Anda di halaman 1dari 14

29

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Metodologi Penelitian

1. Paradigma Penelitian

Indikator pencemaran mikroba air salah satunya adalah total

coliform dan Escherichia coli (E. coli). Total coliform adalah suatu

kelompok bakteri yang digunakan sebagai indikator adanya polusi

kotoran. Total coliform dibagi menjadi dua golongan, yaitu coliform fekal

seperti E. coli yang berasal dari tinja manusia, dan coliform non-fekal

seperti Aerobacter dan Klebsiella yang bukan berasal dari tinja manusia

melaikan berasal dari hewan atau tanaman yang telah mati. Bakteri

coliform adalah bakteri indikator keberadaan bakteri patogenik lain, atau

lebih tepatnya bakteri coliform fekal adalah bakteri indikator adanya

pencemaran bakteri patogen. Penentuan coliform fekal menjadi indikator

pencemaran dikarenakan jumlah koloninya pasti berkorelasi positif

dengan keberadaan bakteri patogen. Selain itu, mendeteksi coliform jauh

lebih murah, cepat dan sederhana daripada mendeteksi bakteri

patogenik lainnya. Jadi bakteri coliform adalah indikator kualitas air,

makin sedikit kandungan coliform artinya kualitas air semakin baik

(Friedheim, 2001).

Menurut Tamber (2008) desinfeksi adalah cara membunuh

mikroorganisme patogen (kecuali spora) dengan cara fisika atau kimiawi

yang dilakukan terhadap benda mati. Pengendalian mikroorganisme

dengan cara fisika salah satunya adalah dengan filtrasi mekanis yaitu

20
21

dengan menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil

sehingga mikroba tertahan pada saringan tersebut.

Klorinasi adalah proses penambahan senyawa klorin kedalam

media (air limbah) dengan dosis dan waktu tertentu, dengan tujuan

membunuh mikroorganisme patogen yang ada didalam air limbah.

Dengan klorinasi, air limbah yang mengandung bakteri yang sangat

berpotensi menyebabkan penyakit akan dimatikan sebelum dibuang ke

badan air (Said, 2004).

Limbah Cair di RSUD Al-Mulk Kota Sukabumi, berdasarkan

pengujian awal kadar bakteri Coliform pada Limbah Cair di Instansi

tersebut sebesar 13.000 MPN/100ml dan dinyatakan melebihi Nilai

Ambang Batas (NAB) sebesar 5000 MPN/100ml. Oleh karenanya,

berdasarkan paradigma diatas, maka dapat digambarkan dalam suatu

kerangka konsep penelitian sebagai berikut :

Berbagai dosis Kaporit Penurunan Kuantitas


Bakteri Coliform pada
limbah cair di RSUD Al-
Mulk

Gambar 3.1 Kerangka Konsep Penelitian

a. Definisi Operasional

Tabel 3.1 Definisi Operasional

No Variabel Definisi Definisi Cara Ukur Alat Ukur Hasil Ukur Skala

Konseptual Operasional Ukur

1 Kaporit Kaporit atau Garam diukur dan Timbangan gr/lt Ratio


22

kalsium kalsium dan ditimbang analitik

hipoklorit adalah serbuk

suatu senyawa pemutih

kimia dengan dengan

rumus berbagai dosis

Ca(ClO)2. 1,5 gr/lt, 0,15

gr/lt, 2 gr/lt dan

2,5 gr/lt

2 Bakteri Total zat padat Salah satu Uji Uji Most Total Bakteri Ratio

Coliform tersuspensi, parameter di laboratoriu Probable Coliform di air

salah satu air limbah m Number limbah rumah

parameter rumah sakit (MPN) sakit sesudah

penting di dalam yang akan di bakteri perlakuan

air limbah yang uji kadar atau Coliform dalam satuan

disebabkan oleh kandungannya berdasarka MPN/100ml

adanya lumpur, , setelah diberi n BSN

jasad renik, dan perlakuan (2006)

pasir halus, pemberian

menimbulkan Kaporit

pendangkalan (Ca(ClO)2 )),

pada badan air dengan baku

dan padatan buku

tersuspensi ≤5000MPN/10

pada air limbah 0ml

akan (PermenLH No

menghalangi 5, 2014)

masuknya sinar

matahari ke

dalam lapisan

air.
23

B. Populasi dan Sampel Penelitian

1. Populasi

Populasi merupakan seluruh subjek (manusia, binatang

percobaan, data laboratorium, dll) yang akan diteliti dan memenuhi

karakteristik yang ditentukan (Riyanto, 2013). Populasi penelitian ini

adalah seluruh air limbah yang berasal dari saluran buangan limbah

Rumah Sakit RSUD Al-Mulk Kota Sukabumi.

2. Sampel

Menurut Rianto (2013) menyebutkan bahwa sampel merupakan

sebagian dari populasi yang diharapkan dapat mewakili atau

representatif dari populasi. Sampel penelitian ini adalah sebagian dari

air limbah Rumah Sakit RSUD Al-Mulk Kota Sukabumi dengan kriteria

inklusi air limbah laundry yang total bakteri Coliform nya melebihi NAB

(Nilai Ambang Batas) dan berada pada kisaran pH dan suhu normal

sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia

No. 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah di Fasilitas Kesehatan,

Pengambilan sampel dilakukan pada air buangan langsung dari saluran

atau pipa khusus pembuangan air limbah rumah sakit. Sedangkan

teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan

menggunakan teknik Quota sampling, yaitu Teknik quota

sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan cara menetapkan

jumlah tertentu sebagai target yang harus dipenuhi dalam pengambilan

sampel dari populasi (khususnya yang tidak terhingga atau tidak jelas),

kemudian dengan patokan jumlah tersebut peneliti mengambil sampel

secara sembarang asal memenuhi persyaratan sebagai sampel dari

populasi tersebut..(Notoatmodjo, 2012)


24

Besar sampel yang ditetapkan pada penelitian ini berdasarkan

banyaknya perlakuan dan banyaknya pengulangan adalah 12 liter air

limbah rumah sakit Menurut Roscoe (1975, dalam Hill, 1998)

menyebutkan bahwa jumlah sampel penelitian eksperimen berjumlah 10-

20 sampel per unit eksperimen.

Besar sampel diambil berdasarkan banyaknya perlakuan untuk

setiap kali pengulangan. Menurut Gomez (2007), rumus menentukan

banyaknya pengulangan ditentukan sebagai berikut :

t (r - 1) > 6

Keterangan :

t = Banyaknya perlakuan dalam penelitian ini adalah 3 perlakuan

r = Banyaknya pengulangan/replikasi

Maka perhitungannya :

t (r - 1) > 6

3 (r - 1) > 6

3r - 3 > 6

3r > 9

r≥ 9/3=3

r>3

Dengan demikian jumlah pengulangan sebanyak 3 kali. Dalam

penelitian ini, peneliti menggunakan 3 perlakuan yaitu dosis kaporit 1,5

gr/lt, 2 gr/lt, 2,5 gr/lt serta ditambah dengan kelompok kontrol ditiap

pengulangannya dan 1 liter air limbah sebelum perlakuan, maka jumlah

unit eksperimen sama dengan 16 unit eksperimen. Peneliti menentukan


25

untuk 1 unit eksperimen dibutuhkan 1 liter air limbah rumah sakit, maka

jumlah air limbah rumah sakit yang dibutuhkan sebanyak 12 lt.

C. Pengumpulan Data

1. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah :

a. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang

diperoleh dengan cara mengamati jumlah penurunan total bakteri

coliform pada air limbah rumah sakit, setelah diberi perlakuan

pemberian kaporit (Ca(ClO)2) dengan konsentrasi 1,5 gr/lt, 2 gr/lt, ,2,5

gr/l.

b. Penulis telah melakukan pengujian laboratorium awal terhadap total

bakteri coliform di air limbah RSUD Al-Mulk Kota Sukabumi yang

setelah dilakukan pengujian di Laboratorium BBPBAT Sukabumi,

kandungannya adalah 13.000MPN/100ml dan belum memenuhi

syarat atau melebihi nilai ambang batas (NAB) bakteri coliform pada

air limbah yaitu 5000MPN/100ml

c. Pengadukan dengan jartest: pengadukan cepat 120 rpm selama 1

menit dan pengadukan lambat 20 rpm selama 20 menit.

(SNI 19-6449-2000 tentang Metode pengujian koagulasi-flokulasi

dengan jar)

d. Suhu dan pH air limbah merupakan salah satu faktor yang

mempengaruhi proses koagulasi, maka dilakukan pengukuran suhu

dan pH air limbah sebelum dan sesudah pemberian Kaporit

(Ca(ClO)2).

e. Dosis perlakuan Kaporit (Ca(ClO)2) sama dengan penelitian

sebelumnya (Kartika, 2015) yaitu 1,5 gr/lt, 2 gr/lt, ,2,5 gr/l.


26

2. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah :

a. Alat tulis dan lembar pengamatan, digunakan untuk mencatat hasil

observasi dan pengukuran.

b. Aquaread, digunakan untuk mengukur suhu dan pH air limbah

laundry yang dijadikan sampel

c. Alat- alat laboratorium, digunakan pada saat pengambilan sampel

sebelum di periksa di laboratorium

d. Jam tangan/Stopwatch, digunakan untuk menghitung waktu saat

penelitian (pengadukan)

e. Pallintest Comparator Pool Water Test Klorin untuk mengukur sisa

klor di lapangan.

f. Kamera, digunakan untuk mendokumentasikan penelitian.

3. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian

Dalam penelitian ini tidak dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap

instrumen.

D. Prosedur Penelitian

Langkah-langkah yang ditempuh dalam melakukan penelitian adalah

sebegai berikut :

1. Tahap Persiapan

a. Menentukan masalah penelitian

Menentukan masalah yang akan diteliti dalam tahap ini

adalah penulis mengawali dengan mencari melalui berbagai

kepustakaan dan berita informasi aktual.


27

b. Pengajuan judul penelitian

Yaitu penelitian “Efektivitas Kaporit (Ca(ClO)2) pada Proses

Klorinasi terhadap penurunan bakteri Coliform pada limbah cair di

RSUD Al-Mulk Kota Sukabumi ”pada tahun 2018.

c. Studi kepustakaan

Mencari teori-teori dan literatur yang berkaitan dengan judul

penelitian yang telah diajukan dari berbagai sumber pustaka seperti

buku-buku kesehatan, jurnal, dan internet.

d. Studi pendahuluan

Penulis melakukan studi pendahuluan mengenai total bakteri

Coliform, dengan cara menguji secara laboratorium ke Laboratorium

BBPBAT di Kota Sukabumi.

e. Penyusunan proposal

Penyusunan proposal dilakukan oleh peneliti pada bulan

Maret - April 2018

f. Mempersiapkan alat penelitian dan bahan penelitian

 Persiapan Alat

Tabel 3.2 Alat Penelitian

No Alat Jumlah

1. Siduk 1 buah

2. Jerigen 1 buah

3. Jartest 1 buah

4. Aquaread (untuk pH dan Suhu) 1 buah

5. Beaker Glass 1000 ml 16 buah

6. Jam tangan/Stopwatch 1 buah


28

7. Timbangan Analitik 1 buah

8. Gelas Ukur 1 buah

9. Botol Sampel 16 buah

10. Label 1 buah

 Persiapan Bahan

Tabel 3.3 Bahan Penelitian

No Bahan Jumlah

1. Air Limbah Laundry 12 lt

2. Kaporit 18 gr

2. Tahap Pelaksanaan

a. Cara pengambilan sampel air limbah Laundry, sesuai dengan SNI

6989.59:2008 tentang Metode Pengambilan Sampel Air Limbah, yaitu

sebagi berikut:

1) Siapkan alat pengambil sampel sesuai dengan saluran

pembuangan (ciduk dan jerigen)

2) Bilas alat dengan sampel yang akan diambil sebanyak 3 (tiga) kali

3) Sampel diambil dari outlet/lubang keluaran saluran khusus air

limbah laundry

4) Ambil sampel sesuai dengan peruntukan analisis dan simpan

dalam jerigen, kemudian homogenkan

5) Masukkan sampel dalam wadah ssuai dengan peruntukan

analisis

6) Kalibrasi alat pengukur pH dan suhu (aquaread)


29

7) Lakukan pengukuran parameter pH dan suhu (sebelum

perlakuan)

8) Hasil pengujian parameter lapangan dicatat dalam buku cacatan

khusus

9) Berikan label pada sampel

b. Pemberian Kaporit (Ca(ClO)2)

1) Menimbang Kaporit (Ca(ClO)2) sebanyak1,5 gr, 2 gr, 2,5 gr

dengan menggunakan timbangan analitik yang telah dikalibrasi

c. Pengujian Kaporit (Ca(ClO)2) terhadap total bakteri coliform Air

Limbah Rumah Sakit. Langkah-langkah pelaksanaan penelitian

mengacu pada SNI 19-6449-2000 tentang Metode Pengujian

Koagulasi-Flokulasi dengan metode Jar, yaitu sebagai berikut:

1) Mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan..

2) Kalibrasi alat pengukur pH dan suhu (aquaread)

3) Sisihkan 100 ml air limbah, ukur pH dan suhunya menggunakan

alat aquaread dan catat hasilnya. Setelah selesai masukan air

limbah ke dalam botol sampel,beri label periksa bakteri Coliform

ke laboratorium. (sebagai data sebelum diberi perlakuan)

4) Masukkan sampel air limbah masing-masing sebanyak 1000 ml

atau 1 lt ke dalam 5 beaker glass

5) Beaker glass 1 sebagai Kontrol, beaker glass 2 diberi Kaporit

(Ca(ClO)2) sebanyak 1,5 gr, beaker glass 3 diberi Kaporit

(Ca(ClO)2) sebanyak 2 gr, beaker glass 3 diberi Kaporit

(Ca(ClO)2) sebanyak 2,5 gr.

6) Posisikan semua beaker glass pada alat jartest (proses

pengadukan)
30

7) Atur kecepatan jartest. Pengadukan dengan jartest: pengadukan

cepat 120 rpm selama 1 menit dan pengadukan lambat 20 rpm

selama 20 menit. (SNI 19-6449-2000 tentang Metode pengujian

koagulasi-flokulasi dengan jar)

8) Jalankan alat jartest.

9) Setelah selesai proses jartest, ukur perubahan pH dan suhu

masing-masing perlakuan, lalu catat hasilnya.

10) Selanjutnya masukan air limbah ke dalam masing-masing botol

sampel sebanyak masing masing 100 ml, lalu beri label.

11) Kirim semua sampel ke laboratoium BBPBAT untuk diuji total

bakteri Coliform nya setelah perlakuan.

12) Pemeriksaan total bakteri Coliform di laboratoium BBPBAT

menggunakan metoda pemeriksaan sesuai dengan SNI 01-

2332.1-2006

13) Tunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium, lalu olah dan

analisis datanya

14) Melakukan analisis data dengan menggunakan program

komputer (Software).

3. Tahap Akhir

a. Membuat dan menyusun laporan penelitian.

b. Mempresentasikan hasil penelitian.

c. Perbaikan hasil laporan penelitian.

E. Pengolahan dan Analisis Data

1. Pengolahan Data
31

Setelah data terkumpul, agar analisis peneilitian menghasilkan

informasi yang benar dapat dilakukan langkah-langkah dalam

pengolahan data (Notoatmodjo, 2012), yaitu:

a. Pengeditan (Editing) adalah pengecekan atau pengoreksian data

yang telah dikumpulkan, apakah data yang terkumpul sudah lengkap,

relevan dan konsisten.

b. Pengkodean (Coding) adalah pemberian atau pembuatan kode-kode

pada tiap data yang termasuk dalam kategori yang sama, sehingga

mempermudah saat analisis data dan juga mempercepat pada saat

entry data.

c. Pemprosesan (Entry) adalah memasukkan data untuk diolah

menggunakan komputer.

d. Cleaning adalah pengecekan kembali data yang sudah ada untuk

mengkoreksi kemungkinan adanya kesalahan atau tidak.

2. Analisis Data

a. Analisis Univariat

Analisis univariat yang dilakukan terhadap tiap variabel dari

hasil penelitian. Analisis ini dilakukan pada setiap variabel untuk

melihat proporsi/ persentase setiap variabel.

b. Analisis Bivariat

Analisis bivariat digunakan untuk melihat hubungan antara

dua variabel yaitu variabel independen (Berbagai dosis Kaporit

(Ca(ClO)2) dengan variabel dependen (penurunan total bakteri

Coliform pada air limbah Rumah Sakit di RSUD Al-Mulk Kota

Sukabumi).
32

Uji statistik untuk menganalisis beda lebih dari dua mean yang

digunakan pada penelitian ini ialah uji Anova (Analysis of Variance).

Menurut Hastono & Sardi (2008) menyebutkan bahwa uji Anova one

way adalah analisis varian satu faktor untuk menelaah variasi dalam

kelompok (within) dan variasi antar kelompok (between). Beberapa

asumsi yang harus dipenuhi untuk uji Anova adalah sebagai berikut:

1) Varian homogen

2) Sampel/kelompok independen

3) Data berdistribusi normal

4) Jenis data yang dihubungkan adalah numerik dengan

kategorik (untuk kategorik lebih dari dua kelompok).

Dalam uji Anova peneliti menggunakan derajat kepercayaan 95%

(α = 0,05). Uji F dilakukan dengan membandingkan nilai F hitung

(hasil output) dengan nilai F tabel. Kaidah keputusan dengan

menggunakan pendekatan probabilistik, yakni membandingkan nilai

P value dengan nilai alpha (α).

Kaidah keputusan yang digunakan adalah sebagai berikut :

a) Jika nilai P lebih besar dari pada nilai α (Pvalue > α). Maka,

“Tidak ada pengaruh Kaporit (Ca(ClO)2) terhadap penurunan

bakteri Coliform pada air limbah Rumah Sakit di RSUD Al-Mulk

Kota Sukabumi tahun 2018 “. (Ho diterima).

b) Jika nilai P lebih kecil dari pada nilai α (Pvalue < α). Maka, “Ada

pengaruh Kaporit (Ca(ClO)2) terhadap penurunan bakteri

Coliform pada air limbah Rumah Sakit di RSUD Al-Mulk Kota

Sukabumi tahun 2018 “. (Ho ditolak).


33

F. Etika penelitian

Dalam penelitian ini identitas instansi penghasil limbah dicantumkan

dengan meminta izin terlebih dahulu kepada instansi terkait hanya untuk

kebutuhan penelitian.

G. Lokasi dan Waktu Penelitian

1. Lokasi penelitian

Lokasi penelitian dilakukan di RSUD Al-Mulk Kota Sukabumi untuk

proses pemberian Kaporit (Ca(ClO)2) dan di laboratorium BBPBAT Kota

Sukabumi untuk pemeriksaaan total bakteri Coliform.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Mei 2018

Tabel 3.4 Waktu Pelaksanaan Penelitian

Bulan
No Kegiatan
Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Ags

Penentuan topik permasalahan


1. X
dan pengajuan judul penelitian

Pembuatan proposal dan proses


2. X X X X
bimbingan

3. Studi pendahuluan X

4. Seminar proposal X

5. Perbaikan proposal X

Pengambilan data dan pengolahan


6. X
data

7. Penyusunan laporan penelitian X

8. Sidang skripsi X