Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENGANTAR
A. Kompetensi Dasar 3.8 PKKR
Kompetensi Dasar 3.8 Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan (PMKR)
mempelajari menganai penerapan Air Conditioning (AC). Air Conditioning (AC)
merupakan sistem yang berfungsi sebagai pengkondisian udara di suatu ruangan.
B. Indikator Pencapaian
Didalam mempelajari Air Conditioning (AC) adapaun indicator pencapaian
kompetensi yang harus dicapai antara lain, 1) Memahami komponen sistem AC, 2)
Memahami fungsi komponen AC, 3) Memahami cara kerja sistem AC.
C. Tujuan Pembelajaran
Kompetensi akan tercapai jika tujuan dalam pembelajaran sesuai dengan kompetensi
yang akan dicapai. Maka dari itu tujuan pembelajaran meliputi, 1) Mengidentifikasi
komponen AC, 2) Mengidentifikasi letak komponen AC, 3) Mengetahui fungsi
komponen AC, 4) Mengetahui cara kerja sistem AC, 5) Menganalisis kerusakan pada
sistem AC.
BAB II
ISI
Air Conditioner adalah istilah untuk perlengkapan yang digunakan untuk memelihara
udara di dalam ruangan agar temperatur dan kelembabannya menyenangkan. Apabila di dalam
ruangan temperaturnya tinggi, maka panas yang diambil agar temperatur turun disebut
pendinginan. Sebaliknya, ketika temperatur ruangan rendah, panas yang diberikan agar
temperatur naik (disebut pemanasan). Sebagai tambahan, kelembabannya ditambah atau
dikurangi agar terasa nyaman.

Gambar 1. Siklus AC
1. Kompresor melepaskan refrigerant yang bertemperatur tinggi dan bertekanan tinggi
karena menyerap panas dari evaporator ditambah panas yang dihasilkan kompresor saat
langkah pengeluaran (discharge stroke).
2. Gas refrigerant ini mengalir ke daiam condenser. Di dalam condenser, gas refrigerant
mengembun kembali menjadi cairan.
3. Cairan refrigerant ini mengalir ke dalam receiver yang menyimpan dan menyaring cairan
refrigerant sampai evaporator memerlukan refrigerant.
4. Exspansion valve merubah cairan refrigerant menjadi uap dan cairan yang bertemperatur
dan bertekanan rendah.
5. Gas refrigerant yang dingin dan berembun ini mengalir ke dalam condenser dengan
bantuan kompressor . Di dalam condenser, gas refrigerant mengembun kernbali rnenjadi
cairan.

A. Kompresor AC
Kompresor ialah pompa untuk menaikan tekanan refrigerant. Meningkatnya tekanan
berarti menaikkan temperatur. Uap refrigerant bertekanan tinggi di dalam condenser akan
cepat mengembun dengan cara melepaskan panas ke sekelilingnya.

Gambar 2. Kompresor tipe Crank


Gambar 3. Kompresor tipe Swash Plate
Gambar 4. Kompresor tipe Vane
B. Oli Kompresor AC
Oli kompresor diperlukan untuk melumasi bantalan-bantalan kompresor dan
permukaan yang bergesekan, Alasannya sama seperti mesin yang memerlukan
pelumasan. Oli kompresor bersirkulasi melalui siklus pendinginan, maka harus
menggunakan oli khusus.
C. Magnetic Clutch
Magnetic clutch digunakan untuk menghubungkan dan melepaskan aliran putaran
dari mesin ke kompressor. Komponen utamanya terdiri dari stator, rotor dan pressure
plate. prisip kerjanya adalah, apabila arus listrik dialirkan ke koil, akan timbul gaya
magnet pada besi II dan gaya Magnet pada besi I.

Gambar 5. Prinsip kerja Magnetic Clucth


Gambar 6. Bagian Magnetic Clutch
Magnetik clutch terdiri dari stator, rotor dan puli, dan pressure plate untuk
mengikat drive pulley. Stator diikat pada kompresor housing, dan pressure plate
dipasangkan pada kompresor shaft. Dua bearing terietak di antara permukaan dalam rotor
dan depan housing dari kompresor.
Apabila mesin hidup, maka puli berputar karena gerakan oleh shaft melialui (drive
belt), tetapi kompresor tidak berputar kecuali magnetic clutch dialiri arus. Pada saat sistem
air condition ON, amplifier mengalirkan arus listrik ke stator coil. Selanjutnya gaya
electromagnet pada stator akan menarik pressure plate dan menarik plat terhadap
permukaan gesek pada puli. Pergesekan antara permukaan dan plat menyebabkan clutch
assembly berputar sebagai satu unit dan menggerakkan kompressor
D. Kondensor

Gambar 7. Kondenser AC
Condenser digunakan untuk mendinginkan dan menyerap panas dari gas
refrigerant yang telah ditekan oleh kompresor, tekanan gas yang tinggi dapat mengubah
gas ini kembali menjadi cair. Gas refrigerant dapat bertemperatur dan bertekanan tinggi
ini karena dikompresikan oleh kompresor, jumlah panas yang dilepaskan refrigerant gas
di dalam condenser sama dengan panas yang diserap di dalam evaporator ditambah panas
kerja yang diperlukan kompresor untuk menekan refrigerant. Makin besar jumlah panas
yang dilepaskan di dalam condenser, makin besar pula efek mendinginkan yang akan
diperoleh dari evaporator. Karena itu condenser dipasang di bagian depan kendaraan agar
dapat didinginkan oleh aliran udara dari kipas radiator mesin dan aliran udara yang
terjadi selama kendaraan bergerak. Belakangan ini ada beberapa model yang dilengkapi
dengan sebuah kipas exklusif untuk condenser.
E. Recaiver/ Dryer

Gambar 8. Recaiver Dryer AC


Fungsi dari Recaiver Dryer untuk menampung sementara refrigerant yang telah
menjadi cair dari condenser untuk kemudian mensuplaynya sesuai dengan beban
pendinginan dan untuk membersihkan refigerant dari kotoran dan uap air yang
merugikan bagi siklus refrigerant. Untuk itu di dalamnya terdapat filter, desiccant,
receiver dan dryer. Pada sisi atasnya terdapat sight glass untuk melihat kondisi aliran
refrigerant. Bila refrigerant mengandung kotoran (abu), kotoran ini cenderung akan
menimbulkan karat pada komponen-komponen yang fungsional. Dan juga dapat menjadi
penyumbat di dalam expansion valve orifice dan plug orifice yang akhirnya akan
menghalangi aliran refrigerant, Untuk mencegah gangguan seperti ini, maka diberi
desiccant.
Gambar 9. Sight Glass dan Fusible Plug
Fusible plug dipasang di bagian atas receiver/dryer berfungsi sebagai alat
pengaman. Fusible plug ini disebut melt bolt, terdiri dari solderan khusus pada lubang di
tengah baut. Apabila ventilasi condenser rusak, atau beban pendinginan berlebihan, maka
tekanan pada sisi tekanan tinggi dari condenser dan receiver menjadi abnormal dan dapat
menyebabkan pecahnya komponen. Bila tekanan dan temperatur pada sisi tekanan tinggi
meningkat dan mencapai 30 kg/cm2 (427 psi 2.942 kpa) dan temperatur naik menjadi 95°
sampai 100° C (2030 sampai 2120 F), maka solderan khusus di dalam fusible plug akan
meleleh dan memungkinkan refrigerant keluar, dengan demikian mencegah rusaknya
perlengkapan yang digunakan di dalam siklus refrigerant.
F. Expansion Valve

Gambar 9. Expansion Valve


Setelah melewati receiver dan dryer, refrigerant cair diinjeksikan keluar melalui
orifice. Refrigerant segera berubah menjadi kabut dengan tekanan dan temperatur rendah.
Alat yang bekerja pada proses ini disebut expansion valve. Expansion valve dapat
diklasifikasikan menjadi beberapa tipe, antara lain :
 Expansion varve tekanan konstan.
 Expansion valve tipe thermal.
Expansion valve tipe thermal digunakan pada pendingin untuk kendaraan Toyota.
karena beban pada evaporator berubah, kondisi saluran keluarnya harus dipelihara agar
cairan refrigerant dapat menyerap panas dari udara sekelilingnya. Marilah kita ambil
contoh, Bila beban pendingin cukup besar maka Temperatur gas pada evaporator akan
tinggi. Akibatnya temperatur dan tekanan dalam heat sensitizing tube juga tinggi dan ball
akan tertekan ke bawah untuk memungkinkan sejumlah besar refri-gerant dapat
bersirkulasi. Sebaliknya bila beban pendinginnya kecil, maka hanya sejumlah kecil saja
refrigerant yang disirkulasikan.
G. Evaporator

Gambar 10. Evaporator


Fungsi evaporator kebalikan dari condenser. Keadaan refrigerant sebelum
expansion valve masih 100% cair. setelah tekanan cairan turun, cairan mulai
menguap kembah sambi menyerap panas dari udara yang melewati sirip-sirip pendingin
evaporator, dan terjadilah proses pendiginan udara.
Tipe evaporator :
 Type Plate Fin
 Type Serpentine Fin
 Tipe Drawn Cup
Konstruksi dan kondisi operasi evaporator yang berada pada temperatur rendah.
Pembekuan dan pembentukan es sering terjadi terutama pada sirip (fin) evaporator.
Ketika udara hangat mengenai sirip-sirip evaporator dan menjadi dingin sampai dibawah
temperatur pengembunan, uap air mengembun dan monempol pada sirip evaporator
dalam bentuk tetesan air. Bila pada sirip telah dingin sampai di bawah0 derajat Celcius,
air yang menempei dapat menjadi es. Bila hai ini terjadi eftsiensi pemindahan panas pada
evaporator akan turum, aliran udara yang melewati evaporator berkurang dan
kemampuan pendingin menjadi rendah.
H. Pressure Switch

Gambar 11. Pressure Switch


Pressure switch dipasang di antara receiver dan expansion valve. Fungsinya untuk
mendeteksi tekanan pada sisi tekanan tinggi mematikan magnetic clutch ketika
keadaannya tidak normal, menyetop kerja kompresor untuk mencegah
terjadinya kerusakan komponen sistem AC akibat tekanan yang tidak normal.
Gambar 12. Cara Kerja Pressure Switch
Apabila Tekanan di dalam siklus refrigerant terlalu tinggi, akan menyebabkan
gangguan atau kerusakan pada ber-bagai komponen. Apabiia dideteksi tekanannya terlalu
tinggi, kira-kira 27 kg/cm2 (38 psi, 2648 kpa) switch menjadi OFF. Dan magnetic clutch
OFF dan kompresor berhenti berputar.
Apabila jumlah refrigerant di dalam siklus berkurang banyak karena
kebocoran atau penyebab lain, pelumasan pada kompresor akan berkurang dan bila
kompresor bekerja terus akan menyebabkan keausan. Berkurangnnya retrigerant
mengakibatkan tekanan akan turun sampai 2,1 kg/cm2 (30 psi, 206 kpa) atau lebih
rendah, hal ini menyebabkan pressure switch OFF. dan akan menyebabkan magnetic
clutch OFF dan kompresor berhenti berputar.
BAB III
KESIMPULAN
Pada intinya di sistem AC menggunakan 2 prinsip panas yaitu panas sensible dan panas
laten. Panas sensible adalah panas yang menyebabkan terjadinya kenaikan/penurunan
temperatur, tetapi phasa (wujud) tidak berubah. Panas Sensible terjadi di Evaporator . Panas laten
adalah panas yang diperlukan untuk merubah phasa (wujud) benda, tetapi temperaturnya tetap.
Panas laten terjadi pada kondensor.

Gambar 13. Grafik Panas Laten dan Sensible


SOAL LATIHAN
1.Nama komponen AC yang berputar menekan gas refrigran sehingga temperature
meningkat adalah
a. Kondensor
b. Kompresor
c. Refrigerant
d. Dryer
2.Nama komponen AC yang berfungsi menyerap panas refrigran dan mengubah menjadi
cair adalah
a. Kondensor
b. Kompresor
c. Refrigerant
d. Dryer
3.Komponen AC yang berbentuk tabung dan kaca pengintai pada bagian atasnya adalah
a. Kompresor
b. Refrigerant
c. Dryer
d. Evaporator
4.Zat cair yang terdapat di dalam system AC adalah
a. Kompresor
b. Refrigerant
c. Dryer
d. Evaporator
5.Alat yang berfungsi menyerap panas udara sehingga membuat udara menjadi dingin
adalah
a. Kompresor
b. Refrigerant
c. Dryer
d. Evaporator
6.Urutan sirkulasi system AC yang benar adalah
a. Kompresor,kondensor,receiver,expansion valve,evaporator
b. Kompresor,receiver,kondensor,evaporator,expansion valve
c. Kompresor,expansion valve,evaporator,kondensor,receiver
d. Kompresor,evaporator,receiver, expansion valve,kondensor
7.Refrigran yang berada antara evaporator dan kompresor berbentuk
a. Cair
b. Antara cair dan gas
c. Gas
d. Padat
8.Refrigran yang berada antara kondensor dan expansion valve berbentuk
a. Cair
b. Antara cair dan gas
c. Gas
d. Padat
9.Keadaan tekanan dan temperature refrigran pada kondensor adalah
a. Sedang
b. Rendah
c. Cukup tinggi
d. Tinggi
10. Proses pendinginan refrigran pada kondensor melalui
a. Pendingin air
b. Pendinginan udara
c. Gabungan antara air dan udara
d. Pendinginan minyak pelumas
11. Kaca pengintai pada receiver berfungsi untuk
a. Melihat refrigran
b. Melihat jumlah refrigran
c. Melihat gelembung udara yang ada pada refrigran
d. Jawabn b dan c benar
12. Selain sebagai penampung refrigran cair untuk sementara,receiver berfungsi
a. Sebagai pompa untuk memompo refrigran
b. Sebagai filter untuk menyaring kotoran dan uap air
c. Sebagai pengabut untuk mengabutkan refrigran
d. Mengubah zat cair menjadi gas
13. Letak expansion valve yaitu
a. Di antara kompresor dan evaporator
b. Di antara kompresor dan kondensor
c. Di antara kondensor dan receiver
d. Di antara receiver dan evaporator
14. Fungsi expansion valve adalah untuk
a. Mengabutkan refrigran ke dalam evaporator
b. Mengubah gas refrigran menjadi cair
c. Mempercepat perubahan refrigran cair menjadi bentuk gas
d. Jawaban a b dan c benar
15. Alat yang di butuhkan agar udara dingin di kabin dapat menyembur dengan baik
adalah
a. Kompresor
b. Blower
c. Pompa
d. Vacuum
DAFTAR PUSTAKA
 Toyota.2003.Toyota New Step 1.Jakarta:Toyota Servis Training
 Pambudi, Giri Wahyu.2017. Materi Pembelajaran Sistem AC / Air Conditioner.
https://www.cronyos.com/materi-pembelajaran-sistem-ac-air-conditioner/ . Diakses 24
September 2018
 Yefrichan.2011.Pengertian Panas, Panas Sensible dan Panas Laten .
https://laskarteknik.co.id/pengertian-panaspanas-sensibel-dan-panas-laten/. Diakses 24
September 2018
HANDOUT
MEDIA PEMBELAJARAN KEJURUAN

Dosen Pengampu : Dr. Drs. Agus Budiman, M.Pd., M.T.

Disusun Oleh :
Yudha Hindrawan 16504241049

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2018