Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM

PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


“Pengisian dan Pengosongan ACCU”

Disusun oleh :
Wisnu Tiko Y
17506134027

Dosen Pengampu :
Eko Swi Darmawan

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2019
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
JOB SHEET PRAKTIK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
Semester VI Pengisian dan Pengosongan ACCU 4x50 menit
No. SK/EKO/PTE /00 Revisi : - Tgl : 23 Feb 2017 Hal 2 dari 10

A. KOMPETENSI
Mampu melakukan instalasi dan mengoperasikan sistem pengisian dan pengosongan
ACCU

B. ALAT DAN BAHAN


a. ACCU 12 Volt 18 AH 1 buah
b. DC Regulator 1 buah
c. Power Supply DC 1 buah
d. Cable extention 1 buah
e. Multimeter 1 buah
f. Stopwatch 1 buah
g. Box terminal 1 buah
h. Loading resistor 1 buah
i. Ballast 125 W 1 buah
j. Saklar 1 buah
k. Jumper secukupnya

C. Dasar Teori
a. Pengertian Baterai / ACCU
Baterai adalah alat elektro kimia yang dibuat untuk mensuplai listrik ke sistem
starter mesin, sistem pengapian, lampu-lampu dan komponen kelistrikan lainnya. Alat
ini menyimpan listrik dalam bentuk energi kimia, yang dikeluarkannya bila diperlukan
dan mensuplainya ke masing-masing sistem kelistrikan atau alat yang memerlukannya.
Karena di dalam proses baterai kehilangan energi kimia, maka alternator mensuplainya
kembali ke dalam baterai (yang disebut pengisian). Baterai menyimpan listrik dalam
bentuk energi kimia. Siklus pengisian dan pengeluaran ini terjadi berulang kali dan terus
menerus.
ACCU (mulator) atau sering disebut aki, adalah salah satu komponen utama dalam
kendaraan bermotor, baik mobil atau motor, semua memerlukan aki untuk dapat
menghidupkan mesin mobil (mencatu arus pada dinamo starter kendaraan). Aki mampu
mengubah tenaga kimia menjadi tenaga listrik. Di pasaran saat ini sangat beragam
jumlah dan jenis aki yang dapat ditemui. Aki untuk mobil biasanya mempunyai
tegangan sebesar 12 Volt, sedangkan untuk motor ada tiga jenis yaitu, dengan tegangan
12 Volt, 9 volt dan ada juga yang bertegangan 6 Volt. Selain itu juga dapat ditemukan
pula aki yang khusus untuk menyalakan tape atau radio dengan tegangan juga yang
dapat diatur dengan rentang 3, 6, 9, dan 12 Volt. Tentu saja aki jenis ini dapat dimuati
kembali (recharge) apabila muatannya telah berkurang atau habis.
b. Proses pengisian dan pengosongan ACCU
Akumulator atau aki memiliki beberapa bagian utama. Mereka adalah kutub positif
(anode) yang terbuat dari timbal dioksida (PbO 2), kutub negatif yang terbuat dari
timbal murni (Pb), dan larutan elektrolit kuat yaitu asam sulfat (H2SO4) dengan
kepekatan 30%. Dalam kehidupan sehari-hari, aki ini memiliki beberapa reaksi.
Karena aki tersebut dapat mengubah dari energi kimia menjadi listrik dan dapat
kembali menjadi energi kimia. Sehingga aki ini juga merupakan elemen sekunder.
Berikut reaksi-reaksinya.
 Proses Pengosongan Aki
Didalam proses ini, terjadi perubahan energi kimia menjadi listrik dan terjadi
perubahan pada anode, katode, dan larutan elektrolitnya. Pada anode yang
semula timbal dioksida (PbO2)menjadi timbal sulfat (PbSO4). Pada katode yang
semula timbale murni (Pb) menjadi timbal sulfat (PbSO 4). Pada larutan
elektrolitnya, asam sulfat (H2SO4) akan menjadi encer karena terbentuk air. Pada
mulanya terdapat air aki yang sudah tercampur dengan asam sulfat dengan
kepekatan 30% saja, maka asam sulfat akan mudah terurai didalam air dan pada
saat sebelum digunakan menjadi H2SO4 →2H+ + SO42- . Berikut reaksinya :
Karena timbul sulfat (PbSO4) merupakan hasil reduksi sekaligus oksidasi, maka
reaksi tersebut merupakan reaksi Komproporsionasi.
 Proses Pengisian Aki
Karena aki merupakan elemen sekunder, maka tentunya aki juga dapat diisi
kembali. Proses tersebut dikenal sebagai Setrum Aki. Pada saat penyetruman aki,
terjadi perubahan energy listrik menjadi kimia, katode yang semula timbal sulfat
(PbSO4) menjadi timbal murni (Pb), yang semula anode timbal sulfat menjadi
timbal dioksida (PbO2), dan larutan yang semula encer menjadi lebih pekat.
Berikut reaksinya :
Karena timbal sulfat (PbSO4) mengalami reduksi dan oksidasi sekaligus, maka
reaksi tersebut merupakan reaksi Disproporsionasi atau Autoredoks.

Pada reaksi diatas, terbentuk 4H+ (aq) dan 2 SO42- (aq) dan akan bereaksi menjadi
asam sulfat (H2SO4). Hal ini akan menambah kadar dan massa jenis larutan.
Sehingga larutan menjadi lebih pekat.

D. KESELAMATAN KERJA

- Bekerjalah dengan keadaan tanpa tegangan pada saat membuat rangkaian dan
mengubah rangkaian
- Pastikan seluruh pakaian yang anda kenakan kering
- Jauhkan peralatan yang tidak diperlukan dari tempat pengambilan data
- Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan
E. GAMBAR RANGKAIAN

Gambar 1. Rangkaian Pengisian ACCU

Gambar 2. Rangkaian Pengosongan ACCU

F. LANGKAH KERJA
1) Pasanglah rangkaian pengisian dan pengosongan ACCU sesuai dengan instruksi
dosen pengampu
2) Aturlah sedemikian hingga supaya arus DC yang mengalir dalam pengisian ACCU
bernilai 3A
3) Catatlah hasil pengamatan dengan interval waktu 10 menit untuk setiap
pengambilan data. Isilah data sesuai dengan tabel berikut

`
Tabel 1. Data Pengisian ACCU
Arus start pengisian: 3 Ampere

ACCU Charger
No Waktu Tegangan Arus Pengisian Tegangan Arus Daya Keterangan
(menit) (Volt) (Ampere) (Volt) (Ampere) (Watt)
1 Ke 0 17,5 3 220 0,45 90
2 Ke 10 18 2,9 220 0,44 90
3 Ke 20 18 2,7 220 0,42 90
4 Ke 30 18 2,4 223 0,42 94
5 Ke 40 18 2,4 224 0,42 92
6 Ke 50 18 2,5 224 0,42 92

*)
Pengukuran tegangan dilakukan dengan cara meng-OFF-kan saklar, kemudian
lakukan pengukuran tegangannya.

Tabel 2. Data Pengosongan ACCU


Arus start pengosongan: 3 Ampere

No Waktu Tegangan ACCU (Volt) Arus Pengosongan Keterangan


(Menit) Berbeban Tanpa Beban (Ampere)
1 Ke 0 1,2 7,5 3
2 Ke 5 1,1 7,51 2,4
3 Ke 10 1,3 7,7 2,3
4 Ke 20 1,3 7,72 2,2
5 Ke 30 1,5 7,71 2,2
6 Ke 40 1,24 7,68 1,8
G. TUGAS
a. Buatlah grafik hubungan antara tegangan dan lama waktu pengisian ACCU.

b. Tentukan efisiensi dari sistem penyimpanan ACCU.


Nilai efisiensi ditentukan dengan membagi tegangan accu saat berbeban dengan
tegangan accu saat tanpa beban.
V beban V tanpa beban Efisiensi
1,2 7,5 0,16
1,1 7,51 0,14
1,3 7,7 0,1688
1,3 7,72 0,1683
1,5 7,71 0,194
1,24 7,68 0,1614
Rata-rata 0,1654

c. Lakukan analisis dan buatlah kesimpulan dari hasil praktikum.


H. Analisis Data

Lama waktu pengisian Accu sebenarnya dapat dihitung dengan rumus t = Q/I t =
waktu pengisian, Q = kapasitas accu, I = arus pengisian. Dari grafik tegangan dan lama
waktu pengisian dapat diketahui bahwa lonjakan tegangan terjadi paling tinggi yaitu
pada 10 menit pertama yaitu sebesar 18 volt. Namun setelah itu tegangan tetap sama
yaitu 18 volt. Sementara itu di sisi lain nilai arus pengisian juga semakin kecil dan
berpengaruh pada data masukan charger Accu yang juga turun. Penurunan arus terjadi
karena perbedaan tegangan accu dan charger yang semakin kecil. Setelah lama di
charger aki juga terasa hangat.

I. Kesimpulan

Dari hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa pengisian Accu dapat dilakukan
dengan memberikan sumber tegangan dan arus pada terminal Accu. Tegangan yang
diberikan tidak boleh berbeda jauh dari tegangan nominal Accu. Arus yang diberikan
semakin besar arus maka akan semakin cepat waktu pengisian namun semakin cepat
pula usia Accu karena arus yang besar menyebabkan panas. Semakin kecil perbedaan
nilai tegangan accu berbeban dan tidak berbeban semakin baik kondisi Accu.

Yogyakarta, 19 Maret 2019

Dosen Pembimbing Mahasiswa


Eko Swi Darmawan Wisnu Tiko Y
NIM : 17506134027