Anda di halaman 1dari 5

Tugas Kelompok ke-(1)

Minggu 3

TEAM 5 :

1. Andita Kevira Sambada


2. Nurlilianita Elis Iswanti
3. Megavelisia - 1801473002
4. Arie Zarro Aga Sutikno

Essay

1. Jelaskan ukuran yang digunakan di dalam variable cost!


Variable Cost adalah cost yang bertambah seiring dengan penambahan aktifitas.
Aktifitas ini dapat diekspresikan dalam unit produksi, unit terjual, miles yang dijalani,
kamar tidur yang terjual, jumlah jam yang digunakan dan sebagainya. Semakin besar
jumlah volume produk yang diproduksi oleh sebuah perusahaan maka semakin besar
pula biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi produk tersebut. Begitu pula
sebaliknya, jika jumlah volume produk yang diproduksi kecil maka biaya yang
dikeluarkan juga kecil. Dapat dikatakan bahwa biaya variabel bergantung pada
fluktuasi aktivitas usaha dalam memproduksi barang yang dilakukan sebuah
perusahaan.

Misalnya, 1 unit kue memerlukan 1kg tepung dengan harga Rp 10.000,00/kg, maka
variable cost untuk 1 unit kue adalah Rp 10.000,00. Apabila perusahaan memproduksi
50 unit kue, maka total variabel costnya menjadi Rp 500.000,00. Variable cost per unit
selalu tetap dan dalam total selalu berubah ubah sesuai tingkat aktifitasnya.

JENIS – JENIS VARIABLE COST :


a. Biaya Variabel Murni
Biaya yang jumlah totalnya selalu berubah secara proporsional dengan
perubahan tingkat produksi dan biaya/ unitnya selalu tetap.
Contoh:
Pembelian dengan kontrak: Tidak ada diskon untuk pembelian kuantitas besar.
Biaya/ unit untuk produksi 100 unit dan 100.000 unit tetap.
Biaya upah pegawai (Direct Labor Cost)

Biaya

Volume keg.

b. Biaya Variabel (Tetap) Bertingkat

ACCT6173-Managerial Accounting
Biaya yang jumlah totalnya tetap pada tingkatan tertentu namun berubah pada
tingkatan yang lain.
Contoh:
Biaya sewa truk dengan kapasitas angkut 10 ton dengan biaya sewa per truk
adalah 1 juta rupiah.
Biaya angkut 1 – 10 ton = Rp 1 juta
Biaya angkut 10 – 20 ton = Rp 2 juta
Biaya angkut 10 – 30 ton = Rp 3 juta

Biaya

c. Biaya Variabel Lengkung


Biaya yang jumlah totalnya berubah secara tidak proposional dengan perubahan
tingkat produksi.
Contoh:
Pembelian dengan bahan baku dengan diskon untuk kuantitas tertentu pada
PT.X . Namun mengingat kapasitas produksi PT. X terbatas, maka pada tingkat
kebutuhan tertentu, perusahaan harus membeli dari perusahaan lain dengan
biaya lebih besar.

120

100

80

60

40

20

0 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18

2. Jelaskan mengenai jenis-jenis fixed cost!


Biaya tetap adalah biaya atau biaya yang tidak berubah dengan peningkatan atau
penurunan jumlah barang atau jasa yang diproduksi atau dijual. Biaya tetap adalah
biaya yang harus dibayar oleh perusahaan, terlepas dari aktivitas bisnis apa pun. Biaya
tetap per unit berbanding terbalik secara proporsional dengan perubahan volume
kegiatan atau kapasitas. Semakin tinggi tingkat kegiatan, maka semakin rendah biaya
tetap per unit. Semakin rendah tingkat kegiatan, maka semakin tinggi biaya tetap per

ACCT6173-Managerial Accounting
unit. Dalam hubungannya dengan perilaku biaya, maka biaya tetap dapat digolongkan
menjadi dua yaitu (Mulyadi, 1984: 58) :

Commited Fixed Cost


 Commited fixed cost sebagian besar berupa biaya tetap yang timbul dari
pemilikan pabrik, ekuipmen, dan organisasi pokok
 Perilaku biaya ini merupakan semua biaya yang tetap dikeluar kan, yang tidak
dapat dikurangi guna mempertahankan kemampuan perusahaan di dalam
memenuhi tujuan jangka panjangnya. Contoh :biaya depresiasi, pajak bumi dan
bangunan, sewa, asuransi dan gaji karyawan utama.

Descretionary Fixed Cost


 Yakni merupakan biaya : (a) yang timbul dari keputusan penyediaan anggaran
secara berkala (biasanya tahunan) yang secara langsung mencerminkan
kebijakan manajemen puncak mengenai jumlah maksimum biaya yang
diizinkan untuk dikelu arkan, dan (b) yang tidak dapat
menggambarkanhubungan yang optimum antara masukan dengan keluaran
(yang diukur dengan volume penjualan, jasa atau produk).

 Contoh biaya ini adalah biaya riset dan pengembangan, biaya iklan, biaya
promosi penjualan, biaya program latihan karyawan, biaya konsultas.
 Discretionary fixed cost dapat dihentikan sama sekali pengeluarannya atas
kebijakan perusahaan

3. Kapankah labor termasuk ke dalam variable atau fixed cost?


Labor akan termasuk kedalam Variable Cost ketika perusahaan menggunakan system
penggajian Incremental basis seperti kompensasi perjam, Komisi Penjualan, Lembur/
Overtime, bonus dan lain2.
Sebaliknya, Labor akan masuk kedalam Fixed Cost ketika perusahaan menerapkan
system penggajian Annual basis.

Pada intinya, Labor dikategorikan variable atau fixed tergantung dari negara, peraturan
perburuhan dan pajak. Tergantung jenis industri dan life cycle dari produk yang
dihasilkan, beberapa produk menggunakan skilled-worker. Bila gaji skilled-worker
menggunakan variable cost maka bila skilled-worker tersebut berhenti tentunya susah
mencari gantinya segera, maka untuk skilled-worker biasanya menggunakan fixed cost
sebagai gajinya. Berbeda dengan perusahaan yang banyak menggunakan tenaga buruh.
Disaat perusahaan tersebut mendapat banyak order maka lebih baik merekrut tenaga
tambahan yang ditreat sebagai variable cost sehingga pada saat ingin mengisi temporary
order dapat diperlakukan sebagai variable cost dan tidak membebani profit perusahaan.
Kesimpulannya, Gaji dan Upah dikategorikan sebagai variable atau fixed cost
tergantung dari kebijaksanaan top management dan strategi perusahaan.

Case

PT Choconut memiliki produk donat dengan detail berikut ini dalam menghitung overhead
(semivariabel) selama 6 bulan:

Total
Bulan Unit Expense
ACCT6173-Managerial Accounting
Januari 12 3600
Februari 24 4600
Maret 16 3400
April 20 4000
Mei 28 4600
Juni 32 5400
Juli 8 2400

Buatlah cost formula dari expense overhead tersebut.

Langkah 1 : Tentukan titik – titik tertinggi dan terendah lalu hitung selisihnya,

Unit Total Expense


32 Rp. 5.400
8 Rp. 2.400
24 Rp. 3.000

3.000
Variable cost : = Rp 125/ unit
24

Fixed Cost = Total Expense - elemen Variable cost


= Rp 5.400 – (Rp 125 x 32)
= Rp 5.400 – 4.000
= Rp 1.400 /bulan

Hasil dari perhitungan diatas berarti bahwa biaya tetap perbulan adalah Rp 1.400,00 dan biaya
variabelnya Rp 125,00/unit.

Jika cost formula dinyatakan dalam bentuk persamaan linier: Y = a + bx


Y = total biaya
a = biaya tetap
b = tarif biaya variabel
x = volume aktifitas

Maka total biaya pada tiap bulan akan menjadi:


Y = Rp 1.400 + Rp 125 (x)

Jika diterapkan pada data bulan Juni, sebagai berikut


Titik tertinggi maka:
Y = Rp 1.400 + Rp 125 (32)
= Rp 1.400 + Rp 4.000
= Rp 5.400

Dimana jumlah tersebut sama dengan total unit pada bulan Juni dengan 32 unit.

ACCT6173-Managerial Accounting
Jika tarif biaya variabel diterapkan pada volume aktifitas terendah maka elemen biaya tetap per
bulan juga akan menjadi Rp. 1.400 dengan perhitungan sebagai berikut :
Y = Rp 2.400 – (Rp 125 x 8)
= Rp 2.400 – Rp 1000
= Rp 1.400

Dalam persamaan linier cost formula tersebut akan menghasilkan total biaya
Y = Rp. 1.400 + Rp. 125 (8)
= Rp. 1.400 + Rp. 1000
= Rp. 2.400

Dimana jumlah tersebut sama dengan total unit bulan Juli yaitu 8 unit.

Total Expense Vc
Bulan Unit Total Exp.
5000
Januari 12 3.600
Februari 24 4.600 4000
Maret 16 3.400 3000
April 20 4.000 2000 Fc = 1400

Mei 28 4.600 1000


Juni 32 5.400 0 Unit
Juli 8 2.400 0 5 10 15 20 25 30

ACCT6173-Managerial Accounting