Anda di halaman 1dari 4

Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa al-Khwarizmi (800 - 847 M) Kisah tokoh matematikawan Muslim

dalam buku ini dimulai dari Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa al-Khwarizmi (800 - 847 M). George
Sarton mengatakan bahwa alKhwarizmi merupakan "salah seorang ilmuwan Muslim terbesar dan
terbaik pada masanya" (dalam bukunya ini, Mohaini Mohamed sering mengutip langsung pendapat
penulis Barat. Hal ini mungkin dimaksudkan supaya lebih menguatkan pendapatnya dan menjaga
objektifitas penilaian). Buku yang ditulis al-Khwarizmi beriudul Al-Jabr wa al-Muqabalahfi Ilm al-Hisab.
Tulisannya ini menjadi dasar bagi pengetahuan matematika. Banyak sejarawan matematika yang
menyebut al-Khwarizmi sebagai "Bapak Ilmu Pengetahuan Aljabar". Berikut ini sebuah penyelesaian
al-Khwarizmi bentuk ketiga yang digabung dengan persamaan kuadrat: Kuadrat dan akar pangkat dua
sama dengan bilangan bulat. Sebagai contoh: satu kuadrat dan akar pangkat dua dari sepuluh
memilikijumlah sama dengan sepuluh dirham; dapat dikatakan, bilangan apakahyang menjadi basis
kuadrat, ketika ditambah pangkat sepuluh, dijumlahkan menjadi tiga puluh sembilan? Solusi adalah:
kita membagi dua bilangan dengan akar pangkat dua, yang menghasilkan lima. Kemudian dikalikan
dengan bilangan itu sendiri sehingga hasilnya adalah dua puluh lima. Dua puluh lima ditambahkan
dengan tiga puluh sembilan: totalnya menjadi enam puluh empat. Sekarangjadikan bilangan basis
akar, sehingga hasilnya menjadi delapan, kurangkan dengan akar persamaan kuadrat, sisanya sama
dengan tiga. Ini merupakan akar dari bilangan yang dicari, kuadrat bilangan tersebut adalah sembilan.

Dalam notasi modern, persamaannya sebagai berikut:

Penyelesaian menggunakan prosedur al-Khwarizmi akanterlihat sebagai berikut:

Kontribusi yang lain dari al-Khwarizmi dalam bidang ilmu matematika antara lain: penggunaan
bilangan Arab, notasi penempatan bilangan dengan basis 10, penggunaan bilangan irrasional,
diperkenalkannya konsep aljabar modern, huruf-huruf aljabar, algoritma, penemuan notasi angka nol,
dan nilai akar suatu bilangan
Lahir pada 780 masehi di khawarizm(Khiva,Uzbekistan)

ketika masih kecil ia dibawa orang tuanya pindah ke sebuah tempat di selatan kota Baghdad.

karena kepandaian dan kecerdasannya, dalam usia muda belia sudah bekerja dibawah pemerintah
Ma'mum Ar'Rasyid, seorang khalifah Abbasiyah yang terkenal dan ditempatkan di Bay al-Hikmah,
sebuah lembaga penelitan dan pengemabngan ilmu pengetahuan di Baghdad

berkerja dalam observatorium, tempat belajar matematika dan astronomi

mempunyai kepribadia yang teguh dan seorang yang mengabdian hidupnya untuk dunia sains

Buku pertamanya, Aljabar adalah buku pertama yang membahas solusi sistematik dari linear dan
notasi kuadrat. Sehingga ia disebut sebagai Bapak Aljabar

Karya terbesar Khwarizmi tentu adalah di bidang aljabar. Buku Al-Kitab al-mukhtasar fi hisab
al-jabr wa'l-muqabala (The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing)
Konsep Aljabar
Al-Khawarizmi menulis buku matematika yang berjudul Hisab Aljabar wal Muqabalah. Buku ini
berisi tentang persamaan linear dan kuadrat. Dalam bukunya ini ia menjelaskan cara
menyederhanakan suatu persamaan kuadrat. Aljabar merupakan cabang matematika yang
mempelajari penyederhanaan dan pemecahan masalah menggunakan “simbol” sebagai
pengganti konstanta dan variabel.
Aljabar berarti mengembalikan sesuatu kepada keadaannya yang pertama seperti menguraikan
angka pecahan. Adapun dalam istilah matematika adalah menambah sejumlah angka tertentu
untuk dua tambahan dengan tujuan memudahkan penyelesaiannya. Sedangkan almuqabalah
(penyesuaian) artinya menyamakan antara satu angka dengan angka yang lain dan
menghasilkan suatu nilai.
Buku ini sangat berarti secara ilmiah dan memiliki sejarah yang besar. Di dalamnya, dia
merumuskan dan menjelaskan secara detail tentang tabel Trigonometri. Tabel Trigonometri yang
memuat Sinus dan Tan merupakan salah satu penemuannya. Buku ini telah diterjemahkan
kedalam bahasa Latin oleh Robert of Chester agar menjadi salah satu pendorong bagi
kebangkitan keilmuan Eropa.

Karya tersebut juga diterjemahkan ke dalam bahasa latin. Al Khawarizmi juga diyakini sebagai penemu
angka nol.
Dalam kitab Al jabar tersebut diberikan penyelesaian persamaan linear dan kuadrat dengan
menyederhanakan persamaan menjadi salah satu dari enam bentuk standar (di sini b dan c adalah
bilangan bulat positif)
• kuadrat sama dengan akar (ax2 = bx)
• kuadrat sama dengan bilangan konstanta (ax2 = c)
• akar sama dengan konstanta (bx = c)
• kuadrat dan akar sama dengan konstanta (ax2 + bx = c)
• kuadrat dan konstanta sama dengan akar (ax2 + c = bx)
• konstanta dan akar sama dengan kuadrat (bx + c = ax2)
dengan membagi koefisien dari kuadrat dan menggunakan dua operasi: al-jabr ( ‫ ) الجبر‬atau pemulihan
atau pelengkapan) dan al-muqābala (penyetimbangan). Al-jabr adalah proses memindahkan unit
negatif, akar dan kuadrat dari notasi dengan menggunakan nilai yang sama di kedua sisi. Contohnya,
x2 = 40x - 4x2 disederhanakan menjadi 5x2 = 40x. Al-muqābala adalah proses memberikan kuantitas
dari tipe yang sama ke sisi notasi. Contohnya, x2 + 14 = x + 5 disederhanakan ke x2 + 9 = x.
Baghdad menjadi saksi tingginya kebudayaan dan semangat keilmuan yang membawa umat manusia
ke era kemajuan sains dan filsafat

puncaknya terjadu pada saat khakifah kelima dinasti ini, khalifah Harun ar-Rasyid mendirikan Bait al-
Hikmah

lembaga yang berfungsi sebagai pusat pendidikan tinggi. Dalam kurun dua abad melahrikan pemikir
dan intelektual islam. Diantaranya Al-Khawarizmi dan Al-Battani

Dalam pendidikan telah dibuktikan bahwa Al-Khawarizmi adalah seorang tokoh islam yang
berpengetahuan luas. Pengetahuan dan keahliannya bukan hanya dalam bidang syariat tapi didalam
bidang

dalam bidang aritmatika, Al-khawarizmi menulis kitab Al-Jam wal Tafriq bi Hisab al-hid (Book of
Addition Substraction by the Methode Calculation)

edisi asli berbahasa arab telah hilang, tapi versi lainnya ditemukan pada tahun 1857 di perpustakan
Universitas Cambridge