Anda di halaman 1dari 8

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA TN.

A DENGAN
RHEUMATHOID ARTHRITIS DI JALAN SERSAN SODIK NO 92/170B
RT 003/RW 001 DESA ISOLA KECAMATAN SUKASARI
KOTA BANDUNG

I. DATA UMUM
1. Nama Kepala Keluarga : Tn.A/72
2. Alamat : Jalan Sersan Sodik No 92/170b Rt 003/Rw 001
Desa isola, Kec Sukasari, Kota Bandung
3. Komposisi Keluarga

No. Nama Jenis Hub. Tempat, Pekerjaan Pendidikan


Kelamin Dengan tanggal
KK lahir
1. Tn.A Laki-laki KK 31 Wirausaha SMP
Desember
1945
1. Ny.I Perempuan Istri 28 Juni IRT SMP
1948
2. Tn.Y Laki-laki Anak 02 Karyawan Diploma
Februari Swasta
1987

4. Genogram

5. Keterangan
a. : Laki laki

b. : Perempuan

c. : Garis pernikahan

d. : Garis keturunan
e. : Tinggal serumah
f. X : Meninggal
g. K : Klien
6. Tipe Keluarga
Keluarga inti, terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak yang tinggal dalam satu rumah.
7. Suku
Keluarga Tn.A berasal dari suku sunda
8. Agama
Keluarga Tn.A seluruhnya beragama islam
9. Status Sosial Ekonomi Keluarga
a. Data Sosial
Dalam kehidupan keluarga jarang sekali terjadi perselisihan baik antar anggota
keluarga maupun tetangga.
b. Data Ekonomi
Penghasilan dan pengeluaran
Penghasilan Tn.A sebagai pedagang tidak menentu rata-rata penghasilan satu hari
±200.000 rupiah, satu bulan ±6.000.000 rupiah, cukup untuk menghidupi
kebutuhan sehari-hari.
c. Simpanan Uang Keluarga
Keluarga mengatakan mempunyai simpanan keuangan di tabungan bank,
walaupun sedikit namun menurut mereka sangat berarti.
10. Aktivitas Rekreasi Keluarga
Keluarga Tn.A merupakan keluarga yang jarang berekreasi diakrenakan anak-anaknya
sudah berkeluarga, kecuali anak bungsu nya, Tn.A kadang jalan-jalan ke sekitar rumah
dengan istrinya.
II. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
11. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Keluarga saat ini berada pada tahap keluarga dengan anak dewasa (pelepasan ke
masyarakat)
12. Tahap Perkembangan Keluarga Yang Belum Terpenuhi
Tidak ada tahap perkembangan yang belum terpenuhi
13. Riwayat Keluarga Inti
Tn.A berasal dari Bandung (sunda) Ny.T berasal dari Tasik, menikah atas dasar saling
mencintai, tidak ada paksaan dari orang tua maupun orang lain.
14. Riwayat kesehatan keluarga
Saat ini di keluarga yang menderita penyakit adalah Tn.A, menurut keluarga Tn.A sakit
rematik sejak 2 tahun yang lalu, sudah diperiksakan ke dokter namun tidak kontrol
rutin, penyakit nya sering kambuh dengan gejala nyeri dan ngilu pada persendian
kadang mengganggu aktivitas Tn.A.
15. Riwayat Keluarga Sebelumnya
Orang tua Tn.A dan Ny.I keduanya berasal dari daerah masing-masing, saat ini sudah
meninggal.
III. Lingkungan
16. Karakteristik Rumah
Rumah yang di tempati oleh Tn.A adalah rumah pribadi. Ada kamar tidur 2, ruang
tamu, ruang keluarga, dapur, dan kamar mandi.
17. Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW
Keluarga Tn.A berinteraksi sangat baik dengan masyarakat di sekitarnya.
18. Mobilitas Geografis Keluarga
a. Tempat Tinggal
Tempat tiggal keluarga Tn.A di wilayah perkotaan yang cukup padat penduduknya
b. Sarana dan Sanitasi Lingkungan
Sumber air berasal dari PDAM, digunakan untuk mencuci, memasak, mandi.
Keluarga menggunakan wc pribadi, sampah ditampung dahulu kemudian dibuang
ke tps.
c. Fasilitas Transportasi dan Komunikasi
Keluarga memiliki kendaraan dan sarana komunikasi seperti telepon, bila
berpergian kadang menggunakan kendaraan umum atau roda 4.
d. Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Letak puskesmas ± 4 KM dari rumah, bila berobat keluarga memakai kendaraan
umum atau roda 4 diantar oleh saudara nya. Keluarga Tn.A mengatakan jarang
memeriksakan kesehatannya ke puskesmas, bila ada anggota keluarga yang sakit
untuk sementara diobati dengan obat warung, keluarga Tn.A baru pergi ke fasilitas
kesehatan bira sakit yang dirasakan sudah cukup parah.
19. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi Dengan Masyarakat
Keluarga Tn.A merupakan keluarga besar, banyak yang tinggal di sekitar Bandung
sehingga dapat berkumpul kapan saja.
20. Sistem Pendukung Keluarga
Keluarga Tn.A saling mendukung satu sama lainnya selama hal tersebut positif
IV. Struktur Keluarga
21. Pola Komunikasi Keluarga
Keluarga tidak mempunyai waktu khusus untuk berkumpul, bahasa yang digunakan
sehari-hari adalah bahasa sunda.
22. Struktur Kekuasaan
Pemegang kekuasaan dalam keluarga Tn.A adalah Patriacal, yang dominan dan
memegang kekuasaan dalam keluarga adalah Tn.A sebagai kepala keluarga.
23. Struktur Peran
a. Tn.A sebagai suami dari Ny. I dan ayah bagi anak-anaknya, berperan sebagai
pencari nafkah sekaligus kepala rumah tangga
b. Ny.I sebagai istri dari Tn.A dan ibu bagi anak-anaknya, berperan dalam mengurus
rumah tangga, pengasuh, pendidik dan pelindung anak-anaknya.
24. Nilai dan Norma Budaya
Keluarga menganut norma sesuai adat istiadat sunda.
V. Fungsi Keluarga
25. Fungsi Afektif
Dalam keluarga jarang sekali terjadi perselisihan
26. Fungsi Sosialisasi
Keluarga Tn.A sangat baik dalam berinteraksi dengan masyarakat sekitar.
27. Fungsi Reproduksi
Tn.A dan Ny.I memiliki 4 orang anak, anak pertama sampai ke tiga sudah berkeluarga,
Tn.A memiliki cucu 5 orang.
28. Fungsi Ekonomi
Keluarga dapat memenuhi kebutuhan makan 3 kali sehari, pakaian, menabung dan
biaya untuk berobat.
29. Fungsi perawatan keluarga
Bila ada masalah kesehatan, keluarga akan membawa ke dokter atau rumah sakit
terdekat dan menurut keluarga jika hanya sakit ringan akan membeli obat warung saja.
a. Kemampuan Mengenal Masalah Kesehatan
Keluarga mengatakan mengetahui penyakit di keluarga nya tapi tidak mengetahui
secara mendetail tentang penyebab akibat serta tanda gejala, keluarga hanya tahu
jika Tn.A menderita rematik sejak ±2 tahun.
b. Kemampuan mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan
Keluarga mengatakan rasa nyeri dan ngilu yang diderita oleh Tn.A merupakan
penyakit biasa orang tua, keluarga sudah menganjurkan Tn.A untuk mengurangi
aktifitas dan membawa Tn.A ke fasilitas kesehatan jika nyeri yang dirasa sangat
berat.
c. Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
Keluarga mengatakan jika Tn.A sedang merasakan nyeri tidak dapat melakukan
apa-apa selain mencoba membeli obat warung atau menyarankan untuk beristirahat
d. Kemampuan keluarga memelihara/memodifikasi lingkungan yang sehat
Keluarga mengatakan setiap hari selalu membersihkan rumahnya, dibantu oleh
anaknya yang tinggal di dekat rumah, keluarga mengatakan menghidari lantai licin
untuk mengurangi resiko jatuh.
e. Kemampuan menggunakan fasilitas kesehatan di lingkungan setempat
Keluarga mengatakan jika ada anggota keluarga yang sakit dibawa ke puskesmas.
VI. Stres dan Koping Keluarga
30. Stresor Jangka Pendek
Keluarga kadang cemas jika penyakit yang dirasakan Tn.A kambuh
31. Stresor Jangka Panjang
Keluarga menginginkan adanya tambahan modal untuk mempeluas usaha, bagi masa
depan anak cucu nya kelak.
32. Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah
Pasrah pada keadaan Tn.A yang mengidap penyakit rematik sehingga rasa nyeri nya
sering kambuh, namun tetap dibawa ke fasilitas kesehatan bila membutuhkan
pertolongan lebih lanjut.
33. Strategi Koping Yang Digunakan
Keluarga mengatakan jika ada masalah akan diselesaikan bersama-sama dengan
anggota keluarga yang lain, dan saat ini hanya dapat berusaha dan berdoa kepada Allah
SWT agar keinginan nya dapat terpenuhi. Keluarga kadang menghemat uang makan
agar tabungan semakin banyak guna memperluas usaha.
34. Strategi Adaptasi Fungsional
Mengehamat uang makan, dikhawatirkan gizi seimbang tidak terpenuhi.
VII. Harapan Keluarga
1. Harapan keluarga terhadap peranan petugas kesehatan
Keluarga mengharapkan petugas kesehatan agar lebih di tingkatkan lagi pelayanan dan
kunjungan ke rumah warga lebih sering agar keluarga dapat mengetahui informasi
kesehatan secara cepat.
2. Riwayat keluarga dalam menerima petugas pelayanan kesehatan
Keluarga mengatakan tidak ada masalah dalam menerima pelayanan dari petugas
kesehatan.
VIII. Pemeriksaan Fisik
Aspek Yang Diperiksa Tn.A Ny.I
A. Penampilan Baik Baik
B. Kesadaran Compos Mentis Compos Mentis
C. Tanda-tanda vital
1) Tekanan Darah 140/90 mmHg 110/70 mmHg
2) Nadi 94 x/mt 68 x/mt
3) Respirasi 22 18
4) Suhu 36.2 36.4

1. Kepala Bentuk kepala simetris, (Ny.I mengatakan sehat


rambut beruban, kulit dan baik-baik saja, tidak
kepala bersih, tidak ada ada keluhan)
lesi maupun benjolan
Bentuk simetris,pupil
2. Mata isokor, sclera tidsk ikterik,
konjungtiva tidak anemis
Bentuk hidung simetris kiri
3. Hidung dan kanan, tidak tampak
penciuman sekret,
penciuman baik
Mukosa mulut lembab,
4. Mulut gigi sudah banyak yang
tanggal, tidak ada lesi,
kebersihan cukup baik,
fungsi pengecapan baik
Bentuk simetris kanan dan
5. Telinga kiri, tidak ada kelainan,
fungsi pendengaran masih
cukup baik
JPV tidak meninggi, tidak
6. Leher ada benjolan, reflek
menelan baik
Bentuk dada simetris
7. Dada kanan dan kiri, tidak ada
kelainan
Bentuk datar, bising usus
8. Abdomen 8x/mt, terdengar bunyi
timpani, tidak ada
pembesaran, tidak ada
benjolan
Klien mengeluh nyeri pada
9. Ekstremitas Atas persendian, terutama sendi
dan Bawah kaki nyeri dirasakan
bertambah jika malam hari
dan pagi hari dan bila
terkena udara atau air
dingin, skala nyeri 6 (0-
10), pada saat dikaji
pergerakan cukup baik,
kekuatan otot ext atas
kanan dan kiri 5, ext bawah
kanan 5 ext bawah kiri 4.

Keterangan
Denah Rumah

1. pintu masuk
2. r.tamu
3. kamar 1
4. kamar 2
5. dapur
6. kamar mandi
Analisa Data
No. Data Masalah
1. DS : Nyeri Kronis
- Tn. A
mengeluh nyeri
pada sendi kaki
- Nyeri dirasakan
hilang timbul
seperti ditusuk-
tusuk
- Nyeri
bertambah pada
malam dan pagi
hari dan jika
terkena udara
dingin maupun
air dingin
- Tn.A
mengatakan
sering
merasakan
nyeri seperti
yang dirasakan
sejak 2 tahun
yang lalu,
namun hilang-
timbul
DO :
- Tn.A tampak
meringis
- Skala nyeri 6
(0-10)
- Kekuatan otot
extremitas
bawah kiri 4
2. DS : Ketidakmampuan
- Keluarga tn.A Keluarga dalam
mengatakan mengenal masalah
tidak mengerti kesehatan yang dialami
lebih banyak Tn.A
tentang
penyakit yang
diderita Tn.A,
hanya
mengetahui
Tn.A mengidap
penyakit
rematik
- Keluarga
mengatakan
jika Tn.A
mengeluh nyeri
tidak dapat
berbuat sesuatu
untuk
membantu
menghilangkan
nyeri selain
menganjurkan
istirahat dan
membeli obat
warung
DO :
- Keluarga tidak
dapat
menjawab
pertanyaan
tentang
pengertian
penyakit,
pencegahan,
cara perawatan
dan
pengobatannya.
- Tn. A dan Ny.I
tampak
bingung

Skala Prioritas
1. Nyeri kronis berhubungan dengan proses inflamasi

No. Kriteria Perhitungan Nilai Pembenaran


1. Sifat masalah 3/3 X 1 1 Tn. A
mengatakan nyeri
pada sendi,
bertambah jika
malam hari dan
pagi hari
2. Kemungkinan 2/2 X 2 2 Jika Tn.A
masalah dapat mendapat therapi
diubah yang benar dan
sesuai diharapkan
nyeri dapat
berkurang
3. Potensial 3/3 X 1 1 Tn.A mengatakan
Masalah untuk nyeri lama
dicegah kelamaan
berkurang jika
Tn.A istirahat
4. Menonjolnya 2/2 X 1 1 Tn. A
masalah mengatakan
kadang nyeri
yang dirasakan
dapat
mengganggu
aktivitasnya
Total 5

2. Ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan yang dialami Tn.A


berhubungan dengan kurangnya informasi

No. Kriteria Perhitungan Nilai Pembenaran


1. Sifat masalah 2/3 X 1 2/3 Bila tidak segera
ditangani akan
mengakobatkan
dampak yang
buruk bagi Tn.A
2. Kemungkinan 2/2 X 2 2 Keluarga Tn.A
masalah dapat mengatakan jika
diubah Tn.A kambuh
akan membawa
ke puskesmas
atau dokter
namun belum ada
petugas yang
menjelaskan
secara detail
tentang
penyakitnya
3. Potensial 2/3 X 1 2/3 Tn.A mengatakan
Masalah untuk akan mulai
dicegah mengurangi
aktifitasnya
4. Menonjolnya 2/2 X 1 1 Tn.A mengatakan
masalah jika Tn.A sudah
mulai merasa
nyeri
dikhawatirkan
akan menyulitkan
keluarga yang
lain
Total 3 2/3

Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri kronis berhubungan dengan proses inflamasi dan ketidakmampuan keluarga dalam
merawat anggota keluarga yang sakit
2. Ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan yang dialami Tn.A
berhubungan dengan kurangnya informasi