Anda di halaman 1dari 5

STUDI EFEKTIVITAS PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN

PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN


KOMUNIKASI (TIK) DALAM MENINGKATKAN ASPEK KOGNITIF
SISWA MENENGAH PERTAMA

Disusun Oleh
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi perkembangan dan

perwujudan suatu individu bagi perkembangan bangsa dan negara. Sistem pendidikan nasional

harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi

dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan

perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan

pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan (Mulyanto, 2013).

Penerapan standar proses pendidikan merupakan kebijakan yang sangat penting dan

strategis untuk pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan. Melalui standar proses

guru dapat menentukan bagaimana seharusnya proses pembelajaran berlangsung (Harliawan dkk,

2014). Saat ini, masih rendahnya kualitas pembelajaran khususnya pada proses belajar mengajar

adalah salah satu permasalahan pendidikan di Indonesia sehingga pentingnya

pengelolaan alat bantu pembelajaran berupa media sangat dibutuhkan untuk membantu proses

belajar mengajar (Kusuma dkk,2015)

Proses belajar mengajar yang sering digunakan pada berbagai mata pelajaran

khususnya mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) masih menggunakan cara

konvensional yaitu dengan ceramah. Cara ini cenderung klasik an membosankan yaitu guru

berbicara di depan dan para siswa mendengarkan dan wajib harus memperagakannya di ruang

praktek komputer. Namun, metode pembelajaran konvensional ini dinilai kurang efektif karena

pada proses ini, seorang guru hanya bertugas mentransfer pengetahuan kepada para siswa tanpa
mengetahui apakah siswa materi dengan baik dan mempraktekkan sesuai arahan. Pada dasarnya

siswa belajar melalui benda atau objek konkrit. Untuk memahami konsep abstrak siswa

memerlukan benda-benda konkrit (nyata) sebagai perantara atau visualisasinya. Selanjutnya

konsep abstrak yang diungkapkan oleh Dale (dalam Arsyad, 2009), tentang kerucut pengalaman

belajar dan hasil belajar dimana, 75 % diperoleh melalui indera pandang (mata) 13 % melalui

indera dengar dan indera lain sekitar 12 % (Harliawan dkk, 2014).

Menurut Seels & Glasgow (dalam Arsyad, 2002) media interaktif merupakan kelompok

pilihan media teknologi mutakhir yang dapat digunakan sebagai solusi untuk permasalahan

pendidikan. Media pembelajaran interaktif adalah suatu sistem penyampaian pengajaran yang

menyajikan materi video rekaman dengan pengendalian komputer kepada siswa yang tidak

hanya mendengar dan melihat video dan suara, tetapi juga memberikan respon yang aktif, dan

respon itu yang menentukan kecepatan dan sekuensi penyajian (Harliawan dkk, 2014). Oleh

karena itu, siswa membutuhkan teknik pembelajaran yang lebih inovatif agar dapat memahami

dan mempartekkan materi pembelajaran (Ramadhani, 2012).

Penggunaan media audio visual seperti LCD viewer, tentu dapat meningkatkan perhatian

peserta didik terhadap materi yang disampaikan, selain itu juga, sifat audio visual dari monitor

mampu memberi daya ingat lama bagi yang melihatnya. Menurut R. Benschofer, pelajaran yang

dapat diingat lewat media audio visual setelah tiga hari mencapai 65%, bila lewat media audio

saja hanya 10%, dan bila lewat media visual saja hanya 20% (Abdilah, 2011). Untuk itu, dengan

adanya penggunaan media yang lebih baik seperti video pembelajaran merupakan inovasi dalam

pembelajaran sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa (Krishnani, 2011).

Efektivitas penggunaan video pembelajaran pada mata pelajaran TIK dianggap sangat

penting untuk dilakukan, mengingat mata pelajaran ini merupakan salah satu mata pelajaran
wajib bagi para siswa di sekolah menengah pertama (SMP) selain itu karena TIK bukan hanya

sebatas bagaimana mengoperasikan komputer saja, namun bagaimana menggunakan teknologi

untuk berkolaborasi dan berkomunikasi (Kuryanti, 2011).

Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian terkait

Studi Efektivitas Penggunaan Video Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi

Dan Komunikasi (TIK) Dalam Meningkatkan Aspek Kognitif Siswa Menengah Pertama

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu :

1. Efektivkah penggunaan video pembelajaran dalam meningkatkan aspek kognitif siswa

SMP pada mata pelajaran TIK?

2. Bagaimanakah tingkat pemahaman (aspek kognitif) siswa SMP pada mata pelajaran TIK

setelah mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan video pembelajaran?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu :

1. Untuk mengetahui efektivitas penggunaan video pembelajaran dalam meningkatkan aspek

kognitif siswa SMP pada mata pelajaran TIK

2. Untuk mengetahui Bagaimanakah tingkat pemahaman (aspek kognitif) siswa SMP pada

mata pelajaran TIK setelah mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan video

pembelajaran?
1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini yaitu :

1. Sebagai sumbangan informasi ddan evaluasi yang dapat digunakan sebagai bahan

percontohan terhadap lembaga pendidikan formal maupun non formal lainya dalam hal

penggunaan video pembelajaran.

2. Memberikan pemahaman kepada guru mengenai inovasi pembelajaran yang efektif dengan

menggunakan media video pembelajaran.

3. Memberi gambaran kepada sekolah, pentingnya pengadaan alat bantu belajar demi

meningkatkan pemahaman siswa