Anda di halaman 1dari 14

REKAYASA IDE

“ Implementasi Nilai-nilai Pancasila Dalam Kehidupan Kampus “

“ Pergaulan Mahasiswa dan Kehidupan Sosial dalam Menerapkan Sila


Persatuan Indonesia “

DISUSUN OLEH :

NAMA : MARIANA AGUSTINA TURNIP

NIM ; 1173311076

KELAS : H EKSTENSI

JURUSAN : PGSD

FAKULTAS : ILMU PENDIDKAN

MATA KULIAH : PENDIDIKAN PANCASILA

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat
dan kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ‘Rekayasa Ide mata kuliah
“KETERAMPILAN BERBAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR” yang berjudul
““ Implementasi Nilai-nilai Pancasila Dalam Kehidupan Kampus “ “ Pergaulan Mahasiswa
dan Kehidupan Sosial dalam Menerapkan Sila Persatuan Indonesia”. Penulis juga berterima
kasih kepada semua orang yang sudah memberikan bimbingannya.

Penulis juga menyadari bahwa tugas ini masih banyak kekurangan oleh karena itu
penulis minta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan penulis juga mengharapkan kritik
dan saran yang membangun guna kesempurnaan tugas ini.

Akhir kata penulis ucapkan terima kasih semoga dapat bermanfaat dan bisa
menambah pengetahuan maupun hiburan bagi pembaca.

Medan, April 2019

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...........................................................................................................


ABSTAK.................................................................................................................................
DAFTAR ISI...........................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................
A. LATAR BELAKANG .................................................................................................
B. TUJUAN .................................................................................................................... .
C. MANFAAT ..................................................................................................................
BAB II KERANGKA PIKIR
BAB III PEMBAHASAAN ...................................................................................................
BAB IV PENUTUP................................................................................................................
A. KESIMPULAN............................................................................................................
B. REKOMENDASI/ SARAN..........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tahun ajaran baru pada semester ganjil sangat identik dengan adanya mahasiswa-
mahasiswa baru yang ingin menuntut ilmu pada sebuah perguruan tinggi di Indonesia.

Mereka tentunya bukan hanya berasal dari satu daerah atau wilayah. Mengenai daerah asal
masing-masing mahasiswa tentunya banyak sekali perbedaan yang di bawa dari daerah asal
masing-masing. Perbedaan tersebut antara lain bahasa sehari-hari, gaya pergaulan, dan cara
berkomunikasi.

Perbedaan-perbedaan inilah yang membuat mahasiswa-mahasiswa enggan untuk


berteman yang mahasiswa dari daerah lain, dan akhirnya hanya berkumpul dengan orang-
orang dari daerahnya sendiri dan membentuk kelompok-kelompok.Adanya kelompok-
kelompok ini tanpa disadari membuat mahasiswa-mahasiswa merasa nyaman dan membatasi
pergaulan mereka dengan yang lain. Pengelompokan mahasiswa-mahasiswa ini tentunya
sangat bertentangan dengan sila ketiga dalam Pancasila, yaitu; Persatuan Indonesia.

Padahal dalam implementasinya terdapat butir berikut; Memajukan pergaulan demi


persatuandan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Butir ini menghendakiadanya
pergaulan, hubungan baik ekonomi, politik, dan budaya antar suku, pulaudan agama,
sehingga terjalin masyarakat yang rukun, damai dan makmur.

Hal inilah yang melatar belakangi penulisan makalah ini, dimana akan dibahas apa yang
menyebabbkan mahasiswa enggan untuk bergaul dengan mahasiswa dari daerah lain serta
bagaimana pandangan pancasila mengenai hal ini.
B. Rumusan Masalah

Berdasarkan hal-hal yang melatar belakangi penulisan makalah ini, makadapat dirumuskan
masalah-masalah yang akan diangkat adalah sebagai berikut.

1. Kenapa mahasiswa-mahasiswa enggan untuk bergaul dengan mahasiswa dari daerah lain?

2. Apa yang menyebabkan mahasiswa-mahasiswa lebih senang berkumpul dengan


mahasiswa-mahasiswa dari daerahnya sendiri?

3. Bagaimana pandangan Pancasila mengenai hal ini?

4. Apa yang akan terjadi bila hal ini terus dibiarkan?

5. Langkah-langkah apa saja yang bisa digunakan untuk menyelesaikanmasalah ini?

C. Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagi berikut.

1. Mahasiswa memahami tentang pentingnya persatuan dan kesatuan dalam kehidupan


kampus.

2. Mahasiswa mampu memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-
Bhineka Tunggal Ika.
BAB II

KERANGKA PIKIR

A. Arti dan Makna Sila Persatuan Indonesia

Persatuan berasal dari kata satu yang berarti utuh atau tidak terpecah belah. Persatuan
mengandung arti “bersatunya macam-macam corak yang beraneka ragam menjadi satu
kebulatan yang utuh dan serasi”. Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang kita rasakan
saat ini, terjadi dalam proses yangdinamis dan berlangsung lama, karena persatuan dan
kesatuan bangsa terbentuk dari proses yang tmbuh dari unsur-unsur sosial budaya masyarakat
Indonesiasendiri, yang ditempa dalam jangkauan waktu yang lama sekali.Butir-butir
implementasi sila ketiga adalah sebagai berikut:

1. Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan serta keselamatan bangsa dan negara


diatas kepentingan pribadi atau golongan.

2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara.

3. Cinta tanah air dan bangsa. Kecintaan akan Indonesia dapat diwujudkan lewat berbagai
kegiatan, seperti olahraga, ilmu pengetahuan, meningkatkan kemampuan sumber daya
manusia,cinta produk Indonesia dan melestarikan kekayaan alam dan budaya Indonesia

4. Bangga, berani dan percaya diri sebagai warga negara Indonesia.

5. Memajukan pergaulan dami persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika.
Butir ini menghendaki adanya pergaulandan hubungan baik ekonomi, politik, dan budaya
antar suku, pulaudan agama, sehingga terjalin masyarakat yang rukun, damai dan makmur.

Nilai-nilai pancasila yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila-sila pancasila
dimana antara sila-sila tersebut saling berkaitan dan secara utuh tidak dapat dipisahkan yang
dijadikan suatu ukuran, patokan anggapan dan keyakinan yang menjadi panutan orang dan
kelompok atau masyarakat bangsa Indonesia. Nilai-nilai moral yang terkandung dalam
pancasila pada hakikatnya merupakan kesatuan moral bangsa Indonesia. Pancasila sebagai
dasar falsafah negara berarti bahwa moral bangsa telah menjadi moral negara yaitu mengikat
negara sekaligus mengandung arti telah menjadi sumber tertib negara dan sumber tertib
hukum serta jiwa seluruh kegiatan negara dalam segala aspek kehidupan negara.
B. Implementasi Sila Persatuan Indonesia

• Nasionalisme

Nasionalisme berarti rasa kesatuan yang tumbuh dalam hatisekelompok manusia berdasarkan
cita-cita yang sama dalam satu ikatanorganisasi kenegaraan Indonesia. (Sunarso, 2008 :41.
Persatuan Indonesiaadalah proses untuk menuju terwujudnya nasionalisme Indonesia.

• Cinta bangsa dan tanah air

Kecintaan kepada negara akan melahirkan rasa kebangsaan yang besar dan kecintaan ini
adalah bukan milik pribadi, melainkan milik setiap warga sebuah negara maka akan
melahirkan sebuah “isme” yang bersifat nasionaldan dikenal sebagai“nasionalisme”
Semangat kebangsaan dan persatuan akan menyuburkan rasa cintatanah air yang
membangkitkan kemauan untuk membela danmempertahankan NKRI dengan dasar negara
Pancasila dan UUD 1945. Kecintaan terhadap tanah air akan menghapuskan perasaan
kesukuan yangsempit, mendorong usaha untuk menyebarkan dan meratakan
pembangunan,yang semuanya itu akan membentengi kemungkinan berpikir separatis.

• Menggalang persatuan dan kesatuan Indonesia

Persatuan dan kesatuan Nasional harus kita pelihara dan perkokoh. Usaha-usaha ini
tidak ada henti-hentinya. Karena persatuan dan kesatuan bangsa merupakan kekuatan dan
modal utama bagi bangsa untuk maju dan mencapai cita-citanya.

Wilayah nasional dari Sabang sampai Merauke memang sudah diakui oleh dunia
Internasional, namun kita masih harus mengusahakan agar lautan dan selat-selat yang
menghubungkan rangkaian kepulauan Nusantara yang ribuan jumlahnya itu beserta dasar laut
dankekayaan alam yang ada di dalamnya , yang merupakan kesatuan yang tak terpisahkan
dari keseluruhan wilayah nasional Indonesia benar-benar amandan damai, sehingga mampu
memanfaatkan sumber alam milik bangsa sebagai anugrah Tuhan YME semaksimal mungkin
bagi kepentingan seluruh rakyat.
• Menghilangkan penonjolan kekuatan atau kekuasaan, keturunan dan perbedaan warna kulit.

Kita terdiri beragam suku, bahasa dan kebudayaan yang berbeda dankita menyadari
perbedaan itu tetapi kita lebih menyadari kebulatan tekaduntuk bersatu padu sebagai bangsa
Indonesia. Kita telah mengikatkan diridalam satu Bangsa Indonesia. Kita memang berbeda-
beda tetapi bertekaduntuk bersatu. Bhineka Tunggal Ika.

• Menimbulkan rasa senasib dan sepenanggungan.

Menumbuhkan rasa senasib sepenanggunagn dapat dilakukan denganmelihat perjalanan


bangsa dari awal kemerdekaan sampai sat ini. Sehinggakesadaran inilah yang harus dibentuk
pada setiap jiwa-jiwa manusia Indonesiayang berdaulat guna menghindari adanya rasa
tersisihkan, atau merasa tidak diperhatikan oleh pemerintah bahkan lebih-lebih berpikir untuk
memisahkandiri dari NKRI yang justru disayangkan. Jika kita menyadari perasaan
senasibsepenanggungan pada masa lalu dengan sendirinya kita tidak akan bercerai- berai.
Sehingga yang perlu ditekankan lagi adalah perasaan nasionalisme kitasebagai bangsa
Indonesia.

C. Lingkungan Sosial

Sosial memiliki arti kemasyarakatan atau keadaan dimana terdapat kehadiran orang
lain. Dan lingkungan sosial juga memiliki arti sendiri yaitulingkungan yang terdiri dari
mahluk sosial ( manusia ). Lingkungan sosial inilahyang membentuk sistem pergaulan yang
besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang. Lingkungan sosial seseorang
pertama di bentuk dalam lingkungankeluarga, Lingkungan keluarga merupakan media
pertama dan utama yang berpengaruh terhadap perilaku anak.

Di dalam lingkungan keluarga kita di berikan pendidikan agar anak menjadi mandiri ,
tidak hanya mandiri saja tetapikita juga bisa mengarahkan dirinya pada keputusannya sendiri
untuk mengembangkan kemampuan fisik , mental , sosial dan emosional yang dimilikinya,
sehingga dapat mengembangkan suatu kehidupan yang sehat dan produktif. Untuk suasana
dalam lingkungan keluarga kita harus menciptakansuasana yang kondusif , yaitu suasana
yang saling terbuka , saling menyayangidan saling mempercayai. Lingkungan keluarga
merupakan bekal untuk kita dalam melakukansosialisasi dalam lingkungan sosial yang
mencangkup luas dan tidak hanya dalamsuasana rumah, tetapi juga bisa kita menggunakan
bekal itu dalam lingukangansosial dalam masyarakat dan lainnya.
IMPLEMENTASI PANCASILA dalam kehidupan kampus

Implementasi Sila I : Ketuhanan yang Maha Esa

Jadwal kuliah sudah diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu jadwal untuk
beribadah. Mahasiswa baru diwajibkan untuk mengikuti ospek/pengenalan kampus. UKM (
Unit Kegiatan Mahasiswa) kerohanian, misalnya UKM mahasiswa Budha, Kristen, Katolik,
Protestan, Islam dan Hindu.

Implementasi Sila II : Kemanusiaan yang adil dan beradab

Mahasiswa dalam kampus berasal dari berbagai macam latar belakang : Budaya
Agama Ras dan Suku Bangsa Tidak ada pembedaan perlakuan/diskriminasi dalam kampus.
Semua mahasiswa diperlakukan secara adil dan sama.

Implementasi Sila III : Persatuan Indonesia

Melalui organisasi kemahasiswaan membentuk suatu jaringan perkumpulan


mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Hal tersebut merupakan salah satu bukti
ada sikap dan upaya untuk memjalin rasa kebersamaan diantara para mahasiswa sebagai
bagian dari pemuda Indonesia.

Implementasi Sila IV : Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijakanaan dalam


Permusyawaratan/ Perwakilan

Penerapan suatu kebiasaan untuk melakukan musyawarah dan diskusi bersama terkait
dengan berbagai hal merupakan cerminan yang tepat dalam implementasi sila ke-4: Rapat
UKM, Diskusi dalam kelas, Musyawarah penunjukkan ketua BEM Pemilihan ketua Senat
Mahasiswadll

Implementasi Sila V : Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Penerapan persamaan dan saling menghargai karya orang lain : Mahasiswa yang telah
memenuhi syarat berhak untuk mengikuti ujian akhir semester Setiap mahasiswa berhak
memperoleh nilai sesuai dengan kemampuannya Setiap mahasiswa berupaya menghargai
hasil karya orang lain dengan tidak mencontek atau membuat plagiat atas hasil karya ilmiah
teman.
BAB III

PEMBAHASAN

A. Penerapan Sila Persatuan Indonesia dalam Pergaulan Mahasiswa

Mahasiswa dan generasi muda adalah harapan bagi masa depan bangsa. Tugas
mahasiswa semua adalah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk mengambil
peran dalam proses pembangunan untuk kemajuan bangsa di masa depan. Dengan
meningkatkan kesadaran diri, untuk mencapai keharmonisandalam berbangsa dan bernegara.
Sila Ketiga Pancasila yang berbunyi “Persatuan Indonesia” merupakan sila yang bunyinya
paling pendek diantara keempat sila yang lain.

Namun sila ini memiliki pengaruh yang cukup besar dalam sejarah bangsaIndonesia.
Karena itu Sila Persatuan Indonesia merupakan pedoman dan kuncikeberlngsungan bangsa
Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, agamadan ras serta kebudayaan ini,
terutama dalam mendongkrak semangat generasi pemuda Indonesia untuk mempertahankan
keutuhan Bangsanya.

Seperti disebutkan dalam butir terakhir pengimplementasian sila ketiga,yaitu memajukan


pergaulan dami persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika, yang mana
kita diharuskan untuk memajukan pergaulandemi bangsa Indonesia. Namun pada
kenyataannya banyak sekali mahasiswa-mahasiswa yang tidak melaksanakan hal ini. Padahal
lewat pergaulan banyak hal baru yang bisa di dapat, baik ilmu, wawasan, bahkan relasi.

Mahasiswa-mahasiswa lebih senang berkumpul dengan orang-orang yang berasal


daridaerahnya masing-masing.Sebagai makhluk sosial, setelah memasuki kehidupan kampus
mahasiswa harus bisa berinteraksi dengan mahasiswa lain, karena kehidupan kampus juga
termaksud dalam lingkungn sosial yang mana akan membentuk sistem pergaulan yang besar
peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang.
B. Faktor yang Membuat Mahasiswa Membatasi Pergaulan

Ada beberapa factor yang membuat mahasiswa-mahasiswa membatasi pergaulannya,


misalnya dia hanya senang bergaul dengan mahasiswa yang berasal dari daerah yang sama
dan enggan untuk bergaul dengan mahasiswa yang berasaldari daerah lain.

Hal ini disebabkan karena gaya pergaulan yang sama, bahasa keseharian yang sama, dan
kemudahan berkomunikasi satu sama lain. Adanya banyak kesamaan dari daerah yang sama
membuat para mahasiswa lebih senang bergaul dengan orang-orang dari daerah asal mereka
masing-masing.

C. Pandangan Pancasila Mengenai Pergaulan Mahasiswa

Apabila di pandang dari Pancasila, tentunya hal tersebut adalah salah. Pancasila
menginginkan adanya persatuan dan kesatuan dari seluruh Indonesia. Tidak hanya satu untuk
dari daerah asal, melainkan untuk seluruh daerah diIndonesia. Pancasila memandang bahwa
Indonesia adalah bangsa yang ber Bhineka Tunggal Ika. Karena itu haruslah terjalin
persatuan yang di wujudkan lewat pergaulan antar mahasiswa. Sehingga cita-cita dalam sila
ketiga ini dapat tercapai.

D. Dampak dari Pembatasan Pergaulan Mahasiswa

Apa yang akan terjadi bila hal ini terus dibiarkan? Pemahaman,karakter mahasiswa
dari masing-masing daerah dan budaya dari masing-masing daerah asal mahasiswa tentunya
berbeda-beda.

Apabila mahasiswa yang berasaldari 2 daerah atau lebih, berkumpul dan tidak mengerti tata
krama dari daerah asal mahasiswa lain, tentunya akan mengakibatkan kesalah pahaman.
Kesalah pahaman ini hanya terjadi apabila ada pergaulan yang kurang dibina dengan baik.
Dampak lain ialah kurangnya relasi mahasiswa, padahal dalam menuntut ilmu memasuki
dunia kerja, mahasiswa-mahasiswa harus memiliki relasi yang banyak. Karenadari orang lain
mahasiswa-mahasiswa bisa mendapatkan hal-hal baru yang tidak ada di dalam dirinya. Dan
juga mendapatkan pengalaman yang lebih.
E. Langkah-langkah Menyelesaikan Masalah Pembatasan Pergaulan Mahasiswa

Langkah-langkah yang dapat di lakukan adalah dengan mengadakanacara-acara yang


membuat mahasiswa bisa berkumpul, bermain dan saling bekerja sama dalam menyelesaikan
masalah, atau mengadakan suatu proyek yangmelibatkan mahasiswa-mahasiswa. Sehingga
akhirnya mahasiswa-mahasiswa bisa memupuk rasa persatuan dan kesatuan dan bisa
menjalin pertemanan. Salah satunya dengan mendirikan organisasi-organisasi baik didalam
atau diluar kampus, selain bermanfaat untuk menjalin silaturahmi antar mahasiswa, juga
dapat menambah ilmu pengetahuan yang didalamnya kita dapat saling sharing ilmu dan
pengalaman.

Di dalam organisasi tersebut tidak dibatasi siapapun orangnya dan darimana asalnya,
yang terpenting adalah rasa kemauan untuk bersosialisasi dan rasa ingin berorganisasi.

Melalui hal-hal inilah yang mungkin dapat mempereratkan hubungan mahasiswa yang bukan
hanya satu daerah tetapi juga dari daerah lain, sehingga dalam pergaulan dapat terbangun
jiwa kebersamaan seperti zaman perjuangan tempo dulu.

Kesatuan hati tentunya modal dari sebuah kemajuan. Apabila mahasiswa-mahasiswa yang
ada diseluruh kampus memiliki jiwa kebersamaan yang kuat, tanpa memandang adanya
perbedaan, tentunya hal ini akan membawa kepada sebuah kemajuan dan dobrakan baru baik
dalam lingkungan kampus maupun secara global.
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa sila Persatuan


Indonesia merupakan pedoman dan kunci keberlangsungan bangsa Indonesia yang terdiri dari
berbagai macam suku, agama dan ras serta kebudayaan ini, terutama dalam mendongkrak
semangat generasi pemuda Indonesia untuk mempertahankan keutuhan Bangsanya. Dimana
generasi muda itu adalah mahasiswa yang merupakan makhluk sosial yang ada dalam
kehidupan kampus dimana dalam kehidupan kampus yang juga merupakan lingkungan sosial,
mahasiswa akan dibentuk sistem pergaulannya untuk membentuk kepribadiannya.

Untuk memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka
Tunggal Ika, mahasiswa dapat mengimplementasikan sila persatuan Indonesia dalam
kehidupan kampus, misalnya dengan berorganisai. Karena dalam beorganisasi mahasiswa
dapat bekerja sama sehingga timbul kebersamaan.

Apabila mahasiswa-mahasiswa yang ada diseluruh kampus memiliki jiwa kebersamaan yang
kuat, tanpa memandang adanya perbedaan, tentunya hal ini akan membawa kepada sebuah
kemajuan dan dobrakan baru baik dalam lingkungan kampus maupun secara global.

B. Saran

Melalui makalah ini, penulis sangat mengharapkan kesadaran mahasiswa akan


pentingnya penerapan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan kampus, seperti sila “Persatuan
Indonesia”. Kiranya mahasiswa tidak membatasi diri hanya karena perbedaan.

Perbedaan tidak mungkin dihilangkan tapi jangan biarkan itu menghalangi dan membatasi
diri untuk mengembangkan pergaulan dan relasi yang lebih luas lagi.
DAFTAR PUSTAKA

Kaelan. 2010. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma

Kaelan, & Zubaidi, Ahmad. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi.
Yogyakarta: Paradigma

Margono. 2012. “Lndasan dan Tujuan Pendidikan Pancasila” dalam Margono (Ed).
Pendidikan Pancasila Topik Aktual Kenegaraan dan Kebangsaan. Malang: Universitas Negeri
Malang (UM Press)

Sri Untari. 2012. “Pancasila dalam Kehidupan Berasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara”
dalam Margono (Ed). Pendidikan Pancasila Topik Aktual Kenegaraan dan Kebangsaan.
Malang: Universitas Negeri Malang (UM Press)

Ubaidiah, A, dkk. 2000. Pendidikan kewarganegaraan (Civic Education), Demokrasi, HAM,


& Masyarakat Madani. Jakarta: IAIN Jakarta Press

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Wiyono, Suko. 2013. Reaktualisasi Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.
Malang: Universitas Wisnuwardhana Malang Press