Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNOLOGI FARMASI SEDIAAN CAIR DAN SEMI PADAT


“SEMI SOLID”
Tanggal praktikum : 24 Juni 2016
Tanggal penyerahan : 1 Juli 2016

Kelas : B
Disusun oleh : Kelompok 6
Anggota :
1. Adevia Mutiara (0661 14 059)
2. Merlina Handayani (0661 14 051)
3. Mutia Nur Aini (0661 14 058)
4. Taufik Gunawan (0661 14 070)
Dosen
1. Drs. Muztabadihardja, Apt
2. Septia Andini,S.Farm, Apt
3. Hadianti Nurfitri, M.Farm, Apt
Asisten Dosen
1. Ardiliyas Chaniago 6. Nurul Karima Rahmahuda
2. Asri 7. Riani Krismayantie
3. Handriana 8. Rikkit
4. Inri Okta Ridwanti 9. Vevi Helpida
5. Jenny Aditiya 10. Wanda
LABORATORIUM FARMASI
PROGRAM STUDI FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PAKUAN
BOGOR
2016
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Tujuan Percobaan

Mengetahui cara pembuatan sediaan semi solid dengan bermacam-macam


basis semi solid.

1.2 Landasan Teori

Salep adalah sediaan setengah padat yang ditujukan untuk pemakaian


topical pada kulit atau selaput lendir. Salep tidak boleh berbau tengik kecuali
dinyatakan lain kadar bahan obat dalam salep yang tidak mengandung obat keras
atau narkotika adalah 10% (Farmakope Indonesia Edisi IV, 1995).

Menurut konsistensinya, salep digolongkan atas :

a. Unguenta : salep dengan konsistensi seperti mentega, tidak mencair pada


suhu biasa tetapi mudah untuk dioleskan.

b. Cream : salep yang banyak mengandung air dan mudah diserap kulit,

c. Pasta : salep yang mengandung lebih dari 50% zat padat.

d. Cerata : salep berlemak yang mengandung lilin dengan persentase tinggi.

e. Gel : salep yang lebih halus, cair, umumnya mengandung atau tanpa
lilin. Terdiri dari campuran sederhana minyak dan lemak dengan
titik lebur yang rendah.

Sedangkan menurut efek terapinya, salep epidermic (salep penutup)


berfungsi hanya untuk melindungi kulit dan menghasilkan efek local karena bahan
obat tidak diabsorbsi. Kadang ditambahkan antiseptic dan astringensia untuk
meredakan rangsangan. Dasar salep terbaik adalah senyawa hidrokarbon (vaselin).
Salep endodermic, salep dimana bahan obat menembus kedalam tetapi tidak
melalui kulit dan terabsorbsi sebagian. Dasar salep yang baik adalah minyak
lemak. Salep diadermic adalah salep dimana bahan obatnya menembus kedalam
melalui kulit dan mencapai efek yang diinginkan karena obat diabsorbsi
seluruhnya. Kualitas salep yang baik :

o Stabil
o Lunak dan homogeny
o Mudah dipakai
o Dasar salep cocok
o Terdistribusi merata

Dasar salep yang digunakan sebagai pembawa dibagi dalam 4 kelompok,


yaitu senyawa hidrokarbon, salep serap, salep yang dapat dicuci air, dan salep
larut air. Salep hidrokarbon biasanya menggunakan vaselin. Dasar salep
hidrokarbon digunakan sebagai emolien, sukar dicuci, tidak mongering, dan tidak
tampak berubah dalam waktu lama. Dasar salep serap dibagi dalam dua
kelompok, kelompok pertama terdiri atas dasar salep yang dapat bercampur
dengan air membentuk emulsi air dalam minyak (lanolin anhidras dan paraffin
hidrofilik). Kelompok dua terdiri atas emulsi air dalam minyak yang dapat
bercampur dengan air.
BAB II

METODE KERJA

2.1 Alat dan Bahan

2.1.1 Alat

 Mortar
 Stamper
 Hotplate
 Pot plastic
 Sudip

2.1.2 Bahan

 Asam salisilat
 Aquadest
 Emulgid
 Nipagin
 Nipasol
 Parafin cair
 Oleum olivarum
 Vaselin album

2.2 Cara Pembuatan

2.2.1 Metode Fushion

o Disiapkan alat dan disiapkan bahan.


o Ditimbang semua bahan
o Dilebur fase minyak dan fase cair pada masing-masing cawan sampai
meleleh.
o Dituangkan kedalam mortar panas yang berisi asam salisilat yang sudah
ditetesi etanol lalu gerus homogen.
o Dimasukkan campuran nipagin dan nipasol ditambah sedikit aquadest ah
larut gerus ad homogen.
2.2.2 Metode Triturasi

o Ditimbang alat dan disiapkan bahan.


o Digerus basis sampai homogen.
o Dituangkan kedalam mortar yang berisi asam salisilat yang sudah ditetesi
etanol lalu digerus homogen.

2.3 Formula

Formula A Formula B

Asam salisilat 5 % Asam salisilat 5 %


Parafin 10 % Emulgid 10 %
Vaselin ad 10 gram Oleum olivarun 20%
Aquadest ad 10 ml
BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Data Pengamatan

Hari ke-1

Metode Formula A (Salep) Formula B (Krim)

Fushion + +++

Triturasi ++ +++

Hari ke-5

Metode Formula A (Salep) Formula B (Krim)

Fushion + +++

Triturasi ++ ++

3.2 Pembahasan

Pada pembuatan sediaan semi solid, ada dua metode yaitu dengan
pemanasan (fushion) dan triturasi (pendinginan). Kali ini akan dilihat keefektifan
dari kedua metode tersebut. Metode yang paling untuk pembuatan salep maupun
krim adalah metode fushion dengan cara pemanasan. Pada pembuatan dengan cara
triturasi, sediaan yang dihasilkan kurang homogen dan setelah dioleskan ke
permukaan kulit terasa lebih kasar. Saat diamati menggunakan cover glass sangat
terlihat sekali bentuk kristal dari asam salisilat. Hal ini disebabkan saat salisilat
ditetesi etanol belum terlarut sempurna. Etanol lebih mudah terlarut dalam
keadaan panas meskipun tanpa penambahan etanol karena kelarutan asam salisilat
dalam etanol hanya 4 bagian, sedangkan kelarutannya dalam air mencapai 550
bagian. Dari kedua metode, kami mengambil sediaan dengan metode fushion
karena lebih stabil dan lebih homogen.

Saat pembuatan salep dengan metode fushion maupun triturasi didapatkan


hasil salep yang tidak rata dan hasil salep yang dihasilkan dengan metode triturasi
lebih baik daripada hasil salep yang dengan menggunakan metode fushion,
seharusnya hasil salep yang dihasilkan dengan metode fushion lebih baik dari
pada hasil salep dengan metode triturasi. Hal tersebut disebabkan kemungkinan
karena asam salisilat yang tidak terlarut sempurna dan kurangnya kecepatan
penggerusan yang tidak konstan maka asam salisilat menjadi sulit dihomogenkan.
Pada pembuatan krim, emulgid dan oleum olivarum lebih mudah dihomogenkan
jika sudah dilelehkan. Dengan bentuk fisik granul pada emulgid, lebih sulit
dihomogenkan jika tanpa pemanasan, hasil akhir menjadi lebih halus jika
digunakan dengan metode fushion. Faktor yang mempengaruhi hasil dari metode
fushion dan triturasi yaitu :

 Sifat zat yang digunakan, zat yang bersifat eksoterm kelarutan akan
menigkat dengan suhu dingin. Zat bersifat endoterm kelarutan akan
menigkat dengan suhu panas.
 Suhu pemanasan, dengan pemanasan maka kelarutan suatu zat akan
meningkat.
 Cara pembuatan, metode pembuatan yang tidak sesuai dengan sifat zat
akan menghasilkan sediaan yang baik dan stabil.
BAB IV

KESIMPULAN

4.1 Kesimpulan

Dari hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa :

 Metode fushion lebih efektif yang menghasilkan sediaan yang stabil.


 Pemilihan metode pembuatan dapat disesuaikan dengan zat yang
digunakan.
 Hal yang menyebabkan salep tidak homogen setelah uji kerataan karena
asam salisilat yang tidak terlarut sempurna dan kurangnya kecepatan
penggerusan yang tidak konstan sehingga asam salisilat menjadi sulit
dihomogenkan
DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan RI. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. DitJen POM.
Jakarta.

Moh. Anief. 1990. Ilmu Meracik Obat. Gajah Mada University press. Yogyakarta.

Zubaidah, dkk. 2011. Ilmu Resep. Bakti Husada. Jakarta.


Lampiran 1

Foto Sediaan Krim dan Salep Hari Ke-1

Gambar 1. Krim Fushion Gambar 2. Krim Triturasi

Gambar 3. Salep Triturasi Gambar 4.Salep Fushion


Lampiran 2

Foto Sediaan Krim dan Salep Hari Ke-5

Gambar 5. Krim Fushion Gambar 6. Krim Triturasi

Gambar 7. Salep Fushion Gambar 8. Salep Triturasi


Lampiran 3

Perhitungan Bahan

a. Salep
 Asam salisilat 5/100 x 10 g = 0,5 g
 Parafin 10 g/100 x 10 = 1 g
 Nipagin 0,5% x 10 = 0,05 g
 Nipasol 0,5 % x x10 = 0,05 g
 Vaselin 10 – (1+0,5+0,05+0,05) = 8,4 + (8,4 x 10 %) = 9,24
b. Krim
 Asam salisilat 5/100 x 10 g = 0,5 g
 Ol. Olivarum 20/100 x 10 g = 2 g
 Emulgid 10/100 x 10 g = 1 g
 Nipagin 0,5/100 x 10 = 0,05 g
 Nipasol 0,5/100 x 10 = 0,05 g
 Aquadest ad 10 ml – (2 + 1 + 0,5 + 0,5) = 6,4 ml
Lampiran 4

Brosur Sediaan Krim

NESIALAT
CREAM
Komposisi

Mengandung 5 % Asam Salisilat

Indikasi

Penyakit jamur pada kulit, panu, kadas, kurap,


kutu air.

Aturan Pakai

Oleskan pada bagian kulit yang diperlukan

Perhatian

Hanya untuk pemakaian luar

Penyimpanan

Simpan pada suhu kamar (25o – 30o C) terlindung


dari cahaya.

No batch : 24062016070
Exp Date : 24 Juni 2019
HET : Rp. 10.000,-

PT. GUNA FARMA


Bogor - Indonesia
Lampiran 5

Brosur Sediaan Salep

INDOLAT
SALEP
Komposisi

Mengandung 5 % Asam Salisilat

Indikasi

Penyakit jamur pada kulit, panu, kadas, kurap,


kutu air.

Aturan Pakai

Oleskan pada bagian kulit yang diperlukan

Perhatian

Hanya untuk pemakaian luar

Penyimpanan

Simpan pada suhu kamar (25o – 30o C) terlindung


dari cahaya.

No batch : 24062016070
Exp Date : 24 Juni 2019
HET : Rp. 10.000,-

PT. GUNA FARMA


Bogor - Indonesia
Lampiran 6

Etiket Sediaan Salep dan Krim

Komposisi Aturan Pakai


INDOLAT Oleskan pada bagian kulit
CREAM yang diperlukan
Mengandung 5 %
Asam Salisilat 5
Asam Salisilat
% Hanya Untuk Obat Luar!

Indikasi Simpan pada suhu kamar,


terlindung dari cahaya.
Penyakit jamur pada
kulit, panu, kadas, PT. GUNA FARMA No batch : 24062016070
kurap, kutu air. Bogor - Indoesia Exp Date : 24 Juni 2019
HET : Rp. 10.000,

Komposisi Aturan Pakai


NESIALAT Oleskan pada bagian kulit
CREAM yang diperlukan
Mengandung 5 %
Asam Salisilat 5
Asam Salisilat
% Hanya Untuk Obat Luar!

Indikasi Simpan pada suhu kamar,


terlindung dari cahaya.
Penyakit jamur pada
kulit, panu, kadas, PT. GUNA FARMA No batch : 24062016070
kurap, kutu air. Bogor - Indoesia Exp Date : 24 Juni 2019
HET : Rp. 10.000,
Lampiran 7

Dus Sediaan Krim

Kelompok 6

Adevia Mutiara
(0661 14 059)
Merlina Handayani
(0661 14 051)
Mutia Nur Aini
(0661 14 058)
Taufik Gunawan
(0661 14 070)

Komposisi Netto 10 gr Aturan Pakai Netto 10 gr


Oleskan pada bagian kulit
Mengandung 5 % Asam NESIALA yang diperlukan
NESIALA
Salisilat
T Hanya Untuk Obat Luar!
T
Indikasi CREAM CREAM
Simpan pada suhu kamar,
Asam Salisilat 5 % Asam Salisilat 5 %
Penyakit jamur pada kulit, terlindung dari cahaya.
panu, kadas, kurap, kutu No batch : 24062016070
air. Exp Date : 24 Juni 2019
HET : Rp. 10.000,-
PT. GUNA FARMA PT. GUNA FARMA
Lampiran 8

Dus Sediaan Salep

Kelompok 6

Adevia Mutiara
(0661 14 059)
Merlina Handayani
(0661 14 051)
Mutia Nur Aini
(0661 14 058)
Taufik Gunawan
(0661 14 070)

Komposisi Netto 10 gr Aturan Pakai Netto 10 gr


Oleskan pada bagian kulit
Mengandung 5 % Asam
Salisilat
INDOLA yang diperlukan INDOLA
Hanya Untuk Obat Luar!

Indikasi
T T
SALEP Simpan pada suhu kamar, SALEP
Penyakit jamur pada kulit, Asam Salisilat 5 % terlindung dari cahaya. Asam Salisilat 5 %
panu, kadas, kurap, kutu No batch : 24062016070
air. Exp Date : 24 Juni 2019
HET : Rp. 10.000,-

PT. GUNA FARMA PT. GUNA FARMA