Anda di halaman 1dari 18

Transfer data masukan :

Data : Kap. DD tanah ijin Data kolom


Selimut Aksial Tarik Lateral Koordinat Dimensi
As Nomor beton [ P̄a ] [ T̄ a] [ H̄ a ] Nomor x y kx
portal join (mm) (kN) (kN) (kN) kolom (mm) (mm) (mm)
75 1,500 330 35 KE7 1,500 1,500 500

Data tiang pancang :


Bentuk tiang pacang
O 4 4 S Tiang Nomor Koordinat
Tipe dp dpx dpy dp pancang urut baris kolom x
Poer (mm) (mm) (mm) (mm) (buah) tiang [m] [n] (mm)
P1 600 4 1 1 1 650
2 1 2 2,350
3 2 1 650
4 2 2 2,350

Hasil perancangan
Dimensi pondasi poer
Portal Nomor Tipe bwx bwy h d Arah x – x
as join poer (mm) (mm) (mm) (mm) £ lebar bentang terpendek
0 0 P1 3,000 3,000 1,000 925 26 D
Data kolom Data poer
Dimensi Tulangan Dimensi Diameter tulang
ky utama Tipe bwx bwy h d pokok susut
(mm) kolom poer (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm)
500 16 D 25 P1 3,000 3,000 1,000 925 22 19

Koordinat
y
(mm)
650
650
2,350
2,350

Tulangan pokok
Arah x – x Arah y – y
£ lebar bentang terpendek £ lebar bentang terpendek > lebar bentang terpendek
22 – 114 26 D 22 – 114
Data tanah
timbunan Beban Tetap Beban Sementara
ht Pu Mux Muy Hux Huy Pu Mux Muy Hux
(mm) (kN) (kNm) (kNm) (kN) (kN) (kN) (kNm) (kNm) (kN)
0 950 2440 30 850 3630 70

Tulangan susut
Arah x – x Arah y – y
r bentang terpendek merata pada bentang merata pada bentang
22 D 19 – 135 22 D 19
entara
Huy
(kN)

Arah y – y Tulangan dowel ldb (minimal)


rata pada bentang (tulangan kolom) (mm)
– 135 16 D 25 200
PERANCANGAN PONDASI
Perencana :
Proyek :
PERANCANGAN PONDASI POER (PILE CAP)
Data masukan :
Data geometri : Berat jenis material : Data material : Faktor reduksi :
Tipe as portal 0 beton (gc) : 24.0 kN/m³ f 'c : 21.0 MPa. f lentur : 0.80
Nomor join 0 tanah timbunan (gt) : 17.0 kN/m³ fy : 400 MPa. f geser : 0.60
Selimut beton 75 mm Tinggi tanah (ht) : 0 mm b1 : 0.85 f tekan : 0.70

Kapasitas daya dukung ijin tanah (1 tiang) :*) Data beban :


Aksial Tarik Lateral Jenis Arah Pu Mu Hu
[ P̄a ] [ T̄ a] [ H̄ a ] Beban sumbu (kN) (kNm) (kN)
(kN) (kN) (kN) x–x 0.000 30.000
Tetap 950.000
1,500.000 330.000 34.667 y–y 2,440.000 0.000
*)
dari data penyelidikan tanah x–x 0.000 70.000
Sementara 850.000
y–y 3,630.000 0.000
Data kolom :
Koordinat Dimensi Tulangan
Nomor x y kx ky utama
kolom (mm) (mm) (mm) (mm) kolom
KE7 1,500 1,500 500 500 16 D 25
Data poer : Data tiang pancang :
Dimensi Diameter Nomor Koordinat tiang
Tipe bwx bwy h d pokok susut urut baris kolom x y
poer (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) tiang [m] [n] (mm) (mm)
P1 3,000 3,000 1,000 925 22 19 1 1 1 650 650
2 1 2 2,350 650
Rencana tiang pancang : 3 2 1 650 2,350
Diameter dp dpx dpy dp Jumlah 4 2 2 2,350 2,350
Bentuk* (mm) (mm) (mm) (mm) (buah)
Lingkaran 600 – – –
Persegi panjang – – 4
Bujur sangkar – – –
(*) Pilih salah satu bentuk dan jumlah tiang 2 £ n £ 9 buah

KOMENTAR :
1. Tulangan poer : Saran - saran ideal :
a. Tulangan pokok : 1. Jarak antar pusat tiang pacang ³ 600 mm
Arah x – x Arah y – y 2. Jarak selimut kolom ke selimut tiang pacang ³ (dp)
26 D 22 – 114 26 D 22 – 114 3. Jarak antar selimut tiang pacang ³ (dp)

b. Tulangan susut :
Arah x – x Arah y – y Keterangan pondasi poer :
22 D 19 – 135 22 D 19 – 135
2. Tulangan pasak dan panjang penyaluran (ldb) : bwx
P
® 16 D 25 – 200 mm (m,1) (m,2) (m,n) My
10
3. Kontrol terhadap geser poer : 8 9
Hx
+ geser satu arah : - arah x – x : Memenuhi !! (3,1) (3,n)
A A
d

6 7
- arah y – y : Memenuhi !!
h

+ geser dua arah : Memenuhi !! (2,1) (2,n)


y
bw

4 5
4. Kontrol tebal poer (h) : Memenuhi !! +Y (1,1) (1,2) (1,n)
5. Kontrol terhadap gaya tiang : 1 2 3 Pt Pt Pt
- Aksial : Tidak memenuhi !! 0,0
Potongan A – A
- Tarik : Tidak memenuhi !! +X iArah sumbu x – x i
- Lateral : Memenuhi !!
NB: (ngak perlu diprint)
: Data harus diisi
: Data yang otomatis terisi
PERANCANGAN PONDASI
PERANCANGAN PONDASI POER (PILE CAP)
KONTROL TERHADAP BEBAN :
1. Akibat gaya aksial dan momen lentur :
Data-data yang ada : Data dimensi poer dan tanah timbunan :
Koordinat tiang Eksentrisitas kolom Dimensi kolom Dimensi poer Tanah tim-
Jenis
x (mm) y (mm) ex (mm) ey (mm) kx ky bwx bwy h bunan (ht)
Kolom 1,500 1,500 (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm)
0 0
Pusat tiang (c) 1,500 1,500 500 500 3,000 3,000 1,000 0
Data-data beban yang bekerja :
Jenis Arah Pu kolom Pu poer Pu tnh timbun Pu total Mu Hu Berat jenis bahan
Beban sumbu (kN) (kN) (kN) (kN) (kNm) (kN) beton tanah
x–x 0.000 30.000 gc gt
Tetap 950.000 216.000 0.000 1,166.000
y–y 2,440.000 0.000 (kN/m³) (kN/m³)
x–x 0.000 70.000 24.0 17.0
Sementara 850.000 216.000 0.000 1,066.000
y–y 3,630.000 0.000
Data tiang pada jalur kolom (n) : Data tiang pada jalur baris (m) :
Jalur S tiang jarak dari jarak (xi) S xi² Jalur S tiang jarak dari jarak (yi) S yi ²
(ni) (buah) 0,0 (mm) (mm) (mm²) (mi) (buah) 0,0 (mm) (mm) (mm²)
1 2 650 -850 1 2 650 -850
2 2 2,350 850 2 2 2,350 850
2,890,000 2,890,000

Kapasitas daya dukung ijin tanah : Momen tambahan akibat eksentrisitas kolom (e) :
Jenis beban Beban tetap Beban sementara Satuan Beban tetap Beban sementara
Aksial 1,500.000 2,250.000 Pu kolom . ex Pu kolom. ey Pu kolom . ex Pu kolom. ey
[ P̄a ]
Tarik [ T̄ a] 330.000 495.000 kN (kNm) (kNm) (kNm) (kNm)
Lateral [ H̄a ] 34.667 52.000 0 0 0 0
Hitungan gaya aksial tiang (Pt) :
Nomor Koordinat tiang Jarak ke pusat tiang Beban tetap Beban sementara
urut baris kolom x y x y Pt - Pt ≤ T̄ a Pt - Pt ≤ 1,5. T̄ a Keterangan
tiang [m] [n] (mm) (mm) (mm) (mm) (kN) Pt ≤ P̄a (kN) Pt ≤ 1,5. P̄a
1 1 1 650 650 -850 -850 -426.147 ´ -801.147 ´ Not OK ###
2 1 2 2,350 650 850 -850 -426.147 ´ -801.147 ´ Not OK ###
3 2 1 650 2,350 -850 850 1,009.147 Ö 1,334.147 Ö OK ###
4 2 2 2,350 2,350 850 850 1,009.147 Ö 1,334.147 Ö OK ###
###
###
###
###
###
4 2 2 Not OK

Kontrol gaya lateral perlu (Hu) : Kapasitas dukung ijin lateral :


Beban tetap Beban sementara (untuk 1 tiang)
Arah Hu / tiang H̄ a Hu / tiang 1,5 . H̄ a Hut ≤ H̄ a H̄ a 1,5 . H̄ a
Hus ≤¿ 1,5 H̄ a Keterangan
sumbu (kN) (kN) (kN) (kN) (kN) (kN)
¿
x–x 7.500 34.667 17.500 52.000 Ö OK 34.667 52.000
y–y 0.000 34.667 0.000 52.000 Ö OK

Keterangan rumus :

Pu Σ M y . x Σ M x . y Putotal Σ ( M y +Pukolom . e y ) . x Σ ( M x +Pukolom .e x ) . y


Pt = ± ± = ± ±
n Σ x² Σ y² n Σ x² Σ y²
Putotal = Pukolom + Pu poer +Putan ah timbunan
Pu poer = ( bw x . bw y . h) . γ c
Putan ah timbunan = (bwx . bw y −k x . k y ) . ht . γ t
PERANCANGAN PONDASI
PERANCANGAN PONDASI POER (PILE CAP)
KONTROL GESER PADA POER :
Data-data sebelumnya :
Berat jenis : - beton (gc) = 24.0 kN/m³ f 'c = 21.0 MPa. f ltr = 0.80
Berat jenis : - tanah timbunan (gt) = 17.0 kN/m³ fy = 400 MPa. f gsr = 0.60
Kedalaman tanah timbunan (ht) = 0 mm
Dimensi kolom Pusat kolom Dimensi poer Pusat tiang Æ tiang pancang
kx ky x y bwx bwy h d Æ tlgn x y dp
(mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm²) (mm) (mm) (mm)
500 500 1,500 1,500 3,000 3,000 1,000 925 22 1,500 1,500 600 0
Nomor Koordinat tiang Luar (kolom®tiang) B. Tetap B. Sementara Letak B. Tetap Sementara

n . Pt
urut baris kolom x y x y Pt Pt jalur Dalam lajur Kolom
tiang [m] [n] (mm) (mm) (mm) (mm) (kN) (kN) K x (kN) (kN)
1 1 1 650 650 -300 -600 -426.147 -801.147 1 650 583.000 533.000
2 1 2 2,350 650 300 -600 -426.147 -801.147 2 2,350 583.000 533.000
3 2 1 650 2,350 -300 600 1,009.147 1,334.147
4 2 2 2,350 2,350 300 600 1,009.147 1,334.147
B y Dalam lajur Baris
1 650 -852.294 -1,602.294
2 2,350 2,018.294 2,668.294

4 2 2
1. Geser satu arah :
a. Arah x : ® dx = d ± ½.Æ tul. poer = 936.000 mm Beban tetap Beban sementara
Posisi lx' Absis kritis Tiang kritis f . Vc n . Pt' Vux n . Pt' Vux Syarat
kritis (mm) (mm) (lajur) (kN) (kN) (kN) (kN) (kN) Vux £ fVc
kanan 314.00 2,686.00 0.000 -22.608 0.000 -22.608
2,573.575 OK
kiri 314.00 314.00 0.000 -22.608 0.000 -22.608

b. Arah y : ® dy = d ± ½.Æ tul. poer = 914.000 mm Beban tetap Beban sementara


Posisi ly' Ordinat kritis Tiang kritis f . Vc n . Pt' Vuy n . Pt' Vuy Syarat
kritis (mm) (mm) (lajur) (kN) (kN) (kN) (kN) (kN) Vuy £ fVc
atas 336.00 2,664.00 0.000 -24.192 0.000 -24.192
2,513.085 OK
bawah 336.00 336.00 0.000 -24.192 0.000 -24.192
bwx bwx A
P P
My Mx
atas

dx lx’ Hy dy ly’
l 'y

Hx
x

dy
y
h
d

A A
d
y
y

bw
bw

Pt Pt Pt Pt Pt Pt Pt
+Y Potongan A – A +Y Potongan A – A
iArah sumbu x – x i iArah sumbu y – y i
+X dx lx’kanan +X A
Geser satu arah sumbu x – x Geser satu arah sumbu y – y

Pu Keterangan rumus :
x Mux,y
Pt' = ⋅Pt dx,y – Bila : bwx ³ bwy
dp Hux,y ® dx = d + Æ tulangan poer
garis tampang yang ® dy = d - Æ tulangan poer, dan sebaliknya
Pt’ ditinjau d h
Pt 0 – φ . Vc = φ . (
1
⋅√ f ' c⋅bw i . d i )
½.t 3
t
dp ½dp ½dp – Vu i
= n . Pt – (h . g c
+ ht . gt ) . (ly’ . bwj)
x
– Pt = Vu = f . Vn = f . (Vc + Vs)
Variasi reaksi tiang (Pt) akibat garis kritis – bila Vs = 0, maka : Vu = f . Vc
– Sehingga : Vui £ f . Vc
Catatan : a : (absis kritis – (absis tiang – ½.dp))/dp ; jika absis tiang < absis kolom
Besarnya d poer : a : ((bwi - absis kritis) – (absis tiang + ½.dp))/dp ; jika absis tiang > absis kolom
dx : 936.000 mm
dy : 914.000 mm
Tabel bantuan….
Koordinat Bagian kiri pusat tiang Beban tetap Beban sementara
K Absis kritis tiang Absis – ½.dp Absis + ½.dp a n . Pt n . Pt' n . Pt n . Pt'
1 0.00 650 350 950 -0.583 583.000 -340.083 533.000 -310.917
2 0.00 2,350

B Ordinat kritis tiang Ordinat – ½.dp Ordinat + ½.dp a n . Pt n . Pt' n . Pt n . Pt'


1 0.00 650 650 650 -1.083 -852.294 923.319 -1,602.294 1,735.819
2 0.00 2,350

Bagian bawah pusat tiang


Bagian kanan pusat tiang Beban tetap Beban sementara
bwx – (Absis – ½.dp) bwx – (Absis + ½.dp) a n . Pt n . Pt' n . Pt n . Pt'

950 350 -1.583 583.000 -923.083 533.000 -843.917

bwy – (Ordinat – ½.dp) bwy–(Ordinat + ½.dp) a n . Pt n . Pt' n . Pt n . Pt'

650 650 -1.083 2,018.294 -2,186.485 2,668.294 -2,890.652

Bagian atas pusat tiang


PERANCANGAN PONDASI
PERANCANGAN PONDASI POER (PILE CAP)
KONTROL GESER PADA POER :
Data-data sebelumnya :
Berat jenis : - beton (gc) = 24.0 kN/m³ f 'c = 21.0 MPa. f ltr = 0.80
Berat jenis : - tanah timbunan (gt) = 17.0 kN/m³ fy = 400 MPa. f gsr = 0.60
Kedalaman tanah timbunan (ht) = 0 mm
Dimensi kolom Pusat kolom Dimensi poer Pusat tiang Æ tiang pancang
kx ky x y bwx bwy h d Æ tlgn x y dp
(mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm²) (mm) (mm) (mm)
500 500 1,500 1,500 3,000 3,000 1,000 925 22 1,500 1,500 600 0

Nomor Koordinat tiang Luar (kolom®tiang) B. Tetap B. Sementara Letak B. Tetap B. Sementara

n . Pt
urut baris kolom x y x y Pt Pt jalur Dalam lajur Kolom
tiang [m] [n] (mm) (mm) (mm) (mm) (kN) (kN) K x (kN) (kN)
1 1 1 650 650 -300 -600 -426.147 -801.147 1 650 583.000 533.000
2 1 2 2,350 650 300 -600 -426.147 -801.147 2 2,350 583.000 533.000
3 2 1 650 2,350 -300 600 1,009.147 1,334.147
4 2 2 2,350 2,350 300 600 1,009.147 1,334.147
B y Dalam lajur Baris
1 650 -852.294 -1,602.294
2 2,350 2,018.294 2,668.294

4 2 2
2. Geser dua arah :
dx dy bo f . Vc1 f . Vc2 f . Vc3 f . Vcpakai
kx º ky bc bwx º bwy
(mm) (mm) (mm) (kN) (kN) (kN) (kN)
kx ³ ky 1.00 bwx ³ bwy 936.00 914.00 5,700.00 7,248.489 4,832.326 2,416.163 4,832.326
Beban tetap Beban sementara
S Tiang n . Pt' Vu n . Pt' Vu Syarat n . Pt = S aksial tiang dalam geser pons
(buah) (kN) (kN) (kN) (kN) Vu £ f . Vc
4 -1,704.588 -1,871.856 -3,204.588 -3,371.856 OK Vu = n . Pt – (h . gc + ht . gt ).(bwx . bwy – bx . by)

bwx Keterangan rumus :


P
My – β c =k y / k x → k y ¿ k x
Hx ½dx ½dx =k x / k y →kx ¿ k y
– Bila : bwx ³ bwy ® dx = d + Æ tulangan poer
x

® dy = d - Æ tulangan poer, dan sebaliknya


d
h

A A
y

– bo = 2 . (bx + by) = 2 . ((kx + dx) + (ky + dy))


y
b

bw

Pt Pt Pt
– Vc = 1 ⋅ 1+ 2
+Y
Potongan A – A
iArah sumbu x – x i
1 6 ( βc )⋅√ f ' c⋅ bo . d
– Vc ≤ 1 ⋅ f ' c⋅ bo . d
bx bx = kx + 2.(½.dx) = kx + dx
by = ky + 2.(½.dy) = ky + dy 2 3

+X
1
– Vc ≥ ⋅√ f ' c⋅ bo . d
Geser pons / dua arah 3 6
3. Geser tiang pancang terhadap poer : B. tetap B. sementara
d p bo f . Vc4 Vu = Pt maks Vu = Pt maks Syarat
Bentuk tiang
(mm) (mm) (kN) (kN) (kN) Vu £ f . Vc
Lingkaran 600 4,790.929 8,123.274 1,009.147 1,334.147 OK
½d ½d

Geser tiang terhadap poer


Keterangan rumus :
overlap punch shear
½d dp ½d s – Vu ≤ φ .Vc ≈φ . 2 . √ f ' c . bo . d
4
3
– Pt = Vu = f . Vn = f . (Vc + Vs)
Vu = Pt Vu = 2.Pt – bila Vs = 0, maka :
Keliling daerah kritis (bo) : – ® bo = 2. [s.( p . (dp + d))] – Sehingga : Vu £ f . Vc
– ® bo = p . (dp + d)
– ® bo = 2 . [(dpy + dy) + (dpx + dy)]
– ® bo = 4 . (dp + d)
Bantuan S tiang
yang memenuhi
1 1 1
1 1 1
1 1 1
1 1 1

S tiang 4
PERANCANGAN PONDASI
PERANCANGAN PONDASI POER (PILE CAP)
PENULANGAN PADA POER :
Data-data sebelumnya :
Dimensi kolom Pusat kolom Dimensi poer Pusat tiang Æ tiang pancang
kx ky x y bwx bwy h d Æ tlgn x y dp
(mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm²) (mm) (mm) (mm)
500 500 1,500 1,500 3,000 3,000 1,000 925 22 1,500 1,500 600
Letak B. Tetap B. Sementara Letak B. Tetap B. Sementara f 'c = 21.0 MPa. f ltr = 0.80
n . Pt

n . Pt
jalur Dalam lajur Kolom jalur Dalam lajur Baris fy = 400 MPa. f gsr = 0.60
K x (kN) (kN) B y (kN) (kN) b 1 = 0.85
1 650 583.000 533.000 1 650 -852.294 -1,602.294 Berat jenis :
2 2350 583.000 533.000 2 2350 2,018.294 2,668.294 - Beton (gc) = 24.0 kN/m³
- Tanah timbunan (gt) = 17.0 kN/m³
h tanah timbunan (ht) = 0 mm
4. Kuat lentur poer :
a. Arah x : ® dx = d ± ½.Æ tul. poer = 936.000 mm Momen dari beban tetap Momen beban sementara
Posisi lx lmx Absis kritis Tiang kritis qp n . Pt Muy n . Pt Muy
kritis (mm) (mm) (mm) (lajur) (kN/m) (kN) (kNm) (kN) (kNm)
kanan 1,250 600 1,750 2 583.000 293.550 533.000 263.550
72.000
kiri 1,250 600 1,250 1 583.000 293.550 533.000 263.550
Jenis Posisi Rn Asi pokok Asi susut
beban kritis m r rmin rmaks rpakai
(kN/m²) (mm²) (mm²)
kanan 139.611 0.000350 0.00350 9,828.000 6,000.000
Tetap 22.40896 0.00350 0.01707
kiri 139.611 0.000350 0.00350 9,828.000 6,000.000
kanan 125.343 0.000314 0.00350 9,828.000 6,000.000
Sementara 22.40896 0.00350 0.01707
kiri 125.343 0.000314 0.00350 9,828.000 6,000.000

b. Arah y : ® dy = d ± ½.Æ tul. poer = 914.000 mm Momen dari beban tetap Momen beban sementara
Posisi ly lmy Ordinat kritis Tiang kritis qp n . Pt Mux n . Pt Mux
kritis (mm) (mm) (mm) (lajur) (kN/m) (kN) (kNm) (kN) (kNm)
atas 1,250 600 1,750 2 2,018.294 1,154.726 2,668.294 1,544.726
72.000
bawah 1,250 600 1,250 1 -852.294 -567.626 -1,602.294 -1,017.626
Jenis Posisi Rn Asi pokok Asi susut
beban kritis m r rmin rmaks rpakai
(kN/m²) (mm²) (mm²)
atas 575.938 0.00146 0.00350 9,597.000 6,000.000
Tetap 22.40896 0.00350 0.01707
bawah -283.112 -0.00070 0.00350 9,597.000 6,000.000
atas 770.456 0.00197 0.00350 9,597.000 6,000.000
Sementara 22.40896 0.00350 0.01707
bawah -507.557 -0.00125 0.00350 9,597.000 6,000.000
bwx bwx A P
P Mx
My
Hy ly’atas
y atas

Hx lx’kanan
my atas

dy
l
dx

h
h

A A
l
y

y
bw

bw

Pt Pt Pt Pt Pt Pt Pt
+Y Potongan A – A +Y Potongan A – A i
iArah sumbu x – x i Arah sumbu y – y i
+X lx kanan +X
A
lmx kanan
Kuat lentur arah sumbu x – x Kuat lentur arah sumbu y – y

1,4
Keterangan rumus :
Luasan yang ditinjau : Ap = li . bwi
1
ρ=
m ( √
⋅ 1− 1 −
2 . m . Rn
fy )ρmin =
fy
Beban kantilever : qp = (h . gc + ht . gt ) . bwi 0, 85 . f ' c . β1 600
ρmaks = 0, 75⋅ρ b = 0, 75⋅ ⋅
Muy = n . Pt . lmx – ½ . qp . lx² fy 600 + fy
r pakai ® r min £ r £ r maks
Rn =
Mn Mu f y
= m=
bw i . d 2i φ . bw i . di2 0,85 . f ' c Asi pokok = r pakai . bwi . di Asi susut = 0,002 . bwi . h
PERANCANGAN PONDASI
PERANCANGAN PONDASI POER (PILE CAP)
PENULANGAN PADA POER :
Data-data sebelumnya :
Berat jenis : - beton (gc) = 24.0 kN/m³ f 'c = 21.0 MPa. f lentur = 0.80
Berat jenis : - tanah timbunan (gt) = 17.0 kN/m³ fy = 400 MPa. f geser = 0.60
Kedalaman tanah timbunan (ht) = 0 mm Selimut beton (ds) = 75 mm f tekan = 0.70
Dimensi kolom Pusat kolom Dimensi poer
kx ky x y bwx bwy h d Æ tl.pokok Æ tl.susut dx dy
(mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm²) (mm²) (mm) (mm)
500 500 1,500 1,500 3,000 3,000 1,000 925 22 19 936.000 914.000

5. Aturan penempatan tulangan poer :


+) Bila bujur sangkar – tulangan pokok arah x dan arah y : jarak dan jumlahnya sama
+) Bila persegi panjang – tulangan pada arah panjang disebar merata
– tulangan pada arah pendek sebagian dari total "aturan b" disebar merata sesuai-
jarak bentang terpendek dan sisanya disebar merata di luar daerah tersebut.

Bentuk penampang poer : ® Bujur sangkar ® bwx = bwy


sisi panjang
Aturan β : → Tulangan pada arah lebar jalur =
2 bw x
= 1.000 ; β= = bw y
Tulangan total arah memendek ( β + 1) sisi pendek
6. Pemilihan tulangan poer :
a. Tulangan pokok : Pemilihan tulangan
Arah Asi di dalam lebar di luar lebar Asi aktual Syarat
raktual rmin rmaks
sumbu (mm²) bentang terpendek bentang terpendek (mm²) r*
x–x 9,828.000 26 D 22 – 114 9,883.450 0.00352 0.00350 0.01707 OK
y–y 9,597.000 26 D 22 – 114 9,883.450 0.00360 0.00350 0.01707 OK
b. Tulangan susut : Syarat : rmin £ raktual £ rmaks
Arah Asi Asi aktual Syarat
sumbu
Pemilihan tulangan Asi aktual ³ Asi
(mm²) (mm²)
x–x 6,000.000 22 D 19 – 135 6,237.632 OK
y–y 6,000.000 22 D 19 – 135 6,237.632 OK

7. Kebutuhan tulangan pasak (dowel) :


Luas kolom (A1) = 0.250 m² Panjang penyaluran (ldb) :
Luas poer (A2) = 9.000 m² ldb min = 200.0 mm ® syarat utama
Perbandingan
√ A2
A1
= 6.00 £ 2.00 ldb min = 0,04 . db . f y = 400.0 mm

√ A2
A1
pakai = 2.00 ldb =

ldb pilih
d b . fy
4 . √f ' c
= 545.54 mm

Kuat tumpuan kolom : = 545.54 mm


Pr 1=φ . (0, 85. f ' c . A 1 ) = 3,123.75 kN ldb aktual = FAs . ldb pilih = 86.83 » 200 mm
Kuat tumpuan poer :

Pr 2 =φ. (0, 85. f ' c . A 1 ).


√ A2
A1
pakai = 6,247.50 kN
³ 200 ³ 200 mm

Beban aksial terfaktor (Pu) = 950.00 kN


Bila : Pu < Pr1 < Pr2
d
h

maka : Beton mampu menahan beban dari kolom !!


As perlu = As minimum = 0,005 . Ag = 1,250.00 mm²
As tersedia = As kolom = 16 D 25 7,853.98 mm²
=
Faktor modifikasi tulangan (FAS) :
Pt Pt Pt
As perlu
F As= = 0.159 Rencana tulangan pasak (dowel)
Astersedia
Dimensi pondasi poer Tulangan pokok
Portal Nomor Tipe bwx bwy h d Arah x – x Arah y – y
as join poer (mm) (mm) (mm) (mm) £ lebar terpendek £ lebar terpendek > lebar terpendek
E2 P1 1,200 1,500 500 350 6 D 19 – 200 6 D 19 – 240 2 D 19
E3 P1 1,200 1,500 500 350 6 D 19 – 200 6 D 19 – 240 2 D 19
E4 P1 1,200 1,500 500 350 6 D 19 – 200 6 D 19 – 240 2 D 19
E5 P1 1,200 1,500 500 350 6 D 19 – 200 6 D 19 – 240 2 D 19
E6 P1 1,200 1,500 500 350 6 D 19 – 200 6 D 19 – 240 2 D 19
E7 P1 1,200 1,500 500 350 6 D 19 – 200 6 D 19 – 240 2 D 19
E8 P1 1,200 1,500 500 350 6 D 19 – 200 6 D 19 – 240 2 D 19
E
E9 P1 1,200 1,500 500 350 6 D 19 – 200 6 D 19 – 240 2 D 19
E10 P1 1,200 1,500 500 350 6 D 19 – 200 6 D 19 – 240 2 D 19
E11 P1 1,200 1,500 500 350 6 D 19 – 200 6 D 19 – 240 2 D 19
E12 P1 1,200 1,500 500 350 6 D 19 – 200 6 D 19 – 240 2 D 19
E13 P1 1,200 1,500 500 350 6 D 19 – 200 6 D 19 – 240 2 D 19
E14 P1 1,200 1,500 500 350 6 D 19 – 200 6 D 19 – 240 2 D 19
E15 P1 1,200 1,500 500 350 6 D 19 – 200 6 D 19 – 240 2 D 19
A7 P4 600 1,300 450 300 3 D 19 – 200 4 D 19 – 200 2 D 19
7 B7 P1 1,200 1,500 500 350 6 D 19 – 200 6 D 19 – 240 2 D 19
E7 P1 1,200 1,500 500 350 6 D 19 – 200 6 D 19 – 240 2 D 19
Tulangan susut
hy–y Arah x – x Arah y – y Tulangan ldb (minimal)
> lebar terpendek merata merata dowel (mm)
– 50 5 D 19 – 250 6 D 19 – 260 8 D 32 200
– 50 5 D 19 – 250 6 D 19 – 260 12 D 32 200
– 50 5 D 19 – 250 6 D 19 – 260 12 D 32 200
– 50 5 D 19 – 250 6 D 19 – 260 12 D 32 200
– 50 5 D 19 – 250 6 D 19 – 260 12 D 32 200
– 50 5 D 19 – 250 6 D 19 – 260 12 D 32 200
– 50 5 D 19 – 250 6 D 19 – 260 12 D 32 200
– 50 5 D 19 – 250 6 D 19 – 260 12 D 32 200
– 50 5 D 19 – 250 6 D 19 – 260 12 D 32 200
– 50 5 D 19 – 250 6 D 19 – 260 12 D 32 200
– 50 5 D 19 – 250 6 D 19 – 260 12 D 32 200
– 50 5 D 19 – 250 6 D 19 – 260 12 D 32 200
– 50 5 D 19 – 250 6 D 19 – 260 12 D 32 200
– 50 5 D 19 – 250 6 D 19 – 260 8 D 32 200
– 250 2 D 19 – 400 5 D 19 – 275 12 D 32 200
– 50 5 D 19 – 250 6 D 19 – 260 12 D 32 200
– 50 5 D 19 – 250 6 D 19 – 260 12 D 32 200