Anda di halaman 1dari 6

Identitas buku

Judul :perencanaaan pembangunan wilayah


Penulis: prof. Drs. Robinson Tarigan, M.RP.
Penerbit: Bumi Aksara
Kota terbit: Jakarta
ISBN : 979-526-908-9

Buku 1
A. APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN PERENCANAAN
Perencanaan dapat berarti hal yang berbeda buat orang yang berbeda Bagi orang yang
memiliki profesi tertentu, perencanaan dapat berarti suatu kegiatan khusus yang
memerlukan keahlian tertentu, sifatnya cukup namit, banyak menguras tenaga dan
pikiran, serta membutuhkan waktu yang lama dalam penyusunannya Akan tetapi, bagi
orang lain perencansan dapat berarti suatu pekerjaan schan- hari, tidak rnumit, bahkan
bisa saja orang terscbut tidak menyadari babwa dia telah melakukan perencanaan.
Perencanaan yang merupakan pekerjaan rutin, misalnya ibu rumah tangga yang
memikirkan apa yang dimasak hari ini yang sesuai dengan selera keluarga atau scorang
tukang becak yang memikirkan di mana saja ia akan mangkal hari ini dan pada jam
berapa mangkal di masing-masing tempat agar mendapatkan penumpang yang cukup.
Hal ini membuat definisi perencanaan bisa berbeda dan bervariasi antara penulis yang
satu dengan penulis lainnya. Terdapat banyak definisi perencanaan, yang terlihat
berbeda antara bulu teks yang satu dengan buku teks lainnya. Perbedaan definisi
terutama terdapat antara buku teks pada suatu cabang ilmu dengan buku teks pada
cabang ilmu Jainnya, Akan tetapi, dalam satu cabang ilmu pun terdapat perbedaan
definisi antara satu penulis dengan penulis lainnya. Perbedaan itu terjadi karena
perbedaan sudut pandang, perbedaan fokus perhatian, dan perbedaan luasnya bidang
yang tercakup dalam perencanaan itu sendiri.

Pada tingkatan berikutnya kita melihat ada faktor pembatas dalam mencapai tujuan
tersebut. Misalnya, dana yang tersedia sudah tertentu atau ruangan yang tersedia untuk
perjamuan tersebut terbatas, Pentingnya perencanaan justru karena kita selalu
berhadapan dengan faktor-faktor produksi yang terbatas, sedangkan di lain sisi kita
ingin mendapatkan kepuasan yang optimal dari faktor-faktor produksi yang terbatas
tersebut. Pada tingkatan kedua perencanaan dapat didefinisikan sebagai: menetapkan
suatu tujuan yang dapat dicapai setelah memperhatikan faktor-faktor pembatas dalam
mencapai tujuan tersebut. Pada tingkatan kedua ini pun perencanaan itu masih termasuk
kategori perencanaan yang sederhana karena dalam proses perencanaan itu, tujuan
dapat ditetapkan terlebih dahulu dengan tidak terlalu sulit disebabkan faktor
pembatasnya bersifat intenal. Dalam hal ini perencanaan disusun atas dasar faktor
pembatas tersebut. Kesulitan berikutnya dalam perencanaan adalah apabila ada faktor
luar yang berpengaruh dalam pencapaian tujuan tersebut. Faktor luar bersifat eksternal
dan kita tidak dapat mengatur atau mengendalikannya. Misalnya, sebuah perusahaan
berdasarkan kapasitasnya ingin menaikkan produksi dan laba tahun depan sebesar 30
% . Kenaikan laba sebesar 30 % ini selain dipengaruhi faktor internal juga sangat
dipengaruhi oleh faktor luar, yaitu apakah perusahaan saingan tidak menaikkan
produksinya sccara lebilh drastis, schingga membuat penjualan tersendat pasar.

Dalam kamus Management karangan Mockijat (1980) menyebutkan ada delapan


perumusan tentang arti perencansan. Kemungkinan besar perumusan ini dikutip dari
berbagai buku teks manajemen. Empat di antaranya dikutip berikut ini (Moekijat, 1980:
431-432)
1. Pereneanaan adalah hal memilih dan menghubungkan fakta-fakta serta hal
membuat dan menggunakan dugaan-dugaan mengenai masa yang akan datang
dalam hal mengigambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang diusulkan,
yang dianggap perlu untuk mencapai hasil-hasil yang diinginkan.
2. "Perencanaan adalah suatu usaha untuk membuat suatu rencana tindakan, artinya
menentukan apa yang dilakukan, siapa yang melakukan, dan di mana 2. hal itu
dilakukan." hasil yang diinginkan " diinginkan dan bagaimana tujuan tersebut harus
dicapai
3. "Perencanaan adalah penentuan suatu arah tindakan untuk mencapai suatu hasil
yang di inginkan.
4. Perencanaan adalah suatu penentuan sebelumnya dari tujuan-tujuan yang Dari
berbagai perumusan di atas dapat disimpulkan bahwa inti perencanaan dalah
menctapkan tujuan dan merumuskan langkah-langkah untuk mencapai tujuan
tersebut. Hanya mengenai langkah-langkah tersebut ada yang diperinci dan ada
yang kurang diperinci. Hal ini adalah scjalan dengan berbagai pengertian
perencanaan seperti yang telah dikemukakan terdahulu. Sudut pandang yang
berbeda tentang perencanaan dikemukakan olelh Friedman, Menurut Friedman
dalam Glasson (1974: 5);
Menurut Conyers & Hills (1994) dalam Arsyad (1999 19), perencarnas adalah
berkesinambungan yang mencakup kepurusn "Suatu proses yang keputusan etau pilihan-
pilihan berbagai altematif penggunaan sursber daya untus mencapai tujuan-tujuan tertentu pada
masa yang akan datang." Berdasarkan definisi di atas, Arsyad (1999) berpendapat ada 4
element dasar perencanaan , yaitu:
1. merencanakan berarti memilith,
2. Pereneanaan merupakan alat pengalokasian sumber daya
3. perencanaan merupakan alat untuk mencapai tujuan, dan
4. perencanaan berorientasi ke masa depan.
Perencanaan yang dimaksudkan di sini adalnh perencanaan ekonomi ataupun perencanaan
pembangunan dengan fokus perhatian bagaimana mengalokensikan sumber daya perencanaan
ekonomi juga, tetapi Widjojo Nitisastro dalam Arsyad (1999: 21) memberikan penekanan
(stressing) yang berbeda yang hampir minp dengs Friedman. Beliau mengatakan bahwa:
pemerintah seca menyarsku suatu yang Perencanaan pada asasnya berkisar pada dua hal,
pertama ialah penentuan pilihan secara sadar mengenai tujuan konkret yang hendak dicapai
dalami jangka waktu tertentu atas dasar nilai yang dimiliki masyarakat yang bersangkutan
Yang kedua ialah pilihan-pilihan di antara cara-cara altermatif yang efisien serta rasional guna
mencapai tujuan-tujuan tersebut" Beliau sangat menekankan tentang perlunya diperhatikan
nilai yang dimiliki masyarakat dalam proses perencanaan tersebut, yang notabene berar
masyarakat harus dilibatkan dalam perencanaan, baik secara langsung maupun tidak langsung
KAITAN PERENCANAAN DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Perencanaan adalah bagian dari penganbilan keputunan Pengambilan kepu husan odalah
memilih tindakan untuk menyelesaikan permasalahan Pengambilas sepufusan ada yang
memiliki sasaran sangat segera (saat inl) dau ade yang meniiki sasaran untuk masa depan, baik
jangka pendek, jasgka mesengali. atou jangka panjang Perencanaan adalah pengambilan
keputusan k hal- hal yang bersangkut paut dengan masa depan. Oleh sebab iha, membutubbar
pruses yang lebih rumit. Pengambilan keputusan yang bersangkut paut demga ebutuhan sesaat
atau jangka pendek tidak masuk kategori perencansan Ada uga pengambilan keputusan yang
memiliki dampak jauh ke depan, tetapi kroma ses penyusunannya lebih pendek tidak
dikategorikan sebagai perencns Karena sifatnya sama, yaitu memilih tindakan untuk
menyelesaikan permasalahan, ada juga yang menganggap perencanaan identik dengan
pengambilan keputusan. Karcna kedua istilah itu sering dipakai dalam kelidupn tari-hari, perlu
dibedakan penggunaannya. Sebetulnya perbedaan antara keduanya dapat dilibat dari dua sisi
Pertama kait dengan jangka waktunya dan kedua tentang bentuk permasalaban yanp ingin
diatasi. Perencanaan terkait dengan penyelesaian permasalahan di masa ang akan datang
sehingga berisikan tindakan yang akan dilakukcan di masa datang dan dampaknya juga baru
terlihat di masa depan. Hal ini tidak berarti peren idak memperhatikan apa yang sedang terjadi
saat ini, karena permiasalahan di nasa yang akan datang adalah produk dari apa yang terjadi
saat ini dan pengaruh ktor luar. Pengambilan keputusan sering dikaitkan dengan kebutuhan
mendi terutarma untuk mengatasi permasalahan jangka pendek. Tindakan yang dipilih era
dilaksanakan atau berlaku dan dampaknya juga segera terasa. Kalaupun scecra pengambilan
keputusan ítu juga berisikan tindakan di masa yang akan datang, keringkali tindakan itu berupa
regulasi atau pengulangan atau bersifat natin, berbela dengan pereneanaan di mana tindakan
itu bersifat variatif (berbeda unhuk kunun akitu atau kondisi yang berbeda).
TUJUAN DAN MANFAAT PERENCANAAN WILAYAH
Tujuan perencanaan wilayah adalah menciptakan kehidupan yang efisien, nyaman, serta
lestari dan pada tahap akhinya menghasilkan rencana yang menetapkan lokasi dari berbagai
kegiatan yang direncanakan, baik oleh pihak pomerintah ataupun olch pihak swasta. Lokasi
yang dipilib memberikarn dan keserasian lingkungan yang paling maksimal, setelah
memperhatikan benturan kepentingan dari berbagai pihak. Sifat perencanazan wilayah yang
sekaligus menunjukkan manfaatnya, antara lain dapat dikemukakan sebagai berikut:
1. Perencanaan wilayah haruslah mampu menggambarkan proycksi dari berbagai
kegiatan ekonomi dan penggunaan lahan di wilayah tersebut di masa yang akan datang.
Dengan demikian, sejak awal telah terlihat arah lokasi yang dipersiapkan untuk
dibangun dan yang akan dijadikan sebagai wilayah penyangga. Juga dapat dihindari
pemanfaatan lahan yang mestinya dilestarikan, seperti kawasan hutan lindung dan
konservasi alam. Hal ini berarti dari sejak awal dapat diantisipasi dampak positif dan
negatif dari pcrubahan tersebut, dan dapat dipikirkan langkah-langkah yang akan
ditempuh untuk mengurangi dampak negatif dan mengoptimalkan dampak positif.
2. Dapat membantu atau memadu para pelaku ekonomi untuk memilih kegiatan apa yang
perlu di kembangkan di masa yang akan datang dan dimana lokasi kegiatan itu masih
di ijinkan.
3. Sebagai bahan acuan bagi pemerintah untuk mengendalikan atau mengawa
4. Sebagai landasan bagi rencana-rencana lainnya yang lebth sempit tetap
5. Lokasi itu sendiri dapat dipergunakan untuk berbagai kegiatan, penctapan kegiatan
tertentu pada lokasi tertentu haruslab memberi nilai tambab maksimal bagi seluruh
masyarakat, artínya dicapai suatu manfaat optimal dari lokasi tersebut, Penetapan lokasi
harus menjamin keserasian spasial, keselarasan antarsektor, mengoptímasi investasi,
terciptanya efisiensi datam kchidupan, dan menjamin kelestarian lingkungan.
Perencanaan wilayah diusahakan mencapai sasaran-sasaran terscbut secara maksimal,
berdasarkan hambatan dan keterbatasan yang ada. Masalah yang rumit adalah bahwa pada
lokasi yang direncanakan seringkali telah terisi dengan kegiatan lain. Akibatnya harus
dibuatkan pilihan antara memindahkan kegiatan yang telah terlebih dahulu ada dan
menggantinya dengan kegiatan baru, atau apa yang direncanakan harus disesuaikan dengan
apa yang tclah ada ngkali tidak mudah karena sclain masalalh perhitungan biaya versus
manfaat, juga seringkali terdapat kepentingan lain yang sulit dikonversi dalam nilai uang,
misalnya adat, sejarah, warisan, dan lingkungan di lapangan.
Bidang yang tercakup dalam perencanaan wilayah.
1. Subbidang perencanaan ekonomi sosial wilayah:
- Ekonomi sosial wilayah ( mencakup hal-hal mendasar dan berlaku umum)
- Ekonomi sosial perkotaan
- Ekonomi sosial pedesaan
2. Subbudang perencanaan tata ruang atau tata guna lahan
- Tata ruang tingkat nasional
- Tata ruang tingkkat provinsi
- Tata ruang tingkat kota atau kabupaten
- Tata ruang tingkat desa atau kecamatan
- Penggunaan lahan untuk wilayah yang lebih sempit
3. Subbidang perencanaan kgusus
- Perencanaan lingkungan
- Perencanaan permukiman dan perumahan
- Perencanaan transportasi
4. Subbidang perencanaan proyek
- Perencanaan lokasi proyek pasar
- Perencanaan lokasi proyek pendidikan
- Perencanaan lokasi proyek rumah sakit
- Perencanaan lokasi projek real estate
- Dll
Jenis- Jenis perencanaan
1. Perencanaan fisuk versus perencanaan ekonomi
2. Perencanaan alokasi versus perencanaan inovatip
3. Perencanaan bertujuan jamak versus perencanaan bertujuan tunggal
4. Perencanaan bertujuan jelas versus perencanaan bertujuan laten
5. Perencanaan indikatif versus perencanaan impereatif
6. Top down versus botton up planning
7. Vertikal versus horizontal planning
8. Perencanaan yang melibatkan masyarakat secara langsung versus yang tidak
melibatkan masyarakat secara langsung
PENDEKATAN SEKTORAL DAN REGIONAL DALAM PERENCANAAN
PEMBANGUNAN WILAYAH
Pendekatan sektoral adalah di mana seluruh kegiatan ekonomi di dalam wilayah perencanaan
dikelompokkan atas sektor-sektor. Selanjutaya setiap scktor dianalisis satu per eatu. Setiep
sektor dilihat potensi dan peluangnya, menetapkan apa yang dapat ditingkatkan dan di mana
lokasi dari kegiatan peningkatan terscbut Caranya adalah masing-masing sektor dipreteli (breai
down) schingga terdapat kelompok-kelompok yang bersifat homogen Terhadap kclompok
yang homogen ini dapat digunakan peralatan analisis yang biasa digunakan untuk kelompok
tersebut. Misalnya, untuk menganalisis sektor pertanian, sektor tersebut dapat dibagi atas
subsektor tanaman pangan, subsektor perkebunan rakyal, subscktor perkebunan besar, dan
seterusnya. Dass pcrt Untuk masing-masing subsektor dapat lagi diperinci atas dasar komoditi,
misalnya untuk subsektor bahan makanan dapat diperinci atas komoditi beras, kacang-
kacangan, sayur-sayuran, dan sebagainya. Analisis atas masing-masing komoditi lebih mudah
baik dari aspek produksi maupun aspek pemasaramya karena litcratur ilmiah maupun
penyampaian informasi sering dilaksanakan atas dasar komoditi/sektor. Setclah infommasi per
komoditi diketahui dengan jclas, dengan mutode agregasi (pertambahan), akhimya dapat
disimpulkan tentang keadaan per subscktor dan selanjutnya keadaan keseluruhan scktor.
Pendekalan sektoral dengan metode agregasi memiliki risiko kehilangan gambaran latar
belakang yang mendukung produksi sektoral terscbut. Misalnya dalam proyeksi produksi, bisa
jadi masing-masing komoditi diproyeksi secara terpisah tanpa memperhatikan proyeksi
komoditi lainnya.
PENDEKATAN REGIONAL Pendekatan regional sangat berbeda dengan pendokatan
ecktoral tujuan akhimya adalah sama. Pendekatan sektoral adalah pendek pada mulanya
mengabaikan faktor ruang (spasial) Memang pendekm sek dapat diperinci atas dacrah yang
lebih kecil, misalnya nalisis sckioral per kabupaten, per kecamatan, atau per desa, selingga
seaken-akan fektor n elah terpenuhi Hal ini belum memenuhi pendekatan regional karens
pendckaton regional memiliki segi segi tersendiri Pendekatan sektoral lebih dahulu
memperhatikan sektorkomoditi yang kemudian setclah disnalisis, menghasilkan proyek-
proyek yang diusulkan untuk dilaksanakan. Setelah proyeknya diketahui, barulah dipikirkan di
mana lokass proyek terscbut. Pendekatan regional dalam pengertian sempit adalah
memperhatikan nuang dengan segala kondisinya. Setclah mclahai analisis diculu bahwa masih
ada ruang yang belum dimanfaatkan atau penggunbannya masih belum optimal, kemudian
direncanakan kegiatan apa schaiknya dindak an pada lokasi tersebut. Dengan demikian,
penggunaan ruang menjadi scrasi dan efisien agar memberi kemakmuran yang optimal bagi
masyarakat. Dari uraian di atas diketahui bahwa sasaran akhir kedua pendekatan terscbut
adalah sama, yaitu menentukan kegiatan apa pada lokasi mana. Perbedaannya hanya terletak
pada cara memulai dan sifat analisisnya. Pendekatan regional dalam pengerin lebuh luas, selain
memperhatikan penggunaan ruang untuk kegiatan produksi jasa juge memprediksi arah
konsentrasi kegiatan dan memperkirakan kebutuhan fasilitas untuk masing-masing konsentrasi
serta merencanakan jaringan-jaringan penghubung schingga berbagai konsentrasi kegiatan
dapat dihubungkan secara da efisicn.
DASAR-DASAR PERENCANAAN RUANG WILAYAH A.
Dalam kerangka perencansan wilayah, yang dimaksud dengan nane wilayah adalah ruang pads
pernmukean bumi di mana k lainnya dapat hidup dan beraktivitas Ruang adalah wadsh pode
Sapisain a bumi termasuk apa yang ada di atasnya dan yong ada di bawny manusia masth dapat
kaan spisan atas permukaan bumi yang berfungsi menopang kehidupan dan makhluk lainnya,
baik melalui memodifikasi atau sekadar langsung menikmatinya. Dalam hal ini kata "ruang"
selalu terkait dengan wilaysh sedangkan kata "wilayah" setidaknya harus memiliki unsur
lokasi, henituk as dan fungsi Direktorat Bina Tata Perkotaan dan Pedesaan Ditjen Cipta Karya
Dep. PU (1996) memberikan definisi tentang ruang sebagai berikut. "Ruang adalah wadah
yang meliputi ruang daratan, ruang lactan, don ruang udara, termasuk di dalamnya lahan atau
tanah, aur, udara, dan benda lainny,a serta daya dan keadaan, sebagai satu kesatuan wilayah
tempat manusia dan makhluk lainnya hidup dan melakukan kegiatan serta memelihara
kelangsungan hidupnya.