Anda di halaman 1dari 11

Jurnal Struktur Perkembangan Tumbuhan I FMIPA UNMUL

Maret 2019, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

JARINGAN EPIDERMIS DAN DERIVATNYA

Karisma Dewi1, Achmad Syarifudin2


1Laboratorium Anatomi dan Sistematika Tumbuhan, Program Studi Biologi
2Jurusan Biologi FMIPA Universitas Mulawarman
Corresponding Author: karismadewi76@yahoo.co.id

Abstrak Epidermis merupakan jaringan yang tersusun atas lapisan sel-sel yang menutupi
permukaan tubuh tumbuhan, sehingga berfungsi untuk melindungi bagian-bagian yang
berada dibawahnya. Berdasarkan fungsinya, epidermis dapat berkembang dan mengalami
modifikasi seperti stomata dan trikoma. Tujuan dari praktikum ini yaitu untuk mengamati sel
jaringan epidermis dan derivatnya yang terdapat pada batang tebu (Saccaharum sp.), daun
waru (Hibiscus tiliaeus), daun durian (Durio zibetinus), daun dan batang jelatang (Fleurya
interrupta), daun jagung (Zea mays), daun adam hawa (Rhoeo discolor), daun karet (Ficus
elastica), daun alpukat (Persea americana), dan daun Alamanda sp. Metode yang digunakan
adalah dengan menggunakan metode pengamatan secara langsung, yaitu dengan
meletakkan bahan yang telah diiris tipis pada kaca preparat, kemudian ditetesi dengan air
bersih menggunakan pipet tetes, lalu ditutup dengan kaca penutup dan diamati menggunakan
mikroskop. Berdasarkan hasil pengamatan, diketahui bahwa; pada batang tebu (Saccaharum
sp.) epidermisnya berbentuk tabung; pada daun waru (Hibiscus tiliaeus), daun durian (Durio
zibetinus),serta daun dan batang jelatang (Fleurya interrupta) terdapat trikoma dengan jenis
dan bentuk yang berbeda; pada daun jagung (Zea mays), daun adam hawa (Rhoeo discolor),
pada daun karet (Ficus elastica), daun alpukat (Persea americana) dan daun Alamanda sp.
terdapat stomata dengan jenis yang beragam.

Kata kunci : Jaringan epidermis, trikoma, dan stomata

Pendahuluan
Epidermis merupakan lapisan sel-sel Derivat epidermis adalah bentuk spesifik
paling luar dan menutupi permukaan daun, atau struktur tambahan pada epidermis
bunga, buah, biji, batang dan akar. Jaringan yang memiliki fungsi tertentu. Derivat dari
epidermis memiliki sistem sel-sel yang jaringan epidermis dapat berupa sel kipas,
bervariasi dalam hal struktur dan fungsinya, epidermis ganda dan litosis. Sel kipas, litosis
epidermis berasal dari jaringan meristematik dan epidermis ganda ditemu kan pada
yaitu protoderm. Sebagai lapisan yang tumbuhan monokotil dan sebagian kecil
berhubungan dengan lingkungan luar, tumbuhan dikotil, sedangkan trikoma dan
epidermis berfungsi sebagai pelindung stomata ditemukan pada sebahagian besar
bagian dalam organ tumbuhan. Berdasarkan tumbuhan yang memiliki klorofil. Tipe pada
fungsinya tersebut, epidermis dapat trikoma dan stomata berperan penting
berkembang dan mengalami modifikasi dalam mengidentifikasi jenis tumbuhan dan
seperti stomata dan trikomata[2]. memahami hubungan kekerabatan antara
species tersebut[1].
Setiap jenis tumbuhan mempunyai
struktur sel epidermis yang berbeda. Stomata merupakan celah dalam
Perbedaan struktur sel epidermis yang epidermis yang dibatasi oleh dua sel
dimaksud dapat berupa bentuk dan susunan epidermis yang khusus, yakni sel penutup
sel epidermis, serta derivatnya. Trikoma dan Sel yang me ngelilingi stomata dapat
stomata merupakan derivat epidermis. berbentuk sama atau berbeda dengan sel

1
Jurnal Struktur Perkembangan Tumbuhan I FMIPA UNMUL

Maret 2019, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

epidermis lainnya.Stomata adalah organ tidak mempunyai sekresi dan trikoma


pada tumbuhan yang termodifikasi dari glandular yang mempunyai hasil sekresi.
jaringan epidermis yang terspesialisasi Berdasarkan jumlah sel yang
menjadi sebuah organ yang berfungsi membangunnya, trikoma dapat dibedakan
sebagai tempat terjadinya respirasi serta menjadi uniseluler dan multiseluler. Trikoma
mengatur pengeluaran air pada tumbuhan uniseluler merupakan trikoma yang terdiri
Letak atau kedudukan stomata terhadap sel dari satu sel, sedangkan multiseluler
tetangga, arah membukanya stomata, merupakan trikoma yang bersel banyak[3].
bentuk stomata, jumlah stomata pada
jaringan epidermis, jarak antara stomata, Oleh karena itu, praktikum ini bertujuan
serta panjang sel epidermis dan stomata untuk mengetahui bentuk dari jaringan
berbeda-beda antara tumbuhan satu epidermis dan derivatnya dalam bentuk
dengan yang lainnya[4]. trikoma dan stomata, serta dapat
mengenalinya untuk mengetahui jenis dari
Stomata umumnya ditemukan pada trikoma dan stomata tersebut.
bagian tumbuhan yang berhubungan
dengan udara terutama di daun, batang dan
rizoma. Stomata umumnya terdapat pada
Metodologi Penelitian
permukaan bagian bawah daun, tetapi ada
Waktu dan Tempat
beberapa spesies tumbuhan, dimana
Praktikum Struktur dan Perkembanagn
stomatanya dapat dijumpai pada permukaan
atas dan bawah daun. Ada pula tumbuhan Tumbuhan dengan tema “Jaringan Sekresi
yang hanya mempunyai stomata pada Pada Sel Tumbuhan“ ini dilaksanakan pada
permukaan atas daun[5]. hari Kamis, 28 Maret 2019 pada pukul
09.30-11.30 WITA. Bertempat di
Berdasarkan letak maupun kedudukan Laboratorium Anatomi dan Sistematika
stomata pada permukaan daun, stomata Tumbuhan, Gedung G, lantai 4, Fakultas
dapat dikelompokkan menjadi 3 tipe yaitu: Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
tipe amfistomatik, tipe hipostomatik, serta Universitas Mulawarman, Samarinda.
tipe epistomatik. Berdasarkan susunan sel
pada jaringan epidermisnya, stomata dapat Alat dan Bahan
Alat
dikelompokkan menjadi tipe: tipe anomositik,
Adapun alat-alat yang digunakan
tipe anisositik, tipe parasitik, tipe diasitik, tipe pada praktikum ini adalah mikroskop, kaca
aktinositik dan tipe siklositik[2]. preparat, kaca penutup, cutter, pipet tetes,
Trikoma adalah rambut-rambut yang dan gelas objek.
merupakan salah satu derivat dari jaringan
epidermis dengan bentuk, susunan, serta Bahan
fungsi yang bervariasi. Trikoma biasanya
muncul pada permukaan luar hampir Adapun bahan-bahan yang digunakan
seluruh organ tubuh tumbuhan, baik organ pada praktikum ini adalah batang tebu
(Saccaharum sp.), daun waru ( Hibiscus
vegetatif seperti daun, cabang, daun
tiliaeus), daun durian (Durio zibetinus), daun
pelindung dan akar maupun organ-organ jelateng (Fleurya interupta), daun
reproduksi seperti sepal, petal, ginosium, biji jagung( Zea mays), daun adam hawa
dan buah, serta stamen. Trikoma yang ada (Rhoeo discolor), daun karet (Ficus elastica),
pada jaringan epidermis mempunyai sifat daun alpukat (Persea americana), dan daun
khusus sebagai daya pertahanan diri dari Alamanda sp.
organisme lain seperti serangga, yang
ditentukan oleh adanya kelenjar (glandula)
atau tidak (nonsecretory), kerapatan, Cara Kerja
panjang, bentuk, dan ketegakan trikoma.
Struktor maupun morfologi trikoma memiliki Pada pengamatan ini, prosedur diawali
keragaman dan dapat dijadikan sebagai dengan menyiapkan mikroskop, kemudian
kunci dari identifikasi[3]. dibuat irisan tipis membujur pada
bahan-bahan tersebut, lalu diletakkan diatas
Trikoma dapat diklasifikasikan menjadi kaca preparat dan ditetesi air menggunakan
2 golongan yaitu trikoma non glandular yang pipet tetes, lalu ditutup dengan kaca
penutup. Diamati irisan tersebut dibawah

2
Jurnal Struktur Perkembangan Tumbuhan I FMIPA UNMUL

Maret 2019, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

mikroskop, kemudian diamati preparat Tebu (Saccharum officinarum) adalah


batang tebu (Saccaharum sp.), daun waru tumbuhan yang dapat ditanam di daerah
( Hibiscus tiliaeus), daun durian (Durio tropis dan subtropis. Tebu dapat tumbuh dari
zibetinus), daun dan batang jelateng dataran rendah hingga dataran tinggi. Tebu
(Fleurya iinterupta) untuk mengamati termasuk tumbuhan monokotil dengan
jaringan epidermis berupa trikoma, serta sistem perakarannya serabut, daunnya
diamati pula preparat daun jagung( Zea
merupakan daun tak lengkap, dan
mays), daun adam hawa (Rhoeo discolor),
batangnya tegak dan tidak bercabang yang
daun karet (Ficus elastica), daun alpukat
(Persea americana), dan daun Alamanda sp. dilapisi lilin. Jika dibuat irisan tipis membujur
untuk mengamati jaringan epidermis berupa pada permukaan batangnya, maka dapat
stomata, dengan menggunakan mikroskop dilihat bentuk dari jaringan epidermisnya
pada perbesaran 40 × 10. yaitu berbentuk tabung dan mengandung
sukrosa.

Hasil dan Pembahasan


Berdasarkan hasil pengamatan yang
telah dilakukan, didapatkan hasil sebagai
berikut:

Perbesaran 40x10
Gambar 10.2 Hibiscus tiliaceus

Keterangan: 1. Trikoma non glandular


berbentuk bintang

Klasifikasi
kingdom : Plantae
disivi : Magnoliophyta
kelas : Rosopsida
ordo : Malvales
Perbesaran 40x10
famili : Malvaceae
Gambar 10.1 Saccharum officinarum genus : Hibiscus
spesies : Hibiscus tiliaceus
(www.itis.gov)
Keterangan: 1. Epidermis (Tipe batang,
bentuk tabung), 2. Sukrosa, 3. Waru (Hibiscus tiliaceus) merupakan
Dinding sel tumbuhan tropis yang memiliki batang besar,
berkayu dan berwarna cokelat. Daunnya
Klasifikasi tunggal berbentuk bulat telur, bunganya
kingdom : Plantae berwarna kuning atau jingga dengan bagian
disivi : Tracheophyta tengah yang kecokelatan. Jika dibuat irisan
kelas : Magnoliopsida tipis membujur pada permukaan bagian
ordo : Poales bawah daunnya, didapatkan trikoma non
famili : Poaceae glandular berbentuk bintang.
genus : Saccharum
Spesies : Saccharum officinarum
(www.itis.gov)

3
Jurnal Struktur Perkembangan Tumbuhan I FMIPA UNMUL

Maret 2019, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

Gambar 10.4 Fleurya interrupta

Keterangan: 1. Trikoma glandular


berbentuk bintang

Klasifikasi
kingdom : Plantae
disivi : Magnoliophyta
kelas : Rosids
Perbesaran 40x10 ordo : Rosales
famili : Urticaceae
Gambar 10.3 Durio zibetinus genus : Fleurya
spesies : Fleurya interrupta
(www.itis.gov)
Keterangan: 1. Trikoma non glandular
berbentuk sisik
Jelatang (Fleurya interrupta) adalah
tumbuhan semak maupun sulur. Batangnya
tidak berkambium. Daunnya meruncing,
Klasifikasi berwarna hijau, bagian permukaan bawah
kingdom : Plantae daun terdapat bulu-bulu halus dan gatal bila
disivi : Magnoliphyta terkena kulit. Jika dibuat irisan tipis
kelas : Magnilopsida membujur pada permukaan daun dan
ordo : Malvales batangnya, didapatkan trikoma glandular
famili : Bombaceae berbentuk tanduk.
genus : Durio
spesies : Durio zibetinus

(www.itis.gov)

Durian (Durio zibetinus) merupakan


tumbuhan yang tumbuh di daerah beriklim
tropis. Batangnya berkambium, dengan
bentuk daun yang melonjong dan tulang
daun menyirip. Sesuai namanya, kulit buah
durian memiliki duri-duri yang keras dan
tajam. Jika dibuat irisan tipis membujur pada
permukaan bagian bawah daunnya, didapat-
kan trikoma non glandular berbentuk sisik.
Perbesaran 40x10
Gambar 10.5 Zea mays

Keterangan: 1. Dinding sel, 2. Membran sel,


3. Stomata (diacytic)

Klasifikasi
kingdom : Plantae
disivi : Magnoliphyta
kelas : Liliopsida
ordo : Poales
famili : Poaceae
Perbesaran 40x10

4
Jurnal Struktur Perkembangan Tumbuhan I FMIPA UNMUL

Maret 2019, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

genus : Zea tanaman semak yang mempunyai tinggi


spesies : Zea mays 40-60 cm. Jika dibuat irisan tipis membujur
(www.itis.gov) pada permukaan bagian bawah daunnya,
didapatkan stomata dengan tipe actinocytic.

Jagung (Zea mays) merupakan


tumbuhan monokotil yang termasuk famili
rumput-rumputan. Sistem perakaran dari
tumbuhan ini yaitu serabut, dengan batang
lurus, tidak bercabang maupun berkambium,
serta terdiri atas buku dan ruas. Daunnya
bertulang sejajar, dengan bentuk panjang
dan meruncing. Jika dibuat irisan tipis
membujur pada permukaan bagian bawah
daun jagung, didapatkan stomata dengan
tipe diacytic.

Perbesaran 40x10
Gambar 10.7 Ficus elastica

Keterangan: 1. Stomata (anomocytic), 2.


Dinding sel
Klasifikasi
kingdom : Plantae
disivi : Magnoliophyta
kelas : Rosopsida
ordo : Rosales
family : Moraceae
genus : Ficus
Perbesaran 40x10 spesies : Ficus elastica
(www.itis.gov)
Gambar 10.6 Rhoeo discolor
Karet (Ficus elastica) merupakan
tanaman dengan sistem perakaran yang
Keterangan: 1. Dinding sel, 2. Membran sel, tunggang. Batang tinggi berkayu dengan
3. Stomata (actinocytic) bentuk silindris, bercabang dan berwarna
cokelat tua. Daunnya tunggal, bertangkai,
bentuknya lonjong meruncing. Jika dibuat
irisan tipis membujur pada permukaan
Klasifikasi bagian bawah daunnya, didapatkan stomata
kingdom : Plantae dengan tipe anomocytic.
disivi : Magnoliophyta
kelas : Lliopsida
ordo : Comelinalis
family : Comelinacea
genus : Rhoeo
spesies : Rhoeo discolor
(www.itis.gov)

Adam hawa (Rhoeo discolor)


merupakan tanaman hias yang umumnya
tumbuh subur pada tanah yang lembab,
mempunyai warna merah pada bagian
bawah daun dan hijau di bagian atas daun.
Adam hawa (Rhoeo discolor) termasuk

5
Jurnal Struktur Perkembangan Tumbuhan I FMIPA UNMUL

Maret 2019, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

Gambar 10.9 Allamanda cathartica

Keterangan: 1. Dinding sel, 2. Membran sel,


3. Stomata (paracytic)

Klasifikasi
kingdom : Plantae
disivi : Magnoliophyta
kelas : Asterids
ordo : Gentianales
family : Apocynaceae
genus : Allamanda
Perbesaran 40x10 spesies : Allamanda catharcia
(www.itis.gov)
Gambar 10.8 Persea americana Allamanda sp. merupakan tanaman
hias. Tanaman ini tumbuh perdu, sistem
perakarannya tunggang. Batangnya kecil,
Keterangan: 1. Dinding sel, 2. Stomata silindris, berkayu. Daunnya tunggal, dengan
(anomocytic) pertulangan menyirip, berwarna hijau,
berbentuk lonjong, meruncing. Jika dibuat
irisan tipis membujur pada permukaan
Klasifikasi bagian bawah daunnya, didapatkan stomata
kingdom : Plantae dengan tipe Paracytic.
disivi : Magnoliophyta Menurut Fahn, berdasarkan susunan
kelas : Magnoliopsida sel pada jaringan epidermisnya, stomata
ordo : Laurales dapat dikelompokkan menjadi tipe: tipe
family : Lauraceae anomositik, tipe anisositik, tipe parasitik, tipe
genus : Persea diasitik, tipe aktinositik dan tipe siklositik.
spesies : Persea americana Menurut Werker, trikoma dapat
(www.itis.gov)
diklasifikasikan menjadi 2 golongan yaitu
trikoma non glandular yang tidak
Alpukat (Persea americana) merupakan
mempunyai sekresi dan trikoma glandular
tanaman dikotil dengan sistem perakaran yang mempunyai hasil sekresi.
tunggang, serta batang berwarna cokelat
berkambium dengan banyak ranting kecil.
Daunnya tunggal, simetris, berbentuk oval Kesimpulan
dan meruncing. Jika dibuat irisan tipis Berdasarkan pengamatan yang telah
membujur pada permukaan bagian bawah dilakukan, disimpulkan bahwa pada batang
daunnya, didapatkan stomata dengan tipe tebu (Saccaharum sp.) epidermisnya
anomocytic. berbentuk tabung, pada daun waru
(Hibiscus tiliaeus) terdapat trikoma non
granular berbentuk bintang, pada daun
durian (Durio zibetinus) terdapat trikoma non
granular berbentuk sisik, daun dan batang
jelatang (Fleurya interrupta) terdapat trikoma
granular berbentuk tanduk, daun jagung
(Zea mays) terdapat stomata diacytic,
daun adam hawa (Rhoeo discolor) terdapat
stomata actinocytic, daun karet (Ficus
elastica) dan daun alpukat (Persea
americana) terdapat stomata anomocytic,
dan daun Alamanda sp. terdapat stomata
paracytic.
Perbesaran 40x10

6
Jurnal Struktur Perkembangan Tumbuhan I FMIPA UNMUL

Maret 2019, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

Referensi
[1] Estiti, B. Hidayat. 1990. Anatomi
Tumbuhan. Bandung: ITB
[2] Fahn, A. 1991. Anatomo Tumbuhan
Edisi 3. Yogyakarta: UGM
Press
[3] Fajri, Laila, dkk. 2013. Tipe Trikoma
dan Stomata Pada Beberapa
Spesies Hyptis (Labiatae).
Eksakta, Vol. 1
[4] Haryanti, Sri, dkk. 2010. Jumlah dan
Distribusi Stomata Pada Daun
Beberapa Spesies Tanaman
Dikotil dan Monokotil. Buletin
Anatomi dan Fisiologi, Vol.
18(2)
[5] Sarjani, Tri M., dkk. 2017. Identifikasi
Morfologi dan Anatomi Tipe
Stomata Famili Piperaceae Di
Kota Langsa. JIPI, Vol. 1(2),
182-191
[6] Tjitrosoepomo, G. 2001. Morfologi
Tumbuhan. Yogyakarta: UGM
Press

7
Jurnal Struktur Perkembangan Tumbuhan I FMIPA UNMUL

Maret 2019, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

Lampiran

Gambar Cara Kerja

Gambar 10.1 Dibuat irisan tipis membujur


pada daun waru (Hibiscus tiliaceus) Gambar 10.3 Dibuat irisan tipis membujur
pada daun Allamanda sp.

Gambar 10.2 Dibuat irisan tipis membujur Gambar 10.4 Dibuat irisan tipis membujur
pada daun alpukat (Persea americana) pada daun Adam Hawa (Rhoeo discolor)

8
Jurnal Struktur Perkembangan Tumbuhan I FMIPA UNMUL

Maret 2019, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

Gambar 10.6 Diletakkan di kaca objek,


ditetesi air, dan ditutup dengan kaca
penutup

Gambar 10.5 Ditetesi air dengan


menggunakan pipet tetes

Gambar 10.7 Diamati di bawah mikroskop

Gambar Preparat

Gambar 10.5 Preparat batang tebu Gambar 10.6 Preparat daun waru (Hibiscus
(Saccharum officinarum) tiliaceus)

9
Jurnal Struktur Perkembangan Tumbuhan I FMIPA UNMUL

Maret 2019, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

Gambar 10.10 Preparat daun adam hawa


(Rhoeo discolor)

Gambar 10.7 Preparat daun durian (Durio


zibetinu)

Gambar 10.11 Preparat daun karet (Ficus


elastica)

Gambar 10.8 Preparat daun jelatang


(Fleurya interrupta)

Gambar 10.12 Preparat daun alpukat


(Persea Americana)

Gambar 10.9 Preparat daun jagung (Zea


mays)

Gambar 10.13 Preparat daun Allamanda sp.

10
Jurnal Struktur Perkembangan Tumbuhan I FMIPA UNMUL

Maret 2019, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

11

Anda mungkin juga menyukai