Anda di halaman 1dari 10

2/10/2019

DASAR-DASAR PEMISAHAN KIMIA PEMISAHAN KIMIA DAPAT DILAKUKAN


DENGAN CARA
 KIMIA ANALITIK FISIS
Ilmu kimia yang Misal: Gravimetri
berhubungan dengan
Komponen (Ag+ atau Ba2+) dipisahkan dengan cara
pemisahan dan analisis menambahkan suatu bahan sehingga terjadi
kimia yang mencakup pengendapan dan dapat dipisahkan secara fisik
analisis kualitatif dan dengan cara penyaringan
analisis kuantitatif
Cl- SO42-

 PEMISAHAN KIMIA
Salah satu bagian kecil dari
analisis kimia

Ag+ Ba2+

METODIK PEMISAHAN KIMIA


Misal: Pemisahan campuran CO32-; HCO3- ; OH- ■ Tujuan:
Untuk mendapatkan suatu komponen /senyawa dengan
Tanpa dipisahkan secara fisis, langsung dilakukan kemurnian tinggi (tergantung bahan yang dipisahkan)
titrasi dengan satu jenis penitrasi (HCl), tetapi
dengan 2 macam indikator yang berbeda. ■ Kriteria yang harus diperhatikan agar pemisahan kimia
dapat berhasil dengan baik, yaitu mengetahui:
Sebagian CO32- dan OH- ditentukan dengan Sifat fisis : kelarutan, polaritas, titik didih, titik beku
indikator PP titik leleh, dsb.
Sifat kimia: asam/basa, reduktor/oksidator, daya
Sisa HCO3- dari CO32- dan HCO3- dengan indikator MJ
tahan, solvolisis, dsb.
■ Beberapa metode pemisahan:
mekanis; gaya (gravitasi, sentrifugasi, medan listrik,
medan magnet); perbedaan BJ; destilasi; ekstraksi;
kromatografi; elektrogravimetri; polarografi dan
elektroforesis.

1
2/10/2019

PERUBAHAN FASA KESETIMBANGAN PADAT – CAIR


• Ketika padatan dipanaskan suhunya meningkat seperti yang ditunjukkan
GAS pada gambar. Pada suhu tertentu, padatan mulai meleleh atau melebur.
Jika pemanasan diteruskan, padatan akan terus meleleh pada suhu
konstan yang dikenal sebagai titik leleh, Tm.

PADATAN CAIRAN

Kesetimbangan fasa antara cair


dan uap digunakan  • Selama pemanasan, kalor diserap sebagai entalpi peleburan, (ΔHf). Ketika
TEKNIK DESTILASI zat padat ini benar-benar sudah meleleh, suhu zat cair mulai naik
kembali, namun tidak pada laju yang sama seperti pada zat padat karena
kapasitas kalor dari cairan berbeda dengan zat padat.

KESETIMBANGAN PADAT – CAIR KESETIMBANGAN PADAT – CAIR


• Dalam proses pendinginan cairan murni, diperoleh kurva • Penentuan titik leleh
pendinginan, yang mana suhu turun di bawah titik beku
kesetimbangan (meleleh). Tingkat pendinginan bervariasi dengan
sifat zat, laju pendinginan, tindakan mekanik seperti pegadukan
dan getaran, dan adanya pengotor sebagai inti dalam
pembentukan kristal.

• Koreksi dalam termometer merkuri, ∆T = 0,000154l (t-n), sehingga


Termometer pada gambar dibaca 180o dan dicelupkan ke angka 20o.
Koreksi:
( )
∆T = 0.000154 x (180-20) x (180 − ) = 1,9o
Jadi pembacaan yang benar yaitu 181,9oC.

2
2/10/2019

KESETIMBANGAN CAIRAN - GAS DESTILASI


• Molekul-molekul zat cair yang meninggalkan permukaan  Metode pemisahan yang didasarkan
menyebabkan adanya tekanan uap zat cair. Semakin mudah pada perbedaan titik didih komponen
molekul - molekul zat cair berubah menjadi uap, makin tinggi
pula tekanan uap zat cair yang dipisahkan dari campurannya
untuk mendapatkan bahan murni
 Prinsip yang digunakan:
Kesetimbangan fasa cair dan uap
- ∆H
Cairan Gas
+ ∆H

Bila V uap dianggap gas ideal, maka


Sifat kesetimbangan fasa cair dan fasa uap berdasarkan Hukum ∆V = V uap = V = RT (R =1,987 kal mol-1.der-1)
Termodinamika III P
∆G = ∆H - T∆S ……………………………………(1) Sehingga Pers.(5) menjadi:
Dideferensialkan , dG = dH – d(TS) atau dG = dH – TdS – S dT
dP Δ Hv dP Δ Hv dP ΔHv . P
Berdasarkan hukum Termodinamika I     
dT T  V dT RT dT RT 2
dH = dU + P dV + V dp  dG = dU + P dV + V dP – T dS – S dT T .
P

Sedangkan dU = dQ – P dV dan dS =dQ/T dP ΔHv


dG = T dS – P dV + P dV + V dP – T dS – S dT, maka dG = V dp – S dT .....(2)  dT ………….( 6 )
P R T 2
Untuk sistem yang mengalami kesetimbangan dG = 0 Integrasi pers.(6) diperoleh
0 = V dp – S dT …………………………………….(3) dP Δ Hv  Δ Hv
Bila persamaan (3) diterapkan untuk dua keadaan yang mengalami
 P
 R T2
dT  log P 
2,3 R T
 tetapan
kesetimbangan, maka ∆S dT = ∆V dp ……………(4) atau ∆S = ∆V dp/dT Atau
Pers (1) bila ∆G = 0
P ΔHv  1 1 
∆H = T ∆S atau ∆H/T = ∆S……Substitusi ke Pers. (4) log 2
    
P 2,3 R ………….( 7 )
∆Hv = entalpi penguapan
1  T 2 T 1 
dP ΔHv….... ……(5)
 ∆V = perbed.volume uap dan cair Pers (7) dikenal sebagai pers. Clausius-Clapeyron
dT T  V

3
2/10/2019

 Berdasarkan persamaan (7):


Suatu senyawa murni mempunyai ∆Hv
(entalpi penguapan) dan temperatur
penguapan yang spesifik Persamaan Clausius-
Clapeyron sangat penting
sebagai dasar untuk
 Untuk mengecek kemurnian senyawa, mempertimbangkan
membuat grafik antara log P versus 1/T kelayakan proses destilasi
dan kromatografi gas-
∆Hv dapat diperoleh dari
cair. Untuk menetapkan
slope . Bila ∆Hv = ∆Hv tabel nilai ΔH, digunakan slop

Log P berarti senyawa yang (garis lurus) yakni –
.
diperoleh murni

1/T

Problems
1. What is the vapor pressure of n-pentane at 250C (ΔH =
6400 cal/mole)
Table Vapor pressure of n-pentane
t0C 0 10 20 30 40 50
P 183 282 420 611 873 1193
(in torr)
2. What is the boiling point of n-pentane at 760 torr? At
100 torr?

• Campuran dari senyawa A dan B, akan lebih mudah


dipisahkan menggunakan destilasi pada tekanan rendah
karena perbedaan titik didihnya lebih besar.

4
2/10/2019

DIAGRAM FASA KESETIMBANGAN PADAT – CAIR (CAMPURAN)


• Secara umum, titik leleh zat campuran lebih rendah
daripada zat murni dan rentang lelehan lebih besar.

KESETIMBANGAN CAIRAN – GAS UNTUK


KESETIMBANGAN PADAT– CAIRAN (CAMPURAN) CAMPURAN 2 KOMPONEN
Misal: Campuran 2 komponen A dan B
Diagram fasa untuk kapur barus murni dan kapur barus dengan
Sesuai hukum Raoult: PA = xA . P0A dan PB = xB . P0B
sejumlah kecil naftalena yang ditambahkan (kurva C). Sehingga, Pt = PA + PB = XA . P0A + xB . P0B
Dalam suatu campuran (pelarut (Hukum ini berlaku bila larutan bersifat ideal)
+ zat terlarut), laju penguapan
pelarut berkurang karena
terhalang zat terlarut, sehingga
tekanan uapnya turun (garis
putus-putus C).
Artinya, jumlah mol masing-
masing zat sebanding dengan Bila 2 komponen A dan B dididihkan, maka fraksi mol dalam fasa
tekanan uap masing-masing uap: YA dan YB . Karena dalam campuran terjadi kesetimbangan anta-
komponen penyusunnya. ra cair – gas, hubungan fraksi mol senyawa dalam keadaan uap:
PA = YA . Pt dan PB = YB . Pt
= 0
Perbandingan antara PA dan PB: P A  Y A  (x A . P A )   x A
PB YB (x B . P B0 ) x B

= volatilitas relatif 2 senyawa yang dipisahkan

5
2/10/2019

Jika komponen A lebih volatil dari pada B, maka P0A > P0B dan
YA/YB harus lebih besar dari xA/xB
PROBLEMS
Hal tersebut merupakan prinsip dasar “DESTILASI
BERTINGKAT” , yaitu “ dalam proses pendidihan larutan fasa
uap yang terbentuk selalu menjadi diperkaya dengan 1. Calculate the total pressure of the system
komponen yang lebih volatil”.
and the mole fraction of A in the vapor of a
Contoh Soal: mixture of A and B (xA = 0,3) at a
Bagaimanakah komposisi uap yang setimbang dengan cairan temperature where the vapor pressure of
yang berkomposisi 46% mol Heptana dan 54% mol heksana
pada titik didihnya. Diketahui titik didih cairan itu 800C, pure A is 700 torr and that of pure B is 300
P0 heksana 1050 torr dan P0 heptana 427 torr, torr.
pada suhu dan tekanan tersebut. (1 torr = 1mmHg)
2. A liquid mixture of 3 moles of A and 2 moles
Jawab: of B boils freely at 1000C when atmospheric
Pheksana = xA.P0A = 0,54 x 1050 torr = 567 torr pressure is 760 torr. Calculate the vapor
Pheptana = xB.P0B = 0,46 x 427 torr = 196,4 torr pressure of pure A if the vapor pressure of
Ptotal = (567 + 196,4) torr = 763,4 torr
Komposisi uap:
pure B is 400 torr (all at 1000C)
Heksana: 567/763,4 x 100% = 74,27 % mol
Heptana: 196,4/763,4 x 100% = 25,73 % mol

DESTILASI BERTINGKAT
Teknik: Pemisahan parsial diulangi beberapa kali, setiap kali
menghasilkan pemisahan yang lebih baik.

xB,0 dididihkan sampai temperatur T0 menghasilkan uap dengan komposisi


YB,0. Uap ini didinginkan menghasilkan cairan dengan komposisi xB,1 (=YB,0)
dengan titik didih T1. Kondensat pada T1 ditampung. Kondensat kedua
mempunyai komposisi xB,2 dan titik didih T2 ; dan seterusnya.
Kelemahan: hanya dapat ditampung sejumlah kecil destilat pada setiap
pemisahan.

6
2/10/2019

DESTILASI KOLOM TUTUP


KOLOM FRAKSINASI GELEMBUNG
Modifikasi peralatan: dalam
kolom destilasi
ditambah dengan plat-plat
Campuran dengan susunan
XB,0 dan YB,0 dipanaskan pada
bejana dasar (still pot) sampai
titik didih.
Uap yang dihasilkan melewati
plat I, disimpangkan dan
didinginkan pada tutup
gelembung.
Plat I dipertahankan pada suhu
titik didih cairan yang ada di
dalamnya. Uap yang dihasilkan
plat I di dinginkan pada tutup
gelembung plat 2 dan
seterusnya. Kelebihan cairan
mengalir ke plat dibawahnya
melalui pipa.

APLIKASI DESTILASI KOLOM KEEFEKTIFAN KOLOM TERGANTUNG PADA:


TUTUP GELEMBUNG Cara pengaturan materi dalam kolom
Pengaturan temperatur
Panjang kolom
Kecepatan penghilangan hasil destilasi

KELEMAHAN:
Makin banyak plat, makin banyak campuran yang
tertinggal dalam plat
Setiap pengambilan hasil destilasi pada ujung
kolom, berakibat terjadinya perubahan
kesetimbangan pada plat tersebut, yang juga
berpengaruh keadaan kesetimbangan seluruh
kolom
Setiap penyimpangan dari keadaan setimbang akan
menghasilkan pemisahan yang kurang efektif

7
2/10/2019

 Bila fraksi uap ke-n dikondensasi-kan menjadi


PERHITUNGAN SECARA MATEMATIS fraksi cair XA,f , maka YA,n = XA,f sehingga:
Y X
 Permulaan destilasi:
A ,0
=  A ,0

Y B ,0
X B ,0
Y A ,n X A ,f
lo g = lo g
Y A ,0 X A
1 - Y A ,n 1 - X A ,f
 Karena YA + YB = 1, maka =  ,0

1 - Y A 1 - X
X A ,0
,0 A ,0

 Bila uap yang dikondensasikan pada plat n = 1 sama dengan seluruh


X A,f
(n + 1 ) lo g  + lo g  lo g
fraksi mol uap pada n = 0, maka xA,1 = YA,0, sehingga: 1 - X A ,0 1  X A,f
Y A ,1 X A ,1 Y A ,0 X A ,0
=  =  =  2

1 - YA ,1
1 - X A ,1
1 - YA ,0
1 - X A ,0 X A ,f
(1 - X A ,0
)
lo g
Y A ,n X A
X A ,0
(1 - X A ,f
)
 Untuk plat ke-n = n, maka: =  n + 1 ,0 n = -1
1 - Y A ,n 1 - X A ,0
lo g α

Atau
lo g
Y A ,n
= (n + 1 ) lo g  + lo g
X A ,0  Persamaan terakhir ini disebut persamaan
1 - YA ,n
1 - X A ,0 Fenske, yang digunakan untuk memperkirakan
jumlah plat teoritis dalam suatu kolom

JUMLAH PLAT YANG DIPERLUKAN UNTUK


PEMISAHAN
DESTILASI UAP
Untuk campuran biner yang komponen-komponen • Untuk memurnikan zat/senyawa cair yang tidak larut dalam air yang titik
didihnya cukup tinggi, dan sebelum zat cair tersebut mencapai titik
murninya mempunyai perbedaan titik didih sebesar
didihnya, zat cair sudah terurai, teroksidasi atau mengalami reaksi
ΔTb, jumlah plat minimum yang diperlukan untuk pengubahan (rearrangement), maka zat cair tersebut tidak dapat
pemisahan yang baik dapat dilihat pada Tabel berikut. dimurnikan secara destilasi sederhana atau destilasi bertingkat.
• Destilasi uap adalah istilah yang secara umum digunakan untuk destilasi
Tb Jumlah Plat campuran air dengan senyawa yang tidak larut dalam air, dengan cara
108 1 mengalirkan uap air ke dalam campuran sehingga bagian yang dapat
72 2 menguap berubah menjadi uap pada temperatur yang lebih rendah dari
54 3 pada dengan pemanasan langsung. Untuk destilasi uap, labu yang berisi
36 5 senyawa yang akan dimurnikan dihubungkan dengan labu pembangkit
20 10 uap (lihat gambar alat destilasi uap).
10 20 • Uap air yang dialirkan ke dalam labu yang berisi senyawa yang akan
7 30 dimurnikan, dimaksudkan untuk menurunkan titik didih senyawa
4 50
tersebut, karena titik didih suatu campuran lebih rendah dari pada titik
2 100
didih komponen-komponennya.

8
2/10/2019

DESTILASI UAP DESTILASI UAP


• Cara untuk mengisolasi dan memurnikan senyawa.
• Bila komponen A dan B membentuk campuran,
maka tekanan uap totalnya:
P t = P A + PB
• Komposisi uapnya berbanding lurus dengan
tekanan uapnya masing-masing
n P
A
 A

n B P B

• Penjabaran rumus selanjutnya


W A
n A P A M A P A
  
n B P B
W B P B
M B

Sehingga:
W M .P M .n
SOAL LATIHAN
A
 A A
 A A

W M .P M .n 1. Tekanan uap dari eter adalah 442 torr pada 200C,


B B B B B
647 torr pada 300C, 760 torr pada 34,60C.
Berdasarkan rumus diatas: Berpakah entalpi penguapannya bila R = 1,987 kal
mol-1 der-1
• Berat relatif komponen fasa uap identik dengan 2. Tekanan uap n-oktana pada 1000C = 351 torr dan
berat relatif dalam destilat isooktana pada suhu yang sama = 777 torr. Jika
suatu bahan bakar mengandung 90% mol
• Berat zat cair yang tertampung (destilat) isooktana dan 10% mol n-oktana, berapakah
berbanding langsung dengan tekanan uap tekanan uap masing-masing pada suhu 1000C?
3. Proses destilasi uap klorobenzena (Mr=112,5)
komponen dikalikan massa molarnya. dilakukan pada suhu des-tilasi 910C, dan tekanan
luar 1 atm. Pada suhu tersebut tekanan uap
klorobenzena = 214 mmHg. Berapakah berat air
(Mr = 18) diperlukan untuk mendestilasi 20 g
klorobenzena.

9
2/10/2019

PERC. DESTILASI

PERC. DESTILASI
x mL spiritus

Dimasukkan dalam alat destilasi,


dipanaskan % =

Destilat (% batas atas - % batas bawah) + % batas bawah

Mencari indeks bias dengan refraktometer

Dibandingkan dengan indeks bias metanol


95%, 80%, 70%, 60%, 50%, 40%, 30%

Menghitung % kemurnian destilat

10