Anda di halaman 1dari 2

NAMA : YOGI EKA NANDA S

NIM : 030032141
UPBJJ : UT BANDAR LAMPUNG
PS : HUKUM DAN HAM

DISKUSI 5

Setelah reformasi 1998 hingga saat ini kita melihat kebebasan orang untuk bertindak
seolah makin tidak terbatas sehingga berakibat pada kehidupan masyarakat yang
makin semrawut dan bahkan kadangkala menimbulkan konflik. Bagaimana pendapat
anda tentang kondisi kehidupan masyarakat saat ini bila dikaitkan dengan hak atas
kebebasan.

Jawaban :

Kondisi sosial masyarakat Indonesia masa kini banyak perubahan dalam perilaku
sosialnya. Hal ini disebabkan oleh modernisasi yang berkembang di Indonesia.
Indonesia sendiri merupakan pengguna sosmed terbesar didunia sehingga arus
informasi tidak terbendung yang jauh terasa lebih dekat dengan alat hp ,televisi dll
dan sosmed sendiri banyak seperti facebook,IG,twiter,WA dll.sehingga arus
informasi sangat cepat misalnya dengan facebook bisa menyajikan konten-konten
seperti video dan chating sehingga banyak Hoax dan ujaran kebencian banyak yang
beredar.terlalu bebasanya sehingga pemerintah memberlakukan Salah satu
kebijakan penting lainnya yaitu Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik
atau Undang Undang nomor 11 tahun 2008 atau UU ITE adalah UU yang mengatur
tentang informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi informasi secara umum.
UU ITE yang diberlakukan sejak bulan April tahun 2008, ini memang merupakan
terobosan bagi dunia hukum di Indonesia, karena untuk pertama kalinya dunia maya
di Indonesia mempunyai perangkat. Karena sifatnya yang berisi aturan main di dunia
maya, UU ITE ini juga dikenal sebagai Cyber Law.tertib.

Kebebasan ini sering disalah gunakan. Banyak peristiwa memilukan yang terjadi.
Peristiwa tersebut seperti demo yang anarkis, saling hujat di media sosial, dan
banyaknya pemberitaan yang tidak mendidik. Ini semua terjadi karena salah
kaprahnya orang Indonesia tentang hakikat dari kebebasan, terutama kebebasan
berpendapat. Orang Indonesia berpikir bahwa dengan kebebasan mereka bisa
berbuat seenaknya tanpa pikir panjang. Sampai-sampai ada pendapat yang bohong
alias “hoax”.

Ada juga pelecehan yang mengarah pada suku, ras, dan agama yang lebih dikenal
dengan SARA. SARA sekarang merupakan masalah yang serius karena dapat
mengancam keutuhan NKRI. SARA juga tidak sesuai dengan semboyan Indonesia
yaitu ‘’ Bhineka Tunggal Ika “. Kebebasan ini juga digunakan untuk kepentingan
politik seperti politik hitam saat pemilu, saling menjatuhkan antar petinggi negara,
dan berusaha menurunkan seorang pemimpin. Ini adalah hal yang memalukan
karena kebebasan yang seharusnya untuk kepentingan bersama, malah dijadikan
senjata demi ambisi pribadi.
Di Indonesia, kebebasan berpendapat diatur dalam UUD 1945 Pasal 28F yang
berbunyi “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi
untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk
mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan
informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia”. Ini berarti kita
berhak untuk berpendapat dengan dilindungi UUD. Walau begitu, kita juga harus
tetap berpendapat dengan santun dan beretika serta memiliki alasan yang logis.

Sekarang kebebasan berpendapat semakin terlihat jelas. Seperti saat pemilu rakyat
diberi hak pilih untuk menentukan pejabat seperti kepala daerah, DPRD, DPR, DPD,
dan presiden-wakil presiden. Berkembangnya ilmu teknologi dan informasi turut
membaantu dalam menyampaikan pendapat pada khalayak umum bagi setiap
orang. Selain untuk rakyat, kebebasan ini juga digunakan oleh media pers. Hal ini
diperkuat dalam UU no 40 tahun 1999 tentang pers. Pers Indonesia semakin banyak
dalam variasi dan jumlah. Rakyat Indonesia pun menjadi tahu apa aja yang sedang
terjadi di negeri ini.

Jadi, kebebasan berpendapat ini bagaikan cahaya di gelapnya malam. Jika cahaya
tersebut ada dalam jumlah dan waktu yang tepat, pasti dapat menerangi
sekelilingnya. Tetapi, jika cahaya ini melebihi batas dan waktu yang tidak tepat,
maka sekelilingnya akan tersilaukan oleh terangnya cahaya.