Anda di halaman 1dari 4

Diare adalah buang air besar dengan

frekuensi yang tidak normal (meningkat)


biasanya menjadi >4x, dengan bentuk cair.

Penyebab Diare
- Infeksi saluran pencernaan
- Faktor makanan : makanan basi,
beracun, alergi terhadap makanan
- Faktor Psikologis : Rasa takut dan
cemas
- Faktor Lingkungan : Ketersediaan air
bersih, dan pembuangan tinja
- Faktor ASI (terutama pada anak usia 0-
6 bulan) : Pemberian susu dengan
menggunakan botol memudahkan
pencemaran oleh kuman.
Gejala Diare :
- Buang air besar sering dan encer
- Kram perut
- Nyeri perut
- Demam
- Kembung
- Muntah

Pencegahan Diare
- Pemberian ASI : terutama pada anak
usia 4-6 bulan
- Perilaku hidup bersih dan sehat:
- -> Makanan dengan gizi seimbang
- -> Air bersih untuk keperluan harian
- -> Jamban keluarga
- -> Selalu mencuci tangan sebelum
makan

Penanganan Diare
- Penggantian cairan yang keluar akibat
diare
- Makan harus diteruskan bahkan
ditingkatkan
- Penggunaan antibiotik dan antiparasit
tidak boleh digunakan secara rutin

ingat OZANA
- O : Oralit, diberikan terutama setelah
diare untuk menggantikan cairan
- Z : Zinc, untuk mencegah terjadinya
diare berulang
- A : ASI, ASI tetap diberikan
- N : Nasihat, nasihatkan agar tetap
bahkan meningkatkan nafsu makan
dan minum
- A : Antibiotik, antibiotik hanya
digunakan jika sesuai dengan indikasi
(periksakan ke dokter)
Tanda Kegawatan Diare
- Berat badan menurun
- Kulit lama kembali apabila dicubit
- Mata dan ubun ubun membesar dan
menjadi cekung
- Bibir, mulut, dan mata tampak kering
- Keinginan untuk minum tidak ada
- Kesadaran semakin menurun
Apabila terdapat salah satu gejala
tersebut diatas segera ke pusat kesehatan
terdekat/ rumah sakit untuk mendapat
penanganan lebih lanjut.