Anda di halaman 1dari 3

TUGAS RUTIN VI PENGANTAR GEOGRAFI

ANALISIS CABANG KLASIFIKASI DAN


KEDUDUKAN GEOGRAFI

DOSEN PENGAMPU :
Prof. Darmono, M.Ed
ROHANI TANJUNG, S.Pd., M.Si.

DISUSUN OLEH :
AYU NOVIANA SIMATUPANG
(3183331010)

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI


FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
Disiplin ilmu geografi memiliki cakupan obyek yang luas. Obyek itu mencakup
fenomena alam dan manusia, dan keterkaitan antar keduanya.Untuk mempelajari obyek yang
demikian luas tumbuh cabang-cabang geografi yang dapat memberikan analisis secara mendalam
terhadap obyek yang dipelajarinya. Cabang-cabang ilmu geografi dapat dirinci sebagai berikut.
Menurut Huntington, geografi terbagi empat cabang, yaitu:

1. Geografi Fisik yang mempelajari faktor fisik alam


2. Pitogeografi yang mempelajari tanaman
3. Zoogeografi yang mempelajarai hewan
4. Antropogeografi yang mempelajari manusia.

Menurut Muller dan Rinner, cabang-cabang geografi terdiri atas:

1. Geografi Fisik yang terdari atas geografi matematika, geografi tanah dan hidrologi,
klimatologi, geografi mineral dan sumberdaya, geografi tanaman, dan geografi tata guna
lahan
2. Geografi Manusia meliputi geografi budaya (geografi penduduk, geografi sosial, dan
geografi kota), Geografi ekonomi (geografi pertanian, geografi transportasi dan
komunikasi) geografi politik
3. Geografi regional

Menurut Hagget, cabang geografi dapat diuraikan sebagai berikut.

1. Geografi fisik merupakan cabang geografi yang mempelajari gejala fisik di permukaan
bumi. Gejala fisik itu terdiri atas tanah, air, udara dengan segala prosesnya. Bidang kajian
dalam geografi fisik adalah gejala alamiah di permukaan bumi yang menjadi lingkungan
hidup manusia. Oleh karena itu keberadaan cabang ilmu ini tidak dapat dipisahkan
dengan mansuia.
2. Geografi Manusia
a. Geografi manusia merupakan cabang geografi yang obyek kajiannya keruangan
manusia. Aspek-aspek yang dikaji dalam cabang ini termaasuk kependudukan,
aktivitas manusia yang meliputi aktivitas ekonomi, aktivitas politik, aktivitas
sosial dan aktivitas budayanya. Dalam melakukan studi aspek kemanusiaan,
geografi manusia terbagi dalam cabang-cabang geografi penduduk, geografi
ekonomi, geografi politik, geografi permukiman dan geografi sosial.
b. Geografi penduduk merupakan cabang geografi manusia yang obyek studinya
keruangan penduduk. Obyek studi ini meliputi penyebaran, densitas,
perbandingan jenis kelamin penduduk dari suatu wilayah.
c. Geografi Ekonomi merupakan cabang geografi manusia yang bidang kajiannya
berupa struktur keruangan aktivitas ekonomi. Titik berat kajiannya pada aspek
keruangan struktur ekonomi masyarakat, termasuk bidang pertanian, industri,
perdagangan, transportasi, komunikasi, jasa, dan sebagainya. Dalam analisisnya,
faktor lingkungan alam ditinjau sebagai faktor pendukung dan penghambat
struktur aktivitas ekonomi penduduk. Geografi ekonomi mencakup geografi
pertanian, geografi industri, geografi perdagangan, geografi transportasi dan
komunikasi.
d. Geografi Politik merupakan cabang geografi manusia yang bidang kajiannya
adalah aspek keruangan pemerintahan atau kenegaraan yang meliputi hubungan
regional dan internasional, pemerintahan atau kenegaraan dipermukaan bumi.
Dalam geografi politik, lingkungan geografi dijadikan sebagain dasar
perkembangan dan hubungan kenegaraan. Bidang kajian geografi politik relatif
luas, seperti aspek keruangan, aspek politik, aspek hubungan regional, dan
internasional.
e. Geografi permukiman adalah cabang geografi yang obyek studinya berkaitan
dengan perkembangan permukimam di suatu wilayah permukaan bumi. Aspek
yang dibahas adalah kapan suatu wilayah dihuni manusia, bagaimana bentuk
permukimannya, faktor apa yang mempengaruhi perkembangan dan pola
permukiman.
3. Geografi Regional merupakan diskripsi yang menyeluruh antara aspek manusia dan
aspek alam (lingkungan). Fokus kajiannya adalah interelasi, interaksi dan integrasi antara
aspek alam dan manusia dalam suatu ruang tertentu.

Dalam pengkajian gejala dan masalah geografi harus selalu terpadu. Walaupun geografi fisik
mengkaji aspek fisik, tetapi selalu mengkaitkannya dengan aspek manusia dalam suatu “ruang”.
Sebaliknya geografi manusia selalu mengkaitkan dirinya dengan aspek-aspek fisik geografi.
Geografi akan kehilangan “jati dirinya” jika tidak terjadi konsep keterpaduan.
Dalam tataran sistematika tersebut, geografi lingkungan merupakan bagian dari geografi
regional. Karena, dalam perspektif bidang ini memberi tekanan pada hubungan antara manusia
dengan lingkungannya sehingga terlihat karakteristk lingkungan di wilayah tersebut.