Anda di halaman 1dari 16

CRITICAL BOOK

REVIEW
MK. FISIKA UMUM
PRODI S1 DIK
MATEMATIKA -
FMIPA

Skor Nilai :

Listrik Magnet
(Induktor Ruhmkorff dan Relay)

NAMA MAHASISWA : EKA NOVIASARI


NIM : 4183111104
DOSEN PENGAMPU : Dr. Sondang R. Manurung, M.Pd.
MATA KULIAH : FISIKA UMUM

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN
Bulan November 2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan
RahmatNyalah tugas Critical Jurnal Review ini dapat saya selesaikan dengan baik dan sesuai
dengan jadwal yang telah ditentukan. Saya berterima kasih kepada Ibu Dr. Sondang R.
Manurung, M.Pd.. yang sudah memberikan bimbingan dan arahan kepada saya sehingga
tugas Critical Jurnal Review ini dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah
ditetapkan.
Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, saya meminta maaf
jika ada kesalahan dalam penulisan, dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan
kritik dari pembaca agar saya dapat memperbaiki tugas ini. Akhir kata saya berharap semoga
critical jurnal review ini dapat memberikan manfaat bagi saya dan terlebih pembaca. Atas
perhatiannya saya ucapkan terimakasih.

Medan, Oktober 2018

Eka Noviasari

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………… i


DAFTAR ISI …………………………………………………...…………………………… ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang …………………………………………………………………………... 1
B. Rasionalisasi pentingnya CBR ……………...………………………………..………….. 1
C. Tujuan penulisan CBR …………………….………………………..…………………… 1
D. Manfaat CBR ………….………………..………………...………………………………1
E. Identitas Bukul …………….…………....…………………………..…………………… 2

BAB II RINGKASAN ISI JURNAL


A. Ringkasan Buku 1 .…………….……………..…………………..……………………… 3
B. Ringkasan Buku 2 .…………….……………..…………………………………..……… 6

BAB III PEMBAHASAN


A. Kelebihan dan Kekurangan Buku 1 …..………….……...……………………………..… 9
B. Kelebihan dan Kekurangan Buku 2 ..…………….………...………………..…………… 9

BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan …………….…………...………..……………………………………...…. 10
B. Saran …………….……………..………………….……………...……………………. 10

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Selain transformator, ada alat lain yang juga digunakan untuk mendapatkan tegangan
tinggi, yaitu induktor. Salah satu jenis induktor itu adalah induktor Ruhmkorff. Induktor
Ruhmkorff adalah kumparan induksi yang digunakan untuk memperoleh tegangan tinggi
dengan menggunakan arus searah. Pada dasarnya, induktor Ruhmkorff ini merupakan sebuah
inti yang terdiri dari batang-batang besi lunak yang disekat satu sama lain. Inti ini dikelilingi
oleh lilitan kawat yang jumlahnya sedikit dan mendapat aliran listrik yang primer dari baterai
B. Sementara sebuah interuptor A dapat memutus hubungan aliran primer ini. Lilitan primer
dikelilingi oleh lilitan sekunder yang jumlahnya jauh lebih banyak dan mempunyai dua ujung
P dan Q.
Sebuah relay dioperasikan ketika mengukur perubahan kualitas, baik dari nilai normal
maupun hubungannya dengan kuantitas lainnya. Kuatitas yang dioperasikan dalam
kebanyakan perlindungan relay adalah arus listrik yang memasuki sirkit yang dilindungi.
Relay dapat dioperasikan pada tingkat arus listrik menurut bias atau kendala standar, atau ia
dapat dibandingkan dengan kuantitas lain dari sirkit seperti tegangan bis atau arus listrik yang
meninggalkan sirkit yang dilindungi.

B. Rasionalisasi pentingnya CBR


Disaat kita membtuhkan sebuah referensi, yaitu buku sebagai sumber bacaan kita
dalam mempelajari mata kuliah fisika umum, sebaiknya kita terlebih dahulu mengkritisi buku
tersebut agar kita mengetahui buku mana yang lebih relevan untuk dijadikan sumber bacaan.

C. Tujuan penulisan CBR


1. Untuk mengulas isi dari dua buku.
2. Untuk membandingkan dan mengkritik kedua buku dengan materi yang sama.
3. Untuk mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam kedua buku.
4. Untuk memperoleh gambaran tentang peraturan-peraturan metode ilmiah dalam
melakukan penelitian ilmiah.
D. Manfaat CBR
1. Untuk memenuhi tugas CBR mata kuliah “Fisika Umum”
2. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan buku.
3. Untuk menambah wawasan tentang memecahkan masalah listrik magnet dalam
melakukan penelitian ilmiah, melalui kajian indicator ruhmkorff.
4. Untuk melatih kemampuan penulis dalam mengkritisi suatu buku.

1
E. Identitas Buku
Buku 1
1. Judul Buku : FISIKA Untuk Sains dan Teknik
2. Penulis : Paul A. Tipler
3. Penerbit : Erlangga
4. Tahun Terbit : 2009
5. Kota Terbit : Jakarta
6. No. ISBN : 978-979-756-289-2

Buku 2
1. Judul Buku : Fisika
2. Penulis : Douglas C. Giancoli
3. Penerbit : Erlangga
4. Tahun terbit : 2015
5. Kota terbit : Jakarta
6. No. ISBN : 007-530-004-0

2
BAB II
RINGKASAN ISI BUKU

A. Ringkasan Buku 1

Induktor Ruhmkorff
Selain transformator, ada alat lain yang juga digunakan untuk mendapatkan tegangan tinggi,
yaitu induktor. Salah satu jenis induktor itu adalah induktor Ruhmkorff. Induktor Ruhmkorff
adalah kumparan induksi yang digunakan untuk memperoleh tegangan tinggi dengan
menggunakan arus searah. Pada dasarnya, induktor Ruhmkorff ini merupakan sebuah inti
yang terdiri dari batang-batang besi lunak yang disekat satu sama lain. Inti ini dikelilingi oleh
lilitan kawat yang jumlahnya sedikit dan mendapat aliran listrik yang primer dari baterai B.
Sementara sebuah interuptor A dapat memutus hubungan aliran primer ini. Lilitan primer
dikelilingi oleh lilitan sekunder yang jumlahnya jauh lebih banyak dan mempunyai dua ujung
P dan Q.
Induktor Ruhmkorff (kumparan pengapian) terdiri dari kumparan primer dan
kumparan sekunder. Kumparan sekunder dililitkan di atas kumparan primer pada inti besi
lunak. Kumparan primer dan inti besi lunak berperan sebagai elektromagnet. Seperti halnya
bel listrik, pemutus arus (interuptor) pada induktor Ruhmkorff berfungsi menghubungkan
atau melepaskan kontak arus dari baterai. Terputus atau terhubungnya arus primer dengan
cepat menyebabkan medan magnet pada kumparan primer berubah dengan cepat, sehingga
menimbulkan gaya gerak listrik induksi pada kumparan sekunder. Kumparan sekunder
memiliki lilitan yang sangat banyak, sehingga dengan tegangan primer yang sangat kecil (12
V) dapat menghasilkan tegangan sekunder yang sangat tinggi (10.000 V – 20.000 V).
Tegangan tinggi ini jika dihubungkan ke busi kendaraan bermotor dan menyebabkan
terjadinya percikan bunga api pada celah udara di antara elektroda-elektroda busi.

Macam-macam induktor menurut bahan pembuat intinya dapat dibagi 4 yaitu :


1. Induktor dengan inti udara ( air core )
2. Induktor dengan inti besi
3. Induktor dengan inti ferit
4. Induktor dengan perubahan inti

Induktor dalam rangkaian listrik atau elektronika dapat diaplikasikan kedalam


rangkaian:
1. Relay
2. Speaker
3. Buzzer
4. Bleeper

3
Induktor berfungsi sebagai :
1. Tempat terjadinya gaya magnet
2. Pelipat tegangan
3. Pembangkit getaran

Berdasarkan kegunaannya Induktor bekerja pada :


1. Frekuensi tinggi pada spul antena dan osilator
2. Frekuensi menengah pada spul MF
3. Frekuensi rendah pada trafo input, trafo output, spul speaker, trafo tenaga, spul relay dan
spul penyaring

Pengertian Relay Proteksi


Relay adalah suatu alat yang bekerja secara otomatis untuk mengatur /memasukan
suatu rangkaian listrik (rangkaian trip atau alarm) akibat adanya perubahan lain. Perangkat
relay proteksi dibagi dalam beberapa elemen diantranya adalah elemen pegindraan, elemen
pembanding, elemen pengukur atau elemen penentu.
Dalam perencanaan sistem proteksi, maka untuk mendapatkan suatu sistem proteksi
yang baik diperlukan persyaratan-persyaratan sebagai berikut :
1. Sensitif.

Suatu relay proteksi bertugas mengamankan suatu alat atau suatu bagian tertentu dari
suatu sisitem tenaga listrik, alat atau bagian sistem yang termasuk dalam jangkauan
pengamanannya.
2. Selektif.

Selektivitas dari relay proteksi adalah suatu kualitas kecermatan pemilihan dalam
mengadakan pengamanan. Bagian yang terbuka dari suatu sistem oleh karena terjadinya
gangguan harus sekecil mungkin, sehingga daerah yang terputus menjadi lebih kecil.
3. Cepat.

Makin cepat relay proteksi bekerja, tidak hanya dapat memperkecil kemungkinan akibat
gangguan, tetapi dapat memperkecil kemungkinan meluasnya akibat yang ditimbulkan oleh
gangguan.
4. Handal.

Dalam keadaan normal atau sistem yang tidak pernah terganggu relay proteksi tidak
bekerja selama berbulan-bulan mungkin bertahun-tahun, tetapi relay proteksi bila diperlukan
harus dan pasti dapat bekerja, sebab apabila relay gagal bekerja dapat mengakibatkan
kerusakan yang lebih parah pada peralatan yang diamankan atau mengakibatkan bekerjanya
relay lain sehingga daerah itu mengalami pemadaman yang lebih luas. Untuk tetap menjaga
keandalannya, maka relay proteksi harus dilakukan pengujian secara periodik.
5. Ekonomis.

Dengan biaya yang sekecilnya-kecilnya diharapkan relay proteksi mempunyai


kemampuan pengamanan yang sebesar-besarnya.
4
6. Sederhana.

Perangkat relay proteksi disyaratkan mempunyai bentuk yang sederhana dan fleksibel.

Perangkat Sistem Proteksi


Proteksi terdiri dari seperangkat peralatan yang merupakan sistem yang terdiri dari
komponen-komponen berikut :
a. Relay, sebagai alat perasa untuk mendeteksi adanya gangguan yang selanjutnya
memberi perintah trip kepada Pemutus Tenaga (PMT).

b. Trafo arus dan/atau trafo tegangan sebagai alat yang mentransfer besaran listrik primer
dari sistem yang diamankan ke relai (besaran listrik sekunder).

c. Pemutus Tenaga (PMT) untuk memisahkan bagian sistem yang terganggu.

d. Baterai beserta alat pengisi (batere charger) sebagai sumber tenaga untuk bekerjanya
relai, peralatan bantu triping.

e. Pengawatan (wiring) yang terdiri dari sisrkit sekunder (arus dan/atau tegangan), sirkit
triping dan sirkit peralatan bantu.

Elemen pada Relay


Secara garis besar bagian dari relay proteksi terdiri dari tiga bagian utama, seperti
pada blok diagram, dibawah ini :
Masing-masing elemen/bagian mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Elemen pengindera.

Elemen ini berfungsi untuk merasakan besaran-besaran listrik, seperti arus, tegangan,
frekuensi, dan sebagainya tergantung relay yang dipergunakan. Pada bagian ini besaran yang
masuk akan dirasakan keadaannya, apakah keadaan yang diproteksi itu mendapatkan
gangguan atau dalam keadaan normal, untuk selanjutnya besaran tersebut dikirimkan ke
elemen pembanding.
2. Elemen pembanding.

Elemen ini berfungsi menerima besaran setelah terlebih dahulu besaran itu diterima oleh
elemen oleh elemen pengindera untuk membandingkan besaran listrik pada saat keadaan
normal dengan besaran arus kerja relay.
3. Elemen pengukur/penentu.

Elemen ini berfungsi untuk mengadakan perubahan secara cepet pada besaran ukurnya dan
akan segera memberikan isyarat untuk membuka PMT atau memberikan sinyal.

5
B. Ringkasan Buku 2

Induktor
Sebelum membahas transformator kita pelajari terlebih dahulu tentang kumparan
kawat (induktor). Kumparan kawat yang dilalui arus DC akan terjadi induksi elektromanetik
akibat terjadi medan magnet disekitar kumparan itu. Kutub-kutub magnet dan arah arus
listrik yang mengalir lewat kawat kumparan itu berlaku aturan tangan kanan.

Aturan tangan tersebut berbunyi : ibu jari menunjuk kutub Utara dan jari yang lain
menujukan arah arus. Ketika ujung-ujung kumparan kawat dihubungkan ke bateri maka akan
timbul medan magnet disekitar kumparan itu .Ujung kumparan yang terhubung ke negatip
baterai adalah kutub utara sedangkan ujung yang lain adalah kutub selatan sesuai arah
kumparan. Kumparan kawat yang digunakan adalah kawat email yaitu kawat yang dilapisi
bahan isolator (bahan bukan penghantar) Hal ini bisa di buktikan dengan medekatan magnet
tetap. Jika berlawanan kutub magnetnya,maka keduanya akan saling tarik menarik ( kutub
magnet yang berlawan akan tarik menarik). jika salah satu ujung kumparan itu diputuskan
dari hubungan baterai maka sifat kemagnetannya akan hilang. Perhatikan gambar 2 berikut :

Galvanometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur arus listrik yang kecil
sampai besaran mikro ampere (µA ). Ketika magnet digerakan mendekati kumparan terjadi
aliran arus listrik mengalir melalui kumparan kearah tertentu dan ketika magnet digerakan
menjauhi kumparan, terjadi arus listrik ke arah yang berlawanan.Pada gambar diatas
galvanometer akan bergerak boak-balik. Gejala demikian disebut Induksi elektromagnetik
dan arus listrk yang terjadi disebut arus induksi bolak-balik atau AC (Alternating
current).Medan magnet yang digerakan mendekati dan menjauhi kumparan menginduksikan
bedapotensial pada kumparan, Tegangan induksi hanya timbul saat magnet digerakan dan
jika magnet diam tidak terjadi tegangan dan arus listrik. Selanjutnya jika magnet tetap
dibiarkan diam ditempat dan kumparan yang digerakan menjauhi dan mendekati magnet
ternyata galvanometer akan menunjukan gerak yang sama. Besarnya tegangan dan arus sesuai
hukum Faraday yang dipengaruhi oleh :
1. Kecepatan magnet digerakan di dekat kumparan atau kecepatan kumparan bergerak di
sekitar magnet.
2. Kuat medan magnet yang digunakan
3. Banyaknya lilitan kawat pada kumparan
4. Selanjutnya kita simak gambar 3 berikut

Jika ujung-ujung kumparan dihubungkan dengan baterai (arus DC ) maka kumparan itu
akan berlaku sebagai magnet sementara. Ketika terjadi kutub-kutub magnet yang sama di
ujung-ujung kumparan dan magnet tetap, magnet kumparan akan ditolak,dan ketika kutub-
kutubnya berlawanan akan di tarik. Akan terjadi tarik dan tolak antara kedua jenis magnet itu
sehingga akan terjadi gerak berputar pada kumparan itu.

6
Elektromagnet
Sebuah kumparan dengan inti besi lunak jika dialiri aus DC inti besi akan bersifat
magnet sementara, dan akan kehilangan sifat kemagnetannya jika aliran arus terputus.
Rangkaian yang demikian disebut rangkaian Elektromagnet .:

Relay
Kompenen relay terdiri dari rangkaian elektromaknet dan saklar. Ketika ujung-ujung
rangkaian elektromagnet dihubung ke baterai inti kumparan relay berfungsi sebagai magnet .
Plat A ditarik magnet kumparan , sehingga A kontak dengan A2 dan terpuyus dengan A1.
Rangkaian R dan LED terhubung ke baterai sehingga LED menyala. Gambar 6 (b) adalah
rangkaian dalam bentuk simbul. Diruang yang gelap basis emitor bertegangan tinggi, karena
hambatan LDR sangat besar dan mengalirlah IB sehingga transistor menghantar. Ketika
transistor menghantar terjadi kontak relay dan lampu (L) menyala. Jadi ketika gelap atau
malam hari lampu secara otomatis akan menyala. Sebaliknya jika ruangan terang hambatan
LDR menjadi kecil sehingga basis emitor bertegangan rendah dan transistor tidak menghantar
sehingga relay tidak kontak dan lampu padam.

Induksi elektromanetik .
Dinamo sepeda
Dinamo sepeda menerapkan asas induksi elektromagnetik. Magnet digerakan berputar
yaitu dengan memutar magnet dengan ban sepeda, sehingga kutub-kutub magnet menjauhi
dan mendekati kumparan secara cepat. Pada ujung-ujung kumparan akan bangkit arus induksi
yang dapat menyalakan lampu (L1). Makin cepat sepeda melaju makin besar juga arus yang
dihasilkan dan lampu semakin terang. Arus listrik yang dihasilkan adalah arus listri AC.

Generator arus bolak balik.


Generator arus bolak balik menerapkan kumparan diputar di sekitar medan magnet
tetap yang disebut stator,sedangkan rangkaian kumparan yang di putar disebut Rotor.
Sebuah kumparan digerakan disekitar medan magnet U-S , melalui kontak cincin-cincin
generator dan sikat carbon. Arus listrik yang dihasilkan arus AC untuk menghidupkan lampu.
Arus akan mengalir selama kumparan digerakan berputar.
Besar tegangan dan arus induksi ditentukan oleh :
1. Kecepatan putaran rotor atau kumparan
2. Banyaknya gulungan kawat kumparan
3. Kuat medan magnet
4. Menggunakan inti kumparan.

Generator arus Searah (DC).


Generator arus searah ujung –ujung kumparan dihubungkan pada cincin belah yang
disebut komulator, berfungsi mengubah arus yang dihasilkan dari generator, dan dengan
demikian arus yang dihasilkan tetap arus searah.

7
Transformator

Tranformator atau yang biasa disebut Trafo adalah kompenen yang dapat mentransfer
(memindahkan) arus AC dari kumparan yang satu ke kumparan yang lain tanpa ada
hubungan langsung. Perpindahan arus itu terjadi karena induksi elektromagnetik yaitu
kumparan yang satu menginduksi kumparan yang lain. Induksi elektromanetik yang
menghasilkan tegangan dan arus induksi
Ketika kumparan dihubung ke baterai , terjadi induksi elektromanetik pada N2 dan
menginduksi tegangan pada N1, sehingga Galvanometer(G) bergerak kearah tertentu. Ketika
hubungan baterai di putuskan,N2 kehilangan kemaknetannya, kemudian N1 menginduksi
N2,ditandai (G) bergerak arah yang berlawanan. Jika hubungan batarai disambung lagi akan
terulang lagi peristiwa yang sama. Baterai tersambung dan terputus berulang kali maka
sebenarnya sama fungsinya seperti arus AC. Ada dua macam Trafo yaitu trafo untuk
menaikan tegangan (Step Up) dan trafo penurun tegangan (Step down). Trafo yang banyak
digunakan adalah trafo penurun tegangan. Transformator terdiri dari gulungan kawat primer
dan gulungan kawat sekunder. Kedua gulungan kawat itu dililitkan pada gulungan kertas
yang disebut koker. Gulungan kawat primer dan sekunder yang dililitkan diatas koker itu
dimasukan pada celah besi lunak sebagai inti kumparan. Inti kumparan tersusun dari besi
lunak berbentuk huruf E dan I yang disusun secara selang-seling sehingga membentuk
(kern). Tegangan yang bangkit pada gulungan sekunder ditentukan dengan perbandingan
jumlah gulungan sekunder dan gulungan primer.

Induktor Ruhmkorff.
Induktor Ruhmkorff terdiri dari gulungan primer dan sekunder dimana gulungan
primer ditempatkan didlam gulungan sekunser.Gulungan primer dan inti besi berlaku sebagai
elektromagnet.

Tegangan yang masuk pada gulungan primer sebagai rangkaian elektromagnet


tersambung dan terputus dengan accu terus menerus secara cepat melewati kontak platina
seperti tegangan AC. Karena tegangan digulungan primer berubah –ubah gulungan sekunder
bangkit tegangan induksi. Jumlah gulungn sekunder jauh lebih besar dari pada gulung primer
maka induksi yang dihasilkan sangat besar juga.Dengan tegangan Accu 12 V gulungan
sekunder akan menghasilkan tegangan sampai ribuan V.Tegangan yang sedemikian besar
digunakan untuk menghasilkan loncatan api pada busi kendaraan bermotor.

Adaptor penyearah setengah gelombang.

Adaptor atau sering disebut juga power saply adalah rangkaian elektronika yang
berfungsi untuk mengubah sumber daya AC menjadi sumber daya DC. T. adalah trafo
penurun tegangan yang menurunkan tegangan AC 220 V menjadi tegangan AC yang lebih
rendah di gulungan sekunder.Tegangan PLN berfrekuensi 50 Hz artinya dalam satu detik
akan bergetar 50 kali.
8
BAB III
PEMBAHASAN

A. Kelebihan dan Kekurangan Buku 1


Kelebihan :
1. Penjelasan disertai dengan pengertian-pengertian sehingga memudahkan pembaca untuk
menegrti.
2. Tampilan sampul menarik, warna cerah sehingga pembaca lebih tertarik untuk membaca.
3. Mencantukkan nama ilmuan pada bagian awal merupakan hal yang menarik bagi
pembaca.
4. Dari segi daftar isi dan tata letak gambar dalam materi cukup baik.

Kekurangan :
1. Penjelasan tidak menggunakan rumus, sehinnga lebih sulit dimengerti jika hanya
menggunakan pengertian-pengertian.
2. Variasi contoh soal dan soal latihan sedikit sehingga sulit bagi pembaca untuk mengerti.
3. Cara pengerjaan soal kurang dimengerti karena kurang dijelaskan secara mendalam.
4. Tulisan nya kabur dan ada angka-angka dan kata yang susah untuk dibaca .
5. Gambar dan grafik pada bagian isi kurang jelas.

B. Kelebihan dan Kekurangan Buku 2


Kelebihan :
1. Cara pengerjaan soal dalam contoh mudah dimengerti.
2. Variasi contoh soal,dan soal latihan relatif banyak sehingga lebih mudah untuk
dimengerti dan metode yang digunakan dalam pengerjaan soal beragam.
3. Penjelasan materi menggunakan rumus sehingga lebih mudah untuk dipahami.
4. Warna dan desain sampul berwarna cerah dan lumayan menarik .
5. Tulisan dan grafik jelas, tidak kabur.
6. Terdapat riwayat pengarang.

Kekurangan :
1. Penjelasan nya masih kurang banyak sehingga kurang mudah dipahami.
2. Gambar pada sampul monoton meskipun dari segi warna menarik.

9
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan

Secara umum kedua buku sama dalam penjelasan materi, karena isi materi tidak
terlalu banyak. Tapi dari apa yang saya lihat dari semua isi yang saya kritik saya memilih
buku kedua yang lebih mudah untuk dipahami. Karena pada buku kedua terdapat penjelasan
yang lebih lengkap, metodenya beragam dan juga contoh dan variasi latihan soal lebih
banyak sehingga memungkinkan pembaca untuk lebih mudah memahami materi yang
dijelaskan. Sedangkan pada buku pertama penjelasannya hanya sedikit serta variasi soal
latihan dan contoh soal sangat sedikit.

B. Saran

Saran untuk buku yang pertama penjelasan lebih dijelaskan secara rinci. Dalam hal
variasi soal dan contoh soal lebih diperbanyak spaya pembaca dapat berlatih dan dapat lebih
mudah memahami materi yang ada pada buku .Saran untuk buku yang kedua desain sampul
kurang menarik/ monoton, dan juga isi penjelasan agak diperlengkap untuk dapat membantu
pembaca memahami isi materi.
Semoga dengan penulisan makalah ini dapat bermanfaat dan dijadikan sebagai modal
dalam mempelajafi tentang materi indicator ruhmkorff dan relay.

10
DAFTAR PUSTAKA

A. Tipler, Paul. (2009). FISIKA Untuk Sains dan Teknik. Jakarta: Erlangga

Giancoli, Douglas C. (2015). Fisika. Jakarta: Erlangga


LAMPIRAN

Buku 1

Buku 2