Anda di halaman 1dari 3

MSDS Eksperimen Kimia

Membuat Stalagmit dan Stalaktit

TUJUAN PERCOBAAN :

Peserta didik dapat mengetahui cara membuat stalagmit dan stalaktit dengan percobaan
sederhana

TEORI

Di daerah batu kapur, gua terbentuk oleh air hujan yang mengandung gas karbondioksida yang
diserap dari atmosfer. Batu kapur tersusun dengan bahan utama kalsium karbonat. Kalsium
karbonat akan larut dalam asam lemah, kemudian menetes melalui celah-celah tanah dan
bertemu dengan CO2 yang terjebak dalam tanah dengan tekanan tinggi dalam jangka waktu
lama. Reaksi yang terbentuk merupakan reaksi kesetimbangan. Reaksi tersebut dapat
mengalami pergeseran kesetimbangan sehingga membentuk stalagmit dan stalaktit.
Pembentukan stalagmit dan stalaktit terjadi ketika air yang mengandung kalsium karbonat
menguap secara berulang-ulang. Sebagaimana prinsip le chatelier, jika zat berkurang, maka
reaksi akan bergeser ke arah zat yang berkurang. Untuk memperlihatkan bagaimana terjadinya
proses kimiawi dalam gua, kalian dapat membuat sendiri pembentukan kristal stalagmit dan
stalaktit.

ALAT DAN BAHAN

1. Alat :
Gelas plastik
Benang wol
Wadah kecil
Tissu
Pengaduk
Sedotan platik
2. Bahan
Soda cuci
Air panas
PROSEDUR KERJA

1. Sebelum melakukan percobaan ini, carilah informasi mengenai pembentukan stalagmit


dan stalaktit di alam.
2. Larutkan soda cuci kedalam 100 ml air yang terdapat dalam masing-masing gelas kaca,
tambahkan sampai soda cuci tidak dapat larut lagi (sampai jenuh).
3. Aduk larutan, kemudian hubungkan kedua gelas kaca dengan benang wol yang dalam
pipa penghubung yang telah dilobangi bagian tengahnya membentuk jembatan.
4. Letakkan wadah kecil diantara kedua gelas tepat dibawah benang wol.
5. Biarkan beberapa saat, sampai terbentuk endapan seperti es yang jatuh ke dasar wadah
dan menggantung pada benang wol.
6. Catat hasil pengamatanmu.

PERTANYAAN

1. Mengapa larutan soda cuci dibuat jenuh?


Jawab : agar zat terlarut dapat terlarut sempurna dalam pelarut.
2. Apa tanda suatu larutan sudah jenuh?
Jawab : ketika ditambahkan dengan zat terlarut secara berlebih, sehingga zat terlarut
tidak bisa terlarut kembali.
3. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi (sesaui zat yang digunakan)
Jawab : Na2CO3(s) + H2O (l) + CO2 (aq) Na2+ (aq) + 2HCO3- (aq)
4. Endapan apakah yang terbentuk pada dasar wadah dan yang menggantung pada benang
wol?
Jawab : endapan yang terbntuk pada benang wol bagian atas adalah stalaktit, sedangkan
endapan yang menetes pada wadah kecil merupakan stalagmit. Proses yang terjadi
karena penguapan natrium karbonat secara berulang-ulang. Sehingga jumlah Na2CO3
semakin berkurang. Berkurangnya natrium karbonat dapat diamati dari jatuhnya Na2+
dan HCO3- yang berada pada benang wol dan yang menetes pada wadah penampung.

PEMBAHASAN

Dalam eksperimen kali ini bertujuan untuk mengetahui cara membuat stalagmit dan stalaktit
dengan percobaan sederhana. Peristiwa terbentuknya stalagmit dan stalaktit merupakan
peristiwa alam yang tejadi secara alamiah. Proses terbentuknya bentukan alam tersebut bisa
dijelaskan secara kimia. Dari hasil percobaan tersebut, serbuk natrium karbonat yang dilarutkan
menggunakan air panas sampai jenuh kemudian kedalamnya dimasukkan benang wol yang
menghubungkan larutan natrium karbonat dalam kedua gelas plastik mengalami penguapan
secara berulang-ulang yang berlangsung dalam waktu relatif lama. Hal itu dapat di amati dari
jatuhnya larutan Na2+ dan HCO3- yang menempel pada benang wol bagian tengah dan pada
wadah kecil. Untuk lebih memudahkan, stalagmit adalah hasil tetesan yyang terbentuk pada
wadah, sedangkan stalaktit adalah endapan kaku yang terbentuk pada benang wol. Proses ini
menunjukkan bahwa jumlah natrium karbonat semamin berkurang, sehingga reaksi akan
bergeser ke arah pembentukan natrium karbonat. Sebagaimana asas Le Chatelier, jika
konsentrasi zat berkurang, maka reaksi akan bergeser ke arah zat yang berkurang tersebut.

KESIMPULAN

Salah satu conth terebntuknya stalagmit dan stalaktit adalah memanfaatkan aplikasi
kesetimbangan kimia. Sesuai dengan prinsip Le chatelier, jika suatu konsentrasi berkurang,
maka kesetimbangan akan bergeser ke arah zat yang konsentrasi berkurang. Ketika natrium
karbonat dilarutkan dalam air panas, maka akan terjadi penguapan natrium karbonat. Sehingga
konsenttrasi larutan natrum karbonat semakin berkurang. Menguapnya larutan natrium
karbonat ini, ditandai dengan adanya endapan putih pada benag wol yang dihubungkan dengan
kedua gelas serta terbentuknya tetesan kecil pada wadah penampung.