Anda di halaman 1dari 13

BAB V

PERHITUNGAN STUDI KASUS DAN IDENTIFIKASI SCALE

Dalam studi kasus ini penulis melakukan identifikasi pembentukan scale


berdasarkan analisa Pressure Build Up test dan analisa air formasi.
5.1. Data
5.1.1. Data Reservoir
Berikut ini adalah data reservoir berdasarkan studi kasus yang akan
dibahas dalam perhitungan analisa Pressure Build Up :
Tabel 5.1 Data Reservoir20)
Parameter Nilai Satuan
Viskositas Oil (µo) 0.0149 Cp
Porositas (Ø) 0.315 Fraksi
Compresibilitas (Ct) 0.0000032 Psi
Faktor Volume Formasi (Bg) 1.1753 Bbl/SCF
Pwf 280 Psia

5.1.2.Data Produksi
Berikut ini adalah data produksi berdasarkan studi kasus
yang akan dibahas dalam perhitungan analisa Pressure Build
Up:
Tabel 5.2 Data Produksi 20)
Parameter Nilai Satuan
Laju Alir (q) 1.68 MMSCF
Temperatur Permukaan 1200 F

168
169

5.1.3 Data Pressure Build Up


Berikut ini adalah sebagian dari data Pressure Build Up
berdasarkan studi kasus yang akan dibahas dalam perhitungan
analisa scale, data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 1:

Tabel 5.3 Data Pressure Build Up20)


dt (tp+dt)/dt Pws
0.017 1441 404.482
0.033 721 410.902
0.050 481 417.322
0.067 361 420.074
5.667 5.235294 1416.699
6.167 4.891892 1418.228
6.667 4.6 1418.228
Dan seterusnya…
7.667 4.130435 1418.839
8.000 4 1419.451

5.1.4. Data Analisa Air Formasi


Berikut ini adalah data air formasi berdasarkan studi
kasus yang akan dibahas dalam perhitungan analisa scale:
170

Tabel 5.4 Data Analisa Air Formasi20)

Konsentrasi
Ion (mg/l) Faktor konversi Ionic Strength
+
Na 5544.15 0.000022 0.1220
Ca++ 60 0.00005 0.0030
Mg++ 97.28 0.000082 0.0080
+++
Fe 0.3 0.000081 0.0000
Cl- 7575.7 0.000014 0.1061
HCO3- 2318 0.000008 0.0185
SO4= 32 0.000021 0.0007
CO3= 0 0.000033 0.0000
Jumlah Kekuatan Ion 0.26
171

Bagan Alir

DATA

Data Reservoir Data Produksi Data Pressure Build Up Data Analisa Air Formasi

Perhitungan dan Analisa


Scale Index (CaSO4) Dan
Perhitungan dan Analisa (CaCO3)
Pressure Build Up test
(P*,m,s)
Hasil Perhitungan dan Analisa
Scale Index (SI) (CaSO4) Dan
ps (CaCO3)
Hasil Perhitungan dan
Analisa
(P 1 jam,P*, m,k,s)

Perbandingan Hasil Perhitungan


dan Analisa Antara Skin Faktor
dengan Scale Index (SI)

KESIMPULAN

171
SELESAI
171

5.2. PERHITUNGAN PRESSURE BUILD UP TEST


5.2.1 Data Yang Diperlukan Dalam Analisa Pressure Built Up Test
Untuk menentukan hasil dari perhitungan Pressure Built Up Test maka
diperlukan data yang mendukung dalam analisannya. Data-data tersebut meliputi
data reservoir, data produksi serta data PBU itu sendiri.

5.2.2 Langkah Perhitungan Dan Hasil Perhitungan

Dari data yang dimasukan maka didapatkan, grafik log-log dan horner plot,
seperti dibawah ini :

log log plot


10000000

1000000

100000

10000
0.010 0.100 1.000 10.000

Grafik 5.1 Grafik Log- log dp(psi) vs dt(jam) pada sumur “15)
172

semi log
2500000

y = -24,312.71ln(x) + 2,048,450.37
2000000

1500000

1000000

500000

0
1 10 100 1000 10000

Grafik 5.2 Grafik Horner Plot pada Sumur 20)

1. End Off Wellbore Storage


Berdasarkan log-log antara ∆P (Pws – Pwf ) Vs ∆t pada grafik 4.1. dapat
diketahui waktu berakhirnya efek wellbore storage adalah : dt = 24 jam sehingga
Horner’s time :
tp+dt 24+25
= = 1.96
dt 25

2. Tekanan pada saat ∆t = 1 jam


Penentuan harga P pada waktu ∆t = 1 jam diperlukan waktu horner’s time
yang akan dipotongkan dengan garis slope, yaitu :
tp+dt 24+1
= = 25
dt 1
Sehingga di dapat :
P1 jam = -24,312 *Ln(Horner Time) + 2048450.37
P1 jam = -24,312 *Ln(21) + 2048450.37
P1 jam = 1970913 psia²
P1 jam = 1403.636 psia

3. Tekanan Reservoir ( P* )
173

Pada Semilog Horner dibuat trendline/garis lurus seperti dapat dilihat pada
gambar 4.2. Harga tekanan mula-mula didapat dengan mengekstrapolasi garis lurus
ampai pada log (tp+dt)/dt = 1, Sehingga diperoleh perasmaan :
y = -24312*Ln(x) + 2048450.37
P initial adalah y dan x pada saat horner time = 1
y = -24,3*Ln(1) + 2048450.37
= 2048450.37
P Initial = 2048450.37 Psia²
P Initial = 1431.241 psia

4. Penentuan Slope ( m )
Trendline untuk meenentukan slope(m) dibuat dengan memplot beberapa harga P
dan horner time dimulai dari 1,883. didapatkan harga slope yaitu :
m = -24312*Ln(x) + 2048450.37
m = (-24312*Ln(1) + 2048450.37) - (-24312*Ln(10) +2048450.37)
m = 55980.45 Psi/cycle

5. Penentuan Permeabilitas
Harga permeabilitas dapat diperoleh dengan persamaan :
qg × µg ×z × Tres
kg=1637
mh
1.68 × 0.0149 × 0.922
kg=1637
55980.45 ×10

kg = 0.039274 md
6. Penentuan Skin ( S )
Harga skin dapat diperoleh dengan persamaan :

 P1 jam  Pwf k 
S  1.151  log  3.23 
 m  Ct rw 2 

1809,318  1115,1 35,45 


S  1.151  log 
 55,95  
0.24 x 37,17 x10 x 0.2917 
6 2
3.23 

174

S = 34.73
Harga skin didapat 34.73, yang artinya sumur mengalami kerusakkan.

5.3. Analisis Pembentukan Scale


Dari data Pressure Build Up ditemukan faktor skin positif yang
menunjukkan suatu sumur mengalami masalah. Untuk memastikan apakah sumur
produksi tersebut mengalami masalah seperti scale perlu dilakukan dahulu
pengambilan contoh air formasi dari sumur-sumur kajian langsung dari kepala
sumurnya. Contoh air formasi kemudian dianalisa kandungan ion dalam sampel
(komposisi anion dan kation). Dari perhitungan analisa tersebut dapat dihitung
Scalling Index (SI) yaitu kemungkinan terbentuknya scale dari kandungan ion yang
bersangkutan. Metode yang dipakai dalam penentuan kecenderungan pembentukan
scale kalsium karbonat (CaCO3) yaitu dengan metode Langier – Stiff & Davis.
Sedangkan untuk potensi pembentukan scale jenis Kalsium Sulfat (CaSO4)
dilakukan dengan metode Skillman, McDonald & Stiff.

5.3.1. Penentuan Kemungkinan Terbentuknya Scale CaCO3


Penentuan kemungkinan terbentuknya scale CaCO3 dapat diketahui dari
hasil perhitungan Scalling Index. Dengan menggunakan metode Stiff &Davis, harga
SI yang positif menunjukkan potensi terbentuknya scale. Adapun langkah-langkah
perhitungan penentuan kemungkinan terbentuknya scale CaCO3 adalah sebagai
berikut :
 pH = 7,60 @ 140°F = 60 C
 pCa = 4.5977 – 0.4327 ln (Ca++)
= 4.5977 – 0.4327 ln (60)
= 2.8261
 pAlk = 4.8139 – 0.4375 ln (CO3- + HCO3-)
= 4.8139 – 0.4375 ln (0 + 2318)
= 1.4239
175

Gambar 5.3. Harga “K” Pada Berbagai Harga Ionic Strength 20)

Berdasar harga total ionic strength () = 0.26 pada temperatur dasar sumur 140°F
maka didapatkan harga K = 2.08
 Untuk harga Scalling Index ( SI ) pada temperature dasar sumur adalah sebagai
berikut :
SI = pH – ( K + pCa + pAlk )
= 7.60 – (2.08 + 2.8261 + 1.4239)
= + 1.27

Berdasar harga total ionic strength () = 0.26 pada temperatur dasar sumur 86°F
maka didapatkan harga K = 2.85
176

 Untuk harga Scalling Index ( SI ) pada temperature 86°F adalah sebagai


berikut :
 SI= pH – ( K + pCa + pAlk )
 = 7.60 – (2.85 + 2.8261 + 1.4239)
= + 0.50

Untuk harga SI (Scalling Index) dan harga K pada temperatur yang lain (dimulai
pada temperatur 0 oC/ 32 oF) dapat dilihat pada Tabel 4.3. di halaman selanjutnya.

Tabel 5.5. Perhitungan Scalling Index Berdasarkan Harga K Pada Berbagai


Temperatur 20)
T, °C T, °F SI Keterangan
0 32 -0.02 No Scale
10 50 0.13 Scale
20 68 0.28 Scale
25 77 0.40 Scale
30 86 0.50 Scale
40 104 0.75 Scale
50 122 0.97 Scale
60 140 1.27 Scale
70 158 1.53 Scale
80 176 1.87 Scale
90 194 2.20 Scale
100 212 2.55 Scale

5.3.2. Penentuan Kemungkinan Terbentuknya Scale CaSO4


Dengan menghitung kelarutan Calsium Sulfate (CaSO4) dapat diketahui
apakah air formasi tersebut juga ada kecenderungan mengendapkan Scale CaSO4
177

atau tidak. Rumus yang dipergunakan untuk menghitung Scale CaSO4 adalah
sebagai berikut:
S = 1000(√(𝑋 2 + 4𝐾) – X)
Dimana :
S = kelarutan CaSO4 , meq/l
K = konstanta kelarutan CaSO4
X = Selisih konsentrasi Ca++ dan SO4=, molal
Apabila : S >[(Ca++) dan (SO4=) maka endapan CaSO4 tidak terbentuk.
S <[(Ca++) dan (SO4=) maka endapan CaSO4 dapat terbentuk.
Harga K adalah konstanta yang merupakan fungsi komposisi air dan
termperatur yang disebut pula dengan solubility product constant yang didapat dari
grafik hubungan antara Ionic Strenght vs Ksp dapat kita lihat pada Gambar 4.5. di
bawah ini.

32
3,0
30
2,5
28
2,0
26
1,75
24
(multiply all values by 10 -4 to obtain Ksp )

22 1,5
Solubility Product Constant

20 1,25
Molar Ionic Strength

18
1,0
16

0,8
14

12
0,6

10 0,5

8 0,4

0,3
6
0,2
4
0,1
2
0,2

50 60 80 100 120 140 160 180


o
Temperatur, F

Gambar 5.4. Harga Konstanta “K” Untuk Kalsium Sulfat Pada  = 0,0
Sampai Dengan  = 3,0 5)
178

Pada temperature dasar sumur 140°F maka didapatkan harga Ksp = 6.4 x 10-4
Harga X adalah kelebihan konsentrasi ion calcium dan sulfate. Tabel 4.4.
di bawah menunjukkan harga konsentrasi Ca++ dan SO4= yang dikonversikan dari
mg/lt menjadi moles/lt.

Tabel 5.6. Harga konsentrasi Ca++ dan SO4--11)


Konsentrasi Faktor Konsentrasi
Ion
(mg/lt) Konversi (moles/lt)
Ca++ 60 0.000025 0.0015
SO4= 32 0.0000104 0.00033

X = Ca++ - SO4=
= 1.5 x 10-3 – 0.33 x 10-3
= 1.17 x 10-3 (moles/liter)
Jadi :
S = 1000 x {[(1.17 x 10-3 )² + (4 x 6.4 x 10-4 )]0.5 – 1.17 x 10-3 }
= 49.44 meq/l

Pada temperature dasar sumur 180°F maka didapatkan harga Ksp = 6 x 10-4
Jadi :
S = 1000 x {[(1.17 x 10-3 )² + (4 x 6 x 10-4 )]0.5 – 1.17 x 10-3 }
= 47.84 meq/l

Konsentrasi CaSO4 sebenarnya ditunjukkan pada Tabel 4.5. di bawah berikut :


Tabel 5.7. Konsentrasi CaSO4 Sebenarnya20)
Konsentrasi Berat Konsentrasi
Ion
(mg/lt) Equivalent (meq/lt)
Ca++ 60 20 3
179

SO4= 32 48 0.67

Kemungkinan terbentuknya scale CaSO4 dapat diketahui dari harga S (kelarutan


gypsum) yang lebih kecil dari konsentrasi yang sebenarnya (konsentrasi terkecil
Ca++ dan SO4=). Harga konsentrasi terkecil Ca++ dan SO4= adalah 0.67 meq/l,
sedangkan harga S pada kondisi temperature 140°F adalah 49.44 meq/l sehingga
dapat dikatakan bahwa harga S lebih besar dari harga konsentrasi sebenarnya
CaSO4, ini berarti bahwa scale CaSO4 tidak terbentuk.
Untuk harga kelarutan Sulfat (S) berdasarkan harga Ksp pada temperatur
yang lain (dimulai pada temperatur 10 oC/ 50 oF) dapat dilihat pada Tabel 4.6. di
halaman selanjutnya.

Tabel 5.8. Perhitungan Kelarutan Sulfat Berdasarkan Harga Ksp


Pada Berbagai Harga Temperatur20)

T, °F S Keterangan

50 48.24 No Scale

60 48.65 No Scale

80 49.84 No Scale

100 50.61 No Scale

120 50.23 No Scale

140 49.44 No Scale

160 49.05 No Scale

180 47.84 No Scale