Anda di halaman 1dari 7

STUDI KASUS

MANAJEMEN STRESS PADA KASUS OBESITAS ARYA DAN RIZKI


KASUS
TEORI

Selye’s General Adaptation Syndrome

Selye’s general adaptation syndrome (GAS) was developed in 1956 and described
three stages in the stress process (Selye 1956).

1. ‘Alarm’ stage, which described an increase in activity, and occurred as soon


as the individual was exposed to a stressful situation.
2. ‘Resistance’, which involved coping and attempts to reverse the effects of the
alarm stage.
3. ‘Exhaustion’, which was reached when the individual had been repeatedly
exposed to the stressful situation and was incapable of showing further
resistance.
KAITAN KASUS DENGAN TEORI

1. ALARM STAGE
Adanya penolakan pada lingkungan sosial karena badan teralalu gemuk.
Seperti tidak bisa bermain sekolah, pakaian seragam tidak cukup, bahkan
sampai harus duduk di lantai karena bangku sekolah tidak sesuai dengan
ukuran tubuhnya dll
2. RESISTANCE
Berusaha bertahan dengan keadaan obesitas. Kemudian karena sudah tidak
bisa bertahan dengan keadaan tersebut. Sehingga berusaha mencari alternatif
untuk mengatasi stressnya yaitu dengan cara melakukan pengobatan di
rumah sakit serta menjalani terapi seperti latihan dan diet.
3. EXHAUSTION
Pada suatu ketika pasien dengan obesitas ini sudah mulai bosan dan lelah
tinggal di ruang perawatan rumah sakit. Sehingga tenaga medis pun tak kuasa
membendung keinginannya untuk pulang dan bertemu teman – temannya di
sekolah.

PERAN SKM

Merujuk pada Ottawa Charter

1. Health Public Policy (Kebijakan Berwawasan Kesehatan)

2. Supportive Environtment (Lingkungan Yang Mendukung)

3. Reorient Health Services (Reorientasi Pelayanan Kesehatan)

4. Community Action (Gerakan Masyarakat)

5. Personal Skill (Keterampilan Individu)

Implementasi Peran SKM pada Kasus


1. Membuat kebijakan kesehatan Senam Sehat setiap Jum’at misalnya dan
mewajibkan setiap siswa untuk megikuti kegiatan tersebut
2. Membuat kebijakan dan menyediakan fasilitas yang mewajibkan kantin
sekolah menyediakan makanan yang sehat dan bergizi
3. Mereorientasikan UKS dalam memperhatikan dan mengawasi kesehatan
siswa, mereorientasi posyandu untuk membangkitkan peran serta masyarakat
dalam timbang BB untuk mengontrol status gizi anak.
4. Memberikan konseling kepada ibu untuk lebih memperhatikan dan memberi
asupan gizi seimbangsesuai kebutuhan anak
5. Memberikn konseling pada anak terkait latihan fisik ringan yang dapat anak
lakukan sehari – hari
6. Memberikan konseling kepada orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas
fisik anak.

REFERENSI

http://news.liputan6.com/read/2559287/arya-rizki-dan-ancaman-obesitas-
anak-indonesia Diakses tanggal 24 September 2016 pkl. 22.31 WIB

Nurmala, Ira. 2014. Stress and Health. Department of Health Promotion and Behavior
College of Public Health; Airlangga University.

_________. 1986. Ottawa Charter for Health Promotion.


https://www.health.qld.gov.au/deadly_ears/docs/hp-res-ottawa.pdf Diakses
tanggal 25 September 2016 pkl 07.47 WIB