Anda di halaman 1dari 2

A.

Observasi Penjual dan Pembeli Unik

Lokasi warung Mie Ayam Lempar Cak Uji berada di tengah kota Yogyakarta, tak jauh dari pusat
kota hanya sekitar 15 menit. Dari perempatan Jokteng Wetan (Pojok Beteng Wetan) ke timur,
lalu ada lampu merah pertigaan (namanya pertigaan Tungkak), lurus saja sampai bertemu
lampu merah perempatan. Lokasinya di sebelah pojokan perempatan barat traffic light jalan
Taman Siswa (bagian selatan). Menu yang disajikan juga hanya mi ayam namun pembeli yang
datang tampak berjubel memenuhi warung tersebut bahkan banyak yang antri. Begitu
memasuki warung tersebut tampak penjual sedang melakukan atraksi proses pembuatan mi
ayam. Mi yang akan disajikan tampak dilempar-lempar serasa atraksi sirkus. Pembeli tampak
terhibur dengan pertunjukan tersebut, dilihat dari banyaknya pembeli yang mengambil video
proses pembuatan mi ayam tersebut.

Sesuai namanya, Mie Ayam Lempar Cak Uji identik dengan cara masak yang di lempar-lempar,
tujuan sesungguhnya untuk meniriskan mie ayam tersebut. Cara itulah yang bikin mie ayam
ini unik dan istimewa. Cak Uji, pemilik warung Mie Ayam Lempar berasal dari Jawa Timur.
Tepatnya di Lamongan, sebuah kota yang terletak di pantai utara Jawa (Pantura). Cak Uji telah
melakukan keahlian tersebut sejak tahun 1991.

Mie ayam Cak Uji buka setiap hari sejak pukul 18.00 WIB hingga 22.00 WIB. Setiap porsinya,
mie ayam tersebut dihargai Rp 8000.

Mie Ayam Lempar Cak Uji terkenal sebagai kuliner unik karena di sinilah satu-satunya cara
masak mie ayam yang berbeda dengan yang lain di Jogja. Yakni setelah direbus, mie dilempar-
lemparkan ke atas, lalu ditangkap dengan serok masak, baru kemudian dimasukkan ke dalam
mangkok untuk disajikan. Selanjutnya, mie ayam dihidangkan bersama dua pangsit.
Bentuknya mie pipih, mie benar-benar lembut. Kuahnya sedap, ayamnya empuk, dan sawi
hijaunya pun cukup banyak. Paduan yang sempurna untuk mengisi perut di malam hari.
Selain mengolah mie, Cak Uji memiliki kelebihan lainnya, yaitu beliau mampu mengingat siapa
saja pengunjung yang baru saja datang atau yang dari tadi sudah datang. Jadi, kalau kamu
makan di tempat ini, jangan khawatir diserobot pembeli lain yang tidak punya budaya antri.
Cak Uji bisa mengingat wajah pembeli dengan baik.