Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN

PROYEK WAWANCARA

PT. HIMATEK ICE CREAM

Diajukan untuk memenuhi salah tugas matakuliah Kewirausahaan

Disusun Oleh:

Brigita Graceria Medi Kusuma (161411070)


Sani Kartika (161411087)
Syam Sugama Putra (161411092)

3C - Teknik Kimia

PROGRAM STUDI D-III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang
telah memberikan limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat
melaksanakan dan menyelesaikan laporan proyek wawancara dengan pihak PT.
Himatek Ice Cream dengan baik dan tepat waktu. Adapun pembuatan laporan ini
diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan di Politeknik Negeri
Bandung.
Laporan ini berisi riwayat wirausahawan, keterampilan yang dimiliki
seorang wirausaha, dan pengalaman dalam membangun jaringan sosial dan bisnis
usaha. Laporan ini juga dilengkapi dengan perjalanan singkat usaha yang dibangun
hingga saat ini. Semua disajikan secara singkat agar mudah dipahami oleh pembaca.
Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih
kepada semua pihak yang turut membantu dan mendukung didalam penyusunan
laporan kerja praktik ini, terutama kepada:
1. Drs. Santosa Sanjaya, MMS. selaku dosen mata kuliah Kewirausahaan
Politeknik Negeri Bandung.
2. Kang Dimas Prasetya D. selaku Chief Executive Officer PT HIMATEK
Icecream sebagai narasumber yang diwawancarai.
3. Dr. Ir. Rachmad Imbang Tritjahjono, M.T., selaku Direktur Politeknik
Negeri Bandung.
4. Dr. Shoerya Shoelarta, LRSC, MT., selaku Ketua Jurusan Teknik Kimia
Politeknik Negeri Bandung.
5. Rispiandi, ST, MT selaku Ketua Program Studi D-3 Teknik Kimia
Politeknik Negeri Bandung.
6. Kedua orang tua dan keluarga yang selalu membimbing, mendoakan dan
memberikan dorongan motivasi sehingga penulis dapat mengerjakan
laporan ini.
7. Serta semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan
laporan ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

i
Penulis menyadari bahwa di dalam penyusunan laporan ini masih banyak
terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun
sangat kami harapkan. Akhir kata, penulis berharap semoga laporan ini dapat
memberikan manfaat bagi pembaca.

Bandung, 5 Mei 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................. i


DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. iv
BAB I PENDAHULUAN
2.1. Latar Belakang .............................................................................................1
2.2. Rumusan Masalah ........................................................................................2
2.3. Tujuan...........................................................................................................2
2.4. Waktu dan Teknik Penulisan........................................................................2
BAB II HASIL WAWANCARA
2.1. Riwayat Entrepreneur, Keberhasilan dan Kegagalan Entrepreneur............3
2.2. Kapan Mulai Belajar Menjadi Entrepreneur ...............................................3
2.3. Keterampilan yang Harus Dimiliki Entrepreneur ........................................4
2.4. Bagaimana Melatih Keterampilan ................................................................5
2.5. Bagaimana Membangun Jaringan Sosial dan Bisnis ....................................5
2.6. Bagaimana Mendapatkan Permodalan .........................................................5
BAB III KESIMPULAN
3.1. Kesimpulan...................................................................................................6
3.2. Saran .............................................................................................................6
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Lampiran 1 Interview Protocol (Ditandatangani)
Lampiran 2 Transkrip Wawancara
Lampiran 3 Biodata Entrepreneur
Lampiran 4 Bukti Dokumentasi

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar Produk Ice Cream......................................Lampiran 4 Bukti Dokumentasi


Gambar Proses Wawancara.....................................Lampiran 4 Bukti Dokumentasi

iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat maka diperlukan


peran serta para pelaku ekonomi atau para pengusaha sesuai dengan bidangnya masing-
masing. Demikian juga, dorongan dan motivasi baik dari pemerintah maupun
masyarakat terhadap pengusaha terutama usaha kecil dan menengah demi
meningkatkan kesejahteraan keluarga khususnya dan ekonomi masyarakat pada
umumnya. Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi,
mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide
inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari
proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau
ketidakpastian.
Maka dari itu penulis mencoba melakukan observasi lapangan atau langsung
bertemu dengan salah satu pengusaha kecil yang menurut penulis dianggap sukses
sehingga penulis melakukan wawancara untuk mengetahui sejauh mana usaha dan
upaya peningkatan ekonomi keluarganya dan bagaimana peran serta masyarakat di
lingkungan atau wilayah setempat.
Sebagai keingintahuan dan meningkatkan motivasi penulis memilih perusahaan
yang sesuai dengan bidang jurusan Teknik Kimia. Maka, PT. HIMATEK Ice Cream
merupakan perusahaan dalam bidang teknik pangan dimana dipelajari jurusan Teknik
Kimia yang telah berdiri sejak 2014 menjadi usaha yang penulis wawancarai. Dengan
terlaksananya kegiatan wawancara ini, maka penulis berharap telah memenuhi tugas
Kewirausahaan dan mendapatkan nilai yang baik, serta bermanfaat bagi kalangan
masyarakat.

1
2

1.2 Rumusan Masalah

Dalam hal ini dilakukan wawancara kepada entrepeneur, sehingga masalah yang
dihadapi dalam penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.2.1 Bagaimana awal mula menjadi seorang entrepreneur?
1.2.2 Bagaimana menghadapi keberhasilan dan kegagalan dalam entrepreneur?
1.2.3 Apa keterampilan yang harus dimiliki seorang entrepreneur?
1.2.4 Apa saja tantangan menjadi seorang enterpreneur?

1.3 Tujuan

Dalam penelitian melakukan interview project ini terdapat beberapa tujuan yang
harus dicapai, yaitu:

1. Memenuhi salah satu tugas mata kuliah Kewirausahaan.


2. Memperoleh informasi langsung dari entrepreneur di bidang Teknologi
pangan.
3. Menambah wawasan entrepreneur di bidang Teknologi Pangan.
4. Mengembangkan jiwa entrepreneur bagi calon entrepreneur.

1.3 Metode dan Teknik Penulisan

Waktu pelaksanaan interview project dilakukan pada tanggal 24 April 2019 di


Laboraturium Teknologi Pangan Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Bandung.
Kegiatan wawancara mengikuti waktu luang narasumber yaitu dari pukul 10.00 –
12.20 WIB.

Dalam melakukan projek ini adalah dengan cara wawancara secara langsung
terhadap narasumber yaitu pemilik usaha dalam membuat es krim.
BAB II
HASIL WAWANCARA

2.1 Riwayat Entrepreneur, Keberhasilan dan Kegagalan Entrepreneur

Dimas Prasetya D lahir di Rancaekek pada 5 Juli 1994. Beliau merupakan anak
pertama dari dua bersaudara. Saat ini beliau menekuni dunia wirausaha berbasis
pangan. Berbekal keilmuan yang diperoleh dari kampusnya, khususnya matakuliah
teknolgi pangan mampu membantuk masalah-masalah khususnya hal-hal teknis untuk
menghasilkan produk dari eskrim.
Beliau memulai karirnya di dunia wirausaha pada tahun awal tahun 2017 setelah
sempat sebemlumnya bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kota Tangerang
selama 2 tahun. Minat beliau dalam kewirusahaan sudah ada sejak masa kuliah dulu
tepatnya ketika diberikan tugas kewirausahaan untuk menjual produk eksrimnya.
Beliau menjual produk eskrim hasil olahan keluarga karena kebetulan sang ibu
memiliki kedai eskrim di rumah. Kegiatan jual beli eskrim sempat terhenti karena
kesibukan Kerja Praktek dan Tugas Akhir di luar Bandung. Untuk pemasarannya
sendiri berpusat di sekitar daerah Rancaekek dan sekarang telah memiliki 3 agen
langganan dengan omzet sekitar 4 juta Rupiah per minggunya. Keberhasilan ini
tentunya diraih karena tetap berjuang meskipun pernah mengalami kegagalan sebanyak
2 kali. Meneurut pengakuan dari narasumber, berbisnis di dunia pangan memiliki resiko
50% di mana nilai itu disebabkan karena berbisnis di dunia pangan musuh terbesarnya
adalah produk pangan tersebut mengalami kerusakan mutu akibat telah basi.

2.2 Kapan Mulai Belajar Menjadi Entrepreneur

Ibu yang berwirausaha sebagai penjual eskrim di rumah ternyata telah mewariskan
bakat berbisnis dalam darah Kang Dimas. Hal ini dibuktikan dengan kesuksesan yang
diraihnya sekarang. Di zaman kuliah nya dulu pun sudah sukses dan sempat ditawarkan
oleh salah satu dosen teknik kimia untuk bekerja sama. Namun beliau menolaknya
dengan hormat karena sedang fokus menyelesaikan tugas akhir. Produk eskrimnya
tersebut pernah menjadi produk bisnis himpunan bersamaan dengan produk yoghurt di
Tahun 2014 sampai 2015. Itulah mengapa nama eskrim produknya dinamai serupa
dengan nama himpunan “Eskrim HIMATEK”.

3
4

Pada awalnya memang kesulitan dalam pemilihan produk apa yang akan dijual
guna menyelesaikan tugas selling project dari matakuliah kewirausahaan. Melihat
ibunya yang menjual eskrim di rumah lantas membuat Kang Dimas berpikir untuk
membantu memasarkan produk eskrimnya di kampus. Tak butuh beberapa hari untuk
habis terjual, cukup 1 hari 50 stick eskrimnya habis terjual dan diserbu oleh mahasiswa
teknik kimia polban. Rasanya yang enak dan harganya yang merakyat, cukup dengan
Rp 2.000,00 saja sudah bisa mendapatkan satu stick eskrim.
Produk eskrim Kang Dimas dijual di kantin kejujuran yang berlokasi di Teknik
Kimia Atas dan Teknik Kimia Bawah. Dengan memanfaatkan fasilitas kulkas yang
diberikan oleh jurusan rupanya telah membawa angin segar untuk kelangsungan
bisnisnya. Bahkan sempat meluas pemasarannya yang tidak hanya dibeli oleh
mahasiswa teknik kimia polban saja melainkan mahasiswa di jurusan lain pun turut
membeli. Berkat adanya branding product dari himpunan, Kang dimas pun sempat
mengalami kewalahan karena jumlah permintaan yang cukup banyak hingga 200 stick
eskrim sehari. Beliau kewalahan terutama dalam pendistribusiannya karena lokasi
rumah nya yang cukup jauh di Rancaekek dan jumlahnya pun cukup banyak untuk
ukuran motor sebagai modal transportasinya.

2.3 Keterampilan yang Harus Dimiliki Entrepreneur

Berdasarkan pemaparan Kang Dimas, seorang entrepreneur harus memiliki


beberapa keterampilan minimal seperti di bawah ini :
a. Mampu menganalisis keadaan lingkungan
b. Kreatif dan inovatif
c. Komunikasi yang handal
d. Networking yang luas
Keempat keterampilan di atas harus dimiliki oleh seorang entrepreneur jika ingin
sukses berwirausaha. Keterampilan tersebut merupakan basic skill yang harus dimiliki
dan diaplikasikan serta akan lebih baik lagi jika didukung oleh keterampilan lainnya
yang bermafaat.

2.4 Bagaimana Melatih Keterampilan


5

Pada saat kuliah dulu, Kang Dimas tergabung dalam Majelis Perwakilan
Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Politeknik Negeri Bandung Komisi 2 Aspirasi. Dari
sana, keterampilannya diasah. Mulai dari cara komunikasi yang baik pada saat
menjaring aspirasi langsung dari mahasiswa hingga percaya dirinya mulai terbentuk. 2
tahun bergabung dengan MPM KEMA POLBAN memberikan kontribusi yang besar
bagi keterampilan kang dimas dalam memasarkan produk eskrimnya. Pada akhirnya
karena sering berinteraksi sosial setiap hari dengan segala jenis mahasiswa membuat
kang Dimas tidak memiliki kesulitan yang menghambatnya dalam pemasaran produk
eskrimnya.

2.5 Bagaimana Membangun Jaringan Sosial dan Bisnis

Menurut kang Dimas dalam membangun jaringan sosial dan bisnis harus didasari
oleh saling percaya antara produsen dengan konsumen. Karena dari rasa saling percaya
itulah hubungan mulai terjalin dan komunikasi pun terbentuk. Selain itu beliau
menyarankan untuk mengikuti berbagai pelatihan dan komunitas UMKM. Hal ini
diperlukan agar kita memiliki networking yang luas dalam pemasaran produk. Selain
itu juga dapat didapatkan pengetahuan dan keterampilan yang akan bermanfaat bagi
pengembanganandan inovasi produk yang tercipta.

2.6 Bagaimana Mendapatkan Permodalan

Modal awal yang didapat Kang Dimas ini berasal dari keluarga. Hal ini
dikarenakan bisnis eskrimnya merupakan bisnis keluarga. Namun karena telah
berkembang cukup besar, kang dimas pun sempat meminjam untuk kebutuhan modal
ke salah satu BUMN (PT Angkasa Pura). Pemilihan BUMN sebagai mitra usaha
dikarenakan bunga pinjaman yang diberikan relatif kecil, hanya 3% setiap tahunnya.
Dari sana lah Kang Dimas bergerak untuk meminjam modal dari BUMN untuk
keperluan pembelian mesin produksi baru.
BAB III
KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan

Setelah wawancara dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa menurut narasumber


banyak sekali faktor yang menjadi latar belakang keberhasilan sebuah usaha. Salah
satunya yaitu kerja keras dan tidak mudah pantang menyerah, jangan loyo dan
bermalas-malsan. Disisi lain, faktor relasi/network juga menjadi salah satu faktor yang
menjadi kebehasilan wirausaha. Relasi yang sudah terjalin harus dijaga dengan baik
salah satunya dengan memberikan pelayanan yang baik dan tentunya harus pandai
melakukan negosiasi. Relasi yang banyak bisa kita peroleh dengan mengikuti berbagai
macam pelatihan ataupun komunitas wirausaha.
Selain itu, untuk menjadi seorang wirausahawan yang sukses dibutuhkan rasa ingin
tahu yang tinggi, kemauan untuk belajar, keyakinan yang kuat dan percaya diri yang
tinggi. Untuk menjadi seorang wirausahawan dibutuhkan keahlian untuk melihat
kebutuhan pasar terkini, sehingga bisnis yang ditekuni dapat sukses bahkan dapat
menumbuhkan peluang – peluang baru pada sektor-sektor pasar lainnya.

3.2 Saran

Saran penulis adalah bapak Dimas sebaiknya mengembangkan proses pemasaran


dengan melibatkan media massa seperti instagram, online shop, serta event-event besar
seperti pernikahan dan ulang tahun anak-anak dan lain-lain. Selain itu, pelatihan yang
diikuti bisa juga terkait maintenance alat, sehingga dapat memperpanjang umur pakai
dari alat yang digunakan.
Usaha ini juga berpeluang besar untuk menjadi usaha yang semakin luas dengan
cara berkerja sama dengan perusahaan yang lebih besar.

6
DAFTAR PUSTAKA

[1] Hikmah, "Blogspot," 8 February 2016. [Online]. Available:


http://hikmahangelf.blogspot.com. [Accessed 2 May 2019].

[2] H. Rulfarh, "Ilearning," 17 May 2016. [Online]. Available: http://ul301.ilearning.me.


[Accessed 2 May 2019].
LAMPIRAN 1
Interview Protocol (Ditandatangani)
LAMPIRAN 2
Transkrip Wawancara

3
Lampiran 2 Transkrip Wawancara

Interviewer : Assalamualaikum Wr. Wb.


Narasumber : Waalaikumsalam Wr. Wb.
Interviewer : Perkenalkan nama saya Syam Sugama Putra serta rekan saya
Brigita Graceria dan Sani Kartika. Pada kesempatan ini akan ini
mewawancarai akang selaku alumni Teknik Kimia yang
menekuni di bidang kewirausahaan
Narasumber : Saya Dimas Prasetya Adi Putra
Interviewer : Bisa ceritakan masa kecil akang yang berpengaruh terhadap karir
entrepreneur?
Narasumber : Saya mulai berpikiran berwirausaha ketika SMA, saya memiliki
keinginan untuk memiliki perusahaan besar ketika usia saya 24
tahun, dan ketika menjelang semester akhir baru muncul lagi
kenginan untuk berwirausaha saat mendapat mata kuliah
Kewirausahaan. Pada saat itu ada sebuah seminar tentang usaha
briket, dan di kampung ayah saya banyak batok kelapa yang
tidak terpakai. Ayah saya mulai merintis usaha di bidang briket
dan kemudian saya jadikan laporan kewirausahaan disitulah
mulai muncul lagi minat untuk menjadi wirausahawan.
Interviewer : Mengapa akang memilih menjadi entrepreneur dibandingkan
menjadi karyawan, padahal kebanyakan orang mungkin memilih
untuk bekerja menjadi seorang karyawan?
Narasumber : Saya dulu pernah menjadi karyawan di salah satu perusahaan di
Tanggerang. Awalnya saya bekerja untuk mendapat modal.
Karena pada saat itu orang tua sudah memiliki usaha dan orang
tua saya sudah berumur, akhirnya saya memutuskan untuk keluar
kerja dan mulai berwirausaha di bidang es.
Kenapa saya memlih entrepreneur, kalau saya menjadi
entrepreneur, ketika saya belanja modal, kemudian saya jual dua
kali lipat, setengahnya saya bisa gunakan untuk modal dan
setengahnya lagi bisa saya dapat secara langsung. Kalau gaji
kerja di suatu perusahaan sebesar Rp 3.000.000 sampai Rp
4.000.000 perbulan, ketika saya berwirausaha dengan serius,
saya bisa dapat Rp 4.000.000 dalam waktu satu minggu.
Interviewer : Jenis usaha apa saja yang pernah akang jalani?
Narasumber : Belum ada, karena saya hanya melanjutkan dan mengembangkan
bisnis orang tua. Saya tidak berpikiran untuk membuka usaha
yang lain, namun saya lebih sering mengkikuti pelatihan agar
bisa sharing untuk mengembangkan usaha saya.
Interviewer : Mengapa sekarang memilih berwirausaha dibidang pangan,
terutama produk ice cream?
Narasumber : Alasannya karena saya suka makanan, dan yang saya bisa adalah
ice cream, maka saya memutuskan untuk bergerak dibidang ini.
Selain itu, saya pilih ice cream karena bersifat tahan lama,
dibanding produk pangan lainnya.
Interviewer : Apa nasihat akang dalam menghadapi kegagalan usaha?
Narasumber : Gagal itu wajar, namun jangan sampai bokek. Dalam
berwirausaha ada modal, ada untung dan ada rugi. Kita harus
mempunyai planning ke depan agar modal tidak berkurang.
Jangan sampai modal termakan dan harus terus berputar. Jagalah
modal yang kamu miliki karena itu adalah investasi.
Interviewer : Keterampilan apa saja yang harus dipelajari untuk menjadi
seorang entrepreneur?
Narasumber : 1. Harus pintar berkomunikasi
2. Pintar cari relasi dan informasi
3. Jadikan passion yang kita sukai sebagai usaha, sehingga akan
lebih menikmati dan bersyukur.
Interviewer : Bagaimana caranya belajar menjadi wirausahawan yang
berhasil?
Narasumber : Ikuti komunitas wirausaha yang berhubungan dengan wirausaha
yang kita jalani. Ikuti latihan pengelolaan keuangan, dll. Intinya
jangan berhenti untuk belajar dan mencari informasi.
Interviewer : Apa kunci kesuksesan seorang entrepreneur menurut akang?
Narasumber : Harus tetap semangat (jangan loyo), ketika lihat peluang ambil
Interviewer : Apa artinya relasi/network bagi akang sebagai seorang
entrepreneur?
Narasumber : Kalau saya tidak memiliki relasi, mungkin saya tidak akan bisa
berjualan, bagi saya pembeli adalah relasi yang menghasilkan
uang.
Interviewer : Bagaimana caranya mengembangkan relasi/network tersebut?
Narasumber : Selalu mengkuti pelatihan ataupun komunitas. Komunitas ini
akan berkembang menjadi relasi dan akan saling berkerja secara
mutualisme.
Interviewer : Bagaimana caranya akang bisa mendapatkan modal uang untuk
berwirausaha ini?
Narasumber : Karena saya melanjutkan bisnis orang tua, maka modal yang
saya gunakan berasal dari orang tua. Namun dari segi sumber,
sebenarnya kita bisa memperoleh modal dari orang tua, teman,
bank, BUMN dan lain-lain.
Interviewer : Ketika berwirausaha pasti ada suka duka. Nah apa saja tips akang
dalam menghadapi suka duka tersebut?
Narasumber : Nikmati saja dan jalani dengan baik
Interviewer : Berapakah omset yang akang dapatkan selama berwirausaha?
Narasumber : Rp 3.500.000 perminggu atau sekitar Rp 14.000.000 perbulan
Interviewer : Apa rencana ke depan yang akan lakukan untuk
mengembangkan usaha ini?
Narasumber : Beli mesin ice cream maker untuk ice cup yang bisa membuat
ice cream yang tahan lama dan tidak mudah cair
Interviewer : Bagaimana cara pemasaran yang akang lakukan? Apakah dengan
mengontak langsung atau bagaimana?
Narasumber : Biasanya kita yang dihubungi client terlebih dahulu, kemudian
disesuaikan dengan kondisi pasar client, kalau cocok biasanya
langsung diambil. Saya lebih ke BTB (Business to Business) tapi
dalam skala UMKM.
Interviewer : Bagaimana cara membangun kerjasama yang baik dengan client?
Narasumber : Harus menjadi orang yang supel biar client tetap nyaman dan
bertahan bekerja sama dengan kita.
Interviewer : Modal yang diperlukan untuk berwirausaha?
Narasumber : Kalau saya dapat omset Rp 4.000.000 perbualan, biasaya saya
membutukan modal setengahnya. Hal tersebut dipertimbangkan
karena usaha makanan biasanya basi dan lain-lain
Interviewer : Sudah berapa lama akang merintis usaha ini?
Narasumber : Saya merintis dari tahun 2015, saya mulai membeli mesin pada
tahun yang sama.
Interviewer : Selama usaha ini sudah ada berapa karyawan?
Narasumber : Saya belum memiliki karyawan. Paling banyak saya bekerja 4
orang, namun biasanya dua orang (saya dan ibu saya)
Interviewer : Sejauh ini pemasrannya sudah mencapai mana kang?
Narasumber : Cimahi, Cicalengka, Kopo
Interviewer : Apa saran akang untuk mahasiswa sebagai calon wirausaha
muda?
Narasumber : Cari apa yang dibutuhkan orang bukan yang kita inginkan.
Awalnya saya ingin berwirausaha dibidang briket, namun
kebanyakan orang jarang lagi membutuhkan produk ini.
Sehingga tidak cocok dengan pangsa pasar yang ada. Intinya
manfaatkan peluang yang ada, dan peluang itu akan mencul
apabila kita memenuhi kebutuhan orang lain.
Interviewer : Mugkin sekian, terimakasih atas waktunya semoga dengan
wawancara ini menambah semangat kita selaku mahasiswa dan
calon wirausaha muda . Mohon maaf juga karena telah
mengganggu waktunya.
Assalamualaikum Wr. Wb.
Narasumber : Waalaikumsalam Wr.Wb.
LAMPIRAN 3
Biodata Entrepreneur
CURRICULUM VITAE
PERSONAL DATA

Full Name : Dimaz Prasetya D


Date & Place of Birth : Bandung, July 5th 1994
Address : Jln. Seroja 1 No. 23 RT 06/13 Kel. Rancaekek Kencana
Kec. Rancaekek Kab. Bandung
Sex : Male
Religion : Moslem
Nationality : Indonesian
Martial Status : Single
Phone Number : +6281313582097
E-mail address : 5 dimmazz@gmail.com
GPA : 2.50 (scale 4)

Formal Education
School Place Year

University Diploma degree of Chemical Engineering 2012-Present


Departement of Politeknik Negeri Bandung ( Graduated at 2015)
Senior High School SMA Al – Ma’soem 2009-2012

Junior High School SMPN 3 Rancaekek 2006-2009

Elementary School SDN Kencana Indah 1 2000-2006

Training and Seminar


Place Year

Computer training at Politeknik Negeri Bandung 2012

ESQ Leadership Training at Politeknik Negeri 2012


Bandung ( ESQ Basic Training )

Training Training Motivation for New Student Collage at 2012


Program Pengenalan Kehidupan Kampus
Politeknik Negeri Bandung
Basic Training Organization (Majelis Perwakilan 2013
Mahasiswa Politeknik Negeri Bandung )

Interpretation & Awareness of Occupation Health 2015


and Safety Management System Based on OHSAS
18001:2007

Skills
Language Skills Indonesia : Basic
English : Passive

Software Skills • Auto cad


• Microsoft office
• Aspen HYSYS

Organization Experiences
Year Position

2013-2014 • Chief of Komisi 2 Advokasi at Majelis


Perwakilan Mahasiswa Politeknik
Negeri Bandung
• Member of Departemen Sosial
Masyarakat At Himpunan Mahasiswa
Teknik Kimia Politeknik Negeri Bandung
2012 - 2013 • Member of Komisi 2 DALKAM Biro
Advokasi at Majelis Perwakilan
Mahasiswa Politeknik Negeri Bandung
• Member of Majelis Tinggi Himpunan
Mahasiswa Teknik Kimia Politeknik
Negeri Bandung
Leadership Experiences
2012 Committee of Innaguration at Himpunan
Mahasiswa Teknik Kimia
Politeknik Negeri Bandung
2014 Committee of Basic Training Organization
(Majelis Perwakilan
Mahasiswa Politeknik Negeri Bandung )

Work Experiences
Year Place and Position

February 2015 – March 2015 Internship at Production Department 2A


Petrokimia Gresik

Oktober 2015 – Mei 2016 Operator at Toray Polytech Jakarta


January 2017 - July 2017 Technician at PT. Kansai Prakarsa Coatings
LAMPIRAN 4
Bukti Dokumentasi
Lampiran 4 Bukti Dokumentasi

Gambar Produk Ice Cream


Gambar Proses Wawancara