Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji bagi Allah Subhanahu Wata’ala yang telah


memberikan rahmat, karunia, kesempatan dan kesehatan sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini dengan judul “Makalah Identitas Nasional Indonesia”
dalam waktu yang telah ditentukan. Sebagai warga Negara yang baik seharusnya kita
mengerti dan memahami arti serta tujuan dan apa saja yang terkandung dalam
Identitas Nasional.
Pendidikan Kewarganegaraan masih sangat diperlukan untuk menumbuhkan
rasa kecintaan terhadap Bangsa Indonesia dan mengembangkan kesadaran Berbangsa
dan Bernegara dan dapat menjadi media untuk melestarikannya.
Tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu sebagai salah satu tugas dalam mata
kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Kami menyadari bahwa makalah ini masih
jauh dari katasempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang
sifatnya membangun dari pembaca demi tercapainya kesempurnaan makalah ini.
Kami berharap semoga Makalah ini dapat bermanfaat untuk berbagai pihak
khususnya Mahasiswa sehingga dapat mengetahui Identitas Nasional Negara
Republik Indonesia.

Surabaya, April 2018

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Identitas Nasional merupakansuatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa
yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lain.
Berdasarkan pengertian ini maka setiap bangsa di dunia ini akan memiliki identitas
sendiri-sendiri sesuai dengan keunikan, sifat, serta karakter dari bangsa tersebut.
Berdasarkan hakikat pengertian identitas nasional sebagaimana di jelaskan di atas
maka Identitas Nasional suatu bangsa tidak dapat di pisahkan dengan jati diri suatu
bangsa atau lebih populer disebut dengan kepribadian suatu bangsa. Identitas
adalah tanda pengenal. Begitulah pemahaman yang paling sederhana tentang
identitas, yang diketahui oleh hampir semua orang. Pengertian Identitas Nasional
Indonesia adalah pandangan hidup bangsa, kepribadian bangsa, filsafat pancasila
dan juga sebagai Ideologi Negara sehingga mempunyai kedudukan paling tinggi
dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Identitas Nasional dijadikan ciri
dari suatu bangsa dan negara tersebut, sehingga identitas Nasional mencerminkan
kepribadian suatu bangsa.
Oleh karena itu, identitas nasional suatu bangsa menjadi salah satu hal yang
penting bagi Indonesia. Identitas yang dimiliki oleh Indonesia harus terus
dilestarikan agar tidak semakin hilang akibat arus globalisasi. Teknologi dan
informasi yang semakin canggih di era digital membuat masyarakat cenderung
melupakan identitas nasional Indonesia dan mulai terpengaruh oleh budaya-budaya
luar negeri sehingga diperlukan adanya upaya dan cara untuk selalu melestarikan
identitas nasional Indoensia.
Sebagai seorang mahsiswa,kita harus dapat menjadi pelopor untuk selalu
mempertahankan dan melestarikan identitas yang dimiliki oleh Indonesia seperti
ramah tamah, gotong royong, tolong menolong, budaya-budaya yang dimiliki , dan
lainnya. Mahasiswa harus ikut memperkenalkan pada masyarakat luas bahwa
Indonesia memiliki banyak sekali ciri khas yang menjadikan itu sebagai identitas
bangsa.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah ciri khas yang dimiliki oleh Indonesia di luar negeri?
2. Apa bukti bahwa Indonesia berciri demikian dan apakah ciri khas terebut
masih melekat di Indonesia?
3. Bagaimana cara mempertahankan ciri khas bangsa Indonesia di lingkup
mahasiswa di era globalisasi?

BAB II
PEMBAHASAN
Identitas Nasional adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang
secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lain.
Kemajemukan itu merupakan gabungan dari unsur-unsur pembentukan identitas
nasional seperti :
1) Suku bangsa adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada
sejak lahir), yang mana coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin.
Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan
tidak kurang 300 dialek bahasa.
2) Agama bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat agamis. Agama-agama
yang tumbuh dan berkembang di nusantara adalah agama Islam, Kristen,
Katholik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu. Agama Kong Hu Cu pada masa
Orde Baru tidak diakui sebagai agam resmi negara namun sejak pemerintahan
Presiden Abdurahman Wahid, istilah agama resmi negara dihapuskan.
3) Kebudayaan adalah pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial yang isinya
adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara
kolektif digunaan oleh pendukung untuk menafsirkan dan memahami
lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau pedoman untuk
bertindak sesuai dengan lingkungan yang dihadapi.
4) Bahasa merupakan unsur pendukung identitas nasional yang lain. Bahasa
dipahami sebagai sistem perlambang yang secara arbiter dibentuk atas unsur-
unsur bunyi ucapan manusia dan yang digunakan sebagai sarana berinteraksi
antar manusia
Faktor-faktor Pembentuk Identitas Nasional :
a. Primordialisme
Ikatan kekerabatan (darah dan keluarga) dan kesamaan suku bangsa, daerah,
bahasa dan adat istiadat merupakan faktor-faktor primordial yang dapat membentuk
bangsa-bangsa. Primordialisme tidak hanya menimbulkan pola perilaku yang sama,
tetapi juga melahirkan persepsi yang sama tentang masyarakat negara yang dicita-
citakan
b. Keagamaan (Sakralitas Agama)
Kesamaan agama yang dipeluk oleh suatu masyarakat, atau ikatan
ideologidoktriner yang kuat dalam suatu masyarakat merupakan faktor sakral yang
dapatmembentuk bangsa-negara. Ajaran-ajaran agama dan ideologi doktriner tidak
menggambarkan semata-mata bagaimana seharusnya hidup (dalam hal ini cara hidup
yang suci, agama menjanjikan surga, ideologi doktriner menjanjikan masyarakat
tanpa kelas), karena menggambarkan cara hidup yang seharusnya dan tujuan suci.
c. Pemimpin Bangsa
Kepemimpinan dari seorang tokoh yang disegani dan dihormati secara luas oleh
masyarakat dapat pula menjadi faktor yang menyatukan suatu bangsa-negara.
Pemimpin ini menjadi panutan sebab warga masyarakat mengidentifikasikan diri
kepada sang pemimpin, dan ia dianggap sebagai "penyambung lidah" masyarakat.
d. Sejarah Bangsa
Persepsi yang sama tentang asal-usul (nenek moyang) dan/atau persepsi yang
sama tentang pengalaman masa lalu seperti penderitaan yang sama yang disebabkan
dengan penjajahan tidak hanya melahirkan solidaritas (sependeritaan dan
sepenanggungan), tetapi juga tekad dan tujuan yang sama antar kelompok
masyarakat.
e. Perkembangan Ekonomi
Perkembangan ekonomi (industrialisasi) akan melahirkan spesialisasi pekerjaan
yang beraneka sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Semakin tinggi mutu dan
semakin bervariasi kebutuhan masyarakat, semakin tinggi pula tingkat saling
bergantung di antara berbagai jenis pekerjaan. Setiap orang bergantung pada pihak
lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Semakin kuat suasana saling bergantung
antaranggota masyarakat karena perkembangan ekonomi maka semakin besar pula
solidaritas dan persatuan dalam masyarakat. Solidaritas yang ditimbulkan dengan
perkembangan ekonomi itu disebutkan oleh pula sebagai solidaritas organis. Hal ini
berlaku dalam masyarakat industri maju, seperti Eropa Barat, Jepang, dan Amerika
Utara.
Dewasa ini, dengan berkembangnya arus globalisasi dikhawatirkan para generasi
muda lupa atau bahkan tidak mengenal siapa Indonesia itu sendiri. Mereka banyak
terpengaruh oleh zaman yang menuntut mereka untuk maju sementara identitas
bangsa mereka sendiri dilupakan. Tema identitas nasional di kalangan para
mahasiswa diangkat kembali karena ditakutkan lupa akan siapa Negara mereka
sebenarnya. Maka penting untuk mengulas kembali identitas nasional bangsa
Indonesia di kalangan para mahasiswa. Selain itu, hal ini dibahas juga karena
informasi yang didapat semakin pesat serta diadopsi mentah-mentah oleh para
pemuda, diperparah lagi dengan kemudahan di era digital ini bahwa segala hal bisa
diakses melalui internet.
Untuk mengetahui pendapat dari perwakilan mahasiswa tentang identitas
nasional Indonesia, kami mewawancarai narasumber yang terdiri dari perwakilan
jurusan biologi angkatan 2014-2017. Berikut kami paparkan kesimpulan dari hasil
wawancara tersebut:
- Angkatan 2014
 Narasumber 1 : Ekris Sutiyanti ( PBU 2014 )
Identitas Nasional bangsa Indonesia di dunia luar yaitu sikapnya yang
ramah dengan bukti bahwa saat melaksanakan PPL di Malaysia dan
Singapura kebanyakan masyarakatnya individualis dan egois itulah
sebabnya masyarakat Indonesia dikenal sangat ramah dan juga ciri
tersebut masih bertahan sampai sekarang. Cara untuk
mempertahankan cirri khas tersebut di lingkup mahasiswa adalah
dengan cara memberikan pendidikan moral di arus globalisasi ini
karena ada dampak negative dan positif dari hal tersebut.
 Narasumber 2 :
- Angkatan 2015
 Narasumber 1 : Mustamil Arifin ( 2015 )
Identitas Nasional bangsa Indonesia di dunia luar yaitu bersikap
ramah, tolong menolong dengan bukti orang Indonesia yang keluar
negri akan bersikap ramah dengan para tetangga meskipun tidak
mengenalnya dan cirri khas tersebut masih bertahan samapai
sekarang. Cara untuk mempertahankan cirri khas tersebut adalah
dengan memberikan mata kuliah pendidikan kewarganegaraan pada
mahasiswa dan mengikuti seminar tentang kewarganegaraan.
 Narasumber 2 :
- Angkatan 2016
 Narasumber 1 : Yeni Nur Afifah ( PBA 2016 )
Identitas Nasional bangsa Indonesia di luar negri yaitu dari
budayanya berupa batik dan tarian Reog Ponorogo dengan bukti
bahwa batik sudah dijadikan pecan batik di Thailand dan juga dengan
Reog Ponorogo sudah terkenal di Malaysia bahkan sampai ada kasus
plagiarism. Cirri tersebut juga masih bertahan di Indonesia bahkan di
budayakan, misalnya produk batik makin banyak di produksi dengan
berbagai macam motif. Cara untuk mempertahankan cirri tersebut di
lingkup mahasiswa yaitu dengan adanya UKM tari yang outputnya
kedalam pentas seni dan pameran batik serta bisa dijadikan wirausaha
di mata kuliah kewirausahaan.
 Narasumber 2 : Kusnul Khotimah ( PBU 2016 )
Identitas Nasional bangsa Indonesia di luar negri yaitu keramahan
sikapnya dengan bukti bahwa keseharian orang-orang Indonesia yang
ramah bahkan dengan orang asing. Apalagi ketika bertemu dijalan
pasti saling sapa dan senyum beda dengan orang-orang asing yang
tidak suka tersenyum mungkin juga karena budayanya. Cirri tersebut
masih bertahan. Cara mempertahankan identitas bangsa Indonesia di
lingkup mahasiswa yaitu dengan carapengajaran sehari-hari di mata
kuliah pendidikan kewarganegaraan.
- Angkatan 2017
 Narasumber 1 : Aisyah Nur Mustofa ( PBB 2017 )
Identitas Nasional bangsa Indonesia di luar negri yaitu dari
budayanya berupa batik,lagu daerah, alat music dan juga makanan.
Buktinya bahwa ketika orang Indonesia menjual makanannya di luar
negri akan laku keras, misalnya saja ketika menjual produk tempe
yang asing bagi orang luar negri, maka makanan tersebut akan laku
keras. Cirri khas tersebut masih bertahan sampai sekarang. Cara
mempertahankan identitas nasional di lingkup mahasiswa yaitu
dengan cara memakai baju batik tiap hari selasa dan juga dengan cara
mengadakan pementasan dan pameran di luar negri.
 Narasumber 2 : Diajeng Enggar Oktavia ( PBA 2017 )
Identitas Nasional bangsa Indonesia di luar negeri yaitu sikap ramah
tamah, kekayaan budaya dan kekayaan sumber daya alamnya.
Buktinya bahwa ketika ada orang asing yang datang ke Indonesia,
orang Indonesia menyambutnya dengan ramah tamah tanpa
membedakan status, misalnya saat pendiri facebook datang ke
Indonesia, presiden Indonesia menyambutnya dengan mengajak
pendiri facebook tersebut berkeliling pasar tanah abang. Cirri khas
tersebut masih bertahan namun sudah mulai memudar contohnya
masyarakat Indonesia sudah tidak peduli dengan orang lain ( acuh tak
acuh ). Cara mempertahankan identitas nasional Indonesia di lingkup
mahasiswa yaitu dengan cara membangun karakter dari mahasiswa
itu sendiri karena jika mahasiswa tidak memiliki karakter yang baik
maka identitas nasional itu sendiri tidak akan bisa bertahan.
Contohnya mahasiswa harus sopan terhadap siapapun baik itu dosen,
teman, dan petugas kebersihan, selain itu mahsiswa juga harus berani
menyampaikan aspirasinya.
Dari berbagai pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa identitas nasional
Indonesia itu masih dilestarikan oleh orang indoensia, meskipun di perkotaan
beberapa perilaku yang mencerminkan identitas Indonesia semakin berkurang. Maka
untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan beberapa cara seperti :
1. Menyaring informasi yang didapat supaya tidak terpengaruh dan lupa
akan identitas nasional.
2. Membekali dengan pendidikan karakter agar terbentuk karakter yang
sesuai dengan ciri khas Indonesia.
3. Memberikan mata kuliah atau mata pelajaran berbasis pendidikan
kewarganegaraan.
4. Mengikuti seminar yang bertemakan tentang identitas nasional.
5. Menonton pagelaran pentas seni atau pameran yang memamerkan budaya
Indonesia.
6. Menggunakan produk dalam negri.

BAB III
PENUTUP

A. SIMPULAN
Identitas nasional adalah kepribadan bangsa yang membedakannya
dengan Negara lain. Identitas nasional penting untuk diulas karena di era
globalisasi ini nilai-nilai tersebut mulai luntur. Untuk itu, seluruh lapisan
masyarakat harus melestarikannya dengan berbagai upaya. Terlebih lagi
sebagai seorang pemuda yang akan menjadi penerus bangsa, harus mampu
mempertahankan dan melestarikan ciri khas tersebut sebagai identitas
bangsa. Cara awal yang bisa dilakukan sebagai seorang mahasiswa untuk
mempertahankan identitas nasional adalah dengan cara mengikuti mata
kuliah pendidikan kewarganegaraan. Dengan begitu, pemikirannya akan
berkembang dan mengetahui hal-hal apa saja yang bisa dilakukan untuk
mempertahankan identitas nasional bangsa Indonesia.
B. SARAN
Saran kami untuk para pembaca yaitu supaya menerapkan apa yang
sudah ada di dalam makalah kemudian mencetuskan ide-ide baru yang
sesuai dengan perkembangan zaman untuk mempertahankan identitas
nasional. Cara yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan pendidikan
karakter sebelum mata kuliah dimulai agar para mahasiswa memiliki bekal
sebelum mendapatkan materi.

DAFTAR PUSTAKA

Syarbani Syahrial, Wahid Aliaras. 2006. Membangun Karakter dan Kepribadian


melalui Pendidikan Kewarganegaraan, UIEU – University Press. Diakses
pada tanggal 3 April 2018.
Sumantri, Gumilang Rusdi, 2006, “pancasila dalam Perubahan
Sosial-Politik Indonesia Modern” dalam Irfan Nasution dan
Ronny Agustinus , Restorasi Pancasila: Mendamaikan Politik
Identitas dan Modernitas, Jakarta: Brighten press. Diakses
pada tanggal 3 April 2018.
Smith, Anthony D.,2003. N asionalisme: Teori, Ideologi, Sejarah.
Jakarta: Penerbit Erlangga. Diakses pada tanggal 8 April
2018.