Anda di halaman 1dari 2

1. b. Apa faktor penyebab sariawan ?

 Trauma seperti tergigit atau pengguanaan gigi tiruan yang tidak pas atau ada bagian dari
gigi tiruan yang mengiritasi lapisan mulut;
 Kekurangan nutrisi, yaitu paling banyak terjadi pada kasus kekurangan Vitamin B12, asam
folat dan zat besi. Selain itu, dilaporkan juga kekurangan Vitamin B1, B2 dan B3 dalam
penelitian pada pasien di Skotlandia;
 Gangguan Psikologis seperti Stress dapat merangsang terbentuknya sariawan, tetapi data
yang membuktikan ini masih sedikit;
 Gangguan hormonal, seperti pada sebagian kecil wanita mengalami sariawan karena terjadi
perubahan hormonal pada saat menstruasi yang mengakibatkan lebih rentan terhadap iritasi,
salah satunya pada lapisan mukosa mulut;
 Gangguan autoimun / kekebalan tubuh yang mengakibatkan kerusakan lapisan mukoasa
mulut sendiri;
 Faktor genetik juga menunjukkan ada hubungan dalam pembentukkan kasus ini yaitu lebih
dari 40 % kasus sariawan memiliki riwayat di keluarganya. Apabila ada orang yang memiliki
riwayat sakit ini di keluarga maka orang ini akan mengalami sariawan lebih cepat pada usia
muda dan akan lebih parah gejalanya daripada yang tidak memiliki riwayat di keluarga;
 Beberapa infeksi juga mungkin mengakibatkan kasus ini yaitu jamur candida albican.

(Porter, Md, Phd, Stephen R. Et Al. 2000. Recurrent Aphthous Stomatitis. Americas. Elsevier
Science Inc.)

3. a. Bagaimana interpretasi dari pemeriksaan fisik?

Keadaan umum : lemah =abnormal


Compos mentis = normal
Tanda vita :TD:100/70 mmHg = normal
Nadi: 100x/menit = Normal
RR: 20x/menit = Normal
Temp: 38oc = subfebris
BB:40 kg =abnormal
TB:160 cm =normal
5. c.Bagaimana patogenesis candida albican ?
candida albicans yang merupakan flora normal dirongga mukut,traktus
gastrointestinal dan vagina dapat bertahan hidup karena beberapa faktor,diantaranya
kemampuan untuk menempel pada sel mukosa dan berkompetisi dengan bakteri
komensal lainnya.faktor-faktor yang menggangu keseimbangan tersebut akan
meningkatkan pertumbuhan jamu atau meningkatkankemampuan invasi
bakteri,misalnya penggunaan antibiotik yang mengeliminasiflora komensal lain
dirongga mulut dan usus,sehingga mengakibatkan invasi candida.
(Dahlan, Zul., dkk. 2014. Renjatan Anafilaktik. Dalam: Setiati, S., Alwi, I., Sudoyo, A.W.,
Simadibrata, M., Setiyohadi, B., and Sham, A.F. ed. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Volume
II. Edisi 6. Jakarta: Interna Publishing, 755)

14. NNI ?
Dam janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan(Q.S Al
-baqarah ayat 195 )