Anda di halaman 1dari 3

Nama : AHMAD SATRIANTO

NIM : 837476346

Kelas/Semester : B PGSD/6

Jurusan : S1 PGSD

Pokjar : TRENGGALEK

PERTANYAAN

1) Mengapa MBS perlu diperkenalkan di Indonesia?


2) Bagaimana penerapan MBS di Indonesia?
3) Identifikasi dan jelaskan landasan hukum penerapan MBS di Indonesia!
4) Identifikasi butir-butir perbedaan sisdiknas menurut UU No.2 Thn 1998 dan UU
No.20 Thn 2003!

JAWABAN

1) Karena Kenyataan menunjukkan bahwa sampai saat ini mutu pendidikan di Indonesia
masih jauh dari harapan untuk dapat bersaing dengan Negara lain yang sudah maju,
untuk itu MBS sangat perlu diperkenalkan agar nantinya bisa juga dilaksanakan di
Indonesia agar pendidikan di Indonesia dapat bersaing dengan Negara lain yang sudah
maju
2) Saat ini penerapan MBS di Indonesia sudah mulai berkembang, itu terbukti dengan
sistem pendidikan di Indonesia yang tidak lagi menggunakan sistem sentralisasi
namun sudah menggunakan sistem desentralisasi
3) UU No. 2 tahun 1989 dengan UU No. 20 tahun 2003
4) Tabel Perbedaan UU No. 2 tahun 1989 dengan UU No. 20 tahun 2003
Perihal UU No. 2 tahun 1989 UU No. 20 tahun 2003
Jumlah bab 20 bab dan 59 pasal 22 bab dan 77 pasal
dan pasal
Fungsi Belum ada fungsi untuk Sudah ada fungsi untuk
pendidikan membentuk watak membentuk watak (karakter)
nasional (karakter) peserta peserta didik.
didik.
Jalur Hanya dua jalur Ada tiga jalur pendidikan,
pendidikan pendidikan, yaitu: jalur yaitu: pendidikan formal,
pendidikan sekolah dan nonformal, dan informal.
jalur pendidikan luar
sekolah
Alokasi Belum ada aturan Dana pendidikan selain gaji
dana alokasi dana pendidikan pendidik dan biaya pendidikan
pendidikan dari APBN. kedinasan dialokasikan
minimal 20% dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN) pada sektor
pendidikan dan minimal 20%
dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD).
(pasal 49 ayat 1)
Badan Belum ada badan Sudah ada badan hukum
hukum hukum pendidikan. pendidikan, sebagaimana
pendidikan tertuang pada pasal 53 bahwa
“penyelenggara dan/atau
satuan pendidikan formal yang
didirikan oleh Pemerintah atau
masyarakat berbentuk badan
hukum pendidikan”
Peran serta Hanya sebatas mitra Sudah ada aturan tentang
masyarakat pemerintah (pasal 47 dewan pendidikan dan komite
dalam ayat 1) “Masyarakat sekolah (pasal 56 ayat 1)
pendidikan sebagai mitra “masyarakat berperan dalam
Pemerintah peningkatan mutu pelayanan
berkesempatan yang pendidikan yang meliputi
seluas-luasnya untuk perencanaan, pengawasan, dan
berperan serta dalam evaluasi program pendidikan
penyelenggaraan melalui dewan pendidikan
pendidikan nasional.” dan komite
sekolah/madrasah.”
Akreditasi Belum ada aturan Diatur dalam Bab XVI bagian
kedua pasal 60 ayat 1, 2, 3, dan
4.
Sertifikasi Belum ada aturan Diatur dalam Bab XVI bagian
ketiga pasal 61 ayat 1, 2, 3, dan
4.
Ketentuan Masih terbatas, hanya Tidak hanya sebatas gelar
pidana mengatur hukum pidana akademik dan lulusan
terkait dengan lulusan perguruan tinggi, tetapi juga
dan gelar akademik menyangkut jiplakan karya
perguruan tinggi (pasal ilmiah dan penyelenggara
55 dan 56) satuan pendidikan (pasal 67 –
71).
Kesetaraan Belum ada ketentuan Madrasah setara dengan
kesetaraan antara sekolah
sekolah dengan
madrasah
Pengemban Belum ada aturan Pengembangan kurikulum
gan tentang pengembangan diatur dalam pasal 36
kurikulum kurikulum (pengembangan kurikulum
dilakukan dengan mengacu
pada standar nasional
pendidikan dan dengan prinsip
diversifikasi sesuai dengan
satuan pendidikan, potensi
daerah, dan peserta didik).