Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Pelayanan keperawatan maternitas yang professional yang

ditujukan pada wanita usia subur yang berkaitan dengan system

reproduksi pada masa diluar kehamilan, masa kehamilan, masa

melahirkan, masa nifas sampai 6 minggu, dan lagi bagi yang dilahirkan

sampai umur 28 hari beserta keluarganya, yang berfokus pada

pemenuhan kebutuhan dasar dalam melakukan adaptasi fisik dan

psikososial dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan.

Asuhan yang diberikan dalam maternitas meliputi : karakteristik klien,

pola penyakit, perkembangan iptek, pendekatan keperawatan,

tuntutan klien, politik dan budaya, serta karakteristik perawat itu sendiri

sehingga asuhan yang diberikan pun akan berbeda, sesuai dengan

kebutuhan klien. (Regina, 2011 : 1)

Diperkirakan di dunia setiap menit perempuan meninggal

karena komplikasi yang terkait dengan kehamilan dan persalinan,

dengan kata lain 1400 perempuan meninggal setiap harinya atau lebih

kurang 500.000 perempuan meninggal setiap tahun karena kehamilan

dan persalinan.

1
2

(www.kalbe.co.id/... Penanganan Preeklampsia Berat.../10 diunduh

tanggal 10-7-2012 pukul 1:32)

Data organisasi kesehatan dunia (WHO) memperkirakan bahwa

setiap tahun sejumlah 500 orang perempuan meninggal dunia akibat

kehamilan dan persalinan, fakta ini mendekati terjadinya satu kematian

setiap menit. Diperkirakan 99% kematian tersebut terjadi di negara

negara berkembang (WHO, 2007).

Negara-negara di Asia termasuk Indonesia adalah negara

dimana warga perempuannya memiliki kemungkinan 20-60 kali lipat

dibanding negara-negara Barat dalam hal kematian ibu karena

persalinan dan komplikasi kehamilan. Di negara-negara yang sedang

berkembang, angka kematian ibu berkisar 350 per 10.000 kematian.

Penyebab kematian ibu di Indonesia yang utama adalah

perndarahan, preeklamsi - eklamsi partus lama, komplikasi, aborsi.

Konstribusi penyebab dari kematian ibu tersebut masing- masing

adalah pendarahan 45,2%, preeklamsi - eklamsi 12,9%, aborsi yang

tidak aman 11,2%, serta sepsis 9,6%, persalinan lama 6,5 anemia

1,6% dan penyebab kematian tidak langsung 14,1%. Salah satu

penyebab kematian tersebut adalah preeklamsi dan eklamsi yang

bersama infeksi dan pendarahan diperkirakan mencakup 75-80% dari

keseluruhan kematian maternal, kejadian preeklamsi dan eklamsi

dikatakan sebagai masalah kesehatan masyarakat apabila angka


3

kematian kasus preeklamsi - eklamsi mencapai 1,4%- 1,8%.

(http://www.Suara pembaharuan.com/News/2003/09/02/index.html)

Menurut Depkes RI, pada tahun 2005 kasus pre-eklamsia dan

eklamsia memiliki persentase kasus sebesar 4,91% dari seluruh kasus

obstetri di rumah sakit di Indonesia, dengan Case Fatality Rate

sebesar 2,35% yang merupakan penyebab kematian ibu terbesar. Pre-

eklamsi merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian ibu

disamping pendarahan pasca persalinan dan infeksi.

Preeklamsi merupakan suatu kondisi spesifik kehamilan dimana

hipertensi terjadi setelah minggu ke- 20 pada wanita yang sebelumnya

memiliki tekanan darah normal, preeklamsi merupakan suatu penyakit

vasospastik, yang melibatkan banyak system dan ditandai oleh

hipertensi dan proteinuria, yang tekanan darahnya melebihi 140/90

mmHg.

Sedangkan menurut stastistik tentang 3509 kasus Sectio

Caesarea, indikasinya antara lain adalah disproporsi janin panggul

21%, gawat janin 14%, plasenta previa 11%, pernah section caesarea

10%, kelainan letak janin 10%, preeklamsi dan hipertensi 7%, dengan

angka kematian ibu sebelum dikoreksi 17% dan sudah dikoreksi 0,5%,

sedangkan kematian janin 14,5%. (http:eberkanis.blogspot.com/

2012/ 02/ inpartum- dengan- eklamsi berat. html. diunduh pada

tanggal 11 jam 01.30)


4

Sectio caesarea merupakan suatu tindakkan untuk melahirkan

bayi dengan berat diatas 5000gr, melalui sayatan pada dinding uterus

yang masih utuh (intact). (Prawiroharjo, 2006 : 536-537)

Berdasarkan data yang ada di dapat dari Ruang Obgyn RSUP

Dr. Hasan Sadikin Bandung, persentasi ibu dengan post Sectio

Caesarea atas Indikasi Letak Lintang menempati peringkat ke 6 dari

12 jenis persalinan dengan indikasi Sectio Caesarea. Untuk lebih jelas

dapat dilihat pada Tabel 1.1 dibawah ini:

TABEL 1.1

Distribusi Jenis Persalinan Periode Desember 2011 sampai Mei 2012


di Ruang Obgyn RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

Jumlah kasus SC
No Jenis Indikasi SC Periode Desember 2011-Mei %
2012
1 Gawat janin 113 23,9
2 Gagal drip 95 20,7
3 Panggul sempit absolute 45 9,5
4 Implending klampsia 45 9,5
5 Luka bekas SC 39 8,2
6 Letak lintang 35 7,4
7 Preeklampsia berat 33 6,9
8 Plasenta previa 30 6,3
9 Eklampsia 14 2,8
10 Hipertensi 8 1,6
11 Gemeli 8 1,6
12 Insersia uteri 8 1,6
Jumlah 473 100
Sumber: Laporan Ruang Obgyn RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung
5

Dari data diatas jumlah Sectio Caesarea dengan indikasi Letak

Lintang dengan presentase 7,4% ( 35 orang ), walaupun jumlahnya

bukan merupakan yang tertinggi dan peringkat ke 6 dari 12 indikasi

Sectio Caesarea namun apabila tidak di lakukan asuhan perawatan

secara komprehensif maka akan terjadi komplikasi. Adapun komplikasi

dari letak lintang itu sendiri dapat berdampak terhadap ibu dan bayi,

Pada ibu akan terjadi, Eklampsia, Solusio Plasenta, Pendarahan

Subkapsula, kelainan pembekuan darah, Sindrom HELLP ( Hemolisis,

evevated, Liver, dan Low platelet count ), sedangkan pada bayi dapat

menyebabkan, terhambatnya pertumbuhan dalam Uterus, Premature,

Asfiksia Neonatorum, kematian dalam Uterus. Komplikasi yang terjadi

sesaat setelah Operasi Sectio Caesarea adalah infeksi yang banyak

disebut sebagai morbiditas pasca operasi (adjie, 2005). Serta Selain

itu dapat berdampak pula pada kebutuhan dasar manusia, yaitu

Ambulasi dini, nyeri, pola nutrisi cairan, aktifitas, personal hygiene,

eliminasi, emosi,istirahat tidur dan seksualitas. Oleh karena itu perawat

perlu melaksanakan asuhan keperawatan secara Komprehensif baik

Bio Psiko Sosial dan Spiritual.

Berdasarkan dampak dan komplikasi yang dapat ditimbulkan

dari hal tersebut diatas maka penulis mengambil studi kasus dengan

judul “Asuhan Keperawatan Pada Ny.H P1A0 Partus Maturus Dengan

Sectio Caesarea Atas Indikasi Letak Lintang dan Preeklamsi Ringan


6

Hari ke-2 Di Ruang Kemuning Lantai III RSUP Dr. Hasan Sadikin

Bandung”.

B. Tujuan penulisan

1. Tujuan Umum

Mampu melaksanakan asuhan keperawatan secara

komperhensif baik Bio-Psiko-Sosial dan Spiritual pada Klien

Partus Maturus dengan Sectio Caesarea Atas Indikasi Letak

Lintang Preeklamsi Ringan Hari Ke-2 melalui proses keperawatan

dan pendokumentasian dalam bentuk asuhan keperawatan.

2. Tujuan Khusus

Penulis dapat :

a. Melakukan pengkajian secara komperhensif pada Ny. H

dengan Post Operasi Sectio Caesarea Hari Ke-2 Atas Indikasi

Letak Lintang Dan Preeklamsi Ringan.

b. Menegakkan diagnosa keperawatan dan menentukan proritas

masalah pada klien Ny. H dengan Post Operasi Sectio

Caesarea Hari Ke-2 Atas Indikasi Letak Lintang Dan Preeklamsi

Ringan.

c. Menentukan rencana asuhan keperawatan pada klien sesuai

dengan prioritas masalah dan tujuan kebutuhan Ny. H dengan


7

Post Operasi Sectio Caesarea Hari Ke-2 Atas Indikasi Letak

Lintang Dan Preeklamsi Ringan.

d. Melaksanakan tindakan sesuai dengan perencanaan pada klein

Ny. H dengan Post Operasi Sectio Caesarea Hari Ke-2 Atas

Indikasi Letak Lintang Dan Preeklamsi Ringan.

e. Mengevaluasi hasil tindakan keperawatan yang telah

dilaksanakan pada klien Ny. H dengan Post Operasi Sectio

Caesarea Hari Ke-2 Atas Indikasi Letak Lintang Dan Preeklamsi

Ringan.

f. Mendokumentasikan hasil asuhan keperawatan pada klien Ny.

H dengan Post Operasi Sectio Caesarea Hari Ke-2 Atas

Indikasi Letak Lintang Dan Preeklamsi Ringan.

g. Membahas kesenjangan antara teori dengan kasus yang

ditemukan serta mencari alternative pemecahannya.

C. Metode Penulisan dan Teknik Pengumpulan Data

Metode yang digunakan oleh penulis dalam penulisan karya

tulis ini adalah metode deskriptif yaitu menggambarkan suatu kejadian

dan kemudian membandingkan dengan teori dalam bentuk studi kasus

melalui pendekatan proses keperwatan. Adapun teknik pengumpulan

data yang digunakan yaitu :


8

1. Observasi

Observasi dalah kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu

objek dengan menggunakan seluruh indera yang dapat dilakukan

melalui penglihatan dan pendengaran.

2. Wawancara

Yaitu suatu pengumpulan data melalui komunikasi secara lisan

yang penulis lakukan dengan klien dan keluarga.

3. Pemeriksaan Fisik

Adalah pemeriksaan langsung pada klien dengan menggunakan

cara inspeksi dengan melihat secara langsung kondisi pasien,

palpasi yaitu dengan memeriksa dapat berupa sentuhan, perabaan

maupun menstimulasi respon dari pasien, perkusi yaitu dengan

pemeriksaan pada bagian- bagian tubuh dengan menggunaka alat

bantu jari- jari penulis, agar dapat dibedakan ada tidaknya masalah

dari kondisi organ yang diperiksa, auskultasi yaitu dengan

mendengarkan dengan stetoskop bunyi dari tiap- tiap organ.

4. Studi Dokumentasi

Studi Dokumentasi penulis diperoleh dengan cara mengumpulkan,

mengolahan mencatat data atau status klien selama dirawat di

rumah sakit.
9

5. Studi Kepustakaan

Yaitu mengambil literature yang ada di buku sebagai bahan acuan

dalam membuat asuhan keperawatan yang berhubungan dengan

kasus yang diambil baik berupa teori konsep maupun praktek yang

akan dilakukan terhadap klien.

D. Sistematika Penulisan

BAB I: Pendahuluan, Terdiri dari latar belakang, tujuan

penulisan, metode dan teknik pengumpulan data dan

sistematika penulisan.

BAB II: Tinjauan Teoritis, Terdiri dari konsep dasar meliputi,

konsep tentang Post Partum; pengertian Post Partum ,

perubahan fisiologis Post Partum, adaptasi psikologis

post partum tujuan asuhan masa nifas. Konsep section

caesarea; pengertian section caesarea, jenis-jenis

Section Caesarea, indikasi, komplikasi, Pengertian

preeklamsi berat, Etiologi, Patofisiologi , Tanda dan

gejala, Klasifikasi, Komplikasi, Penatalaksanaan. Konsep

Letak Lintang; pengertian, etiologi, pemeriksaan

abdominal, diagnose persalinan, mekanisme persalinan,

komplikasi, penatalaksanaan. Konsep dasar

Preeklampsia Ringan; pengertian, etiologi, tanda dan


10

gejala, klasifikasi, komplikasi, pencegahan,

penatalaksanaan, penanganan preeklamsi ringan,

dampak masalah Sectio Caesarea, Kemudian penulis

mengemukakan proses keperwatan yang melalui

Pengkajian, Diagnosa, Perencanaan.

BAB III: Tinjauan Kasus dan Pembahasan, berisi tentang asuhan

keperawatan pada Ny. H dengan Post Operasi Sectio

Caesarea Hari Ke – 2 Atas Indikasi Letak Lintang Dan

Preeklamsi Ringan Di Gedung Kemuning Lantai III

RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung yang terdiri dari

pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan,

pelaksanaan, evaluasi dan catatan perkembangan, serta

pembahasan mengenai kesenjangan antara teori dan

praktek selama melakukan asuhan keperawatan pada

klien Partus Maturus Section Caesarea.

BAB IV: Kesimpulan dan Rekomendasi

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN