Anda di halaman 1dari 27

RENCANA K3

PEMBANGUNAN JEMBATAN TANJUNG AGUNG PALIK


KABUPATEN BENGKULU UTARA

PROVINSI BENGKULU

DI SUSUN OLEH :
PT. NAPAL PUTIH
DAFTAR ISI

1. PENDAHULUAN

2. KEBIJAKAN K3

3. PERENCANAAN
3.1 Identifikasi bahaya, Penilaian Resiko, dan Pengendaliaanya
3.2 Pemenuhan Perundang-Undangan dan Persyaratan lainnya
3.3 Sasaran dan Program
3.4 Pengendalian Operasional K3, Pemeriksaan dan Evaluasi Kinerja K3 dan
Tinjauan Ulang Kinerja K3
3.5 Struktur Organisasi Unit K3
3.6 Kesigapan dan Tanggap Darurat
PENDAHULUAN

Perusahaan Jasa Konstruksi memiliki potensi bahaya tinggi, seperti


penggunaan alat berat, mesin gerinda, las, bekerja diketinggian, suhu
yang ekstrim, melakukan penggalian dan lain-lain.

Dengan adanya hal tersebut maka diperlukannya Program Keselamatan


dan Kesehatan Kerja yang penerapannya meliputi Kantor, Projeck Site
serta area pendukung lainnya yang merupakan kebijakan pihak
perusahaan.

Tersedianya Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau


Occupational Health and Safety Management System (SMK3/OHSMS)
dimana system ini diperlukan untuk menurunkan insiden dan penyakit
akibat kerja sehingga tercipta tempat kerja yang aman dan sehat.

Untuk memberikan kepuasan pelanggan dan perlindungan kepada


karyawan dalam keselamatan dan kesehatan kerja serta menjaga
kelestarian lingkungan hidup dan dalam rangka pemenuhan OHSAS
18001:2007 butir 4.4.6 maka diperlukan suatu Rencana Program
Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Proyek.
KEBIJAKAN K3

Perusahaan memiliki komitmen dan kepedulian terhadap Keselamatan


dan Kesehatan Kerja yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari kegiatan operasional dan usaha perusahaan yang pelaksanaannya
merupakan tanggung jawab semua jajaran perusahaan.

Perusahaan bertekad untuk melaksanakan kegiatan operasional dengan


mengutamakan Keselamatan dan kesehatan kerja yang aman serta
nyaman bagi siapapun yang berada ditempat kerja, yang dilaksanakan
secara berkesinambungan dengan :

a. Mematuhi seluruh peraturan perundangan dalam bidang


Keselamatan dan Kesehatan kerja, yang merupakan persyaratan
minimum kinerja keselamatan dan kesehatan kerja.

b. Selalu memberikan perlindungan kepada seluruh karyawan, tamu,


pihak ke tiga dan asset perusahaan dengan mencegah dan
mengendalikan kejadian yang dapat merugikan asset perusahaan

c. Melakukan komunikasi yang efektif kepada seluruh karyawan,


masyarakat dan pihak-pihak yang berkepentingan

d. Mempertimbangkan setiap aspek Keselamatan dan kesehatan kerja


pada setip tahap penyelenggaraan kegiatan serta mengendalikan
resikoyang ada seminimal mungkin.

Kebijakan Khusus

Perusahaan melarang keras seluruh pegawai untuk membawa,


menggunakan obat-obatan terlarang yang termasuk didalamnya
NARKOBA dan Minuman Keras beralkohol baik pada waktu bekerja
maupun dilapangan serta diluar jam kerja
3.1 Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko dan Penetapan Pengendalianya
Lokasi Risiko Awal Risiko Sisa
Peralatan Deskrips Deskripsi Kemun Kepara Tingkat Kemung Keparah Tingkat Pengendalian
No. Aktivitas Potensi Penyebab gkinan han Risiko Pengendalian yang Ada kinan an Risiko
Perkakas Bahaya Konsekuensi P/T P/T Tambahan
Material (KM) (KP) KMxKP (KM) (KP) KMxKP

► UMUM

1 Mobilisasi
a. Mobilisasi alat Area proyek, Alat berat - Kondisi jalan tidak kondusif Menimpa 1 3 3 P
berat dengan trailer tergelincir untuk dilalui alat berat pengendara a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
menggunakan dari trailer (mudah amblas, tidak rata, lainnya (patah b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
trailer berbukit, dll) tulang, dan
luka serius) c. Engineering Controls :
- Pengendara trailer tidak
memperhatikan aspek - Sisi kanan, kiri, depan, & belakang flat deck trailer dipasangi/
keselamatan saat memiliki guarding (pengganjal), agar alat berat tertahan & tidak
mengendarai tergelincir
- Sistem pengamanan tidak
memenuhi standar - Alat berat diikat dengan menggunakan rantai

d. Administrative Controls:
- Membuat traffic management (menentukan rute yang aman untuk
dilalui, dan rencana pengendalian jika melewati jalur padat)

- Melakukan pemeriksaan/ survey kepada pihak yang akan


mengirimkan alat berat (apakah supir sehat, memiliki SIM B umum yg
masih berlaku, dan sudah mendapatkan induksi K3, apakah trailer
dalam kondisi baik, memiliki guarding yang masih dalam kondisi baik)

- Memasang rambu-rambu penunjuk arah dan railing pada jalur alat


berat di area proyek
- Memberikan penerangan yang memadai saat melakukan
mobilisasi pada malam hari

- Menyediakan petugas parkir dan pemberi aba-aba saat akan


menurunkan alat berat dari trailer
e. APD:
- Helm, safety shoes, rompi reflektor

Mobil trailer - Kurangnya pengawasan saat Meninggal 1 3 3 P


a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
tertabrak trailer sedang beroperasi dunia
atau b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
menabrak
kendaraan - Kurangnya rambu peringatan c. Engineering Controls :
lain - Pengendara tidak mematuhi
rambu peringatan yang ada - Memasang rotary lamp pada badan kendaraan terutama pada
- Sistem keamanan tidak pekerjaan malam hari
terpasang
d. Administrative Controls:

- Membuat traffic management (menentukan rute yang aman untuk


dilalui, dan rencana pengendalian jika melewati jalur padat)
- Melakukan pemeriksaan/ survey kepada pihak yang akan
mengirimkan alat berat (apakah supir sehat, memiliki SIM B umum yg
masih berlaku, dan sudah mendapatkan induksi K3, apakah trailer
dalam kondisi baik, memiliki guarding yang masih dalam kondisi baik)
- Memasang rambu-rambu penunjuk arah dan railing pada jalur alat
berat di area proyek, dan membuat traffic manajement proyek (arah
keluar masuk kendaraan, & jalur pejalan kaki)
- Memberikan penerangan yang memadai saat melakukan
mobilisasi pada malam hari
- Menyediakan petugas parkir dan pemberi aba-aba saat akan
menurunkan alat berat dari trailer, dan di area keluar masuk
kendaraan
e. APD:
3.1 Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko dan Penetapan Pengendalianya
Lokasi Risiko Awal Risiko Sisa
Peralatan Deskrips Deskripsi Kemun Kepara Tingkat Kemung Keparah Tingkat Pengendalian
No. Aktivitas Potensi Penyebab gkinan han Risiko Pengendalian yang Ada kinan an Risiko
Perkakas Bahaya Konsekuensi P/T P/T Tambahan
Material (KM) (KP) KMxKP (KM) (KP) KMxKP
- Helm, safety shoes, rompi reflektor

b. Mobilisasi Area proyek, Kendaraan - Pengaturan/ peletakan Gangguan 3 1 3 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
kendaraan dan mobil pick up slip peralatan proyek tidak teratur jalan umum
persiapan (perlengka- - Barang yang dimuat dalam (kemace- tan) b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
perlengkapan pan proyek kendaraan melebihi kapasitas c. Engineering Controls:
pekerjaan berjatuhan di kendaraan
jalan) - Memberikan penutup untuk barang-barang yang dibawa dan diberi
- Pengendara tidak mematuhi pengaman (diikat) dengan kuat
peraturan lalu lintas d. Administrative Controls:
- Memberikan rambu peringatan 'hati-hati jaga jarak' pada bagian
belakang kendaraan
- Memberikan safety briefing kepada supir agar mematuhi rambu-
rambu yang ada
- Melakukan pengawasan saat memuat barang, agar tidak melebihi
kapasitas kendaraan
e. APD: Tidak ada
c. Mobilisasi personil, Jalan umum, Menabrak/ - Supir kurang berhati-hati dan Cidera pada 3 2 6 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
dari kantor ke mobil/ motor tertabrak tidak mematuhi rambu- beberapa
proyek atau kendaraan rambu di jalan raya bagian b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
sebaliknya lain c. Engineering Controls: Tidak dapat dilakukan
- Mobil hilang kendali (rusak)
- Supir mengalami kelelahan d. Administrative Controls:
- Memastikan bahwa supir memiliki SIM sesuai kendaraan yang
dikendarai dan masih berlaku
- Memberikan induksi keselamatan berkendaraan di jalan raya sebelum
bertugas
- Memastikan bahwa supir dan pengendara menggunakan seat belt
(jika mengendaraai mobil)
- Melakukan pemeriksaan berkala terhadap kondisi mesin
- Memasang tanda 'hati-hati keluar masuk kendaraan proyek' pada
pintu masuk dan pintu keluar proyek
e. APD: helm (sesuai standar) bagi pengendara motor
Tabrakan - Pengguna jalan tidak tertib Meninggal 2 3 6 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
antar (tidak mematuhi aba- aba dari
kendaraan flagman, & rambu-rambu b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
3.1 Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko dan Penetapan Pengendalianya
Lokasi Risiko Awal Risiko Sisa
Peralatan Deskrips Deskripsi Kemun Kepara Tingkat Kemung Keparah Tingkat Pengendalian
No. Aktivitas Potensi Penyebab gkinan han Risiko Pengendalian yang Ada kinan an Risiko
Perkakas Bahaya Konsekuensi P/T P/T Tambahan
Material (KM) (KP) KMxKP (KM) (KP) KMxKP
yang ada) c. Engineering Controls: Tidak dapat dilakukan
d. Administrative Controls :
- Kurangnya rambu peringatan
- Memasang rambu-rambu 'hati-hati ada pekerjaan proyek' sebelum
area proyek/ area flagman
- Memasang spanduk untuk sosialisasi kepada masyarakat
lingkungan sekitar proyek
- Bekerja sama dan berkoordinasi dengan petugas kepolisian
daerah setempat
- Penempatan flagman pada area-area persimpangan (rawan
kecelakaan)
e. APD: seat belt

Fatigue pada - Kurangnya waktu istirahat Sakit, tidak 1 3 3 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
flagman karena tenaga flagman dapat bekerja b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
terbatas selama
beberapa hari c. Engineering Controls: Tidak dapat dilakukan
- Cuaca terik
d. Administrative Controls:
- Pengaturan shift kerja flagman
- Penertiban jam kerja flagman agar tidak bekerja secara overtime
- Pemeriksaan kondisi kesehatan flagman
- Penyediaan air minum tidak jauh dari tempat flagman bertugas
e. APD: tidak ada

Pagar - Angin kencang Mengenai 2 2 4 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan


proyek roboh - kendaraan lain
Pemasangan pagar tidak b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
sesuai dengan standar PPP-
c. Engineering Controls:
002 Pagar
- Memasang penyanggah tambahan agar pagar lebih kuat saat kondisi
cuaca berangin
d. Administrative Controls:
- Menginformasikan mengenai Panduan Pelaksanaan Pekerjaan
Pagar (PPP-002)
- Memastikan, dengan melakukan inspeksi, bahwa pekerjaan
pembuatan pagar dilakukan sesuai PPP-002
e. APD: tidak ada

Pekerja - Kurangnya kesadaran Tertabrak, 2 3 6 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan


proyek pekerja terhadap meninggal b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
menyebrang keselamatan saat bekerja dunia
jalan tol c. Engineering Controls: Tidak dapat dilakukan
(padat lalu d. Administrative Controls:
lintas) - Kurangnya himbauan tegas
secara kepada pekerja untuk tidak - Saat morning briefing selalu di informasikan, bahwa tidak boleh
sembaranga menyebrang jalan melintas/ menyebrang jalan tol, dan diinformasikan mengenai
n sembarangan bahaya yang ada
- Memberikan rambu di sekitar area proyek (dilarang
menyebrangi jalan tol)
- Memberikan teguran dan sanksi tegas kepada pekerja yang
melanggar peraturan
e. APD: Rompi reflektor

2. Manajemen & Keselamatan Lalu Lintas


a Pemeliharaan dan Crossing Flagman - Ada pengendara yang tidak Meninggal 2 3 6 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
perlindungan lalu dengan jalan tertabrak tertib lalulintas
b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
lintas existing kendaraan - Kurangnya rambu peringatan
sebelum flagman c. Engineering Controls: Tidak dapat dilakukan
- Flagman melamun/ tidak d. Administrative Controls:
fokus dalam bekerja (sms
- Memasang rambu-rambu 'hati-hati ada pekerjaan proyek'
atau mendengarkan musik sebelum area proyek/ area flagman
3.1 Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko dan Penetapan Pengendalianya
Lokasi Risiko Awal Risiko Sisa
Peralatan Deskrips Deskripsi Kemun Kepara Tingkat Kemung Keparah Tingkat Pengendalian
No. Aktivitas Potensi Penyebab gkinan han Risiko Pengendalian yang Ada kinan an Risiko
Perkakas Bahaya Konsekuensi P/T P/T Tambahan
Material (KM) (KP) KMxKP (KM) (KP) KMxKP
saat bekerja) - Memasang spanduk untuk sosialisasi kepada masyarakat
lingkungan sekitar proyek
- Memberikan briefing kepada petugas flagman, agar fokus dan
berhati-hati saat bekerja, dan menjelaskan mengenai risiko-risiko
yang mungkin terjadi
- Memberikan informasi mengenai emergency response
- Bekerja sama dan berkoordinasi dengan petugas kepolisian daerah
setempat
e. APD: rompi reflector, safety helmet, safety shoes, masker debu
b Menyeberang jalan Area Proyek Pengguna - Tidak mengindahkan aba- Meninggal 2 3 6 P a. Eliminasi : tidak bisa dilakukan
dari dan ke area jalan yang aba dari flagman & rambu dunia b. Substitusi : tidak bisa dilakukan
kerja melintasi area peringatan yang sudah c. Engineering Control :
proyek terpasang - Pemasangan lampu lalu-lintas tanda "Hati-hati" di sudut jalan tertentu
mengalami yang rawan kecelakaan.
tabrakan, dan - Kurang hati-hati dalam - Pemasangan rambu-rambu lalu-lintas sebelum area pagar (barier)
atau berkendara lokasi proyek.
Kendaraan - Pagar berwarna jelas dan dilengkapi dgn "lampu pengaman (safety
menabrak lamp)" sepanjang pembatas area proyek.
pagar - Pemasangan lampu rotary sebelum pagar proyek.
pembatas - Pemasangan spanduk untuk sosialisasi kepada masyarakat di
(barier) di lingkungan sekitar proyek
lokasi pryk d. Administratif control :
- Koordinasi dengan pihak RS terdekat khusus untuk penanganan
Gawat Darurat karena kecelakaan lalu-lintas sekitar lokasi proyek.
e. APD : tidak bisa dilakukan
c Memberi aba- aba Jalan Raya Fatigue pada - Flagman tidak sempat Flagman 2 2 4 P a. Eliminasi : tidak bisa dilakukan
dan buka tutup sekitar lokasi Flagman beristirahat karena lalu- lintas jatuh sakit
jalur/pengaturan pyoyek padat. sehingga b. Substitusi : tidak bisa dilakukan
lalu lintas oleh kerja tidak c. Engineering Control : tidak bisa dilakukan
flagman optimal.
Pengamana d. Administratif control :
n jalan dan - Pergantian shift Flagman setiap 8 jam kerja.
lalu-lintas
sekitar - Penertiban jam kerja Flagman agar tidak selalu overtime.
proyek - Pemeriksaan kesehatan oleh paramedis setempat terhadap Flagman
berkurang yang overtime.
e. APD : tidak bisa dilakukan

► Drainase
1 Galian untuk (excavator) Terkena - Jarak pandang operator Cidera fatal 1 3 3 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
Selokan Drainase swing terbatas/ terhalang (patah tulang,
dan Saluran Air excavator pendarahan) b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
c. Engineering Controls:
- Kurangnya pengawasan - Memberikan pagar pembatas pada area kerja
- Kurangnya rambu peringatan
d. Administrative Controls:
- Kurangnya penerangan
(malam hari) - Operator memiliki SIO yang masih berlaku & pemeriksaan kondisi
operator sebelum bekerja
- Melakukan pemeriksaan alat sebelum bekerja (rem, roda gigi,
kemudi, kaca spion, dll)
- Safety Briefing sebelum pekerjaan dimulai (operator dan pekerja
lainnya)
- Memasang rambu 'Area dilarang untuk umum'
- Memasang lampu penerangan pada alat berat dan disekitar area
kerja (terutama pada malam hari)
- Mengadakan Inspeksi sebelum, saat sedang bekerja, dan sesudah
bekerja
- Menetapkan petugas untuk memandu operasi alat (jika operator
terhalang pandangannya, bekerja di area sempit, atau padat lalu
lintas)
e. APD:
- Helm, safety shoes, rompi reflektor
Tertabrak - Jarak pandang operator Meninggal 1 3 3 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
3.1 Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko dan Penetapan Pengendalianya
Lokasi Risiko Awal Risiko Sisa
Peralatan Deskrips Deskripsi Kemun Kepara Tingkat Kemung Keparah Tingkat Pengendalian
No. Aktivitas Potensi Penyebab gkinan han Risiko Pengendalian yang Ada kinan an Risiko
Perkakas Bahaya Konsekuensi P/T P/T Tambahan
Material (KM) (KP) KMxKP (KM) (KP) KMxKP
excavator terbatas/ terhalang b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
- Kurangnya pengawasan c. Engineering Controls:
- Kurangnya rambu peringatan
- Kurangnya penerangan - Memberikan pagar pembatas pada area kerja
(malam hari) d. Administrative Controls:
- Operator memiliki SIO yang masih berlaku & pemeriksaan kondisi
operator sebelum bekerja
- Melakukan pemeriksaan alat sebelum bekerja (rem, roda gigi,
- Tidak mematuhi rambu kemudi, kaca spion, dll)
peringatan yg ada
- Safety Briefing sebelum pekerjaan dimulai (operator dan pekerja
lainnya)
- Memasang rambu 'Area dilarang untuk umum'
- Memasang lampu penerangan pada alat berat dan disekitar area
kerja (terutama pada malam hari)
- Mengadakan Inspeksi sebelum, saat sedang bekerja, dan sesudah
bekerja
- Memastikan sirine/ alarm mundur berfungsi dengan baik
- Menetapkan petugas untuk memandu operasi alat (jika operator
terhalang pandangannya, bekerja di area sempit, atau padat lalu
lintas)
e. APD:
- Helm, safety shoes, rompi reflektor
► Pekerjaan Tanah Dan Geo Sintetik
1. Galian biasa untuk
timbunan

Galian
menggunakan alat (excavator) Terkena - Jarak pandang operator Cidera fatal 1 3 3 P
berat swing terbatas/ terhalang (patah tulang,
excavator pendarahan)
a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
- Kurangnya pengawasan
b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
- Kurangnya rambu peringatan
- Kurangnya penerangan c. Engineering Controls:
(malam hari)
- Memberikan pagar pembatas pada area kerja
d. Administrative Controls:
- Operator memiliki SIO yang masih berlaku & pemeriksaan kondisi
operator sebelum bekerja
- Melakukan pemeriksaan alat sebelum bekerja (rem, roda gigi,
kemudi, kaca spion, dll)
- Safety Briefing sebelum pekerjaan dimulai (operator dan pekerja
lainnya)
- Memasang rambu 'Area dilarang untuk umum'
- Memasang lampu penerangan pada alat berat dan disekitar area
kerja (terutama pada malam hari)
- Mengadakan Inspeksi sebelum, saat sedang bekerja, dan sesudah
bekerja
- Menetapkan petugas untuk memandu operasi alat (jika operator
terhalang pandangannya, bekerja di area sempit, atau padat lalu
lintas)
e. APD:
- Helm, safety shoes, rompi reflektor
Tertabrak - Jarak pandang operator Meninggal 1 3 3 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
excavator terbatas/ terhalang
- Kurangnya pengawasan b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
- Kurangnya rambu peringatan c. Engineering Controls:
- Kurangnya penerangan
3.1 Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko dan Penetapan Pengendalianya
Lokasi Risiko Awal Risiko Sisa
Peralatan Deskrips Deskripsi Kemun Kepara Tingkat Kemung Keparah Tingkat Pengendalian
No. Aktivitas Potensi Penyebab gkinan han Risiko Pengendalian yang Ada kinan an Risiko
Perkakas Bahaya Konsekuensi P/T P/T Tambahan
Material (KM) (KP) KMxKP (KM) (KP) KMxKP
(malam hari) - Memberikan pagar pembatas pada area kerja
d. Administrative Controls:
- Operator memiliki SIO yang masih berlaku & pemeriksaan kondisi
- Tidak mematuhi rambu operator sebelum bekerja
peringatan yg ada
- Melakukan pemeriksaan alat sebelum bekerja (rem, roda gigi,
kemudi, kaca spion, dll)
- Safety Briefing sebelum pekerjaan dimulai (operator dan pekerja
lainnya)
- Memasang rambu 'Area dilarang untuk umum'
- Memasang lampu penerangan pada alat berat dan disekitar area
kerja (terutama pada malam hari)
- Mengadakan Inspeksi sebelum, saat sedang bekerja, dan sesudah
bekerja
- Memastikan sirine/ alarm mundur berfungsi dengan baik
- Menetapkan petugas untuk memandu operasi alat (jika operator
terhalang pandangannya, bekerja di area sempit, atau padat lalu
lintas)
e. APD:
- Helm, safety shoes, rompi reflektor
2. Galian biasa untuk (excavator) Terkena - Jarak pandang operator Cidera fatal 1 3 3 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
dibuang swing terbatas/ terhalang (patah tulang, b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
excavator - Kurangnya pengawasan pendarahan) c. Engineering Controls:
- Kurangnya rambu peringatan
- Kurangnya penerangan - Memberikan pagar pembatas pada area kerja
(malam hari) d. Administrative Controls:
- Tidak mematuhi rambu - Operator memiliki SIO yang masih berlaku & pemeriksaan kondisi
peringatan yg ada operator sebelum bekerja
- Melakukan pemeriksaan alat sebelum bekerja (rem, roda gigi,
kemudi, kaca spion, dll)
- Safety Briefing sebelum pekerjaan dimulai (operator dan pekerja
lainnya)
- Memasang rambu 'Area dilarang untuk umum'
- Memasang lampu penerangan pada alat berat dan disekitar area
kerja (terutama pada malam hari)
- Mengadakan Inspeksi sebelum, saat sedang bekerja, dan sesudah
bekerja
- Menetapkan petugas untuk memandu operasi alat (jika operator
terhalang pandangannya, bekerja di area sempit, atau padat lalu
lintas)
e. APD:
- Helm, safety shoes, rompi reflektor
Tertabrak - Jarak pandang operator Meninggal 1 3 3 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
excavator terbatas/ terhalang b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
- Kurangnya pengawasan c. Engineering Controls:
- Kurangnya rambu peringatan - Memberikan pagar pembatas pada area kerja
- Kurangnya penerangan d. Administrative Controls:
(malam hari) - Operator memiliki SIO yang masih berlaku & pemeriksaan kondisi
- Tidak mematuhi rambu operator sebelum bekerja
peringatan yg ada - Melakukan pemeriksaan alat sebelum bekerja (rem, roda gigi,
kemudi, kaca spion, dll)
- Safety Briefing sebelum pekerjaan dimulai (operator dan pekerja
lainnya)
- Memasang rambu 'Area dilarang untuk umum'
- Memasang lampu penerangan pada alat berat dan disekitar area
kerja (terutama pada malam hari)
- Mengadakan Inspeksi sebelum, saat sedang bekerja, dan sesudah
bekerja
- Memastikan sirine/ alarm mundur berfungsi dengan baik
- Menetapkan petugas untuk memandu operasi alat (jika operator
terhalang pandangannya, bekerja di area sempit, atau padat lalu
3.1 Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko dan Penetapan Pengendalianya
Lokasi Risiko Awal Risiko Sisa
Peralatan Deskrips Deskripsi Kemun Kepara Tingkat Kemung Keparah Tingkat Pengendalian
No. Aktivitas Potensi Penyebab gkinan han Risiko Pengendalian yang Ada kinan an Risiko
Perkakas Bahaya Konsekuensi P/T P/T Tambahan
Material (KM) (KP) KMxKP (KM) (KP) KMxKP
lintas)
e. APD:
- Helm, safety shoes, rompi reflektor
3 Galian Struktur Excavator Terkena - Jarak pandang operator Cidera fatal 1 3 3 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
swing terbatas/ terhalang (patah tulang, b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
excavator - Kurangnya pengawasan pendarahan) c. Engineering Controls:
- Kurangnya rambu peringatan
- Memberikan pagar pembatas pada area kerja
- Kurangnya penerangan
(malam hari) d. Administrative Controls:
- Tidak mematuhi rambu - Operator memiliki SIO yang masih berlaku & pemeriksaan kondisi
peringatan yg ada operator sebelum bekerja
- Melakukan pemeriksaan alat sebelum bekerja (rem, roda gigi,
kemudi, kaca spion, dll)
- Safety Briefing sebelum pekerjaan dimulai (operator dan
- pekerja lainnya)
- Memasang rambu 'Area dilarang untuk umum'
- Memasang lampu penerangan pada alat berat dan disekitar area
kerja (terutama pada malam hari)
- Mengadakan Inspeksi sebelum, saat sedang bekerja, dan sesudah
bekerja
- Menetapkan petugas untuk memandu operasi alat (jika operator
terhalang pandangannya, bekerja di area sempit, atau padat lalu
lintas)
e. APD:
- Helm, safety shoes, rompi reflektor
Tertabrak - Jarak pandang operator Meninggal 1 3 3 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
excavator terbatas/ terhalang b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
- Kurangnya pengawasan c. Engineering Controls:
- Kurangnya rambu peringatan
- Kurangnya penerangan - Memberikan pagar pembatas pada area kerja
(malam hari) d. Administrative Controls:
- Tidak mematuhi rambu - Operator memiliki SIO yang masih berlaku & pemeriksaan kondisi
peringatan yg ada operator sebelum bekerja
- Tidak ada lock out tag out - Melakukan pemeriksaan alat sebelum bekerja (rem, roda
pada kendaraan yang - Safety Briefing sebelum pekerjaan dimulai (operator dan pekerja
diparkir/ berhenti lainnya)
- Memasang rambu 'Area dilarang untuk umum'
- Memasang lampu penerangan pada alat berat dan disekitar area
kerja (terutama pada malam hari)
- Mengadakan Inspeksi sebelum, saat sedang bekerja, dan sesudah
bekerja
- Memastikan sirine/ alarm mundur berfungsi dengan baik
- Menetapkan petugas untuk memandu operasi alat (jika operator
terhalang pandangannya, bekerja di area sempit, atau padat lalu
lintas)
- Memasang lock out tag out pada alat yang rusak atau parkir
e. APD:
- Helm, safety shoes, rompi reflektor
4 Timbunan biasa Excavator Tertimbun - Ketinggian timbunan tanah Meninggal 2 3 6 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
dan timbunan tanah sudah tidak sesuai b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
pilihan c. Engineering Controls: Tidak dapat dilakukan
d. Administrative Controls:
- Memasang barikade rambu atau stop log sebagai pembatas roda kendaraan
angkut material di lokasi galian
- Memberikan penjelasan kepada pekerja mengenai potensi baha yang
mungkin terjadi, antara lain bahaya longsor dan cara penyelamatan diri
- Tidak diperkenankan meletakan hasil galian terlalu dekat
- dengan pinggir galian. Jarak aman min. 2 (dua) feet atau 0,65 m dari batas
tepi galian
- Memasang barikade di sekitar timbunan, dan pemasangan rambu "Dilarang
melintas" atau "awas bahaya longsor"
e. APD: helm dan sepatu keselamatan
5 Galian perkerasan Alat berat Terkena - Jarak pandang operator Patah tulang 1 3 3 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
beraspal (Excavator swing terhalang & luka luar b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
breaker) excavator - Kurangnya rambu peringatan pada c. Engineering Controls: Tidak dapat dilakukan
3.1 Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko dan Penetapan Pengendalianya
Lokasi Risiko Awal Risiko Sisa
Peralatan Deskrips Deskripsi Kemun Kepara Tingkat Kemung Keparah Tingkat Pengendalian
No. Aktivitas Potensi Penyebab gkinan han Risiko Pengendalian yang Ada kinan an Risiko
Perkakas Bahaya Konsekuensi P/T P/T Tambahan
Material (KM) (KP) KMxKP (KM) (KP) KMxKP
breaker - Tidak mematuhi rambu beberapa d. Administrative Controls:
peringatan yang sudah bagian tubuh - Memasang pembatas (safety line) pada area yang terkena/terjangkau swing
terpasang excavator
- Kurangnya pengawasan saat - Memasang rambu peringatan 'Awas Ada Pekerjaan Excavator'
excavator beroperasi - Melaksanakan PPP K3L-018 pengoperasian peralatan berat mekanis
- Pekerja tidak menggunakan
rompi reflector - Meningkatkan pengawasan saat pengoperasian excavator
e. APD:
- Helm keselamatan
- Sepatu keselamatan
- Rompi reflektor
Kebisi- ngan - Kurangnya perawatan pada Gangguan 2 2 4 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
alat berat pendengar-an b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
c. Engineering Controls: Tidak dapat dilakukan
d. Administrative Controls:
- Pengaturan agar perawatan dan peremajaan mesin alat dilakukan
secara rutin (membuat jadwal & evaluasi perawatan alat)
- Melakukan pengukuran tingkat kebisingan yang ditimbulkan alat saat sedang
beroperasi
- Melakukan pengaturan shift kerja sesuai tingkat kebisingan yg ditimbulkan alat
e. APD:
- Ear plug/ ear muff (bila kebisingan ≥ 85 Dba)
Debu - Area kerja kering (banyak Gangguan 3 1 3 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
debu) Pernapasan
- Kondisi angin kencang b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
- c. Engineering Controls:
- Penyiraman jalan
d. Administrative Controls:
- Melakukan briefing sebelum pekerjaan di mulai, dan
menginformasikan mengenai bahaya yang ada
- Memasang rambu "area wajib menggunakan masker
e. APD:
- Masker debu
6 Penyiapan Motor grader Tertabrak - Jarak pandang operator Meninggal 1 3 3 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
Badan Jalan Vibro roller Motor grader terbatas/ terhalang
/Vibro Roller - Kurangnya pengawasan b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
- Kurangnya rambu peringatan c. Engineering Controls:
- Kurangnya penerangan
(malam hari) - Memberikan pagar pembatas pada area kerja
- Tidak mematuhi rambu d. Administrative Controls:
peringatan yg ada
- Operator memiliki SIO yang masih berlaku & pemeriksaan kondisi operator
sebelum bekerja
- Melakukan pemeriksaan alat sebelum bekerja (rem, roda gigi, kemudi,
kaca spion, dll)
- Safety Briefing sebelum pekerjaan dimulai (operator dan pekerja lainnya)
- Memasang rambu 'Area dilarang untuk umum'
- Memasang lampu penerangan pada alat berat dan disekitar area kerja
(terutama pada malam hari)
- Mengadakan Inspeksi sebelum, saat sedang bekerja, dan sesudah bekerja
- Memastikan sirine/ alarm mundur berfungsi dengan baik
- Menetapkan petugas untuk memandu operasi alat (jika operator terhalang
pandangannya, bekerja di area sempit, atau padat lalu lintas)
e. APD:
- Helm, safety shoes, rompi reflektor

► Perkerasan Berbutir Dan Perkerasan Beton Semen


1 Lapisan pondasi Pasir,Whiel Tertabrak - Jarak pandang operator Meninggal 2 3 6 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
Agregat loader, Dump alat berat terbatas/ terhalang
Truk - Kurangnya pengawasan b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
3.1 Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko dan Penetapan Pengendalianya
Lokasi Risiko Awal Risiko Sisa
Peralatan Deskrips Deskripsi Kemun Kepara Tingkat Kemung Keparah Tingkat Pengendalian
No. Aktivitas Potensi Penyebab gkinan han Risiko Pengendalian yang Ada kinan an Risiko
Perkakas Bahaya Konsekuensi P/T P/T Tambahan
Material (KM) (KP) KMxKP (KM) (KP) KMxKP
- Kurangnya rambu peringatan c. Engineering Controls:
- Kurangnya penerangan - Memberikan pagar pembatas pada area kerja
- (malam hari)
- Tidak mematuhi rambu d. Administrative Controls:
peringatan yg ada - Operator memiliki SIO yang masih berlaku & pemeriksaan kondisi operator
sebelum bekerja
- Melakukan pemeriksaan alat sebelum bekerja (rem, roda gigi, kemudi,
kaca spion, dll)
- Safety Briefing sebelum pekerjaan dimulai (operator dan pekerja lainnya)
- Memasang rambu 'Area dilarang untuk umum'
- Memasang lampu penerangan pada alat berat dan disekitar area kerja
(terutama pada malam hari)
- Mengadakan Inspeksi sebelum, saat sedang bekerja, dan sesudah bekerja
- Memastikan sirine/ alarm mundur berfungsi dengan baik
- Menetapkan petugas untuk memandu operasi alat (jika operator terhalang
pandangannya, bekerja di area sempit, atau padat lalu lintas)
e. APD:
- Helm, safety shoes, rompi reflektor

► Perkerasan Aspal
1 Lapisan perekat Aspal sprayer, Tertabrak - Jarak pandang operator Meninggal 2 3 6 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
(Aspal Cair) Tandem alat berat terbatas/ terhalang
Roller - Kurangnya pengawasan b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
- Kurangnya rambu peringatan c. Engineering Controls:
- Kurangnya penerangan
(malam hari) - Memberikan pagar pembatas pada area kerja
- Tidak mematuhi rambu d. Administrative Controls:
peringatan yg ada
- Operator memiliki SIO yang masih berlaku & pemeriksaan kondisi operator
sebelum bekerja
- Melakukan pemeriksaan alat sebelum bekerja (rem, roda gigi, kemudi,
kaca spion, dll)
- Safety Briefing sebelum pekerjaan dimulai (operator dan pekerja lainnya)
- Memasang rambu 'Area dilarang untuk umum'
- Memasang lampu penerangan pada alat berat dan disekitar area kerja
(terutama pada malam hari)
- Mengadakan Inspeksi sebelum, saat sedang bekerja, dan sesudah bekerja
- Memastikan sirine/ alarm mundur berfungsi dengan baik
- Menetapkan petugas untuk memandu operasi alat (jika operator terhalang
pandangannya, bekerja di area sempit, atau padat lalu lintas)
e. APD:
- Helm, safety shoes, rompi reflektor
2 Pengaspalan Aspal Terkena - Hembusan angin kencang Tangan/ kaki 2 2 4 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
distributor percikan luka bakar
aspal - Kurangnya pemahaman (melepuh) b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
mengenai aspek keselamatan c. Engineering Controls: Tidak dapat dilakukan
- Tidak menggunakan APD
d. Administrative Controls:
- Pelajari arah angin sebelum melaksanakan penyemprotan aspal
- Memberikan induksi pada pekerja mengenai bahaya pengaspalan
- Memberikan pembekalan yang cukup mengenai tahapan proses kerja
pengaspalan yang aman
- Meningkatkan pengawasan saat pekerjaan berlangsung
e. APD:
- Baju lengan panjang
- Sarung tangan
3.1 Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko dan Penetapan Pengendalianya
Lokasi Risiko Awal Risiko Sisa
Peralatan Deskrips Deskripsi Kemun Kepara Tingkat Kemung Keparah Tingkat Pengendalian
No. Aktivitas Potensi Penyebab gkinan han Risiko Pengendalian yang Ada kinan an Risiko
Perkakas Bahaya Konsekuensi P/T P/T Tambahan
Material (KM) (KP) KMxKP (KM) (KP) KMxKP
- Sepatu keselamatan
- Kacamata keselamatan
Bekerja - Suhu terlalu panas (melebihi Terjadi 2 3 6 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
dengan yang dibutuhkan) ledakan
suhu tinggi (meninggal) b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
(Panas) c. Engineering Controls: Tidak dapat dilakukan
d. Administrative Controls:
- Menjaga keseimbangan panas
- Semua pekerja pengaspalan harus mendapatkan induksi mengenai bahaya
pengaspalan dan pembekalan mengenai prosedur kerja yang aman
(khususnya bahaya bahan kimia yang digunakan untuk pencampuran aspal)
- Meningkatkan pengawasan saat proses kerja berlangsung
e. APD:
- Baju lengan panjang
- Sarung tangan
- Sepatu keselamatan
- Kacamata keselamatan

► Struktur
1. Baja Tulangan Alat Potong Jari - Tidak mengetahui cara kerja Jari tangan 2 3 6 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
(pemotongan) Baja Terpotong yang aman/ SOP nya luka/cacat
- Bercanda/ tidak konsentrasi b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
alat
dalam bekerja/merokok c. Engineering Controls:
- Memasang guarding pada alat
d. Administrative Controls:
- Sebelum bekerja, operator diberikan pembekalan mengenai cara bekerja
yang aman & bahaya-bahaya dari pekerjaan tersebut
- Melakukan pengawasan saat pelaksanaan pekerjaan
- Dibuatkan peraturan larangan merokok di area kerja &
menyediakan area khusus merokok
- Memasang rambu larangan merokok, wajib APD
e. APD:
- Sarung tangan keselamatan
Mata - Posisi wajah terlau dekat Iritasi Mata 2 2 4 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
terkena dengan pengoperasian alat
b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
percikan
besi c. Engineering Controls:
- Memasang guarding pada alat
d. Administrative Controls:
- Sebelum bekerja, operator diberikan pembekalan mengenai cara bekerja
yang aman & bahaya-bahaya dari pekerjaan tersebut
- Memasang informasi mengenai postur kerja yang aman
e. APD:
- Kacamata Keselamatan
- Menggunakan baju lengan panjang
- Sarung tangan Keselamatan
- Penempatan material besi Luka gores/ 3 1 3 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
beton tidak beraturan/rapi tusuk pada b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
- Kesalahan posisi penanganan tangan/ kaki c. Engineering Controls:
material (cara membawa, - Memisahkan/ menyediakan lokasi khusus penyimpanan material
memegang) d. Administrative Controls:
- Tidak menggunakan APD - Pelaksanaan housekeeping
- Memasang rambu area wajib menggunakan APD
e. APD:
- Sarung tangan keselamatan
- Sepatu keselamatan
3.1 Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko dan Penetapan Pengendalianya
Lokasi Risiko Awal Risiko Sisa
Peralatan Deskrips Deskripsi Kemun Kepara Tingkat Kemung Keparah Tingkat Pengendalian
No. Aktivitas Potensi Penyebab gkinan han Risiko Pengendalian yang Ada kinan an Risiko
Perkakas Bahaya Konsekuensi P/T P/T Tambahan
Material (KM) (KP) KMxKP (KM) (KP) KMxKP
3. Pembongkaran Alat berat Tertabrak - Jarak pandang operator Meninggal 2 3 6 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
Rangka Baja Alat Berat terbatas/ terhalang b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
- Kurangnya pengawasan c. Engineering Controls:
- Kurangnya rambu peringatan
- Kurangnya penerangan - Memberikan pagar pembatas pada area kerja
(malam hari) d. Administrative Controls:
- Tidak mematuhi rambu - Operator memiliki SIO yang masih berlaku & pemeriksaan kondisi operator
peringatan yg ada sebelum bekerja
- Melakukan pemeriksaan alat sebelum bekerja (rem, roda gigi, kemudi,
kaca spion, dll)
- Safety Briefing sebelum pekerjaan dimulai (operator dan pekerja lainnya)
- Memasang rambu 'Area dilarang untuk umum'
- Memasang lampu penerangan pada alat berat dan disekitar area kerja
(terutama pada malam hari)
- Mengadakan Inspeksi sebelum, saat sedang bekerja, dan sesudah bekerja
- Memastikan sirine/ alarm mundur berfungsi dengan baik
- Menetapkan petugas untuk memandu operasi alat (jika operator terhalang
pandangannya, bekerja di area sempit, atau padat lalu lintas)
e. APD:
- Helm, safety shoes, rompi reflektor
Kebisi-ngan - Kurangnya perawatan pada Gangguan 2 2 4 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
alat berat pendengar-an b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
c. Engineering Controls: Tidak dapat dilakukan
d. Administrative Controls:
- Pengaturan agar perawatan dan peremajaan mesin alat dilakukan
secara rutin (membuat jadwal & evaluasi perawatan alat)
- Melakukan pengukuran tingkat kebisingan yang ditimbulkan alat saat sedang
beroperasi
- Melakukan pengaturan shift kerja sesuai tingkat kebisingan yg ditimbulkan alat
e. APD:
- Ear plug/ ear muff (bila kebisingan ≥ 85 Dba)
Tertimpa - Penempatannya tidak Meninggal 3 1 3 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
Material beraturan/rapi b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
- Kesalahan posisi penanganan c. Engineering Controls:
material (cara membawa,
memegang) - Memisahkan/ menyediakan lokasi khusus penyimpanan material
- Tidak menggunakan APD d. Administrative Controls:
- Pelaksanaan housekeeping
- Memasang rambu area wajib menggunakan APD
e. APD:
- Sarung tangan keselamatan
- Sepatu keselamatan
► Pekerjaan Harian dan Pekerjaan Lain-lain
1 Marka Jalan Alat pembuat Tertabrak - Ada pengendara yang tidak Meninggal 2 3 6 P a. Eliminasi : Tidak dapat dilakukan
Thermoplastic marka jalan kendaraan tertib lalulintas b. Substitusi : Tidak dapat dilakukan
umum - Kurangnya rambu peringatan c. Engineering Controls: Tidak dapat dilakukan
sebelum flagman d. Administrative Controls:
- Flagman melamun/ tidak - Memasang rambu-rambu 'hati-hati ada pekerjaan proyek' sebelum area
fokus dalam bekerja (sms proyek/ area flagman
atau mendengarkan musik - Memasang spanduk untuk sosialisasi kepada masyarakat
saat bekerja) - Memberikan briefing kepada petugas flagman, agar fokus
- Memberikan informasi mengenai emergency response
- Bekerja sama dan berkoordinasi dengan petugas kepolisian
e. APD: rompi reflector, safety helmet, safety shoes, masker debu
3.2 PEMENUHAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN PERSYARATAN LAINNYA

LEGISLASI

Daftar Peraturan Perundang-Undangan dan Persyaratan K3 yang wajib dipunyai dan dipenuhi dalam
melaksanakan paket pekerjaan ini adalah :

DAFTAR LEGISLASI K3, LINGKUNGAN DAN MUTU

HIMPUNAN PERAT URAN PERUNDANG-UNDANGAN

I. UNDANG-UNDANG RI
No. UNDANG-UNDANG RI TEMA
1 UU No. 3 tahun 1969 Hygiene Dalam Perniagaan & Kantor-Kantor
2 UU No. 14 tahun 1969 Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja
3 UU No.1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
4 UU No.3 Tahun 1992 Jaminan Sosial Tenaga Kerja
5 UU No.23 Tahun 1992 Kesehatan
6 UU No. 18 tahun 1999 Jasa Konstruksi
7 UU No. 13 tahun 2003 Ketenagakerjaan
8 UU No. 24 Tahun 2007 Penanggulangan Bencana
9 UU No. 30 Tahun 2007 Energi
10 UU No. 22 Tahun 2009 Lalu Lintas dan A ngkutan Jalan

II. KEPUTUSAN PRESIDEN RI


No. KEPUTUSAN PRESIDEN RI TEMA
11 Keputusan Presiden RI No. 22 tahun 1993 Penyakit yang timbul karena hubungan kerja

III. PERATURAN PEMERINTAH RI


No. PERATURAN PEMERINTAH RI TEMA
12 Peraturan Pemerintah RI No. 11 Tahun 1975 Keselamatan Kerja terhadap Radiasi
13 Peraturan Pemerintah No:14 Tahun 1993 Penyelenggaraan Program Jaminan social tenaga kerja
14 Peraturan Pemerintah NomOr 27 Tahun 1999 Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
PP No. 76 tahun 2007 (Perubahan Ke- 5 PP Penyelenggaraan Program Jaminan social tenaga kerja
15
No.14 tahun 1993)
16 Peraturan Menteri PU No. 09/PRT/M/2008 Pedoman SMK3 Konstruksi Bidang PU

IV. KEPUTUSAN MENTERI RI


No. KEPUTUSAN MENTERI RI TEMA
17 Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. KEP- Bendera Keselamatan dan Kesehatan Kerja
1135/MEN/1987
18 Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep- Diagnosis dan Pelaporan Penyakit Akibat Kerja
333/MEN/1989
19 Keputusan Menteri Nakertrans RI No. KEP- Hari Keselamatan Kerja
245/MEN/1990
20 Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor
Nomer Kep-35/MENLH/10/1993
21 Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI Baku Tingkat Kebisingan
Nomer Kep-48/MENLH/10/1996
22 Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep- Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja
51/MEN/1999
23 Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep- Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja
186/MEN/1999
24 Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. SNI-04-
Transmigrasi RI No. Kep.75/MEN/2002 0225-2000 mengenai persyaratan umum instalasi listrik 2000
(PUIL 2000) di tempat kerja)
25 Keputusan Menteri Kesehatan Republik Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan
Indonesia Nomor 1405/MENKES/SK/XI/2002 Industri Menteri Kesehatan Republik Indonesia
26 Keputusan Menteri Lingkungan Hidup RI No. Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor
KepMenLH-05/MENLH/2006
3.2 PEMENUHAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN PERSYARATAN LAINNYA

V. INSTRUKSI MENTERI RI
No. INSTRUKSI MENTERI RI TEMA
27 Instruksi Menteri Tenaga Kerja No Pengawasan Khusus K3 Penanggulangan Kebakaran
INST05/MEN/BW/1997
28 Instruksi Menteri Tenaga Kerja No Ins Pengawasan Alat Pelindung Diri
11/M/BW/1997

VI. PERATURAN MENTERI RI


No. PERATURAN MENTERI RI TEMA
29 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No 1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Per.01/MEN/1980
30 Peraturan Mentri Tenaga Kerja RI No Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam
04:Per.04/MEN/1980 Api Ringan
31 Peraturan Mentri Tenaga Kerja RI Pemeriksaan Kesahatan Tenaga Kerja dalam
No.Per.02/MEN/1980 Penyelenggaraan Keselamatan Kerja
32 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja
Per.01/MEN/1981
33 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja
No:Per.03/MEN/1982
34 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Instalasi Alarm Kebakaran Automatik
No:Per.02/MEN/1983
35 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI P2K3 serta tata cara penunjukkan ahli keselamatan kerja
No:Per.04/MEN/1987
36 Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Sistem Menajeman Keselamatan dan Kesehatan Kerja
No:Per.05/MEN/1996
37 Peraturan Mentri Tenaga Kerja RI No Penyelenggaraan pemeliharaan kesehatan bagi tenaga kerja
Per.01/MEN/1998 dengan manfaat lebih baik dari pada paket jaminan
pemeliharaan kesehatan dasar Jaminan Sosial Tenaga Kerja
38 Peraturan Mentri Tenaga Kerja RI No Tata cara Pelaporan dan Pemeriksaan Keselamatan
Per.03/MEN/1998
39 Peraturan Menakertrans No. Per- Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan di Tempat Kerja
15/MEN/VII/2008

VII. KEPUTUSAN DIRJEN


No. KEPUTUSAN DIRJEN TEMA
40 Keputusan Dirjen Pembinaan Pengawasan Kelengkapan dan Identitas Ahli Keselamatan dan Kesehatan
Ketenagakerjaan No. KEP-37/DJ Peraturan Kerja
Pemerintah/XI/2004

VIII. SURAT EDARAN


No. SURAT EDARAN TEMA
41 Surat Edaran Dirjen Binawas Ketenagakerjaan Penggunaan Alat Pelindung Diri
No. Surat Edaran-05/BW/1997
DOKUMEN PENDUKUNG
42 MSDS Material Safety Data Sheet
43 Dokumen AMDAL/ UKL / UPL Dokumen Amdal / UKL / UPL
3.3 SASARAN DAN PROGRAM K3

1. SASARAN K3
a. Sasaran Umum
Zero Accident
1) Meninggal / Cacat Tetap (0%)
2) Kehilangan Jam Kerja akibat Kecelakaan kerja maksimal 1 %
3) Kehilangan jam kerja akibat sakit maksimal 5 %
b. Pemenuhan Undang-undang dan Peraturan SMK3
c. Pemahaman dan Kesadaran K3 Seluruh Karyawan
1) Penggunaan APD 95 %
2) Laporan kerja K3 minimal 1 kali dalam sebulan
d. Sasaran Khusus
Sasaran khusus adalah sasaran rinci dari setiap pengendalian risiko yang disusun
guna tercapainya Sasaran Umum, sebagaimana Tabel Penyusunan Sasaran dan
Program K3. Sebagi berikut :
SASARAN KHUSUS PROGRAM K3

SASARAN KHUSUS PROGRAM


NO URAIAN PEKERJAAN PENGENDALIAN RISIKO JANGKA INDIKATOR PENANGGUNG
URAIAN TOLOK UKUR SUMBER DAYA MONITORING
WAKTU PENCAPAIAN JAWAB
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

1 Mobilisasi
a Mobilisasi alat berat dengan Sisi kanan, kiri, depan, & belakang flat deck (Peralatan kerja flat Sebelum Alat dan bahan yang
menggunakan trailer dipasangi/ memiliki guarding (pengganjal), deck, trailer dan pelaksanaan dimobilisasi sampai
Checklist Pegawai K3/Mandor
trailer agar alat berat rambu sesuai pekerjaan harus di lokasi pekerjaan
kebutuuhan) sudah disiapkan dengan baik
Seluruh peralatan
Alat berat diikat dengan menggunakan rantai Pemasangan (Peralatan kerja flat
dipastikan
Administrative Controls peralatan sesuai deck, trailer dan
memenuhi
dengan standard rambu sesuai
persyaratan teknis
kebutuuhan)
Membuat traffic management (menentukan rute SDM; sesuai dengan
yang aman untuk dilalui, dan rencana kebutuhan dan
pengendalian jika melewati jalur padat) kapasitas
b Mobilisasi personil, dari kantor Memberikan intruksi keselamatan berkendaraan Sebelum Tenaga yang
Seluruh operator menjalankan Alat: Kendaraan yang
ke proyek atau sebaliknya di jalan raya sebelum bertugas pelaksanaan dimobilisasi sampai Pegawai
operator/drier pekerjaan sesuai digunakan layak Checklist
pekerjaan harus di lokasi pekerjaan K3/Mandor/Driver
memenuhi syarat dengan syarat pakai
sudah disiapkan dengan baik
SDM ; sesuai dengan Pegawai
klasifikasi pekerjaan K3/Mandor/Driver
Memastikan bahwa supir dan pengendara
menggunakan seat belt (jika mengendaraai
mobil)
Melakukan pemeriksaan berkala terhadap
kondisi mesin
Sebelum Tenaga yang
Memasang tanda 'hati-hati keluar masuk penggunaan rambu- penggunaan alat Alat: Alat yang
pelaksanaan dimobilisasi sampai Pegawai
kendaraan proyek' pada pintu masuk dan pintu rambu yang bantu dan ramu digunakan sesuai Checklist
pekerjaan harus di lokasi pekerjaan K3/Mandor/Driver
keluar proyek dibutuhkan sesuai kebuutuhan kriteria kebutuhan
sudah disiapkan dengan baik
c Pembuatan Basecamp memastikan semua Sebelum
APD : Safety shoes, masker debu, obat anti Basecamp dapat
Penggunaan pekrja menggunan SDM; sesuai bidang pelaksanaan
malaria, rompi safety, jas hujan Safety belt (bila diselesaikan sesuai Checklist Pegawai K3/Mandor
masker dan APD APD sesuai keahlian pekerjaan harus
diperlukan) rencana
kebutuuhan sudah disiapkan
3 Pekerjaan Drainase
Galian Selokan untuk drainase memastikan semua Sebelum
hasil galian dapat
dan saluran air Penggunaan APD pekrja menggunan SDM; sesuai bidang pelaksanaan
Menggunakan alat APD sesuai kebutuuhan diselesaikan sesuai Checklist Pegawai K3
sesuai kebutuhan APD sesuai keahlian pekerjaan harus
rencana
kebutuuhan sudah disiapkan
memastikan semua
pekrja menggunan
APD sesuai APD : Safety shoes,
kebutuuhan
SASARAN KHUSUS PROGRAM K3

SASARAN KHUSUS PROGRAM


NO URAIAN PEKERJAAN PENGENDALIAN RISIKO JANGKA INDIKATOR PENANGGUNG
URAIAN TOLOK UKUR SUMBER DAYA MONITORING
WAKTU PENCAPAIAN JAWAB
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
4 Pekerjaan Tanah
a Timbunan Pilihan dari sumber pelaksnaan
Sebelum
Galian Memasang barikade rambu atau stop log Tersediannya Memastikan timbunan pilihan dari
SDM; sesuai bidang pelaksanaan
sebagai pembatas roda kendaraan angkut peralatan yang terpasangnya rambu- sumber galian dapat Checklist Pegawai K3
keahlian pekerjaan harus
material di lokasi galian dibutuhkan rambu dilaksanakan sesuai
sudah disiapkan
rencana
Memberikan penjelasan kepada pekerja
pekerja mehamami
mengenai potensi baha yang mungkin terjadi, Melakukan pelatihan APD/alat : Safety
tentang resiko dan
antara lain bahaya longsor dan cara kepada pekerja shoes,rambu-rambu
tahapan pekerjaan
penyelamatan diri
Tidak diperkenankan meletakan hasil galian Melakukan pelatihan
pekerja mehamami
terlalu dekat dengan pinggir galian. Jarak aman kepada pekerja
tentang resiko dan
min. 2 (dua) feet atau 0,65 m dari batas tepi tersedianya rambu
tahapan pekerjaan
galian tanda bahaya
Memastikan
Memasang barikade di sekitar timbunan, dan tersedianya rambu
terpasangnya rambu-
pemasangan rambu "Dilarang melintas" atau tanda bahaya
rambu
"awas bahaya longsor"
b Penyiapan Badan Jalan pelaksnaan
Sebelum
Melakukan briefing sebelum pekerjaan di mulai, pekerja mehamami tpenyiapan badan
Melakukan pelatihan SDM; sesuai bidang pelaksanaan
dan menginformasikan mengenai bahaya yang tentang resiko dan jalan dapat Checklist Pegawai K3
kepada pekerja keahlian pekerjaan harus
ada tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai
sudah disiapkan
rencana
Memastikan
Memasang rambu "area wajib menggunakan tersedianya rambu APD/alat : Safety
terpasangnya rambu-
masker" APD: tanda bahaya shoes,rambu-rambu
rambu
tersedianya memastikan jalan
Melakukan penyiraman jalan peralatan untuk disiram apabila
penyiraman jalan diperlukan

pemandu
adanya petugas
Menetapkan petugas untuk memandu operasi melaksanakan
yang dapat
alat (jika operator terhalang pandangannya, pekerjaan sesuai
memandu operator
bekerja di area sempit, atau padat lalu lintas) dengan kondisi dan
alat
kebutuuhan

5 Perkerasan Berbutir pemandu pelaksnaan


adanya petugas Sebelum
Menetapkan petugas untuk memandu operasi melaksanakan tpenyiapan badan
yang dapat SDM; sesuai bidang pelaksanaan
alat (jika operator terhalang pandangannya, pekerjaan sesuai jalan dapat Checklist Pegawai K3
memandu operator keahlian pekerjaan harus
bekerja di area sempit, atau padat lalu lintas) dengan kondisi dan dilaksanakan sesuai
alat sudah disiapkan
kebutuuhan rencana
APD/alat : Safety
shoes,rambu-rambu
SASARAN KHUSUS PROGRAM K3

SASARAN KHUSUS PROGRAM


NO URAIAN PEKERJAAN PENGENDALIAN RISIKO JANGKA INDIKATOR PENANGGUNG
URAIAN TOLOK UKUR SUMBER DAYA MONITORING
WAKTU PENCAPAIAN JAWAB
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
6 Perkerasan Aspal
a Lapisan perekat (Aspal Cair pemandu
Sebelum pelaksnaan lapis
Menetapkan petugas untuk memandu operasi melaksanakan
SDM; sesuai bidang pelaksanaan perekat- aspal cair
alat (jika operator terhalang pandangannya, ` pekerjaan sesuai Checklist Pegawai K3
keahlian pekerjaan harus dapat dilaksanakan
bekerja di area sempit, atau padat lalu lintas) dengan kondisi dan
sudah disiapkan sesuai rencana
kebutuuhan
pelaksnaan lapis
perekat- aspal cair
Memastikan sirine/ alarm mundur berfungsi APD/alat : Safety
dapat dilaksanakan
dengan baik shoes,rambu-rambu
sesuai rencana

pelaksnaan lapis
perekat- aspal cair
Memasang rambu 'Area dilarang untuk umum'
dapat dilaksanakan
sesuai rencana
mamastikan adanya
Sebelum
Memasang lampu penerangan pada alat berat adanya alat penerangan ada
SDM; sesuai bidang pelaksanaan
dan disekitar area kerja (terutama pada malam penerangan yang malam hari, Checklist Pegawai K3
keahlian pekerjaan harus
hari) cukup khususnya pada
sudah disiapkan
lokasi yang sempit
Mengadakan pemandu Sebelum
Inspeksi sebelum, melaksanakan pelaksanaan pelaksnaan lapis
SDM; sesuai bidang
saat sedang pekerjaan sesuai pekerjaan harus perekat- aspal cair Checklist Pegawai K3
keahlian
bekerja, dan dengan kondisi dan sudah disiapkan dapat dilaksanakan
sesudah bekerja kebutuuhan sesuai rencana
pemandu
Sebelum
adanya petugas melaksanakan
Menetapkan petugas untuk memandu operasi SDM; sesuai bidang pelaksanaan
yang dapat pekerjaan sesuai
alat (jika operator terhalang pandangannya, keahlian pekerjaan harus Checklist Pegawai K3
memandu operator dengan kondisi dan
bekerja di area sempit, atau padat lalu lintas) sudah disiapkan
alat kebutuuhan

b Pengaspalan Memberikan
pembekalan yang
Pelajari arah angin sebelum melaksanakan cukup mengenai
penyemprotan aspal tahapan proses
kerja pengaspalan
yang aman
pelaksnaan
Memberikan
pengaspalan dan
pembekalan yang Sebelum
pekerja konstruksi penetrasi
Meningkatkan pengawasan saat pekerjaan cukup mengenai SDM; sesuai bidang pelaksanaan
menggunakan APD macadam dapat Checklist Pegawai K3
berlangsung tahapan proses keahlian pekerjaan harus
sesuaikebutuhan terlaksana sesuai
kerja pengaspalan sudah disiapkan
rencana
yang aman
SASARAN KHUSUS PROGRAM K3

SASARAN KHUSUS PROGRAM


NO URAIAN PEKERJAAN PENGENDALIAN RISIKO JANGKA INDIKATOR PENANGGUNG
URAIAN TOLOK UKUR SUMBER DAYA MONITORING
WAKTU PENCAPAIAN JAWAB
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
Memberikan
pembekalan yang Sebelum
pekerja
cukup mengenai SDM; sesuai pelaksanaan
Menjaga keseimbangan panas menggunakan APD Checklist Pegawai K3
tahapan proses bidang keahlian pekerjaan harus
sesuaikebutuhan
kerja pengaspalan sudah disiapkan
yang aman
Semua pekerja pengaspalan harus
mendapatkan induksi mengenai bahaya Memberikan pelaksnaan
pengaspalan dan pembekalan mengenai pembekalan yang Sebelum pengaspalan dan
pekerja
prosedur kerja yang aman (khususnya bahaya cukup mengenai SDM; sesuai bidang pelaksanaan konstruksi penetrasi
menggunakan APD Checklist Pegawai K3
bahan kimia yang digunakan untuk tahapan proses keahlian pekerjaan harus macadam dapat
sesuaikebutuhan
pencampuran aspal) kerja pengaspalan sudah disiapkan terlaksana sesuai
yang aman rencana
Meningkatkan pengawasan saat proses kerja
berlangsung
7 Struktur
pemandu
Sebelum pelaksnaan lapis
Menetapkan petugas untuk memandu operasi melaksanakan
SDM; sesuai bidang pelaksanaan perekat- aspal cair
a Pemasangan Rangka Baja alat (jika operator terhalang pandangannya, ` pekerjaan sesuai Checklist Pegawai K3
keahlian pekerjaan harus dapat dilaksanakan
bekerja di area sempit, atau padat lalu lintas) dengan kondisi dan
sudah disiapkan sesuai rencana
kebutuuhan
pelaksnaan lapis
Memastikan sirine/ alarm mundur berfungsi APD/alat : Safety perekat- aspal cair
dengan baik shoes,rambu-rambu dapat dilaksanakan
sesuai rencana
pelaksnaan lapis
APD/alat : Safety perekat- aspal cair
Memasang rambu 'Area dilarang untuk umum'
shoes,rambu-rambu dapat dilaksanakan
sesuai rencana
mamastikan adanya
Sebelum pelaksnaan lapis
Memasang lampu penerangan pada alat berat adanya alat penerangan ada
SDM; sesuai bidang pelaksanaan perekat- aspal cair
dan disekitar area kerja (terutama pada malam penerangan yang malam hari, Checklist Pegawai K3
keahlian pekerjaan harus dapat dilaksanakan
hari) cukup khususnya pada
sudah disiapkan sesuai rencana
lokasi yang sempit
Mengadakan pemandu Sebelum
pelaksnaan lapis
Inspeksi sebelum, melaksanakan pelaksanaan
SDM; sesuai bidang perekat- aspal cair
saat sedang pekerjaan sesuai pekerjaan harus Checklist Pegawai K3
keahlian dapat dilaksanakan
bekerja, dan dengan kondisi dan sudah disiapkan
sesuai rencana
sesudah bekerja kebutuuhan
pemandu Sebelum
adanya petugas pelaksnaan lapis
Menetapkan petugas untuk memandu operasi melaksanakan SDM; sesuai bidang pelaksanaan
yang dapat perekat- aspal cair
alat (jika operator terhalang pandangannya, pekerjaan sesuai keahlian pekerjaan harus Checklist Pegawai K3
memandu operator dapat dilaksanakan
bekerja di area sempit, atau padat lalu lintas) dengan kondisi dan sudah disiapkan
alat sesuai rencana
kebutuhan
3.3 SASARAN DAN PROGRAM K3

2. PROGRAM K3
a. Program Pencegahan Kecelakaan
1) Dalam merencanakan kegiatan SMK3, lakukan/tinjau dulu: Identifikasi Bahaya, Penilaian
dan Pengendalian Risiko. Pengendalian risiko harus memprioritaskan upaya meniadakan
bahaya, mengurangi bahaya, mengisolasi sumber bahaya, mengikuti prosedur yang
selamat, dan upaya yang terakhir memakai alat pelindung diri,seperti diuraikan sebagai
berikut :
 Peniadaan bahaya (eliminasi) yaitu mencegah secara langsung, misalnya menutup
sumber bahaya, memberi pagar pelindung dari jatuh, dan sebagainya.
 Penggantian bahan, metode, alat, proses menjadi yang lebih kecil bahaya dan
risikonya, misalnya penggunaan beton precast, penggantian asbes dengan
gypsum, dan sebagainya.
 Pengendalian rekayasa, misalnya dengan memberi pelindung pada bukaan, metode
kerja/metode pelaksanaan yang lebih selamat, penggunaan alat bantu mekanis
dan sebagainya.
 Pengendalian administrative, misalnya membuat prosedur kerja, ijin kerja, pelatihan,
pemberian rambu-rambu dan sebagainya.
 Penggunaan alat pelindung diri (APD), antara lain pelidung kepala dari benturan
(helmed), pelindung kaki (safety shoes), pencegah jatuh (safety harness), pelindung
mata (google), pelindung.
2) Apabila akan mulai melaksanakan pekerjaan dilakukan terlebih dahulu analisis
keselamatan pekerjaan langsung meninjau tempat/lokasi pekerjaannya (Job Safety
Analysis), untuk memastikan jenis bahaya apa yang sesungguhnya ada dan bagaimana
upaya pengendalian yang paling tepat.
3) Program pengendalian yang langsung berpengaruh pada pencegahan kecelakaan di
tempat kerja adalah:
 Mengendalikan perilaku pekerja agar tidak terpapar bahaya dan risiko serta,
 Mengendalikan kondisi tempat, alat, bahan, lingkungan dengan segera memperbaiki
atau melengkapi sarana K3 nya agar tidak kondisi yang membahayakan.
b. Safety Induction
Setiap orang yang baru masuk pertama kali ke lokasi proyek, apakah pegawai, pengguna
jasa, konsultan, subkontraktor, tamu dan sebagainya, harus mendapatkan safety induction,
yaitu penjelasan tentang :
 Peraturan Keselamatan dan kesehatan kerja di proyek
 Potensi bahaya terkait dengan pekerjaan atau lokasi yang akan dihadapi
 Upaya pencegahan kecelakaan yang harus dilakukan ketika berada di tempat berbahaya
 Petunjuk keselamatan yang harus diikuti
 Tindakan darurat, yang harus disadari, dipahami dan dilakukan bila terjadi keadaan
darurat.
c. Safety Talk (Biasa Disebut Safety Morning Talk)
Safety talk adalah kegiatan mengumpulkan semua pekerja di lapangan sebelum mulai
bekerja, untuk menyampaikan himbauan/komitmen bersama melindungi dan menjaga
keselamatan dan kesehatan diri masing-masing dan orang-orang yang berada di dekat-nya
dengan mematuhi peraturan K3 dan berperilaku selamat dan hati-hati. Untuk proyek ini akan
3.3 SASARAN DAN PROGRAM K3

dilakukan setiap Jum'at pagi selama +/- 15 menit.


d. Safety Awareness
Adalah program promosi, kampany atau memberikan motivasi kepada semua orang yang
ada ditempat kerja untuk secara terus-menerus melaksanakan program K3 secara konsisten
demi untuk kepentingan kesehatan dan keselamatan mereka, sebagai hal yang sangat
berharga. Kegiatan ini berupa pemberian informasi dan berita terkait K3 melalui papan
pengumuman, poster, sapanduk, rambu-rambu, serta bila ada waktu dan dana
mengadakan safety sharing event, disertai pemberian penghargaan kepada yang telah
mematuhi dan menjalankan program K3 dengan sebaik-baiknya.
e. Safety Inspection & Safety Patrol
Inspeksi K3 ada yang bersifat berkala, terencana dan formal untuk setiap item pekerjaan, alat,
material atau keadaan, untuk menguji kesesuaiannya terhadap standar K3 atau spesifikasi
teknis, dan ada yang bersifat inspeksi insidentil, untuk melakukan tinjauan secara
dadakan, apakan program K3 dan perilaku pekerja betul-betul secara sadar dan otomati
telah membudaya atau diikuti hanya kalau ada jadwal inspeksi.
Selain itu juga ada safety patrol yang sifatnya lebih bebas dan lebih rutin oleh tim proyek
atau dari perusahaan atau pengawas dan pengguna jasa.
Jadi yang diharapkan dari adanya inspeksi ini adalah untuk menguji Kesesuaian terhadap
standar K3 setiap sumberdaya dan proses, untuk segera dilakukan perbaikan dan
tindakan pencegahan, karena menyangkut keselamatan dan kesehatan, yang sewaktu-waktu
dapat menimbulkan kecelakaan berat dan fatal.
f. Pengukuran Kinerja SMK3
Pengukuran kinerja SMK3 dilakukan terhadap indikator positif, antara lain sejauh mana SMK3
telah diterapkan, sejauh mana program SMK3 dilaksanakan, tingkat kepatuhan dan
sebagainya. Sifatnya lebih pro aktif karena bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan
mencegah kecelakaan. Selain itu juga ada pengukuran terhadap indikator negatif, misalny
jumlah insiden, jumlah hari kerja hilang, jumlah pelanggaran, nearmiss dan sebagainya.
Kedua jenis pengukuran tersebut sangat diperlukan, termasuk melakukan penyelidikan
insiden, laporan ketidak sesuaian, observasi nearmiss, tindakan perbaikan dan tindakan
pencegahan, sehingga SMK3 dapat memberikan hasil maksimal.
g. Safety Meeting
Pertemuan K3 dilakukan seminggu sekali setiap hari Rabu untuk membahas : Pencapaian
target K3, Angka Pelanggaran, Efektifitas pelaksanaan, Tindak lanjut hasil inspeksi dan
Tindak lanjut audit. Dalam rapat ini diharapkan setiap masalah K3 bisa diperbaiki.
h. Safety Audit
Audit K3 dilakukan setiap 3 bulan sekali untuk mengevaluasi seberapa jauh efektifitas SMK3,
tindakan perbaikan dan pencegahan secara sistemik yang harus dilakukan.
i. Safety Training
Pelatihan K3 adalah untuk memberdayakan setiap pekerja pada semua level, agar dapat
bekerja secara produktif tetapi tetap dapat sehat & selamat dalam kondisi apapun.
Adapun materi atau subyek yang dilatihkan, meliputi sekurang-kurangnya: Penggunaan APD,
alat, dan bahan, Dasar-dasar K3, P3K, evakuasi, Pemadaman Api, dan Simulasi keadaan
darurat.
3.4 Pengendalian Operasional K3, Pemeriksaan dan Evaluasi
Kinerja K3 dan Tinjauan Ulang Kinerja K3

1. Pengendalian Operasional

Pengendalian operasional berupa prosedur kerja/petunjuk kerja, yang harus mencakup


seluruh upaya pengendalian pada Tabel 2., diantaranya :

1. Menunjuk Penanggung Jawab Kegiatan SMK3 yang dituangkan dalam Struktur


Organisasi K3 beserta Uraian Tugas.
2. Upaya pengendalian berdasarkan lingkup pekerjaan sesuai pada contoh Tabel 2.1
3. Prediksi dan rencana penanganan kondisi keadaan darurat tempat kerja;
4. Program-program detail pelatihan sesuai pengendalian risiko pada contoh Tabel 2.2
5. Sistem pertolongan pertama pada kecelakaan; Disesuaikan kebutuhan tingkat
pengendalian risiko K3 seperti yang tertera pada contoh Tabel 1. Identifikasi Bahaya,
Penilaian Risiko, Skala Prioritas, Pengendalian Risiko K3, dan Penanggung Jawab.

2. Pemeriksaan dan Evaluasi Kinerja K3

Kegiatan pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 dilakukan mengacu pada kegiatan yang
dilaksanakan pada bagian D. (Pengendalian Operasional) berdasarkan upaya pengendalian
pada bagian C (Perencanaan K3) sesuai dengan uraian Tabel 2.2 (sasaran dan program
K3).

3. Tinjauan Ulang K3

Hasil pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 pada bagian E. diklasifikasikan dengan kategori
sesuai dan tidak sesuai tolok ukur sebagaimana ditetapkan pada tabel 2. Sasaran dan
Program K3.

Hal-hal yang tidak sesuai, termasuk bilamana terjadi kecelakaan kerja dilakukan
peninjauan ulang untuk diambil tindakan perbaikan.
3.5 STRUKTUR ORGANISASI UNIT K3

KETUA UNIT
K3

SKRETARIS
K3

PELAKSANA
HARIAN K3

Logistik Adm, Keu dan Peralatan


Umum

Sasaran dan Tanggung-Jawab Ketua K3 :


 Teridentifikasinya bahaya, penilaian risiko dan penetapan pengendaliannya (HIRADC)
 Ter-update dan terlaksananya peraturan perundangan, persyaratan dan standar K3
 Meningkatnya kesadaran seluruh pekerja dan karyawan bekerja selamat dan sehat
Sasaran dan Tanggung-Jawab Sekretaris K3 :
 Tidak ada insiden dan kecelakaan kerja di bagian teknik/komersial yang dikelolanya
 Meningkatnya kesesuaian terhadap peraturan perundangan, persyaratan dan standar K3
 Meningkatnya kesadaran karyawan/staf di bagiannya, bekerja selamat dan sehat
Sasaran dan Tanggung-Jawab Pelaksana Utama di Lapangan :
 Angka kecelakaan kerja, Meninggal = 0, Luka Berat = 0
 Meningkatnya penerapan peraturan perundangan, persyaratan dan standar K3
 Meningkatnya kesadaran seluruh tenaga kerja lapangan bekerja selamat dan sehat
Sasaran dan Tanggung-Jawab Pelaksana Logistik :
 Tidak ada kecelakaan dan insiden akibat bahan berbahaya
 Meningkatnya kesesuaian terhadap peraturan perundangan, persyaratan dan standar K3
 Meningkatnya kesadaran seluruh karyawan/staf di bagiannya, bekerja selamat dan sehat

Sasaran dan Tanggung-Jawab Kepala Seksi Adm, Keu dan Umum :


 Tidak ada insiden dan kecelakaan kerja di bagian Adm/Keu&Umum yang dikelolanya
 Meningkatnya kesesuaian terhadap peraturan perundangan, persyaratan dan standar K3
 Meningkatnya kesadaran karyawan di bagian Adm/Keu&Umum, bekerja selamat dan sehat.
Sasaran dan Tanggung-Jawab Kepala Seksi/Pelaksana Peralatan :
 Tidak ada insiden dan kecelakaan kerja di bagian PeraIatan yang dikelolanya
 Meningkatnya kesesuaian terhadap peraturan perundangan, persyaratan dan standar K3
 Meningkatnya kesadaran karyawan di bagian peralatan, bekerja selamat dan sehat.
KESIAGAAN DAN TANGGAP DARURAT
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

DIAGRAM ALIR PIC URAIAN


K3 1. LUKA RINGAN
- Korban ditanggulangi dengan P3K
QI/K3 2. LUKA BERAT DAN MENINGGAL DUNIA
- Hubungi koordinator keamanan untuk tindakan awal
- Amankan TKP
- Khusus korban meninggal dunia hubungi RS & pastikan Rs
yang dituju situasinya aman
SAFETY 3. HUBUNGI KELUARGA
- Hubungi penanggung jawab korban yaitu : Atasan
- Mandor, Subkon dst
QI/K3 4. BAWA KORBAN KERUMAH SAKIT
SECURITY A. LUKA BERAT
(Jika safety - Dibawa ke RS (RS acuan atau Rs terdekat)
tidak ada - Bawa surat pengantar atau jaminan dan
ditempat) fotocopy KTP korban jika ke RS acuan
- Bawa Uang jika ke RS bukan RS acuan
B. MENINGGAL
- Korban di bawa ke RS dengan aman atau
situasi aman
- Bawa surat pengantar /register (form
jamsostek dan foto copy KTP korban)
QI/K3 5. HASIL PEMERIKSAAN MEDIS KORBAN LUKA BERAT
- Tunggu hasil pemeriksaan untuk pastikan kondisi korban
- Jika kondisi korban untuk hidup lebih besar/dirawat
teruskan kelangkah No. 6
- Jika korban meninggal atau kemungkinan hidup kecil
teruskan kelangkah No. 8
QI/K3 6. PERAWATAN
- Serah terima tanggung jawab perawatan kepada
penangung jawab korban (atasan korban, atau mandor
subkon)
- Buat laporan kecelakaan, Investigasi, dan penyelesaian
korban kecelakaan, koordinasikan dengan General Affair
QI/K3 7. LAPORAN DAN CLAIM
QI - Pengurusan ke depnaker
QI - Informasi kecelakaan bisa lisan dulu ke jamsostek
QI - Pengisian form-formjamsostek dan pengurusan claim
8. PENGURUSAN SURAT-SURAT
- Buat laporan polisi (polsek TKP)
- Minta visum & Surat keterangan dari RS terdekat
- Minta surat pengambilan & membawa jenazah dari polisi
9. BAWA JENAZAH
- Jenazah dikembalikan ke keluarga dengan membawa surat
jalan
QI/K3 10. PENGISIAN FORM JAMSOSTEK
- Mengisi Laporan Kronologis kejadian (form jamsostek)
QI 11. PENYELESAIAN AKHIR
- Laporan ke depnaker dan jamsostek
- Penyerahan santunan ke ahli waris

Bengkulu, Mei 2019


PT. NAPAL PUTIH

BAMBANG IRAWAN
Direktur Utama