Anda di halaman 1dari 3

Varian Efisiensi Tenaga Kerja (labor efficiency variance)

Varian ini mengukur produktivitas tenaga kerja langsung. Peningkatan produktivitas


jam kerja langsung sangat penting untuk menurunkan biaya.
Varian efisiensi tenaga kerja = (AH x SR ) – (SH x SR)
AH = Waktu aktual
SR = Tarif standar
SH = Waktu standar yang diperkenankan untuk output aktual
Varian efisiensi tenaga kerja = (AH – SH) SR
Penyebab varian efisiensi tenaga kerja yang tidak menguntungkan adalah pekerja
yang tidak terlatih atau motivasinya rendah; bahan baku berkualitas rendah; kerusakan mesin
yang menyebabkan operasi berhenti; supervise tenaga kerja yang tidak memadai; dan standar
yang tidak akurat, serta kurangnya permintaan atas produk perusahaan.
Kelebihan persediaan barang dalam proses menyebabkan tingkat kerusakan dan
operasi tidak efisien. Dianjurkan untuk menghilangkan varian efisiensi tenaga kerja untuk
memotivasi dan mengendalikan pekerja di lantai kerja.
Varian Tarif Tenaga Kerja (labor rate variance)
Varian ini mengukur setiap varian dari standar tarif rata – rata per jam yang dibayarkan
kepada tenaga kerja langsung.

Varian tarif tenaga kerja = (AH x AR) – (AH x SR)


AH = Waktu aktual
AR = Tarif aktual
SR = Tarif standar
Varian tarif tenaga kerja = AH(AR – SR)
Varian tarif biasanya disebabkan oleh cara memberdayakan pekerja, maka penyelia produksi
biasanya bertanggung jawab untuk mengawasi varian tarif tenaga kerja agar tetap terkendali.
A. PENGGUNAAN BIAYA STANDAR – VARIAN OVERHEAD PABRIK
VARIABEL
dianalisis menggunakan rumus dasar yang sama seperti yang digunakan untuk menganalisis
bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung.
Varian Overhead Pabrik
Rumus varian efisiensi overhead variabel (variable overhead efficiency variance)
Varian efisiensi overhead variabel = (AH x SR ) – (SH x SR)
AH = Waktu aktual
SR = Tarif standar
SH = Waktu standar yang diperkenankan untuk output aktual

Varian efisiensi overhead variabel = (AH – SH) SR

1
Rumus varian tarif overhead variabel (variable overhead rate variance)
Varian tarif overhead variabel = (AH x AR ) – (AH x SR)
AH = Waktu aktual
SR = Tarif standar
SH = Waktu standar yang diperkenankan untuk output aktual

Varian tarif overhead variabel = AH(AR – SR)

B. HAL PENTING DALAM VARIAN BAHAN BAKU


Sebagian besar perusahaan menghitung varian harga bahan baku ketika bahan baku dibeli,
bukan ketika digunakan dalam produksi,sebab:
1. penundaan perhitungan varian harga hingga bahan baku tersebut digunakan akan
menghasilkan laporan varian yang tidak tepat waktu.
2. penghitungan varian harga ketika bahan baku tersebut dibeli akan membuat bahan
baku dimasukkan ke akun persediaan pada harga standarnya. Hal ini akan
menyederhanakan pencatatan.
Persamaan yang disajikan di awal dalam memastikan varian kuantitas bahan baku dan varian
harga adalah benar, sebagai berikut:
Varian kuantitas bahan baku Varian harga bahan baku
= (AQ x SP ) – (SQ x SP) = (AQ x AP ) – (AQ x SP)
AQ = Kuantitas aktual yang digunakan AQ = Kuantitas aktual yang dibeli
SP = Harga standar AP = Harga aktual
SQ = Kuantitas standar yang diperkenankan SP = Harga standar
untuk output aktual

C. ANALISIS VARIAN DAN MANAJEMEN DENGAN PENGECUALIAN


Anggaran dan standar merefleksikan rencana manajemen. Jika sesuai rencana, maka
hanya akan sedikit perbedaan antara hasil aktual dan yang diharapkan sesuai dengan
anggaran dan standar. Besarnya ukuran suatu varian merupakan sebuah petunjuk untuk pihak
manajemen apakah varian tersebut layak untuk ditelusuri. Pendekatan yang lebih dapat
diandalkan adalah dengan memplot data varian pada grafik pengendali statistik.

D. PENGGUNAAN BIAYA STANDAR SECARA INTERNASIONAL


Tiga perempat dari perusahaan – perusahaan yang disurvei di Inggris, dua pertiga dari
perusahaan yang disurvei di Kanada, dan 40% dari perusahaan yang disurvei di Jepang telah
menggunakan sistem biaya standar.

E. EVALUASI PENGENDALIAN BERDASARKAN BIAYA STANDAR


2
Keuntungan Biaya Standar
1. Elemen kunci dalam suatu pendekatan manajemen dengan pengecualian, membantu
manajer berfokus pada hal – hal yang penting
2. Jika dipandang wajar oleh karyawan, dapat meningkatkan nilai ekonomi dan efisiensi,
serta tolak ukur yang dapat digunakan oleh individu untuk mengukur kinerja.
3. Menyederhanakan pembukuan.
4. Sesuai dalam sistem terintegrasi “akuntansi pertanggung jawaban”, menetapkan
jumlah biaya yang seharusnya, penanggung jawab biaya tersebut, dan terkendalinya
suatu biaya aktual.
Masalah Potensial dari Penggunaan Biaya Standar
Penggunaan biaya standar dapat menimbulkan sejumlah potensi masalah.
1. Laporan varian biaya standar biasanya dibuat bulanan dan sering kali diterbitkan
beberapa hari atau seminggu setelah akhir bulan. Akibatnya, informasi dalam laporan
tersebut sudah kadaluarsa atau hampir tidak berguna.
2. Apabila manajer tidak begitu peka dan memberlakukan laporan varian tersebut
sebagai suatu klub, maka semangat kerja karyawan akan berkurang.
3. Standar kuantitas tenaga kerja dan varian efisiensi mempunyai dua asumsi penting.
Pertama standard an varian tersebut mengasumsikan bahwa proses produksi dipacu
oleh pekerja. Kedua, perhitungan mengasumsikan bahwa tenaga kerja merupakan
biaya variabel.
4. Dalam beberapa kasus, varian “menguntungkan” bisa jadi buruk atau lebih buruk dari
varian “tidak menguntungkan”
5. Terlalu banyak penekanan pada usaha pemenuhan standar akan menutupi tujuan lain
yang juga penting.
6. Pemenuhan standar saja mungkin tidak cukup; perbaikan berkelanjutan mungkin
diperlukan agar tetap bertahan dalam lingkungan persaingan.

DAFTAR PUSTAKA
Garrison, Noreen dan Brewer, 2013, Akuntansi Manajerial , terjemahan Kartika Dewi , Buku
Dua , Edisi Empat Belas, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.