Anda di halaman 1dari 5

RESUME METODOLOGI PENELITIAN

MINGGU KE 9

● Chapter 2 : The Scientific Approach and Alternative Approaches to Investigation

Investigasi ilmiah cenderung lebih objektif daripada subjektif, dan membantu manajer
untuk menyoroti faktor paling kritis di tempat kerja yang perlu spesifik perhatian untuk
menghindari, meminimalkan, atau memecahkan masalah. Investigasi ilmiah dan pengambilan
keputusan manajerial merupakan aspek integral dari pemecahan masalah yang efektif. Ciri-
ciri atau karakteristik pembeda utama dari penelitian ilmiah dapat dicantumkan sebagai
berikut:
1. Purposiveness (Tujuan Jelas)
Manajer memulai penelitian dengan sebuah sasaran atau tujuan yang jelas. Fokusnya
meningkatkan komitmen karyawan terhadap organisasi dalam banyak hal.
2. Rigor (Ketepatan)
Ketepatan mengandung arti kehati-hatian, kecermatan dan tingkat ketelitian dalam
investigasi penelitian. Hal ini harus didasari oleh teori dan metodologi yang sesuai dengan
penelitian.
3. Testability (Dapat Diuji)
Penelitian ilmiah menguji secara logis hipotesis yang telah disusun dengan metode
statistik tertentu untuk melihat apakah data mendukung perkiraan atau hipotesis yang dibuat
setelah studi yang mendalam terhadap masalah.
4. Replicability (Dapat Ditiru)
Ini berarti bahwa hasil penelitian dapat digunakan lagi jika keadaan yang sama berlaku.
5. Precision and confidence (Ketelitian dan Keyakinan)
Merupakan aspek penting yang dicapai melalui desain sampling ilmiah yang tepat.
Ketelitian mengacu pada kedekatan temuan dengan realitas berdasarkan sebuah sampel.
Keyakinan mengacu pada probabilitas ketepatan estimasi kita.
6. Objectivity (Objektivitas)
Kesimpulan yang ditarik dari interpretasi hasil analisa data harus objektif, yaitu harus
berdasarkan fakta – fakta dari temuan yang berasal dari data aktual, dan bukan nilai – nilai
subjektif atau emosional semata.
7. Generalizability (Dapat digeneralisasi)
Dapat digeneralisasi mengacu pada cakupan penerapan temuan penelitian dalam suatu
konteks organisasi ke konteks organisasi lainnya. Semakin penelitian itu dapat digeneralisasi,
maka akan semakin besar kegunaan dan nilainya.
8. Parsimony (Hemat)
Kesederhanaan dalam menjelaskan fenomena atau persoalan yang muncul, dan dalam
menghasilkan solusi masalah, selalu lebih disukai untuk kerangka penelitian yang kompleks
yang meliputi jumlah faktor yang tidak dapat dikendalikan
THE HYPOTHETICO-DEDUCTIVE METHOD
Metode hipotesis deduktif, dipopulerkan oleh filsuf Austria Karl Popper, adalah versi
khas dari metode ilmiah. Metode hipotesis deduktif memberikan pendekatan yang berguna
dan sistematis untuk menghasilkan pengetahuan untuk memecahkan masalah dasar dan
manajerial. Ada tujuh langkah metode hipotesis deduktif ini : 1) Identifikasi area masalah
yang luas. 2) Definisikan pernyataan masalah. 3) Kembangkan hipotesis. 4) Tentukan
langkah-langkah. 5) Pengumpulan data. 6) Analisis data. 7) Interpretasi data.
ALTERNATIVE APPROACHES TO RESEARCH
a. Positivism
Dalam pandangan penganut positivisme (positivist, ilmu pengetahuan dan
penelitian ilmiah dilihat sebagai jalan untuk mendapatkan kebenaran. Positivism
memperhatikan rigor dan dapat di salinnya penelitian mereka, keandalan observasi,dan
kemampuan generalisasi temuan. mereka menggunakan pemikiran deduktif untuk
menempatkan teori yang dapat mereka uji dengan pengukuran yang tetap,desain sebelum
penelitian dan objektif.
b. Constructionism
Construtionism bertujuan untuk memahami aturan yang digunakan masyarakat
untuk mengerti dunia dengan menginvestigasi apa yang terjadi dalam pikiran
masyarakat. Metode penelitian dari para peneliti construtionism sering kali merupakan
kualitatif alami. Construtionism sering kali lebih memikirkan pemahaman kasus spesifik
daripada generalisasi temuan mereka. Tidak terdapat realitas objektif yang harus
digeneralisasi.
c. Critical Realism
Merupakan sebuah kombinasi dari keperayaan dalam realitas eksternal
(kebenaran objektif dengan penolakan terhadap klaim bahwa realitas eksternal dapat
diukur secara objektif. Observasi (terutama observasi fenomena yang tidak dapat diamati
dan diukur secara langsung, seperti kepuasan, motivasi,dan budaya akan selalu menjadi
subjek untuk interpretasi. Berdasarkan pandangan ritial realist, mengukur fenomena dan
pengumpulan data seperti emosi, perasaan, dan sikap sering kali bersifat subjektif,
pembiaraan secara umum, tidak sempurna dan memiliki kekurangan.
d. Pragmatism
Pragmatism tidak mengambil posisi tertentu dalam membuat penelitian yang
baik. Mereka merasa bahwa penelitian pada kedua fenomena objektif, dapat diamati dan
makna subyektif dapat menghasilkan pengetahuan yang berguna, tergantung pada
pertanyaan penelitian penelitian ini. Pragmatisme menggambarkan penelitian sebagai
proses di mana konsep dan makna (teori) adalah generalisasi dari tindakan dan
pengalaman masa lalu kita, dan interaksi yang kita miliki dengan lingkungan kita.
Karenanya, kaum pragmatis menekankan sifat penelitian yang dibangun secara sosial;
peneliti yang berbeda mungkin memiliki ide yang berbeda tentang, dan penjelasan untuk,
apa yang terjadi di sekitar kita.

● Chapter 3 : Defining and Refining the Problem

THE BROAD PROBLEM AREA


Penelitian secara khusus dimulai dengan suatu permasalahan. Suatu “permasalahan”
tidak berarti kesalahan yang serius dengan keadaan sekarang yang harus diperbaiki segera
mungkin. Suatu permasalahan juga mengindikasikan kepentingan dalam isu dimana
menemukan solusi yang benar dapat membantu meningkatkan situasi yang ada.
PRELIMINARY RESEARCH
Meskipun sifat yang tepat dari informasi dibutuhkan untuk memperkecil are
permasalahan dan membatasi pernyataan masalah spesifik, hal ini tergantung pada tipe
masalah yang ditujukan, secara luas dapat diklasifikasikan dalam dua tujuan: 1) Informasi
latar belakang organisasi dan lingkungannya – merupakan faktor kontekstual. 2) Literatur –
pengetahuan yang tersedia atau apa yang sudah diketahui dan tertulis yang berhubungan
dengan proyek penelitian.
Beberapa informasi latar belakang yang mungkin termasuk adalah sebagai berikut:
a) Asal dan sejarah perusahaan. b) Ukuran dalam hal karyawan, aset, atau keduanya.
c) Carter. d) Lokasi.
e) Sumber daya. f) Hubungan saling ketergantungan dengan institusi-
institusi dan lingkungan eksternal.
g) Posisi keuangan selama lima sampai sepuluh tahun lalu, dan data keuangan yang
berhubungan.
h) Informasi faktor struktural. i) Informasi mengenai filosofi manajemen.
Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh orang lain untuk tujuan lain
selain tujuan penelitian ini. Beberapa sumber data sekunder adalah buletin statistik, publikasi
pemerintah, informasi yang diterbitkan atau tidak dipublikasikan yang tersedia baik di dalam
maupun di luar organisasi, situs web perusahaan, dan Internet. Pengumpulan data sekunder
sangat sering sangat membantu pada tahap awal proses penelitian, tetapi dalam beberapa
kasus informasi paling baik diperoleh dengan metode lain seperti mewawancarai orang,
observasi, eksperimen atau dengan memberikan kuesioner kepada individu. Data yang
dikumpulkan peneliti secara langsung untuk tujuan spesifik penelitian disebut data primer.
Literatur membantu dalam hal menyusun penelitian yang sudah selesai, atau
membangun fondasi dari pengetahuan yang ada. Selain itu, untuk mengembangkan
pernyataan masalah dengan ketepatan dan kejelasan.
DEFINING THE PROBLEM STATEMENT
Setelah mengumpulkan informasi pendahuluan, peneliti mempersempit masalah dari
dasar masalah yang luas dan mendefinisikan isu dari masalah dengan jelas. Pernyataan
masalah (problem statement) harus tidak ambigu, spesifik, dan terfokus, dan masalah yang
ditujukan dari perspektif akademik yang spesifik. Ada tiga kriteria utama untuk menilai
kualitas pernyataan masalah: itu harus relevant, feasible, dan interesting.
a. Pernyataan masalah relevan jika bermakna dari perspektif manajerial, perspektif akademis,
atau keduanya. Sebuah proyek penelitian yang bertujuan untuk merekonsiliasi temuan yang
bertentangan atau untuk menetapkan kondisi batas juga merupakan tantangan nyata.
b. Pernyataan masalah layak jika Anda dapat menjawab pertanyaan penelitian dalam batasan
proyek penelitian.
c. Karakteristik ketiga dari pernyataan masalah yang baik adalah menarik bagi Anda.
Penelitian adalah proses yang memakan waktu. Karena itu, sangat penting bagi Anda untuk
benar-benar tertarik pada pernyataan masalah yang ingin Anda jawab, sehingga Anda dapat
tetap termotivasi selama seluruh proses penelitian.

THE RESEARCH PROPOSAL


Sebelum studi penelitian dilakukan, harus ada persetujuan antara orang yang
mengotorisasi studi dan peneliti mengenai masalah yang diinvestigasi, metodologi yang
digunakan, dan durasi studi, serta biayanya. Proposal penelitian pada dasarnya mengandung
unsur-unsur sebagai berikut:
1. Judul kerja.
2. Latar belakang studi.
3. Pernyataan masalah:
a. Tujuan studi
b. Pertanyaan/masalah penelitian.
4. Ruang lingkup studi.
5. Keterkaitan studi.
6. Desain penelitian, detail yang ditawarkan dalam:
a. Tipe studi – eksplorasi, deskriptif, dan/atau biasa.
b. Metode pengumpulan data.
c. Desain contoh.
d. Analisis data.
7. Kerangka waktu studi, termasuk informasi kapan laporan tertulis diserahkan kepada
sponsor.
8. Anggaran, rincian biaya dengan referensi untuk pengeluaran spesifik.
9. Daftar pustaka yang dipilih.

MANAGERIAL IMPLICATION
Proposal penelitian yang baik membantu manajer untuk menilai relevansi studi yang
diusulkan. Akan tetapi, untuk meyakinkan bahwa sasaran studi telah dicapai, manajer harus
terlibat selama proses penelitian. Pertukaran informasi antara manajer dan peneliti selama
langkah-langkah penting proses penelitian dapat meningkatkan relevansi manajerial dan
kualitas penelitian.