Anda di halaman 1dari 8

TUGAS 2 PENGANTAR EKONOMI MIKRO

1
NAMA : RIZKY ARIEF WIBOWO KURNIAWAN
NIM : 031194654

1. Jelaskan sifat-sifat kurva indiferensi.

Kurva indiferen (indifference curve) adalah kurva yang menghubungkan titik-titik kombinasi
dari sejumlah barang tertentu yang dikonsumsi dan memberikan tingkat kepuasan yang sama,
atau keadaan di mana konsumen berada dalam keadaan indifferen dalam mengkonsumsi
berbagai jenis barang.

(a) kurva indiferen konsumen dalam mengkonsumsi barang X dan Y, dan

(b) sekumpulan kurva indiferen atau sering dinamakan peta indiferen (indifference map).

Sumbu vertikal menunjukkan jumlah barang Y, sumbu horizontal menunjukkan jumlah barang
X, sedang I1, I2 dan I3 menunjukkan kurva indiferen kesatu, kedua, dan ketiga. Penggunaan
diagram dua dimensi ini adalah untuk memudahkan analisis, sedangkan untuk lebih dari dua
jenis barang dapat digunakan metode lain , seperti metode matematis atau ekonometrika.

Perhatikan gambar (a), konsumsi dititik A, B, C dan D adalah terletak pada kurva indiferen yang
sama, berarti kepuasan yang diperoleh juga sama. Pergerakan dari titik A ke titik B, dari titik B
ke titik C, dari titik A ke titik C dan sebagainya (perpindahan dari satu ke titik lainnya), berarti
konsumen ingin mendapatkan lebih banyak barang X untuk mendapatkan barang Y di mana
tingkat kepuasan konsumen tetap sama, atau sebaliknya perpindahan dari titik D ke titik C,
perpindahan dari C ke titik B dan sebagainya, berarti harus ada barang X yang dikorbankan
untuk mendapatkan tambahan barang Y.

Tingkat penggantian barang Y dengan barang X atau tingkat penggantian barang X dengan
barang Y dinamakan tingkat penggantian subsitusi marginal (Marginal rate of subsitustion),
yaitu berapa suatu barang yang dikorbankan untuk mendapatkan tambahan barang lain.

Gambar (b) adalah sekumpulan kurva indiferen atau dinamakan indiference map, makin jauh
dari titik origin berarti makin tinggi tingkat kepuasan yang diterima konsumen. Kurva indiferen
I3 > I2 > I1, ini berarti kepuasan pada kurva I3 lebih besar dari I2 dan I1, dan kepuasan yang
diterima konsumen di I2 lebih besar dari kepuasan yang diterima konsumen pada kurva indiferen
I1 .
TUGAS 2 PENGANTAR EKONOMI MIKRO
2
NAMA : RIZKY ARIEF WIBOWO KURNIAWAN
NIM : 031194654

Sifat-Sifat Kurva Indiferen (Indifference Curve)

Menurut Prof. Dr.Soeharno (2006:43-44) sifat-sifat Kurva Indiferen (Indifference Curve) dapat
dijelaskan sebagai berikut:

1. Terdapat banyak kurva indiferen U1,U2,U3, …, Un. Susunan kurva indiferen disebut peta
indiferen.

2. Kurva indiferen yang letaknya lebih tinggi menunjukkan kepuasan yang lebih tinggi.

3. Kurva indiferen mempunyai arah (slope) yang negatif. Apabila konsumen berkeinginan untuk
menambah konsumsi barang X maka konsumsi barang Y harus dikurangi untuk mendapatkan
kepuasan yang sama.

4. Dua kurva indiferen tidak berpotongan. Kurva indiferen yang tinggi menggambarkan
kepuasan yang lebih tinggi. Kalau dua kurva indiferen berpotongan misalnya di titik Z maka
berarti kombinasi barang X dan Y yang sama akan memberikan kepuasan yang lebih tinggi.

5. Sesuai dengan sifat (3), kurva indiferen mencekung terhadap titik O.

6. Kemiringan (slope) kurva indiferensi menunjukkan Laju Substitusi Marginal (Marginal Rate
of Substitution = MRS).

Ciri-Ciri Kurva Indiferen (Indifference Curve)

Ciri-ciri kurva indiferen adalah sebagai berikut :

 Kurva indiferen mempunyai nilai kemiringan negatif (negatively slope), atau paling tidak
tak pernah mempunyai nilai kemiringan positif. Hal ini berarti bahwa bila konsumsi suatu
jenis barang ditambah maka konsumsi barang lain harus dikurangi. Bentuk ektrim dari
kurva indiferen adalah sejajar sumbu vertikal dan sejajar sumbu horizontal
 Bentuk kurva indiferen cembung ke titik origin (titik O), hal ini menunjukkan derajat
pengantian barang yang semakin menurun. Derajat penggantian ini dugunakan untuk
mengetahui berapa jumlah barang yang harus dikurangi untuk menambah barang lain
agar kepuasan yang diterima tetap sama.
 Kurva indiferen tidak saling berpotongan, karena apabila saling berpotongan maka tidak
konsisten dengan difinisi yang telah dijelaskan diatas.

pada kurva indiferen yang sama akan memberikan


kepuasan yang sama. Berdasarkan gambar di atas
menunjukkan kurva indiferen I1 berpotongan dengan
kurva indiferen I2 pada titik C. Kepuasan di titik A
sama dengan kepuasan dititik C, demikian juga
kepuasan dititik B sama dengan kepuasan dititik C,
sedangkan kepuasan dititik A lebih besar dari dititik C
karena kurva indiferen I2 lebih besar dari I1. Keadaan
ini tidak mungkin terjadi karena pada titik yang sama
(titik C) kepuasan yang diterima konsumen berbeda.
TUGAS 2 PENGANTAR EKONOMI MIKRO
3
NAMA : RIZKY ARIEF WIBOWO KURNIAWAN
NIM : 031194654

2. Faktor-faktor apa saja yang bisa menggeser garis anggaran?

Setiap konsumen berusaha mengalokasikan pendapatan yang terbatas untuk membeli berbagai
macam komoditi yang tersedia sedemikian rupa sehingga tingkat kepuasan yang diterimanya
maksimum. Kendala pendapatan ini juga dapat digambarkan pada bidang yang sama dengan
kurva indiferen. Kendala pendapatan ini disebut juga garis anggaran (budget line), yaitu garis
yang menghubungkan titik-titik kombinasi barang yang dapat dibeli dengan sejumlah pendapatan
tertentu.

Misalnya pendapatan konsumen sebesar I, harga barang X adalah sebesar P x, dan harga barang Y
adalah sebesar Py. Maka jumlah pembelian untuk X (Px. dikali X) dan untuk pembelian barang Y
(Py dikali Y) tidak boleh lebih besar dari pendapatan yang tersedia. Atau secara matematis ditulis
sebagai berikut

Px.X + Py.Y ≤ I

Untuk mencari persamaan garis anggaran maka ketidaksamaan ini perlu di ubah dulu menjadi
pertidaksamaan, yaitu menjadi ;

Px.X + Py.Y = I

Dari persamaan ini dapat ditentukan persamaan garis anggaran, yaitu membagi semua sisi
dengan Py , sehingga didapat ;

Y = (I/Py) (Px/Py).X

Di mana I/Py menunjukkan titik potong dengan sumbu vertikal, sedangkan (Px/Py) merupakan
kemiringan (slope) garis anggaran. Perhatikan juga apabila Y tidak dibeli maka jumlah barang X
yang dibeli adalah I/Px, yang merupakan titik potong dengan sumbu horizontal. Dalam bidang
komoditi, garis anggaran ini dapat digambarkan sebagai berikut.

Pergeseran Garis Anggaran

Pergeseran garis anggaran dapat disebabkan


oleh salah satu sebab berikut ini, yaitu
: pertama perubahan harga X, sedangkan harga
Y dan pendapatan tetap. Apabila harga X turun
maka semakin banyak jumlah barang X yang
dapat dibeli, sehingga garis anggaran bergeser
berlawanan arah dengan arah jarum jam.
Sebaliknya kalau harga X naik maka semakin
sedikit barang X yang dapat dibeli, dan
pergeserannya adalah searah jarum jam. kedua perubahan harga barang Y dengan asumsi barang
X dan pendapatan tetap akan mengakibatkan pergeseran searah atau berlawanan arah jarum
jam. Ketiga terjadi perubahan harga barang dengan persentase yang sama, kalau harga X naik 10
TUGAS 2 PENGANTAR EKONOMI MIKRO
4
NAMA : RIZKY ARIEF WIBOWO KURNIAWAN
NIM : 031194654

persen dan harga Y juga naik 10 persen, atau bila Y turun 10 persen dan harga X juga turun 10
persen. Perubahan ini akan menyebabkan garis anggaran bergeser sejajar ke kiri atau ke kanan.

Keempat, Perubahan garis anggaran ke kiri atau ke kanan dapat juga disebabkan oleh kenaikan
pendapatan. Apabila pendapatan naik sedangkan harga kedua jenis barang konstan maka garis
anggaran akan bergeser ke kanan, ini berarti lebih banyak dari kedua jenis barang yang dapat
dibeli. Sedangkan, kalau terjadi penurunan pendapatan akan menyebabkan garis anggaran
bergeser ke kiri secara sejajar

Beberapa Faktor Lain yang bisa menggeser garis anggaran

1. Perubahan Harga
Perubahan harga dengan asumsi pendapatan tetap, akan menyebabkan garis anggaran
yang baru bergeser ke kanan bila terjadi perubahan harga dari $ 6 menjadi $ 3. Artinya
seolah – olah pendapatan bertambah, dan barang yang dapat dibeli semakin banyak.

Berdasarkan gambar di atas, garis anggaran bergeser ke kiri bila terjadi kenaikan harga
dari $ 6 menjadi $ 12, artinya seolah – olah pendapatan berkurang dan barang yang dapat
dibeli semakin sedikit.
Gambar di atas menunjukkan perubahan pembelian barang akibat perubahan harga.

2. Perubahan Pendapatan
Perubahan pendapatan dengan asumsi harga tetap, akan menyebabkan garis anggaran
yang baru bergeser sejajar ke kanan bila terjadi kenaikan pendapatan dari $ 15 menjadi $
30 artinya barang yang dapat dibeli semakin banyak. Garis anggarannya bergeser ke kiri
bila terjadi penurunan pendapatan dari $ 30 menjadi $ 15, artinya barang yang dapat
dibeli semakin sedikit.
TUGAS 2 PENGANTAR EKONOMI MIKRO
5
NAMA : RIZKY ARIEF WIBOWO KURNIAWAN
NIM : 031194654

Gambar di atas menunjukkan perubahan konsumsi akibat perubahan pendapatan

3. Apa yang dimaksud dengan “The Law of Deminishing Marginal Utility”

The Law of Diminishing Marginal Utility Terjemahan bebasnya adalah “Hukum tentang Nilai
Guna Tambahan yang Terus Menurun”. Definisinya adalah : “Setiap penambahan barang yang
sama dan sejenis, akan memberikan tambahan kepuasan (marginal) yang diperoleh dari
penggunaan barang tersebut (utility) dimana penambahan kepuasan tersebut akan terus menurun
nilainya (diminishing).”

4. Jelaskan dengan grafik apa yang dimaksud dengan biaya variabel, biaya total dan
biaya marginal.

(a) Biaya tetap/fixed cost (FC), adalah biaya yang dalam periode waktu tertentu jumlahnya tetap,
tidak bergantung pada jumlah produk yang dihasilkan. Contohnya, penyusutan peralatan, sewa
gedung atau penyusutan gedung, pajak perusahaan, dan biaya administrasi.

(b) Biaya variabel/variable cost (VC), yaitu biaya yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan
jumlah produk yang dihasilkan. Dalam hal ini, semakin banyak jumlah produk yang dihasilkan,
semakin besar pula jumlah biaya variabelnya. Contohnya, biaya bahan baku dan upah tenaga
kerja yang dibayar berdasarkan jumlah produk yang dihasilkannya.

(c) Biaya total/total cost (TC) adalah jumlah seluruh biaya tetap dan biaya variabel yang
dikeluarkan oleh perusahaan untuk menghasilkan sejumlah produk dalam suatu periode tertentu.
Berdasarkan pengertian tersebut biaya total dapat dirumuskan sebagai berikut.

TC = FC + VC
TUGAS 2 PENGANTAR EKONOMI MIKRO
6
NAMA : RIZKY ARIEF WIBOWO KURNIAWAN
NIM : 031194654

TC = biaya total (total cost)

FC = biaya tetap (fixed cost)

VC = biaya variabel (variable cost)

Kurva .Biaya Total (Total Cost), Biaya Variabel (Variable Cost), dan Biaya Tetap (Fixed
Cost)

Grafik Biaya Variabel

Grafik Biaya Tetap


TUGAS 2 PENGANTAR EKONOMI MIKRO
7
NAMA : RIZKY ARIEF WIBOWO KURNIAWAN
NIM : 031194654

Biaya marjinal adalah peningkatan biaya total yang berasal dari produksi satu unit
output produksi. Jika perusahaan memproduksi 1.000 unit, biaya tambahan peningkatan output
menjadi 1.001 unit adalah biaya marjinal. Biaya marjinal mengukur biaya input tambahan yang
diperlukan untuk memproduksi tiap unit output berikutnya. Karena biaya tetap tidak berubah
ketika ada biaya output, biaya marjinal mencerminkan perubahan biaya variabel.

Grafik Biaya Marginal


TUGAS 2 PENGANTAR EKONOMI MIKRO
8
NAMA : RIZKY ARIEF WIBOWO KURNIAWAN
NIM : 031194654

Sumber dan Referensi Tugas :

 BMP ESPA 4111 PENGANTAR EKONOMI MIKRO/ EDISI 2/ FARIED


WIDJAYA MANSOER
 https://www.ekonomi-holic.com/2015/08/kurva-indiferensi-indifference-
curve.html
 https://www.galinesia.com/2017/12/pengertian-kurva-indeferent-dan-ciri.html
 http://web-
suplemen.ut.ac.id/espa4111/espa4111a/MENU2/kurva_indiferens1.htm
 http://web-suplemen.ut.ac.id/espa4111/espa4111a/MENU2/garis_anggaran1.htm
 https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Costcurve_-_Marginal_Cost_2.svg
 https://www.galinesia.com/2017/12/pengertian-biaya-produksi-teori-jenis.html
 https://www.mas-software.com/2016/03/apa-itu-variable-cost-fixed-cost-dan-
semi-variable-cost/
 https://www.materiakuntansi.com/pengertian-biaya-tetap-dan-biaya-variabel-
beserta-contohnya/