Anda di halaman 1dari 3

TUGAS RUTIN IV PENGANTAR GEOGRAFI

ANALISIS SEJARAH PERKEMBANGAN GEOGRAFI POLITIK,


GEOPOLITIK, DAN GEOGRAFI TERAPAN

DOSEN PENGAMPU :
Prof. Darmono, M.Ed
ROHANI TANJUNG, S.Pd., M.Si.

DISUSUN OLEH :
AYU NOVIANA SIMATUPANG
3183331010

PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
Geografi politik adalah cabang geografi manusia yang objek studinya aspek
keruangan, pemerintahan atau kenegaraan, yang meliputi hubungan regional dan
internasional, pemerintahan atau kenegaraan di permukaan bumi. Ciri utama
geografi politik adalah wilayah politik, aktifitas politik, institusi politik. Geografi
politik bersifat statis. Pendekatan yang biasa digunakan dalam bahasan geografi
politik adalah pendekatan factual studies dan morfologis. Menurut Ginsburg
dalam Hoselitz (ed, 1988) kunci utama definisi geografi politik masa kini yaitu,
studi tentang hubungan antara system-sistem politik dan daerah-daerah politik.

Geopolitik adalah ilmu yang mempelajari kondisi fisik, ekonomi, social politik,
antropologi, sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi proses kebijakan
pemerintah mengenai politik dan pertahanan dan keamanan, yang bersifat internal
dan eksternal, berdasarkan telaah geografi politik. Terdapat hubungan yang erat
antara geografi politik dengan geopolitik. Tak jarang juga ada yang mengatakan
bahwa geopolitik adalah geografi politik terapan (applied political geography).
Geopolitik memandang ruang dari sudut kepentingan pemerintahan dan bersifat
dinamis, yang memandang suatu negara tumbuh dan berkembang seperti
organism. Penerapan ilmu-ilmu social, terutama geografi politik, hubungan
internasional dalam kaitannya dengan aspek wilayah dari hukum internasional,
dan ilmu politik, menjadi pusat kajian dari geopolitik.

Geografi politik pertama kali diperkenalkan oleh Friederich Ratzel yang kala itu
melihat adanya hubungan antara lingkungan alam dengan manusia sebagai
penghuninya. Dalam bukunya Politische Geographie (1897) Ratzel
mengemukakan adanya keterkaitan faktor fisis Geografis dengan ras-ras yang
terdapat di setiap negeri. Menurut Ratzel, bentuk pemerintahan suatu negara
ditentukan pula oleh alam. Dengan demikian dasar geografi politik dari Ratzel
adalah fisis determinis. Pemikiran tersebut didukung oleh pemikir-pemikir Jerman
yang berpendapat bahwa Geografi Politik perlu dikembangkan untuk diambil
manfaatnya bagi kepentingan negara. Pemikiran tersebut dilandasi dari kekalahan
Jerman pada Perang Dunia ke I.
Richard Hennig seorang profesor di Berlin berpendapat sesungguhnya yang
dipelajari di Geografi Politik adalah bentang alam dimana kehidupan negara
berlangsung namun ilmu tersebut adalah statis sehingga harus ada ilmu tentang
alam yang sifatnya dinamis yaitu geopolitik. Menurut pendapatnya geografi
mempelajari ruang hidup manusia dengan segala sifat-sifatnya dan kecenderungan
untuk pertumbuhanya menuju batas, sedangkan geopolitik adalah penerapan dari
hasil kajian geografi politik.
Pada tahun 1928 Haushofer mengemukakan bahwa geopolitik adalah ilmu
ketatanegaraan yang bekerjasama dengan geografi. Geopolitik adalah pemikiran
geografi suatu negara. Geopolitik bersifat dinamis karena ia mempelajari gejala-
gejala politik dalam kegiatan ruang. Menurutnya inti ajaran geopolitik adalah:

 negara adalah suatu organisme

 sebagaimana organisme, ia tunduk kepada hukum alam

 hukum alam ditunjukkan dan diletakkan oleh suatu bentang alam

Dari sejarah singkat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa inti dari ajaran
geopolitik adalah negara sebagai suatu organisme dan itu bertentangan dengan
asas geografi. Geopolitik digunakan untuk memperluas imperium atau kekuasaan
suatu negara. Dalam kenyataannya banyak batas negara yang sama dengan batas
alam namun kondisi itu terjadi karena adanya persetujuan diantara negara-negara
tersebut bukan ditentukkan alami oleh alam. Inti ajaran geopolitik dari segi
metode keilmuan adalah ilmu terselubung yang dihasilkan dari pemikir-pemikir
yang berpandangan ekspnasionis.
Geografi politik dan geopolitik termasuk ke dalam kajian geografi manusia
dimana interaksi manusia dengan alam membentuk suatu sistem-sistem
pemerintahan tertentu pada suatu wilayah. Kiranya saat ini geopolitk berguna
untuk meningkatkan nilai tawar suatu negara dalam kaitannya dengan kerjasama
internasional.

Secara teoritik, geografi dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu geografi murni
(pure geography) dan geografi terapan (applied geography). Bila diperhatikan,
pemilihan ini menjadi sangat jelas bagi kalangan ilmuwan geografi saat ini.
Dalam pengembangannya, perhatian kita terhadap kedua aspek ini kadang tidak
seimbang, dan juga kadang kurang peka terhadap pengembangannya. Dalam satu
waktu, kadang kita lebih fokus pada bagian geografi terapan, dan pada bagian lain
kadang kita lebih peka terhadap geografi teoritik. Walaupun dalam
pelaksanaannya, pada dasarnya terdapat relasi-fungsional antara geografi murni
dengan geografi terapan.
Penjelasan Frazer ini menegaskan bahwa pada dasarnya, saat kita menggunakan
geografi terapan, kita pun menggunakan prinsip dan metode geografi murni.
Tetapi, hal yang membedakan dari geografi murni itu, adalah dalam tingkat dan
orientasi analisis terhadap fenomena lingkungan dan keruangan. Misalnya, pada
saat kita menganalisis fenomena mewabahnya penyakit Flu Singapure.
Geografi kritis terapan ini, merupakan upaya kritis dalam menerapkan prinsip dan
metode geografi dalam memahami fenomena geosfera. Pentingnya, penerapan
prinsip kritis ini, satu sisi adalah mengeliminisasi teori-teori yang dianggap
kurang aplikatif, dan pada sisi lain menghindari kesalah-konteks dalam penerapan
metode praktis. Sehingga pada akhirnya, diharapkan hasil dari analisis itu
mendekati pada kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.