Anda di halaman 1dari 22

TUGAS BIOLOGI SEL

PERBEDAAN SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN

DISUSUN OLEH:

BEATRIX DA SILVA RABUN (514 18 011 295)

Dosen Pengampu: Nurul Hidayah Base,S.si.,M.Si.,Apt

UNIVERSITAS PANCASAKTI MAKASSAR


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN FARMASI
2019
A. SEL HEWAN

Sel hewan merupakan bentuk dari sel eukariotik yang membentuk


jaringan tubuh dan kemudian membentuk organ. Sel hewan lumayan berbeda
jika dibandingkan dengan sel tumbuhan. Sel tumbuhan mempunyai dinding
sel dan kloroplas, sementara sel hewan tidak mempunyai dinding sel. Ini cukup
jelas menggambarkan perbedaan antara sel hewan dan tumbuhan.
Semua sel hewan tidak mempunyai bentuk, ukuran, dan fungsi yang
sama. Sel hadir dengan berbagai bentuk dan ukuran. Beberapa sel ditutupi oleh
dinding, ada juga yang tidak. Beberapa ada yang memiliki mantel berlendir.
Tetapi mekanisme selular utama adalah sama yaitu membantu fungsi tubuh.
Beberapa sel hewan mempunyai lapisan tebal disekitar sel, lapisan tebal
ini disebut kapsul dan bisa ditemui di dalam sel bakteri. Di dalam tubuh
manusia sendiri sebenarnya banyak jenis sel berbeda. Terdiri dari 200 jenis sel,
selain itu tubuh ini juga mempunyai bahan non hidup seperti kuku jari, rambut,
gigi, dan tulang. Semua bahan ini terdiri dari sel mati.
Berikut ini gambar struktur sel hewan beserta bagian-bagiannya:

Keterangan:

1. Nukleolus

1
2. Inti sel
3. Ribosom
4. Vesikel
5. Retikulum Endoplasma Kasar
6. Golgi
7. Sitokleton
8. Retikulum Endoplasma Halus
9. Mitokondria
10. Vakuola
11. Sitoplasma
12. Lisosom
13. Sentrosom
14. Plasma Membran

Fungsi, Struktur, Gambar Organel Sel Hewan :


1. Membran Sel

Membran sel yaitu bagian paling luar dari sel yang membungkus selyang
tersusun atas protein (lipoprotein) dan lenak (lipid). Membran sel mengatur
masuknya mineral dan nutrisi ke dalam dan keluar sel. Fungsi Membran Sel :
 Sebagai pelindung sel
 Mengatur keluar masuk nutrisi dan mineral
 Menerima rangsangan dari luar
 Tempat berlangsungnya berbagai reaksi kimia

2
2. Sitoplasma

Sitoplasma ialah cairan sel atau zat seperti gel. Bagian cair di dalam sel ini
mempunyai 2 bentuk yaitu Fase Sol (padat) dan Fase Gel (cair). Khusus untuk
cairan yang terletak di nukleus disebut Nukleoplasma.
Sitoplasma terdiri atas protein dan air. Jika konsentrasi air rendah akan
menjadi padat dan lembek, biasa disebut dengan gel. Dan ketika konsentrasi air
tinggi maka akan encer, biasa disebut sol. Sitoplasma tersusun oleh 90% air,
sehingga berfungsi sebagai pelarut.

Fungsi Sitoplasma:

 Tempat berlangsungnya metabolisme sel


 Sumber bahan kimia sel

3
3. Retikulum Endoplasma

Retikulum Endoplasma atau biasa disingkat dengan RE merupakan


organel sel terbesar setelah mitokondria. Dimana RE membentuk rangkaian
interkoneksi rata terowongan, mempunyai bentuk seperti benang-benang jala.

Terdapat 2 macam RE yaitu RE Kasar dan RE Halus. Retikulum


Endoplasma kasar memiliki tanggung jawab memegang protein yang terbentuk
di robosom. Retikulum endoplasma kasar ditempeli oleh ribosom sedangkan
Retikulum endoplasma halus tidak ditempeli ribosom.

Fungsi Retikulum Endoplasma:

 Sebagai tempat pengangkut sintesis steroit dan lemak


 Tempat untuk menyimpan fospolipid, steroid, dan glikolipid.
 Membantu detoksifikasi sel-sel berbahaya di dalam sel (REh)
 Sintesis protein (REk)

4
4. Mitokondria

Mitokondria merupakan organel sel terbesar yang merupakan mesin sel.


Mempunyai bentuk yang mirip dengan cerutu dimana mempunyai dua lapisan
membran yang berlekuk-lekuk yang dinamakan kritas. Oksigen dan glukosa
bekerja sama dalam pembentukan energi (ATP) yang dibutuhkan untuk
metabolisme dan aktivitas seluler dalam organel sehingga mitokondria
mempunyai julukan The Power House karena bisa menghasilkan energi.

Fungsi Mitokondria :

 Penghasil energi dalam bentuk ATP


 Respirasi selular

5
5. Mikrofilamen

Mikrofilamen merupakan sel yang terbentuk dari protein aktin dan


miosin. Mikrofilamen mempunyai bentuk mirip dengan mikrotubulus tetapi
mikrofilamen mempunyai diameter lebih kecil dan lebih lembut. Mikrofilamen
berfungsi berperan dalam pergerakan sel, eksositosis dan endositosis.

6. Peroksisom (Badan Mikro)

6
Peroksisom merupakan kentong kecil yang berisi enzim katalase yang
berfungsi menguraikan peroksida (H2O2) yang merupakan sisa dari
metabolisme yang bersifat toksik menjadi air dan oksigen yang berbahaya bagi
sel. Peroksisom banyak ditemui di ginjal dan sel hati.

Fungsi Peroksisom:

 Menguraikan perokida (H2O2) dari sisa-sisa metabolisme toksik


 Perubahan lemak menjadi karbohidrat.

7. Ribosom

Ribosom merupakan organel yang padat serta kecil dengan ukuran


diameter 20nm yang terdiri dari 65% RNA ribosom (rNA) dan 35% protein
ribosom (RNP). Terdiri dari dua sub unit yaitu sub unit besar dan sub unit kecil.
Untuk pembahasan lengkap silahkan baca Struktur dan Fungsi Ribosom
(Organel Sel).

Fungsi ribosom : Tempat berlangsungnya proses fotosintesis.

7
8. Mikrotubulus

Mikrotubulus merupakan organel sel yang terletak di dalam sitoplasma


yang ditemui di sel eukariot dan memiliki bentuk silindris panjang berangga
dengan diameter 12 nm dan diameter luar 25 nm. Terdiri dari molekul yang
berbentuk bulat protein globurat yang disebut tubulin.

Pada kondisi tertentu tubulin akan spontan membentuk silindris panjang


berongga. Mikrotubulus mempunyai sifat kaku.
Fungsi Mikrotubulus:
 Melindungi sel
 Memberi bentuk sel
 Berperan dalam pembentukan flagela, silia dan sentriol

8
9. Badan Golgi

Badan golgi atau kompleks golgi atau aparatus golgi merupakan


organel yang bisa ditemui di semua sel eukariotik dan terdapat di fungsi
ekskresi seperti ginjal. Mempunyai bentuk layaknya kantung pipih yang
berukuran kecil hingga besar dan terikat oleh membran.

Setiap sel hewan umumnya mempunyai 10 – 20 aparatus golgi. Dan jika


Anda ingin tahu, nama organel sel ini diambil dari orang pertama yang
menggambarkan organel ini dalam sel yaitu Camillo Golgi asal Italia.

Fungsi Badan Golgi:

 Membentuk vesikula (kantung) untuk ekskresi


 Membentuk lisosom
 Memproses protein
 Membentuk membran plasma

9
10. Nukleus

Nukleus merupakan inti dari sel yang mengendalikan juga mengatur


aktivitas sel baik dari metabolisme sampai pembelahan sel. Nukleus ditwmui pada
sel eukariotik dan mengandung materi genetik yaitu DNA (Asam
Deoksiribonukleat) dan kromosom. DNA terdiri dari nukleotida yang membantu
dalam pembentukan protein pada proses translasi dan transkripsi.Nukleus terdiri
dari bagian seperti

 Membran inti (karioteka)


 Nukleoplasma (Kariolimfa)
 Kromoson/Kromatin
 Nukleolus

Nukleolus adalah daerah yang terletak di dalam inti sel (nukleus) yang berperan dalam
pembentukan protein menggunakan asam ribonukleat (RNA)

Membran nuklir merupakan selubung pelindung berpori yang menutupi inti,


memungkinkan masuknya zat dan ini merupakan salah satu ciri khas organel sel hewan.

Membran inti merupakan struktur utama nukleus yang membungkus keseluruhan


organel dan memisahkan sitoplasma dengan daerah inti. Mempunyai sifat tak

10
permeabel dengan sebagian besar molekul membuat nukleus membutuhkan pori inti,
mengakibatkan nukleus bisa melewati membran.

Fungsi Membran Inti

 Pelindung inti sel (Nukleus)


 Tempat pertukaran zat antara materi inti dan sitoplasma

Nukleoplasma merupakan cairan padat yang terletak di dalam inti sel (nukleus) yang
mengandung serat kromatin, yang padat dan berfungsi membentuk kromosom serta
gen yang mengangkut informasi genetik alias turun-temurun.

Fungsi Nukleus

 Untuk menjaga integritas gen-gen


 Mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen
 Menyimpan informasi genetik
 Tempat terjadinya replikasi
 Mengendalikan proses metabolisme dalam sel

11. Sentriol

11
Sentriol merupakan sel yang berbentuk tabung terdiri dari mikrotubulus
semirigid dan ditemui pada sel eukariota. Sentriol juga berperan dalam pembelahan sel
dan pembentukan silia dan glagela. Sepasanr sentriol yang membentuk struktur
gabungan disebut sentrosom.

Sel tumbuhan tidak mempunyai sentriol walaupun sel hewan membelah tanpa
sentriol. Organel sentriol akan muncul untuk membantu saat proses. Selain itu sentriol
ikut berperan dalam mengatur geometri sel dan orientasi. Hal ini sangat penting dalam
perkembangan embrio organisme. Sel hewan tanpa sentriol maka silia atau flagela
tidak berkembang secara fungsional.

Fungsi Sentriol:

 Proses pembelahan sel dalam membentuk benang spindle.


 Berperan membentuk silia dan flagella.

12. Lisosom

Lisosom merupakan organel berbentuk kantung terikat di membran yang berisi enzim
hidrolitik yang diperlukan untuk memecah bagian yang tidak diperlukan dari sel untuk

12
digunakan kembali (mengontrol pencernaan instraseluler) dalam keadaan apapun.
Lisosom terletak pada sel eukariotik.

Fungsi Lisosom:

 Mencerna materi menggunakan fagositosis


 Mengontrol pencernaan intraseluler
 Penghancur organel sel yang tidak diperlukan / telah rusak (autofagi)
 Memasukan makromulekul dari luar menuju ke dalam sel menggunakan
mekanisme endositosis.

13. Sitoskeleton

Sitoskeleton atau rangka sel merupakan organel sel berupa jalinan filamen-
filamen protein dan bulu-bulu halus yang terletak antara nukleus dan membran.
Berfungsi memberi dan menjaga bentuk sel, berfungsi juga dalam pergerakan sel dan
organel-organel sel.

Sel tumbuhan mempunyai struktur protein internal yang membentuk


sitoskeleton, lebih bergantung pada dinding sel yang kaku. Sedangkan sel hewan
mempunyai sitoskeleton fleksibel yang terdiri dari filamen aktin, antara mikrotubulus
berongga dan filamen tebal.

Sitoskeleton terdiri dari :

 Filamen aktin,
 Filamen tengah.
 Mikrotubula.

13
Filamen aktin (mikrofilamen) ialah filamen yang terbentuk oleh serat halus yang
memiliki diameter 7 nm. Mengandung 2 untaian rantai aktin globular (bulat) berpilin
satu dengan yang lain.

Filamen tengah ialah filamen yang mempunyai bentuk layaknya tali tambang dengan
diameter 8 – 11 nm. Sebagian filamen tengah berfungsi untuk memperkuat lapisan
nukleus, sedangkan sebagian lain untuk menyokong membran plasma serta
menghubungkan mikrotubula dan filamen aktin.

Mikrotubula merupakan bagian sitoskeleton berwujud bulu-bulu halus dengan


diameter 25 nm, panjang 0,2 – 25 nm, dan dibangun oleh protein globular yang disebut
tubulin. Mempunyai fungsi menjaga bentuk sel dan pergerakan organel sel.

Mikrotubula dapat memanjang dan memendek, selamat proses pembelahan sel akan
membentuk benang-benang spindel sehingga memungkinkan kromosom bisa bergerak.
Mekanisme kerja mikrotubula diatur oleh sentrosom.

14
B. SEL TUMBUHAN
Sel tumbuhan merupakan kelompok sel eukariotik, sel eukariotik yaitu
kelompok sel yang mempunyai materi genetik (DNA) yang dibaluti atau
dibungkus oleh membran. Sel tumbuhan mempunyai struktur yang khas
dibandingkan dengan sel eukariotik lain.

Perbedaan yang paling mendasar yaitu bentuk sel tumbuhan yang kaku.
Bentuk ini didapatkan dari dinding sel yang berada paling luar di sel tumbuhan.
Dinding sel tersusun atas senyawa selulosa, pektin, hemiselulosa, dan
lignin yang akan menguatkan struktur tumbuhan.

Meskipun hewan dan tumbuhan sama-sama memiliki eukariota,


mereka berbeda dalam fitur karakteristik tertentu. Misalnya, sel tumbuhan
mempunyai dinding sel yang berkembang dengan baik dan vakuola besar,
sedangkan organel sel hewan tidak mempunyai struktur tersebut. Selain
perbedaan dalam bentuk struktur, di dalam sel hewan terdapat sentriol dan
filamen tengah dimana ini tidak ditemui di sel tumbuhan.

Ciri khas sel tumbuhan yaitu terdiri dari organel dan sitoplasma,
dimana semua organel (kecuali inti sel atau neukleus) dan struktur subselular

15
yang ada di dalam sitoplasma akan tertutup oleh membran sel atau dinding
sel sebagai lapisan pelindung.

1. Nukleus (Inti Sel)

Nukleus (inti sel) yaitu organel sel yang sangat unik dan
penting, sebagai tempat utama sel untuk menyimpan
kromosom (komponen genetik) dari sel tertentu. Nukleus
mempunyai fungsi mengkoordinasi proses metabolisme,
contohnya pemblahan sel, pertumbuhan sel, serta sintesis
protein. Inti dan isinya disebut dengan Nukleoplasma.

2. Plastida (Kloroplas)

16
Plastida (kloropas) merupakan istilah kolektif untuk organel
yang berfungsi untuk membawa pigmen. Kloroplas mempunyai bentuk yang
sangat menonjol dari plastida yang memiliki kandungan pigmen klorofil hijau.

Karena terdapat plastida (kloropas) yang mengandung klorofil hijau,


maka tumbuhan mampu menjalani proses fotosintesis dengan baik dengan
adanya air, sinar matahari, dan karbon dioksida untuk sintesis makanan sendiri.

3. Ribosom

Ribosom merupakan organel sel yang bentuknya kecil yaitu berupa


butiran nukleoprotein. Ribosom tersusun atas sub unit besar dan sub unit kecil,
berisi RNA ribosom dan RNAr dan protein di dalamnya.

Ribosom dibedakan menjadi 2 jenis yang mana terdapat di dalam


sitoplasma, yaitu ribosom terikat dan ribosom bebas. Fungsi utama
ribosom yaitu memproduksi dan mensintesis zat protein yang ada dalam sel.

17
4. Mitokondria (The Power House)

Mitokondria merupakan organel besar yang berbentuk bulat batang


yang ada di dalam sitoplasma sel tumbuhan. Mitokondria bermanfaat dalam
memecah karbohidrat kompleks dan gula yang dimanfaatkan.

Mitokondria mengandung enzim tertentu yang berguna dan penting


sebagai pasokan energi ke sel tumbuhan. Mitokondria mempunyai
fungsi sebagai tempat respirasi aerop dalam pembentukan ATP sebagai sumber
energi. Mitokondria juga dikenal sebagai pembangkit tenaga listrik sel.

18
5. Badan Golgi (Aparatus Golgi)

Badan golgi (aparatus golgi) terdiri dari kumpulan vesikel pipih yang
memiliki bentuk sisternae (berkelok-kelok) atau berbentuk kantong pipih.
Badan golgi yang terletak di dalam sel tumbuhan disebut diktiosom,
keberadaannya kebanyakan ditemui di dekat membran sel.

Fungsi utama badan golgi yaitu untuk mengangkat zat kimia di dalam
dan keluar dari sel, setelah RE (Retikulum Endoplasma) mensisntesis protein
dan lemak. Badan golgi merubah dan mempersiakannya untuk mengekspor
keluar sel.

6. Retikulum Endoplasma (RE)

19
Retikulum Endoplasma merupakan organel penghubung antara inti
(nukleus) dengan sitoplasma di dalam sel tumbuhan. Pada dasarnya itu
merupakan jaringan interkoneksi, RE mempunyai kantong yang berbelit-belit.
Ada 2 macam Retikulum Endoplasma yaitu RE Kasardan RE Halus.

Struktur Retikulum Endoplasma hanya bisa dilihat dengan mikroskop


elektron. Fungsi retikulum endoplasma yaitu sebagai pengangkut sintetis lemak
dan steroit, tempat menyimpan fospolipid, steroid, glikolipid, menjalankan
detoksifikasi drug dan racun.

7. Vakuola

Vakuola merupakan membran, sebagai tempat penyimpanan yang


membantu dalam mengatur tekanan tugor dari sel tumbuhan. Di dalam sel
tumbuhan umumnya ditemui lebih dari satu vakuola. Tetapi vakuola
menghabiskan ruang lebih besar daripada yang lain, yang menyimpan
berbagai macam senyawa kimia. Vakuola berfungsi juga sebagai ekskreasi
produk produk-produk limbah dan pencernaan instraselullar molekul
kompleks.

20
8. Peroksisom (Badan Mikro)

Peroksisom merupakan organel sitoplasma dari sel tumbuhan yang


mempunyai kandungan enzim oksidatif tertentu. Enzim itu digunakan
dalam pemecahan metabolisme asam lemak menjadi gula
sederhana. Fungsi peroksisom ialah memecahkan asam lemak menjadi
gula dan membantu kloropas dalam proses fotorespirasi.

21