Anda di halaman 1dari 4

Nama : Shelfila Bidasari

Nim : 160111600169

Off : BK B6

Judul : Siapakah saya?


Penilaian diri merupakan bagian dari konsep diri. Konsep diri adalah pandangan atau
kesan individu terhadap dirinya secara menyeluruh yang meliputi pendapatnya tentang
dirinya sendiri maupun gambaran diri orang lain tentang hal-hal yang dapat dicapainya yang
terbentuk melalui pengalaman dan interpretasi dari lingkungannya, meliputi tiga dimensi,
yaitu (1) pengetahuan tentang diri sendiri, (2) harapan untuk diri sendiri, dan (3) evaluasi
mengenai diri sendiri. Konsep diri terbentuk dari gambaran diri (self image) yang
pembentuknya melalui proses bertanya pada diri sendiri, jawaban atas pertanyaan tersebut
akan membentuk dari konsep diri yang kemudian membentuk penghayatan terhadap nilai
diri. Proses bertanya pada diri sendiri tersebut merupakan proses untuk mengenal diri kita.
Bila kita telah menemukan jawaban-jawaban atas pertanyaan tersebut maka kita akan lebih
mudah menemukan konsep diri kita dan mengembangkan diri sesuai dengan potensi dan
konsep diri yang kita miliki. Konsep diri merupakan hasil dari proses belajar manusia melalui
hubungannya dengan orang lain. Lingkungan memiliki peran yang penting dalam proses
mengenal diri terutama dalam pengalaman relasi dengan orang lain dan bagaimana orang lain
memperlakukan dirinya. Dari situ ia menangkap pantulan tentang dirinya, seperti apakah
dirinya tersebut sebagai pribadi. Jadi konsep diri seseorang dapat diketahui berdasarkan
perbandingan antara apa yang ia rasakan terhadap dirinya sendiri dengan apa yang orang lain
rasakan terhadap diri orang tersebut. Oleh sebab itu muncul presenting self (disebut juga
public self) sebab biasanya orang menampilkan diri sesuai dengan apa yang dianggap baik
atau diterima oleh lingkungannya.

Konsep diri merupakan gambaran mental yang dimiliki oleh seseorang individu terdiri
dari tiga aspek yaitu:

a. Pengetahuan
Dimensi pertama dari konsep diri adalah pengetahuan. Pengetahuan yang
dimiliki individu merupakan apa yang individu ketahui tentang dirinya. Pengetahuan
bisa diperoleh dengan membandingkan diri individu dengan kelompok
pembandingnya (orang lain). Pengetahuan yang dimiliki individu tidaklah menetap
sepanjang hidupnya, pengetahuan bisa berubah dengan cara tingkah laku individu
tersebut atau cara mengubah kelompok pembanding. Dalam membandingkan diri
sendiri dengan orang lain maka julukan yang tepat untuk membedakan adalah
perbedaan kualitas.
b. Harapan
Dimensi kedua dari konsep diri adalah harapan. Harapan merupakan aspek
dimana individu mempunyai berbagai pandangan kedepan tentang siapa dirinya,
menjadi apa dimas mendatang, maka individu mempunyai pengharapan terhadap
dirinya sendiri.
c. Penilaian
Dimensi terakhir dari konsep diri adalah penilaian terhadap diri sendiri.
Individu berkedudukan sebagai penilai terhadap dirinya sendiri setiap hari. Penilaian
terhadap diri sendiri adalah pengukuran individu tentang keadaanya saat ini dengan
apa yang menurutnya dapat dan terjadi pada dirinya. Intinya, setiap individu berperan
sebagai penilai terhadap dirinya sendiri dan dengan menilai hal ini merupakan
standart mansing-masing individu.

Faktor yang mempengaruhi konsep diri menurut Calhoun dan Acocella (1995:77)
yaitu:
a. Orang tua
Orang tua adalah kontak sosial yang paling awal dan paling kuat. Apa yang
dikomunikasikan oleh orang tua pada anak lebih mengena dari pada informasi lain
yang diterima dari orang lain pula. Orang tua mengajarkan bagaiman menilai diri
sendiri dan orang tua yang lebih banyak membentuk kerangka dasar untuk konsep
diri.
b. Teman sebaya
Penerimaan anak dari kelompok teman sebaya sangat dibutuhkan setelah
mendapat cinta dari orang lain dalam mempengaruhi konsep diri. Jika penerimaan ini
ditolak maka konsep diri akan terganggu. Disamping masalah penerimaan atau
penolakan, peran yang diukur anak dalam kelompok teman sebaya sangat mempunyai
pengaruh yang dalam pada pandangannya tentang dirinya sendiri.
c. Masyarakat
Individu tidak terlalu mementingkan kelahiran mereka, tetapi masyarakat
menganggap penting fakta-fakta yang ada pada seorang anak, seperti siapa
orangtuanya, ras dan lain-lain. Akhirnya penilaian ini sampai kepada anak dan masuk
ke dalam konsep diri. Masyarakat memberikan harapan-harapan kepada anak dan
melaksanakan harapan tersebut. Jadi orang tua, teman sebaya dan masyarakat
memberitahu kita bagaimana mengidentifikasi diri kita sendiri sehingga hal ini
berpengaruh terhadap konsep diri yang dimiliki seorang individu.

Calhon dan Acocella (1990. 72) mengemukakan konsep diri terbagi dalam dua jenis,
yaitu konsep diri yang positid dan konsep diri yang negatif.
a. Konsep diri positif
Konsep diri yang lebih berupa penerimaan diri bukan sebagai suatu kebanggan
yang besar tentang dirinya, dapat memahami dan menerima dirinya sendiri secara apa
adanya, evaluasi terhadap dirinya sendiri menjadi positif dan dapat menerima orang
lain. Individu yang memiliki konsep diri positif akan merancang tujuan-tujuan yang
sesuai dengan realitas, yaitu tujuan yang memiliki kemungkinan besar untuk dapat
dicapai, pengetahuan yang luas, harga diri yang tinggi, mampu menghadapi
kehidupan didepannya serta menganggap bahwa hidup adalah suatu proses penemuan.
Singkatnya, individu yang memiliki konsep diri positif adalah individu yang
tahu betul siapa dirinya sehingga dirinya menerima segala kelebihan dan kekurangan
evaluasi terhadap dirinya menjadi lebih positif serta mampu merancang tujuan-tujuan
yang sesuai dengan realitas.
b. Konsep diri negatif
Calhon dan Acocella (1990. 72) membagi konsep diri negatif menjadi dua
tipe, yaitu:
a) Pandangan seseorang tentang dirinya sendiri benar-benar tidak teratur, tidak
memiliki perasaan kestabilan dan keutuhan diri. Individu tersebut benar-benar
tidak tahu siapa dirinya, apa kelemahan dan kelebihannya atau apa yang ia
hargai dalam kehidupannya.
b) Pandangan tentang dirinya yang terlalu kaku, stabil dan teratur. Hal ini bisa
terjadi sebagai akibat didikan yang terlalu keras dan kepatuhan yang terlalu
kaku. Disini, individu merupakan aturan yang terlalu keras pada dirinya
sehingga tidak dapat menerima sedikit penyimpangan atau perubahan dalam
kehidupannya.
Singkatnya, individu yang memiliki konsep diri negatif terdiri dari dua
tipe, tipe pertama yaitu individu yang tidak tahu siapa dirinya dan tidak
mengetahui kekurangan dan kelebihannya, sedangkan tipe kedua adalah
individu yang memandang dirinya dengan sangat teratur dan stabil.
Sumber :
https://pkbi-diy.info/mengenal-dan-menemukan-konsep-diri/ (diakses pada tanggal 05 Mei
2019)
Guswandi, Rahmat. 2012. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung : PT Remaja
Rosdakarya