Anda di halaman 1dari 10

PANDUAN

TENTANG PASIEN MELARIKAN DIRI

Disusun oleh :

RS ELIM RANTEPAO

TORAJA UTARA - SULAWESI SELATAN

2018
BAB I
DEFINISI

Penanganan pasien yang melarikan diri adalah kegiatan pelayanan yang diberikan kepada
pasien dan keluarga apabila pasien keluar dari rumah sakit tanpa seijin rumah sakit atau
melarikan diri.
Pasien melarikan diri adalah pasien yang keluar/pulang dari rumah sakit sebelum dokter ,
perawat, atau profesi lain mengijinkan pulang dan tidak ada surat ijin pulang dari billing.
BAB II
RUANG LINGKUP

1. Instalasi rawat jalan


2. Instalasi rawat inap
3. Bagian administrasi dan keuangan
4. Bagian rekam medik
5. Bagian keamanan
BAB III
TATA LAKSANA

1. Perawat segera melapor kepada satpam secara tertulis pada buku khusus laporan
keamanan dengan data pasti tentang pasien meliputi :
a. Nama
b. Alamat
c. Meninggalkan ruangan tanggal….. jam….
d. Ciri-ciri khusus
2. Petugas billing memberikan data perincian biaya pemakaian obat dan alkes, sewa alat,
kutansi, pemeriksaan yang belum diperinci, dan lain lain.
3. Kepala ruangan melakukan konfirmasi ulang pelaporan pasien melarikan diri secara
tertulis kronologis kejadian kepada :
a. Dokter yang merawat/dokter jaga
b. Kepala bidang perawatan
c. Sub.bag. Administrasi pasien dengan melampirkan data yang belum masuk :
- Pemakaian obat dan alkes habis pakai
- Jasa dokter
- Pemeriksaan penunjang
4. Satpam diharapkan segera :
a. Mencari alamat pasien yang bersangkutan
b. Membuat berita acara pasien kabur
c. Melaporkan berita acara kepada kepala tata usaha dengan tembusan dari kepala
bidang perawatan.
BAB IV
DOKUMENTASI

Proses pelaporan pasien melarikan diri, didokumentasikan dalam ;


1) Berita acara kepada kepala tata usaha dengan tembusan dari kepala bidang perawatan.
SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ELIM TORAJA UTARA

Nomor :

TENTANG

PASIEN RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN YANG MENINGGALKAN RUMAH SAKIT TANPA
PEMBERITAHUAN (MELARIKAN DIRI)

Menimbang : Bahwa seluruh pelayanan keperawatan di instalasi rawat inap maupun rawat
jalan berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien

1. Surat Keputusan Direktur RS Elim Rantepao Toraja Utara Nomor :


tentang Kebijakan
2. Surat Keputusan Direktur RS Elim Rantepao Toraja Utara Nomor : tentang
Kebijakan Akses Pelayanan dan Kontinuitas.

Mengingat
:

Memperhatikan :
MEMUTUSKAN

Menetapkan :
KESATU : Keputusan Direktur RS Elim Toraja Utara Tentang Skirining Pasien
masuk rawat inap.

KEDUA : Skrining pasien rawat inap dilakukan setelah dilakukan proses


anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang oleh
dokter IGD dan dokter Poliklinik

KETIGA : Skrining untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan perawatan


preventif, kuratif, rehabilitatif dan pelayanan paliatif yang dibutuhkan
oleh pasien.

Ditetapkan di : Toraja Utara

Pada Tanggal : 03 September 2018

Direktur RS. Elim Rantepao

dr. Hendrik Saranga ‘, MARS


SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ELIM RANTEPAO

Nomor :

TENTANG

PEMBERLAKUAN PANDUAN PASIEN RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN YANG MENINGGALKAN RUMAH
SAKIT TANPA PEMBERITAHUAN (MELARIKAN DIRI)

DIREKTUR RUMAH SAKIT ELIM RANTEPAO TORAJA UTARA

Menimbang

Mengingat
Memperhatikan
MEMUTUSKAN

Menetapkan :
KESATU : Keputusan Direktur RS Elim Rantepao Tentang Pemberlakuan
Panduan Skrining Pasien Masuk rawat Inap Pasien
KEDUA : Keputusan ini akan direview setiap dua (2) tahun.

KETIGA : Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya dan akan
direview lebih lanjut apabila ditemukan kekeliruan didalamnya.

Ditetapkan di : Toraja Utara

Pada Tanggal : 03 September 2018

Direktur RS.Elim Rantepao

dr. Hendrik Saranga’, MARS