Anda di halaman 1dari 5

PEMERINTAH PROVINSIBALI

DINAS KESEHATAN
UPT. RSUD BALI MANDARA
Jl. By Pass Ngurah Rai No. 548 Sanur, Denpasar – Bali
Email : rsud.balimandara@gmail.com

LAPORAN
TENTANG : PELATIHAN ADVANCED CARDIOVASCULAR LIFE SUPPORT
(ACLS)

I. Pendahuluan
A. Umum/Latar Belakang
Kejadian mati mendadak masih merupakan penyebab kematian utama baik
di negara maju maupun negara berkembang seperti di Indonesia. Henti jantung
(cardiac arrest) bertanggung jawab terhadap 60% angka kematian penderita
dewasa yang mengalami penyakit jantung coroner (PJK). Berbagai penelitian
menunjukkan pada pasien dengan sindroma koronaria akut (SKA) dapat terjadi
irama jantung fibrilasi ventrikel (VF) yang menyebabkan henti jantung mendadak.
Kebanyakan pasein mengalami takikardi ventrikel (VT) sebelum akhirnya berubah
menjadi VF, dan pada saat pasien dilakukan perekaman listrik jantung (EKG) irama
jantung sudah mengalami perburukan lagi menjadi Asistol. Terapi optimal untuk
mengatasi kondisi VF ini adalah dilakukan Resusitasi Jantung Paru dan terapi
defibrilasi elektrik secara dini.
Advance Cardiovascular Life Support (ACLS) / Bantuan Hidup Jantung-
Vaskuler Lanjut sebagai suatu tindakan medik dalam mengatasi
kegawatdarutan/kegawatan jantung adalah suatu hal yang sangat penting dipahami
dan diterapkan sebagaimana halnya dengan Basic Life Support / Bantuan Hidup
Dasar, karena sangat penting untuk mengetahui kondisi klinis yang terjadi pada
pasien berdasarkan pada observasi keadaan umum dan irama jantung sebelum dapat
ditentukan tindakan penanganan fisik atau medikasi (obat-obatan) apa yang akan
dilakukan atau diberikan agar tidak terjadi perburukan kondisi seperti VF maupun
Asistol.
Pelatihan/kursus ACLS ini dirancang bagi para tenaga kesehatan yang
berperan langsung dalam resusitasi pasien, baik di dalam maupun di luar rumah
sakit dengan menekankan pentingnya tindakan-tindakan berkelanjutan yang saling
terkait satu sama lain agar memperoleh hasil maksimal untuk menyelamatkan hidup
pasien. Tindakan yang berkesinambungan ini disebut dengan rantai kelangsungan
hidup (the chain of survival).
B. Landasan Hukum:
a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
b. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah
Sakit.
c. Surat Undangan Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118 nomor:
245/MRKT/PT.ASSD/II/2018 tentang Penawaran Pelatihan ACLS tanggal 16-
18 April 2018.

C. Maksud dan Tujuan:


1. Mampu melakukan penanganan dan perawatan dalam segala aspek
kegawatdaruratan jantung dan paru serta memberikan bantuan hidup lanjutan
terhadap pasien atau korban.
2. Mampu mengelola henti jantung hingga kembalinya sirkulasi spontan (ROSC),
penghentian resusitasi, atau melakukan rujukan untuk tindakan perawatan
lanjutan.
3. Mampu memahami algoritme kegawatan jantung dan penanganannya.
4. Mengidentifikasi dan mempercepat penanganan pasien dengan Sindroma
Koroner Akut dan Aritmia
5. Mendemonstrasikan komunikasi yang efektif sebagai seorang pemipin (leader)
atau anggota tim resusitasi.

II. Hasil yang dicapai


A. Jumat, 22 Maret 2019
Instructor: dr. Taufan Rivay Halim, S.Ked
1. Building Learning Comitment oleh

2. Konsep Dasar Basic Life Support (BLS) pada dewasa, anak umur kurang dari 8
tahun dan bayi

3. Konsep Dasar Automated External Defibrilator (AED) pada orang dewasa dan
anak umur kurang dari 8 tahun.

4. Konsep Dasar Team Dynamics

5. Teknik ventilasi

6. Penatalaksanaan Choking pada pasien tersedak dan gangguan airway

7. Simulasi kasus Basic Life Support dan Choking


B. Sabtu, 23 Maret 2019
Instructor: dr. Taufan Rivay Halim, S.Ked
1. Konsep dasar System of Care oleh dr. Taufan Rivay Halim, S.Ked :

a. Resusitasi Jantung Paru

b. Sindroma Koroner Akut

c. Stroke Akut

d. Perawatan Pasca Henti Jantung/Return Of Spontaneus Circulation (ROSC)

2. Rapid Response System dan Effective High-Performance Team Dynamics

3. The Systematic Approach, Pengkajian BLS, Pengkajian Primer dan Pengkajian


Sekunder

4. Penatalaksanaan dan konsep Algoritma kasus ACLS

a. Respiratory Arrest

b. Acute Coronary Syndromes

c. Acute Stroke

d. Bradycardia

e. Tachycardia Stable dan Unstable

f. Cardiac Arrest VF/Pulseless VT

g. Cardiac Arrest Pulseless Electrical Activity (PEA) dan Asystole

h. Post Cardiac Arrest Care

5. Demontrasi :

a. The Systematic Approach (Pengkajian BLS, Primer, dan Sekunder)

b. Effective High-Performance Team Dynamics dengan kasus ACLS

c. Penggunaan Defibrilator dan AED


C. Minggu, 24 Maret 2019
Instructor: dr. Taufan Rivay Halim, S.Ked
1. Demontrasi :

a. Effective High-Performance Team Dynamics sebagai Leader dan Team


member

b. Kasus Takirkardi dan Bradikardi sesuai algoritma

c. Kasus Cardiac Arrest/Henti Jantung dan Post Cardiac Arrest


Care/Perawatan Pasca Henti Jantung

2. Ujian Skill Effective High-Performance Team Dynamics dengan kasus ACLS

III. Kesimpulan dan Rekomendasi/Saran


A. Penatalaksanaan korban atau pasien dengan kegawatan dan atau henti jantung, baik
di Rumah Sakit maupun di luar rumah sakit banyak melibatkan tim multidisiplin
seperti dokter, perawat, tenaga kesehatan lain terlatih, pemadam kebakaran, orang
awam dll. Dalam pemberian pertolongan, harus memperhatikan kompetensi dan
kemampuan dari penolong sehingga tindakan yang diberikan tepat dan mampu
mengembalikan sirkulasi secara spontan. Basic Life Support adalah kompetensi
dasar yang harus dikuasai oleh orang awam dan tenaga kesehatan, perbedaannya
hanya saat memberikan bantuan ventilasi. Penanganan lanjutan pada pasien henti
jantung yang sudah mendapat penanganan BLS harus dilanjutkan dengan
pemberian obat-obatan emergensi, pemasangan alat bantu Airway definitive disertai
penginterpretasian EKG dan deteksi penyebab yang bisa memperburuk kondisi
pasien saat kembalinya sirkulasi spontan (ROSC). Diperlukan kerja sama secara tim
dalam memberikan bantuan hidup lanjutan dengan tugas, peran, dan tanggung
jawab yang berbeda, tim terdiri dari minimal 3 orang dengan Leader sebagai
pemimpin team. Setiap anggota tim melakukan tugas sesuai peran dan
kompetensinya serta tetap menjaga komunikasi secara efektif dan kondusif selama
melakukan tindakan pertolongan.

B. Rencana tindak lanjut setelah mengikuti seminar dan workshop adalah


1. Membuat laporan mengikuti Pelatihan Advanced Cardiovascular Life Support
(ACLS) / Bantuan Hidup Jantung-Vaskuler Lanjutan
2. Mensosialisasikan hasil pelatihan kepada rekan-rekan sejawat
IV. Penutup
Demikian disampaikan laporan hasil Pelatihan Advanced Cardiovascular Life Support
(ACLS) untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Denpasar, 27 Maret 2019


Yang Membuat Laporan

Ns. Luh Amanda Titi Suryani, S.Kep


Gusti Ayu Putu Puspita Dewi, A.Md.Kep
Ida Ayu Putu Yuni Astari, A.Md.Kep
Komang Darma Suyasa, A.Md.Kep
Komang Sri Trisnayanti, A.Md.Kep
Ni Kadek Juli Andayani, A.Md.Kep
Ns. Pande Made Arbi Yuda Muckti, S.Kep
Ns. Ni Nyoman Sri Wulandari, S.Kep