Anda di halaman 1dari 10

STRATEGI PEMASARAN

VALUE CHAIN ANALYSIS

Kelompok 5

Hanifah Syafri 1720522064


Lisa Adriani 1720522074

2018 A Reguler

PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2019
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Transportasi sudah menjadi hal penting dalam kehidupan sehari-hari, terlebih
di kota besar seperti Jakarta. Kemacetan seakan sudah menjadi momok yang biasa
setiap harinya. Problematika akan transportasi yang terus menerus timbul
akhirnya memaksa pemerintah untuk berpikir lebih keras dalam
menyelesaikannya. Transportasi umum seperti bus Trans Jakarta dan kereta MRT
terus ditingkatkan demi menekan tingkat pengguna transportasi pribadi yang
semakin hari kian bertambah. Perkembangan teknologi informasi pun membuat
perusahaan akhirnya tergerak untuk menerapkan sistem informasi pada
perusahaan mereka. Keuntungan yang ditawarkan seperti memperlancar kegiatan
perusahaan menjadi salah satu faktor utama.

Selain itu, kebutuhan akan teknologi yang terus meningkat pun tidak bisa
diabaikan begitu saja. Hal ini lah yang akhirnya membuat Nadiem Makarim
membangun sebuah perusahaan baru yang dikenal sebagai GOJEK Indonesia.
GOJEK Indonesia adalah sebuah perusahaan pelayanan transportasi. Diawali
dengan hanya terdapat layanan ojek penumpang berbasis daring, kini GOJEK
telah berkembang dengan berbagai layanan yang ditawarkan. Penggunaan sistem
informasi telah diterapkan tepat ketika perusahaan ini dibangun. Hal ini
dikarenakan sistem yang berjalan dalam perusahaan memang mengharuskan
perusahaan tersebut memakai sistem informasi.

Di kota Padang, GOJEK sangat berperan penting dalam alat penyedia


transportasi masyarakat maupun yang lainnya. Karna di Padang sendiri angkutan
umum masih memiliki batas waktu operasi dan tidak semua lokasi yang dilalui
oleh kendaraan umum. Maka dari itu, GOJEK hadir di kota Padang untuk
mempermudah aktivitas masyarakat.

Permasalahan
Dari pembahasan fenomena GOJEK diatas inilah yang membuat penulis
tertarik untuk membahas bagaimana analisis value chain sebagai keunggulan
kompetitif di perusahaan GOJEK?

1
PEMBAHASAN

Profil PT GOJEK
PT. Gojek Indonesia (GOJEK), pertama kali didirikan oleh Nadiem
Makarim pada tahun 2010. GOJEK adalah perusahaan berjiwa sosial yang
memimpin revolusi industri transportasi Ojek. GOJEK bermitra dengan para
driver Ojek berpengalaman di Indonesia dan menjadi solusi utama dalam
pengiriman barang, pesan antar makanan, berbelanja dan berpergian di tengah
kemacetan. Driver ojek yang bernaung di GoJek juga sudah mencapai 7.500
driver di area Jabodetabek saja. GOJEK telah memperoleh berbagai penghargaan
dari komunitas bisnis maupun sosial. Di situs resminya disebutkan GOJEK
memberikan layanan jasa kurir, Jasa transportasi, Jasa delivery makanan dan Jasa
belanja dengan nominal dibawah 1 juta rupiah. GOJEK dapat dipesan melalui
GOJEK App yang bisa diunduh melalui Play Store maupun App store. Dalam
waktu 1 bulan aplikasi ini sudah berhasil mencapai 150 ribu download, dengan
rating 4,4 dari 5 bintang. Untuk pembayarannya pun memiliki 2 cara yaitu cash
atau menggunakan GoPay.

Visi
Visi dari PT. Gojek Indonesia adalah dapat membantu memperbaiki struktur
transportasi di Indonesia, memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam
melaksanakan pekerjaan atau kegiatan sehari – hari seperti pengiriman dokumen,
belanja harian dengan menggunakan layanan fasilitas kurir, serta turut
mensejahterakan kehidupan tukang ojek di Surabaya dan beberapa kota besar di
Indonesia.

Misi
 Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola struktur transportasi
roda dua yang baik dengan menggunakan kemajuan teknologi.
 Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada
pelanggan.
 Membuka lapangan kerja selebar – lebarnya bagi masyarakat Indonesia.

2
 Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan
sosial.

Value Chain (Rantai Nilai)


Michael E. Porter dari Harvard Business School adalah yang pertama
memperkenalkan konsep rantai nilai. Porter, yang juga mengembangkan Model
Five Forces untuk menunjukkan bisnis di mana mereka berada dalam persaingan
di pasar saat ini, membahas konsep rantai nilai dalam bukunya " Keunggulan
Kompetitif: Menciptakan dan Mempertahankan Kinerja Unggul " (Free Press,
1998).
“Keunggulan kompetitif tidak dapat dipahami dengan melihat perusahaan
secara keseluruhan, “ tulis Porter. “Ini berasal dari banyak kegiatan terpisah yang
dilakukan perusahaan dalam mendesain, memproduksi, memasarkan, mengirim
dan mendukung produknya. Masing-masing kegiatan ini dapat berkontribusi pada
posisi biaya relatif perusahaan dan menciptakan dasar untuk diferensiasi”. Dalam
bukunya, Porter membagi kegiatan bisnis menjadi dua kategori: primer dan
dukungan.
Kegiatan utama meliputi yang berikut:
 Logistik inbound adalah penerimaan, penyimpanan, dan distribusi bahan
baku yang digunakan dalam proses produksi.
 Operasi adalah tahap di mana bahan baku diubah menjadi produk akhir.
 Logistik Outbound adalah distribusi produk akhir kepada konsumen.
 Pemasaran dan penjualan melibatkan periklanan, promosi, organisasi
tenaga penjualan, saluran distribusi, penetapan harga dan mengelola
produk akhir untuk memastikan produk ditargetkan untuk kelompok
konsumen yang tepat.
 Layanan mengacu pada kegiatan yang diperlukan untuk mempertahankan
kinerja produk setelah diproduksi, termasuk pemasangan, pelatihan,
pemeliharaan, perbaikan, garansi, dan layanan purna jual.
Kegiatan dukungan membantu fungsi utama dan terdiri dari yang berikut:
 Pengadaan adalah bagaimana bahan baku untuk produk diperoleh.

3
 Pengembangan teknologi dapat digunakan dalam tahap penelitian dan
pengembangan, bagaimana produk baru dikembangkan dan dirancang, dan
dalam otomatisasi proses.
 Manajemen sumber daya manusia meliputi kegiatan yang terlibat dalam
merekrut dan mempertahankan karyawan yang tepat untuk membantu
merancang, membangun, dan memasarkan produk.
 Infrastruktur perusahaan mengacu pada struktur organisasi dan
manajemennya, perencanaan, akuntansi, keuangan dan mekanisme kontrol
kualitas.

Value Chain dari GoRide:


Secara garis besar, terdapat dua macam industri, yaitu established industry
dan emerging industry. Pada established industry, kompetisi yang dilakukan
berdasarkan pemahaman dan penekanan pada efisiensi dan pengurangan biaya
(cost reduction). Sedangkan pada emerging industry, kompetisi lebih ditekankan
pada inovasi, pengembangan yang cepat, dan pembuatan jaringan pasok.
Perusahaan besar yang beroperasi pada sistem industri global umumnya memiliki
sistem strategi yang cukup kompleks dan canggih, meliputi aktivitas seperti:
analisis SWOT, Technology roadmapping, dan proses yang terstruktur untuk
investasi penelitian dan pengembangan (R&D). Value chain ini dapat menentukan
di industry seperti apa GOJEK akan bermain, established industry atau emerging
industry. Perusahaan GOJEK ini harus terus berinovasi dalam pengembangan
produk (aplikasi jasa) dengan menawarkan berbagai macam service/fitur yang
dibutuhkan masyarakat saat ini. Ada rantai nilai yang dihasilkan GOJEK kepada
konsumen, dimana kalau melihat pada supply chain arus aktivitas dari hulu ke
hilir (pemasok ke konsumen). Sedangkan pada value chain arus kegiatan
sebaliknya (hilir ke hulu) konsumen mencari produsen untuk mendapatkan nilai
dari setiap arus aktivitas.

4
 Kegiatan Utama:
o Inbound Logistics:
Handphone: Perangkat untuk memasang (install) aplikasi GOJEK
Operating System (OS): Android (Play Store) atau iOS (App Store)
Internet: Sinyal internet yang kuat (3G/4G) untuk download (unduh) aplikasi
serta menghubungkan user ke server GOJEK.
Aplikasi GOJEK: Perangkat lunak untuk menggunakan atau memesan GoRide
GPS: Driver maupun penumpang mengaktifkan GPS untuk penjemputan
penumpang sesuai lokasi map.
Atribut: Helm, Jaket & Masker
Driver: Driver gojek harus memiliki SIM dan kendaraan yang memenuhi
persyaratan keselamatan dan keamanan
o Operations:
Search & Found: Penumpang membuka aplikasi GOJEK, memilih fitur atau
layanan GoRide (GPS telah aktif), aplikasi secara otomatis menemukan lokasi
keberadaan penumpang. Selanjutnya penumpang menentukan lokasi tujuan,
tarif akan otomatis muncul dan metode pembayaran juga akan di set otomatis
apabila saldo GoPay mencukupi atau bisa memilih cash (tunai). Jika deal,
penumpang akan melakukan order dan aplikasi secara otomatis mencari dan
menemukan driver yang dekat dengan lokasi keberadaan penumpang untuk
dijemput. Kemudian driver akan menghubungi penumpang (telepon/chat)

5
melalui aplikasi untuk memastikan orderan dan lokasi. Jarak dan waktu
kedatangan driver juga akan muncul secara otomatis.
o Outbound Logistics:
GoRide: Driver tiba dilokasi dimana penumpang menunggu dan
mengantarkan ke lokasi tujuan.
Tarif: Transparansi biaya yang akan dibayar oleh penumpang untuk sampai ke
lokasi tujuan. Waktu, cuaca dan lokasi tertentu berpengaruh terhadap besarnya
tarif yang akan dibayar penumpang.
Cash/GoPay: Penumpang akan membayar tarif dengan cash atau GoPay
Review: Penumpang memberikan skala kepuasan via bintang dan review
mengenai driver ataupun memberikan tip via GoPay kepada driver
Points: point untuk penumpang dan driver setelah melakukan order dan
perjalanan. Akumulasi dari bintang/skala kepuasan yang diberikan
penumpang.
o Marketing & Sales:
Berbagai promosi dilakukan GOJEK dengan memasang iklan di media cetak,
elektronik dan internet via media social dan sebagainya. Selain itu GOJEK
juga memberikan diskon khusus potongan harga atau voucher untu sekali
perjalanan serta GOJEK menjadi sponsor di berbagai event seperti pada
pertandingan sepak bola Indonesia.
o Service:
Gojek salah satu aplikasi penyedia layanan jasa yang harus memastikan
layanannya handal, cepat, ramah dan nyaman. Ada banyak service/fitur yang
ditawarkan seperti GOJEK (GoRide, GoCar, GoFood, GoFoodFestival, Go
Send, GoBox, GoTix, GoMed, GoDeals) GOPAY (GoPay, GoBills, GoPoints,
GoPulsa) GOLIFE (GoMassage, GoClean, GoAuto, GoGlam). Tetapi dalam
value chain ini yang akan dibahas fokus pada salah satu service/fitur
GOJEK yaitu GoRide, yang merupakan cikal bakal aplikasi Gojek dikenal
pertama kali. Gojek meyakinkan konsumen dengan memberikan layanan on-
demand yang sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan penggunaannya
sangat mudah, cepat, aman, nyaman, handal dan akurat.

6
 Kegiatan Pendukung:
o Firm Infrastructure: Infrastruktur biasanya mendukung seluruh rantai
nilai, dan bukan kegiatan individual. Mematuhi ketentuan hukum dan
peraturan yang disepakati antara perusahaan, pemerintah, driver,
konsumen dan pihak terkait lainnya. Quality Control dengan memantau
dan mengendalikan kualitas layanan dan atribut kelengkapan GOJEK
(helm, jaket dan masker). Keuangan perusahaan dalam pembelanjaan,
pendanaan dan modal atau pembagian deviden dengan para investor.
Struktur organisasi GOJEK yaitu hirarki dan sentralisasi. Berikut struktur
organisasi Gojek:

o Procurement: Pengadaan barang ataupun asset pada PT GOJEK dalam


moda transportasi tidak ada, karena kendaraan (motor) tersebut milik
driver. Atribut perlengkapan GOJEK (helm, jaket & masker) yang
disediakan oleh vendor untuk driver. Sinyal Internet diperoleh dari
provider telekomunikasi seperti: telkomsel, indosat, atau XL. Aplikasi
diperoleh dari PlayStore (Android) dan AppStore (iOS).
o Technology: Gojek terus melakukan inovasi dan pembaruan (update)
terhadap aplikasi GOJEK sehingga fitur dan tampilan lebih dinamis dan
user friendly. Gojek juga bekerjasama dengan Google dan perusahaan IT
lainnya untuk pengembangan, keamanan dan maintenance aplikasi.
o HR Management: Karyawan GOJEK yang berada di kantor pusat maupun
cabang merupakan salah satu aset yang dimiliki GOJEK selain bangunan
kantor pusat GOJEK. Karyawan di kantor pusat diseleksi dengan
kualifikasi terbaik dan diberikan training serta motivasi (financial & non
financial) untuk kinerja yang lebih baik di perusahaan. Driver GOJEK bisa
dikategorikan kedalam serikat buruh driver.

7
KESIMPULAN

GOJEK merupakan sebuah inovasi teknologi yang telah membawa banyak


hal yang baik, seperti mempercepat waktu untuk bepergian di dalam kota, serta
membuka ribuan lapangan kerja baru. transformasi model bisnis GOJEK
memberikan nilai yang tinggi bagi pelanggan, di mana pelanggan merasakan
manfaat dari aktivitas-aktivitas GOJEK. Peningkatan nilai pelanggan GOJEK ini
meningkatkan nilai tambah GOJEK. Hal ini yang pada akhirnya melestarikan
keunggulan-kompetitif GOJEK. Selain itu, serendipity effect keberadaan GOJEK
adalah berdampak dan mengubah kehidupan pelanggan GOJEK menjadi lebih
mandiri.
GOJEK sangat menguntungkan terutama karena kemudahan transaksi antar
calon konsumen dengan driver GOJEK yang efektif dan efisien selain itu, dalam
GOJEK tidak perlu dilakukan tawar-menawar masalah tarif harga karena sudah
ditentukan secara otomatis oleh aplikasi. Kekuatan dari dalam yang dimiliki oleh
GOJEK adalah satu-satunya model alat transportasi umum yang menawarkan
berbagai macam kemudahan. Selain menyediakan jasa antar jemput penumpang,
GOJEK juga menyediakan jasa lain yang cukup membantu seperti kurir instan dan
personal shopping tercepat.

SARAN

Belakangan ini driver GOJEK tidak memberikan masker (mulut/kepala) lagi


kepada penumpang. Padahal hal ini akan lebih bernilai, jika driver memberikan
masker, minimal masker untuk mulut kepada penumpang, untuk mengurangi
terhirupnya polusi udara dari asap kendaraan bermotor di jalan. Driver sebaiknya
menyesuaikan sepeda motornya agar mudah ditumpangi dan nyaman, karena
beberapa penumpang (ibu-ibu dan bapak-bapak) mengeluhkan sepeda motor yang
besar (cc besar) kesulitan untuk menaikinya dan sadel (jok duduk) yang tidak
nyaman. Wajah driver dan plat motor sebaiknya sesuai dengan yang tertera di
aplikasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Perhatikan dan

8
ingatkan penumpang jika menggunakan rok panjang, untuk melipat atau
merapikan roknya saat duduk agar tidak tergulung rantai sepeda motor.
Selanjutnya saran mengenai aplikasi GOJEK yang up to date secara berkala,
sehingga aplikasi GOJEK di handphone user (android versi lama) tidak stabil dan
sering not respond. Sebaiknya aplikasi GOJEK untuk android versi lama dibuat
agar tetap bisa beroperasi dan stabil tetapi dibatasi berapa versi minimum android
lama yang support. Seperti Microsoft Office (MC Office) 93 yang masih bisa
digunakan walaupun tampilan dan beberapa fiturnya tidak sebaik MC Office 2010
serta Microsoft juga sudah menghentikan maintenance nya terhadap Office 93.
Tetapi dari segi fungsi dasar MC Office 93 masih baik dan stabil di windows 7.
Beberapa layanan yang dapat ditambahkan pada GOJEK berdasarkan ide dari
kebutuhan masyarakat saat ini, seperti: Go-Member (layanan antarjemput
langganan (mingguan/ bulanan), Go-Book (layanan beli buku) dan Go-Pet
(layanan hewan peliharaan).
Pilihlah calon driver yang bersikap sopan dan santun tutur katanya, tidak
cancel orderan sepihak, atau aktifkan aplikasi disaat memang sudah siap untuk
terima orderan agar tidak mengecewakan penumpang dan memberikan citra
positif terhadap gojek sehingga penumpang loyal menggunakan aplikasi gojek.
Nilai jual dari sebuah jasa atau service adalah sikap, kata-kata dan pelayanan yang
diberikan kepada konsumen ketika menggunakan jasa tersebut. Konsumen yang
merasakan kesan, manfaat dan kepuasaan yang sangat baik terhadap GOJEK akan
mau terus menerus menggunakan GOJEK dan rela untuk mengeluarkan biaya
berapapun. Terlebih aplikasi GOJEK ini didasari atas kebutuhan masyarakat akan
transportasi yang mudah, cepat dan aman.

DAFTAR PUSTAKA

[Gojek]. 2019. About Gojek. [diakses 2018 April 12]. Tersedia pada: www.gojekindonesia.co.id
Horrison Kayla. 2018. Value Chain. [diakses 2018 April 14]. Tersedia pada: www.business-to-
you.com/value-chain
Tantri et al. 2012. Analisis Value Chain Pada Industri Logistik: Studi Kasus Perusahaan DHL.
Universitas Indonesia.: Depok