Anda di halaman 1dari 30

NAMA KELOMPOK :

AZHAR FAKHRUDIN {1118074}


ACHMAD MAALIKIL H.A {1118062}
M. GILANG M. {1118063}
DEVA KARUNIA A. {1118064}

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan


hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan Laporan Praktikum tentang
PERANCANGAN ASSEMBLY CHART DAN OPERATION
PROCESS CHART PRODUK MOBIL TAMIYA yang dilaksanakan
pada tanggal 23 Maret 2019.

Tugas Laporan ini diadakan untuk menambah ilmu


pengetahuan dan mengembangkan ide-ide yang kreatif, keterampilan
yang kami miliki dapat kami tuangkan, serta untuk memenuhi tugas
mata kuliah Perancangan Sistem Kerja 1 oleh Bu Indah Kurnia
Mahasih Lianny, ST, MT.

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang


mendasar pada pembuatan laporan praktikum ini. Kami juga ingin
mengucapkan terima kasih kepada Bu Indah Kurnia Mahasih Lianny,
ST, MT yang telah membaca dan mengoreksi Laporan Praktikum
tentang PERANCANGAN ASSEMBLY CHART DAN
OPERATION PROCESS CHART PRODUK MOBIL TAMIYA ini.
Kami menerima kritik konstruktif dan saran dari dosen pembimbing
sekaligus dosen mata kuliah Perancangan Sistem Kerja 1 agar
penyusunan Laporan Praktikum kami ini selanjutnya akan lebih baik
dari sekarang. Harapan kami, ingin Laporan Praktikum ini yang kami
susun dapat bermanfaat dan berguna sebagai sumber resensi pembaca.
Terima kasih atas perhatiannya, kami mengucapkan terima kasih.

2
DAFTAR ISI

Cover ............................................................................................................. 1

Kata pengantar .............................................................................................. 2

Daftar isi ....................................................................................................... 3

Daftar gambar dan tabel ............................................................................... 4

Latar belakang ............................................................................................. 5


Tujuan penelitian .......................................................................................... 5
Sitematika penelitian .................................................................................... 10
Landasan teori .............................................................................................. 11
Pengumpulan dan pengolahan data .............................................................. 23
Analisis masalah ........................................................................................... 26
Kesimpulan dan saran ................................................................................... 27
Referensi ....................................................................................................... 28
Daftar pustaka ............................................................................................... 30

3
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 ............................................................................................ 6

Gambar 1.2 ............................................................................................ 6

Gambar 1.3 ............................................................................................ 6

Gambar 1.4 ............................................................................................ 7

Gambar 1.5 ............................................................................................ 7

Gambar 1.6 ............................................................................................ 7

Gambar 1.7 ............................................................................................ 8

Gambar 1.8 ............................................................................................ 14

Gambar 1.9 ............................................................................................ 17

Gambar 1.10 ............................................................................................ 20

Gambar 2.1 ............................................................................................ 24

Gambar 2.2 ............................................................................................ 24

DAFTAR TABLE

Gambar 1.1 ............................................................................................ 19

4
BAB 1

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Masalah

Saat ini dunia industri mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal
tersebut ditandai dengan banyak bermunculannya pabrik-pabrik dan perusahaan
yang berusaha untuk mempertahankan eksistensinya ditengah persaingan global.
Untuk menghadapi persaingan tersebut maka diperlukan suatu strategi yaitu
dengan memperbaiki operasi kerja yang dilakukan agar lebih efisien dan efektif
serta disesuaikan dengan system perancangan kerja yang berlaku. Perancangan
system kerja merupakan suatu cara mengenai bagaimana mengatur system kerja
yang lebih nyaman untuk dilakukan oleh seorang operator tanpa mengalami
kelelahan yang berarti serta melakukan pekerjaan dengan gerakan tubuh yang
aman dan nyaman bagi pekerjanya.

1.2 Tujuan Penelitian

Adapun maksud dan tujuan praktikum yang dilakukan diantara lain:


a. Melatih kemampuan Mahasiswa dalam memahami konsep operasi kerja dan
mampu mementukan operasikerja.
b. Melatih kemampuan Mahasiswa dalam membuat peta rakit gambaran grafis dari
urutan-urutan aliran komponen dan rakitan bagian (sub assembly) kerakitan suatu
produk.
c. Melatih kemampuan Mahasiswa dalam membuat peta Proses Operasi (Operation
Proses) merupakan diagram yang menggambarkan langkah-langkah yang akan
dialami bahan baku dari urut-urutan dan pemeriksaan. Sejak dari awal proses
sampai menjadi produk utuh maupun sebagai komponen, dan juga memuat
beberapa informasi yang dibutuhkan.
d. Melatih kemampuan Mahasiswa dalam memahami konsep Presedence diagram
dan mampu membuat Presedence diagram.
e. Melatih kemampuan Mahasiswa dalam membuat Data Flow Diagram (DFD)
suatu diagram diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan
arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami
sistem secara logika, terstruktur dan jelas.

5
DAFTAR GAMBAR

DAFTAR GAMBAR KOMPONEN MAINAN MOBIL TAMIYA

Gambar 1.1 ( CHASIS )

Gambar 1.2 ( DINAMO )

Gambar 1.3 ( GEAR )

6
Gambar 1.4 ( RODA )

Gambar 1.5 ( ROLLER )

Gambar 1.6 ( BATERAI )

7
1. MERANCANG ASSAMBLY CHART AND OPERATION
PROCESS CHART DAN PRODUK MAINAN MOBIL
TAMIYA
CHASIS
S
PLAT TEMBAGA A S
A
A
CONTROL ON/OFF

DINAMO
S
GEAR DINAMO A

AS 4WD

AS RODA S S
A
A A
GEAR RODA

VELG
S
BAN

COVER DEPAN A

COVER TENGAH A

COVER BELAKANG A

ROLLER A

BODY A

PENGUNCI BODY A

FINAL INSPEKSI

Gambar 1.7 ( assambly chart )


8
9
1.3 SISTEMATIKA PENULISAN

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Industri manufaktur kini di indonesia sudah berkembang pesat terbukti
dari banyaknya perusahaan yang berdiri. Persaingan antar perusahaan pun
semakin ketat mereka bersaing untuk meningkatkan pangsa pasar mereka dan
menjaga eksistensi mereka. Setiap perusahaan yang baru akan berdiri sebaiknya
melakukan perancangan organisasi dan bisnis terlebih dahulu sehingga
perusahaan memiliki landasan atau arahan dalam pelaksanaan kegiatannya dan
perusahaan juga dapat mengetahui startegi perusahaan yang akan digunakan agar
perusahaan mampu bersaing di dunia industri yang perkembangannya semakin
pesat.
Brum Corp merupakan perusahaan baru yang bergerak dibidang
manufaktur memproduksi mobil mainan berupa tamiya. Perusahaan ini
memproduksi tamiya untuk segmen pasar anak-anak, lomba, dan koleksi. Seperti
pada umumnya Brum Corpp mengharapkan profit dengan didirakannya
perusahaan ini. Banyak hal yang perlu dilakukan dan dipikirkan sebelum
mendirikan Brum Corp agar menjadi perusahaan seperti yang diharapkan. Mulai
dari bagian produksi, keuangan, pemasaran, pengadaan material, dan yang paling
dasar adalah internal dari perusahaannya sendiri.
Sebelum menjalankan perusahaan, Brum corp sebagai perusahaan baru
harus melakukan juga yang namanya perancangan organisasi. Tujuannya agar
perusahaan jelas akan menjadi perusahaan yang seperti apa dan pemiliki
perusahaan mengetahui apa yang dibutuhkan di internal perusahaan. Perancangan
organisasi mulai dari penyusunan blueprint , penentuan desain organisasi, proses
bisnis, struktur organisasi, penerimaan karyawan, hingga penentuan strategi
perusahaan. Hal tersebut diperlukan agar perusahaan memiliki landasan untuk
arahan dalam pelaksanan kegiatan-kegiatan yang terdapat pada perusahaan
sehingga akhirnya perusahaan dapat mendapatkan kesuksesan.
Oleh karena itu, perancangan organisasi dilakukan dengan terlebih dahulu
menyusun blueprint , identifikasi proses bisnis, merancang desain organisasi dan
struktur organisasi, merancang strategi bisnis dengan menggunakan analisis
SWOT; analisis STP; analisis pesaing; analisis kompetitif hingga penentuan
strategi bisnis inti perusahaan.

PERUMUSAN MASALAH
Brum Corp sebagai perusahaan baru di bidang produksi tamiya belum
adanya perancangan organisasi dan bisnis sebagai landasan dalam memberikan
arahan bagi perusahaan dan perusahaan dapat menentukan strategi perusahaan
yang akan digunakan sehingga akhirnya perusahaan dapat menjadi perusahaan
yang sukses dan dapat eksis di antara pesaingnya.
10
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM KERJA


(TTCK)

Menganalisis suatu sistem kerja berarti kita mencatat secara sistematis dan
memeriksa dengan teliti tentang cara-cara yang berlaku atau diusulkan untuk
pelaksanaan kerja, sebagai suatu jalan untuk mengembangkan dan menerapkan
cara kerja yang lebih mudah dan murah. Analisa sistem kerja sangat diperlukan
karena banyak alternatif dari rancangan sistem kerja yang bisa digunakan untuk
melakukan suatu kerja. Kreativitas seseorang memungkinkan ditemukannya
banyak alternatif rancangan sistem kerja, bahkan mungkin sangat banyak
jumlahnya. Dalam hal ini tentunya dipilih suatu rancangan sistem kerja yang
terbaik, yaitu suatu rancangan sistem kerja yang dapat memberikan efektifitas dan
efisiensi yang tinggi yang diukur dengan waktu yang dihabiskan , tenaga yang
dipakai serta akibat psikologis dan sosiologis yang ditimbulkan harus seminim
mungkin. Jika alternatif yang begitu banyak tersebut harus dilihat satu persatu
untuk memilih mana yang terbaik, tentunya hanya akan membuang waktu dan
tenaga percuma. Oleh sebab itu dalam memilih alternatif kita harus berpedoman
pada prinsipprinsip pengaturan kerja, yang dapat kita pelajari melalui ilmu
ergonomi, studi gerakan dan ekonomi gerakan. Hal tersebut diatas dapat didekati
dengan cara : 

 Memperbaiki gerakan kerja


 Memperbaiki tata ruang dan tempat kerja
 Memperbaiki daya guna manusia dan melakukan pengurangan kegiatan
yang tidak perlu.

Memperbaki alternatif pemakaian, mesin atau tenaga manusia. Untuk


memperoleh suatu rancangan sistem kerja yang baik, maka beberapa hal berikut
ini harus diperhatikan, yaitu seperti :

 Penelitian kerja harus dilaksanakan oleh personil yang berpengalaman


memiliki latar belakang pengetahuan / pelatihan tentang penelitian kerja
yang cukup.
 Penelitian kerja harus mempunyai tujuan tertentu yaitu berusaha
semaksimal mungkin meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.
 Penelitian kerja dan hasil-hasil yang diperoleh dalam analisisnya harus
dibuat secara tertulis.

11
 Didalam pelaksanannya maka penelitian kerja haruslah diketahui dan
disetujui baik dari pihak manajemen maupun personil yang diamati
performance kerjanya.

A. Pengujian Keseragaman Data Pengujian keseragaman data dapat


dilakukan dengan menggunakan peta kontrol, dalam hal ini peta kontrol
yang digunakan adalah peta kontrol x ( x chart ). Untuk membuat peta
kontrol x harus mengikuti prosedur sebagai berikut :
 Susun data sesuai dengan yang diperoleh dari pengamatan.
 Susun data berdasarkan sub grup-sub grup ( setiap grup berisikan minimal
4 data)
 Hitung nilai rata-rata dari setiap sub grup
 Hitung nilai rata-rata dari keseluruhan data
 Hitung standart deviasi
 Tentukan kontrol atas ( UCL ) dan batas bawah ( LCL)
 Cek apakah nilai rata-rata dari setiap sub grup berada dalam batas kontrol
atas atau bawah
 Apabila terdapat nilai rata-rata yang berada diluar batas kontrol maka
keseluruhan data dari sub grup tersebut harus dibuang
 Kembali ke langkah nomor 2 dan seterusnya sampai diperoleh suatu
kondisi yang seragam yaitu kondisi dimana keseluruhan nilai rata-rata sub
grup berada didalam batas kontrol

B. Pengujian Kecukupan Data Apabila semua semua nilai rata-rata sub grup
berada dalam batas kontrol maka semua harga yang ada dapat digunakan
untuk menghitung banyaknya pengukuran yang diperlukan. Untuk
menghitung banyaknya pengukuran yang diperlukan rumus sebagai
berikut :

N = (∑ )

Keterangan :

∑ = Jumlah pengukuran yang harus dilakukan

N = Jumlah pengukuran yang telah dilakukan

Xi = Data waktu pengukuran

Jumlah data dikatakan cukup apabila N>N’, apabila N ∑ Yang secara tidak
langsung telah diperoleh pada saat melakukan keseragaman data (X).

12
C. Penentuan Performance Rating atau faktor penyesuaian ( p ) merupakan
faktor yang perlu dipertimbangkan apabila pengukur berpendapat dapat
bahwa operator bekerja secara tidak normal, maka dari itu data
pengukuran perlu dinormalkan lebih dahulu untuk memperoleh waktu
siklus rata-rata yang wajar. Untuk operator yang bekerja secara wajar
diberikan harga p sama dengan 1, sedangkan untuk operator yang bekerja
diatas kewajaran artinya dipercepat, untuk menormalkan diberikan harga
p>1, dan untuk operator yang bekerja dibawah kewajaran yaitu yang
bekerja secara lambat untuk menormalkannya diberikan harga p<1. E.
Penentuan Waktu Normal Waktu normal bisa diperoleh dengan
mengalikan waktu rata-rata dan faktor penyesuaian, secara matematis
adalah sebagai berikut : Wn = Ws x P F. Penentuan Kelonggaran
Kelonggaran ( L ) yang diberikan disini adalah untuk kebutuhan pribadi
(personal need), menghilangkan kelelahan (Fatique Allowance) dan
hambatan-hambatan yang tidak dapat dihindari (Unavoidable Delay).
Ketika unsur kelonggaran tersebut diatas merupakan faktor yang secara
nyata dibutuhkan oleh operator dan selama pengukuran tidak diamati,
diukur, dicatat ataupun dihitung. Oleh karena itu kelonggaran tersebut
perlu dipertimbangkan didalam menentukan waktu baku. Untuk
menentukan kelonggaran diberikan dimata kuliah analisa dan perancangan
kerja.

D. Penentuan Waktu Standart Waktu standart bisa diperoleh dengan


menambahkan kelonggaran ataupun allowance pada waktu normal, secara
matematis adalah sebagai berikut :

Wb  Wn x

100% 100%  % allowance

Kelonggaran umumnya dinyatakan dalam persen (%) dari waktu normal.

2.1.1 PENGERTIAN
Pada kelas tamiya standart original (STO), mini 4wd atau tamiya dapat
dimodifikasi untuk meningkatkankecepatan dan stabilitasnya di lintasan. Akan
tetapi pada kelas standart original (STO) ini komponen atau spare part yang
digunakan untuk memodifikasi tamiya atau mini 4wd tersebut harus komponen
pabrikan. Misalnya kelas standart original tamiya, maka mobil mini 4wd harus
bermerk tamiya dan komponen yang dipergunakan untuk memodifikasi harus
bermerk tamiya. Komponen yang ditambahkan pada kelas standart original (STO)
ini diantaranya adalah :

13
1. Bemper
2. Roler

Mesin atau motor DC (Orang awam menyebutnya dengan dinamo)


Penambahan komponen selain diatas bagi penyelenggara yang luwes biasanya
boleh menggunakan merk bebas seperti :
1. Shaft (As roda)
2. Tiang roler
3. Bearing
4. Baut dan mur

2.1.2 RUANG LINGKUP


Ruang lingkup penelitian kerja dapat di bagi kedalam dua pokok yaitu
penelitian metode kerja dan pengukuran kerja. Disni masih pengaturan proses
kerja berisi prinsip-prinsip pengaturan komponen-komponen sistem kerja untuk
mendapatkan sistem kerja yang terbaik komponen-komponen sistem kerja di atur di atur
secara bersama-sama berada dalam suatu komposisi yang baik yaitu yang dapat memberikan
efesiensi dan produktivitas tinggi. Dalam setiap rancangan yang telah di peroleh masih akan
terus di sempurnakan maka akan terjadi adalah menindaklanjuti ungkapan “ There is no best
way , but there is always a better way” pengetahuan yang diperlukan untuk pengaturan
terhadap pekerja, bahan, perlatan dan lingkungan di pelajari apa yang di sebut ilmu
ERGONOMI ( human engineering ), studi gerakan kerja ( motion study ) dan ekonomi
gerakan ( motion economy ). Ada empat kriteria yang di pandang sebagai pengukur yang baik
yaitu waktu, tenaga, psikologi, dan sosiologi.

2.1.3 METODE
Bab ini membahas tentang cara dan metode yang digunakan dalam
perancangan mobil tamiya sebagai client di PT. TAMIYA INCORPORATED
sebagai upaya meningkatkan citra produk dan menambah nilai jual produk,
berikut bagan perancangannya :

Client Brief
`

Pengumpulan informasi

Observasi Diskusi

Gambar 1.8 (Bagan Perancangan)


Perancangan solusi

14

Final desain
PT. TAMIYA INCORPORATED merupakan sebuah perusahaan yang bergerak
dibidang jasa pembuatan mainan . Untuk membantu PT. TAMIYA
INCORPORATED dalam pengerjaan khususnya dalam bidang desain, maka
diperlukan sumber daya manusia tambahan, karena di sektor ini sumber daya
manusia nya sangat terbatas. Maka diperlukan tambahan sumber daya manusia
agar mampu memberi pelayanan maksimal dalam menyelesaikan proyek yang
telah di pesan oleh client dengan efektif dan efesien. Dengan demikian client bisa
yakin untuk memesan mainan mobil tamiya produksi PT. TAMIYA
INCORPORATED Shizouka prefektur , Jepang. Oleh karena itu penulis akan
membantu membuat desain mobil tamiya yang telah di pesan oleh client. Dalam
proses pengerjaannya, penulis melewati beberapa tahap yang dimulai dari Client
Brief, pengumpulan informasi, perancangan konsep dan final desain.

 Client Brief
Dalam tahap awal penulis menerima brief yang telah diberi oleh
client, yang mana brief ini berisi mengenai apa saja yang diinginkan client
dalam desain mobil tamiya nantinya. Misalnya : bentuk body, warna, logo
sticker dll.

 Pengumpulan Informasi
Dalam pengumpulan informasi dibutuhkan beberapa metode untuk
mengatasi masalah yang telah disebutkan sebelumnya maka langkah –
langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut :

 Observasi
Observasi yang dilakukan dengan mencari referensi-
referensi mengenai desain kemasan, jenis font, logo, dll di internet
untuk dijadikan sebagai gambaran-gambaran dalam pengerjaan
pembuatan logo dan kemasan produk nantinya. Dengan melakukan
observasi ini penulis menjadi mengerti tentang data-data apa saja
yang perlu dan tidak perlu untuk ditampilkan dalam sebuah
pembuatan logo dan kemasan produk makanan dan minuman.

 Diskusi
Diskusi ini dilakukan dengan designer instansi yang dalam
posisinya merupakan mentor dari penulis. Dalam diskusi tersebut
penulis menggali informasi tentang data yang telah diisi oleh
client. Selanjutnya penulis juga mencari informasi mengenai cara
kerja yang benar sehingga sesuai dengan ketentuan yang ada di
instansi. Dalam diskusi tersebut penulis mendapatkan beberapa
tahap yang harus dilakukan penulis untuk mencapai final design:

1.Analisa brief dari client


2.Brain storming
3.Membuat alternative design
4.Asistensi dan revisi
5.Final design

15
 Perancangan Konsep
Setelah melakukan analisa terhadap brief yang telah diberika oleh
client maka selanjutnya dilakukan pembuatan desain logo dan kemasan
produk. Dalam pembuatan desain ini, penulis mulai membentuk suatu
konsep perancangan desain. Langkah – langkah yang dilakukan dalam
perancangan ini adalah :

a.Penentuan desain body


b.Pembuatan desain body
c.Menentukan bentuk logo sticker
d.Melayout bentuk logo sticker

Langkah-langkah tersebut akan dijelaskan sebagai berikut :

A. Penentuan Software
Penentuan software apa yang digunakan merupakan
langkah awal yang diperlukan sebelum melakukan pembuatan
desain. Karena software merupakan alat bantu untuk
mempermudah bentuk untuk menerapkan konsep yang telah
dibuat untuk di aplikasikan pada bentuk visual dan bentuk
nyatanya.

B. Pembuatan Desain body Produk


Langkah selanjutnya adalah menetukan konsep
perancangan desain yang sesuai dengan brief dan keinginan
client. Mengingat pentingnya sebuah desain pada sebuah
produk. Desain body harus dibuat semenarik mungkin, tidak
hanya itu desain juga harus mudah di ingat sehingga
masyarakat lebih “aware” terhadap produk tersebut. Adapun
elemen – elemen desain body yang mesti diperhatikan oleh
penulis untuk membuat sebuah desain body mobil tamiya,
diantaranya yaitu : desain, typography. Bentuk merupakan
elemen yang berpengaruh dalam sebuah desain body.
Pemilihan bentuk pada sebuah desain body tidak boleh
sembarangan. Karena bentuk pada sebuah desain body
mencitrakan karakter dari sebuah produk tersebut. Oleh karena
itu untuk menentukan pemilihan bentuk penulis menyesuaikan
keinginan client dan melihat jenis produknya. Kemudian
elemen yang selanjutnya adalah tipografi. Elemen ini sangat
berpengaruh pada tingkat keterbacaan sebuah desain body.
Tipografiatau tata huruf merupakan suatu ilmu dalam memilih
dan menata huruf, untuk menciptakan kesan tertentu. Untuk itu
penulis mengutamakan tingkat keterbacaan dan keunikan
desain body untuk menarik perhatian konsumen.

C. Menentukan Bentuk logo sticker


Setelah proses pembuatan logo produk selesai, tahap
selanjutnya adalah menentukan bentuk dari logo sticker yang
akan dipakai. Pemilihan logo sticker ini di dasarkan pada jenis
produk dan efesiensi ketika logo sticker tersebut di aplikasikan
pada produk milik client. Namun terkadang client sendiri yang
menentukan bentuk kemasan mana yang sesuai dan akan di
16
aplikasikan pada produknya, karena di PT. TAMIYA
INCORPORATED telah disediakan beberapa alternatif bentuk
desain logo sticker mainan mobil tamiya.

D. Melayout Bentuk logo sticker


Tahap ini merupakan tahap terakhir pada proses
pembuatan desain logo sticker. Setelah proses pembuatan logo
dan bentuk logo sticker ditentukan maka proses selanjutnya
adalah melayout bentuk logo sticker. Layout dapat diartikan
sebagai tataletak elemen – elemen desain terhadap suatu bidang
dalam media tertentu untuk mendukung konsep / pesan yang
dibawanya. Dalam melayout bentuk logo sticker disini penulis
akan menentukan pesan mana yang akan disampaikan atau
ditekankan terlebih dahulu. Agar desain bentuk logo sticker
dapat diterima dengan baik oleh konsumen, ada baiknya
penulis juga harus memperhatikan prinsip – prinsip layout,
yaitu : urutan, penekanan, keseimbangan, kesatuan, dan
konsistensi.

 Bagan Pengerjaan Pembuatan Logo dan bentuk logo sticker


Dalam agenda pengerjaan desain logo dan kemasan terdapat
beberapa langkah yang akan di tunjukan dalam bagan sebagai berkut :

brainstroming

Mencari referensi desain

Membuat alternatif desain

Revisi desain

Final desain

Gambar 1.9 ( Bagan Pengerjaan Pembuatan Logo dan bentuk logo sticker )

Bagan diatas merupakan tahap inti proses kerja yang dilakukan selama
Kerja Praktek di PT. TAMIYA INCORPORATED Shizouka prefektur , Jepang
dengan proses assistensi dengan mentor kami sebagai pengarah dan pembimbing.
Untuk langkah kerjanya akan di jelaskan lebih terperinci sebagai berikut :

 Brainstorming
Dalam membuat suatu rancangan desain tentu memerlukan ide yang
cemerlang agar masalah terpecahkan dan menemukan sebuah konsep yang
kreatif. Proses menemukan ide tersebut memerlukan tahap diskusi bersama
saling melontarkan ide dan pendapat secara spontan dan random yang disebut
17
dengan istilah brainstorming. Proses ini sangat penting karena dari sinilah
bagaimana ide menjadi semakin terekplorasi dari berbagai macam sudut
pandang. Berikut beberapa tahap brainstorming ide dalam pembuatan desain
logo dan kemasan. Pertama, mentor kami memberikan brief ,mengenai hal apa
saja yang perlu diperhatikan dalam proses pengerjaan desain dan bentuk logo
sticker, kemudian mentor juga memberi arahan mengenai permintaan yang
telah di pesan oleh client. Kedua, peserta kerja praktek di berikan kesempatan
untuk berpikir untuk memberikan sebuah ide untuk membuat desain dan
bentuk logo sticker, kemudian ide tersebuat di diskusikan dengan peserta kerja
praktik lain. Ketiga, setelah di berikan sedikit pengarahan dan masukan dari
mentor dan peserta kerja praktik lain lalu di buatlah beberapa alternatif desain
dan bentuk logo sticker yang kemudian akan di assistensikan kepada mentor.

 Referensi Desain
Pada tahap ini penulis mencari referensi mengenai desain dan bentuk
logo sticker sebuah produk mobil tamiya, yang nantinya akan dapat dijadikan
sebuah acuan untuk mendesain. Referensi dapat berupa buku literatur maupun
berupa gambar – gambar di internet.

 Membuat Alternatif Desain


Setelah melewati proses brainstorming dan mencari referensi untuk
mendesain, penulis menuangkan konsep dari hasil brainstorming tersebut
kedalam beberapa alternatif bentuk desain berupa olah digital. Yang mana
alternatif desain tersebut meliputi desain body dan bentuk logo sticker.
Alternatif desain tersebutnantinya akan di asistensikan pada mentor. Disini
mentor akan menilai dan memilih mana desain yang sesuai dengan keinginan
client dan jenis produknya.

 Revisi
Ini merupakan tahap penentu apakah desain body kita akan di approve
atau tidak. Jika menurut mentor desain body yang telah penulis buat kurang
sesuai dengan apa yang diinginkan client, maka disinilah proses untuk
memperbaiki atau merubah total desain body tersebut. Desain body akan
dibenahi lagi hingga desain tersebut di nilai sesuai dengan apa yang
diinginkan client.

 Final Desain
Tahap ini adalah tahap terakhir dalam proses pembuatan desain body
dan bentuk logo sticker. Yang mana desain body yang dibuat oleh penulis
telah melalui semua proses diatas, karena dinilai telah mengalami perbaikan
dan desain body lebih sesuai dengan brief dan keinginan client maka desain
body di approve oleh mentor. Desain body yang telah di approve tersebut
merupakan hasil akhir dari desain body yang telah dibuat oleh penulis.

18
2.2.1 METHOD STUDY ( Symbol ASME )

No Simbol Keterangan
1 Operasi Terjadi apabila benda kerja mengalami perubahan sifat
baik fisik maupun kimiawi, mengambil informasi maupun
memberikan informasi pada suatu keadaan juga termasuk
operasi. Contoh pekerjaan menyerut, memotong, memahat,
merakit dan lain sebagainya.
2 Pemeriksaan Terjadi apabila benda kerja atau peralatan
mengalami pemeriksaan baik untuk segi kualitas maupun
kuantitas. Contoh pekerjaannya mengukur dimensi benda,
memeriksa warna benda, membaca alat ukur tekanan uap
pada suatu mesin dan sebagainya.
3 Transportasi Terjadi apabila benda kerja, pekerja atau perlengkapan
mengalami perpindahan tempat yang bukan merupakan
bagian dari suatu operasi. Contoh pekerjaannya yaitu
memindahkan bahan.
4 Menunggu Proses menunggu terjadi apabila benda kerja, pekerja
atau perlengkapan tidak mengalami kegiatan apa-apa
selain menunggu. Contoh pekerjaannya yaitu benda kerja
menunggu untuk diproses.
5 Penyimpanan Terjadi apabila benda kerja disimpan untuk jangka waktu
yang cukup lama. Contoh pekerjaannya yaitu bahan baku
disimpan dalam gudang, barang jadi disimpan di gudang.

Gambar table 1.1 ( Symbol ASME )

2.2.3 PETA KERJA KESELURUHAN

Peta kerja menyeluruh digunakan untuk menganalisis suatu kegiatan kerja


yang bersifat keseluruhan yang umumnya melibatkan sebagian besar atau semua
fasilitas produksi yang diperlukan dalam membuat suatu produk tertentu. Peta ini
menggambarkan keseluruhan atau sebagian besar proses beserta karakteristik
yang dialami suatu bahan hingga menjadi produk akhir dan interaksi antar
kelompok kegiatan operasi. Pembahasan untuk peta kerja yang termasuk
kelompok peta kerja keseluruhan adalah :

a. Peta proses operasi

Peta Proses Operasi merupakan suatu diagram atau suatu peta yang
menggambarkan langkah-langkah proses yang akan dialami oleh bahan
baku mengenai urutan-urutan operasi dan pemeriksaan. Sejak dari awal
sampai menjadi produk jadi utuh maupun sebagai komponen, dan juga
memuat informasi-informasi yang diperlukan untuk analisis lebih lanjut.
Jadi, dalam suatu peta proses operasi yang dicatat hanyalah kegiatan-
kegiatan operasi dan pemeriksaan saja. Prinsip-Prinsip Pembuatan Peta
Proses Operasi :

19
1. Membuat kepala judul “Peta Proses Operasi” yang diikuti
oleh identifikasi serta lainnya seperti nama objek, nama pembuat
peta, tanggal dipetakan, dan nomor peta.

2. Material yang akan diproses diletakkan diatas garis


horizontal, yang menunjukkan bahwa material tersebut masuk
kedalam proses.

3. Lambang-lambang ditempatkan dalam arah vertikal, yang


menunjukkan terjadinya perubahan proses.

4. Penomoran terhadap suatu kegiatan operasi diberikan


sesuai dengan urutan operasi yang dibutuhkan untuk pembuatan
produk tersebut atau secara berurutan sesuai dengan proses yang
terjadi.

5. Penomoran terhadap suatu kegiatan pemeriksaan diberikan


secara tersendiri dan prinsipnya sama dengan penomoran untuk
kegiatan operasi

Agar diperoleh gambar peta proses operasi yang baik, gambar peta pada
bagian produk yang paling banyak memerlukan operasi sebaiknya dipetakan
terlebih d ahulu, dan ini dilakukan pada bgaian peta sebelah kanan. Secara sketsa,
prinsip-prinsip pembuatan peta proses operasi ini dapat dilihat pada gambar
dibawah

Arah material yang masuk proses

M M M materi yang di beli (M)

W O-N m M
Bagan yang di rakit
Produk usaha
Bagian dan bagan yang di rakit
W L-N M

Gambar 1.10 ( Prinsip prinsip pembuatan peta proses operasi )

20
Keterangan :

W = Waktu yang dibutuhkan untuk suatu operasi atau pemeriksaan.

O – N = Nomor urut untuk kegiatan operasi tersebut.

I – N = Nomor urut untuk kegiatan pemeriksaan tersebut. M = Menunjukkan


mesin atau tempat dimana kegiatan tersebut dilaksanakan.

b. Peta Aliran Proses

Peta Aliran Proses merupakan suatu diagram yang menunjukkan urutan urutan
dari operasi, pemeriksaan, transportasi, menunggu, dan penyimpanan yang terjadi
selama satu proses berlangsung, serta di dalamnya memuat pula informasi-
informasi yang diperlukan untuk analisa seperti waktu yang dibutuhkan dan jarak
perpindahan. Ada dua hal utama yang membedakan antara peta proses operasi
dengan peta aliran proses, yaitu:

1. Peta Aliran Proses memperlihatkan semua aktivitas-aktivitas dasar,


termasuk transportasi, menunggu dan menyimpan. Sedangkan pada Peta
Proses Operasi, terbatas pada operasi dan pemeriksaan.
2. Pada Peta Aliran Proses menganalisa setiap komponen yang diproses
secara lebih lengkap dibanding Peta Proses Operasi, dan memungkinkan
untuk digunakan untuk setiap proses

Macam-macam Peta Aliran Proses Peta proses operasi memiliki macam-


macamnya, dibawah ini adalah macam dari peta aliran proses sebagai berikut:

1. Peta Aliran Proses tipe bahan Peta Aliran Proses tipe bahan adalah suatu
peta yang meggambarkan kejadian yang dialami bahan dalam suatu proses
operasi.
2. Peta Aliran Proses tipe orang Peta Aliran Proses tipe orang adalah suatu
peta yang menggambarkan suatu proses dalam bentuk aktivitas-aktivitas
manusia atau operator. Peta Aliran Proses tipe orang dapat dibagi menjadi
2 bagian, yaitu; peta aliran proses pekerja yang menggambarkan aliran
kerja seorang operator, peta aliran Proses pekerja yang menggambarkan
aliran sekelompok manusia, atau sering disebut peta proses kelompok
kerja.
Kegunaan peta aliran proses yaitu digunakan untuk mengetahui
aliran bahan atau aktivitas orang mulai dari awal suatu proses sampai
aktivitas terakhir. Dapat memberikan informasi mengenai waktu
penyelesaian suatu produk. Digunakan untuk mengetahui jumlah kegiatan
yang dialami bahan atau yang dilakukan oleh orang selama
proses berlangsung. Sebagai alat untuk melakukan perbaikan-perbaikan
proses atau metode kerja.

21
c. Diagram Aliran

Diagram Aliran merupakan suatu gambaran menurut skala dari susunan lantai dan
gedung, yang menunjukkan lokasi dari semua aktivitas yang terjadi dalam Peta
Aliran Proses. Kegunaannya yaitu lebih memperjelas suatu Peta Aliran proses,
apalagi jika arah aliran merupakan faktor yang penting dan menolong dalam
perbaikan tata letak tempat kerja. Beberapa prinsip dalam pembuatan Diagram
Aliran, sebagai berikut :

1. Membuat kepala judul “DIAGRAM ALIRAN” yang diikuti oleh


identifikasi lainnya seperti nama pekerjaan yang dipetakan, tanggal
dipetakan, nomor peta, cara sekarang atau usulan dan nama pembuat peta.
2. Mengidentifikasi setiap aktivitas dengan lambang dan nomor yang sesuai
dengan Peta Aliran proses.
3. Arah gerakan dinyatakan oleh anak panah kecil yang dibuat secara
periodik sepanjang garis aliran.

d. Peta Proses Kelompok Kerja

Peta Proses Kelompok Kerja merupakan Peta Aliran Proses pekerja yang
menggambarkan aliran sekelompok manusia dalam melakukan proses operasi
kegunaannya yaitu: mengurangi ongkos produksi atau proses, mempercepat
waktu penyelsaian produksi atau proses. Peta ini bisa digunakan dalam suatu
tempat dimana untuk melaksanakan pekerjaan tersebut memerlukan kerjasama
yang baik dari sekelompok kerja. Jenis pekerjaan atau tempat tkerja yang
mungkin memerlukan analisis melalui peta proses kelompok kerja ialah misalnya
pekerjaan-pekerjaan pergudangan, pemeliharaan, atau pekerjaan-pekerjaan
pengangkutan material dan lain sebagainya. Peta ini digunakan sebagai alat untuk
menganalisis aktivitas kelompok kerja.

22
BAB III
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

3.1 DATA UMUM PERUSAHAAN /CV


1. Nama perusahaan : PT.Tamiya Incorporated
(Kabushiki Geisha Tamiya)
2. Alamat perusahaan : Shizuoka prefektur shizuoka,
Jepang
3. Tahun berdiri : 1946
4. Luas tanah : 1 hectare
5. Luas bangunan : 750 m2
6. Pimpinan perusahaan : Yoshio Tamiya di Shizuoka,
7. Bidang usaha perusahaan : Mainan
8. Jam kerja perusahaan : Senin s.d Sabtu; 08.00 WIB s.d.
17.00 WIB
9. Jumlah karyawan : 68 karyawan
10. Mesin-mesin perusahaan : Mesin cetak Injeksi

3.2 OBJEK PENELITIAN


1. Nama produk : Mainan Mobil Tamiya
2. Jumlah pesanan : 1000 unit
3. Waktu pengerjaan : - proses produksi 6 hari / 288 unit
- proses perakitan 30 menit/1 unit
4. Mesin yang digunakan : Mesin cetak Injeksi
5. Alat-alat kerja :
a. Nipper ( tang pemotong )
b. Cutter pen
c. Abbrassive ( amplas )
d. Cemment ( lem )
e. Mark Softer & Mark Setter ( menyatukan kit )
f. Modelling brush ( kuas )
g. Tweezer ( alat jepit )
h. Cutting mat
i. Paint grip ( penjepit kit )
j. Masking tape
k. Paint tray ( wadah cat )
l. Paint stirrer ( sendok cat )
m. Pippet
n. Gunting
o. Cutter
p. Cutton bud
q. Filles set ( kikir )
r. Mini compressor
s. Pembrush atau airbrush
t. tinner
23
3.2 STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN / CV

Pelanggan

Manager

Karyawan
Karyawan PT
Magang

Gambar 2.1 ( Struktur organisasi perusahaan )

3.3 LAYOUT PERUSAHAAN / CV


`Gambar 2.2 ( Layout perusahaan )

Proses
Proses Proses
Proses
perakitan
perakitan Perakitan
perakitan
Mesin Cetak
Mesin Cetak
Injeksi
RUANG PENYIMPANAN

Injeksi

Proses
Proses
RUANG PRODUKSI Mesin
Mesin Cetak
packing
packing Cetak
Injeksi
Injeksi

Proses
packing Mesin Cetak Injeksi

KANTOR
MASUK
PINTU

24
Keterangan:

 Mesin cetak injeksi : 15 orang


 Proses perakitan : 24 orang
 Proses packing : 20 orang
 Kantor : 1. HRD : 2 orang
2. ADM : 10 orang
3. Pimpinan Perusahaan : 1 orang
4. Sekertaris : 1 orang
 Pintu masuk : 5 orang keamanan

3.4 DESKRIPSI PRODUK

MAINAN ANAK - TAMIYA AODA - 41353 MINI 4WD SKALA


1:32

* Mobil keren Tamiya Audo seri Mini 4WD skala 1:32 ukuran keseluruhan
15x11x3cm
* Dirancang dengan desain keren dan menarik dengan fiture standar mobil tamiya,
mudah untuk dibongkar pasang.
* Bahan material pvc plastik halus dan aman
* Menggunakan 2pcs battre AA (sudah termasuk).
* Pilihan model RANDOM dengan ukuran kemasan 20.5x15x6cm
* Berat 1kg volume 1kg.
* Barang sudah dirakit, tinggal pakai
* Dinamo tengah super kencang

25
BAB IV

ANALISIS MASALAH

Bill Of Material (BOM) struktur produk atau didefinisikan dengan cara


komponen – komponen itu bergabung kedalam suatu produk selama proses
manufacturing dan merupakan daftar dari semua material, komponen dan sub
assemblies, serta kuantitas masing – masing yang dibutuhkan untuk
memproduksi satu unit produk atau parent assembly, suatu produk typical akan
menunjukan bahan baku yang dikonversikan dalam komponen – komponen
fabrikasi kemudian komponen – komponen itu akan bergabung secara bersama
untuk membuat sub-assemblies, kemudian sub-assemblies
bergabung bersama membuat assemblies
dan seterusnya sampai produk akhir. Struktur produk sering ditampilkandalam
bentuk gambar (chart format) kebanyakan produk memiliki
struktur standar dimana lebih banyak sub assemblies dari pada produk akhir, dan
lebih banyak komponen dari sub assemblies. Single level (BOM) tidak cukup
untuk menggambarkan produk yang memiliki sub assembly.
untuk menggambarkan struktur produk tersebut dapat digunakan dengan
pohonyang memiliki beberapa level.

Produk akhir berada pada level 0 dannomor level bertambah untuk level -
level di bawahnya. Pada prototype Tamiya 4WD ini, terdapat 1 komponen di
level 0 yaituTamiya 4WD itu sendiri. Di level 1 terdapat 7 buah
komponendiantaranya adalah, chasis (1 buah), axle (1 buah), roda (4 buah),
pengunci body (1 buah), roller (4 buah), gardan (1 buah), dan motor penggerak
(1 buah). Di level 2 terdapat 13 buah komponen, dimana dari 12 komponen
tersebut merupakan penurunan dari 5 komponen dari level sebelumnya,level 0.

Dan Komponen tersebut antara lain adalah chasis (1 buah) axle [axle
depan {1 buah) dan axle belakang (1 buah)], roda [velg (4 buah) dan karet ban (4
buah)], roller [roller (4 buah) dan screw roller (4 buah)], motor penggerak [rumah
dinamo] (1 dinamo}, gear dinamo (2 buah), dan baterai (2 buah)]. Dan di level 3
hanya 2 komponen saja yangmengalami penurunan dari level sebelumnya, level
2. Komponen tersebutadalah chasis bawah dimana komponen penurunannya
antara lain ring (6 buah), penutup plat depan (1buah), plat (1 buah) switch on –
Off (1 buah), pengunci baterai (1 buah), bemper depan (
1buah), bemper belakang,eyelet (4 buah), dan roda assy (4 buah) dan rumah
dynamo komponen penurunannya antara lain plat tembaga (1 buah), tutup gear
(1 buah), dan screw gear (1 buah).

26
BAB V

KESIMPULAN

Assembly Chart dibuat agar memudahkan operator dalam memberi petunjuk


mengenai langkah-langkah dalam melakukan perakitan Tamiya 4WD.
Langkah-langkah perakitan tersebut terdiri dari komponen-komponen yang
saling terkait satu sama lain. Dari masing-masing komponen akan
membentuk suatu sub assembly hingga menjadi assembly yaitu Tamiya
4WD. Selain membuat assembly chart, diperlukan juga membuat Bill of
Material (BOM). BOM digunakan untuk mengetahui jumlah komponen-
komponen yang digunakan dalam perakitan Tamiya 4WD serta mengetahui
komponen-komponen apa saja yang membentuk suatu sub assembly hingga
menjadi assembly yang utuh. Selain itu BOM juga dapat digunakan untuk
mengetahui material dari komponen-komponen yang digunakan.

SARAN
1. Sebaiknya praktikan memahami dengan benar terlebih dahulu langkah-
langkah operasi perakitan Tamiya 4WD.
2. Sebaiknya praktikan lebih berhati-hati dalam melakukan perakitan Tamiya
4WD.
3. Sebaiknya praktikan mengetahui berbagai macam komponen yang digunakan
dalam praktikum.

27
REFERENSI

Pengertian Analisis Sistem Menurut Para Ahli


1. Satzinger, J.W., Jackson, R.B., dan Burd, S.D (2010)
Pengertian analisis sistem menurut Satzinger, J.W., Jackson, R.B., dan
Burd, S.D adalah proses pemahaman dan penentuan secara rinci apa yang
seharusnya dicapai oleh sistem informasi.
2. Jimmy L. Goal (2008)
Pengertian analisis sistem menurut Jimmy L.Goal adalah sebagai
penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian
komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi
permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan yang terjadi dan
kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.
3. Al Fatta (2007)
Pengertian analisis sistem menurut Al Fatta adalah teknik pemecahan
masalah yang menguraikan bagian-bagian komponen dengan mempelajari
seberapa bagus bagian-bagian komponen tersebut bekerja dan berinteraksi untuk
mencapai tujuan mereka.
4. McLeod (2007)
Pengertian analisis sistem menurut McLeod adalah penelitian terhadap
sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem baru atau
memperbaharui sistem yang telah ada tersebut.
5. Yogiyanto (1995)
Pengertian analisis sistem menurut Yogiyanto adalah penguraian dari
suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan
maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan,
hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan
perbaikan.
6. Kristanto (2003)
Pengertian analisis sistem menurut Kristanto adalah suatu proses
mengumpulkan dan mengitnerpretasikan kenyataan-kenyataan yang ada,
mendiagnosa persoalan dan menggunakan keduanya untuk memperbaiki sistem.
7. Mardi (2011)
Pengertian analisis sistem menurut Mardi adalah proses kerja untuk
menguji sistem informasi yang sudah ada dengan lingkungannya sehingga
diperoleh petunjung berbagai kemungkinan perbaikan yang dapat dilakukan
dalam meningkatkan kemampuan sistem.

28
8. Pressman
Pengertian analisis sistem menurut Pressman adalah kegiatan menemukan
atau mengidentifikasikan masalah, mengevaluasi, membuat model serta membuat
spesifikasi sistem.
9. Yourdan
Pengertian analisis sistem menurut Yourdan adalah suatu kegiatan
mentansformasikan dua masukan uatama, yaitu kebijaksanaan pemakai dan
anggaran proyek kedalam sepesifikasi yang terstruktur. Kegiatan tersebut
melibatkan alat dan model diagram aliran data, diagram antar entitas dan
komunikasi data.
10. Kenneth dan Jane (2006)
Pengertian analisis sistem menurut Kenneth dan Jane adalah kegiatan
menganalisa permasalahan dari suatu perusahaan dan pemecahan masalah tersebut
dengan menggunakan sistem informasi.
11. O’Brien dan Marakas (2009)
Pengertian analisis sistem menurut O’Brien dan Marakas adalah kegiatan
menganalisa komponen dan requirement dari sebuah sistem secara rinci.
12. Bentley dan Whitten (2009)
Pengertian analisis sistem menurut Bentley dan Whitten adalah sebuah
metode untuk mencari solusi dari permasalahan sistem yang ada dengan cara
mengelompokkan komponen yang ada menjadi komponen-komponen yang lebih
kecil agar solusi yang ditemukan sesuai dengan kebutuhan sistem.
13. Stair dan Reynolds (2010)
Pengertian analisis sistem menurut Stair dan Reynolds adalah sistem yang
menentukan sistem informasi apa yang harus dilakukan untuk memcahkan
masalah yang sudah ada dengan memepalajari sistem dan proses kerja untuk
mengidentifikasi kekuatan, kelemahan dan peluang untuk perbaikan.
14. Laudon dan Laudon (2010)
Pengertian analisis sistem menurut Laudon dan Laudon terdiri dari
mengidentifikasi masalah, mengidentifikasi penyebabnya, menentukan solusi dan
mengidentifikasi kebutuhan informasi yang diperlukan oleh sistem.
KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Pengertian analisis sistem menurut KBBI adalah prosesdur atau proses
sistematis yang memungkinkan pengombinasian pertimbangan para pakar dari
berbagai bidang ilmu sehingga diperoleh hasil yang sempurna dari kegunaan tiap
disiplin; pengamatan mengenai suatu kegiatan, metode, prosedur, atau teknik
untuk menentukan manfaat kegiatan tersebut dan cara terbaik untuk
memperolehnya

29
DAFTAR PUSTAKA
https://edoc.site/modul2-8r-pdf-free.html

https://www.academia.edu/31825775/Laporan_Perencanaan_Proses.docx

Wignjosoebroto, Sritomo. 2006. Ergonomi Studi Gerak dan Waktu. Surabaya:


Guna Widya.

https://dokumen.tips/documents/laporan-perancangan-sistem-industri-terpadu-
modul-perencanaan-proses.html

https://www.scribd.com/doc/170796930/LAPORAN-PERANCANGAN-
SISTEM-INDUSTRI-TERPADU-MODUL-PERENCANAAN-PROSES

30