Anda di halaman 1dari 41

Mengatasi Kram Kaki

Sering kita alami saat beraktifitas latihan pramuka, adakalanya


mengalami kram kaki. Mengapa bisa demikian..? Kram adalah kontraksi
otot secara tiba-tiba, menjadi rasa nyeri akibat spasme otot di kaki yang
timbul karena otot berkontraksi terlalu keras. Area yang paling sering
kram adalah otot betis di bawah dan belakang lutut. Nyeri kram dapat
berlangsung beberapa detik hingga menit dengan keparahan bervariasi.

Penyebab

Kram bisa terjadi di antara orang yang sehat, khususnya selama atau setelah olahraga
yang keras. Orang tua dan setengah baya biasanya mengalami kram setelah olahraga
ringan atau selama istirahat. Beberapa orang mengalami kram kaki selama tidur. Kram
yang menyakitkan ini biasanya mempengaruhi otot betis dan kaki, menyebabkan kaki
dan jari kaki menekuk ke dalam.

Kram kemungkinan disebabkan oleh tidak tercukupinya aliran darah menuju otot.
Misalnya, mereka bisa terjadi setelah makan, ketika aliran darah terutama yang menuju
saluran pencernaan dibandingkan yang menuju otot. Kadar elektrolit yang rendah pada
darah, seperti potassium, bisa juga menyebabkan kram. Kadar potassium yang rendah
bisa dihasilkan dari penggunaan beberapa diuretik atau dari dehidrasi.

Pencegahan

Agar tidak terkena kram otot, atau setidak-tidaknya tidak terserang untuk kesekian
kalinya, sebaiknya lakukan :
1. Pemanasan yang cukup sebelum berolah raga atau aktivitas tertentu yang
melibatkan otot. Kemudian jangan lupa pendinginan / pelemasan sesudahnya.
2. Minum lebih banyak cairan, terutama yang mengandung elektrolit, saat berolahraga.
3. Memulai dari gerakan atau olah raga dengan intensitas ringan lebih dahulu,
kemudian berangsur-angsur lebih berat.
4. Jika mesti duduk lama (menggunakan otot panggul) atau menulis lama
(menggunakan otot jari), selang beberapa lama sebaiknya diselingi pelemasan dan
peregangan.

Penanggulangan

Walaupun kram otot dapat hilang sendiri, tapi tindakan berikut perlu dilakukan untuk
meringankan gejala :
1. Otot yang kram diregangkan.
2. Pemijitan pada otot yang kram.
3. Kompres air hangat, bila tidak ada gunakan obat oles ( sejenis minyak kayu putih,
balsem atau salep lainnya agar bisa bikin terasa hangat)
4. Minum yang banyak untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang.

Untuk penggunaan zat penghilang rasa nyeri perlu diteliti lebih lanjut apakah ybs alegi
pada zat tertentu atau ada efek samping lainnya. Semoga bermanfaat.

4 Kunci Kata Santun


4 (empat) Kunci Kata Santun.

Dalam pergaulan sehari hari tentunya kita berusaha bersikap sopan kepada siapa saja. Sikap
sopan wajib dilakukan oleh angota pramuka, dalam bertutur kata. Tidaklah berat bila kita
mengucapkannya sebagai dasar cara berkaul kita dan bertutus kata. Malah akan mendapatkan
simpati dari orang lain. 4 kunci kata santun yakni :

1. Salam.

2. Maaf.

3. Tolong.

4. Terima kasih

Nah, tidak asing lagi bagi kita bukan ? Tidak perlu diuraikan satu persatu maknanya, yang
penting dapat kita lakukan sehari hari dalam berkomunikasi maupun bertutur kata. Tidak usah
gengsi, karena manusia tidak ada yang sempurna.Oke... Selamat menjadi orang yang dapat
menghargai diri sendiri dan orang lain.

Password: www.adelia.web.id

http://bansm.or.id/sekolah/sudah_akreditasi/4

Tata Upacara Kenaikan Tingkat Bantara-Laksana


Upacara Kenaikan Tingkat, yaitu upacara yang dilakukan
dalam rangka pengesahan kenaikan tingkat kecakapan
umum yang dicapai oleh seorang anggota Gerakan Pramuka
sesuai dengan syarat kecakapan umum yang berlaku. Dalam
tulisan ini merupakan urutan tata upacara yang dilaksanakan
pada golongan Pramuka Penegak. Yakni Pelantikan
Kenaikan Tingkat dari Calon Penegak ke Penegak Bantara
dan Penegak Bantara naik tingkat ke Penegak Laksana.

Upacara Pelantikan Calon Penegak menjadi Penegak Bantara

Upacara Pelantikan Calon Penegak menjadi Penegak Bantara, tidak boleh dihadiri
Calon Penegak lainnya. Pelaksanaannya diatur sebagai berikut :
a. Sangga Kerja menyiapkan perlengkapan upacara.

b. Calon Penegak yang akan dilantik diantar oleh pendamping kanan dan pendamping
kiri ke hadapan Pembina Penegak.

c.Pembina minta penjelasan kepada pendamping kanan dan pendamping kiri mengenai
watak dan kecakapan calon.

d. Pendamping kanan dan pendamping kiri kembali ke sangganya.

e. Sang Merah Putih dibawa petugas ke sebelah kanan depan Pembina, anggota
ambalan menghormat dipimpin oleh Pradana/Petugas.

f. Tanya jawab tentang Syarat Kecakapan Umum antara Pembina dan calon.

g. Pembina memimpin doa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

h. Penyematan tanda-tanda disertai pesan seperlunya.

i. Ucapan janji Trisatya dituntun oleh Pembina Penegak, dengan jalan memegang
ujung Sang Merah Putih dengan tangan kanan yang ditempelkan di dada kiri tepat
dengan jantungnya. Kemudian disusul dengan penyematan Tanda Penegak Bantara
oleh calon Penegak sendiri.

j. Penghormatan ambalan kepada Penegak Bantara yang baru dilantik.

k. Ucapan selamat dari anggota ambalan.

l. Pendamping kanan dan pendamping kiri menjemput Penegak Bantara yang selesai
dilantik untuk kembali ke sangganya.

Upacara Kenaikan Tingkat dari Penegak Bantara menjadi Penegak Laksana

Upacara Kenaikan Tingkat dari Penegak Bantara menjadi Penegak

Laksana dilakukan sebagai berikut :

a. Pradana atau Pembina Penegak mengumpulkan anggota ambalan.

b. Penegak Bantara yang akan naik tingkat diantar oleh pendampingnya ke hadapan
Pembina Penegak.

c. Pembina minta pernyataan pendamping mengenai perkembangan watak dan


kecakapan yang bersangkutan.

d. Para pendamping kembali ketempat.

e.Tanya jawab tentang syarat kecakapan umum yang telah diselesaikan antara
Pembina dan Penegak Bantara yang akan naik tingkat.

f. Sang Merah Putih dibawa oleh petugas ke sebelah kanan depan Pembina Penegak.
Waktu Sang Merah Putih memasuki tempat upacara anggota ambalan menghormat
dipimpin Pradama atau petugas.

g. Pembina memberikan bendera Sang Merah Putih kepada Penegak yang


bersangkutan.

h.Pembina melepas Tanda Penegak Bantara disertai pesan seperlunya.

i.Tanda Penegak Laksana dipasang sendiri oleh Penegak yang bersangkutan.

j. Penegak Bantara yang naik tingkat mengulang janji Trisatya dituntun Pembina
memegang ujung Sang Merah Putih dengan tangan kanannya ditempelkan di dada kiri
tepat pada jantungnya

k. Pembina memimpin doa menurut agama dan keperayaan masing-masing.

l. Ucapan selamat dari anggota ambalan.

m. Pembina menyerahkan ambalan kepada Pradana untuk meneruskan acara.

Dalam Pelantikan Penegak Bantara dan Penegak Laksana memang berbeda dengan
ketika menyelenggarakan Upacara Pelantikan kenaikan tingkat pada golongan pramuka
dibawahnya (Siaga dan Penggalang), terutama pada penyematan Tanda SKU yakni
Pembina Penegak menyerahkan tanda SKU tersebut yang kemudian dipakai sendiri
oleh calon Penegak atau Penegak Bantara yang naik tingkat ke Penegak Laksana.
Butir Materi SKU Penegak Bantara

Page 1 of 2 Article Index

Cara menyelesaikan SKU dilakukan melalui Butir Materi SKU Penegak Bantara
ujian SKU . Ujian SKU adalah menilai
kecakapan pramuka Penegak untuk Page 2
memperoleh Tanda Kecakapan Umum ( TKU ),
sehingga kecakapan yang dimilikinya benar-benar dapat
dipertanggungjawabkan dan memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan
sesuai dengan keadaan dan kemampuan Penegak.
Bagi pembina Penegak ujian SKU merupakan salah satu usaha untuk meyakini :

- Hasil proses pendidikan yang telah diselenggarakan.

- Usaha yang dilakukan oleh Peserta Didik.

- Kemampuan pembina dalam melaksanakan tugasnya.

Penguji SKU adalah Pembina yang langsung membina Penegak. Pembina yang bersangkutan
dapat meminta orang lain di luar anggota Gerakan Pramuka untuk menguji. Misalnya orang
yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu, orang tua atau wali penegak, namun
penyelesaian akhir menjadi tanggungjawab pembinanya.

Berikut butir-butir Materi SKU Penegak Bantara :

JENIS
NO BUTIR SKU
PENGEMBANGAN

1.a Agama Islam

a. Dapat menjelaskan makna Rukun


Iman dan Rukun Islam.
b. Mampu menjelaskan makna Sholat
berjamaah dan dapat mendirikan
Sholat sunah secara individu.
c. Mampu menjelaskan makna
berpuasa serta macam-macam
Puasa
d. Tahu tata cara merawat dan
mengurus jenazah (Tazhizul
Spritual Jenazah)
e. Dapat membaca doa Ijab Qobul
Zakat
f. Dapat menghafal minimal sebuah
hadist dan menjelaskan hadist
tersebut
1.b Agama Katolik

a. Tahu dan paham makna dan arti


Gereja Katolik.
b. Dapat memimpin doa dan
membangun serta membuat
gerakan cinta kasih pada
keberagaman agama di luar gereja
katolik
1.c Agama Kristen Protestan

a. Mendalami Hukum Kasih dan


mengamalkannya dalam kehidupan
sehari-hari.
1.d Agama Hindu

a. Dapat menjelaskan sejarah


perkembangan agama Hindu di tujuan
kelahiran menjadi manusia menurut
agama Hindu

b. Dapat menjelaskan makna dan hekekat


ajaran Tri Hita Karana dengan
pelestarian alam lingkungan

c. Dapat mempraktekkan bentuk gerakan


Asanas dari Hatta Yoga

d. Dapat melafalkan dan mengkidungkan


salah satu bentuk Dharma Gita

e. Dapat mendeskripsikan struktur , fungsi


dan sejarah pura dalam cakupan Sad
Kahyangan

1.e Agama Budha

a. Saddha: Mengungkapkan Buddha


Dharma sebagai salah satu agama

b. Saddha: Mengungkapkan Buddha


Dharma sebagai salah satu agama

c. Menjelaskan sejarah Buddha Gotama

d. Menjelaskan Tiratana sebagai pelindung

e. Menjelaskan kisah-kisah sejarah


penulisan kitap suci Tripitaka

Berani menyampaikan kritik dan saran


2 yang membangun dengan sopan dan
Emosional santun kepada sesama teman

3 Dapat mengikuti jalannya diskusi dengan


baik

Dapat hidup bersama antara umat


4
beragama dan toleransi dalam bakti

Mengikuti pertemuan Ambalan sekurang-


5
kurangnya 2 kali setiap bulan

Setia membayar iuran kepada


Gugusdepan, dengan uang yang seluruh
6
atau sebagian diperolehnya dari usaha
sendiri
Sosial
Dapat berbahasa Indonesia dengan baik
7
dan benar dalam pergaulan sehari-hari

Telah membantu mengelola kegiatan di


8
Ambalan

Telah ikut aktif kerja bakti di masyarakat


9
minimal 2 kali

Dapat menampilkan kesenian daerah di


10
depan umum minimal satu kali

Mengenal, Mengerti dan Memahami isi AD


11
& ART Gerakan Pramuka

Dapat menjelaskan sejarah Kepramukaan


12
Indonesia dan Dunia

Dapat menggunakan jam, kompas, tanda


13 jejak dan tanda-tanda alam lainnya dalam
pengembaraan

Intelektual Dapat menjelaskan bentuk pengamalan


14
Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

Dapat menjelaskkan tentang organisasi


15
ASEAN dan PBB

Dapat menjelaskan tentang


16
kewirausahaan.

Dapat mendaur ulang barang tidak terpakai


17
menjadi barang yang bermanfaat
Dapat menerapkan pengetahuannya
18 tentang tali temali dan pionering dalam
kehidupan sehari-hari

Selalu berolahraga, mampu melakukan


19 olahraga renang gaya bebas dan
menguasai 1 (satu) cabang olahraga tim

Dapat menjelaskan perkembangan fisik


20
laki-laki dan perempuan

Dapat memimpin baris berbaris


sangganya, dapat menjelaskan tentang
Fisik 21 gerakan baris berbaris kepada anggota
sangganya yang terdiri atas gerakan di
tempat

Dapat menyebutkan beberapa penyakit


22 infeksi, degeneratif dan penyakit yang
disebabkan perilaku tidak sehat

Ikut serta dalam perkemahan selama 3 hari


23
berturut - turut

User Comments

Tanda Penghargaan Pancawarsa dan Penggunaannya


Gerakan Pramuka telah memiliki tanda penghargaan yang diperuntukkan baik bagi
anggota Gerakan Pramuka maupun bagi orang dewasa di luar Gerakan Pramuka.
Tanda Penghargaan adalah tanda yang diberikan kepada seseorang di dalam dan di
luar Gerakan Pramuka, sebagai penghargaan atas:
1) perilaku yang luhur, kesetiaan, keaktifan;
2) jasa, karya, dan darma baktinya;
3) keberanian yang luar biasa.
yang dianggap cukup berguna bagi kepentingan dan perkembangan kepramukaan.

Lencana Pancawarsa

yaitu tanda penghargaan yang diberikan kepada anggota dewasa


Gerakan Pramuka, sebagai penghargaan atas kesetiaannya
kepada organisasi dan keaktifannya melakukan kegiatan orang
dewasa Gerakan Pramuka selama lima tahun atau kelipatannya
secara terusmenerus.

Macam Tanda Penghargaan Pancawarsa


(1) Lencana Pancawarsa I untuk masa bakti 5 tahun.
(2) Lencana Pancawarsa II untuk masa bakti 10 tahun.
(3) Lencana Pancawarsa III untuk masa bakti 15 tahun.
(4) Lencana Pancawarsa IV untuk masa bakti 20 tahun.
(5) Lencana Pancawarsa V untuk masa bakti 25 tahun.
(6) Lencana Pancawarsa VI untuk masa bakti 30 tahun.
(7) Lencana Pancawarsa VII untuk masa bakti 35 tahun.
(8) Lencana Pancawarsa VIII untuk masa bakti 40 tahun.
(9) Lencana Pancawarsa IX untuk masa bakti 45 tahun.
(10) Lencana Pancawarsa UTAMA untuk masa bakti 50 tahun atau lebih.

Berbentuk Pita Gantung, Lencana Pancawarsa I sampai dengan IV dibuat dari logam
berwarna perak, sedangkan Lencana Pancawarsa V sampai dengan Lencana
Pancawarsa Utama dibuat dari logam berwarna emas.

Untuk Tanda Harian Lencana Pancawarsa dibuat dari kain berwarna biru dengan angka romawi atau
tulisan huruf kapital dibuat dari logam berwarna perak atau kuning emas, yang menunjukkan tingkat
Lencana Pancawarsa tersebut

Syarat Penerima Lencana Pancawarsa


a. Lencana Pancawarsa menandai kesetiaan, kepatuhan, kerajinan, ketekunan,
kesungguhan dan ketertiban anggota dewasa Gerakan Pramuka, dalam
menunaikan tugas kewajibannya selama lima tahun atau kelipatan lima tahun
b. Anggota dewasa Gerakan Pramuka dapat menerima dan mengenakan Lencana
Pancawarsa apabila yang bersangkutan telah memenuhi syarat-syarat sebagai
berikut:
1) Sudah dikukuhkan untuk memegang suatu jabatan tertentu dalam Gerakan
Pramuka.
2) Selalu bekerja dengan tekun, rajin, dan bertanggungjawab atas tugas kewajiban
yang dibebankan kepadanya.
3)Selalu memperlihatkan usahanya untuk meningkatkan pesertadidiknya atau
mengembangkan Gerakan Pramuka pada umumnya.
4)Selalu menunjukkan usahanya untuk meningkatkan pengetahuan, kecakapan
kepemimpinannya dan pengalamannya dalam bidang tugas kewajibannya dan juga
dalam bidang kepramukaan lainnya.
5) Selalu menunjukkan usahanya untuk bersikap dan bertindak sesuai dengan
Trisatya dan Dasadarma, Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan,
dan Sistem Among.
c. Seorang anggota dewasa Gerakan Pramuka yang selama lima tahun sejak
diterimanya Lencana Pancawarsa yang pertama, masih memenuhi syarat-syarat
seperti yang tercantum pada angka 2 di atas, dapat menerima dan mengenakan
Lencana Pancawarsa untuk lima tahun berikutnya dan seterusnya.

Tata Cara Pemakaian pada pakaian seragam

Untuk menentukan tingkat dari tanda penghargaan dalam rangka menentukan letak
pemakaian tanda penghargaan itu pada pakaian seragam pramuka, maka diatur dari
tingkat tertinggi sampai terendah, urutannya adalah sebagai berikut:

a) Lencana Tunas Kencana b) Lencana Melati c) Lencana Darma Bakti d) Lencana


Wiratama e) Lencana Karya Bakti f) Lencana Satyawira g) Lencana Pancawarsa.
Lencana pancawarsa termasuk tingkat urutan yang paling bawah.
Penempatan pada pakaian seragam.
a. Seragam Upacara:

(1) Menggunakan lencana pita gantung dikenakan di atas saku


kiri baju seragam pramuka putra dan untuk putri menyesuaikan.
(2) Apabila lencana yang dikenakan lebih dari satu, dikenakan
berjajar dari kanan ke kiri sesuai dengan tingkatannya
maksimum enam lencana, apabila lebih dari enam lencana maka
disusun jajaran baru di atasnya.
(Pemakaian 1 - 3 lencana pita)

(Pemakaian 4 - 6 lencana pita)

b) Seragam Harian:
(1) menggunakan tanda harian lencana yang dikenakan di atas
saku kiri baju seragam pramuka putra dan untuk putri
menyesuaikan.
(2) apabila tanda harian lencana yang dikenakan lebih dari satu
dikenakan berjajar dari kanan ke kiri sesuai dengan tingkatannya
maksimum tiga tanda harian lencana, apabila lebih dari tiga
tanda harian lencana maka disusun jajaran baru di atasnya.

(Pemakaian 1 - 3 tanda harian lencana)

(Pemakaian 4 - 6 tanda harian lencana)

(3) pada seragam harian sesuai kebutuhan dapat juga menggunakan lencana
dengan pita gantung sebagaimana pemakaian pada seragam upacara.
c. Masa berlakunya pemakaian :
Lencana Pancawarsa yang dipakai adalah tiga lencana pancawarsa terakhir yang
diterima.

Pengadaan
1. Pengadaan Lencana Pancawarsa I s/d IX adalah wewenang kwartir daerah.
2. Pengadaan Lencana Pancawarsa Utama adalah wewenang Kwartir Nasional.

Pengembangan Jiwa Kewiraan dlm Gerakan Pramuka


Jiwa kewiraan berkaitan erat dengan pembentukan watak
dan sikap warga Negara dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara. Jiwa kewiraan adalah jiwa kepejuangan atau jiwa
kejuangan yang diharapkan terpatri dalam diri setiap warga Negara
Indonesia untuk mempertahankan dan membela perjuangan
bangsa mencapai cita-cita kemerdekaan dan tujuan pembangunan
bangsa dan Negara. Pengembangan jiwa kewiraan dapat
terlaksana dengan adanya kesadaran berbangsa dan bernegara dengan memahami Wawasan
Nusantara, pentingnya Ketahanan Nasional dan Kesadaran Bela Negara.

Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia (national look) berdasarkan
Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 tentang diri dan lingkungannya, dalam eksistensinya
yang serba nusantara dan pemekarannya dalam mengekspresikan diri sebagai bangsa
Indonesia dalam upaya mencapai tujuan nasionalnya. Wawasan Nusantara, merupakan
pandangan geopolitik sekaligus geostrategi bangsa Indonesia dalam mengartikan tanah air
Indonesia sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya dan satu kesatuan pertahanan
keamanan. Dengan demikian, wawasan nusantara adalah sebuah prinsip persatuan dan
kesatuan Indonesia yang digunakan untuk memberikan kepastian hukum bagi rakyat Indonesia.

Ketahanan Nasional berasal dari kata tahan, yang berarti kuat menderita, dapat
menguasai diri, tidak mudah putus asa, tetap pada keadaannya. Dari kata tahan itu terbentuk
kata ketahanan yang berarti sesuatu hal mengenai tahan, kekuatan hati, keteguhan hati,
kesabaran, ketabahan. Jadi Ketahanan Nasional adalah ketahanan, keteguhan hati dan
kekuatan suatu bangsa.

Setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban. Hak dan kewajiban berkaitan
dengan kesadaran moral dan cara memenuhi hak dan kewajiban. Kesadaran moral adalah
perasaan wajib melaksanakan sesuatu berdasarkan hati nurani dan pemikiran yang benar
(rasional), dengan tanpa tekanan dan paksaan (kebebasan) serta tidak didasarkan kepada
perhitungan mencari keuntungan (pamrih). Berkaitan dengan bela negara, maka hak bela
negara adalah suatu kehormatan sebagai warga negara yang bertanggung jawab untuk
memberikan yang terbaik kepada bangsa dan Negara yang dicintainya. Sedangkan kesadaran
bela negara adalah sikap perilaku tiap individu warga Negara untuk bersedia berkorban guna
melindungi negara secara utuh berdasarkan rasa cinta kepada negara dan tanah air.

Gerakan Pramuka melaksanakan pembangunan karakter bangsa sebagai


pertanggungjawaban terhadap cita-cita kemerdekaan bangsa mewujudkan masyarakat yang
maju, sejahtera, adil, makmur, dan lestari berlandaskan Pancasila dalam wadah Negara
Kesatuan Republik Indonesia.

Konsepsi dasar Wawasan Nusantara

Wawasan Nusantara adalah pandangan yang menyatakan bahwa

Negara Indonesia merupakan satu kesatuan dipandang dari segala aspeknya dan
mempunyai kecenderungan kuat yang mengarahkan terwujudnya integrasi san keserasian
dalam bidang-bidang:

(a) satu kesatuan wilayah,

(b) satu kesatuan bangsa,

(c) satu kesatuan budaya,

(d) satu kesatuan ekonomi,

(e) satu kesatuan pertahanan keamanan.

Secara historis, wawasan nusantara tidak dapat dilepaskan dari Hukum Laut
Internasional. Pada tahun 1609, Negara–negara maritim besar (Eropa) menuntut kebebasan
lautan hingga lahir tatalaut dengan sebutan the freedom of the high seas. Hukum laut
internasional yang pertama dalam sejarah dunia adalah penetapan bahwa setiap negara
pulau atau pantai berdaulat atas laut sejauh 3 mil laut. Pada tahun 1939 Pemerintah
Kolonial Belanda menetapkan Undang-undang berdasarkan ordonansi laut territorial dan
lingkungan maritime. Mengikuti ketentuan hukum laut Internasional tersebut, lebar laut
wilayah Indonesia adalah 3 mil diukur dari garis terendah di pantai masing-masing pulau di
Indonesia.

Konsepsi wilayah perairan Indonesia secara konstitusi baru diterbitkan setelah


Kemerdekaan, yaitu melalui Deklarasi Hukum Indonesia, 13 Desember 1957, dipimpin Ir.
H.Djuanda dan dikenal dengan nama Deklarasi Djuanda. Deklarasi tersebut telah
merombak tatalaut Indonesia sebagai kepastian hokum tentang batas wilayah NKRI.
Sehingga luas geografi Indonesia semula 2.027.087 km2 yakni terdiri dari 17.508 pulau
ditambah dengan 12 mil laut diukur dari pulau terluar, atau sama dengan bertambah
3.166.163 km2. Perairan laut territorial jumlahnya menjadi 5.193.250 km2. Deklarasi
tersebut kemudian dituangkan ke dalam UU No 4 Tahun 1960, tanggal 18 Februari 1960.
Pengakuan uokum laut internasional yang bertalian dengan Negara-negara tetangga atas
tatalaut Indonesia diperoleh melalui perjuangan, perundingan-perundingan bilateral dan
perjanjian-perjanjian Landas Kontinen dengan Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand,
Philippine, Singapore, India, Australia, serta Papua New Guinea. Sedangkan perjuangan
dalam forum Konferensi HukumLaut Internasional telah dilakukan secara berturut-turut
dalam periode 1960 – 1978 di Geneva, Caracas, dan New York. Pada tanggal 21 Maret
1980 melalui pengumuman Pemerintah Indonesiaa, Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEE
Indonesia) yang dikukuhkan dengan UU No. 5/1983 antara lain dinyatakan bahwa ZEE
Indonesia selebar 20 mil dari garis pangkal laut wilayah Indonesia. Konvensi Hukum Laut
PBB yang ditandatangani bulan Desember 1982 di Teluk Montego, Jamaica, antara lain
dinyatakan bahwa batas 12 mil untuk laut territorial dan 200 mil untuk ZEE bagi Negara
pantai.

Konsepsi dasar Ketahanan Nasional

Ketahanan Nasional adalah kemampuan dan ketangguhan bangsa Indonesia untuk


mengatasi segala ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan baik yang datang dari
dalam maupun dari luar, langsung maupun tidak langsung yang dapat membahayakan
integritas, identitas maupun kelangsungan hidup bangsa dan Negara.

Ketahanan Nasional meliputi berbagai aspek kehidupan dan penghidupan bangsa,


yaitu aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam (Panca Gatra) maupun
aspek alamiah yang meliputi kedudukan geografis, sumber kekayaan alam, dan
kependudukan (Tri Gatra), yang selanjutnya seluruh aspek itu dikenal dengan Asta Gatra.

Hakekat ketahanan nasional adalah (1) peningkatan kondisi dan kemampuan perjuangan
nasional tanpa menggunakan kekuatan konsep (concept of power) yang dalam hubungan
internasional dijelmakan dalam kekuatan politik (power of politics); (2) senantiasa
berpegang pada prinsip (a) percaya kepada kekuatan diri sendiri (self confidence), serta (b)
percaya kepada kemampuan diri sendiri (self reliance) tanpa terjerumus dalam politik
isolasionalisme, nasionalisme sempit, maupun autarki (kedaulatan mutlak); (3) merupakan
suatu konsep yang terintegrasi (imtegrated concept) dan integrasi konsep (concept of
integration).

Konsepsi dasar Wawasan Kebangsaan.

Bangsa adalah suatu kesatuan solidaritas masyarakat yang terbangun oleh perasaan
kebersamaan, kesediaan saling berkorban serta kesediaan melanjutkan dan mewujudkan
cita-cita bersama. Solidaritas itu dibangun oleh pengalaman sejarah dan nasib bersama
bukan terbangun atas asal-usul suku bangsa, agama, bahasa, dan geografi. Oleh karena itu
pilar utama kebangsaan Indonesia selain persatuan adalah kemajemukan. Wawasan
kebangsaan mengandung aspek moral dan aspek intelektual. Aspek moral adalah konsep
wawasan kebangsaan yang mensyaratkan adanya komitmen atau kesetiaan terhadap
kelanjutan eksistensi bangsa serta peningkatan kualitas kehidupan bangsa. Aspek
intelektual adalah konsep wawasan kebangsaan yang menghendaki pengetahuan memadai
mengenai potensi yang dimiliki bangsa, serta tantangan yang dihadapi bangsa, sekarang
maupun di masa mendatang.

Unsur wawasan kebangsaan adalah

(1) rasa kebangsaan, sublimasi dari Sumpah Pemuda yang menyatukan tekad menjadi
bangsa yang kuat, dihormati dan disegani diantara bangsa-bangsa di dunia;

(2) paham kebangsaan, bangsa Indonesia lahir dari buah persatuan bangsa yang solid.
Pertama, Atas berkat Rachmat Allah YMK pada tanggal 17 Agustus 1945 bersamaan
dengan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, lahirlah sebuah bangsa, bangsa
Indonesia yang terdiri atas bermacam suku, budaya, etnis, dan agama; Kedua,
Pembukaan UUD 1945 ….bahwa perjuangan bangsa Indonesia telah mengantarkan rakyat
Indonesia menuju suatu negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

(3) Semangat kebangsaan atau nasionalisme merupakan sinergi dari rasa kebangsaan
dengan paham kebangsaan, yang terpancar sebagai kualitas san ketangguhan dalam
menghadapi berbagai ancaman.

Konsepsi dasar Bela Negara

Bela Negara adalah hak tiap warga Negara untuk memberikan yang terbaik kepada
masyarakat, bangsa dan Negara sesuai dengan bidang profesi dan batas kemampuannya,
merupakan sikap dan perilaku warga Negara yang dijiwai kecintaannya kepada Negara
Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945
dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara. Bela Negara tidak identik dengan
memanggul senjata tetapi lebih daripada itu bela negara dapat diwujudkan dengan pengabdian
sesuai profesi dan kemampuan masing-masing. Secara normatif hak dan kewajiban setiap
warga Negara untuk berperanserta dalam upaya bela negara diatur dalam pasal 27 ayat (3)
UUD 1945 yang menegaskan:”tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikutserta dalam usaha
pembelaan Negara”. Selanjutnya tercantum dalam UU RI No.3 Tahun 2002 pasal 9 ayat (1):
“Setiap warga Negara berhak dan wajib ikutserta dalam upaya bela negara yang diwujudkan
dalam penyelenggaraan pertahanan Negara”. Pasal 68 UU RI No 39 Tahun 1999 menyatakan
bahwa: “ Setiap warga Negara wajib ikutserta dalam upaya pembelaan negara sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan. UUD 1945 pasal 30. tentang Sishankamrata (sistem
pertahanan rakyat semesta) mengajak segenap rakyat Indonesia untuk dapat menjaga
keamanan dan kelangsungan hidup bernegara dengan atau menurut kemampuan tiap warga
negara Indonesia.

Dalam upaya menumbuhkan kesadaran bela Negara, Pemerintah melaksanakan


Pendidikan Pendahuluan Bela Negara yang mengajarkan cinta tanah air, sebagai Pendidikan
Kewarganegaraan yang menjadi kurikulum wajib Pendidikan Dasar dan menengah sampai
Perguruan Tinggi. Pendidikan pendahuluan bela Negara dilaksanakan pula melalui jalur
organisasi masyarakat. Tujuan pendidikan pendahuluan bela negara adalah mewujudkan
warga Negara yang memiliki sikap dan perilaku yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI
yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup berbangsa
dan bernegara.

Unsur pokok dalam bela Negara adalah:

(1) cinta tanah air,

(2) kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia,

(3) yakin kebenaran Pancasila sebagai falsafah dan ideologi negara,

(4) rela berkorban bagi bangsa dan negara,


(5) memiliki kemampuan awal bela Negara.

Tonggak perjuangan bangsa Indonesia pada tahun 1908, 1928, 1945 merupakan modal
dasar dalam kehidupan persatuan bangsa. Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945
merupakan titik kulminasi perjuangan bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan.
Untuk menghadapi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang selalu datang dengan
berbagai wujudnya, bangsa Indonesia mutlak harus memiliki ketahanan nasional agar dapat
eksis. ATHG selalu berubah waktu dan keadaan, maka ketahan nasional Indonesia merupakan
kondisi dinamik yang selalu berubah menurut keadaannya.

Gerakan Pramuka sebagai organisasi pembinaan watak dan kesadaran bernegara seperti
dinyatakan dalam Satya Pramuka, digolongkan oleh UU No. 20 tahun 1982, sebagai salah satu
media pendidikan pendahuluan bela negara. Syarat - syarat Kecakapan Umum (SKU) dan
Syarat-syarat Kecakapan Khusus, pembinaan sikap mental dalam upacara bendera dan kegiatan
lainnya merupakan kekayaan praktek PPBN dari Gerakan Pramuka bagi terbinanya rasa
patriotisme.

Standar Kompetensi Pengujian SKU Penegak Bantara

Pendidikan Kepramukaan mendorong peserta didik untuk


mengembangkan segala dimensi kepribadian secara seimbang. Hal
tersebut merupakan dorongan dalam mengeksplorasi pertumbuhan dari
segala kemungkinan yang bisa diraih untuk menjadi manusia
seutuhnya. Guna mencapai tujuan tersebut, kepramukaan
mengembangkan area-area perkembangan, mencakup keragaman
yang luas dalam dimensi kepribadian manusia, serta mengaturnya
dalam struktur kepribadian.
Area Pengembangan kepribadian meliputi, pengembangan spiritual, emosional, sosial,
intelektual dan fisik.
Setiap area pengembangan memiliki kompetensi akhir yang harus dicapai. Kompetensi
akhir dijabarkan secara secara berkesinambungan dan meningkat menjadi kompetensi
dasar yang harus dicapai ditingkat Penegak Bantara.
Kompetensi ini dimaksudkan untuk memberikan arah pengembangan pribadi,
menetapkan arah potensi yang dapat dicapai oleh setiap tingkatan Pramuka Penegak
sesuai dengan usia dan sifat pribadi masing-masing serta berfungsi sebagai dasar
untuk untuk mengetahui perkembangan pribadi. Kompetensi akhir merupakan sasaran
yang diharapkan dapat dicapai setelah secara bertahap Pramuka Penegak
menempuh syarat kecakapan Umum.
Berikut Area pengembangan dan standar kompetensi yang harus dicapai :

AREA STANDAR KOMPETENSI


PENGEMBANGAN Kompetensi Akhir Kompetensi Dasar
Taat Beribadah, a. Mampu
Spritual
mengamalkan mempersiapkan dan
ajaran Agama, dan melaksanakan
kepercayaan yang kegiatan-kegiatan
diyakininya, serta yang bernilai spiritual.
menghormati b. Mampu melaksanakan
agama da ibadah sehari-hari
kepercayaan orang sesuai dengan
lain keyakinannya.
Mampu a. Mampu berkomunikasi
menentukan sikap dengan orang tua dan
dan gaya hidup teman secara santun.
serta b. Mampu
merencanakan mengendalikan emosi
masa depan dan dan berfikir secara
pekerjaannya logis.
Emosional
c. Mampu
menyampaikan
pendapat dan
menerima perbedaan
pendapat dengan tidak
menyinggung
perasaan orang lain.
Mampu bekerja a. Mampu mengenal
sama dalam tim, Kepribadian orang lain
berkomunikasi dan dan tidak
menjaga berprasangka buruk.
kelestarian b. Mampu memimpin
Sosial lingkungan serta kelompoknya dan
memiliki memberikan kontribusi
kepedulian sosial. terhadap organisasi
sosial lain yang
dilakukan secara
individu atau kelompok
Mampu a. Mampu memilih bidang
menunjukan pengetahuan yang
semangat dan diminati untuk
daya kreatifitas menunjang cita-
uang tinggi dalam citanya.
mengaplikasikan b. Mampu membuat
Intelektual
pengetahuan, kesimpulan, kritik dan
tehnologi dan saran terhadap hal
ketrampilan yang dipelajari.
kepramukaan yang c. Mapu berpartisipasi
dimilikinya aktif dalam kegiatan
tehnologi tepat guna.
Mampu melindungi a. Mampu menjaga
Fisik
kesehatan dan kebugaran tubuhnya
dapat menerima agar tetap sehat dan
kondisi fisiknya, prima serta
memanfaatkannya memanfaatkan
serta memiliki kemapuan fisiknya.
sportifitas dan b. Mampu menjelaskan
kesadaran hidup perbedaan
sehat perkembangan fisik
dan psikologi antara
lelaki dan perempuan..
Kupas tentang SKK dan TKK Pramuka
Sistem Tanda Kecakapan Pramuka merupakan salah satu penerapan sistem dari
metode pendidikan kepramukaan yang bertujuan untuk memberikan pendidikan watak
kepada peserta didik melalui kegiatan kepramukaan yang menarik, menyenangkan dan
menantang yang disesuaikan dengan kondisi, situasi, dan kegiatan peserta didik.
Metode pendidikan kepramukaan ini menjadi metode ciri khas pendidikan dalam
Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka menggunakan Sistem Tanda Kecakapan Pramuka yang meliputi :

1) Syarat Kecakapan Umum

2) Syarat Kecakapan Khusus

3) Syarat Pramuka Garuda

SKU, SKK, dan SPG merupakan alat/materi kegiatan pokok dalam proses pendidikan
kepramukaan, yang dilaksanakan oleh peserta didik dalam upaya untuk meningkatkan
mutu pengetahuan, keterampilan dan adanya perubahan sikap laku peserta didik yang
lebih baik.

Selanjutnya dalam rubrik ini akan membahas tentang SKK ( Syarat Kecakapan Khusus
dan TKK ( Tanda Kecakapan Khusus ).

Syarat Kecapakap Khusus ( SKK ) adalah syarat yang wajib dipenuhi oleh seorang
pramuka untuk memperoleh Tanda Kecakapan Khusus ( TKK ). Sedangkan Tanda
Kecakapan Khusus ( TKK ) adalah suatu tanda yang menunjukan ,kecakapan,
kepandaian, kemahiran, ketangkasan, dan ketrampilan seorang anggota Pramuka
dibidang tertentu.

Perlu dipahami bahwa di dalam Gerakan Pramuka :

Penyelenggaraan SKK maupun Tanda gambar untuk TKK diatur berdasarkan Surat
Keputusan yang dikeluarkan Kwartir Nasional yakni :
1. SK Kwarnas Nomor 132 Tahun 1979
2. SK Kwarnas Nomor 016 Tahun 1980
3. SK Kwarnas Nomor 030 Tahun 1981
4. SK Kwarnas pada Seluruh Satuan Karya ( Saka )

SKK terbagi menjadi 5 Bidang dengan 5 warna dasar:


1. Bidang Agama, Mental, Moral, Spiritual, Pembentukan Pribadi dan Watak
2. Bidang Patriotisme dan Seni Budaya.
3. Bidang Ketangkasan dan Kesehatan.
4. Bidang Ketrampilan dan Teknik Pembangunan.
5. Bidang Sosial, Perikemanusiaan, Gotong-royong, Ketertiban Masyarakat,
Perdamaian Dunia dan Lingkungan Hidup.

Berikut 5 bidang dengan warna dasar dan gambar Tanda Kecakapan Khusus:
SKK terbagi menjadi 3 tingkatan :
1. Golongan Siaga : satu Tingkat.
2. Golongan Penggalang : Madya, Purwa dan Utama.
3. Golongan Penegak/ Pandega: Madya, Purwa dan Utama.

Untuk penggalang, penegak dan pandega diharuskan menyelesaikan dahulu


pada kecakapan SKK yang terendah yakni tingkat Madya sebelum ke tingkat
berikutnya. SKK Madya, Purwa dan Utama memiliki instrument persyaratan yang
berbeda dan semakin berbobot sesuai tingkatannya.

Bentuk Bingkai dan ukuran TKK adalah sebagai berikut :


Penggunaan dan pemasangan Tanda Kecakapan Khusus ( TKK ).
1. Peserta didik yang telah berhasil menyelesaikan SKK mendapatkan tanda
kecakapan ( TKK ).
2. Apabila peserta didik telah menyelesaikan SKK tingkat purwa maka TKK
tingkat madya yang disematkan terdahulu (Bentuk bingkai Lingkaran ) diganti
dengan TKK tingkat purwa ( bentuk bingkai persegi empat ), demikian pula
apabila telah mencapai SKK tingkat Utama, TKK tingkat purwa akan
digantikan dengan TKK yang tingkat Utama. Kesemuanya masih dalam satu
macam SKK ( Syarat Kecakapan Umum ). Dengan demikian TKK yang
dipergunakan adalah TKK yang memiliki tingkat tertinggi.
Contoh misal seorang Pramuka Penggalang telah menyelesaikan SKK
berkemah dimulai dari awal tingkat Purwa – Madya dan ke Utama maka
perubahan bentuk bingkai TKK seperti dibawah ini :
Pemasangan tanda gambar atau TKK :
TKK dipasang pada lengan kanan pakaian seragam pramuka, dengan cara
penempatan gambar TKK, yaitu :
1. Melintang, dua jari dibawah lambang Kwartir Daerah/diatas jahitan bawah
lengan, atau
2. Melingkari lambang Kwartir Daerah pada posisi kanan, kiri atau bawah
lambang daerah dan diatur sedemikian rupa/ simetris agar nampak rapi.
Jumlah maksimal yang dipasang pada lengan baju adalah 5 macam TKK.
Berikut pemasangan pada lengan kanan pada pakaian seragam pramuka.

3. Peserta didik yang telah memiliki lebih dari 5 macam TKK maka selebihnya
dapat menggunakan/ dipasang pada Tetampan/ selempang.
4. Penggunaan Tetampan/ Selempang.
Tetampan/ selempang merupakan alat kelengkapan seragam pramuka yang
dipergunakan untuk memasang TKK. Tetampan/ Selempang terbuat dari kain
yang berwarna dasar coklat tua, memiliki lebar 10 cm dan panjang
menyesuaikan pengguna.( tinggi badan ) serta pada kedua pinggir kain diberi
pita zig-zag dengan warna :
Siaga : Berwarna hijau.
Penggalang : Berwarna merah
Penegak/ Pandega : Berwarna Kuning.
Berikut contoh Tetampan/ selempang untuk masing-masing golongan :
5. Tetampan/ selempang, dikenakan pada seragam pramuka menyilang pada
bahu lengan kanan atas ke kiri bawah dan dapat dipakai pada acara khusus/
tertentu misal pada Upacara besar, Upacara pelantikan dll., sedangkan pada
kegiatan yang bersifat rutin tidak perlu dikenakan.
Untuk tata cara menguji kecakapan peserta didik dalam menyelesaikan SKK telah
diatur tersendiri dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional : Nomor : 273 Tahun 1993
Tentang Petunjuk Pelaksanaan Cara Menilai Kecakapan Pramuka.
Tata Cara dan Pemakaian TKK
Tanda Gambar Kecakapan Khusus pernah diatur dalam Surat Keputusan
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor: 134/Kn/76 Tahun 1976 Tentang
Petunjuk Penyelenggaraan Kecakapan Khusus, selanjutnya adanya SK
Kwarnas no : 132 tahun 1979 diterbitkan untuk penyempurnaan tentang
syarat dan gambar TKK sebelumnya. Namun demikian pada surat
Keputusan kwarnas tahun 1974 itu, telah mengatur tata cara pemakaian TKK
(Tanda Kecakapan Khusus). Serta cara penggunaan tetampan apabila dalam
penempatan TKK pada lengan bahu kanan telah melebihi ketentuan (5 tanda
gambar TKK) serta adanya tata cara pemaiaian tetampan yang kedua dan
ukuran tetampan untuk tiap golongan Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega.

Berikut ini penjelasan tentang hal tersebut :

a. TKK pada pakaian seragam Pramuka dikenakan pada lengan baju sebelah kanan.
b. TKK yang dikenakan pada baju sebelah kanan tersebut di atas sebanyak-banyaknya lima
buah, sedang selebihnya ditempatkan pada tetampan, yang diselempangkan di badan,
melalui bahu sebelah kanan, menyilang dada dan punggung menuju pinggang
sebelah kiri.

c. Ketentuan mengenai tetampan TKK adalah sebagai berikut:

1. Lebar:

a. Untuk Pramuka Siaga 8 cm,

b. Untuk Pramuka Penggalang, Penegak dan Pandega 10cm.

2. Panjang:

Disesuaikan dengan tinggi badan Pramuka yang memakainya.

3. Warna:

Coklat tua, ditambah dengan hiasan tepi selebar 1 cm, yang dibuat dengan sulam
“silang seperti pada kain flanel” atau dengan penempelan pita (zig zag band)
sepanjang kedua sisi tetampan, dengan jarak 0,5 cm dari tepi selempang itu.

4. Warna hiasan: (warna zigzag/sulaman flanel)

1. Untuk Pramuka Siaga: hijau.

2. untuk Pramuka Penggalang: merah.

3. Untuk Pramuka Penegak/Pandega: kuning

d. Pada tetampan tidak dibenarkan ditempatkan tanda gambar, atau lencana dan tulisan
apapun, selain TKK. yang ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
e. TKK yang dikenakan pada tetampan, ditempatkan pada bagian tetampan yang ada di
muka dada, disusun dari atas ke bawah, dimulai dari bagian terdekat dengan baju sebelah
kanan.

f. Apabila TKK yang dicapai oleh seorang Pramuka jumlahnya banyak, sehingga tidak
termuat pada bagian tetampan yang ada di muka dada, maka TKK selebihnya
ditempatkan pada bagian tetampan yang ada pada bagian punggung, dengan urutan dari
atas ke bawah, dimulai dari bagian yang terdekat dengan bahu.

g. Apabila tetampan dengan penempatan TKK seperti tersebut pada point e. dan point f. di
atas ternyata tidak dapat memuat semua TKK yang diperoleh seorang Pramuka, maka
dapat dibenarkan penggunaan tetampan kedua, yang memenuhi ketentuan pada poin
c dan point d yang diselempangkan di badan, melalui bahu sebelah kiri, menyilang dada
dan punggung menuju pinggang sebelah kanan. Pada Persimpangan antara tetampan
pertama dan tetampan kedua, letak tetampan kedua adalah di bagian bawah tertindih oleh
tetampan pertama.

h. Tetampan hanya dibenarkan dipakai pada upacara kepramukaan. Pada waktu latihan atau
bekerja yang memerlukan keleluasaan bergerak, maka tetampan TKK. hendaknya
ditanggalkan.
Perubahan dan perbedaan tupoksi dalam ART Gerakan Pramuka kini.

Perubahan dan perbedaan tupoksi dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka kini.

Dalam berorganisasi kita harus memahami apa yang menjadi tujuan utama organisasi tersebut dibentuk.
Selain itu tugas pokok dan fungsi, menjadi suatu hal yang wajib dilakukan oleh organisasi itu guna
mencapai tujuan. Dalam Dunia Kinerja sering kita singkat dengan nama Tupoksi ( Tugas, Pokok dan
Fungsi ). Demikian pula Gerakan Pramuka, memiliki tujuan, tugas pokok dan fungsi. Disini kita akan
membahas tentang perbedaan/ perubahan Tupoksi yang tertera dalam Anggaran Rumah Tangga (ART)
Gerakan Pramuka yang terdahulu dengan yang kita gunakan saat ini, perbedaan/ perubahan tersebut
antara lain pada bab II (kedua) ART Gerakan Pramuka, yakni :

ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART)


NOMOR: 086 TAHUN 2005 NOMOR: 203 TAHUN 2009

BAB II BAB II

ASAS, TUJUAN DAN TUGAS ASAS, TUJUAN DAN TUGAS


POKOK, SASARAN, DAN FUNGSI POKOK DAN SASARAN
Pasal 3 Pasal 3

Asas (isi sama) Asas (isi sama)


Pasal 4 Pasal 4
Tujuan dan Tugas Pokok Tujuan

Gerakan Pramuka mempunyai tugas Tujuan Gerakan Pramuka adalah


pokok melaksanakan pendidikan bagi terwujudnya kaum muda Indonesia
kaum muda di lingkungan luar yang dipersiapkan menjadi :
sekolah yang melengkapi pendidikan
c. Manusia yang berwatak,
di lingkungan keluarga dan
berkepribadian, berakhlak mulia,
lingkungan sekolah dengan tujuan:
tinggi kecerdasan dan
a. Membentuk kader bangsa dan ketrampilannnya serta sehat
sekaligus kader pembangunan jasmaninya.
yang beriman dan bertakwa serta d. Warga Negara yang berjiwa
berwawasan ilmu pengetahuan Pancasila, setia dan patuh kepada
dan teknologi. Negara Kesatuan Republik
b. Membentuk sikap dan perilaku Indonesia serta menjadi anggota
yang positif, menguasai masyarakat yang baik dan
keterampilan dan kecakapan berguna, yang dapat membangun
serta memiliki ketahanan mental, dirinya sendiri secara mandiri serta
moral, spiritual, emosional, sosial, bersama sama bertanggungjawab
intelektual dan fisik sehingga atas pembangunan bangsa dan
dapat menjadi manusia yang negara, memiliki kepedulian
berkepribadian Indonesia, yang terhadap sesame hidup dan alam
percaya kepada kemampuan lingkungan bail tingkat local,
sendiri, sanggup dan mampu nasional, maupun internasional.
membangun dirinya sendiri serta
bersama-sama bertanggungjawab
atas pembangunan masyarakat,
bangsa dan negara.

Pasal 5 Pasal 5

Sasaran Tugas Pokok

Sasaran kepramukaan adalah Gerakan Pramuka mempunyai tugas


mempersiapkan kader bangsa yang: pokok menyelenggarakan pendidikan
kepramukaan bagi kaum muda
a. Memiliki kepribadian dan sebagai tunas bangsa agar menjadi
kepemimpinan yang berjiwa generasi yang lebih baik,
Pancasila bertanggungjawab, mampu membina
b. Berdisiplin yaitu berpikir, bersikap dan mengisi kemerdekaan serta
dan bertingkah laku tertib membangun dunia yang lebih baik.

c. Sehat dan kuat mental, moral dan


fisiknya
d. Memiliki jiwa patriot yang
berwawasan luas dan dijiwai nilai-
nilai kejuangan yang diwariskan
oleh para pejuang bangsa.
e. Berkemampuan untuk berkarya
dengan semangat kemandirian,
semangat kebersamaan,
kepedulian, bertanggungjawab,
berpikir kreatif, inovatif, dapat
dipercaya, berani dan mampu
menghadapi tugas-tugas serta
memiliki komitmen.

Pasal 6 Pasal 6

Fungsi Fungsi

Gerakan Pramuka berfungsi sebagai Gerakan Pramuka berfungsi sebagai


lembaga pendidikan di luar sekolah lembaga pendidikan non formal, di
dan di luar keluarga serta sebagai luar sekolah dan di luar keluarga serta
wadah pembinaan dan sebagai wadah pembinaan dan
pengembangan sumber daya generasi pengembangan kaum muda,
muda, berlandaskan Sistem Among berlandaskan Prinsip Dasar
dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan yang dilakukan melalui
Kepramukaan dan Metode Metode Kepramukaan, bersendikan
Kepramukaan yang pelaksanaannya sistem among, yang pelaksanaannya
disesuaikan dengan keadaan, disesuaikan dengan keadaan,
kepentingan, dan perkembangan kepentingan, dan perkembangan
bangsa serta masyarakat Indonesia. masyarakat, bangsa dan negara
Indonesia.

Pasal 7 Pasal 7

Kepramukaan Sasaran

Telah tercantum pada bab Sasaran pendidikan kepramukaan


selanjutnya, yang mengatur tentang : adalah mempersiapkan kaum muda
Indonesia menjadi kader bangsa yang
KEPRAMUKAAN, SIFAT DAN UPAYA. :
a. Berbudi pekerti luhur, disiplin,
bertanggungjawab, dan dapat
dipercaya dalam berpikir, berkata,
bersikap dan berperilaku.

b. Memiliki jiwa patriot dan


kepemimpinan yang berwawasan
luas berlandaskan nilai-nilai
kejuangan.

c. Mampu berkarya dan berwirausaha


dengan semangat kemandirian,
kebersamaan, kepedulian, kreatif
dan inovatif.

d. Melestarikan budaya dan alam


Indonesia.

User Comments

Jambore Nasional , Logo dan Tema


Jambore Nasional adalah Pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk
perkemahan besar yang diselenggarakan oleh Kwartir Gerakan Pramuka dari tingkat
ranting sampai tingkat Nasional. Peserta Jambore Nasional adalah para Pramuka
Penggalang dari seluruh Indonesia yang yang merupakan utusan dari masing masing
Kwartir Daerah. Sedangkan anggota pramuka yang tidak dapat mengikuti kegiatan di
Tingkat Nasional dapat menyelengarakan kegiatan Jambore di wilayahnya masing –
masing yang disebut dengan kegiatan Ikut Serta Jambore Nasional (ITA JAMNAS).
Jambore Nasional juga mengundang peserta dari Negara-negara lainnya.

Jambore Nasional ( disingkat, Jamnas) pertama kali diselenggarakan tahun 1955 di


wilayah Ragunan Jakarta Selatan (Saat itu masih menggunakan nama Kepanduan),
Jambore Nasional baru kemudian dilaksanakan kembali di tahun 1973. Pada
pertemuan diskusi yang dilakukan pada kegiatan Jamnas 1973 menghasilkan
kesepakatan penyelenggaraan Jambore Nasional dilaksanakan secara periodik/
berlanjut. Untuk menindak lanjuti dari hasil diskusi tersebut maka Kwarnas
mengeluarkan Petunjuk Penyelenggaraan Perkemahan Besar Penggalang. Hasilnya
adalah waktu penyelenggaraan Jamnas diadakan setiap 4 tahun sekali, terhitung dari
tahun 1973 dan selanjutnya pada tahun 1977 yang diselenggarakan di Sibolangit,
Sumatera utara. Pada Tahun 1981 dilaksanakan di Cibubur bertepatan pula dengan
Jambore Asia-Pacific VI. Namun setelah itu Jambore nasional diadakan setiap 5 tahun
sekali sampai sekarang.

Berikut table penyelenggaraan Jambore Nasional dari tahun ke tahun :

JAMBORE WAKTU
NO TEMPAT TEMA
KE - TAHUN PELAKSANAAN
Jamnas ke - 1 Sedia Daya Bangun
1 1973 Situ Baru, Jakarta
Tahun 1973 Negara
Persaudaraan,
Jamnas ke - 2 Sibolangit,
2 1 - 20 Juli 1977 Patriotisme, dan
Tahun 1977 Sumatera Utara
Ketrampilan
Jamnas ke - 3 18 - 25 Juni
3 Cibubur, Jakarta -
Tahun 1981 1981
Jamnas ke - 4 21 - 28 Juni Satu Utuh, Ceria
4 Cibubur, Jakarta
tahun 1986 1986 Berkarya

Jamnas ke - 5 15 - 22 Juni Menggalang


5 Cibubur, Jakarta
Tahun 1991 1991 Kemandirian

Jamnas ke - 6 26 Juni - 4 Juli Wujudkan Jati Diri


6 Cibubur, Jakarta
Tahun 1996 1996 Pramuka
Baturaden
Jamnas ke - 7 Hidup Damai Selaras
7 3 - 12 Juli 2001
Tahun 2001 Alam
Jawa Tengah
Jatinangor,
Jamnas ke - 8 26 Juni - 4 Juli Satu Hati, Satu Janji,
8
Tahun 2006 2006 Satu Bumi Pertiwi
Jawa Barat
Danau teluk gelam Bersatu Teguh
Jamnas ke - 9 2 Juli - 9 Juli
9 , Sumatera Menuju Indonesia
Tahun 2011 2011
Selatan Gemilang
Cara hitung cepat dengan angka 9

Cara hitung cepat dengan angka 9

Karena setiap bilangan sembarang jika dikalikan 9 maka jumlah hasilnya = 9


maka :

1x9=9
2 x 9 = 18, jumlah 1 + 8 = 9
3 x 9 = 27, jumlah 2 + 7 = 9
4 x 9 = 36, jumlah 3 + 6 = 9
dan seterusnya......................

Cara hitung cepat dengan angka 9 :


Contoh : 22 x 9 = 198,
( cara cepatnya 2 x 9 = 18, lalu selipkan angka 9 ditengah ), jadi jumlahnya adalah 198

simak cara cepatnya berikut ini :


33 x 9 = 297 ( cara cepat 3 x 9 = 27, selipkan 9 ditengah )
44 x 9 = 396
55 x 9 = 495
66 x 9 = 594
77 x 9 = 693
88 x 9 = 792
99 x 9 = 891
lalu bagaimana jika dengan 3 angka kembar, selipkan saja angka 99 ditengahnya.
Contoh :

222 x 9 = 1998 (cara cepat 2 x 9= 18, selipkan 99 ditengah )


333 x 9 = 2997
444 x 9 = 3996
555 x 9 = 4995
Media pramukanet book

Media pramukanet book berisi aneka data dan link yang ada di halaman
pramukanet.org dibuat untuk dapat dimanfaatkan secara maksimal khususnya :

1. Sebagai bahan referensi/ pedoman sebelum berkunjung ke situs pramukanet.org.

2. Memudahkan pencarian bahan materi Kepramukaan yang ada di situs atau langsung
ketemu sesuai yang dibutuhkan.
3. Dapat dipergunakan langsung koneksi dengan website dan praktis.

4. Menghemat biaya pengeluaran uang saku bagi pengguna warnet atau pulsa maupun
biaya lainnya.

5. Silahkan downloads apa saja atau tinggal klik copy dan paste. Tidak perlu register
atau pake login-loginan karena sudah jelas membernya adalah anggota Pramuka,

6. Suatu upaya memberikan layanan yang terbaik untuk mereka yang memiliki
komitmen terhadap Gerakan Pramuka.

Kiranya tidak berlebihan dalam berharap apabila situs pramukanet.org ini dapat
bermanfaat, khususnya bagi warga Gerakan Pramuka.
Adat - Sandi Ambalan, dan Renungan Jiwa Pramuka Penegak
I. PENDAHULUAN

1. Pramuka Penegak adalah kaum muda yang pada tingkat perkembangan jiwanya
diantaranya pada kondisi:

a. mampu mengungkapkan pendapat dan perasaannya dengan sikap yang sesuai


dengan lingkungannya.

b. memperkuat penguasaan diri atas dasar skala nilai dan norma

c. kehidupan emosinya mulai terintegrasi dengan fungsi-fungsi psikis lainnya


sehingga labih stabil dan lebih terkendali.

2. Kaum muda seusia Pramuka Penegak berfikir kritis, realistis, rasional dalam
berpendapat dan dalam perilakunya tercermin menggunakan pendekatan kultural
serta apa yang menjadi masukan dicerna melewati perenungan-perenungan.
Perkembangan semacam inilah yang membedakan dengan kelompok usia
sebelumnya (S dan G).

3. Pada kegiatan Pramuka Penegak kita dapati adanya:

a. Adat Ambalan

b. Sandi Ambalan

c. Renungan Jiwa

II. MATERI POKOK

1. Adat merupakan kebiasaan yang disepakati dan ditaati oleh masyarakat lingkungan
setempat yang sudah berlaku dari masa ke masa, sehingga terkesan merupakan
peraturan dan tata nilai di masyarakat yang oleh anggotanya dijaga dan dilestarikan
menjadi pedoman pergaulan dalam kehidupan di masyarakat. Adat bersifat lokal,
hanya berlaku di masyarakat tertentu dan tidak berlaku di masyarakat yang lain.

2. ADAT AMBALAN PRAMUKA PENEGAK

a. Adat Ambalan merupakan adat kebiasaan yang diciptakan oleh Ambalan


Penegak dan disepakati sebagai suatu yang harus ditaati serta merupakan tata
nilai yang dijadikan pedoman dalam upaya meningkatkan kepeduliaan terhadap
Tuhan YME, kepedulian pada bangsa dan tanah air sesama hidup dan alam
lingkungannya kepedulian terhadap diri pribadinya, serta ketaatannya pada Kode
Kehormatan Pramuka.

Anggota adat (Pramuka Penegak dalam Ambalan yang bersangkutan) bila


berprestasi akan diberikan penghargaan sedang yang tersebut melanggar adat
akan dikenakan sangsi.

b. Untuk dapat melestarikan Adat Ambalan, Dewan Ambalan Penegak menetapkan


seorang atau beberapa orang Pemangku Adat yang dipilih dari anggota Ambalan
yang senior, berpandangan luas dan teguh menjaga Adat Ambalan yang ada.

c. Macam-macam Adat Ambalan

Sedikit banyaknya yang manjadi Adat dalam Ambalan tergantung pada Ambalan
itu sendiri.

Contoh-contoh Adat Ambalan (yang pernah ada)

1) Adat Ambalan pada saat penerimaan calon Penegak dari Tamu Ambalan.

Setelah Tamu Ambalan ialah pemuda atau Pramuka penggalang yang


sudah berusia 16 tahun yang berminat untuk mengikuti kegiatan Pramuka
Penegak beberapa kali mengikuti latihan/kegiatan Pramuka Penegak, Tamu
Ambalan dihadapkan dewan kehormatan Ambalan untuk diwawancari
apakah dia benar-benar tertarik dengan kegiatan Pramuka Penegak dan
apakah selama ini dia aktif mengikuti kegiatan Ambalan. Atas kemantapan
tekat Tamu Ambalan tersebut dalam mengikuti kegiatan Ambalan, Dewan
Kehormatan Ambalan menetapkan bahwa yang bersangkutan diterima
sebagai calon Pramuka Penegak dengan harapan yang bersangkutan
mengikuti keaktifannya dan menyelesaikan SKU Pramuka Penegak
Bantara.

2) Adat Ambalan pada saat Calon Pramuka Penegak menyelesaikan SKU


Pramuka Penegak Bantara

- pada proses menyelesaikan SKU, calon Penegak didampingi oleh 2


(dua) orang Pramuka Penegak Bantara Laksana sebagai monitor,
pembimbing dan pengamat perkembangan keterampilan dan sikap
calon Penegak selama mengikuti kegiatan Ambalan.

- pada saat menjelang pelantikan sebagai Penegak Bantara : calon


diharuskan menjalankan tugas-tugas spritual, misalnya : berpuasa
selama 2 (dua) kali penuh, membaca beberapa renungan jiwa dengan
tujuan untuk lebih memantapkan semangat dan tekadnya untuk
menjalankan tugas-tugas selanjutnya.

- setelah tugas-tugas spiritual tersebut selesai dilaksanakan , calon


diminta menyucikan diri dan membuang jauh-jauh hal-hal yang bersifat
negatif. Upacara adat ini disembuhkan dengan membasuh muka,
berkumur, membasuh telinga dan tangan serta mengeringkan dengan
handuk, kemudian handuk yang mengandung kotoran, akibat perbuatan
dan sikap negatif yang pernah dilakukan dibuang.

3) Adat Ambalan membaca Renungan jiwa

Aadt ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kepedulian anggota


Ambalan terhadap Tuhan YME, tanah air, bangsa, masyarakat, alam,
lingkungan, diri sendiri serta ketaatannya kepada Kode Kehormatan
Pramuka.

Misalnya : Renungan jiwa pada saat :

- peringatan hari besar nasional/agama

- selesai upacara pelantikan

- terdapat anggota Ambalan yang mengingkari/melanggar


Trisatya/Dasadarma

4) Adat Ambalan ketika seseorang akan dilakukan pelantikan Penegak


Pelaksana.

5) Adat Ambalan ketika melepas anggota Ambalan yang akan membaktikan diri
ke masyarakat

d. Perlengkapan Adat Ambalan

1) Pusaka Ambalan

Sesuatu yang bersejarah bagi ambalan dan disepakati untuk dijadikan


pusaka adat, yang akan dihadirkan pada saat upacara adat dilakukan.

2) beberapa macam Renungan jiwa

3) beberapa Sandi Ambalan

4) kostum Pemangku Adat

5) perlengkapan Upacara Adat


3. SANDI AMBALAN PRAMUKA PENEGAK

a. Sandi Ambalan disusun oleh dan untuk Pramuka Penegak sendiri yang
kemudian oleh Pemangku Adat ditetapkan sebagai perangkat Adat Ambalan.
Dalam proses penyusunannya, Pembina Pramuka Penegak memberikan
pengarahan bahwa sumber utama dalam penyusunan Sandi Ambalan ialah
:

1) Pancasila

2) Prinsip Dasar Kepramukaan

3) Kode Kehormatan Pramuka

4) AD dan ART Gerakan Pramuka

5) Norma-norma agama dan masyarakat

6) Hal-hal yang menunjang pembinaan kepribadian kaum muda.

b. Setiap Ambalan memiliki Sandi Ambalan, yang merupakan norma hidup bagi
Pramuka Penegak dalam Ambalan tersebut ; dengan demikian Sandi Ambalan
hanya berlaku bagi anggota Ambalan tertentu dan tidak berlaku bagi Anggota
Ambalan lain

c. Bagi Pramuka Penegak, Sandi Ambalan merupakan sesuatu yang disakralkan,


oleh karena itu ketika Sandi Ambalan dibacakan para Pramuka Penegak
mengikutinya dengan cermat dalam suasana yang hening dan bahkan ada yang
mengikutinya dengan sikap tertentu sebagaimana ditetapkan oleh Pemangku
Adat Ambalan.

d. Contoh Sandi Ambalan

SANDI AMBALAN

Dengar kata-kata Sandi ambalan kita

Disini .... berdiri

putera/puteri Indonesia sejati tegak tubuhnya

teguh imannya amal ibadat menghias hidupnya

dan
selalu takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

Yakin akan keesaan dan keagungan-Nya

selalu mensyukuri nikmat Tuhan yang dirasakannya

melindungi alam dan melestarikan lingkungan

ciptaan Tuhan yang tiada bandingannya

Kemenangannya membuktikan kemenangannya

Kemenangan atas gejolak jiwa

yang bergelora selama menjadi pemuda

Patuh akan keputusan musyawarah

bermanfaat atas berbagi pendapat

tugas terlaksana tanpa debat

karena berpegang pada filsafat

tanpa dukungan sehabat dan sesama umat

teman pramuka sebagai saudara debat

tiada banyak yang dapat ia perbuat

Menolong sesama dikerjakan dengan ikhlas

tiada mengharap puji dan balas

keberhasilan usaha berbuah senyuman puas

Kebersihan akibat kerajinan dan ketekunan

ketangkasan dan keterampilan

tabah, tangguh dan sabar

bertekad baja, berhati sutera

selalu gembira dalam suka dan duka

Hemat menggunakan tenaga


pikiran serta harta miliknya

berkerja dengan cermat dan tertata

bersahaja dalam hidupnya

Disiplin dan berani dalan tindak

atas keputusan yang penuh bijak

'ntuk mewujudkan kesetiaan kepada orang tua

pemimpin, guru, bangsa, negara dan agama

Bertanggung jawab atas dirinya

keluarga, masyarakat, bangsa dan negara

Berkata nyata

tidak setengah nyata

atau dapat berarti dua

Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

jadi kebiasaan dalam menjaga harkat dan martabatnya

sebagai insan Tuhan yang setia

dan warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berjiwa Pancasila

DHARMA SAKTI ......... SATYA BAKTI

itulah cita-cita Ambalan kita

(dikutip dari rujukan KMD, 1983)

4. RENUNGAN JIWA PRAMUKA PENEGAK

a. Renungan ialah suatu naskah singkat yang menguasai nilai-nilai spiritual, mental
dan moral dalam upaya mengamalkan satya dan darma Pramuka

b. Renungan dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetuk hati para Pramuka


Penegak agar selalu ingat Satya dan Darmanya dan selalu mengamalkannya
sesuai dengan motto :

Satyaku kudarmakan, darmaku kubaktikan

c. Naskah renungan disusun oleh Pramuka Penegak sendiri, dengan bimbingan


Pembina mereka dan dijaga kelestariannya oleh Pemangku Adat

d. Macam-macam Naskah renungan, diantaranya:

1) renungan bagi mereka yang akan dilantik

2) renungan bagi mereka yang sedang mengalami masalah

3) bebarapa renungan dalam menperingati hari besar nasional

4) beberapa renungan dalam memperingati hari besar agama

5) renungan pada upacara penutupan latihan

III. PENUTUP

Adat Ambalan, Sandi Ambalan dan Renungan Jiwa Pramuka Penegak bagi kita
(Pembina Pramuka Penegak) merupakan alat pendidikan ; oleh karena itu dalam proses
penyusunannya hendaknya diupayakan agar Pembina Pramuka Penegak yang
bersangkutan terlibat dalam posisi sebagai pembimbing, dan pengerak supaya Adat
Ambalan, Sandi Ambalan dan renungan jiwa tersebut tidak menyimpang dari :

1. Pancasila dan UUD 1945

2. Prinsip Dasar Kepramukaan

3. Kode Kehormatan Pramuka

4. AD dan ART Gerakan Pramuka

5. Norma-norma Agama dan Masyarakat

6. Hal-hal yang menunjang pembinaan kepribadian kaum muda