Anda di halaman 1dari 2

SISTEMATIKA LAPORAN

HASIL MEMBACA LITERATUR/BUKU

A. Data Publikasi Buku


Judul Buku : Sukses Bisnis Tempe Dan Cara Pembuatannya
Pengarang : H.M.Partoyo.SE
Penerbit : Agung Ilmu
Tahun Terbit :-
Kota Terbit : Griya Bandung Asri 2 Blok B3 No.19
Cetakan ke : ke-1
Jumlah Halaman : 84
B. Judul Bab / Subbab Yang Di Rangkum : Tempe
Halaman : 11 – 55
C. Pokok-pokok Informasi :
a. Sejarah Tempe
b. Kandungan Dan Manfaat Tempe
c. Khasiat tempe
d. Persiapan Membuat Tempe
e. Teknis Pembuatan Tempe
D. Rangkuman Informasi

Tidak jelas kapan pembuatan tempe dimulai. Namun demikian, makanan tradisional ini
sudah terkenal sejak berabad-abad lalu, terutama dalam tatanan budaya makan masyarakat
Jawa, abad ke-16 telah ditemukan kata tempe, misalnya dengan penyebutan nama
hidangan jae santen tempe (sejenis makanan tempe dengan santan) dan kadhele tempe
serundeng. Hal ini menunjukan bahwa pada mulanya tempe diproduksi dari kedelai hitam,
berasal dari masyarakat pedesaan tradisional jawa, mungkin dikembangkan di daerah
Mataram, Jawa Tengah.

Selain itu, sumber lain mengatakan bahwa awal pembuatan tempe sekitar era tanam paksa
di pulau Jawa. Ada pula yang mengatakan bahwa tempe mungkin diperkenalkan oleh orang-
orang thionghoa yang memproduksi makanan sejenis, yaitu koji kedelai

Tempe kadang-kadang dianggap sebagai bahan makanan masyarakat golongan menengah


ke bawah, sehingga masyarakat merasa gengsi memasukan tempe sebagai salah satu menu
makanannya.akan tetap, setelah diketahui manfaatnya bagi kesehatan, tempe mulai banyak
dicari dan digemari masyrakat dalam maupun luar negri. Jenis tempe sebenarnya sangat
beragam, bergantung pada bahan dasarnya, namun yang paling luas penyebarannya adalah
tempe kedelai.
Tempe mempunyai nilai gizi yang baik. Di samping tempe mempunyai beberapa khasiat,
seperti dapat mencegah dan mengendalikan diare, mempercepat proses penyembuhan
duodenitis, memperlancar pencernaaa, dapat menuunkan kadar kolestrol, dapat
mengurangi toksisitas, meningkatkan vitalitas, mencegah anemia, menghambat penuaan,
serta mampu menghambat resiko jantung koroner, penyakit gula, dan kanker.

Untuk membuat tempe, selain diperlukan bahan dasar kedelai juga diperlukan ragi. Ragi
merupakan kumpulan spora mikroorganisme, dalam hal ini kapang. Dalam proses
pembuatan tempe paling sedikit diperlukan empat jenis kapang dari genus Ryzopus, yaitu
Ryzopus oligosporus, Ryzopus stolonifer , Ryzopus arrhizus, dan Ryzopus oryzae. Miselium
dari kapang tersebut akan mengikat keping-keping biji kedelai dan memfermentasikannya
menjadi produk tempe. Proses fermentasi tersebut menyebabkan terjadinya perubahan
kimia pada protein, lemak, dan karbohidrat. Perubahan tersebut meningkatkan kadar
protein tempe sampai sembilan kali lipat.