Anda di halaman 1dari 12

TUGAS I BIMBINGAN DAN KONSELING

TUGAS I KOMPETENSI GURU, JENIS GURU,DAN TUGAS POKOK GURU


BERDASARKAN PP NO 74/2008 TENTANG GURU.

Dosen Pengampu:

Prof. Dr. Mudjiran, M.S., Kons

Disusun Oleh:

JAKA MIRIANDI

(15002093)

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2019
TUGAS I KOMPETENSI GURU, JENIS GURU, DAN TUGAS POKOK

GURU BERDASARKAN PP NO 74/2008 TENTANG GURU.

A. Kompetensi Guru

Depdiknas merumuskan definisi kompetensi sebagai pengetahuan,


keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan
bertindak.Berdasarkan definsi tersebut Rastodio (2009) mendefinisikan kompetensi
guru sebagai penguasaan terhadap pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang
direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak dalam menjalankan profesi
sebagai guru.

1. Kompetensi yang wajib dikuasai Guru


a. Kompetensi Pedagogik
Kompetensi pedagogik pada dasarnya adalah kemampuan guru dalam
mengelola pembelajaran peserta didik. Kompetensi yang merupakan
kompetensi khas, yang membedakan guru dengan profesi lainnya ini terdiri
dari 7 aspek kemampuan, yaitu:
1) Mengenal karakteristik anak didik
2) Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran
3) Mampu mengembangan kurikulum
4) Kegiatan pembelajaran yang mendidik
5) Memahami dan mengembangkan potensi peserta didik
6) Komunikasi dengan peserta didik
7) Penilaian dan evaluasi pembelajaran

b. Kompetensi Profesional.
Kompetensi ini dapat dilihat dari kemampuan guru dalam mengikuti
perkembangan ilmu terkini karena perkembangan ilmu selalu
dinamis.Kompetensi profesional yang harus terus dikembangkan guru
dengan belajar dan tindakan reflektif. Kompetensi profesional merupakan
kemampuan guru dalam menguasai materi pembelajaran secara luas dan
mendalam yang meliputi:
1) Konsep, struktur, metode keilmuan/teknologi/seni yang
menaungi/koheren dengan materi ajar
2) Materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah
3) Hubungan konsep antar pelajaran terkait
4) Penerapan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari
5) Kompetensi secara profesional dalam konteks global dengan tetap
melestarikan nilai dan budaya nasional
c. Kompetensi Sosial
Kompetensi sosial bisa dilihat apakah seorang guru bisa bermasyarakat
dan bekerja sama dengan peserta didik serta guru-guru lainnya.
Kompetensi sosial yang harus dikuasai guru meliputi:
1) Berkomunikasi lisan dan tulisan
2) Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional
3) Bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga
kependidikan, orang tua/wali peserta didik
4) Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar
5) Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan
kebudayaan nasional Indonesia
6) Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan
7) Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru

d. Kompetensi Kepribadian
Kompetensi ini terkait dengan guru sebagai teladan, beberapa aspek
kompetensi ini misalnya:
1) Dewasa
2) Stabil
3) Arif dan bijaksana
4) Berwibawa
5) Mantap
6) Berakhlak mulia
7) Menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat
8) Mengevaluasi kinerja sendiri
9) Mengembangkan diri secara berkelanjutan

2. Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 tentang Guru

Peraturan Pemerintah (PP) No. 74 Tahun 2008 tentang Guru yang


ditandangani oleh Presiden Republik Indonesia per tanggal 01 Desember
2008. Peraturan ini diterbitkan sebagai amanat dan tindak lanjut dari
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Kerangka dari Peraturan Pemerintah ini terdiri 9 Bab 68 Pasal.
Berikut ini disajikan beberapa hal-hal yang dianggap penting tenatang isi
peraturan ini:
a. Ketentuan Umum.
Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,
mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi
peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal,
pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
b. Kompetensi dan Sertifikasi.
Guru wajib memiliki Kualifikasi Akademik, kompetensi, Sertifikat
Pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk
mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kompetensi Guru meliputi
kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan
kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
Kompetensi dan Sertifikasi dalam PP No. 74 Tahun 2008 adalah sebagai berikut:
1. Kompetensi

Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan


pembelajaran peserta didik. Kompetensi ini antara lain meliputi pemahaman terhadap
peserta didik dan pengembangan kurikulum atau silabus. Kompetensi kepribadian
merupakan kemampuan yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil,
dewasa, arif dan berwibawa, serta menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak
mulia.
Kompetensi sosial guru berkaitan erat dengan kemampuan guru dalam
berkomunikasi dengan masyarakat, baik yang ada di lingkungan sekolah maupun
yang ada di lingkungan tempat tinggal guru.Sekurang-kurangnya meliputi
kompetensi untuk berkomunikasi lisan, tulis, dan/atau isyarat secara santun;
menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional; serta
menerapkan prinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan.
Kompetensi profesional merupakan kemampuan seorang guru dalam memiliki
pengetahuan yang luas serta mendalam tentang mata pelajaran yang diampu dan yang
akan diajarkan, serta penguasaan metodologis dalam arti memiliki pengetahuan
konsep teoritik, mampu memilih metode yang tepat, serta mampu menggunakannya
dalam proses belajar mengajar.

B. Jenis Guru
Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 35 tahun 2010 tentang
jabatan fungsional guru dan angka kreditnya, Guru digolongkan dalam 3 (tiga) Jenis
berdasarkan sifat, tugas dan kegiatannya. Ketiga jenis guru tersebut antara lain:
1. Guru Kelas
Guru kelas adalah guru yang mempunyai tugas, tanggung jawab, wewenang,
dan hak secara penuh dalam proses pembelajaran seluruh mata pelajaran di kelas
tertentu di TK/RA/TKLB dan SD/MI/SDLB dan satuan pendidikan formal yang
sederajat, kecuali guru mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan serta
guru agama.
2. Guru Mata Pelajaran
Guru mata pelajaran adalah guru yang mempunyai tugas tanggung jawab,
wewenang, dan hak secara penuh dalam proses pembelajaran pada 1 (satu) mata
pelajaran tertentu pada satuan pendidikan formal di jenjang pendidikan dasar
(SD/MI/SDLB, SMP/MTs,SMPLB) dan pendidikan menengah
(SMA/MA/SMALB/SMK/MAK)
3. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor
Guru Bimbingan dan konseling/konselor adalah guru yang mempunyai
tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh dalam kegiatan
bimbingan dan konseling terhadap sejumlah peserta didik satuan pendidikan
formal pada jenjang pendidikan dasar (SMP/MTs/SMPLB) dan pendidikan
menengah (SMA/MA/SMALB/SMK/MAK)

C. Tugas Pokok Guru

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru Pasal


52 ayat (1) kewajiban guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan
pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing
dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada
pelaksanaan tugas pokok. Dalam penjelasan Pasal 52 ayat (1) huruf (e), yang
dimaksud dengan “tugas tambahan”, misalnya menjadi pembina pramuka,
pembimbing kegiatan karya ilmiah remaja, dan guru piket.Uraian jenis kerja guru
tersebut di atas adalah sebagai berikut:

1. Merencanakan Pembelajaran

Guru wajib membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada awal


tahun atau awal semester, sesuai dengan rencana kerja sekolah/madrasah.
2. Melaksanakan Pembelajaran

Melaksanakan pembelajaran merupakan kegiatan interaksi edukatif antara


peserta didik dengan guru. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan tatap muka
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008
tentang Guru. Penjelasan kegiatan tatap muka adalah sebagai berikut:

a) Kegiatan tatap muka atau pembelajaran terdiri dari kegiatan penyampaian


materi pelajaran, membimbing dan melatih peserta didik terkait dengan
materi pelajaran, dan menilai hasil belajar yang terintegrasi dengan
pembelajaran dalam kegiatan tatap muka,
b) Menilai hasil belajar yang terintegrasi dalam proses pelaksanaan
pembelajaran tatap muka antara lain berupa penilaian akhir pertemuan atau
penilaian akhir tiap pokok bahasan merupakan bagian dari kegiatan tatap
muka,
c) Kegiatan tatap muka dapat dilakukan secara langsung atau termediasi
dengan menggunakan media antara lain video, modul mandiri, kegiatan
observasi/eksplorasi,
d) Kegiatan tatap muka dapat dilaksanakan antara lain di ruang teori/kelas,
laboratorium, studio, bengkel atau di luar ruangan,
e) Waktu pelaksanaan kegiatan pembelajaran atau tatap muka sesuai dengan
durasi waktu yang tercantum dalam struktur kurikulum sekolah/madrasah

Sebelum pelaksanaan kegiatan tatap muka, guru diharapkan melakukan


persiapan, antara lain pengecekan dan/atau penyiapan fisik kelas/ruangan,
bahan pelajaran, modul, media, dan perangkat administrasi.

3. Menilai Hasil Pembelajaran


Menilai hasil pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk
memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar
peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Melalui
penilaian hasil pembelajaran diperoleh informasi yang bermakna untuk meningkatkan
proses pembelajaran berikutnya serta pengambilan keputusan lainnya. Menilai hasil
pembelajaran dilaksanakan secara terintegrasi dengan tatap muka seperti ulangan
harian dan kegiatan menilai hasil belajar dalam waktu tertentu seperti ujian tengah
semester dan akhir semester.

Pelaksanaan penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan nontes.


Penilaian nontes dapat berupa pengamatan dan pengukuran sikap serta penilaian hasil
karya dalam bentuk tugas, proyek fisik atau produk jasa.

a. Penilaian dengan tes

Tes dilakukan secara tertulis atau lisan, dalam bentuk ulangan harian,
tengah semester, dan ujian akhir semester. Tes ini dilaksanakan sesuai dengan
kalender pendidikan atau jadwal yang telah ditentukan. Tes tertulis dan lisan
dilakukan di dalam kelas. Pengolahan hasil tes dilakukan di luar jadwal
pelaksanaan tes.

b. Penilaian nontes berupa pengamatan dan pengukuran sikap.

Pengamatan dan pengukuran sikap sebagai bagian tidak terpisahkan dari


proses pendidikan, dilaksanakan oleh guru dengan tujuan untuk melihat hasil
pendidikan yang tidak dapat diukur dengan tes tertulis atau lisan. Pengamatan
dan pengukuran sikap dapat dilakukan di dalam kelas menyatu dengan proses
tatap muka, dan atau di luar kelas. Pengamatan dan pengukuran sikap yang
dilaksanakan di luar kelas merupakan kegiatan di luar jadwal tatap muka.

c. Penilaian nontes berupa penilaian hasil karya.


Penilaian hasil karya peserta didik dalam bentuk tugas, proyek fisik atau
produk jasa, portofolio, atau bentuk lain dilakukan di luar jadwal tatap muka.
Adakalanya dalam penilaian ini, guru harus menghadirkan peserta didik agar
untuk menghindari kesalahan pemahaman dari guru, jika informasi dari
peserta didik belum sempurna.

4. Membimbing dan Melatih Peserta Didik

Membimbing dan melatih peserta didik dibedakan menjadi tiga kategori yaitu
membimbing atau melatih peserta didik dalam proses tatap muka, intrakurikuler, dan
ekstrakurikuler.

a. Bimbingan dan latihan pada proses tatap muka

Bimbingan dan latihan pada kegiatan pembelajaran adalah bimbingan dan


latihan yang dilakukan agar peserta didik dapat mencapai kompetensi yang
telah ditetapkan.

b. Bimbingan dan latihan pada kegiatan intrakurikuler

Bimbingan dalam kegiatan intrakurikuler terdiri dari pembelajaran perbaikan


(remedial teaching) dan pengayaan (enrichment) pada mata pelajaran yang
diampu guru. Kegiatan pembelajaran perbaikan merupakan kegiatan bimbingan
dan latihan kepada peserta didik yang belum menguasai kompetensi yang harus
dicapai. Kegiatan pengayaan merupakan kegiatan bimbingan dan latihan
kepada peserta didik yang telah menguasai kompetensi yang ditentukan lebih
cepat dari alokasi waktu yang ditetapkan dengan tujuan untuk memperluas atau
memperkaya perbendaharaan kompetensi. Bimbingan dan latihan intrakurikuler
dilakukan dalam kelas pada jadwal khusus, disesuaikan dengan kebutuhan,
tidak harus dilaksanakan dengan jadwal tetap setiap minggu.

c. Bimbingan dan latihan dalam kegiatan ekstrakurikuler.


Kegiatan ekstrakurikuler bersifat pilihan dan wajib diikuti peserta didik.
Kegiatan ekstrakurikuler dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Jenis
kegiatan ekstrakurikuler antara lain adalah: Pramuka, Olimpiade/Lomba
Kompetensi Siswa, Olahraga, – Kesenian Karya Ilmiah Remaja, Kerohanian, –
Paskibra, Pecinta Alam, Palang Merah Remaja (PMR), Jurnalistik, Unit
Kesehatan Sekolah (UKS), Fotografi.

5. Melaksanakan Tugas Tambahan

Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru Pasal 24 ayat (7)
menyatakan bahwa guru dapat diberi tugas tambahan sebagai kepala satuan
pendidikan, wakil kepala satuan pendidikan, ketua program keahlian satuan
pendidikan, pengawas satuan pendidikan, kepala perpustakaan, kepala laboratorium,
bengkel, atau unit produksi. Selanjutnya, sesuai dengan isi Pasal 52 ayat (1) huruf e,
guru dapat diberi tugas tambahan yang melekat pada tugas pokok misalnya menjadi
pembina pramuka, pembimbing kegiatan karya ilmiah remaja, dan guru piket.
KEPUSTAKAAN

1. Ahmad, Riska. 2013. Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling. Padang: UNP


Press
2. Tohirin. 2011. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis
Integrasi). Jakarta : PT Grafindo Persada
3. Yusuf, 1992. Pengantar Bimbingan Dan Konseling. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama
KOMPETENSI GURU
Kompetensi Pedagogik

2 JENIS GURU
Kompetensi Kepribadian
1

GURU KELAS
Kompetensi Sosial
2

GURU MATA PELAJARAN


Kompetensi Profesional
3

GURU BIMBINGAN DAN KONSELING/KONSELOR

PP NO 74/2008 TENTANG GURU

TUGAS POKOK GURU

1.Merencanakan
Pembelajaran
1.Melaksanaka 1.Menilai
Hasil
n Pembelajaran Pembelajaran

1.Membimbing dan 1.Melaksanak


Melatih Peserta an Tugas
Didik Tambahan