Anda di halaman 1dari 3

Deny Ramdani, SP – Divisi Laboratorium PT.

Sinka Sinye Agrotama, produsen pupuk


organik di Singkawang

Peran Penting Mikroba Tanah


Tanah bisa menyuburkan dirinya sendiri. Ungkapan ini tidak berlebihan apabila kita mengamati kehidupan mikroba
di dalam tanah yang bermanfaat memperbaiki kesuburan tanah. Saat ini sudah dikenali sekitar dua juta mikroba
tanah. Dari sekian mikroba yang ditemukan, ada yang memiliki aktivitas pendukung kesuburan tanaman -- sebagai
pelarut P, pengikat N bebas, penghasil faktor tumbuh, perombak bahan organik. Juga ada mikroba yang
menghasilkan biopestisida, perombak bahan kimia agro (pestisida), mikroba resisten logam berat (pengakumulasi
dan pereduksi), mikroba perombak sianida, dan mikroba agen denitrifikasi-nitrifikasi.

Bahkan temuan bioteknologi terbaru, mikroba antagonis seperti penyakit tular tanah dapat diubah secara alamiah
menjadi mikroba yang mempunyai kemampuan menyediakan unsur-unsur hara bagi tanaman dan melawan
penyakit, karena berperan sebagai produser antibiotik alias dokter tanaman untuk penyakit tular tanah. Mikroba
tersebut diperoleh dengan cara isolasi dari alam yang kemudian diperbanyak di laboratorium dan kemudian dapat
dipakai sebagai bahan pupuk hayati.

Gambar di bawah ini spesies Trichoderma dan Gliocladium dengan berbagai pembesaran preparat. Kedua mikroba
ini berperan sebagai dokter dan koki
nutrisi tanaman.

Bio-aktifator yang berisi mikroba Trichoderma dan Gliocladium sangat bermanfaat bagi tanaman, khususnya dalam
proses :
1. Mempercepat pematangan pupuk kandang dan meningkatkan kesuburan tanah.
2. Meningkatkan ketegaran bibit tanaman
3. Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit layu (Fusarium sp) dan layu bakteri
(pseukdomonas sp) serta penyakit busuk daun (Phytophthora sp), terutama pada tanaman tomat, cabai, kubis dan
kentang.
4. Mencegah terjadinya serangan penyakit rebah kecambah (Pythium sp) dan Rhizoctonia, dan akar gada
(Plasmodiophora sp) pada pesemaian.

Mengapa harus bio-aktivator?

Intensifikasi pada bidang pertanian terutama penggunaan pupuk kimia (an-organik) dan pestisida sintetik
menyebabkan kerusakan pada lahan. Untuk mengaktifkan kembali kesuburan lahan, dibutuhkan mikroflora berupa
dekomposer (koki penyedia nutrisi dalam tanah), dan antagonis penyakit tanaman (dokter yang membuat
antibiotik di dalam tanah) yaitu bio-aktifator. Dengan demikian tanaman yang diberi kompos/pupuk organik
ditambah bio-aktivator akan tumbuh lebih baik dari tanaman yang diberi pupuk kimia walaupun kandungan unsur
hara pupuk kimia lebih tinggi. Pertanyaannya mengapa bisa demikian?

Orang sering lupa bahwa selain kandungan hara, kompos atau pupuk organik juga mengandung senyawa-senyawa
organik lain, meskipun kandungan unsur haranya rendah tetapi kandungan senyawa-senyawa organik di dalam
kompos memiliki peran yang sangat penting daripada peran hara saja, misalnya asam humik dan asam fulfat.
Kedua asam ini memiliki peranan seperti hormon yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Bio-aktivator
sendiri berperan sebagai pengurai bahan-bahan organik di dalam tanah sehingga siap diserap oleh tanaman, selain
itu dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, meningkatkan nilai KTK (Kapasitas Tukar Kation) tanah.
Artinya tanaman akan lebih mudah menyerap unsur hara. Tanah yang diberi kompos juga menjadi lebih gembur
dan aerasi tanah menjadi lebih baik. Tanah yang diberi kompos atau pupuk organik lebih banyak menyimpan air
dan tidak mudah kering. Jika diamati lebih jauh, aktivitas mikroorganisme di dalam tanah yang diberi kompos atau
pupuk organik akan lebih tinggi daripada tanah yang tidak diberi kompos atau pupuk organik. Mikroba-mikroba ini
memiliki peranan dalam penguraian bahan organik dan penyerapan unsur hara oleh tanaman. Singkat cerita
kompos atau pupuk organik ditambah bio-aktivator berperan agar komponen udara, air, mineral, dan bahan
organik selalu dalam keadaan seimbang sehingga keseimbangan ekosistem pada lahan pertanian akan terkendali.
Penggunaan kompos atau pupuk organik di lahan pertanian mutlak diperlukan untuk menjaga agar kesuburan
tanah dapat dipertahankan secara berkelanjutan,.

Aplikasi bio-aktivator

Persemaian
Buat larutan bio-aktivator 1 sendok makan dalam satu liter air. Siramkan pada bedengan persemaian sebelum biji
disemai, diulang setelah tujuh hari

Persiapan Tanam
a. Buatlah larutan 1 sendok makan bio-aktivator dalam satu liter air. Siramkan larutan tersebut pada satu
karung pupuk kandang. Peramlah pupuk kandang yang telah disiram larutan bio-aktivator selama 7-10 hari,
pupuk kandang siap diaplikasikan di lubang tanam.
b. Larutkan 1 kg bio-aktivator dengan air secukupnya, kemudian siramkan secara merata pada 1-2 ton
tumpukan pupuk kandang. Peramlah selama 7-10 hari, pupuk kandang siap diaplikasikan sebagai pupuk
dasar.

Pemeliharaan tanaman

Buatlah larutan bio-aktivator 1-2 gram dalam satu liter air, akan lebih baik bila ditambah 1 gram gula putih dalam
larutan tersebut. Kocorkan 100-200 cc. (0.5-1 gelas) per tanaman, mulai umur 10-15 hari dan di ulang setiap 15
hari. Dalam aplikasinya dapat bersamaan dengan pemberian pupuk NPK.
Hasil penggunaan bio-aktivator pada tanaman jagung manis :

Tinggi Tanaman Jagung Manis


Tinggi tanaman (cm)
250.0

200.0
KONTROL
150.0
Pupuk Organik Granule (POG)

100.0 POG+BIO-AKTIVATOR

50.0

0.0
Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu

I II III IV V VI
Priode pengamatan

PENGAMATAN JUMLAH DAUN JAGUNG MANIS

14
JUMLAH DAUN (HELAI0

12

10 perlakuan kontrol
(tanah+gambut+ta)
8
perlakuan POG 500 gram
6
perlakuan POG 500
4 gram+bio-aktivator

0
minggu minggu minggu minggu minggu minggu
1 2 3 4 5 6
PRIODE PENGAMATAN

Total Panen Jagung Manis

300

250
perlakuan kontrol
200 (tanah+gambut+ta)
perlakuan POG 500
150
gram
100 perlakuan POG 500
gram+bio-aktivator
50

0
Total panen (kg)