Anda di halaman 1dari 50

PROFIL PUSKESMAS BULU

TAHUN 2018

Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung


Puskesmas Bulu
Jalan Raya Temanggung – Parakan Km.07 Bulu
Temanggung, Telp. (0293) 4902255
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pembangunan kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional
yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat
bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-
tingginya. Pembangunan kesehatan merupakan upaya yang dilakukan oleh
seluruh potensi bangsa Indonesia, baik pemerintah, masyarakat, dan swasta.
Pembangunan kesehatan harus diimbangi dengan intervensi perubahan
perilaku yang mendorong masyarakat lebih sadar, mau dan mampu berperilaku
hidup sehat sebagai prasyarat pembangunan yang berkelanjutan (sustainable
development). Dalam fase ini masyarakat perlu dibekali dengan pengetahuan
dan ketrampilan untuk dapat berperilaku hidup sehat, sehingga masyarakat
dapat hidup menolong diri sendiri dan mandiri dalam meningkatkan derajat
kesehatannya. Dengan demikian, upaya promosi kesehatan hendaknya dapat
berjalan secara integral dengan berbagai aktivitas pencapaian SDGs dalam
mewujudkan jaminan kesehatan masyarakat.
Indikator Program Indonesia Sehat diprioritaskan pada upaya penurunan
Angka Kematian Ibu, Angka Kematian bayi, Angka Gizi buruk, pengendalian
penyakit menular, serta upaya Menjamin Kelestarian Lingkungan Hidup.
Beberapa issue strategis yang masih menjadi masalah kesehatan adalah
sebagai berikut :
1. Terbatasnya jangkauan, pemerataan, mutu, dan jenis pelayanan
kesehatan.
2. Perilaku masyarakat yang kurang mendukung pola hidup bersih dan
sehat.
3. Rendahnya kondisi Kesehatan lingkungan khususnya sarana sanitasi
dasar rumah tangga.
4. Terjadinya beban ganda penyakit.
5. Terbatasnya sumberdaya kesehatan.
Profil kesehatan Puskesmas sebagai salah satu produk Sistem Informasi
Kesehatan (SIK) berfungsi sebagai sarana penyedia data dan informasi dalam
rangka evaluasi tahunan kegiatan yang sudah dilaksanakan. Profil kesehatan
sangat penting artinya, sebagai sarana penyedia data yang merupakan indikator
capaian kecamatan sehat dan sebagai tulang punggung bagi pelaksanaan
pembangunan daerah berwawasan kesehatan dari kecamatan bersangkutan.
Indikator-indikator yang tersaji dalam profil kesehatan terdiri dari Indikator
Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan dan indikator Sustainable

1
Development Goal`s (SDG`s) yang merupakan kesepakatan global tentang
pencapaian di tahun 2030.

Profil kesehatan Puskesmas Bulu disusun dengan tujuan untuk


menyediakan data/informasi yang akurat, tepat waktu dan sesuai dengan
kebutuhan dan kewenangannya dalam rangka meningkatkan kemampuan
manajemen kesehatan secara berhasil guna dan berdaya guna. Selain itu
berfungsi untuk memantau capaian Visi dan Misi yang telah ditetapkan di
Puskesmas Bulu.

2
BAB II

VISI, MISI, KEBIJAKAN MUTU PUSKESMAS BULU

A.VISI
Pembangunan kesehatan di Puskesmas Bulu Kabupaten Temanggung
diselenggarakan dalam upaya mendukung Visi Kementerian Kesehatan RI
”Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan”, dan juga sebagai upaya
mensukseskan Visi Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung ”Terwujudnya
Masyarakat Temanggung yang Sehat melalui Peningkatan Pelayanan Kesehatan
dan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang makin Baik”.
Guna mendukung visi tersebut serta mendasarkan kepada analisis
perkembangan situasi dan kondisi, memperhatikan dasar penyelenggaraan
pembangunan dalam RPJMD bidang kesehatan, Rencana Strategis
Kementerian Kesehatan, Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah dan Rencana Strategis Dinas Kesehatan Temanggung, maka ditetapkan
1. VISI :
Terwujudnya masyarakat di wilayah Kecamatan Bulu yang sehat.
2. MISI :
a. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga, masyarakat,
dan lingkungan.
b. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
c. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan
terjangkau.
d. Menjamin ketersediaan pelayanan kesehatan di setiap desa.
3. TUJUAN :
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kecamatan
Bulu
4. TATA NILAI : CERIA
a. Cermat
Teliti dalam berkarya, teliti dalam bekerja, teliti dalam menjalankan
tugas sehari-hari.
b. Empati
Bisa merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, lalu bertindak
untuk memberikan solusi terbaik.
c. Ramah
Hati dan wajahnya senantiasa tersenyum dalam melayani pelanggan
baik pelanggan internal maupun pelanggan external.
d. Integritas

3
Satunya hati, pikiran dan perbuatan apa yang diucapkan sesuai
dengan apa yang dipikirkan dan sesuai pula dengan perbuatannya.
e. Akuntabel
Ucap, sikap, dan tingkah lakunya bisa dipertangghungjawabkan.

5. BUDAYA :
- Bina keluarga bahagia dan sejahtera
- Usahakan hari ini lebih baik dari hari kemarin
- Laku, ucap, sikap, dan perasaan positif agar dibiasakan
- Untuk Tuhan, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara hidup
dipersembahkan

Terwujudnya Kemandirian Masyarakat di Bidang Kesehatan adalah upaya


agar masyarakat dapat memutuskan masalah kesehatannya dan mencari solusi
yang sesuai serta berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan
masyarakat.
Pelayanan yang bermutu adalah peningkatan upaya sesuai standar yang
diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi
untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan
penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan
ataupun masyarakat.

B.KEBIJAKAN MUTU
Untuk mencapai Visi dan Misi Puskesmas Bulu seluruh pegawai berkomitmen
untuk :
1. Melaksanakan Lima Citra Puskesmas Bulu dalam pelayanan.
2. Memberikan Pelayanan yang Ramah, Cepat, Tepat, dan Nyaman.
3. Meningkatkan Kompetensi Pegawai.
4. Meningkatkan Pelaksanaan Sarana dan Prasarana secara rutin dan
berkala.
5. Membangun rasa kebersamaan diantara pegawai Puskesmas.
6. Meningkatkan pengetahuan dan peran serta masyarakat melalui
Promosi Kesehatan.

4
BAB III
GAMBARAN UMUM

A. DATA UMUM
GAMBARAN UMUM PUSKESMAS BULU

A. DATA UMUM.
1. Geografi.
Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung berbatasan dengan Wilayah :
- Sebelah Utara Kecamatan Kedu.
- Sebelah Timur Kecamatan Temanggung.
- Sebelah Selatan Kecamatan Tlogomulyo.
- Sebelah Barat Kecamatan Parakan.

Tinggi Pusat Pemerintahan Wilayah 700 m diatas permukaan laut dengan


komposisi topografi :
- Datar sampai berombak 6 %
- Berombak sampai berbukit 94 %, dengan suhu maksimal 25 C dan
minimal 15 C.

Luas Daerah.
- Tanah Sawah : a. Irigasi setengah tehnis : 445,601 Ha.
b. Irigasi sederhana : 756,336 Ha.
c. Tadah hujan/sawah : 195,600 Ha.
- Tanah Pekarangan/kering/Emplasemen : 315,648 Ha.
- Tanah tegalan/kebun : 2100,76 Ha.
- Tanah lain-lain/Hutan : 696,500 Ha.

Kecamatan Bulu terbagi menjadi 19 desa dengan :


- Kantor Desa : 19 buah.
- Balai desa : 19 buah.
- Jumlah dusun : 89 buah.
- Desa binaan : 19 desa.
- Desa Swasembada : 19 desa.

5
Tabel 3.1 Tabel Wilayah Kerja Puskesmas Bulu

JUMLAH
NO DESA/ KELURAHAN Jumlah RT Jumlah RW KET

1 Bulu 19 4
2 Tegallurung 10 2
3 Campursari 18 6
4 Gandurejo 33 11
5 Tegalrejo 8 4
6 Gondosuli 32 5
7 Ngimbrang 17 5
8 Putat 2 1
9 Danupayan 14 6
10 Mondoretno 10 2
11 Pandemulyo 23 11
12 Pasuruhan 17 5
13 Pakurejo 12 4
14 Malangsari 7 3
15 Pagergunung 14 6
16 Wonosari 16 4
17 Bansari 20 4
18 Wonotirto 20 4
19 Pengilon 9 3
JUMLAH 301 88

a. Penduduk
Tabel 3.2 Tabel Penduduk menurut Jenis Kelamin

NO KELOMPOK JUMLAH PENDUDUK


UMUR
(TAHUN) LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI- RASIO JENIS
LAKI+PEREMPUAN KELAMIN
1 2 3 4 5 6
1 0-4 1,714 1,606 3,320 106.72
2 5-9 1,958 1,744 3,702 112.27
3 10 - 14 1,695 1,662 3,357 101.99
4 15 - 19 1,757 1,610 3,367 109.13
5 20 - 24 1,854 1,701 3,555 108.99
6 25 - 29 1,816 1,700 3,516 106.82
7 30 - 34 1,810 1,700 3,510 106.47
8 35 - 39 1,715 1,708 3,423 100.41
9 40 - 44 1,901 1,949 3,850 97.54
10 45 - 49 2,015 1,868 3,883 107.87
11 50 - 54 1,736 1,679 3,415 103.39
12 55 - 59 1,423 1,443 2,866 98.61
13 60 - 64 1,218 1,056 2,274 115.34
14 65 - 69 822 710 1,532 115.77
15 70 - 74 467 468 935 99.79
16 75+ 673 717 1,390 93.86
JUMLAH 24,574 23,321 47,895 105.37
ANGKA BEBAN TANGGUNGAN 42
(DEPENDENCY RATIO)

6
1. SUMBER DAYA PUSKESMAS
A. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia di Puskesmas Bulu untuk membantu upaya
pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut:

ANALISA DATA KESEHATAN


1. Tenaga Kesehatan
Data ketenagaan dalam wilayah kerja Puskesmas Bulu th. 2019

TENAGA KEKURANGAN
NO JENIS TENAGA KET KET
YG ADA TENAGA

I PUSKESMAS INDUK

1. Dokter
2
2. Dokter Gigi -
2
3. Sarjana/Sarjana Muda

- SKM
1
- AKPER
4
- APK/AKL
1
-AKZI
1
4. Bidan
3
5. Perawat Kesehatan (SPK) -
6. Perawat Gigi 1
7. Sanitarian (SPPH) -
8. Pembantu Ahli Gizi -
(SPAG)
9. Tenaga Laboratorium 1 Am.AK
(SMAK)
10 Pengelola Obat (SMP 1 Asisten
/terlatih) Apoteker
11. Pembantu Perawat / bidan
1 cleaning
12. Lain – lain 5 2 Staf 2
service, 1 penjaga
administrasi,
malam
1 SS sopir, 1
SS Akuntan,
1 SS
promkes
II Puskesmas Pembantu
1. Perawat Kesehatan / -
bidan
-
2. Pembantu
III. Bidan di Desa
1. Bidan 17 2 Untuk desa
Bansari, dan
Desa Putat

7
Masalah yang dihadapi dalam hal ketenagaan adalah kurangnya tenaga
administrasi, dokter umum, perawat, petugas promkes, petugas rekam medis,
bendahara, dan kebersihan. Upaya pemenuhan kebutuhan adalah melalui
pengusulan penambahan sumber daya manusia sesuai kebutuhan dan
kualifikasi pendidikan ke Dinas Kesehatan Kab. Temanggung tiap tahunnya

2. Fasilitas Kesehatan.

a. Puskesmas Induk = 1 buah


b. Puskesmas Pembantu = 2 biah
c. Polindes = 6 buah.
d. PKD = 13 buah
e. BPM = 19 buah

No. Jenis Penyakit Jumlah Kasus


1 ISPA 93
2 Diare 25
3 Infeksi Saluran Bawah Nafas 72
BAYI 4 Typhoid 163
5 Scabies 241
6 Infeksi kulit 126

ANAK BALITA 1 ISPA 101


2 Diare 68
3 Infeksi saluran bawah nafas 68
4 Typhoid 178
5 Scabies 213
6 Infeksi Jamur. 154

1 ISPA 1025
2 Diare 114
3 Infeksi saluran bawah nafas 655
4 Typhoid 901
UMUM 5 Scabies 776
6 Infeksi kulit 385
7 Reumatik 1808
8 Tukak Lambung 1283
9 Hypertensi 1048
10 Gigi 1255
3. Penyakit terbanyak.

8
B. Sarana dan prasarana
Sarana dan prasarana pendukung pelayanan kesehatan di Puskesas Bulu
adalah sebagai berikut :
1. Transportasi.
Kondisi jalan yang menuju keseluruh desa di Kecamatan Bulu meski
belum seluruhnya beraspal namun pada umumnya dapat dilalui dengan
kendaraan roda 4, walau keadan hujan sekalipun.
Kendaraan angkutan umum yang digunakan dijalan raya / jalan
Kabupaten antara lain Colt dan untuk jalan kedesa menggunakan Colt dan
Ojek roda dua.
Adapun jarak Puskesmas Bulu ke Desa terjauh 11 km lama ditempuh
setengah jam, untuk Ibukota Kabupaten lama dengan jarak 4 km lama
ditempuh setengah jam, sedangkan untuk jarak Ibu kota Propinsi 90 km,
lama ditempuh 2 jam.

2. Sarana Komunikasi dan Informasi.


Wartel ada 4 buah.

3. Sarana Pendidikan
- Taman Kanak kanak = 26 buah
- SD Negeri / MI = 35 buah
- SMP Negeri/MI = 3 buah
- SMP Swasta = 3 buah.
- SMA Negeri/Swasta = -

4. Sarana/Lembaga Ekonomi, tempat ibadah :

 Jenis dan jumlah sarana ekonomi yang ada.


- Pasar = 1 buah
- Perbankan = 2 buah
-KUD = 1 buah

 Tempat Ibadah yang ada.


- Masjid = 59 buah
- Mushola = 86 buah
- Gereja = 1 buah
- Wihara = 1 buah.

C. OBAT DAN BAHAN HABIS PAKAI

9
Pengadaan obat dan bahan habis pakai menginduk pada Instalasi
Farmasi di Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung.

D. PERALATAN
Pemenuhan dan pengadaan peralatan kesehatan berasal dari Dinas
Kesehatan Kabupaten (APBD II) dan kapitasi BPJS.

E. PEMBIAYAN
Sumber pembiayaan puskesmas di kabupaten Temanggung ada 3 yaitu:
a. APBD II (Penerimaan dan belanja rutin)
b. DAK Non Fisik (BOK)
c. Kapitasi BPJS
Dalam pengelolaannya mengikuti peraturan daeerah dan masih
menginduk pada Dinas Kesehatan Temanggung
Tabel 3.1. Pembiayaan Kesehatan di Puskesmas Bulu Tahun 2018

Pendapatan
Realisasi Penyerapan
No Sumber Biaya Puskesmas
Belanja (%)
(Penerimaan)
1 Jasa layanan yang bersumber 2 192,448,0
dari masyarakat 68,324,581 00 71.72
2 Jasa layanan yang ditanggung 15,880,
Pemda 41,470,000 000 38.29
3 84,200,
Non Kapitasi 87,360,000 000 96.38
4 1,6 1,902,969,0
Kapitasi JKN 18,568,500 00 117.57
5 6 583,278,0
BOK 56,356,000 04 88.87
6 Lain lain pendapatan BLUD yang 20,104,
syah 19,800,000 686 101.54
J U M LAH 2,6 2,798,879,6
91,879,081 90 103.97
* Untuk belanja dari alokasi retribusi& tindakan sebagian ada di Dinas
Kesehatan

Grafik.3.1. Persentase Pendapatan ( Penyerapan )


di Puskesmas Bulu tahun 2018.

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa serapan tertinggi pada dana
Kapitasi BPJS dengan tingkat serapan 117,57%
10
Grafik.3.2. Persentase Pendapatan Anggaran
di Puskesmas Bulu Tahun 2018.

Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa 60,13% atau sebesar Rp.
1.618.568.500 pendapatan Puskesmas berasal dari Kapitasi BPJS dengan
tingkat penyerapan 117.57%.

F. PERAN SERTA MASYARAKAT

Peran serta masyarakat sangat penting dalam mewujudkan derajat


kesehatan masyarakat dan kemampuan masyarakat untuk menolong diri sendiri
dalam bidang kesehatan. Peran serta masyarakat dalam bentuk Upaya
Kesehatan Berbasis Masyarakat ( UKBM ) yang dikelola oleh kader kader
kesehatan, dan juga adanya peran serta tokoh masyarakat.
Pada tabel dibawah ini dapat dilihat tingkat keaktifan kader dari UKBM
yang ada di Masyarakat.
86 Posyandu yang ada tingkat keaktifan kader mencapai 100%,
Sedangkan untuk kader posyandu Lansia dengan tingkat keaktifan 100%.

Tabel 3.2 : Peran Serta masyarakat di Wilayah Puskesmas Bulu Tahun 2018

No Jumlah Kader Dukun Bayi Tokoh Masyarakat Ket.

11
Jumlah
Kelurahan / Dilati Dilati Dilati
Posyan Aktif % Aktif % Aktif %
Desa h h h
du
1 Bulu 4 31 31 100% 2 2 100%
2 Tegallurung 2 12 12 100% 3 3 100%
3 Campursari 7 35 35 100% 1 1 100% 2 2 100%
4 Gandurejo 9 45 45 100% 2 2 100% 0 0
5 Tegalrejo 2 10 10 100% 2 2 100%
6 Gondosuli 5 25 25 100% 2 2 100% 3 3 100%
7 Putat 5 25 25 100% 1 1 100%
8 Ngimbrang 1 8 8 100% 1 1 100% 3 3 100%
9 Danupayan 6 30 30 100% 0 0
10 Mondoretno 5 25 25 100% 2 2 100%
11 Pandemulyo 11 55 55 100% 2 2 100% 0 0
12 Pasuruhan 3 18 18 100% 3 3 100%
13 Pakurejo 4 20 20 100% 1 3 3 100%
14 Malangsari 3 15 15 100% 1 1 100%
15 Pagergunung 4 20 20 100% 1 1 100% 0 0
16 Wonosari 4 20 20 100% 1 1 100% 3 3 100%
17 Bansari 4 20 20 100% 1 0 0
18 Wonotirto 4 20 20 100% 2 2 100% 1 1 100%
19 Pengilon 3 18 18 100% 0 0
JUMLAH 86 452 452 100% 14 14 100% 29 29 100%

Tabel 3.3 Data Sarana pendidikan Sekolah Dasar di Wilayah Puskesmas Bulu Tahun
2018

12
Jumlah
Guru
JUMLAH TOTAL Kader Ket
NO NAMA SD UKS
UKS/Dokcil

L P JML
1 SDN BULU 121 96 217 33 1
2 MI BULU 52 31 83 12 1
3 SDN Tegallurung 43 39 82 12 1

13
4 MI Tegallurung 46 30 76 11 1
5 SDN Campursari 80 53 133 20 1
6 SD Muhammadiyah 387 361 748 112 1
7 SD Santa Maria 64 56 120 18 1
8 SDN Gandurejo 1 134 111 245 37 1
9 SDN Gandurejo 2 96 82 178 27 1
10 SDN Gandurejo 3 40 38 78 12 1
11 SDN Tegalrejo 84 86 170 26 1
12 SDN Gondosuli 1 82 73 155 23 1
13 SDN Gondosuli 2 42 51 93 14 1
14 MI Gondosuli 167 151 318 48 1
15 SDN Ngimbrang 124 118 242 36 1
16 SDN Danupayan 77 65 142 21 1
17 MI Danupayan 44 46 90 14 1
18 SD Mondoretno 80 57 137 21 1
19 SDN Pandemulyo 104 77 181 27 1
20 MI Pandemulyo 71 57 128 19 1
21 SDN Pasuruhan 72 59 131 20 1
22 MI Pasuruhan 101 99 200 30 1
23 SDN Pakurejo 54 42 96 14 1
24 MI Pakurejo 59 78 137 21 1
25 SDN Malangsari 34 16 50 8 1
26 MI Malangsari 60 49 109 16 1
27 SDN Pagergunung 1 82 58 140 21 1
28 SDN Pagergunung 2 54 68 122 18 1
29 SDN Wonosari 120 107 227 34 1
30 SDN Bansari 1 89 79 168 25 1
31 SDN Bansari 2 69 80 149 22 1
32 SDN Wonotirto 1 75 63 138 21 1
33 SDN Wonotirto 2 57 82 139 21 1
34 SDN Wonotirto 3 69 77 146 22 1
35 SDN Pengilon 44 14 58 9 1

Tabel 3.4 Data Sarana Pendidikan Menengah Pertama di Wilayah Puskesmas Bulu
Tahun 2018

Jumlah
Guru
JUMLAH TOTAL Kader Ket
NO NAMA SMP UKS
UKS/Dokcil

L P JML
1 SMP N I BULU 271 213 484 72 1
2 SMP N II BULU 109 121 230 34 1
3 SMP N III BULU 101 104 205 30 1
4 MTS MIFTAHUL HUDA 116 109 225 33 1

14
5 SMP EYZZUL M 76 68 144 21 1

Tabel 3.5 Data Sarana Pendidikan Menengah Pertama di Wilayah Puskesmas Bulu
Tahun 2018

Jumlah
Guru
JUMLAH TOTAL Kader Ket
NO NAMA SMA UKS
UKS/Dokcil

L P JML
1 MA Miftahul Huda 57 61 118 17 1
2 SMK Eyzzul M 66 57 123 18 1

15
G. DATA KESEHATAN LINGKUNGAN

Tabel. 3.4. Cakupan Kegiatan Penyehatan Lingkungan di Puskesmas Bulu Tahun 2018.

Pddk Cakupan
Proporsi RT dg RT dg
dgn akses Desa akses akses air
berkelanjutan melaksanakan rumah sanitasi Sanitasi bersih
terhadap STBM sehat layak SPAL TTU yang layak
sanitasi TPUM memenuhi (jamban memenuhi memenuhi di Desa
NO Desa dasar sehat syarat sehat) syarat syarat perkotaan ODF
1 Bulu 63.20 100.00 100.00 94.58 80.00 86.30 87.50 100.00 0.00
2 Tegallurung 60.30 100.00 100.00 76.24 62.50 71.70 100.00 100.00 0.00
3 Campursari 73.10 100.00 85.70 94.22 80.20 81.10 80.00 100.00 0.00
4 Gandurejo 59.90 100.00 50.00 69.27 76.60 69.10 60.00 100.00 0.00
5 Tegalrejo 85.60 100.00 0.00 80.43 82.80 88.50 66.70 100.00 0.00
6 Gondosuli 78.00 100.00 20.00 78.13 76.20 86.80 71.40 100.00 0.00
7 Ngimbrang 87.50 100.00 71.40 87.50 91.60 90.90 100.00 100.00 0.00
8 Putat 62.80 100.00 78.40 65.40 81.60 100.00 100.00 0.00
9 Danupayan 66.40 100.00 75.00 76.51 85.40 84.20 100.00 100.00 0.00
10 Mondoretno 70.60 100.00 100.00 86.61 82.70 84.70 80.00 100.00 0.00
11 Pandemulyo 65.90 100.00 79.19 76.60 76.10 69.20 100.00 0.00
12 Pasuruhan 74.10 100.00 60.00 81.68 79.10 75.40 100.00 100.00 0.00
13 Pakurejo 63.00 100.00 80.24 80.20 76.40 100.00 100.00 0.00
14 Malangsari 100.00 100.00 100.00 82.33 100.00 82.70 100.00 100.00 100.00
15 Pagergunung 83.10 100.00 100.00 77.14 85.40 80.60 100.00 100.00 0.00
16 Wonosari 76.40 100.00 95.60 82.40 72.50 100.00 100.00 0.00
17 Bansari 77.50 100.00 0.00 74.71 76.50 66.90 60.00 100.00 0.00
18 Wonotirto 71.80 100.00 71.27 77.40 67.90 66.70 100.00 0.00
19 Pengilon 60.60 100.00 86.81 65.90 63.20 100.00 100.00 0.00

16
H. JADWAL PELAYANAN KESEHATAN
1. Puskesmas Induk
JADWAL PELAYANAN PUSKESMAS BULU

JENIS PELAYANAN
NO PELAYANAN HARI
1. KLINIK UMUM Senin s/d Sabtu
2. KLINIK GIGI Senin s/d Sabtu
3. KLINIK KIA
 HAMIL Senin s/d Sabtu
 KB Senin
 IMUNISASI Selasa
 KLINIK ANAK Senin s/d Sabtu
4. KLINIK REMAJA Senin s/d Sabtu
5. KONSULTASI GIZI Senin
6. KONSULTASI KESEHATAN LINGKUNGAN Senin & Kamis
7. KLINIK PARU Senin & Rabu
8. LABORATORIUM Senin s/d Sabtu
9. APOTIK Senin s/d Sabtu

JAM PLAYANAN
HARI JAM
Senin s/d Kamis 08.00-13.00 WIB
Jumat 08.00-10.30 WIB
Sabtu 08.00-12.00 WIB

2. Puskesmas Pembantu / PKD / Posyandu

JADWAL PELAYANAN POS KESEHATAN DESA


1. PKD BULU Setiap hari kamis
2. PKD TEGALLURUNG Setiap hari kamis
3. PKD CAMPURSARI Setiap hari jumat
4. PKD GANDUREJO Setiap hari senin dan kamis
5. PKD TEGALREJO Setiap hari selasa dan kamis
6. PKD NGIMBRANG Setiap hari senin dan kamis
7. PKD PUTAT Setiap hari senin dan kamis
8. PKD DANUPAYAN Setiap hari rabu dan kamis
9. PKD MONDORETNO Setiap hari selasa dan kamis
10. PKD PASURUHAN Setiap hari senin dan kamis
11. PKD PAKUREJO Setiap hari senin dan kamis
12. PKD MALANGSARI Setiap hari rabu dan jumat
13. PKD PAGERGUNUNG Setiap hari senin dan rabu
14. PKD WONOSARI Setiap hari senin dan rabu
(kecuali minggu I POSYANDU)
15. PKD BANSARI Setiap hari selasa dan kamis
16. PKD WONOTIRTO Setiap hari senin dan rabu
17. PKD PENGILON Setiap hari senin dan kamis

17
NAMA DAN JADWAL POSYANDU WILAYAH PUSKESMAS BULU
TAHUN 2018

JADWAL
NO NAMA DESA NAMA POS PELAKSANAAN
POSYANDU
1 Bulu 1 Wolodono Selasa I
2 Menayu Selasa II
3 Tegaljoho Selasa III
4 Bulu Selasa IV

2 Tegalurung 5 Jetis Rabu II


6 Tegalurung Rabu III

3 Campursari 7 Sejayan I Kamis I


8 Sejayan II Kamis I
9 Gregesan Rabu II
10 Watukarung Rabu II
11 Sewatu Rabu III
12 Tegalsari Rabu IV
13 Dalangan Rabu IV

4 Gandurejo 14 Tompak Selasa I


15 Bebengan Rabu I
16 Luwiyan Selasa II
17 Jambon I Rabu II
18 Jambon II Rabu II
19 Kusikan Selasa III
20 Limbangan Selasa III
21 Sanggen Rabu III
22 Kalisat Jum'at III

5 Tegalrejo 23 Jolopo Senin II


24 Krasak Senin III

6 Gondosuli 25 Gondosuli Rabu I


26 Salakan Rabu II
27 Ngadisari Rabu III
28 Purwosari Rabu IV
29 Plebengan Rabu IV

7 Ngimbrang 30 Kauman Selasa I


31 Gokerten Jumat II
32 Karang Wetan Selasa II

18
33 Jetis Tanggal 15
34 Karang Lor Selasa III

8 Putat 35 Putat tanggal 20

9 Danupayan 36 Pare Kamis I


37 Danupayan II / Gowo tanggal 7
38 Kintelan tanggal 10
39 Danupayan I Tanggal 14
40 Kampir tanggal 20
41 Jurang tanggal 22

10 Mondoretno 42 Depok Sabtu I


43 Jojogan Senin II
44 Sayangan Sabtu II
45 Semondo Senin III
46 Cluluk Sabtu III

11 Pandemulyo 47 Mulyo Tanggal 1


48 Somokaton Tanggal 2
49 Krembyangan Tanggal 3
50 Kemalangan Tanggal 4
51 Tangkil Tanggal 5
52 Kuncen Tanggal 6
53 Celengan Tanggal 7
54 Papringan Tanggal 8
55 Diwek Tanggal 9
56 Mangir Tanggal 10
57 Pandean Tanggal 11

12 Pasuruhan 58 Sosoran tanggal 16


59 Banyuurip tanggal 21
60 Papringan tanggal 22
Gandon Jumat 2

13 Pakurejo 61 Pagutan Rabu I


62 Gemawang Rabu II
63 Kuwon Rabu III
64 Jurang Rabu IV

14 Malangsari 65 Tegalsari Selasa I


66 Reban Selasa II
67 Padangan Selasa III

15 Pagergunung 68 Tlodas Selasa I


69 Cepit Selasa II
70 Pongangan Selasa III
71 Petiran Selasa IV

16 Wonosari 72 Dukuh Senin I


73 Dayohan Selasa I
74 Jekaton Rabu I
75 Coyo Kamis I
17 Bansari 76 Balong Rabu I
77 Prangkokan Rabu II
19
78 Gedangan Rabu III
79 Ndari Rabu IV

18 Wonotirto 80 Tritis Selasa I


81 Kwadungan Selasa II
82 Wunut Selasa III
83 Grubug Selasa IV

19 Pengilon 84 Jetis Selasa I


85 Mlaran Selasa II
86 Pengilon Selasa III

I. DATA KHUSUS
1. Angka
kematian (Mortalitas)
Angka kematian di suatu daerah dari waktu ke waktu dapat
menggambarkan status kesehatan masyarakat secara kasar, kondisi atau
tingkat permasalahan kesehatan. Selain itu juga dapat dipergunakan sebagai
indikator dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan dan program
pembangunan kesehatan.
a. Angka Kematian Ibu (AKI) : 1 (153,4)
b. Angka Kematian Bayi (AKB) : 11 (16,9)
c. Angka Kematian Balita (AKABA) : 13 (19,9
d. Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate) : 6,99

Tabel.3.5. Data Kematian Di Puskesmas Bulu tahun 2018

Jenis Kelamin Kelompok Usia


No Penyebab Kematian Usia Jumlah
Laki2 Perempuan Bayi 0 -1 Balita PUS Lansia
Sekolah

1 Stroke 18 20 4 34 38

2 Ca 3 2 5 5

3 Ca mamae 2 1 1 2

4 Ca paru 1 1 2 2

5 Ca usus 1 1 2 2

6 Ca otak
7 Ca rongga mulut
8 Ca KGB
9 Ca Serviks
10 DM Komplikasi 2 10 12 12

11 Lansia / jompo 49 50 99 99

12 Hipertensi 5 3 8 8

13 KP/ Paru-Paru 2 2 2

14 Melahirkan 1 1 1

15 TBC 2 1 2 1 3

16 Jantung 25 15 10 30 40

20
17 Komplikasi 6 5 11 11

19 K.L.L 2 2 1 1 2 4

20 Prematur 1 1 1

21 IUFD
22 Asma 4 3 7 7

23 Anemia
24 Kecelakaan 1 2 1 2 3

25 Maningitis 1 1 1

27 Lahir Mati 8

28 Cerosis hepatis 2 3 3 2 5

29 Gagal ginjal 6 3 4 5 9

30 Radang sal. Cerna


31 Syaraf
32 Cacat bawaan 2 2

33 AMI 1 1 1

34 Tumor 1 1 2 2

35 Decomp Kords 1 1 2 2

36 Post op hernia
37 ISK
38 PJB
39 Tetanus
40 Diare
41 Stress 1 3 3 1 4

42 Leukimia
JUMLAH 264

2. Angka
Kesakitan (Morbiditas)
Angka kesakitan (morbiditas) adalah keadaan sakit, terjadinya penyakit
atau kondisi yang mengubah kesehatan dan kualitas hidup. Morbiditas
merupakan angka kesakitan baik insiden maupun prevalensi dari suatu
penyakit. Angka morbiditas menggambarkan kejadian penyakit dalam suatu
populasi pada kurun waktu tertentu, yang mencerminkan situasi derajat
kesehatan masyarakat yang ada didalamnya.
Selain itu, tingkat morbiditas penyakit menular tertentu yang terkait
dengan komitmen internasional senantiasa menjadi sorotan dalam
membandingkan kondisi kesehatan antar negara.
Berikut adalah persentase 10 penyakit terbanyak berdasarkan kunjungan
pasien ke puskesmas Bulu pada tahun 2018

21
Grafik 3.3. Persentase10 Penyakit Terbanyak Berdasarkan Kunjungan
Di Puskesmas Bulu Tahun 2018

Dari Gambar diatas, dapat dilihat bahwa penyakit tidak menular masih
mendominasi di masyarakat wilayah Puskesmas Bulu jika dilihat dari laporan
kunjungan ke puskesmas dalam setahun terakhir. Namun jika dilihat dari
persentasinya, yang paling besar adalah ISPA, diikuti oleh hipertensi dan
Diabetes Melitus

3. Status Gizi
a. Gizi buruk : 0,6
b. Gizi kurang : 5,7
c. BBLR : 4,2
d. Bumil KEK : 10.9

22
Tabel. 3.6.Data kunjungan di Puskesmas Bulu Tahun 2018.

REALISASI KUNJUNGAN PUSKESMAS DAN JARINGANNYA BERDASARKAN JENIS PELAYANAN


TAHUN 2018
JENIS KUNJUNGAN DAN PEMBIAYAAN
KUNJUNGAN
JENIS Total B Total L TOTAL
NO UMUM BPJS JKT
PELAYANAN
B L JML B L JML B L JML
L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P
1 2 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44
1 BP 1580 2713 943 1710 2523 4423 1586 2763 2316 4331 3902 7094 135 431 86 171 221 602 3301 5907 3345 6212 6646 12119
2 GIGI MULUT 418 1189 117 167 535 1356 291 446 157 322 448 768 3 8 1 0 4 8 712 1643 274 489 986 2132
3 KIA/ KB 1064 2079 126 328 1190 2407 212 1143 50 383 262 1526 63 139 3 6 66 145 1339 3361 179 717 1518 4078
4 IMUNISASI 384 380 27 23 411 403 18 27 5 2 33 29 33 36 1 0 34 36 435 443 33 25 468 468
5 CATEN 337 343 3 22 340 365 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 337 343 3 22 340 365
6 KIR DOKTER 254 296 39 46 293 342 0 2 1 1 1 3 0 0 0 0 0 0 254 298 40 47 294 345
7 LABORATORIUM 194 513 56 186 250 699 84 264 169 456 253 720 0 1 0 0 1 1 278 778 225 642 503 1420
8 HAJI 47 54 40 54 87 108 2 4 7 12 9 16 0 0 0 0 0 0 49 58 47 66 96 124

JUMLAH 4279 5468 1351 3496 5630 8964 2193 4649 2705 5507 4898 10156 234 615 91 177 325 792 6706 10732 4147 9180 10853 19912

9 RUJUKAN 22 43 21 40 43 83 132 189 264 360 396 549 8 13 2 8 10 21 162 245 287 408 449 653
GANGGUAN
10 3 3 1 12 4 15 9 23 55 69 64 92 0 1 1 0 1 1 12 27 57 81 69 108
JIWA
11 RAWAT INAP 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

23
BAB IV
CAPAIAN UPAYA KESEHATAN PUSKESMAS BULU
TAHUN 2018

A. UPAYA KESEHATAN WAJIB


1. KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) SERTA KB
Pelaksanaan kegiatan KIA di Puskesmas Bulu pada tahun 2018 berupa
promotif, preventif dan kuratif. Pelayanan dilaksanakan di Puskesmas dan
jaringannya serta di posyandu maupun di desa. Kegiatan antara lain:
pemeriksaan kehamilan, persalinan, MTBM, MTBS, penyuluhan baik ke
masyarakat maupun informasi ke kader kesehatan. Berbagai usaha terus
dilakukan untuk menekan AKI dan AKB, dengan terobosan-terobosan di
tingkat kabupaten seperti Kelas Ibu Hamil, Kelas Ibu Balita, pemasangan
Stiker P4K dll.

Grafik 4.1. Cakupan Layanan Kesehatan Ibu


Di Puskesmas Bulu Tahun 2018

Pelayanan kesehatan ibu rata – rata sudah baik. Kunjungan bumil K1


sesuai sasaran riil mencapai 100%, namun K4 baru mencapai 89.2% karena
Persalinan prematur dan pindah tempat tinggal diluar Kecamatan Bulu.

24
Persalinan ada sebanyak 658, semua oleh tenaga kesehatan dengan 1
orang bersalin di rumah. Ada 1 kematian bulin karena perdarahan.
Grafik 4.2. Cakupan Imunisasi Tetanus Toksoid
Puskesmas Bulu tahun 2018

Dari grafik diatas dapat diketahui bahwa cakupan imunisasi tetanus


toksoid untuk ibu hamil adalah 89,2% hal ini sesuai dengan jumlah
kunjungan K4 yang sudah dibahas sebelumnya bahwa memang cakupan
kunjungan K4 belum memenuhi standar karena memang belum mencapai
umur K4.

25
Grafik 4.3. Cakupan Pemberian Tablet Tambah Darah
Puskesmas Bulu tahun 2018

Dari grafik diatas dapat diketahui bahwa cakupan pemberian tablet


tambah darah pada tahun 2018 untuk cakupan Fe 1 sudah memenuhi 100%,
akan tetapi untuk pemberian Fe 3 masih 89,2% hal ini sesuai dengan
cakupan kunjungan K4.

Grafik 4.4 Data Kematian (Mortalitas) Tahun 2018

26
DI Tahun 2016 dan tahun 2018 tidak terjadi peningkatan dan di tahun
2018 kematian bayi terjadi peningkatan dikarenakan kelahiran prematur
kelainan kongenital. Kematian balita juga terjadi peningkatan yang signifikan
dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2018. Dengan demikian AKB
Puskesmas Bulu senilai 16,9 termasuk kriteria tinggi, tidak memenuhi target
kabupaten < 11, di tahun 2018 Puskesmas Bulu untuk kematian ibu masih
berada di mapping merah dikarenakan masih ada kematian ibu meskipun
jumlah kasusnya sudah menurun.

Grafik 4.5 : Persentase Peserta KB Aktif


Puskesmas Bulu tahun 2018

Akseptor KB aktif di puskesmas Bulu sudah mencapai 87,32% dari


target SPM 80%. Peserta KB sebanyak 7688 orang.

27
Grafik 4.6 Jenis Pelayanan Keluarga Berencana ( KB)
Puskesmas Bulu Tahun 2018

Urutan pemakaian alat kontrasepsi terbanyak adalah suntik 50 %


Implant 21%, IUD 16 %, Pil 5%, MOW 6%, kondom 2 %, dan MOP 0%.
Tidak ada kegagalan KB atau Drop-out kb di tahun 2018.
Meski secara keseluruhan pencapaian di bidang KIA/ KB baik dan
hampir semua memenuhi target, namun masih terjadi kematian neonatal,
bayi lahir mati yang cukup tinggi, serta meningkatnya faktor-faktor resiko
yang mengikuti seperti meningkatnya kasus bumil risti (utamanya faktor
umur, KEK, penyakit penyerta), dan kecenderungan pernikahan muda
akibat KTD / ibu hamil remaja. Dari banyaknya kasus dan berdasarkan
prioritas masalah maka langkah yang direncanakan untuk meminimalkan
kasus dan meningkatkan / mempertahankan cakupan pencapaian kegiatan
adalah sebagai berikut:

28
 Penjaringan ibu hamil resti
 Validasi dan analisa data
 Peningkatan kualitas pelaksanaan kelas ibu hamil dan kelas ibu
balita
 Peningkatan kondisi gizi mikro bumil - bufas
 Peningkatan kualitas KIE
 Penyuluhan reproduksi sehat
 Peningkatan pembinaan reproduksi remaja
 Refreshing materi KIA dan penanganan APN bagi bidan dan
Pembina wilayah
 Peningkatan / Refreshing ilmu tenaga kesehatan
 Peningkatan strata P4K dan penyuluhan tiap desa
 Penggalakan dan pemantauan desa siaga
 Refreshing kader posyandu/kesehatan
 Peningkatan supervisi suportif
 Peningkatan kerjasama lintas program dan lintas sektoral

2. UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT

Perbaikan Gizi masyarakat di Puskesmas Bulu meliputi upaya promotif,


preventif dan kuratif baik melalui kegiatan di dalam maupun di luar gedung.
Kegiatan di dalam gedung di antaranya : Konseling, Koordinasi Lintas
Program dan sektoral, pelatihan/ refreshing petugas maupun kader. Kegiatan
di luar gedung meliputi : Penyuluhan, Kunjungan rumah, Pembinaan
Pemantauan dan Koordinasi dengan sektor lain, distribusi PPG dan PMT.
Pencapaian kegiatan gizi semua sudah di atas target SPM 80%. Distribusi
PPG dan PMT sudah sesuai sasaran, seperti vit.A untuk bayi, Balita dan
Bufas. Pemberian Fe untuk Bumil dan Bufas. Untuk PMT susu diberikan
untuk Balita gizi buruk, gizi kurang dan Bumil KEK. Sedangkan untuk Biskuit
diberikan untuk anak-anak BGM. Pada kunjungan posyandu dicapai Tingkat
Partisipasi Masyarakat ( D/S ) 89,73%. N/D mencapai 72,70% sekalipun
untuk N/S hanya mencapai 65,23%.

29
Grafik 4.7. Ditribusi Vitamin A Pada Bayi
di Puskesmas Bulu Tahun 2018

Dari grafik diatas dapt dilihat untuk distribusi Vit A pada bayi usia 6 – 11
bulan, cakupan 100%, sedangkan vit usia A 12-59 bulan 100%

30
Grafik.4.5 Pelayanan Kesehatan Balita di Puskesmas Bulu Tahun 2018.

Cakupan balita mendapat pelayanan sudah mencapai 89,73%, namun


demikian masih dilihat cakupan D/S desa Ngimbrang dan Malangsari baru
mencaapai 75% dan desa Putat dan tegalrejo yang cakupan D/S mencapai
100%. Masih dijumpai balita dengan status BGM sebanyak 1,01%, dimana
persentase teringgi ditemui di desa Pengilon 3.64%
Pemberian ASI Ekslusif mencapai 83.17%. Untuk Konsumsi Garam
beryodium mencapai 100%. Prevelansi GAKY TGR pada bayi baru lahir
tidak ada. Hasil survey kadarzi berada di angka 82.66% menunjukkan

31
masyarakat Bulu cukup sadar akan gizi, meskipun kurang dapat
menggambarkan kondisi riil karena angka ini merupakan hasil wawancara.
Sekalipun program terlihat sudah berjalan baik, namun masih banyak
ditemukan masalah-masalah di bidang gizi, seperti adanya Bumil KEK 121
dr bumil riil 749 bumil, balita gizi buruk 2 balita, BBLR 55 bayi,BGM 32 balita.
Penyakit-penyakit gizi sangat berpengaruh terhadap perkembangan bumil
dan bayinya, serta dapat membawa ke masalah - masalah baru seperti
meningkatnya kasus risti Bumil, bayi BBRL, prematur, kecacatan dll.
Perubahan kebiasaan/ perilaku serta pengaruh adat/ kebiasaan memerlukan
kesabaran dan usaha terus-menerus. Penyelesaian masalah gizi haruslah
melibatkan Lintas Program dan Lintas Sektor terkait guna pembahasan yang
lebih mendalam.

3. PELAYANAN PENGOBATAN DASAR DAN RUJUKAN


Salah satu fungsi dari Puskesmas adalah pemberian pengobatan dasar
kepada pasien serta mendata jumlah penduduk yang mengalami gangguan
kesehatan pada penduduk suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu.
Pelayanan di poli umum Puskesmas Bulu antara lain adalah pelayanan
gawat darurat, pengobatan dasar, pengobatan pada gangguan jiwa,
pelayanan rujukan dan sebagainya. Saat ini pelayanan di poli umum dilayani
oleh 1 dokter umum dan 5 perawat yang bergantian piket jaga tiap harinya.

Grafik.4.6 Jenis Kunjungan dan pembiayaan


di Puskesmas Bulu tahun 2018

32
Jumlah kunjungan total 31434 dgn jumlah total kunjungan baru laki
6732 dan Perempuan 12325 Dari total kunjungan. Kunjungan di BP umum
sebanyak 18765, klinik gigi dan mulut 3119, klinik KIA KB 5596, imunisasi
946, caten 705, kir dokter 639, laboratorium 1924, haji 220, rujukan 1102 dan
gangguan jiwa sebanyak 177.

4. PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT


Pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas berupa pelayanan
rawat jalan. Di Puskesmas Bulu pada tahun 2018, jumlah kunjungan total
pasien rawat jalan adalah 1602 orang atau sekitar 3 % dari jumlah
penduduk. Jumlah kunjungan baru 1106 orang atau 2,27% dari jumlah
penduduk. Berdasar kasus, kasus kelainan gusi dan periodontal yang
terbanyak (689 kasus), baru disusul kelainan pulpa (488), caries (404),
persistensi (300), abses (233) dan lain-lain 186 kasus. Kunjungan luar
daerah berkisar 36,13%. Berdasarkan letak geografi dan pola demografi
terlihat bahwa kesadaran masyarakat untuk melakukan perawatan gigi mulut
cukup tinggi.

Grafik.4.9. Distribusi Penyakit Kunjungan Bp Gigi


di Puskesmas Bulu Tahun 2018

33
Grafik. 4.8. Sepuluh Besar Penyakit Tidak Menular
di Puskesmas Bulu Tahun 2018

34
Dari Grafik diatas dapat dilihat bahwa kunjuangan pasien dengan ISPA
menempati urutan terbesar untuk penyakit Tidak menular yaitu 439 pasien.
Sedangkan persentase terkecil adalah Mialgia sebanyak 28 kasus
Dalam beberapa tahun terakhir nampak peningkatan jumlah penyakit
kronis, yang mungkin dapat disebabkan beberapa faktor sbb:
1. Pola / gaya hidup masyarakat
2. Tingkat kesadaran masyarakat akan kebutuhan kesehatan
3. Masalah kebutuhan hidup / stres
Selama kurun waktu tahun 2018 BP Umum Bulu mengadakan program
prolanis bagi peserta BPJS fokus pada penderita hipertensi dan DM tanpa
komplikasi sedangkan untuk penyakit kronis lain masih merujuk ke RS.
Untuk kunjungan jiwa masih sangat kurang dari target yaitu hanya
mencapai 3% dari jumlah kunjungan. Selama ini pencatatan baru dilakukan
pada kunjungan berobat / rujukan di dalam gedung, belum dilakukan
program khusus pembinaan kesehatan jiwa.

5. PENGENDALIAN PENYAKIT
a. Penyakit Bersumber Binatang
1) Pemberantas
an Penyakit
Malaria
2) Pemberantas
an Penyakit
Demam
Berdarah
Dengue
(DBD)
Pada tahun 2018 penderita DBD ada 10 orang, sehingga Incident
rate DBD mencapai 131,6 jauh di atas target <20, dengan CFR 0 atau
tidak ada angka kematian akibat DBD. Semua sudah tertangani di RS.
Wilayah Puskesmas Bulu merupakan daerah endemis DBD dan
sudah dengan status endogenus (penularan setempat), dengan
demikian perlu dilakukan pengendalian dan pengawasan secara
kontinue. Pemantauan jentik berkala dilakukan secara rutin dengan
melibatkan kader dan masyarakat. Selain itu juga dilakukan

35
pemberantasan sarang nyamuk 1 minggu sekali secara rutin. Angka
ABJ tahun ini baru mencapai 90,2 di bawah target 95.

Grafik.4.10. Penemuan Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD)


Di Puskesmas Bulu Tahun 2018

3) Penyakit
Chikunguya,
Filaria, Kusta
Wilayah Puskesmas Bulu bukan merupakan daerah endemis
Chikungunya, Filaria dan Kusta. Dan selama Tahn 2018 tidak
ditemukan kasus pada penyakit penyakit tersebut.

b. Penyakit Menular Langsung


1) Pemberantas
an Penyakit
Tuberkulosis

36
Paru (P2 TB
Paru)

Penyakit TB Paru merupakan salah satu masalah kesehatan


yang utama di dunia, karena menjadi penyebab kematian terbesar ke-
3 di dunia yang dapat menyerang semua golongan umur.
Penemuan BTA positif tahun 2018 dari target 92 orang baru
mencapai 79.1% yaitu sejumlah 51 orang. Grafik diatas menunjukkan
penemuan kasus TB dengan BTA positif di puskesmas yaitu sejumlah
16 orang, sedangkan 35 orang penderita TB dengan BTA positif
lainnya diperoleh dari Rumah sakit sehingga jumlah total penderita TB
dengan BTA positif di Puskesmas Bulu adalah 51 orang. Angka
kesembuhan TB 94,1%.
2) Pemberantas
an Penyakit
Diare
Penemuan penderita diare di Puskesmas Bulu tahun 2018 belum
memenuhi target, angka penemun tingkat Puskesmas sudah
mencapai 80,4%. Seara terperinci dapat dilihat pada grafik per desa
berikut.

37
Grafik.4.11. Angka Penemuan Kasus Diare
di Puskesmas Bulu tahun 2018.

Dari Grafik diats dapat dilihat bahwa angka penemuan kasus


diare tertinggi pada Desa Tegalurung dengan jumlah 280 , sedangkan
paling rendah adalah desa Pandemulyo dengan angka 33 .
3) Pengobatan
Pneumonia.

Dari Penemuan pneumonia masih di bawah target karena


pemeriksa masih banyak yang tidak menghitung nafas pada balita
dengan ISPA. Penemuan pneumonia tertinggi di desa Bulu dan
Gondosuli.

38
4) AFP
Tidak ada kasus
5) Penanganan
HIV AIDS

c. Imunisasi
Program Imunisasi di Puskesmas Bulu pada umumnya sudah baik
karena pencapaian UCI Puskesmas sudah mencapai 100%, walau ada
beberapa penolakan orang tua yang dengan alasan agama), beberapa
anak tidak diimunisasi karena kondisi kesehatan dan menjadi binaan
puskesmas. Semua cakupan sudah di atas target.

39
Grafik. 4.12. cakupan Layanan Imunisasi di Puskesmas Bulu tahun
2018

Untuk hasil program BIAS DT/Td th 2018 di puskesmas Bulu juga


baik, kendala pada penolakan dengan alasan agama. Untuk kendala
tersebut perlu pendekatan dan kerjasama dari lintas sektoral dan
dukungan dari atas, karena kecenderungan penolakan yang semakin
meningkat setiap tahunnya.

6. PENYEHATAN LINGKUNGAN
Kesehatan lingkungan merupakan program wajib di Puskesmas Bulu
yang penting, terutama berkaitan dengan upaya promotif dan preventif.
Puskesmas Bulu hanya memiliki satu orang tenaga sanitasi yang mengelola
bidang Kesehatan Lingkungan dengan wilayah kerja meliputi 19 desa,
sehingga sebagian besar pendataan dilakukan oleh kader kesehatan. Beban
kerja tersebut diharapkan dapat dibagi dengan tenaga kesehatan yang lain
seperti Bidan Desa, Pembina Desa dll agar jangkauan pelayanan dapat
meningkat. Masalah-masalah di bidang kesehatan lingkungan ini sangat
terkait dengan lintas sektor lainnya, sehingga diharapkan kerja sama lintas
sektoral yang lebih baik dan keterpaduan program dalam mengatasi
masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. Tahun 2018 dilakukan inspeksi
sanitasi dasar sebesar 69% dari jumlah KK yang ada, dan hasil 4 indikator
( air bersih, jamban, tempat sampah, spal) prosentasi sehatnya hanya

40
pengelolaan Air yang berada di 91.9% sedangkan lainnya berada di bawah
dari target ( 72.5%). Desa yang melaksanakan sanitasi total berbasis
masyarakat yang ditargetkan 19 desa, masihada 1desa yang belum
melaksanakan, namun belum ada desa yang mencapai predikat Desa STBM
dan Desa ODF.

Grafik. 4.13. Persentase Akses Sarana Sanitasi Dasar


di Puskesmas Bulu Tahun 2018

a. Data Kondisi Sarana Air Bersih


Akses air bersih di wilayah Puskesmas Bulu umumya terdiri dari
Perpipaan / PAM, PDAM, sumur dan mata air. Kondisi sarana air bersih
yang ada di wilayah Puskesmas Bulu sebagian terpengaruh oleh kondisi
cuaca. Jika pada musim kemarau maka debit air akan menurun. Dari
sekitar 12,170 RT yang diperiksa semuanya (100%) memiliki akses
terhadap air bersih. Namun demikian ada sebagian masyarakat (8,1%)
yang memakai sarana air bersih yang belum terpenuhi persyaratan
kesehatannya.
b. Rumah Sehat
Dari 12.073 rumah yang diperiksa, yang memenuhi syarat sehat
sejumlah 9673 rumah (80,12%).

41
c. Cakupan Jamban dan SPAL
Dari sampel jumlah rumah yang diperiksa terlihat cakupan jamban
sehat mecapai 71,9% dan SPAL yang memenuhi syarat sejumlah 77,6%.
Banyak rumah yang memiliki SPAL terbuka . Pada pemakaian jamban
ada kendala pada musim kemarau kurang air, sehingga perlu diwaspadai
penyakit-penyakit yang mungkin timbul.
d. TTU dan TPM
Dari TTU yang diperiksa 100, sudah memenuhi syarat kesehatan
84,0% sedangkan TPM yang ada di wilayah Bulu masih ada yang kurang
memenuhi persyaratan kesehatan (cakupan 76,6%) sehingga perlu
dilakukan penyuluhan dan pembinaan secara terus menerus dan
berkesinambungan.
e. Institusi dibina
Dari 208 institusi yang diperiksa, sudah memenuhi syarat (77,1%).
f. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.
Puskesmas Bulu terdiri dari 19 desa. Dari tahun 2009 – 2018 sudah
ada 7 desa yang mendapatkan program pansimas yaitu desa Malangsari
(2009), Danupayan (2009), Gondosuli, Wonosari (2011) dan Wonotirto
(2011) , Gandurejo dan Mondoretno dimana yang terakhir merupakan
desa Reguler. Dari monitoring sebelum dan sesudah implentasi, terlihat
ada kemajuan dalam perilaku STOP BABS, kebiasaan BAB di jamban
sehat serta kepemilikan jamban sehat. Tahun 2018 desa Malangsari akan
menjadi desa ODF. Kendala umumnya pada debit air yang kecil, di musim
kemarau air tidak mengalir, dan pemeliharaan yang kurang. Jadi secara
keseluruhan sudah 18 desa melakukan STBM sekalipun belum menjadi
desa STBM. Untuk Wilayah Bulu sebagaian besar penduduk
memanfaatkan air perpipaan sebagai sarana air bersih.

7. PROMOSI KESEHATAN, PERAN SERTA DAN PEMBERDAYAAN


MASYARAKAT
Kegiatan promosi kesehatan tahun 2018 di Puskesmas Bulu meliputi
penyuluhan baik di dalam maupun di luar gedung, mengakomodir kegiatan

42
promosi kesehatan, menginventarisasi sarana/media promosi kesehatan
serta melaksanakan pendataan PHBS tatanan Rumah Tangga di 19 desa.
Pelaksanaan kegiatan peran serta dan pemberdayaan masyarakat di
Puskesmas Bulu dapat diwujudkan dalam bentuk Upaya Kesehatan
Bersumber daya Masyarakat (UKBM) sedangkan kegiatannya meliputi:
pemantauan dan pembinaan Posyandu balita di 19 desa sebanyak 86
Posyandu, posyandu lansia sejumlah 40 posyandu, 17 PKD 2 Postu serta 6
Desa Siaga aktif ( Bulu, Tegalrejo, Gandurejo, Danupayan, dan Gondosuli).
Adapun kerja sama lintas sektoral dengan BKBPP untuk BKB, BKR, PIK dan
BKL.
Dalam beberapa tahun terakhir ini juga digalakkan program Desa
Siaga, yang mana intinya adalah pemberdayaaan desa, memandirikan
masyarakat / desa dalam mengatasi masalah kesehatan di desanya masing-
masing, serta meningkatkan peran serta masyarakat di bidang kesehatan. Di
wilayah Puskesmas Bulu, Belum semua desa adalah Desa Siaga Aktif.
Kegiatan Posyandu balita dan posyandu balita sudah berjalan baik
dan tidak ditemukan ada permasalahan. Tahun 2018 ada penambahan 1
(satu) posyandu di kelurahan Bulu sehingga jumlah posyandu di Puskesmas
Bulu menjadi 87 pos. Secara lengkap dapat dilihat pada Grafik berikut :

Grafik 4.12. Strata Posyandu di Puskesmas Bulu tahaun 2018

Hasil pendataan strata Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Bulu


tahun 2018 adalah didapatkan Posyandu Pratama sebanyak 0% 2 Posyandu

43
Madya (2.30%), 10. Posyandu Purnama (11.49%) dan sebagian besar sudah
Posyandu Mandiri 75 pos (86.21%). Posyandu aktif mencapai 98,8% dan
keaktifan kader balita mencapai 95,5%. Semua kader sudah terlatih, dan
secara rutin diadakan rakor dan pembinaan. Desa dengan strata posyandu
Mandiri 100% persen dan tingkat keaktifan 100% yaitu desa bulu dan desa
Tegalrejo, sedangkan wilayah yang masih terdapat posyandu strata pratama
adalah desa . Tingkat keaaktifan posyandu terendah adalah desa Bansari.
Jumlah Polindes / PKD di wilayah kerja Puskesmas Bulu ada 13 PKD
yaitu di desa Danupayan, Ngimbrang, Putat, Malangsari, Wonosari,
Pakurejo, Pengilon, Pasuruhan, Pagergunung, Wonotirto, Tegalrejo,
Gandurejo, Campursari serta 2 pustu di Desa Gondosuli dan Desa
Pandemulyo.
Di desa Mondoretno, Bansari, Bulu, Tegallurung pelayanan kesehatan
masih meminjam bangunan Balai Posyandu Desa dan Gedung PKK Desa.
Diharapkan tahun 2019 dapat dibangun PKD dengan dana APBD / APBDes.
Untuk tahun 2018 desa Mondoretno membangun PKD dengan dana
APBDes. Di semua desa sudah terdapat bidan desa.
Jumlah Pondok Pesantren di wilayah kerja Puskesmas Bulu ada 6
Ponpes yang semuanya membutuhkan pembinaan dan pemantauan. Dua
pondok berupa sekolah (MTs & MAN) sedangkan yang 4 lagi murni pondok
pesantren.
Penyebaran informasi kesehatan di Puskesmas Bulu dilakukan oleh
tenaga kesehatan di Puskesmas, baik melalui Rakor kader, rakor LS,
penyuluhan kelompok di desa maupun sekolah, dll. Penyebaran informasi
menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, diskusi kelompok, bermain
peran, demonstasi dll, dibantu dengan media seperti buku dan leaflet, poster
dsb. Penyuluhan selama tahun 2018 sejumlah 660, dengan prioritas
penyuluhan adalah Napza kurang sedikit dari target 30%.
Hasil Rekapitulasi Pemetaan Rumah Tangga Sehat (PHBS) tahun
2015 mencapai 95,42% (Sehat Utama & Paripurna) sedangkan 3
permasalahan utamanya adalah Tidak Merokok (24,9%), JPK (36,46%) dan
lantai kedap air (62,319%) tidak banyak berbeda dengan tahun lalu.
Adapun penyebab permasalahannya adalah sbb:

44
1. Masyarakat sudah mengerti tentang bahaya merokok, tapi belum bisa
untuk menghentikan kebiasaan merokok maupun menghindari merokok
karena berhubungan dengan adat, kebiasaan dan faktor ekonomi.
2. Masyarakat belum memahami manfaat JPK / BPJS. Dan tidak semua
Kepala Keluarga yang kurang mampu mendapatkan fasilitas BPJS PBI.
3. Kebanyakan lantai dapur masih tanah, di samping faktor ekonomi juga
kesadaran masyarakat tentang pentingnya lantai kedap air masih kurang.

8. PERKESMAS
Pembinaan keluarga risti meliputi kegiatan dalam gedung maupun luar
gedung. Kegiatan yang dilakukan antara lain kunjungan rumah dan
penyuluhan. Adapun sasarannya adalah keluarga/ individu maupun
kelompok dengan bumil risti, bufas risti, bayi balita risti, anak sekolah/
remaja risti maupun keluarga dengan masalah gizi, penyakit menular, usila.
Dalam pelaksanaannya melibatkan lintas program maupun lintas sektoral.

B. UPAYA KESEHATAN TAMBAHAN


1. KESEHATAN LANSIA
Di wilayah Puskesmas Bulu kegiatan Lansia meliputi pemeriksaan di
dalam gedung dan di luar gedung. Di dalam gedung dilaksanakan di
Puskesmas yang pemeriksaannya masih dilakukan bersama dengan pasien
umum (BP Umum), Pustu,PKD/ Polindes. Kegiatan di luar gedung
dilaksanakan di Posyandu Lansia. Jumlah Lansia se wilayah Puskesmas
Bulu 8.563 anggota posyandu lansia sejumlah 1.241. Sudah ada di tiap
desa, total 40 posyandu lansia dan semuanya aktif.
Dalam pelaksanaan Posyandu Lansia pada tiap desa atau kelurahan
ada yang bersamaan dengan Posyandu Balita, tetapi ada juga yang
dilaksanakan dalam waktu sendiri baik pagi atau sore hari. Posyandu Lansia
pada tiap desa ada yang kegiatannya sudah lengkap (dengan menyediakan
sarana medis) tetapi ada pula yang hanya melakukan pemeriksaan tekanan
darah, Tinggi Badan dan Penimbangan Berat Badan saja. Pembinaan
bersama lintas sektor belum maksimal.

45
2. USAHA KESEHATAN SEKOLAH
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS dan UKGS) di Puskesmas Bulu
meliputi pelayanan di Puskesmas, PKD, Polindes. Penyuluhan, Screening,
serta pemeriksaan berkala 2 kali/ tahun, pembinaan dokter kecil, pembinaan
sekolah sehat.
a. Usaha Kesehatan Sekolah
Di wilayah Puskesmas Bulu, semua sekolah dari jenjang TK sampai
dengan SLTP sudah dilaksanakan Penjaringan kesehatan untuk siswa
baru dan pemeriksaan berkala setiap 6 bulan sekali. Target untuk SD yaitu
100 %, sedangkan TK sampai SLTP sebesar 80 %, telah tercapai.

b. PHBS Sekolah
Untuk PHBS sekolah umumnya cukup baik walau untuk sarana
prasarana masih kurang. Ada 4 TK berstrata Sehat Madya dan Sehat
Utama 10 TK. 2 TK tanpa jamban dan 1 TK tidak memiliki sarana air
bersih. Sedangkan untuk SD/MI yang berstrata sehat madya 2 sekolah,
sehat utama 9 sekolah dan sehat paripurna 19 sekolah. Prioritas masalah
adalah pemberantasan jentik nyamuk (hanya 9 SD), dana sehat sekolah
(4 SD) dan pemanfaatan R, UKS (3 SD). PHBS tk SMP/MTs / SMK/ MA,
dari 8 sekolah ada 2 sekolah Sehat Madya dan 6 sekolah Sehat Utama.
Prioritas masalah ada pada CPTS dan Membasmi jentik nyamuk.
c. Katin Sekolah

46
Untuk kantin sekolah, semua SD/ MI di wilayah Puskesmas Bulu baru
berupa warung sekolah, belum ada yang berstatus sebagai kantin sehat.
Di tahun 2014 ada 2 sekolah yang mendapat bantuan etalase untuk
warung sekolah, untuk 2015 tidak ada.
b. Dari hasil pemeriksaan terlihat bahwa kesadaran siswa mengenai
kebersihan perorangan terutama kesehatan gigi dan mulut belum optimal.
c. Semua siswa tingkat SMP di wilayah Puskesmas Bulu berstatus gizi baik.
Tingkat TK gizi normal mencapai 95%, gizi kurang 3% dan gizi lebih 2%.
Tingkat SD gizi baik sejumlah 94,194%, 1,199% berstatus gizi kurang, gizi
lebih 3,46%. Masih perlu pembinaan dalam hal kualitas maupun pola
makannya.
d. Penyuluhan kesehatan reproduksi, narkoba, hiv aids dan bahaya merokok
dilaksanakan untuk jenjang SMP sederajat serta di pondok pesantren.
Perlu dipikirkan apakah perlu dilaksanakan di tingkat SD untuk kelas 5-6.
e. Untuk PAUD Puskesmas Bulu melaksanakan pembinaan dan
pemeriksaan kesehatan atas dasar permohonan dari masing masing
sekolah.

Dari hasil evaluasi cakupan program, terlihat bahwa sebagian besar


indikator sudah tercapai. Adapun beberapa hal yang masih belum
mencapai harapan (nilai aktual dengan nilai harapan) diupayakan dengan
beberapa strategi sebagai berikut:
1) Evaluasi pencapaian kinerja melalui Lokmin
2) Perencanaan kegiatan oleh masing-masing pemegang program dengan
fokus pada target yang belum tercapai
3) Meningkatkan koordinasi / kerjasama LP & LS
4) Pendampingan kegiatan
5) Supervisi suportif
6) Pemantauan terus menerus
7) Optimalisasi SDM
8) Mempererat/ memperkuat team work
9) Pembenahan manajemen puskesmas

47
BAB V

PENUTUP

Dari uraian tersebut Puskesmas Bulu berusaha untuk mewujudkan suatu misi
dan visi yang disepakati bersama, satu upaya untuk mewujudkan misi dan visi
adalah dengan melaksanakan manajemen yang baik, meskipun masih banyak
hambatan yang harus dihadapi.
Kami menyadari dalam penyusunan dokumen ini masih jauh dari sempurna.
Untuk itu kami mohon saran dan bimbingan agar pembangunan bidang kesehatan
di wilayah Puskesmas Bulu dapat berjalan dengan lancar, sasaran tercapai
sehingga akhirnya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Bulu, Januari 2019


Kepala Puskesmas Bulu

drg. IKA YUNI ASTUTI, MM


NIP. 196406181992022002

48
LAMPIRAN

LAPORAN SP3 PUSKESMAS BULU

KECAMATAN BULU TAHUN 2018

49