TB.
Penerapan Nilai Dasar Lembar survei yang berisikan daftar pertanyaan berdasarkan referensi
ASN yang telah dikumpulkan mengenai pengukuran tingkat kepatuhan
minum obat pasien. Berdasarkan daftar pertanyaan yang telah dibuat
tersebut kemudian dilakukan wawancara kepada sejumlah 50 orang
pasien yang sudah menerima pengobatan untuk dinilai tingkat
kepatuhannya. Wawancara dilakukan dengan meminta kesediaan
pasien terlebih dahulu, secara jujur, menggunakan bahasa yang santun
dan efektif. Sikap ini mencerminkan nilai etika publik, komitmen
mutu, dan anti korupsi. Hasil survei yang diperoleh dari wawancara
kemudian diolah untuk dinilai tingkat kepatuhan pasiennya dan
dibandingkan dengan hasil survei awal yang dilakukan sebelum
terlaksananya kegiatan aktualisasi di lapangan. Pengolahan dan
pembuatan laporan hasil survei ini mengedepankan sikap transparansi,
bertanggng jawab, jujur, dan komunikatif serta diketahui oleh Kepala
Poli TB DOTS. Sikap ini mencerminkan nilai akuntabilitas,
nasionalisme, komitmen mutu, dan anti korupsi.
Kendala Tidak ada
Nilai-nilai dasar yang Berdasarkan teknik dan capaian aktualisasi yang berhasil dilakukan
relevan. bahwa pada kegiatan monitoring evaluasi hasil kegiatan terwujud nilai
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti

59
korupsi.
Kontribusi terhadap Kegiatan ini sesuai dengan
visi dan misi organisasi  Visi RSUP H.Adam Malik yaitu : menjadi rumah sakit pendidikan
dan pusat rujukan nasional yang terbaik dan bermutu di Indonesia
pada tahun 2019.
 Misi RSUP H. Adam Malik yaitu :
1. melaksanakan pelayanan, pendidikan, penelitian dan pelatihan
di bidang kesehatan yang paripurna, bermutu dan terjangkau.
2. melaksanakan pengembangan kompetensi sumber daya
manusia secara berkesinambungan.
Penguatan nilai-nilai Berdasarkan teknik dan capaian aktualisasi yang berhasil dilakukan
organisasi bahwa pada kegiatan survei kepatuhan minum obat pasien TB
mencerminkan :
 nilai profesional dengan bekerja cermat, kemampuan yang
optimal dengan pengetahuan dan keterampilan terkini.
 nilai integritas dengan jujur dan bertanggung jawab.
 nilai kerjasama
Output Laporan hasil survei kepatuhan minum obat pasien TB
Manfaat/ hasil Capaian Manfaat dari survei kepatuhan minum obat pasien TB:
1. Diperoleh data valid kepatuhan pasien setelah dilakukan edukasi.
2. Diperoleh data perbandingan tingkat kepatuhan minum obat pasien
sebelum dan sesudah dilaksanakan kegiatan aktualisasi.
Analisa dampak jika tidak diterapkan nilai ANEKA :
Pengambilan data survei akhir dan pengolahan data tingkat kepatuhan
minum obat pasien akan menjadi bias dan tidak sesuai dengan kondisi
yang sebenarnya sehingga tidak diperoleh nilai real tingkat kepatuhan
minum obat pasien TB yang dapat digunakan untuk bahan evaluasi
rumah sakit sebagai pemberi pelayanan kesehatan.
Kegiatan/Tahapan Pelaporan hasil kegiatan :
Kegiatan 8 1. Melaporkan kegiatan penyuluhan kepada Kepala Instalasi PKRS
2. Melaporkan hasil survei terkait kepatuhan minum obat pasien
setelah melakukan aktualisasi kepada Kepala Poli TB Dots.

60
3. Menyusun laporan kegiatan.
Tanggal Pelaksanaan 09 Juli s/d 21 September
Deskripsi Kegiatan dan Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dari melaporkan setiap kegiatan
Teknik Aktualisasi penyuluhan kepada kepala instalasi PKRS. Hal ini juga dilakukan
Penerapan Nilai Dasar sebagai monitoring dari instlasi PKRS terhadap penyuluhan yang
ASN diadakan ditandai dengan ditandatangani nya daftar hadir penyuluhan
oleh Kepala instalasi PKRS atau staf instalasi PKRS yang bertugas.
Kegiatan pelaporan yang selanjutnya adalah kepada kepala Poli DOTS
untuk setiap kegiatan yang dilakukan Poli DOTS, terlebih kepada hasil
penilaian kepatuhan minum obat pasien setelah dilakukan kegiatan
aktualisasi di Poli DOTS agar diketahui dengan jelas oleh Kepala Poli
DOTS. Semua kegaiatan yang telah dilakukan disusun dalam laporan
kegiatan dapat dipertanggungjawabkan sebagai hasil kegiatan
aktualisasi dalam rangka mengoptimalkan pemberian edukasi
kepatuhan minum obat pasien TB di Poli DOTS. Pelaksanaan tahapan
ini dilakukan dengna hormat dan penyusunan laporan yang
bertanggungjawab juga disertai sikap jujur, transparansi, dan teliti.
Sikap ini mencerminkan penerapan nilai akuntabilitas, nasionalisme,
etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi.
Kendala Tidak Ada
Nilai-nilai dasar yang Berdasarkan teknik dan capaian aktualisasi yang berhasil dilakukan
relevan. bahwa pada kegiatan pelaporan hasil kegiatan terwujud nilai
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti
korupsi.
Kontribusi terhadap Kegiatan ini sesuai dengan
visi dan misi organisasi  Visi RSUP H.Adam Malik yaitu : menjadi rumah sakit pendidikan
dan pusat rujukan nasional yang terbaik dan bermutu di Indonesia
pada tahun 2019.
 Misi RSUP H. Adam Malik yaitu :
1. melaksanakan pelayanan, pendidikan, penelitian dan pelatihan
di bidang kesehatan yang paripurna, bermutu dan terjangkau.
2. melaksanakan pengembangan kompetensi sumber daya

61
manusia secara berkesinambungan.
Penguatan nilai-nilai Berdasarkan teknik dan capaian aktualisasi yang berhasil dilakukan
organisasi bahwa pada kegiatan survei kepatuhan minum obat pasien TB
mencerminkan :
 nilai profesional dengan bekerja cermat, kemampuan yang
optimal dengan pengetahuan dan keterampilan terkini.
 nilai integritas dengan jujur dan bertanggung jawab.
 nilai kerjasama
Manfaat/ hasil Capaian Manfaat dari kegiatan ini :
1. Instalasi PKRS dan Kepala Poli DOTS dapat memonitoring hasil
kegiatan aktualisasi.
2. Hasil kegiatan aktualisasi dapat dipertanggunjawabkan dalam
bentuk laporan.
Analisa dampak tidak diterapkannya ANEKA :
Jika laporan kegiatan aktualisasi tidak dipaparkan secara jujur, hormat,
sopan dan transparan maka pihak-pihak terkait pelaksanaan kegiatan
aktualisasi ini tidak mengetahui hasil dari kegiatan pelaksanaan
aktualisasi yang telah dilaksanakan oleh peserta latsar di unit kerja dan
terkesan tidak mengindahkan atasan selaku penanggung jawab yang
sudah seharusnya mengetahui keadaan unit kerjanya agar dapat
dilakukan rencana tindak lanjut jangka panjang untuk meningkatkan
mutu pelayanan.

62
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Pelaksanaan aktualisasi yang dilakukan oleh peserta latsar dapat berjalan dengan
lancar dan telah mengimplementasikan nilai-nilai dasar profesi PNS yaitu ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) pada 8
kegiatan yang sudah dirancang untuk menyelesaikan isu mengenai belum optimalnya
kepatuhan minum obat pasien TB di Poli DOTS. Berikut adalah 8 kegiatan yang telah
dilaksanakan sejak tanggal 4 Juni hingga 21 September.
1. Penggalangan dukungan dan pemaparan rancangan aktualisasi dengan Kepala Instalasi
dan Kepala Ruangan Poli DOTS
2. Koordinasi dengan bidang PKRS terkait perizinan penyuluhan dan pembuatan leaflet,
banner, dan buku saku.
3. Survei mengenai kepatuhan minum obat pasien TB
4. Persiapan alat dan bahan serta pembuatan media edukasi
5. Penyuluhan mengenai kepatuhan minum obat pasien TB di ruang tunggu Poli
6. Pemberian informasi obat terkait kepatuhan minum obat pada pasien TB di Poli DOTS
7. Monitoring evaluasi hasi kegiatan
8. Pelaporan hasil kegiatan
Tidak terdapat kendala yang secara signifikan mempengaruhi pelaksanaan kegiatan
aktualisasi ini. Penerapan nilai-nilai ANEKA juga mendukung penerapan manajemen ASN,
whole of government, dan pelayanan publik dalam pelaksanaan kegiatan aktualisasi ini. Dan
sangat dirasakan bahwa senantiasa diperlukan penerapan nilai-nilai ANEKA agar kegiatan
aktualisasi ini dapat terlaksana dengan baik, sehingga dapat terwujud pelayanan publik yang
berkontribusi pada pencapaian visi dan misi rumah sakit.

4.2 Saran
Setelah melakukan kegiatan aktualisasi terkait Optimalisasi Pemberian Edukasi
Mengenai Kepatuhan Minum Obat Pasien TB di Poli DOTS, saran yang diberikan untuk
pencapaian kegiatan aktualisasi ini adalah:
1. Diharapkan setiap pemberian edukasi khususnya mengenai kepatuhan minum obat
disertakan media edukasi yang dapat dibawa pulang pasien sebagai alat bantu pasien
dalam mengingat penggunaan obat yang benar.
63
2. Pemberian edukasi kepatuhan minum obat di Poli DOTS perlu dilanjutkan dengan
dilakukan oleh seorang apoteker, sehingga diharapkan ada rencana tindak lanjut dari
instalasi farmasi untuk memfasilitasi pelayanan tersebut.
3. Diharapkan pemberian sosialisasi atau penyuluhan dapat difasilitasi oleh instalasi PKRS
dapat dilaksanakan rutin setiap bulan sekali dengan beragam topik-topik penggunaan
obat lainnya seperti efek sampig obat dan cara penanggulangannya.

64
DAFTAR PUSTAKA

BPPK. 2013. Teknik Analisis Permasalahan Menentukan Masalah Prioritas.


https://www.bppk.kemenkeu.go.id. Diakses tanggal 18 April 2018.

Lembaga Administrasi Negara. 2014. Akuntabilitas: Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II.
Jakarta. Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2014. Anti Korupsi: Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II.
Jakarta. Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2014. EtikaPublik: Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II.
Jakarta. Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2014. KomitmenMutu: Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan
II. Jakarta. Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2014. Nasionalisme: Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II.
Jakarta. Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Manajemen ASN: Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan
II. Jakarta. Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2017. PelayananPublik: Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan
II. Jakarta. Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Whole of Goverment: Modul Diklat Prajabatan Golongan I
dan II. Jakarta. Lembaga Administrasi Negara.

Purnama, SJ. 2014. Peranan Penetapan Isu Aktual Subtansi Lembaga Untuk Mewujudkan
Kualitas Proyek Perubahan. Http://bpsdmd.jatengprov.go.id. Diakses tanggal 18 April 2018.

Republik Indonesia. 2014. Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
Lembaran Negara RI Tahun 2014, No. 6. Sekretariat Negara. Jakarta

Republik Indonesia.2017. Peraturan Lembaga Adinistrasi Negara Republik Indonesia No. 25


Tahun 2017 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri
Sipil Golongan III. Sekretariat Negara. Jakarta.

Republik Indonesia. 2017. Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen
Pegawai Negeri Sipil. Lembaran Negara RI Tahun 2017, No. 63. Sekretariat Negara. Jakarta.

65