Anda di halaman 1dari 2

NAMA : NOVPRIDAR ARBI MAGHFIROH

NIM : P1337420417054
TINGKAT :2B

SUAMI ISTRI INI BUNUH BAYINYA, DIDUGA


KARENA MALU ?

https://nasional.tempo.co/read/813828/suami-istri-ini-bunuh-bayinya-diduga-karena-
malu
Oleh: Tempo.co
20 Oktober 2016 18:29 WIB

TEMPO.CO, Magetan – Kepolisian Resor Magetan, Jawa Timur, sedang menangani


kasus dugaan pembunuhan bayi berusia dua hari oleh kedua orang tua korban, Arik Sugianto,
25 tahun dan Suprapti, 24 tahun, warga Desa Plangkrongan, Kecamatan Poncol, Magetan.
"Sesuai hasil penyidikan oleh Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Magetan,
motivasi pembunuhan bayi itu karena kedua tersangka merasa malu,’’ kata Kepala
Subbaguan Humas Polres Magetan Ajun Komisaris Stevanus Suyatni, Kamis, 20 Oktober
2016.
Menurut dia, kelahiran bayi berjenis kelamin perempuan tersebut tidak diinginkan.
Sebab, Arik dan Suprapti telah mempunyai anak pertama yang masih berusia 10 bulan.
"Tersangka membunuh karena istilah Jawa-nya 'sundulan’ atau kelahiran di luar rencana
karena anak pertama belum cukup usia,’’ ujar Suyatni.
Pembunuhan, ia menjelaskan, dilakukan kedua tersangka pada Senin, 17 Oktober
2016. Kala itu, mereka keluar dari ruang persalinan dengan menggendong bayi yang lahir
sehari sebelumnya di tempat praktek bidan wilayah Kecamatan Magetan. Dari tempat itu
mereka pergi ke rumah temannya di Desa Mangkujayan, Kecamatan Magetan.
"Dengan maksud menawarkan bayi perempuannya untuk diadopsi teman tersangka, namun
tawaran tersebut ditolak,’’ ucap Suyatni. Selanjutnya, kedua tersangka membawa anaknya
pergi dengan mengendarai sepeda motor. "Saat di perjalanan, bayi dibekap dan akhirnya
meninggal,’’ kata Suyatni.
Mengetahui bayinya tidak bernyawa, kedua tersangka membawanya ke sebuah ladang
yang berjarak sekitar dua kilometer dari rumahnya. Di sana, mereka mengubur bayi
perempuan malang tersebut dan kemudian pulang ke kediamannya di Desa Plangkrongan.
Sesamapainya di rumah, Suyanti menuturkan, orang tua tersangka menanyakan keberadaan
cucunya. Tersangka menjawab sudah meningal dan di kubur di sebuah ladang tak jauh dari
rumahnya. Mendengar informasi itu, orang tua tersangka kaget dan akhirnya menuju ke
lokasi penguburan bayi perempuan.
"Kuburan dibongkar oleh warga dan akhirnya kasus ini dilaporkan ke polisi. Kini, tersangka
sudah kami tahan,’’ Suyatni menjelaskan.
Suyatni menjelaskan, kedua tersangka bakal dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 dan 4 Undang-
Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun
2002 tentang perlindungan anak.
Adapun sangkaan subsidernya adalah pasal 44 ayat 3 Undang-Undang Nomor 23
Tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga. "Tersangka diancam dengan hukuman
penjara paling lama selama 15 tahun,’’ kata Suyatni.
Sementara itu, berdasarkan pantauan Tempo di markas Kepolisian Resor Magetan,
Kamis siang, Suprapti sempat dibawa keluar ruang tahanan. Petugas Unit PPA
menggelandang perempuan yang menutupi wajahnya dengan jaket itu masuk ke dalam
mobil.