Anda di halaman 1dari 17

MATRIKS USULAN PENYEMPURNAAN

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR


TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG DAN PERATURAN ZONASI
KAWASAN PERKOTAAN BENTENG
Penelaahan Materi Muatan Teknis
Rancangan Peraturan Daerah
Muatan Substansi Materi Teknis dan Rancangan terhadap: Muatan Penyempurnaan Substansi
Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata 1. UUPR 2. RTRWN 3. RTRWP 4. Materi Teknis dan Rancangan Peraturan
No. Ruang Kabupaten/Kota (Peraturan Menteri Kebijakan Nasional dan Provinsi
Bidang Penataan Ruang 5. RTRWK Daerah tentang Rencana Detail Tata
Agraria dan Tata Ruang nomor: 16 tahun 2018 Ruang Kabupaten/Kota
tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata 6. NSPK 7. Konsistensi Muatan
Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota) Raperda RDTRK dengan Materi
Teknis
Menimbang
Mengingat (Dasar Hukum)
Menetapkan

I BAB I PENDAHULUAN
1.1 Dasar Hukum Penyusunan RDTR Tidak dibahas dalam materi teknis  Sebaiknya dibahas dalam Bab I
1.2 Tinjauan Terhadap RTRW Kabupaten/Kota Tidak dibahas dalam materi teknis  Sebaiknya dibahas dalam Bab I
1.3 Tinjauan Kebijakan dan Strategi RTRW Tidak dibahas dalam materi teknis  Sebaiknya dibahas dalam Bab I
Kabupaten/Kota
1.4 Tujuan RDTR Tidak dibahas dalam materi teknis  Sebaiknya dibahas dalam Bab I

II BAB II KETENTUAN UMUM


2.1 Istilah dan Definisi Ada  Sebaiknya dibahas dalam Bab II
2.2 Kedudukan RDTR dan Peraturan Zonasi Ada  Sebaiknya dibahas dalam Bab II
2.3 Fungsi dan Manfaat RDTR dan Peraturan  Sebaiknya dibahas dalam Bab II
Zonasi Ada
2.4 Kriteria dan Lingkup Wilayah Perencanaan Ada  Sebaiknya dibahas dalam Bab II
RDTR dan Peraturan Zonasi
2.5 Masa Berlaku RDTR dan Peraturan Zonasi  Sebaiknya dibahas dalam Bab II
Ada

III BAB III TUJUAN PENATAAN SUB BWP Ada  Sebaiknya dibahas dalam Bab III
Penelaahan Materi Muatan Teknis
Rancangan Peraturan Daerah
Muatan Substansi Materi Teknis dan Rancangan terhadap:
1. UUPR 2. RTRWN 3. RTRWP 4. Muatan Penyempurnaan Substansi
Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Materi Teknis dan Rancangan Peraturan
No. Ruang Kabupaten/Kota (Peraturan Menteri Kebijakan Nasional dan Provinsi Daerah tentang Rencana Detail Tata
Agraria dan Tata Ruang nomor: 16 tahun 2018 Bidang Penataan Ruang 5. RTRWK
6. NSPK 7. Konsistensi Muatan Ruang Kabupaten/Kota
tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata
Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota) Raperda RDTRK dengan Materi
Teknis

IV BAB IV RENCANA STRUKTUR RUANG Ada  Sebaiknya dibahas dalam Bab IV


4.1. Rencana Pengembangan Pusat Pelayanan Ada -
Ada  Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
 Berbeda perencanaan PPK dalam Materi
4.1.1. Pusat Pelayanan Kota/Kawasan teknis dengan ranperda, sebaiknya
Perkotaan perencanaan di samakan.
 Perjelas lokasi perencanaan PPK

Ada  Sebaiknya dibahas dalam Bab IV


4.1.2. Sub Pusat Pelayanan Kota/Kawasan  Berbeda perencanaan Sub SPK dalam
Perkotaan Materi teknis dengan ranperda,
sebaiknya perencanaan di samakan.
Ada  Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
 Berbeda perencanaan Pusat Lingkungan
4.1.3. Pusat Lingkungan dalam Materi teknis dengan ranperda,
sebaiknya perencanaan di samakan.
Tidak Ada  Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
1. Pusat Lingkungan Kecamatan  Sebaiknya di perjelas lokasi
perencanaan
Tidak Ada  Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
2. Pusat Lingkungan Kelurahan  Sebaiknya di perjelas lokasi
perencanaan
Tidak Ada  Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
3. Pusat Rukun Warga  Sebaiknya di perjelas lokasi
perencanaan
 Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
 Berbeda perencanaan jaringan jalan
4.2. Rencana Jaringan Transportasi Ada kolektor primer dalam Materi teknis
dengan ranperda, sebaiknya
perencanaan di samakan.
Penelaahan Materi Muatan Teknis
Rancangan Peraturan Daerah
Muatan Substansi Materi Teknis dan Rancangan terhadap:
1. UUPR 2. RTRWN 3. RTRWP 4. Muatan Penyempurnaan Substansi
Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Materi Teknis dan Rancangan Peraturan
No. Ruang Kabupaten/Kota (Peraturan Menteri Kebijakan Nasional dan Provinsi Daerah tentang Rencana Detail Tata
Agraria dan Tata Ruang nomor: 16 tahun 2018 Bidang Penataan Ruang 5. RTRWK
6. NSPK 7. Konsistensi Muatan Ruang Kabupaten/Kota
tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata
Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota) Raperda RDTRK dengan Materi
Teknis

4.2.1. Jaringan jalan dan jaringan kereta api


sesuai dengan yang termuat dalam Tidak ada
kereta api
perencanaan jaringan -
RTRW Kabupaten
4.2.2. Jaringan jalan sistem sekunder di
kawasan perkotaan meliputi jalan arteri - -
sekunder, kolektor sekunder, dan lokal
sekunder
 Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
 Berbeda perencanaan jaringan jalan
4.2.3. jaringan jalan lingkungan primer dan Ada local primer dalam Materi teknis dengan
lingkungan sekunder; ranperda, sebaiknya perencanaan di
samakan.

 Sebaiknya dibahas dalam Bab IV


4.2.4. jalur pejalan kaki; Ada  Berbeda perencanaan jalur pejalan kaki
dalam Materi teknis dengan ranperda,
sebaiknya perencanaan di samakan.
 Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
4.2.5. jalur sepeda (jika ada); dan Ada  Berbeda perencanaan jalur sepeda
dalam Materi teknis dengan ranperda,
sebaiknya perencanaan di samakan.
4.2.6. jaringan jalan lainnya yang meliputi:
1. Jalan masuk dan keluar terminal
barang serta terminal  Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
orang/penumpang sesuai ketentuan  Berbeda perencanaan jaringan jalan
yang berlaku (terminal tipe A, Ada lainnya dalam Materi teknis dengan
ranperda, sebaiknya perencanaan di
terminal tipe B, terminal tipe C, samakan.
dan/atau pangkalan angkutan
Penelaahan Materi Muatan Teknis
Rancangan Peraturan Daerah
Muatan Substansi Materi Teknis dan Rancangan terhadap:
1. UUPR 2. RTRWN 3. RTRWP 4. Muatan Penyempurnaan Substansi
Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Materi Teknis dan Rancangan Peraturan
No. Ruang Kabupaten/Kota (Peraturan Menteri Kebijakan Nasional dan Provinsi Daerah tentang Rencana Detail Tata
Agraria dan Tata Ruang nomor: 16 tahun 2018 Bidang Penataan Ruang 5. RTRWK
6. NSPK 7. Konsistensi Muatan Ruang Kabupaten/Kota
tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata
Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota) Raperda RDTRK dengan Materi
Teknis
umum);
2. Jaringan jalan moda transportasi
umum (jalan masuk dan keluarnya -
terminal barang/orang hingga -
pangkalan angkutan umum dan
halte); dan
3. Jalan masuk dan keluar parkir Tidak di rencanakan -
 Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
4.3. Rencana Jaringan Prasarana Ada
4.3.1. Rencana Jaringan Energi/Kelistrikan
meliputi :
1. jaringan infrastruktur minyak dan
gas bumi, terdiri atas: Tidak di rencanakan -
a. jaringan yang menyalurkan
minyak dan gas bumi dari fasilitas
produksi ke kilang pengolahan Tidak di rencanakan -
dan/atau tempat penyimpanan;
dan/atau
b. jaringan yang menyalurkan gas
bumi dari kilang pengolahan ke Tidak di rencanakan -
konsumen.
2. jaringan penyaluran
- -
ketenagalistrikan, terdiri atas:
a. jaringan transmisi dan distribusi
tenaga listrik untuk menyalurkan
tenaga listrik antarsistem sesuai - -
dengan RTRW kabupaten/kota,
dapat berupa:
1) saluran udara tegangan ultra
tinggi (SUTUT)
2) saluran udara tegangan ekstra
Penelaahan Materi Muatan Teknis
Rancangan Peraturan Daerah
Muatan Substansi Materi Teknis dan Rancangan terhadap:
1. UUPR 2. RTRWN 3. RTRWP 4. Muatan Penyempurnaan Substansi
Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Materi Teknis dan Rancangan Peraturan
No. Ruang Kabupaten/Kota (Peraturan Menteri Kebijakan Nasional dan Provinsi Daerah tentang Rencana Detail Tata
Agraria dan Tata Ruang nomor: 16 tahun 2018 Bidang Penataan Ruang 5. RTRWK
6. NSPK 7. Konsistensi Muatan Ruang Kabupaten/Kota
tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata
Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota) Raperda RDTRK dengan Materi
Teknis
tinggi (SUTET);
 Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
3) saluran udara tegangan tinggi Ada  Berbeda perencanaan SUTT dalam
(SUTT); Materi teknis dengan ranperda,
sebaiknya perencanaan di samakan.
4) saluran udara tegangan tinggi Tidak di rencanakan -
arus searah (SUTTAS);
 Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
5) saluran udara tegangan Ada  Berbeda perencanaan SUTT dalam
menengah (SUTM); Materi teknis dengan ranperda,
sebaiknya perencanaan di samakan.
 Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
6) saluran udara tegangan rendah  Berbeda perencanaan SUTR dalam
(SUTR); Ada Materi teknis dengan ranperda,
sebaiknya perencanaan di samakan.
7) saluran kabel tegangan Tidak di rencanakan -
menengah (SKTM); dan/atau
8) saluran transmisi/distribusi
lainnya. Tidak di rencanakan -
b. gardu listrik, meliputi:
1) gardu induk yang berfungsi
untuk menurunkan tegangan
Tidak di rencanakan -
dari jaringan subtransmisi
menjadi tegangan menengah;
2) gardu hubung yang berfungsi  Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
untuk membagi daya listrik Ada  lokasi perencanaan Gardu hubung
dari gardu induk menuju gardu dalam ranperda,cukup jelas,dalam
distribusi; dan matek belum jelas, sebaiknya
perencanaan di samakan.
3) gardu distribusi yang berfungsi Ada  Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
untuk menurunkan tegangan  lokasi perencanaan Gardu distribusi
Penelaahan Materi Muatan Teknis
Rancangan Peraturan Daerah
Muatan Substansi Materi Teknis dan Rancangan terhadap:
1. UUPR 2. RTRWN 3. RTRWP 4. Muatan Penyempurnaan Substansi
Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Materi Teknis dan Rancangan Peraturan
No. Ruang Kabupaten/Kota (Peraturan Menteri Kebijakan Nasional dan Provinsi Daerah tentang Rencana Detail Tata
Agraria dan Tata Ruang nomor: 16 tahun 2018 Bidang Penataan Ruang 5. RTRWK
6. NSPK 7. Konsistensi Muatan Ruang Kabupaten/Kota
tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata
Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota) Raperda RDTRK dengan Materi
Teknis
primer menjadi tegangan dalam ranperda,cukup jelas,dalam
sekunder matek belum jelas, sebaiknya
perencanaan di samakan.
4.3.2. Rencana Jaringan Telekomunikasi Ada
(tetap dan bergerak), terdiri atas: -
 Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
1. infrastruktur dasar telekomunikasi  Berbeda perencanaan dalam Materi
yang berupa lokasi pusat Tidak di rencanakan
automatisasi sambungan telepon; teknis dengan ranperda, sebaiknya
perencanaan di samakan.
2. jaringan telekomunikasi telepon  Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
kabel yang berupa lokasi stasiun  Berbeda perencanaan dalam Materi
telepon otomat, rumah kabel, dan Ada teknis dengan ranperda, sebaiknya
kotak pembagi; perencanaan di samakan.
3. sistem televisi kabel termasuk lokasi Tidak di rencanakan -
stasiun transmisi;
4. jaringan telekomunikasi telepon  Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
nirkabel yang berupa lokasi menara Ada  Berbeda perencanaan dalam Materi
telekomunikasi termasuk menara teknis dengan ranperda, sebaiknya
Base Transceiver Station (BTS); perencanaan di samakan.
 Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
5. jaringan serat optik; dan Ada  Berbeda perencanaan dalam Materi
teknis dengan ranperda, sebaiknya
perencanaan di samakan.
 Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
6. peningkatan pelayanan jaringan  Berbeda perencanaan dalam Materi
telekomunikasi Ada teknis dengan ranperda, sebaiknya
perencanaan di samakan.
4.3.3. Rencana Jaringan Air Minum, meliputi:
1. jaringan perpipaan:
a. unit air baku; - -
Penelaahan Materi Muatan Teknis
Rancangan Peraturan Daerah
Muatan Substansi Materi Teknis dan Rancangan terhadap:
1. UUPR 2. RTRWN 3. RTRWP 4. Muatan Penyempurnaan Substansi
Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Materi Teknis dan Rancangan Peraturan
No. Ruang Kabupaten/Kota (Peraturan Menteri Kebijakan Nasional dan Provinsi Daerah tentang Rencana Detail Tata
Agraria dan Tata Ruang nomor: 16 tahun 2018 Bidang Penataan Ruang 5. RTRWK
6. NSPK 7. Konsistensi Muatan Ruang Kabupaten/Kota
tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata
Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota) Raperda RDTRK dengan Materi
Teknis
b. unit produksi yang berupa  Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
bangunan pengambil air baku, Ada  Ada perencanaan dalam matek, tidak di
dan instalasi produksi; Bahas dalam ranperda.
 Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
c. unit distribusi berupa pipa Ada  Berbeda perencanaan dalam Materi
transmisi air baku; teknis dengan ranperda, sebaiknya
perencanaan di samakan.
d. unit pelayanan yang berupa pipa  Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
 Berbeda perencanaan dalam Materi
unit distribusi hingga Ada teknis dengan ranperda, sebaiknya
persil/bidang; dan/atau
perencanaan di samakan.
e. bangunan penunjang dan  Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
bangunan pelengkap; Ada  Ada perencanaan dalam matek, tidak di
Bahas dalam ranperda.
2. jaringan non-perpipaan, yang terdiri
atas:
a. sumur dangkal; Tidak di rencanakan -
b. sumur pompa; Tidak di rencanakan -
c. bak penampungan air hujan; dan Tidak di rencanakan -
d. terminal air. Tidak di rencanakan -
4.3.4. Rencana Jaringan Drainase, meliputi:
 Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
1. saluran primer; Ada  Berbeda perencanaan dalam Materi
teknis dengan ranperda, sebaiknya
perencanaan di samakan.
 Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
 Berbeda perencanaan dalam Materi
2. saluran sekunder; Ada teknis dengan ranperda, sebaiknya
perencanaan di samakan.
3. saluran tersier; Ada  Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
Penelaahan Materi Muatan Teknis
Rancangan Peraturan Daerah
Muatan Substansi Materi Teknis dan Rancangan terhadap:
1. UUPR 2. RTRWN 3. RTRWP 4. Muatan Penyempurnaan Substansi
Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Materi Teknis dan Rancangan Peraturan
No. Ruang Kabupaten/Kota (Peraturan Menteri Kebijakan Nasional dan Provinsi Daerah tentang Rencana Detail Tata
Agraria dan Tata Ruang nomor: 16 tahun 2018 Bidang Penataan Ruang 5. RTRWK
6. NSPK 7. Konsistensi Muatan Ruang Kabupaten/Kota
tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata
Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota) Raperda RDTRK dengan Materi
Teknis
 Berbeda perencanaan dalam Materi
teknis dengan ranperda, sebaiknya
perencanaan di samakan.
4. saluran lokal; Tidak di rencanakan -
5. bangunan peresapan (kolam retensi); Tidak di rencanakan -
dan
6. bangunan tampungan (polder)
beserta sarana pelengkapnya (sistem - -
pemompaan dan pintu air).
4.3.5. Rencana Pengelolaan Air Limbah, Ada -
meliputi:
1. Sistem pengelolaan air limbah (SPAL)  Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
setempat, meliputi: Ada  Ada perencanaan dalam Ranperda,
tidak di Bahas dalam matek
 Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
a. subsistem pengolahan setempat; Ada  Ada perencanaan dalam Ranperda,
tidak di Bahas dalam matek
b. subsistem pengangkutan; dan Tidak di rencanakan -
c. subsistem pengolahan lumpur
Tidak di rencanakan -
tinja.
2. Sistem pengelolaan air limbah (SPAL) Ada  Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
terpusat, meliputi:  Ada perencanaan dalam Ranperda,
tidak di Bahas dalam matek
a. subsistem pelayanan yang terdiri
atas pipa tinja, pipa non tinja bak
perangkap lemak dan minyak dari - -
dapur, pipa persil, bak kontrol,
dan lubang inspeksi;
b. subsistem pengumpulan yang
terdiri atas pipa retikulasi, pipa - -
induk, serta sarana dan
Penelaahan Materi Muatan Teknis
Rancangan Peraturan Daerah
Muatan Substansi Materi Teknis dan Rancangan terhadap:
1. UUPR 2. RTRWN 3. RTRWP 4. Muatan Penyempurnaan Substansi
Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Materi Teknis dan Rancangan Peraturan
No. Ruang Kabupaten/Kota (Peraturan Menteri Kebijakan Nasional dan Provinsi Daerah tentang Rencana Detail Tata
Agraria dan Tata Ruang nomor: 16 tahun 2018 Bidang Penataan Ruang 5. RTRWK
6. NSPK 7. Konsistensi Muatan Ruang Kabupaten/Kota
tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata
Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota) Raperda RDTRK dengan Materi
Teknis
prasarana pelengkap; dan
c. subsistem pengolahan terpusat
yang terdiri atas Instalasi
Pengelolaan Air Limbah (IPAL) - -
kota dan IPAL skala kawasan
tertentu/permukiman.
 Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
4.3.6. Rencana Jaringan Prasarana Lainnya Ada  Berbeda perencanaan dalam Materi
teknis dengan ranperda, sebaiknya
perencanaan di samakan.
 Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
1. Tempat Evakuasi Ada  Berbeda perencanaan dalam Materi
teknis dengan ranperda, sebaiknya
perencanaan di samakan.
 Sebaiknya dibahas dalam Bab IV
2. Jalur Evakuasi Ada  Berbeda perencanaan dalam Materi
teknis dengan ranperda, sebaiknya
perencanaan di samakan.

V BAB V RENCANA POLA RUANG Ada -


4.1 Rencana Zona Lindung
4.1.1. zona hutan lindung (HL); - -
4.1.2. zona yang memberikan perlindungan
terhadap zona dibawahnya (PB) yang Tidak di rencanakan -
meliputi:
a. zona lindung gambut (LG); dan/atau Tidak di rencanakan -
b. zona resapan air (RA). Tidak di rencanakan -
4.1.3. zona perlindungan setempat (PS) yang Tidak di rencanakan -
meliputi:
-
a. zona sempadan pantai (SP); Ada
Penelaahan Materi Muatan Teknis
Rancangan Peraturan Daerah
Muatan Substansi Materi Teknis dan Rancangan terhadap:
1. UUPR 2. RTRWN 3. RTRWP 4. Muatan Penyempurnaan Substansi
Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Materi Teknis dan Rancangan Peraturan
No. Ruang Kabupaten/Kota (Peraturan Menteri Kebijakan Nasional dan Provinsi Daerah tentang Rencana Detail Tata
Agraria dan Tata Ruang nomor: 16 tahun 2018 Bidang Penataan Ruang 5. RTRWK
6. NSPK 7. Konsistensi Muatan Ruang Kabupaten/Kota
tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata
Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota) Raperda RDTRK dengan Materi
Teknis
b. zona sempadan sungai (SS); Ada -
c. zona sekitar danau atau waduk (DW)
termasuk situ dan embung; Tidak di rencanakan -
dan/atau
d. zona sekitar mata air (MA).
4.1.4. zona RTH kota (RTH) yang meliputi:
a. hutan kota (RTH-1); Ada -
b. taman kota (RTH-2); Ada -
c. taman kecamatan (RTH-3); Ada -

d. taman kelurahan (RTH-4); Ada -

e. taman RW (RTH-5); Ada -

f. taman RT (RTH-6); dan/atau Ada -

g. pemakaman (RTH-7) Ada -


4.1.5. zona konservasi (KS) yang meliputi:
Dalam Ranperda tidak ada
perencanaan cagar alam , dalam
a. cagar alam (KS-1); materi teknis ada perencanaan suaka -
alam.

b. suaka margasatwa (KS-2); Tidak di rencanakan -


c. taman nasional (KS-3); Tidak di rencanakan -
d. taman hutan raya (KS-4); dan/atau Tidak di rencanakan -
e. taman wisata alam (KS-5). Tidak di rencanakan -
4.1.6. zona lindung lainnya. Ada -
4.2 Rencana Zona Budidaya
4.2.1 Zona Perumahan
Penelaahan Materi Muatan Teknis
Rancangan Peraturan Daerah
Muatan Substansi Materi Teknis dan Rancangan terhadap:
1. UUPR 2. RTRWN 3. RTRWP 4. Muatan Penyempurnaan Substansi
Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Materi Teknis dan Rancangan Peraturan
No. Ruang Kabupaten/Kota (Peraturan Menteri Kebijakan Nasional dan Provinsi Daerah tentang Rencana Detail Tata
Agraria dan Tata Ruang nomor: 16 tahun 2018 Bidang Penataan Ruang 5. RTRWK
6. NSPK 7. Konsistensi Muatan Ruang Kabupaten/Kota
tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata
Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota) Raperda RDTRK dengan Materi
Teknis
 Sebaiknya dibahas dalam Bab V
1. berdasarkan tingkat kepadatan  Sesuaikan luas perencanaan di Materi
bangunan: kepadatan sangat tinggi Teknis dengan di Ranperda, luas
(R-1), tinggi (R-2), sedang (R-3), Ada rencana rumah kepadatan sedang dan
rendah (R-4), dan sangat rendah (R- rumah kepadatan rendah dalam matek
5); atau berbeda dengan luas rencana dalam
ranperda.
2. berdasarkan tingkat
kemampuan/keterjangkauan
kepemilikan rumah: rumah mewah
(Rm), rumah menengah (Rh), - -
rumah sederhana (Rs), dan rumah
sangat sederhana (Ra).
4.2.2 Zona Perdagangan dan Jasa
 Sebaiknya dibahas dalam Bab V
 Sesuaikan luas perencanaan di Materi
1. perdagangan dan jasa skala kota Ada Teknis dengan di Ranperda, luas
(K-1); rencana perdagangan dan jasa skala
kota dalam matek berbeda dengan luas
rencana dalam ranperda.
 Sebaiknya dibahas dalam Bab V
 Sesuaikan luas perencanaan di Materi
2. perdagangan dan jasa skala BWP Ada Teknis dengan di Ranperda, luas
(K-2); dan/atau rencana perdagangan dan jasa skala
BWP dalam matek berbeda dengan luas
rencana dalam ranperda.
 Sebaiknya dibahas dalam Bab V
 Sesuaikan luas perencanaan di Materi
3. Skala Sub BWP Ada Teknis dengan di Ranperda, luas
rencana Skala SUB BWP dalam matek
berbeda dengan luas rencana dalam
Penelaahan Materi Muatan Teknis
Rancangan Peraturan Daerah
Muatan Substansi Materi Teknis dan Rancangan terhadap:
1. UUPR 2. RTRWN 3. RTRWP 4. Muatan Penyempurnaan Substansi
Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Materi Teknis dan Rancangan Peraturan
No. Ruang Kabupaten/Kota (Peraturan Menteri Kebijakan Nasional dan Provinsi Daerah tentang Rencana Detail Tata
Agraria dan Tata Ruang nomor: 16 tahun 2018 Bidang Penataan Ruang 5. RTRWK
6. NSPK 7. Konsistensi Muatan Ruang Kabupaten/Kota
tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata
Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota) Raperda RDTRK dengan Materi
Teknis
ranperda.
4.2.3 Zona Perkantoran Ada -
4.2.4 Zona Sarana Pelayanan Umum
 Sebaiknya dibahas dalam Bab V
 Pembahasan dalam materi teknis masih
1. sarana pelayanan umum skala kota Ada menggunakan aturan permen 20 tahun
(SPU-1); 2011, sebaiknya di sesuaikan dengan
Peraturan Menteri Agraria dan Tata
Ruang nomor 16 tahun 2018
 Sebaiknya dibahas dalam Bab V
 Pembahasan dalam materi teknis masih
2. sarana pelayanan umum skala Ada menggunakan aturan permen 20 tahun
kecamatan (SPU-2) 2011, sebaiknya di sesuaikan dengan
Peraturan Menteri Agraria dan Tata
Ruang nomor 16 tahun 2018
 Sebaiknya dibahas dalam Bab V
 Pembahasan dalam materi teknis masih
3. sarana pelayanan umum skala Ada menggunakan aturan permen 20 tahun
kelurahan (SPU-3) dan/atau 2011, sebaiknya di sesuaikan dengan
Peraturan Menteri Agraria dan Tata
Ruang nomor 16 tahun 2018
 Sebaiknya dibahas dalam Bab V
 Pembahasan dalam materi teknis masih
4. sarana pelayanan umum skala RW Ada menggunakan aturan permen 20 tahun
(SPU-4) 2011, sebaiknya di sesuaikan dengan
Peraturan Menteri Agraria dan Tata
Ruang nomor 16 tahun 2018
4.2.7 Zona Industri - -
1. kawasan industri (KI); dan/atau - -
2. sentra industri kecil menengah - -
(SIKM).
Penelaahan Materi Muatan Teknis
Rancangan Peraturan Daerah
Muatan Substansi Materi Teknis dan Rancangan terhadap:
1. UUPR 2. RTRWN 3. RTRWP 4. Muatan Penyempurnaan Substansi
Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Materi Teknis dan Rancangan Peraturan
No. Ruang Kabupaten/Kota (Peraturan Menteri Kebijakan Nasional dan Provinsi Daerah tentang Rencana Detail Tata
Agraria dan Tata Ruang nomor: 16 tahun 2018 Bidang Penataan Ruang 5. RTRWK
6. NSPK 7. Konsistensi Muatan Ruang Kabupaten/Kota
tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata
Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota) Raperda RDTRK dengan Materi
Teknis
4.2.8 Zona Peruntukan lainnya Ada -
1. pertanian (PL-1) - -
2. pertambangan (PL-2) - -
3. ruang terbuka non hijau (PL-3) - -
4. tempat evakuasi sementara (PL-4) Ada -
5. tempat evakuasi akhir (PL-5) - -
6. sektor informal (PL-6) - -
7. pertahanan dan keamanan (PL-7) Ada -
8. instalasi pengelolaan air limbah
(IPAL) (PL-8) - -
9. tempat pemrosesan akhir (TPA) (PL- - -
10. pengembangan nuklir (PL-10) - -
11. pembangkit listrik (PL-11) - -
12. pergudangan (PL-12) - -
13. pariwisata (PL-13) Ada -
4.2.9 Zona Peruntukan Campuran Ada -
1. perumahan dan perdagangan/ jasa Ada -
(C-1)
-
2. perumahan dan perkantoran (C-2) -
3. perkantoran dan perdagangan/ Ada -
jasa (C-3)
VI. BAB VI PENETAPAN SUB BWP YANG Ada -
DIPRIORITASKAN PENANGANANNYA
6.1 Lokasi Sub BWP yang Diprioritaskan Ada -
6.2 Tema Penanganan Sub BWP yang Ada -
diprioritaskan
Penelaahan Materi Muatan Teknis
Rancangan Peraturan Daerah
Muatan Substansi Materi Teknis dan Rancangan terhadap:
1. UUPR 2. RTRWN 3. RTRWP 4. Muatan Penyempurnaan Substansi
Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Materi Teknis dan Rancangan Peraturan
No. Ruang Kabupaten/Kota (Peraturan Menteri Kebijakan Nasional dan Provinsi Daerah tentang Rencana Detail Tata
Agraria dan Tata Ruang nomor: 16 tahun 2018 Bidang Penataan Ruang 5. RTRWK
6. NSPK 7. Konsistensi Muatan Ruang Kabupaten/Kota
tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata
Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota) Raperda RDTRK dengan Materi
Teknis
VII. BAB VII KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG Ada -
7.1 Program Perwujudan Rencana struktur ruang Ada -
yang meliputi:
7.1.1. perwujudan pusat pelayanan kegiatan Ada -
di BWP;
7.1.2. perwujudan jaringan transportasi di Ada -
BWP;dan
7.1.3. perwujudan jaringan prasarana untuk
BWP, yang mencakup pula prasarana Ada -
nasional dan wilayah/regional didalam
BWP yang terdiri atas:
1. perwujudan jaringan
Ada -
energi/kelistrikan;
2. perwujudan jaringan Ada -
telekomunikasi;
3. perwujudan jaringan air minum; Ada -
4. perwujudan jaringan drainase; Ada -
5. perwujudan jaringan air limbah;
Ada -
dan/atau
6. perwujudan jaringan prasarana Ada -
lainnya.
7.2 Program perwujudan rencana jaringan
Ada -
prasarana
7.2.1. perwujudan zona lindung pada BWP
termasuk didalam pemenuhan Ada -
kebutuhan RTH; dan
7.2.2. perwujudan zona budi daya pada BWP Ada -
yang terdiri atas:
7.2.2.1 perwujudan penyediaan
fasilitas sosial dan fasilitas Ada -
umum diBWP;
Penelaahan Materi Muatan Teknis
Rancangan Peraturan Daerah
Muatan Substansi Materi Teknis dan Rancangan terhadap:
1. UUPR 2. RTRWN 3. RTRWP 4. Muatan Penyempurnaan Substansi
Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Materi Teknis dan Rancangan Peraturan
No. Ruang Kabupaten/Kota (Peraturan Menteri Kebijakan Nasional dan Provinsi Daerah tentang Rencana Detail Tata
Agraria dan Tata Ruang nomor: 16 tahun 2018 Bidang Penataan Ruang 5. RTRWK
6. NSPK 7. Konsistensi Muatan Ruang Kabupaten/Kota
tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata
Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota) Raperda RDTRK dengan Materi
Teknis
7.2.2.2 perwujudan ketentuan
pemanfaatan ruang untuk Ada -
setiap jenis pola ruang;
7.2.2.3 perwujudan sistem jaringan
perwujudan intensitas Ada -
pemanfaatan ruang blok;
dan/atau
7.2.2.4 perwujudan tata bangunan Ada -
7.3 program perwujudan penetapan Sub BWP
yang diprioritaskan penanganannya yang Ada -
terdiri atas:
7.3.1. program penyusunan RTBL; - -
7.3.2. perbaikan prasarana, sarana, dan
blok/kawasan; - -
7.3.3. pembangunan baru prasarana, sarana, - -
dan blok/kawasan;
7.3.4. pengembangan kembali prasarana,
- -
sarana, dan blok/kawasan; dan/atau
7.3.5. pelestarian/pelindungan - -
blok/kawasan.
7.5 program perwujudan ketahanan terhadap
perubahan iklim, dapat sebagai kelompok
program tersendiri atau menjadi bagian dari - -
kelompok program lainnya, disesuaikan
berdasarkan kebutuhannya

VIII. BAB VIII PERATURAN ZONASI Ada -


8.1. Aturan Dasar (Materi Wajib) Ada -
8.1.1. Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Ada -
Lahan
8.1.2. Ketentuan Intensitas Pemanfaatan Ada -
Penelaahan Materi Muatan Teknis
Rancangan Peraturan Daerah
Muatan Substansi Materi Teknis dan Rancangan terhadap:
1. UUPR 2. RTRWN 3. RTRWP 4. Muatan Penyempurnaan Substansi
Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Materi Teknis dan Rancangan Peraturan
No. Ruang Kabupaten/Kota (Peraturan Menteri Kebijakan Nasional dan Provinsi Daerah tentang Rencana Detail Tata
Agraria dan Tata Ruang nomor: 16 tahun 2018 Bidang Penataan Ruang 5. RTRWK
6. NSPK 7. Konsistensi Muatan Ruang Kabupaten/Kota
tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata
Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota) Raperda RDTRK dengan Materi
Teknis
Ruang
8.1.3. Ketentuan tata bangunan Ada -
8.1.4. Ketentuan Prasarana dan Sarana
Minimal Ada -
8.1.5. Ketentuan Khusus Ada -
8.1.6. Standar Teknis Ada -
8.1.7. Ketentuan Pelaksanaan Ada -
8.2. Teknik Pengaturan Zonasi (Materi Pilihan) - -
8.2.1. Transfer development right (TDR) - -
8.2.2. Bonus zoning - -
8.2.3. Conditional uses - -

LAMPIRAN
I MATRIKS INDIKASI PROGRAM Ada -
II MATRIKS KETENTUAN PENGGUNAAN LAHAN Ada -
III ALBUM PETA RENCANA DETAIL TATA RUANG
A. Peta Wilayah Perencanaan
1. Peta Orientasi Ada -
2. Peta Batas Administrasi Ada -
3. Peta Guna Lahan Ada -
4. Peta Rawan Bencana Ada -
5. Peta Sebaran Penduduk Ada -
B. Peta Rencana Struktur Ruang
1. peta pusat pelayanan yang memuat pusat- Ada -
pusat pelayanan;
2. peta jaringan transportasi yang memuat Ada -
jaringan jalan dan kereta api; dan
3. peta jaringan prasarana yang terdiri dari Ada -
jaringan energi/kelistrikan,
Penelaahan Materi Muatan Teknis
Rancangan Peraturan Daerah
Muatan Substansi Materi Teknis dan Rancangan terhadap:
1. UUPR 2. RTRWN 3. RTRWP 4. Muatan Penyempurnaan Substansi
Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Materi Teknis dan Rancangan Peraturan
No. Ruang Kabupaten/Kota (Peraturan Menteri Kebijakan Nasional dan Provinsi Daerah tentang Rencana Detail Tata
Agraria dan Tata Ruang nomor: 16 tahun 2018 Bidang Penataan Ruang 5. RTRWK
6. NSPK 7. Konsistensi Muatan Ruang Kabupaten/Kota
tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata
Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota) Raperda RDTRK dengan Materi
Teknis
telekomunikasi, air minum, drainase, air
limbah, dan prasarana lainnya yang
digambarkan secara tersendiri untuk
masing-masing rencana jaringan
prasarana;
C. Peta Rencana Pola Ruang Ada -
D. Peta Sub BWP Prioritas Ada -
E. Peta Zonasi Tidak Ada -

Catatan Tambahan :
1. sesuaikan materi teknis dengan Pemetaan
2. Sesuaikan antara Ranperda dan Materi Teknis
3. Sesuaikan simbol2 dalam pemetaan sesuai Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang nomor 16 tahun 2018.
4. Ikuti standar Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang nomor 16 tahun 2018 dalam menyusun RDTR dan
Peraturan zonasi

Makassar, Februari , Tahun 2019

Tenaga Ahli