Anda di halaman 1dari 26

BAB I

TINJAUAN TEORI

A. Keluarga
1. Pengertian Keluarga
Menurut Mubarak, dkk (2009) keluarga merupakan perkumpulan dua atau
lebih individu yang diikat oleh hubungan darah, perkawinan atau adopsi, dan tiap-tiap
anggota keluarga selalu berinteraksi satu dengan yang lain.
Bailon, 1978 (dalam Achjar, 2010) berpendapat bahwa keluarga sebagai dua
atau lebih individu yang berhubungan karena hubungan darah, ikatan perkawinan atau
adopsi, hidup dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dalam peranannya
dan menciptakan serta mempertahankan budaya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa keluarga adalah sekumpulan dua orang atau
lebih yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan, adopsi, hubungan darah, hidup
dalam satu rumah tangga, memiliki kedekatan emosional, dan berinteraksi satu sama
lain yang saling ketergantungan untuk menciptakan atau mempertahankan budaya,
meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, dan sosial setiap anggota
dalam rangka mencapai tujuan bersama.
2. Tahap dan Tugas Perkembangan Keluarga
Tahap dan siklus tumbuh kembang keluarga menurut Duval 1985 dan Friedman
1998 dalam Mubarak, dkk (2009), ada 8 tahap tumbuh kembang keluarga, yaitu :
a. Tahap I: Keluarga baru menikah
Tugas perkembangan keluarga saat ini adalah membangun perkawinan yang
saling memuaskan, menghubungkan jaringan persaudaraan secara harmonis,
merencanakan keluarga berencana.
b. Tahap II: Keluarga dengan anak baru lahir (anak tertua bayi sampai umur 30
bulan)
Tugas perkembangan keluarga pada tahap II, yaitu membentuk keluarga
muda sebagai sebuah unit, mempertahankan hubungan perkawinan yang
memuaskan, memperluas persahabatan dengan keluarga besar dengan
menambahkan peran orang tua kakek dan nenek dan mensosialisasikan dengan
lingkungan keluarga besar masing-masing pasangan.
c. Tahap III: Keluarga dengan anak usia pra sekolah (anak tertua berumur 2-6
tahun)
Tugas perkembangan keluarga pada tahap III, yaitu memenuhi kebutuhan
anggota keluarga, mensosialisasikan anak, mengintegrasikan anak yang baru
sementara tetap memenuhi kebutuhan anak yang lainnya, mempertahankan
hubungan yang sehat dalam keluarga dan luar keluarga, menanamkan nilai dan
norma kehidupan, mulai mengenalkan kultur keluarga, menanamkan keyakinan
beragama, memenuhi kebutuhan bermain anak.
d. Tahap IV: Keluarga dengan anak usia sekolah (anak tertua usia 6-13 tahun)
Tugas perkembangan keluarga tahap IV, yaitu mensosialisasikan anak
termasuk meningkatkan prestasi sekolah dan mengembangkan hubungan dengan
teman sebaya, mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan,
memenuhi kebutuhan kesehatan fisik anggota keluarga, membiasakan belajar
teratur, memperhatikan anak saat menyelesaikan tugas sekolah.
e. Tahap V: Keluarga dengan anak remaja (anak tertua umur 13-20 tahun)
Tugas perkembangan keluarga pada tahap V, yaitu menyeimbangkan
kebebasan dengan tanggung jawab ketika remaja menjadi dewasa dan mandiri,
memfokuskan kembali hubungan perkawinan, berkomunikasi secara terbuka
antara orang tua dan anak-anak, memberikan perhatian, memberikan kebebasan
dalam batasan tanggung jawab, mempertahankan komunikasi terbuka dua arah.
f. Tahap VI: Keluarga yang melepas anak usia dewasa muda (mencakup anak
pertama sampai anak terakhir yang meninggalkan rumah)
Tahap ini adalah tahap keluarga melepas anak dewasa muda dengan tugas
perkembangan keluarga antara lain: memperluas siklus keluarga dengan
memasukkan anggota keluarga baru yang didapat dari hasil pernikahan anak-
anaknya, melanjutkan untuk memperbaharui dan menyelesaikan kembali
hubungan perkawinan, membantu orang tua lanjut usia dan sakit-sakitan dari
suami dan istri.
g. Tahap VII: Orang tua usia pertengahan (tanpa jabatan atau pensiunan)
Tahap keluarga pertengahan dimulai ketika anak terakhir meninggalkan
rumah dan berakhir atau kematian salah satu pasangan. Tahap ini juga dimulai
ketika orang tua memasuki usia 45-55 tahun dan berakhir pada saat pasangan
pensiun. Tugas perkembangannya adalah menyediakan lingkungan yang sehat,
mempertahankan hubungan yang memuaskan dan penuh arah dengan lansia dan
anak-anak, memperoleh hubungna perkawinan yang kokoh.
h. Tahap VIII: Keluarga dalam tahap pensiunan dan lansia
Dimulai dengan salah satu atau kedua pasangan memasuki masa pensiun
terutama berlangsung hingga salah satu pasangan meninggal dan berakhir dengan
pasangan lain meninggal. Tugas perkembangan keluarga adalah mempertahankan
pengaturan hidup yang memuaskan, menyesuaikan terhadap pendapatan yang
menurun, mempertahankan hubungan perkawinan, menyesuaikan diri terhadap
kehilangan pasangan dan mempertahankan ikatan keluarga antara generasi.

3. Fungsi Keluarga
Fungsi keluarga merupakan hasil atau konsekuensi dari struktur keluarga atau
sesuatu tentang apa yang dilakukan oleh keluarganya. Fungsi keluarga menurut
Friedman (1998) dalam Setyowati, S. dan Murwani, A (2008), yaitu:
a. Fungsi afektif
Fungsi afektif merupakan fungsi keluarga dalam memenuhi kebutuhan
pemeliharaan kepribadian anggota keluarga.
b. Fungsi sosialisasi
Fungsi sosialisasi bercermin dalam melakukan pembinaan sosialisasi pada anak,
membentuk nilai dan norma yang diyakini anak, memberikan batasan perilaku
yang boleh dan tidak boleh pada anak, meneruskan nilai-nilai budaya anak.
c. Fungsi perawatan kesehatan
Fungsi perawatan kesehatan keluarga merupakan fungsi keluarga dalam
melindungi keamanan dan kesehatan seluruh anggota keluarga serta menjamin
pemenuhan kebutuhan perkembangan fisik, mental, dan spiritual, dengan cara
memelihara dan merawat anggota keluarga serta mengenali kondisi sakit tiap
anggota keluarga.
d. Fungsi ekonomi
Fungsi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga seperti sandang, pangan,
dan papan, dan kebutuhan lainnya melalui keefektifan sumber daya keluarga.
e. Fungsi biologis
Fungsi biologis bukan hanya ditujukan untuk meneruskn keturunan tetapi untuk
memelihara dan membesarkan anak untuk kelanjutan generasi selanjutnya.
f. Fungsi psikologis
Fungsi psikologis terlihat bagaimana keluarga memberikan kasih saying dan rasa
aman/ memberikan perhatian diantara anggota keluarga, membina pendewasaan
kepribadian anggota keluarga dan memberikan identitas keluarga.
g. Fungsi pendidikan
Fungsi pendidikan diberikan keluarga dalam rangka memberikan pengetahuan,
keterampilan membentuk perilaku anak, mempersiapkan anak untuk kehidupan
dewasa mendidik anak sesuai dengan tingkatan
perkembangannya.

4. Tugas Keluarga
Tugas keluarga merupakan pengumpulan data yang berkaitan dengan
ketidakmampuan keluarga dalam menghadapi masalah kesehatan. Asuhan
keperawatan keluarga mencantumkan lima tugas keluarga sebagai paparan etiologi/
penyebab masalah dan biasanya dikaji pada saat penjajagan tahap II bila ditemui data
malaadapti pada keluarga. Lima tugas keluarga yang dimaksud adalah:
a. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah, termasuk bagaimana persepsi
keluarga terhadap tingkat keparahan penyakit, pengertian, tanda dan gejala, faktor
penyebab dan persepsi keluarga terhadap masalah yang dialami keluarga.
b. Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan, termasuk sejauh mana
keluarga mengerti mengenai sifat dan luasnya masalah, bagaimana masalah
dirasakan keluarga, bagaimana keluarga menanggapi masalah yang dihadapi,
adakah rasa takut terhadap akibat atau adakah sifat negative dari keluarga
terhadap masalah kesehatan, bagaimana system pengambilan keputusan yag
dilakukan keluarga terhadap anggota keluarga yang sakit.
c. Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit, seperti
bagaimana keluarga mengetahui keadaan sakitnya, sifat, dan perkembangan
perawatan yang diperlukan, sumber-sumber yang ada dalam keluarga serta sikap
keluarga terhadap anggota keluarga yang sakit.
d. Ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan seperti pentingnya hygiene
sanitasi bagi keluarga, upaya pencegahan penyakit yang dilakukan keluarga.
Upaya pemeliharaan lingkungan yang dilakukan keluarga, kekompakan anggota
keluarga dalam menata lingkungan dalam dan lingkungan luar rumah yang
berdampak terhadap kesehatan keluarga.
BAB II
ASUHAN KEPERAWATAN
A. IDENTITAS UMUM KELUARGA
1. Identitas Kepala Keluarga
a. Nama : Tn. Z
b. Umur : 50 tahun
c. Agama : Islam
d. Suku : Jawa
e. Pendidikan : SMA
f. Pekerjaan : Wiraswasta
g. Alamat : Yogyakarta

2. Komposisi keluarga
Nama L/P Umur Hub. Keluarga Pekerjaan Pend. terakhir
Tn. Z L 50 tahun Kepala keluarga Wiraswasta SMA
Ny.N P 40 tahun Istri Wiraswasta SMA
An.W L 14 tahun Anak Pelajar SMP
An. S P 6 tahun Anak Pelajar PAUD

3. Genogram

4. Tipe keluarga
a. Jenis tipe keluarga
Tipe keluarga Tn. Z adalah tipe keluarga inti atau nuclear family yang terdiri
ayah, ibu, dan anak yang tinggal dalam satu rumah
b. Masalah yang terjadi dengan tipe tersebut
Ketidaktahuan orang tua akan masalah kesehatan yang sedang dialami
anaknya, Ketidaktauan orangtua akan pemenuhan kebutuhan anak akan
pertumbuhan dan pekembanganya sesuai dengan tahap usianya.
5. Suku bangsa
a. Asal suku bangsa
Tn. Z dan istrinya adalah orang yang berasal dari suku jawa.
b. Budaya yang berhubungan dengan kesehatan
Tn. Z mengatakan tidak ada yang bertentangan dalam budaya suku bangsa
jawa yang bertentangan atau bertolak belakang dengan kesehatan

6. Agama dan kepercayaan yang mempengaruhi kesehatan


Agama keluarga Tn. Z ini adalah Islam dan tidak ada satupun ketentuan islam
yang bertentangan dengan kesehatan.

7. Status sosial ekonomi Keluarga


a. Anggota Keluarga yang mencari nafkah
Tn. Z (Kepala Keluarga ) seorang pengusaha alumunium, dan Ny N (istri)
seorang pedagang.
b. Penghasilan
Penghasilan keluaraga Tn. Z setiap bulan sekitar Rp 30.000.000
c. Upaya Lain
Tn. Z selain pengusaha juga mempunyai sampingan kerja membuat usaha
lapangan footsal, Usaha itu Tn. Z berkolaborasi dengan direktur yang mengelola
WBL (Wisata Bahari Lamongan).
d. Harta benda yang dimiliki
Tn. Z mempunyai alat transportasi pribadi (mobil) untuk kebutuhan keluarganya,
dan perabotan rumah yang memadai.
e. Kebutuhan yang dikeluarkan tiap bulan
Pada keluarga Tn. Z pengeluaran tiap bulanya untuk mencukupi kebutuhan
keluarga sekitar Rp. 5.000.000 ini untuk membayar rekening listrik, air dan
belanja bahan makanan sebulan, biaya sekolah anak tiap bulanya, dan uang saku
buat anak tiap harinya.
f. Aktivitas rekreasi keluarga
Keluarga jarang melakukan rekreasi hanya saat cuti bersama saja Tn. Z
menyempatkan waktu bersama keluaganya untuk rekreasi ke tempat-tempat
wisata. Rekreasi yang bias dilakukan dirumah adalah menonton TV bersama anak
dan istrinya sepulang kerja nya.
B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
1. Tahap Perkembangan keluarga saat ini
Tahap perkembangan keluarga dengan anak remaja. Tn. Z berumur 50 tahun dan
memiliki anak berusia 14 tahun yang sudah menginjak masa remaja.
2. Tahap Perkembangan keluarga yang belum terpenuhi dan kendalanya
Tahap perkembangan keluarga dengan anak remaja yeng belum terpenuhi adalah deficit
perhatian (kurangnya perhatian) keluarga baik ibu maupun ayah untuk memperhatikan
pola tumbuh kembang anak yang seharusnya harus dipenuhi anak menginjak usia remaja
sehingga terkesan kurangnya kasih sayang orang tua kepada anak. Selama ini orang tua
hanya menyerahkan anak nya ketika mereka sedang bekerja dengan nenek (ibu dari Tn.
Z) yang rumahnya juga bersebelahan dengan Tn. Z.
3. Riwayat kesehatan keluarga Inti
a. Riwayat Kesehatan keluarga saat ini
Tn. Z dan Ny N tidak menderita penyakit apapun. Dan An.W menderita penyakit
sesak sesuai dengan diagnose dokter An W terkena asma alergi bronchial.
b. Riwayat Penyakit Sebelumnya
Tidak ada riwayat penyakit sebelumnya pada keluarga Tn. Z.
c. Pelayanan Kesehatan yang dimanfaatkan
Pelayanan Kesehatan yang digunakan oleh Tn. Z ini adalah puskesmas yang jaraknya
tidak begitu jauh dari rumahnya
d. Riwayat Kesehatan keluarga Sebelumnya
Keluarga tidak memiliki riwayat penyakit yang berbahaya apapun.
e. Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga
Imunisasi
BB Masalah Tindakan yang
No Nama Umur (BCG/POLIO/DPT/HB/
(Kg) Kesehatan telah dilakukan
CAMPAK
1. Tn. Z 50 th 70 Lengkap Sehat Membantu
2 Ny N 40 th 60 Lengkap Sehat pemenuhan
An Gangguan Pola kebutuhan
3. 14 th 27 Lengap
W Napas oksigenasi An W
dengan
4. An S 6 th 20 Lengkap Sehat membawanya ke
puskesmas
C. PENGKAJIAN LINGKUNGAN
1. Karakteristik Rumah
a. Luas rumah: 15x9 m2
b. Type rumah: Permanen, dua tingkat, terbuat dari semen, berpagar, dan sudah
memilik ventilasi yang bagus.
c. Kepemilikan: Tanah rumahnya sudah milik pribadi Tn. Z, hal ini dibuktikan
dengan surat tanah atas nama kepemilikan Tn. Z.
d. Jumlah dan rasio kamar/ruangan: Terdapat 4 kamar, 2 kamar di tingkat satu, dan 2
kamar di tingkat dua
e. Ventilasi/cendela: Ventilasi mamadai, candela ada disetiap ruangan rumah.
f. Pemanfaatan ruangan: Setiap ruangan tertata dengan baik: bagian depan ada ruang
tamu, bagian tengah ada tempat ibadah, tempat istirahat bersama keluarga, tempat
tidur, bagian belakang ada dapur dan wc. Dan yang paling belakang terdapat kolam
ikan.
g. Septic tank: ada. Letak : bagian belakang didalam rumah bersebelahan dengan
dapur rumah.
h. Sumber air minum: Dibelakang rumah terdapat sumur
i. Kamar mandi/WC: ada 2 kamar mandi, tingkat bawah satu dan tingkat atas satu
j. Sampah: sampah dibuang disamping rumhnya yang juga tempat pembuangan
sampah yang nantinya akan dibakar.
k. limbah RT: limbah masyarakat juga dibuang disamping rumah Tn. Z, karena
tempat pembuangan sampah disamping rumah Tn. Z adalah fasilitas umum untuk
warga desa itu.
l. Kebersihan lingkungan: Rumah tampak terlihat bersih, hal ini dikuatkan dengan
Ny N mengatakan setiap pagi selalu membesihkan rumhnya, menyiram halaman
rumah dan tanaman yang tumbuh hijau didepan rumahnya.
2. Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW
a. Kebiasaan: Keluarga Tn. Z tinggal didesa, rasa persaudaraan antar sesama warga
tinggi, penduduk disekitar rumah adalah penduduk asli jawa yang datang dari
berbagai daerah, umumya interaksi banyak terjadi pada sore hari karena pada siang
banyak tetangga yang sibuk bekerja.
b. Aturan/kesepakatan: Didalam lingkungan RT sudah ditetapkan beberapa aturan
dan masing anggota masyarakat mampu menaati peraturan tersebut. Salah satunya
seiap 1 bulan sekali diadakan gotong royong bersama memebersihkan limbah
sampah di lingkungn sekitar.
c. Budaya: Dalam budaya didesa Tn. Z karena mayoritas semua asli jawa dan islami
karena banyak pondok pesantren dan para sesepuh kiyai, sehingga tidak pernah
terjadi perlawanan akibat perbedaan budaya.
d. Mobilitis Geografis Keluarga: Keluarga Tn. Z sudah menempati rumah hasil
keringat sendiri sejak melahirkan anak pertamanya (An W), sekitar 10 bulan awal
berumah tangga baru pindah di rumah baru hasil usahanya sendiri, dan sampai
sekarang, dan tidak pernah berpindah-pindah rumah.
e. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat: Tn. Z, menyempatkan
untuk berkumpul dengan warga saat ada kegiatan rutinitas pengkajian dimasjid tiap
1 minggu sekali. Guna meningkatkan jalinan ukhuwah persaudaraan sesama umat
muslim. Ny. H masuk dalam organisasi fatayat yang mana kegiatan rutinitasnya
setiap seminggu sekali dzibaiyah dan tahlil keliling (bergantian). Ny H dan
suaminya Tn. Z juga pandai dalam berinteraksi dengan masyarakat karena jiwa
sosialnya yang tinggi.
f. System Pendukung Keluarga: Apabila An.W sesak kambuh, maka Ny.N hanya
meminta bantuan kakanya yang berprofesi seorang perawat yang juga bekerja di
puskesmas dekat rumahnya.

D. STRUKTUR KELUARGA
1. Pola / Cara Komunikasi Keluarga
Dalam Kehidupan sehari-hari Keluarga menggunakan Bahasa jawa yang jelas. Karena
karakter Tn. Z yang tegas, jika ada suatu masalah dalam keluarga maka
dimusyawarahkan dengan baik, saling terbuka dan didiskusikan dengan orang tua dan
bersama-sama mencari solusinya.
2. Struktur Kekuatan Keluarga
Sebelumnya keluarga mampu menyelesaikan masalah jika ada salah satu anggota
keluarga yang salah, namun karena tuntutan pekerjaan masing-masing harus mencari
nafkah, sehingg dampaknya kurangnya hak asuh anak sebagai kebutuhan primer
anaknya, sehingga yang dirasakan anak kurangnya perhatian orangtua terhadap
tumbub kembnag anak.
3. Struktur Peran (Peran masing-masing anggota keluarga)
Dalam Keluarga Peran Tn. Z berjalan dengan baik sebagai Kepala keluaga mencari
nafkah untuk membiayai keluarga. Dan peran terhadap tanggung jawabnya yang
kurang dari Ny.H sebagai Ibu rumah tangga, akibat kesibukan Ny H dengan
pekerjaaanya sehingga tanggung jawabnya untuk memantau tumbuh kembang anak
sesuai pertambahan usia anak kurang diperhatikan., sehingga berdampak terhadap
perilaku anak, anak menjadi kurang perhatian dan kasih sayang.
4. Nilai dan Norma Keluarga
Nilai yang dianut dalam keluarga dalah berdasarkan kepercayaan yang dianut yaitu
islam, dan tidak ada konflik nilai yang terjadi. begitu juga dengan nilai dan norma
yang berlaku dimasyarakat juga menjadi pedoman dalam ketentuan keluarga dan
masing-masing keluarga wajib untuk mentaatinya, seperti tidak boleh pulang malam,
memakai pakaian yang sopan baik didalam maupun luar rumah, dan juga menjaga
perilaku yang tidak menyimpang. Namun kalau dari segi hak dan kewajiban yang
seharusnya didapatkan anak, anak kurang mendapatkan itu dikarenakan kesibukan ke
dua orangtuanya dalam pekerjaanya.

E. FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi afektif
Keluarga ini Harmonis, rukun dan saling menghargai dari masing-masing peran
2. Fungsi sosialisasi
a. Kerukunan hidup dalam keluarga:
Keluaga Ny N tidak pernah bertengkar karena setiap ada permasalahan, Tn. Z
langsung bersikap tegas mendiskusikan bersama-sama dan segera mencari solusi
bersama.
b. Interaksi dan hubungan dalam keluarga:
Masing-masing anggota keluarga pola interaksinya bagus, saling bekerjasama satu
sama lain. Namun dalam hal perhatian orang tua pada fokus tumbuh kembang anak
kurang didapatkan dari anak akibat kesibukan orang tuanya.
c. Anggota keluarga yang dominan dalam pengambilan keputusan
Dalam pengambilan keputusan masing-masing anggota memiliki hak untuk
berpendapat namun dari hasil beberapa pendapat tadi didiskusikan bersama dan
hasil akhirnya diputuskan oleh Tn. Z selaku kepala keluarga.
d. Kegiatan keluarga waktu senggang:
Diwaktu senggang Ny N dan Tn. Z menyibukkan dirinya dengan anak-anaknya
(An W dan An S), mereka lebih sering mengajak anka-ananya rekreasi ke tempat
wisata dan kunjungan ke tempat-tempat yang bersejarah. Semua itu mereka
lakukan karena Tn. Z dan Ny N tahu akan tanggung jawabnya yang kurang dalam
mengasuh anak, oleh karena itu setiap ada waktu senggang mereka berusaha untuk
mencurahkan waktu senggangnya untuk anak-anak.
e. Partisipasi dalam kegiatan social:
Ny N dan Tn. Z memiliki jiwa sosial yang tinggi, meskipun keduanya sibuk
dengan pekerjaanya. Hal ini dibuktikan dengan Tn. Z, menyempatkan untuk
berkumpul dengan warga saat ada kegiatan rutinitas pengkajian dimasjid tiap 1
minggu sekali. Guna meningkatkan jalinan ukhuwah persaudaraan sesama umat
muslim.
Ny.N masuk dalam organisasi fatayat yang mana kegiatan rutinitasnya setiap
seminggu sekali dzibaiyah dan tahlil keliling (bergantian). Ny H dan suaminya Tn.
Z juga pandai dalam berinteraksi dengan masyarakat karena jiwa sosialnya yang
tinggi.
3. Fungsi perawatan kesehatan
a. Pengetahuan dan persepsi keluarga tentang penyakit/masalah kesehatan
keluarganya: Ny N khawatir ketika melihat kondisi anakanya mengalami sesak
yang hilang timbul, Setahu Ny N kalau orang sesak pasti mengarahnya ada
masalah di paru-parunya. Ny N tidak tahu menahu bagaimana tatalaksana dalam
menangani kondisi tersebut. Oleh karena itu, Ny N langsung membawa An W ke
puskesma dekat rumahnya.
b. Kemampuan keluarga mengambil keputusan tindakan kesehatan yang tepat:
Ketidaktahuan Ny N dn keluarga tentang masalah yang dialami An W, ketakutan
Ny N akan munculnya komplikasi yang lebih parah apabila tidak dilakukan
tindakan cepat maka keluarga memutuskan untuk segera dibawa ke puskesmas
dekat rumahnya.
c. Kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah yang sehat: Ny N
mengatakan setiap pagi selalu membesihkan rumhnya, menyiram halaman rumah
dan tanaman yang tumbuh hijau didepan rumahnya. Dan dihari libur sekolah, Ny
N, Tn. Z dan anak-anaknya mempunyai jadwal bergotong royong membersihkan
semua isi rumah. Sehingga rumah tampak bersih, nyaman dan indah.
d. Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan di masyarakat: Dirumah
Ny N selalu sedia P3K untuk persediaan keluarganya, namun Ny N mempunyai
saudara kandung seorang perawat yang bekerja dipuskesmas dekat rumahnya,
sehingga ketika ada keluarga yang sakit Ny N langsung memanggil kakaknya yang
seorang perawat dan apabila kondisinya lebih parah maka langsung dirujuk ke
puskesmas.
4. Fungsi reproduksi
a. Perencanaan jumlah anak: Ny N mengatakan harapan anak 2 saja cukup. Karena
lebih bisa focus dalam memantau perkembangan dan pertumbuhan anak.
b. Akseptor: Ya, yang digunakan KB pil lamanya satu tahun. Tidak ada masalah
dalam masalah seksual sama bapak walaupun bapak sering keluar pergi bekerja.
5. Fungsi ekonomi
a. Upaya pemenuhan sandang pangan: Pemenuhan sandang, pangan keluarga sangat
tercukupi hal ini dibuktikan dengan pekerjaan kedua orang tua An W. Ny N dan
Tn. Z yang sama-sama seorang pengusaha.
b. Pemanfaatan sumber di msyarakat: Ny N dan Tn. Z sering ikut serta dalam
membantu menjang administrasi yang dibutuhkan dalam kegitatan yang diadakan
dilingkungan masyarakat.

F. STRESS DAN KOPING KELUARGA


1. Stressor Jangka Pendek
Masalah yang dihadapi oleh Tn. Z dan Ny N dalam waktu pendek adalah khawatir
dan cemas dengan An W akan pertumbuhan dan perkembangan anak yang
seharusnya sangat butuh pengawasan dari orang tua. Akibat orang tua yang sibuk
dengan pekerjaanya, An W sering terlihat merokok dirumah dan sering keluyuran
ketika orangtua tidak drumah.
2. Stressor jangka panjang
Tn. Z dan Ny N resah dengan masa depan An W nanti kalau An W masih memiliki
kebiasaan yang sama seperti saat ini: keluyuran, merokok, dan setiap arahan dari
orangtua masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri.
3. Respon keluarga terhadap stressor
Tn. Z dan Ny N selalu berdo’a untuk anaknya menjadi anaknyang berbakti dan
menyakini bahwa anaknya mampu mengerti kondisi orangtua dan belajar menjadi
anak yang dewasa dan mandiri.
4. Strategi Koping
Keluarga dalam menangani masalah, mereka menyempatkan waktu untuk
memusyawarahkan masalah dan mengambil solusi bersama-sama.
5. Strategi Adaptasi fungsional
Meskipun An W sedikit sulit untuk diberi arahan oleh orang tua, Ny N sealau
memantau perkembangan anak dirumah melalui ibu Tn. Z (nenek) yang rumahnya
sebelahan dengan rumah Tn. Z untuk selalu memnatau apapun yang dilakukan anak
setiap harinya.

G. KEADAAN GIZI KELUARGA


1. Pemenuhan gizi
Ny N mengatakan selalu memperhatikan pemenuhan gizi anak sejak anak masih kecil,
oleh karena itu, masing-masing anggota keluarga sangat menyukai berbagai macam
sayuran dan buah-buahan terutama susu.

H. PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan fisik pada An W:
1. Identitas
Nama : An W
Umur : 14 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Pelajar
2. Keluhan/Riwayat Penyakit saat ini:
Keluarga mengatakan An W mengeluh sesak hilang timbul
3. Riwayat penyakit sekarang
Keluarga mengatakan sejak 5 hari yang lalu An.W sering mengalami sesaksehingga
dadanya terasa berat, namun sesak sering hilang timbul, batuk kadang-kadang
muncul terutama pada malam dan pagi hari, ketika tidur nafas anak
sering keluar suara ngik-ngik (mengi).
4. Riwayat penyakit keluarga
Keluarga mengatakan tidak mempunyai riwayat penyakit seperti ini sebelumnya
5. Riwayat Penyakit Sebelumnya
Keluarga mengatakan An W tidak mempunyai riwayat penyakit seperti ini
sebelumnya
6. Tanda-tanda vital:
TD: 100/90 mmHg RR: 30 x/mnt
N : 75 x/mnt S : 37,0 oC
7. System Cardio Vascular
Inspeksi : ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : PMI teraba
Perkusi : pekak
Auskultasi : S1, S2 terdengar bunyi tunggal
8. System Respirasi
Inspeksi : dada datar, simetris, terdapat penggunaan otot bantu napas
Palpasi : fokal fremitus kanan kiri sama
Perkusi : sonor
Auskultasi : suara tambahan wheezing
9. System Gastrointestinal (GI Tract)
Inspeksi : Simetris, umbilicus masuk ke dalam, tidak ada bekas operasi, tidak
terlihat pembuluh darah
Auskultasi : bissing usus positif
Perkusi : timpani
Palpasi : hepar lien tidak tetaba, gastritis negative, apendisitis negative
10. System Persyarafan
Kesadaran : composmentis (3-4-6)
11. System Muskuloskeletal
Inspeksi : lengan dan tungkai simetris
Palpasi : tidak ada odem
12. System Genitalia
Inspeksi : skrotum simetris
Palpasi : tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tidak ada mass

I. HARAPAN KELUARGA
1. Terhadap masalah kesehatanya
Harapan keluarga, sesak An W hilang dan An W bisa beraktifitas normal seperti biasa
2. Terhadap petugas kesehatan yang ada
Harapan keluarga, untuk tenaga kesehatan di puskesmas dapat mengajarkan
bagaimana tatalaksana yang harus dilakukan ketika sewaktu-waktu sesak An W
kambuh, dan bagaimana cara mengingatkan anak membuang kebiasaan buruknya
merokok dan bahaya dengan pergaulan bebas.

ANALISA DATA

No DATA ETIOLOGI PROBLEM

1. DS: Ketidakmampuan keluarga mengenal Perubahan


Ny N masalah tumbuh kembang anak pertumbuhan
mengatakan An.W dan
sering ketahuan perkembangan
merokok dirumah. anak
An W juga jarang
dirumah dan sering
bermain dengan
teman-temannya di
luar. Ny N Cuma
titip kepada nenek
untuk memantau
perilaku An W
disaat mereka
berangkat kerja
DO:
Dari hasil
pengkajian
didapatkan:
- Oreng tua An W
sibuk bekerja,
hanya dirumah saat
pagi sebelum
berangkat kerja dan
sore sepulang
bekerja.
- Orangtua An. W
jarang
memperhatikan
pola tumbuh
kembang anak
hanya
menyerahkan
tanggung jawabnya
kepada nenek yang
rumahnya
bersebelahan disaa
t mereka bekerja.
2. DS: ketidaktahuan keluarga mengenal Perubahan
Ny N mengatakan kebutuhan dalam pengembangan remaja perilaku
sangat mengatur anak
(otoriter) dalam
mendidik anaknya,
karena pendidikan
sangat
diprioritaskan oleh
Ny N, kadang ibu
memarahi An W
ketika An W tidak
mahu belajar atau
nilai peringkatnya
menurun. Ibu juga
tidak segan-segan
marah ketika An W
sering bermain
keluar dengan
teman-temanya
kadang kalau An W
membangkang ibu
bisa memukulnya.
DO:
- Ny N
mengatakan “sikap
ibu seperti itu
karena ibu takut An
W terjerumus ke
dalam pergaulan
bebas karena
sepengetahuan ibu,
usia remaja adalah
penentu masa
depanya nanti”.
- Karena sikap
Ny N yang seperti
itu, penerimaan An
W, dia merasa
terkekang.
- An W
mengatakan” saya
jarang
mendapatkan
perhatian dari
orangtua, giliran
dirumah bisanya
hanya marah-marah
terus, aku merasa
terkekang tidak
bisa
mengembangkan
diriku dengan
bebas, aku sudah
remaja punya
otonomi kalau itu
semua terdukung
aku akan bisa
menjadi anak yang
sesuia dengan
keinginan orang
tuak”. Oleh karena
itu, An W
berperilaku
sebaliknya dari
harapan oramgtua,
dia menjadi nakal,
jarang belajar dan
sering keluar
rumah bersama
teman-temanya.

3. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Perubahan pertumbuhan dan perkembangan anak berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga mengenal masalah tumbuh kembang anak
2. Perubahan perilaku anak berhubungan dengan ketidaktahuan keluarga mengenal
kebutuhan dalam pengembangan remaja

12. PRIORITAS MASALAH


a. Diagnosa Keperawatan:
Perubahan pertumbuhan dan perkembanagan anak berhubungan dengan ketidak mampuan
keluarga mengenal masalah tumbuh kembang anak

NO KRITERIA SKALA BOBOT SKORING PEMBENARAN

1 Sifat masalah: 2 1 2/3X 1 - Ny N dan Tn. Z


- Ancaman = 2/3 mengatakan jarang
kesehatan/resiko memantau kondisi
anak karena kesibukan
dalam pekerjaanya.
- An.W sering
ketahuan merokok
dirumah, dan jarang
dirumah.
- Ny N kawatir An N
terjerumus kedalam
pergaulan bebas dan
kebiasaan merokoknya
berakibat terhadap
kesehatan paru-
parunya
.
2 Kemungkinan 1 2 1/2X2 - Ny N mengatakan
masalah dapat = 2/2=1 sering memberikan
diubah: petuah kepada An W
- Sebagian namun seakantidak
dipedulikan .
- Ny N juga sudah
menyerahkan
tanggung jawabnya
kepada nenek An W
yang ruamhnya dekat
dengan Ny N untuk
memantau pergerakan
An W ketika Ny N
sedang bekerja, dan
memberikan teguran
apabila An W
merokok atau main
keluar rumah. Namun
An W masih tidak
dipedulikan
3 Potensi masalah 3 1 3/3X1 Ny N mengatakan
untuk dicegah: =1 resah dengan kondisi
- Tinggi An W berdampak
terhadap masa depan
dan kesehatan An W
4 Menonjolnya 2 1 2/2X1 Ny N berusaha untuk
maslaah: =1 mengatasimasalah An
- Masalah berat W, apabila tidak
harus diatasi segera diatasi akan
berdampak berat
terhadap masa depan
dan kesehatannya
TOTAL 11/3=3,67
c. Diagnosa Keperawatan
Perubahan perilaku anak berhubungan dengan ketidaktahuan keluarga mengenal
kebutuhan dalam pengembangan remaja

NO KRITERIA SKALA BOBOT SKORING PEMBENARAN

1 Sifat masalah: 2 1 2/3X 1 - An W merasan”


- Ancaman = 2/3 akibat kurangmendapatk
kesehatan/resiko an perhatian dari
orangtua, giliran
dirumah bisanya hanya
marah-marah terus, An
W berperilaku
sebaliknya dari harapan
orangtua, dia menjadi
nakal, jarang belajar dan
sering keluar rumah
bersama teman-temanya.

2 Kemungkinan 1 2 1/2X2 - Persepsi Ny Ndengan


maslaah dapat = 2/2=1 pengetahuanya yang
diubah: terbatas tentang
- Sebagian pengembangan anak
remaja
- Ny N mendidik An W
selama ini karenaNy
N takut An W
terjerumus ke dalam
pergaulan bebas karena
sepengetahuan ibu, usia
remaja adalah penentu
masa depanya nanti”.
3 Potensi masalah 3 1 3/3X1 - Ny N tetap memantau
untuk dicegah: =1 belajar An W, kadang
- Tinggi ibu memarahi An W
ketika An W tidak mahu
belajar atau nilai
peringkatnya menurun.
- Ibu juga tidak segan-
segan marah ketika An
W sering bermain keluar
dengan teman-temanya
kadang kalau An W
membangkang ibu bisa
memukulnya.
4 Menonjolnya 2 1 2/2X1 - Penerimaan An W
maslaah: =1 terhadap sikap yang
- Masalah berat diberikan Ny N
harus diatasi kepadanya tidak
membuat An W jenuh
- Namun, perilaku An W
semkain menyimpang
dari harapan orang tua
TOTAL 11/3= 3,67

13. DIAGNOSA KEPERAWATAN BERDASARKAN PRIORITAS


a. Perubahan pertumbuhan dan perkembangan anak berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga mengenal masalah tumbuh kembang anak
b. Perubahan perilaku anak berhubungan dengan ketidaktahuan keluarga mengenal
kebutuhan dalam pengembangan remaja

14. RENCANA KEPERAWATAN


1. Diagnos keperawatan 1
Perubahan pertumbuhan dan perkembangan anak berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga mengenal masalah tumbuh kembang anak.
TUJUAN
KRITERIA STANDART HASIL INTERVENSI
KHUSUS
Setelah dilakukan Verbal Keluarga dapat: 1. Kontrak dengan
tindakan pengetahuan 1. menjelaskan tahap keluarga
keperawatan pertumbuhan dan 2. Kaji tingkat
selama 1X perkembangan pengetahuan keluarga
kunjungn sesuai usia anak tentang:
diharapkan: 2. menyebutkan dampak- tahapan pertumbuhan
- Keluarga dari kurangnya dan perkembangan
mengetahui tahap perhatian orangtua anak sesuai usianya.
tumbuh kembang terhadap perilaku anak- Dampak dari
anak 3. menjelaskan kurangnya perhatian
- Keluarga pengertian dari oramgtua terhadap
mengutamakan pergaulan bebas perilaku anak
kebutuhan anak 4. menjelaskan dampak
akan masa depan dari pergaulan bebas 3. Pertemuan dengan
dan kesehatanya 5. menjelaskan keluarga dan
- Keluarga pengertian dan bahaya membahas tentang:
memenuhi hak merokok 2. Kebutuhan anak
anak akan kasih terhadap kesehatan sesuai tahap tumbuh
sayang dan kembangnya diusia
perhatian dari remaja.
orangtua 3. dampak dari
kurangnya perhatian
dari orang tua terhadap
perilaku anak:
- Pengertian
pergaulan bebas
- Dampak pergaulan
bebas terhadap masa
depan anak
- Pengertian merokok
- Dampak merokok
terhadap kesehatan
4. Berikan kesempatan
keluarga untuk
menanyakan penjelasan
yang telah didiskusikan
5. Beri pujian terhadap
kemampuan memahami
materi yang diberikan
6. Berikan penjelasan
ulang bila ada materi
yang belum dipahami
7. Evluasi secara singkat
terhadap topic yang
diberikan
8. Pantau respon
terhadap materi yang
disampaikan

2. Diagnosa Keperwatan 2
Perubahan perilaku anak berhubungan dengan ketidaktahuan keluarga mengenal kebutuhan
dalam pengembangan remaja
TUJUAN KHUSUS KRITERIA KRITERIA HASIL INTERVENSI
Setelah dilakukan Verbal Keluarga dapat: 1. Kontrak dengan
tindakan pengetahuan1. Menjelaskan tahap- keluarga
keperawatan selama tahap dalam 2. Kaji tingkat
1X kunjungn pengembangan usia pengetahuan keluarga
diharapkan: remaja tentang:
- Keluarga 2. Mengetahui sikap - tahapan
mengetahui tahap- mendidik anak yang pengembangan anak
tahap benar di usia remaja sesuai usianya.
dalam pengembanga 3. Pertemuan dengan
n usia remaja keluarga dan
- Keluarga mengerti membahas tentang:
sikap mendidik anak - sikap orang tua
yang benar di usia dalam mendidik anak
remaja di usia remaja
- dampak didikan
yang terlalu otoriter
4. Berikan kesempatan
keluarga untuk
menanyakan penjelasan
yang telah didiskusikan
5. Beri pujian terhadap
kemampuan memahami
materi yang diberikan
6. Berikan penjelasan
ulang bila ada materi
yang belum dipahami
7. Evluasi secara singkat
terhadap topic yang
diberikan
8. Pantau respon
terhadap materi yang
disampaikan
DAFTAR PUSTAKA

Achjar, K.A.2010. Aplikasi Praktis Asuhan Keperawatan Keluarga. Jakarta : Sagung Seto
Mubarak, Wahit Iqbal, dkk. (2009). Ilmu Keperawatan Komunitas; Konsep dan Aplikasi.
Jakarta : Salemba Medika
Setyowati, S. dan Murwani, A. (2008). Asuhan Keperawatan Keluarga Konsep dan Aplikasi
Kasus. Yogyakarta : Mitra Cendikia